wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

formatif bahasa jawa

Total questions: 20

Worksheet time: 9mins

Name
Class
Date
1.

Serat Wedhatama Kaanggit dening

a)

KGPAA Mangkunegaraan IV

b)

KGPAA Hamengkubuwana IV

c)

KGPAA Paku Alam IV

d)

Prasetya Eka Purnomo

e)

KI Hajar Dewantara

2.

ngèlmu iku kalakone kanthi laku | lêkase lawan kas | têgêse kas nyantosani | sêtya budya pangêkêse dur angkara ||

tembang ing ndhuwur kalebu tembang

a)

Mijil

b)

Maskumambang

c)

Pocung

d)

Durma

e)

Kinanthi

3.

kang kalebu guru Wilangan lan Guru lagu tembang macapat Pocung yaiku ....

a)

12i,6a,8u,13e

b)

12u,6a,12a,8i

c)

12u,12a,6a,8i

d)

12u,6a,8i,12a

e)

6a,8i,12a,12u

4.

Jinise tembang macapat ana . . .

a)

sewelas

b)

pitu

c)

wolu

d)

sepuluh

e)

lima

5.

cacahing gatra saben sapada dipunwastani...

a)

guru gatra

b)

guru lagu

c)

guru wilangan

d)

guru basa

e)

guru wirama

6.

cacahing wanda saben sagatra yaiku...

a)

guru lagu

b)

guru gatra

c)

guru wilangan

d)

guru basa

e)

guru wirama

7.

ingkang kalebet tembang macapat kajaba ...

a)
b)
c)
d)
e)
8.

sing dudu tembang ing Serat Wedhatama yaiku...

a)

Pangkur

b)

Sinom

c)

Dhandhanggula

d)

Kinanthi

9.

ngèlmu iku kalakone kanthi laku | lêkase lawan kas | têgêse kas nyantosani | sêtya budya pangêkêse dur angkara ||

Wos Surasane tembang ing ndhuwur, yaiku ....

a)

golek ngelmu diwiwiti kanthi tenanan

b)

golek ngelmu iku kalakone kudu rekasa

c)

bisa entuk ngelmu yen bisa ngedohi sipat kang ala

d)

yen golek ngelmu iku kanthi tenan bakal bisa kagayuh

e)

goelk ngelmu iku kudu temen lan ngedohi sipat ala supaya bisa kasil

10.

Angkara gung neng angga anggung gumulung ateges ...

a)

manungsa iku bakal urip ing telung alam

b)

angkara murka kang dumunung ing awake dhewe

c)

aja mihak marang wong kang tumindak culika

d)

yen tumindak ala ora dikendaleni bakal nyilakani

e)

angkara yen ora dikendaleni bakal nuwuhake prakara

11.

beda lamun wus sêngsêm rèh ing asamun | sêmune ngaksama | sêsamane bôngsa sisip | sarwa sarèh saking mardi martotama ||

tembang ing dhuwur ing serat Wedhtama Pupuh Pocung kaserat ing pada ....

a)

5

b)

7

c)

9

d)

1

e)

3

12.

Yang tidak termasuk unsur intrinsik novel adalah ....

a)

Tema

b)

Tokoh

c)

Sudut pandang

d)

Alur

e)

Kerangka tulisan

13.

Ciri khas dalam kebahasaan novel adalah..

a)

Gaya bahasa atau majas

b)

Formal

c)

Informal

d)

Ekspresif

e)

Efisien

14.

Urutan yang tepat dalam merancang suatu novel adalah ....

a)

Menentukan tema-tokoh-alur cerita-latar

b)

Menentukan tokoh-alur cerita-latar-tema

c)

Menentukan tokoh-alur cerita-latar

d)

Menentukan tema-tokoh-alur cerita

e)

Menentukan tema-tokoh-latar

15.

Namun takdir berkata lain, di malam sebelum pertunangan, telah terjadi ledakan bom di pulau Lombok. Ternyata keluarga Nathan menjadi salah satu korban bom tersebut. Nathan meninggal dunia, sehingga membuat Rosie depresi dan bersikap seperti orang gila.


Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah ...

a)

Gunda

b)

Sedih

c)

Tegang

d)

Khusyuk

e)

Hening

16.

“Apapun yang kamu katakan terhadapku, kutak peduli. Walau kaucaci maki, kaukutuki, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Math dan Arcy hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”


Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...

a)

A. Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.

b)

B. Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya

c)

C. Tuhan melarang perkawinan beda agama.

d)

D. Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.

e)

E. Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.

17.

Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!

Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….


Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....

a)

A. kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota

b)

B. anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya

c)

C. orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain

d)

D. ayah menentukan kehidupan anaknya dan haranaknyaus dituruti oleh anaknya

e)

E. orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya

18.

Puncak konflik pada novel biasanya juga disebut dengan...

a)

Klimaks/komplikasi

b)

Resolusi

c)

Koda

d)

Penutup

e)

Penyelesaian

19.

Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.

Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.

Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!


Konflik yang tersirat pada penggalan novel tersebut lebih didasarkan pada masalah….

a)

A. Sosial

b)

B. Budaya

c)

C. Kejiwaan

d)

D. Politik

e)

E. Lingkungan

20.

“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.

“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.

“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.

“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.


Latar tempat dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

A. warung

b)

B. kelas

c)

C. sekolah

d)

E. kantin