NEW
Font size
Worksheetsformatif bahasa jawa
Total questions: 20
Worksheet time: 9mins
Serat Wedhatama Kaanggit dening
KGPAA Mangkunegaraan IV
KGPAA Hamengkubuwana IV
KGPAA Paku Alam IV
Prasetya Eka Purnomo
KI Hajar Dewantara
ngèlmu iku kalakone kanthi laku | lêkase lawan kas | têgêse kas nyantosani | sêtya budya pangêkêse dur angkara ||
tembang ing ndhuwur kalebu tembang
Mijil
Maskumambang
Pocung
Durma
Kinanthi
kang kalebu guru Wilangan lan Guru lagu tembang macapat Pocung yaiku ....
12i,6a,8u,13e
12u,6a,12a,8i
12u,12a,6a,8i
12u,6a,8i,12a
6a,8i,12a,12u
Jinise tembang macapat ana . . .
sewelas
pitu
wolu
sepuluh
lima
cacahing gatra saben sapada dipunwastani...
guru gatra
guru lagu
guru wilangan
guru basa
guru wirama
cacahing wanda saben sagatra yaiku...
guru lagu
guru gatra
guru wilangan
guru basa
guru wirama
ingkang kalebet tembang macapat kajaba ...
sing dudu tembang ing Serat Wedhatama yaiku...
Pangkur
Sinom
Dhandhanggula
Kinanthi
ngèlmu iku kalakone kanthi laku | lêkase lawan kas | têgêse kas nyantosani | sêtya budya pangêkêse dur angkara ||
Wos Surasane tembang ing ndhuwur, yaiku ....
golek ngelmu diwiwiti kanthi tenanan
golek ngelmu iku kalakone kudu rekasa
bisa entuk ngelmu yen bisa ngedohi sipat kang ala
yen golek ngelmu iku kanthi tenan bakal bisa kagayuh
goelk ngelmu iku kudu temen lan ngedohi sipat ala supaya bisa kasil
Angkara gung neng angga anggung gumulung ateges ...
manungsa iku bakal urip ing telung alam
angkara murka kang dumunung ing awake dhewe
aja mihak marang wong kang tumindak culika
yen tumindak ala ora dikendaleni bakal nyilakani
angkara yen ora dikendaleni bakal nuwuhake prakara
beda lamun wus sêngsêm rèh ing asamun | sêmune ngaksama | sêsamane bôngsa sisip | sarwa sarèh saking mardi martotama ||
tembang ing dhuwur ing serat Wedhtama Pupuh Pocung kaserat ing pada ....
5
7
9
1
3
Yang tidak termasuk unsur intrinsik novel adalah ....
Tema
Tokoh
Sudut pandang
Alur
Kerangka tulisan
Ciri khas dalam kebahasaan novel adalah..
Gaya bahasa atau majas
Formal
Informal
Ekspresif
Efisien
Urutan yang tepat dalam merancang suatu novel adalah ....
Menentukan tema-tokoh-alur cerita-latar
Menentukan tokoh-alur cerita-latar-tema
Menentukan tokoh-alur cerita-latar
Menentukan tema-tokoh-alur cerita
Menentukan tema-tokoh-latar
Namun takdir berkata lain, di malam sebelum pertunangan, telah terjadi ledakan bom di pulau Lombok. Ternyata keluarga Nathan menjadi salah satu korban bom tersebut. Nathan meninggal dunia, sehingga membuat Rosie depresi dan bersikap seperti orang gila.
Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah ...
Gunda
Sedih
Tegang
Khusyuk
Hening
“Apapun yang kamu katakan terhadapku, kutak peduli. Walau kaucaci maki, kaukutuki, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Math dan Arcy hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”
Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...
A. Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.
B. Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya
C. Tuhan melarang perkawinan beda agama.
D. Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.
E. Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.
Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!
Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….
Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....
A. kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota
B. anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya
C. orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain
D. ayah menentukan kehidupan anaknya dan haranaknyaus dituruti oleh anaknya
E. orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya
Puncak konflik pada novel biasanya juga disebut dengan...
Klimaks/komplikasi
Resolusi
Koda
Penutup
Penyelesaian
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.
Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.
Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Konflik yang tersirat pada penggalan novel tersebut lebih didasarkan pada masalah….
A. Sosial
B. Budaya
C. Kejiwaan
D. Politik
E. Lingkungan
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
Latar tempat dalam kutipan novel tersebut adalah ….
A. warung
B. kelas
C. sekolah
E. kantin
