wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TEKS ANEKDOT

Total questions: 20

Worksheet time: 19mins

Name
Class
Date
1.

KUHP

Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.

Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen.“Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. 

Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!”

Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala.Kalimat yang bercetak miring di atas menggunakan majas…

a)

ironi

b)

sinisme

c)

sarkasme

d)

simile

e)

hiperbola

2.

KUHP

Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja.

Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen.“Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. 

Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!”

Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala.Makna tersirat pada teks anekdot di atas adalah …

a)

Menjelaskan kepanjangan KUHP sebenarnya adalah Kitab Undang Hukum Pidana.

b)

Mengkritik Bapak dosen sedang memberikan kuliah hukum pidana.

c)

Menyindir peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru terbaik.

d)

Menyindir kepada oknum penegak hukum yang mau disuap.

e)

Menyindir semua oknum penegak hukum yang selalu mau diberikan amplop

3.

Bacalah teks berikut dengan saksama!

           (1) Singkat cerita, Darman, seorang politikus yang tidak tulus tidak mau menyia-nyiakan sorotan kamera wartawan. (2) Dia mencari strategi agar tetap menjadi perhatian media. (3) Darman berusaha masuk ke tempat banjir dan menceburkan diri ke air. (4) Sial baginya, dia terperosok ke selokan dan terseret derasnya air. (5) Darman berusaha sekuat tenaga melawan arus, tetapi tak berdaya, dia hanyut.

(6) Untung regu penolong sangat sigap, meskipun terseret cukup jauh, (7) Darman masih bisa diselamatkan, kemudian dia dibawa ke posko kesehatan dan dibaringkan di bangsal. (8) Waktu itu semua bangsal penuh oleh orang pingsan. (9) Darman kaget melihat orang yang ada di situ karena semuanya dia kenal, para politisi sedang blusukan. (10) Lebih kaget lagi ketika dia melihat doa tertulis di dinding: “Ya Allah, hanyutkanlah mereka yang tak ikhlas”. Darman pingsan!        

Verba material pada kata yang dicetak tebal ditunjukkan pada kalimat nomor ...

a)

(1), (3), (5)

b)

(3), (6), (8)

c)

(1), (5), (9)

d)

(2), (6), (10)

e)

(3), (4), (7)

4.

Radio Islami

Seorang warga Indonesia pergi menunaikan ibadah haji ke Mekah. Di sana, dia tertarik dengan sebuah radio dan dia pun membelinya. Ketika ditanya, kenapa dia membeli radio itu, padahal di Indonesia juga banyak. Dia menjawab bahwa radio itu setiap hari mengaji, padahal memang sebenarnya bahasa mereka bahasa Arab.

Setelah pulang ke Indonesia, jamaah haji tersebut marah-marah dan membanting radio itu. "Loh kang, ngopo (kenapa) ngamuk-ngamuk mbanting radio?" tanya kawannya penasaran.

"Pembohong!" ujarnya geram.

Temannya terpaku kebingungan.

"Radio ini di Mekah tiap hari ngaji Al-Qur’an terus. Tapi, di sini, isinya lagu dangdut tok. Radio begini kok dibilang radio Islami" terangnya.

 

Interpretasi yang sesuai dengan isi teks anekdot tersebut adalah ....

a)

Jadilah seorang muslim yang pintar.

b)

Di Indonesia, walaupun mayoritas muslim namun kebanyakan acara hiburannya tidak Islami.

c)

Sebagai seorang muslim harus bisa mengaji sendiri, jangan mengandalkan radio.

d)

Seharusnya, di Arab memiliki acara musik dangdut untuk menyenangkan hati jamaah Indonesia.

5.

Radio Islami

Seorang warga Indonesia pergi menunaikan ibadah haji ke Mekah. Di sana, dia tertarik dengan sebuah radio dan dia pun membelinya. Ketika ditanya, kenapa dia membeli radio itu, padahal di Indonesia juga banyak. Dia menjawab bahwa radio itu setiap hari mengaji, padahal memang sebenarnya bahasa mereka bahasa Arab.

Setelah pulang ke Indonesia, jamaah haji tersebut marah-marah dan membanting radio itu. "Loh kang, ngopo (kenapa) ngamuk-ngamuk mbanting radio?" tanya kawannya penasaran.

"Pembohong!" ujarnya geram.

Temannya terpaku kebingungan.

"Radio ini di Mekah tiap hari ngaji Al-Qur’an terus. Tapi, di sini, isinya lagu dangdut tok. Radio begini kok dibilang radio Islami" terangnya.

 Sindiran dalam teks anekdot tersebut ditujukan kepada ....

a)

Masyarakat Indonesia

b)

Masyarakat miskin

c)

Presiden Arab

d)

Umat Islam

e)

Agama Islam

6.

Kritik yang ingin disampaikan dari komik potongan tersebut adalah ....

a)

Pengendara mobil yang menggunakan BBM subsidi

b)

Teknologi tepat guna

c)

Kebijakan yang bertolak belakang

d)

Keputusan penyedia BBM yang kurang adil

e)

Tindakan pegawai yang salah

7.

Berikut merupakan kalimat pertanyaan retoris, kecuali ...

a)

Negeri kita ini apakah negeri sampah?

b)

Tidak tahukah kalian bahwa koruptor itu kotor, keji, kejam, durhaka, maksiat, dan terlaknat?

c)

Mengapa di negeri kita banyak sekali sampah?

d)

Apa bisa kita hidup tanpa makan dan minum?

e)

Akankah kita biarkan negara kita dijajah?

8.

Bacalah kutipan teks berikut. 

Seorang terpidana mati ditanya oleh petugas pelaksana eksekusi, “Apakah keinginan terakhir Anda?”Sang terpidana menjawab, “Saya hanya berharap agar hukuman ini bisa menjadi pelajaran bagi saya dan bisa membuat saya jera melakukan kejahatan lagi di masa yang akan datang.”
Diceritakan ulang dari: Ajis Megap-Megap, Humor Iwak Peyek ngekek sampek tuwek, Jakarta Selatan, Citra Media Pustaka, 2012

Anekdot tersebut mengandung amanat ….

a)

Sering-seringlah bertanya.

b)

Selalu berpikirlah tentang masa depan

c)

Optimistis merupakan sikap yang baik.

d)

Hargailah keinginan orang lain.

e)

Belajarlah dari kesalahan yang pernah dilakukan.

9.

  Bacalah teks anekdot berikut dengan saksama!

Suatu hari, seorang sahabat mengunjungi rumah kawan lamanya. Ia lihat di facebook, si kawan ini sudah berjaya hidupnya. Setiap hari ia terlihat di hotel dan restoran berbeda. Ingin pula menyapanya sekali-sekali.

“.....” Si kawan menyapa dengan kalimat tak mengenakkan. Sahabat yang berkunjung ini memang terlambat karena macet.

“Gaya berucapmu masihlah sama seperti dulu, uang membuatnya lebih pedis lagi” ucap si sahabat sambil tersenyum. Kawan pemilik rumah terbahak-bahak lalu mempersilahkan tamunya untuk duduk.

Majas ironi yang tepat untuk melengkapi teks anekdot di atas adalah ...Majas ironi yang tepat untuk melengkapi teks anekdot di atas adalah ...

a)

Cepat sekali kamu datangnya, sampai-sampai aku tertidur lelap menantimu.

b)

Lama sekali kau datangnya, ke mana saja kau.

c)

Dasar siput, lama sekali kau datangnya.

d)

Percuma saja saya datang tepat waktu, ternyata kau datang terlambat.

e)

Apa kau tidak punya jam sehingga kau datang terlambat.

10.

Perundungan Tanda Sayang

(1)    Pada saat jam istirahat, dua siswi SMA sedang asyik mengobrol di kantin.

(2)    Ani        :     Mar, aku itu paling malas kalau ada acara keluarga.

(3)    Maria    :     Loh, bukannya senang dapat bertemu banyak saudara?

Lagi pula kan, banyak makanan.

(4)    Ani        :     Ih, makanan terus. Aku itu malas ketemu mereka.

(5)     Maria    :     Kok, bisa?

(6)       Ani     :    Soalnya, pasti ibuku akan membanding-bandingkanku dengan saudara. Terus, bibi-bibi atau om-omku akan komentar macam-macam. Emangnya aku barang dagangan apa, dibanding-bandingkan dan dikomentari?

(7)    Maria    :     Itu artinya mereka perhatian, sayang sama kamu.

(8)    Ani        :     Sayang apanya? Kalau sayang itu didukung bukan

dijatuhin.

(9)    Maria    :     Bener juga sih. Ya udah ah, nanti kamu jangan main ke rumahku lagi ya?

(10) Ani        :             Loh, kenapa?

(11) Maria     :             Soalnya, ibuku suka banding-bandingin aku sama kamu. Sebel tahu!

 Bagian evaluasi pada teks di atas adalah nomor …

a)

1, 2, 3

b)

2, 3, 4

c)

3, 4, 5

d)

5, 6, 7

e)

9, 10, 11

11.

Berikut yang termasuk verba material adalah …

a)

perundungan dan membanding-bandingkan

b)

dikomentari dan perundungan

c)

pendukung dan mengobrol

d)

mengobrol dan perhatian

e)

mengobrol dan bertemu

12.

Cermati teks berikut!

(1)        Sebuah bus penuh dengan penumpang sedang melaju dengan cepat di jalan menurun. (2) Ada seseorang mengejar bus ini dari belakang. (3) Seorang penumpang di kursi belakang mengeluarkan kepalanya melalui jendela. (4) Ia pun berkata kepada orang yang sedang mengejar bus, “Hai, Kawan! Sudahlah, Anda tak mungkin bisa mengejar bus ini!” (5) “Saya harus bisa mengejarnya,” dengan napas terengah-engah orang yang mengejar bus itu berkata lagi,” saya adalah pengemudi bus ini!”.

Verba material pada teks di atas adalah …

a)

penumpang, mengejar, berkata

b)

mengejar, pengemudi, penumpang

c)

pengemudi, menurun, mengeluarkan

d)

berkata, mengejar, penumpang

e)

mengejar, berkata, mengeluarkan

13.

Bacalah teks anekdot berikut dengan saksama!

(1) Seorang kakak menerima buku rapor adiknya yang terkenal badung. (2) “Indah sekali tulisan di rapormu, banyak merah-merahnya, ” ucap si kakak. (3) “Apakah menurutmu ilmu itu tidak penting?” tanya kakak. (4) Mendengar itu, si adik tertawa sambil meringis. (5) “Kata orang angka bukan segalanya kak, kalau angka segalanya nanti semua orang korupsi”, jawab si adik, mencoba melucu. (6) “Angka memang bukan segalanya, tapi bodoh itu nyata adanya” jawab si kakak mantap. (7)“Percuma juga pandai matematika, fisika, kimia jika lulus nanti hanya jadi pesuruh. (8) Kalau jadi bos, aku bisa usahakan. (9) “Apakah kakak ingin menjadi bos? Tanya si adik lagi. (10) Si kakak terdiam, menatap adiknya tak percaya.

Analisis kaidah kebahasaan yang tepat pada teks anekdot di atas adalah ...Analisis kaidah kebahasaan yang tepat pada teks anekdot di atas adalah ...

a)

Kalimat ke-2 merupakan majas sinisme

b)

Kalimat ke-3 merupakan pertanyaan retoris.

c)

Kalimat ke-6 merupakan majas sinisme.

d)

Kalimat ke-7 merupakan majas ironi.

e)

Kalimat ke-9 merupakan pertanyaan retoris.

14.

Bacalah kutipan teks anekdot berikut ini dengan saksama!

Seorang wartawan mewawancarai seorang nenek berumur 112 tahun.

"Hal apa yang menurut Anda yang terbaik saat berusia 112 tahun?" tanya wartawan.

Dia hanya menjawab, "Tidak ada tekanan dari teman sebaya."

Ungkapan tersirat dalam jawaban tokoh nenek pada anekdot tersebut adalah ....

a)

si nenek yang panjang umur

b)

teman-teman si nenek sangat toleran

c)

teman-teman si nenek juga berumur 112 tahun

d)

teman-teman nenek banyak yang sudah meninggal

e)

teman-teman nenek yang pengertian

15.

Bacalah kutipan teks anekdot di bawah ini dengan saksama!

Seorang dokter muda masuk ke dalam ruang operasi di salah satu rumah sakit. Di ruang tersebut, ia mendapati seorang pasien berwajah pucat karena takut dioperasi.

Dokter bertanya kepada pasien, "Apa yang sedang Anda rasakan?"

Pasien menjawab, "Saya merasa sangat takut, Dok!"

Dokter berkata, "Apa yang Anda rasakan saat ini sama dengan apa yang sedang saya rasakan. Kita sama-sama baru masuk ke ruangan ini untuk pertama kalinya."

Humor dalam anekdot tersebut terletak pada ....

a)

rasa takut yang dialami oleh pasien

b)

rasa takut yang dialami oleh dokter

c)

dokter dan pasien sama-sama takut

d)

ruangan operasi yang menakutkan

e)

operasi akan segera berlangsung

16.

Bacalah teks anekdot berikut!

       Konon otak orang Indonesia sangat digemari dan jadi rebutan di antara calon penerima donor otak manusia. Di bursa pasar gelap, harga otak manusia Indonesia dikabarkan paling tinggi. Setiap ada persediaan hampir bisa dipastikan langsung laku terjual.

          Orang-orang pun heran. Mengapa bukan otak orang Yahudi yang terkenal cerdas-cerdas itu yang diburu? Mengapa bukan otak orang-orang Jepang, yang tersohor memiliki kemampuan tinggi dalam bidang teknologi, yang diperebutkan? Atau, mengapa tidak otak orang Cina yang sudah dikenal luas lihai berbisnis? Mengapa justru otak orang Indonesia?

           Setelah dilakukan semacam penelitian, ternyata persepsi para penerima donor otak dalam menentukan pilihan bukan pada standar umum seperti asumsi di atas. Jawab mereka: “Habis, otak orang Indonesia rata-rata masih mulus. Soalnya jarang dipakai!”

Sumber: Koleksi Putu Widjaya, Kompas Online – Senin, 9 Desember 1996

Menurut anekdot di atas, mengapa otak orang Indonesia diburu oleh calon penerima donor otak?Inti cerita dari teks di atas adalah...

a)

Karena otak orang Indonesia cerdas-cerdas.

b)

Karena otak orang Indonesia mulus, jarang dipakai.

c)

Karena otak orang Indonesia seperti otak orang Cina.

d)

Karena orang Indonesia rajin memelihara otaknya.

e)

Karena orang Indonesia rajin belajar.

17.

Bacalah teks anekdot berikut!

       Konon otak orang Indonesia sangat digemari dan jadi rebutan di antara calon penerima donor otak manusia. Di bursa pasar gelap, harga otak manusia Indonesia dikabarkan paling tinggi. Setiap ada persediaan hampir bisa dipastikan langsung laku terjual.

          Orang-orang pun heran. Mengapa bukan otak orang Yahudi yang terkenal cerdas-cerdas itu yang diburu? Mengapa bukan otak orang-orang Jepang, yang tersohor memiliki kemampuan tinggi dalam bidang teknologi, yang diperebutkan? Atau, mengapa tidak otak orang Cina yang sudah dikenal luas lihai berbisnis? Mengapa justru otak orang Indonesia?

           Setelah dilakukan semacam penelitian, ternyata persepsi para penerima donor otak dalam menentukan pilihan bukan pada standar umum seperti asumsi di atas. Jawab mereka: “Habis, otak orang Indonesia rata-rata masih mulus. Soalnya jarang dipakai!”

Sumber: Koleksi Putu Widjaya, Kompas Online – Senin, 9 Desember 1996

Maksud dari sindiran dalam anekdot di atas adalah ...

a)

Orang Indonesia terlalu rajin berpikir.

b)

Orang Indonesia rajin merawat otak.

c)

Orang Indonesia malas berpikir.

d)

Orang Indonesia rajin belajar.

e)

Orang Indonesia malas bekerja.

18.

Bacalah teks anekdot berikut!

       Konon otak orang Indonesia sangat digemari dan jadi rebutan di antara calon penerima donor otak manusia. Di bursa pasar gelap, harga otak manusia Indonesia dikabarkan paling tinggi. Setiap ada persediaan hampir bisa dipastikan langsung laku terjual.

          Orang-orang pun heran. Mengapa bukan otak orang Yahudi yang terkenal cerdas-cerdas itu yang diburu? Mengapa bukan otak orang-orang Jepang, yang tersohor memiliki kemampuan tinggi dalam bidang teknologi, yang diperebutkan? Atau, mengapa tidak otak orang Cina yang sudah dikenal luas lihai berbisnis? Mengapa justru otak orang Indonesia?

           Setelah dilakukan semacam penelitian, ternyata persepsi para penerima donor otak dalam menentukan pilihan bukan pada standar umum seperti asumsi di atas. Jawab mereka: “Habis, otak orang Indonesia rata-rata masih mulus. Soalnya jarang dipakai!”

Sumber: Koleksi Putu Widjaya, Kompas Online – Senin, 9 Desember 1996

Amanat yang tersirat dalam teks anekdot di atas adalah...

a)

seharusnya kita malu dengan negara lain

b)

tinggalkan sifat malas

c)

kita harus mengasah pikiran kita agar menjadi negara yang maju

d)

kita harus rajin bekerja dan belajar dari negara lain

e)

rajinlah bekerja

19.

Bacalah teks anekdot berikut ini!

Seorang pengamat politik sedang bingung melihat reaksi rakyat. Biasanya, rakyat mengecam sangat keras jika para pejabat hendak melakukan studi banding yang dianggap hanya pelesiran memanfaatkan anggaran. Namun, khusus untuk studi banding ke Jepang ini, rakyat justru ramai mendukung agar para pejabat segera melaksanakan dan mengaplikasikan hasilnya pada setiap anggota parlemen.

Pengamat politik itu merasa penasaran dan bertanya kepada seorang pedagang asongan.

" Mengapa bapak mendukung studi banding para pejabat ke Jepang?"

" Oh, soal itu saya mendukung penuh sebab para pejabat akan belajar teknik menghargai rakyat yang mereka wakili ala Jepang. Semoga segera diterapkan untuk seluruh pejabat."

Kritik pada teks anekdot tersebut adalah ...

a)

Pemanfaatan anggaran untuk pelesiran para pejabat.

b)

Pejabat yang tidak menghargai rakyatnya.

c)

Rakyat mendukung pejabat studi banding ke Jepang.

d)

Pejabat heran dengan reaksi rakyat.

e)

Rakyat melarang pejabat memakai anggaran untuk pelesiran.

20.

 Bacalah penggalan teks anekdot berikut!

Rokok

Andi berjalan menuju halte, dimana orang-orang ingin menunggu bus. Setelah sampai di halte, dia bertanya kepada seorang buruh pabrik yang sedang menunggu bus kopaja sambil merokok. Lalu Andi memulai percakapan.
“Haduh... tebal dan jorok sekali asap bus Mayasari Bakti.”
Lalu buruh pabrik itu merespon pernyataan Andi, “Iya nih.. Asap kopaja juga tebal.” Lalu Andi membalas.
“Bagaimana tanggapan Anda jika melihat orang yang menyebabkan polusi lebih dari asap bus itu?”

Orientasi yang tepat untuk teks anekdot di atas adalah...  

a)

Suatu hari banyak sekali penumpang menunggu bus di halte.

b)

Suatu hari, Andi sedang menunggu bus di terminal.

c)

Ketika itu, Andi sedang menunggu seorang buruh pabrik di stasiun.

d)

Andi pergi meninggalkan buruk pabrik itu di halte.

e)

“Haduh tebal sekali asap kopaja itu!”