wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

QUIZ CP INGENIO INDONESIA

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pria, 60 tahun , datang ke IGD dengan keluhan sesak disertai dada berdebar sejak 1 jam yang lalu. Pasien diketahui memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang lalu namun tidak rutin minum obat. Kesadaran somnolen, TD 80/40 mmHg, Nadi 160 kali/menit, RR 32 kali/menit, SpO2 84%, Suhu afebris, akral dingin. Rh (+/+) basah halus, Wh (-/-). Foto thorax didapatkan gambaran butterfly wing appearance. Apakah tatalaksana farmakologis awal yang tepat untuk pasien tersebut ?

a)

Oksigen

b)

Furosemide

c)

Norepinephrine

d)

Dopamin

e)

Dobutamin

2.

Seorang pria, 55 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak dan berdebar sejak 30 menit yang lalu. Pasien diketahui memiliki riwayat sakit jantung dan rutin berobat ke poli jantung setiap bulan. Pasien juga memiliki riwayat hipertensi, rutin konsumsi obat sejak 3 tahun yang lalu. Pasien merupakan perokok aktif sejak usia 20 tahun dan rutin minum kopi 2 gelas sehari. GCS 456, TD 160/90 mmHg, Nadi 180 kali/menit, RR 28 kali/menit, SpO2 92%. Rh (+/+) basah halus, Wh (-/-). Pitting Edema (-/-). Pada ECG didapatkan gambaran sebagai berikut. Apakah diagnosis dan terapi yang tepat untuk pasien tersebut ?

a)

Atrial Flutter, Beta Blocker

b)

Atrial Flutter, Digoxin

c)

Atrial Fibrilasi, Beta Blocker

d)

Atrial Fibrilasi, Kardioversi

e)

Atrial Fibrilasi, Digoxin

3.

Seorang wanita, 70 tahun, datang ke IGD dengan keluhan lemas dan mudah mengantuk sejak 3 jam terakhir. Pasien juga mengeluh tidak bisa berdiri, karena kepala terasa pusing berputar dan mual ketika pasien berdiri. Pasien juga mengeluh pandangan agak gelap. GCS 356, TD 80/40 mmHg, Nadi 39 kali/menit, RR 22 kali/menit, SpO2 85%, Suhu afebris, akral dingin. Rh (-/-), Wh (-/-), Pitting Edema (-/-). Pada ECG didapatkan gambaran sebagai berikut. Apakah tatalaksana yang tepat untuk pasien tersebut ?

a)

Sulfas Atropin iv

b)

Epinephrine iv

c)

Dopamin iv

d)

Permanent Pace Maker

e)

Dobutamin iv

4.

Seorang wanita, 33 tahun, datang ke IGD dengan keluhan dada berdebar disertai nafas tersengal-sengal sejak 3 jam terakhir. Keluhan dirasakan ketika pasien sedang menjemur baju di rumah. Pasien diketahui memiliki riwayat struma nodusa dan rutin ke dokter penyakit dalam sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 456, TD 120/80 mmHg, Nadi 160 kali/menit, RR 24 kali/menit, SpO2 95%, Suhu afebris. Teraba masa (+) di regio colli dextra et sinistra. Bruitz (+). Rh (-/-) Wh (-/-). Pitting Edema (-/-). Pada ECG didapatkan gambaran sebagai berikut. Apakah tatalaksana yang tepat untuk pasien tersebut ?

a)

Vagal Manuver

b)

Adenosine

c)

Sotalol

d)

Amiodarone

e)

Digoxin

5.

Seorang wanita, 40 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan lemas disertai dengan dada berdebar sejak 1 jam terakhir. Pasien juga mengeluh diare lebih dari 10 kali/hari sejak 3 hari yang lalu disertai mual dan muntah. GCS 4-5-6, TD 100/60 mmHg, Nadi 120 kali/menit, RR 20 kali/menit, SpO2 98%, Suhu afebris, Akral hangat. Rh (-/-), Wh (-/-). Pada ECG didapatkan gambaran sebagai berikut. Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat untuk pasien tersebut ?

a)

Troponin

b)

Exercise Stress Test

c)

Holter Monitoring

d)

Foto thorax

e)

USG Jantung

6.

Seorang pria, 55 tahun, datang ke poliklinik RS untuk berobat. Pasien mengeluh 1 minggu terakhir pasien sering merasa nafas tersengal-sengal ketika berjalan jauh. Pasien juga mengeluh kedua kaki pasien bengkak sudah 1 bulan terakhir. Pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 3 tahun terakhir namun tidak rutin berobat. GCS 456, TD 160/90 mmHg, Nadi 98 kali/menit, RR 20 kali/menit, SpO2 98%, Suhu afebris. Rh (-/-), Wh (-/-). Pitting Edema (+/+). Pada ECG didapatkan gambaran sebagai berikut. Pada foto thorax didapatkan gambaran kardiomegali dengan CTR 60%. Apakah tatalaksana yang paling tepat untuk pasien tersebut ?

a)

Furosemide iv + ISDN iv

b)

Valsartan + Bisoprolol po

c)

Furosemide + Bisoprolol + Captopril po

d)

Captopril + Amlodipine + Furosemide po

e)

Valsartan + Captopril + Furosemide po

7.

Seorang pria, 58 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak yang memberat sejak 1 jam terakhir. Pasien memiliki riwayat pasang ring jantung 2 tahun yang lalu, rutin ke dokter spesialis jantung tiap bulan. Pasien rutin mengkonsumsi ISDN, Amlodipin, Atorvastatin, dan Clopidogrel. Pada pemeriksaan fisik Kesadaran somnolen, TD 80/40 mmHg, Nadi 112 kali/menit, RR 32 kali/menit, SpO2 80%, Akral dingin. Rh (+/+) basah halus, Wh (-/-). Pitting Edema (-/-). Pada foto thorax didapatkan gambaran sebagai berikut. Apakah diagnosis yang tepat untuk pasien tersebut ?

a)

HF Akut Profil Wet-Cold, ADHF

b)

HF Akut Profil Wet-Warm, Acute De Novo HF

c)

HF Akut Profil Wet-Cold, Acute De Novo HF

d)

HF Akut Profil Dry-Warm, ADHF

e)

HF Akut Dry-Cold, Acute Denovo HF

8.

Seorang pria, 28 tahun, dibawa ke IGD dengan keluhan mendadak lemas dan berdebar. Sebelumnya pasien sedang menjalani karantina untuk mengikuti pertandingan olimpiade lari marathon. 1 bulan ini, pasien sering olahraga hingga larut. Dari anamnesis didapatkan bahwa keluarga maupun pasien tidak memiliki riwayat hipertensi atau penyakit jantung lain. Setelah stabil, pasien direncakan untuk dilakukan echocardiografi. Apa kemungkinan hasil yang ditemukan dan yang mendasari kasus tersebut?

a)

Disfungsi diastolik, kardiomiopati hipertrofi

b)

Disfungsi diastolik, kardiomiopati restriksi

c)

Disfungsi diastolik, kardiomiopati dilatasi

d)

Disfungsi sistolik, kardiomiopati dilatasi

e)

Disfungsi sistolik, kardiomiopati hipertrofi

9.

Seorang pria, 50 tahun, datang ke poliklinik RS dengan keluhan sering merasa sesak ketika berjalan jauh. Sebelumnya pasien tidak memiliki keluhan apapun, namun 2 bulan terakhir ini keluhan sesak muncul. Pasien juga mengatakan tidur menggunakan 3 bantal tiap malam hari. Pasien tidak memiliki sakit apapun sebelumnya, pasien merupakan perokok aktif sejak berusia 25 tahun. GCS 456, TD 140/90 mmHg, Nadi 90 kali/menit, RR 20 kali/menit, Suhu afebris, akral hangat. Rh (-/-), Wh (-/-), Pitting Edema (-/-). Pada ECG didapatkan ST Depresi dan T Inversi di lead V1 dan V2. Apakah pemeriksaan enzim jantung yang disarankan untuk pasien tersebut ?

a)

Myoglobin

b)

CKMB

c)

BNP

d)

Troponin I

e)

Troponin T

10.

Seorang laki-laki, 50 tahun, diantar keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada kiri yang tembus ke punggung sejak 3 jam yang lalu. Pasien mengatakan nyeri tidak mereda dengan istirahat. Pasien memiliki riwayat DM dan Hipertensi yang tidak terkontrol. GCS 456, TD 170/100 mmHg, Nadi 112 kali/menit, RR 25 kali/menit, SpO2 97%, Suhu afebris. Rh (-/-), Wh (-/-), Pitting Edema (-/-). Pada pemeriksaan ECG didapatkan gambaran sebagai berikut. Dimanakah kemungkinan lesi yang terjadi pada pasien tersebut ?

a)

RCA

b)

LMA

c)

LAD

d)

LCx

e)

Aorta

11.

Seorang wanita, 55 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan nafas sering terasa sesak ketika beraktifitas. Sesak kadang disertai dengan batuk kering, keluhan sudah dirasakan 3 bulan terakhir. Demam dan penurunan berat badan disangkal. Keringat malam hari disangkal. 5 tahun yang lalu pasien pernah didiagnosis TB Paru, dan sudah menjalani pengobatan selama 6 bulan hingga tuntas, pasien juga sudah dinyatakan sembuh oleh dokter saat itu. GCS 456, TD 110/80 mmHg, Nadi 88 kali/menit, RR 22 kali/menit, SpO2 90%, Suhu afebris, akral hangat. Rh (-/-), Wh (-/-), Pitting Edema (-/-). JVP dalam batas normal. Pada foto thorax didapatkan gambaran fibrosis paru kiri dan kanan. BTA SP (-/-). Kemudian dokter hendak melakukan pemeriksaan spirometri, didapatkan hasil sebagai berikut. Apakah kesimpulan hasil spirometri pada pasien tersebut ?

a)

Obstruktif, Reversible

b)

Obstruktif, Irreversible

c)

Restriktif, Reversible

d)

Restriktif, Irreversible

e)

Mix, Irreversible

12.

Seorang laki-laki, 72 tahun, datang ke poliklinik RS dengan keluhan sering merasakan nyeri di dada kanan bagian atas, terutama bila menarik nafas atau tidur posisi miring ke kanan. Keluhan dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan batuk atau sesak disangkal. Keluhan demam juga disangkal. Pasien juga merasa berat badannya turun drastis dalam 3 bulan terakhir. Pasien merupakan perokok aktif sejak usia 20 tahun. Riwayat DM maupun HT disangkal. GCS 456, TD 130/80 mmHg, Nadi 98 kali/menit, RR 20 kali/menit, SpO2 96%, Suhu afebris. Rh (-/-), Wh (-/-). Pada foto thorax didapatkan gambaran sebagai berikut. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien tersebut ?

a)

Abses paru

b)

Emboli Paru

c)

Tumor Paru

d)

Atelektasis

e)

Aspergillosis

13.

Seorang pria, 45 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan batuk disertai demam terutama malam hari sejak 3 minggu yang lalu. Pasien sempat berobat ke dokter umum, namun keluhan tidak membaik. Berat badan pasien juga turun sebanyak 3 kg dalam 1 bulan terakhir. Pasien merasa lemas dan tidak nafsu makan. 2 tahun yang lalu pasien pernah menjalani pengobatan TB namun hanya berobat selama 3 minggu dan berhenti sendiri karena merasa sembuh. Pada foto thorax didapatkan Perselubungan pada apex paru kiri dan kanan. BTA SP (-/+). Apakah diagnosis dan tindakan lanjutan yang tepat untuk pasien tersebut ?

a)

TB kasus baru, Uji Sensitivitas, bila sensitif lanjutkan OAT

b)

TB kasus baru, Uji sensitivitas, bila resisten rujuk ke Spesialis paru

c)

TB pernah terpapar obat, Ulangi OAT dari awal

d)

TB pernah terpapar obat, Uji Senstivitas, bila resisten rujuk ke Spesialis Paru

e)

TB Default, Uji Sensitivitas, bila sensitif ulangi pengobatan dari awal

14.

Seorang wanita, 32 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak yang dirasakan sejak 5 jam yang lalu. Sesak dirasakan setelah pasien membersikan gudang barang bekas di kantor. Pasien memiliki riwayat sakit seperti ini sejak kecil, dan memiliki riwayat alergi dingin dan debu. Kakak pasien juga memiliki riwayat sakit yang sama. Dalam 1 bulan terakhir pasien mengatakan sesak kambuh sebanyak 8 kali. GCS 456, TD 120/80 mmHg, Nadi 113 kali/menit, RR 26 kali/menit, SpO2 89%, Suhu afebris, akral hangat. Rh (-/-), Wh (+/+). Pada foto thorax cor dan pulmo dalam batas normal. Spirometri didapatkan hasil FEV1 60%, FVC 88%, FEV1/FVC 65%. Apakah diagnosis yang paling tepat dan sel mediasi inflamasi apa yang paling banyak ditemukan pada pasien tersebut ?

a)

Asma attack ringan-sedang, Episode Intermitternt, Sel IgE

b)

Asma attack ringan-sedang, Episode Persistent Ringan, Sel IgE

c)

Asma attack ringan-sedang, Episode Intermittent, Sel Eosinofil

d)

Asma attack ringan-sedang, Episode Persistent Sedang, Sel Eosinofil

e)

Asma attack ringan-sedang, Episode Intermittent, Sel Neutrofil

15.

Seorang pria, 55 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak yang memberat sejak hari ini. Pasien juga mengeluh demam menggigil sejak 3 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat sakit ginjal dan rutin cuci darah 2 kali seminggu. Kesadaran somnolen, TD 100/60 mmHg, RR 32 kali/menit, Nadi 112 kali/menit, SpO2 88%, Suhu 39°C. Rh (+/+) Wh (-/-). Pada foto thorax didapatkan infiltrat di parakardial kiri dan kanan. Apakah diagnosis dan tatalaksana yang tepat untuk pasien tersebut ?

a)

HAP, Rawat Bangsal, Quinolon iv

b)

HCAP, Rawat Bangsal, Quinolon iv

c)

CAP, Rawat Bangsal, Quinolon iv

d)

HAP, Rawat ICU. Quinolon + Beta Lactam iv

e)

HCAP, Rawat ICU. Quinolon + Beta Lactam iv

16.

Seorang pria, 60 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan batuk berdahak disertai sesak sejak 3 bulan terakhir. Pasien diketahui memiliki riwayat DM lama namun tidak pernah berobat. Pasien merupakan perokok aktif sejak usia 20 tahun. Pasien nampak obesitas. Compos mentis, TD 110/80 mmHg, Nadi 98 kali/menit, RR 28 kali/menit, Suhu afebris, SpO2 91%. Rh (+/+) kasar, Wh (-/-). Edema perifer (+/+). Pada foto thorax didapatkan kardiomegali dan peningkatan corakan bronkovaskuler pattern. Apakah terapi yang tepat untuk pasien tersebut ?

a)

Inhalasi Salbutamol

b)

Inhalasi Salbutamol + Inhalasi Kortikosteroid

c)

Inhalasi Salbutamol + Inhalasi Ipratropium Bromide

d)

Inhalasi Salbutamol + Steroid sistemik

e)

Inhalasi Salbutamol + Inhalasi Ipratropium Bromide + Steroid Sistemik

17.

Seorang pria, 40 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan mudah lelah dan mudah mengantuk 1 minggu terakhir. Keluhan lain disangkal. Pasien saat ini sedang menjalani pengobatan TB paru bulan ke-4. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran composmentis, TD 110/80 mmHg, Nadi 78 kali/menit, RR 20 kali/menit, SpO2 98%, Suhu afebris. Pasien nampak anemis. Pada foto thorax tidak ditemukan kelainan. Pada pemeriksaan darah lengkap didapakan Hb 8.2 g/dl, Leukosit 6x103/μL, Trombosit 200.103/μL. Folic acid test didapatkan hasil 0.9 ng/ml. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan pada pasien tersebut ?

a)

Rifampicin

b)

Isoniazide

c)

Pirazinamide

d)

Etambutol

e)

Streptomicin

18.

Seorang wanita, 37 tahun, datang ke poliklinik RS untuk kontrol. Pasien memiliki riwayat asma, dan 3 bulan yang lalu didiagnosis Asma Persisten Ringan. Pasien sudah rutin mengkonsumsi obat yang diberikan. Saat ini pasien mengatakan gejala sesak masih sering kambuh sebanyak 4 kali seminggu, dan pasien mengatakan sering terganggu saat bekerja karena serangan asmanya. Tanda vital dalam batas normal. Apakah terapi yang tepat untuk mencegah kekambuhan pasien tersebut di atas ?

a)

Budesonide

b)

Budesonide + Salmeterol + Zafirlukas

c)

Salbutamol + Budesonide

d)

Salbutamol dan Ipratropium Bromide

e)

Budesonide dan Salmeterol

19.

Wanita usia 60 tahun datang ke puskesmas untuk kontrol pengobatan TB paru. Saat ini pasien masih mengeluh demam hilang timbul. Dari pemeriksaan fisik tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 60 kali/menit, laju napas 22 kali/menit, suhu 38°C. Pasien telah menyelesaikan pengobatan bulan ke dua. Hasil evaluasi pemeriksaan BTA ulang (-/+). Kemudian dokter melakukan uji tambahan untuk mengetahui resistensi kuman dengan hasil kuman masih sensitif terhadap pengobatan. Apakah langkah selanjutnya yang tepat dilakukan dokter untuk kasus tersebut?

a)

Lanjutkan terapi hingga bulan ke 6, cek BTA di akhir fase lanjutan

b)

Lanjutkan pengobatan fase lanjutan, cek BTA bulan ke 3

c)

Lanjutkan terapi hingga bulan ke-5 kemudian cek BTA ulang

d)

Mengganti regimen OAT kategori 2

e)

Mengonfirmasi hasil BTA ulang dan rontgen thoraks

20.

Seorang wanita usia 30 tahun datang untuk kontrol pengobatan TB Paru. Sudah jalan 2 bulan fase intensif dan akan melanjutkan ke fase lanjutan. Saat ini pasien tidak memiliki keluhan apapun. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil AST 98 IU/L, ALT 87IU/L. Bagaimanakah tindakan yang tepat pada pasien?

a)

OAT + Hepatoprotektor

b)

OAT + Antasida

c)

OAT + PPI

d)

Stop OAT sementara

e)

Lanjutkan OAT