wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

FIKIH KELAS 12

Total questions: 40

Worksheet time: 10hrs 0mins

Name
Class
Date
1.

Ulama berpendapat definisi ushul fikih:

اِدْرَكُ الْقَوَاعِدِ الّتِي يَتَوَصَلُ بِهَااِلَي اسْتِنْبَاطِ الْحُكْمِ الشَّرْعِيَّةِ الْفَرْعِيَّةِ مِنْ اَدِلَّتِهَاالتَّفْصِلِيَّة

  Berikutnya pendapat yang lain:

اُصُوْلُ الْفِقْهِ هِيَ الْقَوَاعِدُالْكُلِّيَّةِ الَّتِي يَتَوَصَّلُ بِهَا اِلَي فَهْمِ نُصُوْصِ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ

Setelah membaca definisi yang dikemukakan tersebut dapat difahami bahwa ushul fikih adalah:

a)

Ilmu yang membahas tentang ibadah mahdlah

b)

Kajian ilmu ulama yang dilahirkan puluhan abad yang lalu

c)

Hukum yang berhubungan dengan  hubungan dengan Allah SWT

d)

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan manusia serta manusia dengan Allah SWT

e)

Sarana atau alat yang dapat digunakan untuk memahami nash al-Qur’an dan as-Sunah agar dapat menghasilkan hukum-hukum syara’

2.

Ilmu fikih merupakan cabang (furu’) dari ilmu Ushul Fikih. Yang menjadi obyek pembahasan dari ilmu Fikih adalah:

a)

Perbuatan mukalaf dan nilai-nilai hukum yang berkaitan erat dengan perbuatan tersebut

b)

Perbuatan manusia yang berhubungan dengan sesama manusia

c)

Yang berkaitan dengan manusia yang sudah baligh

d)

Hukum yang berkaitan dengan sesama manusia

e)

Hukum yang berkaitan dengan kemanusiaan

3.

Obyek pembahasan ilmu ushul fikih adalah …

a)

Perbuatan mukallaf sesuai dengan kemampuannya

b)

Syari’at yang bersifat kulli atau yang menyangkut dalil-dalil hukum

c)

Sanksi hukuman bagi pelaku perbuatan melawan hukum bagi mukallaf

d)

Keadaan mukallaf ketika dia mampu ataupun tidak mampu mengemban hukum

e)

Berbicara sumber hukum yang disepakati ulama maupun tidak disepakati ulama

4.

Ulama berpendapat definisi al-Qur’an secara istilah:

اَلْقُرْأٰنُ الْكَرِيْمُ مُنَزَّلٌ بِاَلْفَاظِهِ الْعَرَبِيَّةِ وَمَعَانِيْهِ مِنْ عِنْدِاللّٰهِ تَعَالَي عَنْ طَرِيْقِ الْوَحْيِ إِلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ وَهُوَ اسَاسُ السَّرِيْعَةِ وَاَصْلُهَا الْاَوَّلُ.

Pendapat kedua mengatakan dengan definisi:

اَلْكِتَابُ وَيُسَمَّى الْقُرْأٰن هُوَ كَلَامُ اللّٰهِ تَعَالَى الْمُنَزَّلُ عَلٰى رَسُوْلِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَالسَّلَامَ بِاللَّفْظِ الْعَرَبِيِّ وَالْمَنْقُوْلُ بِالتَّوَاتُرِ وَالْمَكْتُوْبُ فِى الْمَصَاحِفِ

Dari kedua definisi tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan bahasa Arab. Adapun perbedaannya definisi kedua lebih menegaskan bahwa al-Qur’an itu …

a)

Mu’jizat Nabi Muhammad SAW yang besar

b)

Dijaga kemurniannya sampai hari akhir

c)

Disampaikan oleh malaikat jibril

d)

Mudah difahami umat Islam

e)

Dinukil secara mutawatir

5.

Pedoman al-Qur’an dalam menetapkan hukum sesuai dengan perkembangan kemampuan manusia, baik secara fisik maupun rohani, manusia selalu berawal dari kelemahan dan ketidakmampuan. Untuk itu al-Qur’an berpedoman kepada tiga hal, yaitu …

a)

Tidak memberatkan, meminimalisir beban, berangsur-angsur dalam menetapkan hukum

b)

Tidak memberatkan, disampaikan dengan bahasa Arab, berangsur-angsur dalam menetapkan hukum

c)

Tidak memberatkan, berada dalam lindungan Allah SWT, meminimalisir beban dalam penyampaian

d)

Disampaikan dengan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa persatuan, meminimalisir beban, mudah difahami

e)

Dengan menggunakan bahasa yang mudah difahami, berangsur-angsur dalam penyampaian dan tidak memberatkan

6.

Masalah zakat, al-Qur’an tidak secara jelas menyebutkan berapa yang harus dikeluarkan seorang muslim dalam mengeluarkan zakat fitrah. Nabi SAW menetapkan dalam hadis:

زَكَاةُ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ اَوْصَاعًا مِنْ شَعِيْرٍعَلٰى كُلِّ حُرٍّ اَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ  

Maka hadis tersebut terhadap al-Qur’an berfungsi sebagai …

a)

Bayanut tafsir

b)

Bayanut taqrir

c)

Bayanul aqibah

d)

Bayanut tasyri’

e)

Bayanut tafkir

7.

Masalah penetapan bulan Ramadhan tidak secara jelas ditentukan kapan terjadinya, maka ada hadis tentang penetapan bulan dengan kewajiban puasa di bulan Ramadhan, yaitu:

فَإِذَا رَأَيْتُمُ الْهِلَالَ فَصُوْمُوْا وَإِذَارَأَيْتُمُوْهُ فَافْطِرُوْا.

Maka hadis tersebut terhadap al-Qur’an berfungsi sebagai …

a)

Bayanut tafsir

b)

Bayanut taqrir

c)

Bayanul aqibah

d)

Bayanut tasyri’

e)

Bayanut tafkir

8.

Dalam al-Qur’an tidak dijelaskan kapan tentang lailatul qadar, dan apa lailatul qadar itu. Hadis yang menjelaskan tentang lailatul qadar yang ada terdapat dalam QS. Al-Qadr ayat 1 – 5 sebagai berikut:

اَلَّيْلَةُالْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنْ عَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَان

Maka hadis tersebut befungsi terhadap al-Qur’an sebagai …

a)

   Bayanut tafsir

b)

Bayanut taqrir

c)

   Bayanul aqibah

d)

Bayanut tasyri’

e)

Bayanut tafkir

9.

Berikut ini bukan merupakan rukun qiyas, yaitu …

a)

Ashl

b)

Far’un

c)

  Hukum

d)

Hakim

e)

     ‘illat

10.

“Pada masa Abu Bakar, apabila ditemukan perselisihan beliau merujuk kepada al-Qur’an dan hadis. Jika tidak ditemukan pada keduanya, beliau melakukan musyawarah bersama sahabat-sahabat”. Narasi tersebut termasuk contoh pengambilan hukum melalui …

a)

Al-Qur’an

b)

Sunnah

c)

Ijma’

d)

Qiyas

e)

Taqlid

11.

Mengqiyaskan membakar harta anak yatim dengan memakannya tentang haram hukumnya dengan ‘illat rusak dan habis

إِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ أَموَالَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِى بُطُوْنِهِمْ نَارًا وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا

Merupakan contoh qiyas …

a)

Aula

b)

Musawi

c)

Syabah

d)

Dalalah

e)

Adwan/adna

12.

Mengqiyaskan memukul orang tua dengan mengatakan “ah” kepada keduanya adalah haram hukumnya karena sama-sama menyakiti. Firman Allah SWT :

فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ

Merupakan contoh qiyas …

a)

Aula

b)

Musawi

c)

Syabah

d)

Dalalah

e)

   Adwan/adna

13.

Secara bahasa “ijma’” berarti …

a)

Sepakat atau consensus ulama

b)

    Perkumpulan orang alim

c)

Pendapat ulama

d)

Organisasi ulama

e)

Petemuan ulama

14.

Hamba sahaya yang cacat karena kejahatan orang lain, apakah dalam masalah wajib dhaman (ganti rugi), ia diqiyaskan dengan orang merdeka karena sama-sama anak Adam, atau diqiyaskan dengan benda karena harta milik. Persamaannya dengan harta lebih banyak daripada persamaannya dengan orang merdeka, karena ia dapat dijual, dipusakai, dihibahkan dan diwakafkan, hal ini merupakan contoh qiyas …

a)

Dilalah

b)

Syabah

c)

Aula

d)

Musawi

e)

Adwan/adna

15.

Allah SWT memerintahkan manusia untuk melaksanakan shalat dan menunaikan zakat. Pernyataan ini termasuk hukum taklifi dalam bentuk …

a)

Karahah

b)

Ibahah

c)

Tahrim

d)

Ijab

e)

Sunah

16.

Pada bulan Ramadhan, Hesti mengalami menstruasi. Menstruasi yang ia alami membuat dirinya tidak dapat melaksanakan ibadah shalat dan puasa. Berdasarkan ilustrasi tersebut temasuk hukum wadh’I yang berkaitan dengan …

a)

Azimah

b)

Batal

c)

Shihah

d)

Mani’

e)

Sebab

17.

Burung buas meskipun haram dagingnya, namun air liurnya yang berasal dari dagingnya tidak bercampur dengan air sisa minumnya, karena ia minum dengan paruh dan paruh itu adalah sebagian tulang yang suci. Karena itu air sisa minumannya tetap suci. Berbeda dengan binatang buas yang minum dengan lidahnya, sehingga air liurnya bercampur dengan air sisa minumnya,, karena itu ia najis. Hal ini merupakan salah satu contoh aplikasi sumber hukum mukhtalaf, yaitu …

a)

Istishab

b)

Istihsan

c)

Maslahah mursalah

d)

Sadduz dzari’ah

e)

Syar’u man qoblana

18.

Seseorang melaksanakan sholat dzuhur, ketika di tengah-tengah sedang melaksanakan sholat dia ragu akan jumlah rakaat sholatnya apakah sudah 2 rakaat atau 3 rakaat, maka dia yakini adalah 2 rakaat. Dalam hal ini dia menggunakan sumber hukum Islam yang mukhtalaf yaitu …

a)

Maslahah mursalah

b)

Istishab

c)

Sadduz Dzari’ah

d)

Madzhab shohabi

e)

Syar’u man qoblana

19.

Tradisi memberi hadiah berupa bingkisan ketika seorang laki-laki melamar wanita pujaan hatinya adalah salah satu …

a)

Maslahah mursalah

b)

Syar’u man qoblana

c)

Madzhab shahabi

d)

‘urf shahih

e)

‘urf fasid

20.

Pendapat yang mengharamkan merokok didasarkan pada adanya kemadharatan jika dilakukan terus-menerus baik  bagi pelaku maupun orang lain. Ketentuan hukum tersebut sesuai dengan sumber hukum Islam yang mukhtalaf yaitu …

a)

Istihsan

b)

Istishab

c)

Maslahah mursalah

d)

Saddudz dzari’ah

e)

Syar’u man qoblana

21.

Berikut ini pernyataan yang merupakan contoh dari pekerjaan yang menggunakan sumber hukum maslahah mursalah, adalah …

a)

     Menyekolahkan anak untuk mempersiapkan masa depannya

b)

Mengkodifikasikan ayat-ayat al-Qur’an dalam bentuk satu mushaf

c)

Melarang permainan domino yang mengarah kepada perjudian

d)

Berjalan sebelah kiri untuk menciptakan ketertiban

e)

Memesan barang melalui jual beli online

22.

Berikut ini pernyataan yang merupakan contoh dari pekerjaan yang menggunakan sumber hukum ‘urf shahih, yaitu …

a)

Perkumpulan jam’iyah banjari grup shalawat

b)

Pakaian yang terkena najis harus dipotong dan dibuang

c)

Taubatnya seseorang yang melakukan dosa besar dengan bunuh diri

d)

Menjanjikan hadiah yang besar ketika minta tolong kepada seseorang

e)

Memberikan rasywah kepada atasan agar dapat diprosmosikan naik jabatan

23.

Pendapat yang membolehkan perempuan yang sedang haid membaca al-Qur’an didasarkan bahwa orang haid berbeda dengan orang junub. Ketentuan hukum tersebut sesuai dengan sumber hukum Islam yang mukhtalaf, yaitu …

a)

‘urf fasid

b)

Saddudz dzari’ah

c)

Maslahah mursalah

d)

Istihsan

e)

Istishab

24.

Pendapat yang mengharamkan berpacaran didasarkan pada adanya kemadharatan jika dilakukan terus-menerus akan menyebabkan melakukan zina. Ketentuan hukum tersebut sesuai dengan sumber hukum Islam yang mukhtalaf, yaitu …

a)

‘urf fasid

b)

Saddudz dzari’ah

c)

Syar’u man qoblana

d)

Mazhab shahabi

e)

Istishab

25.

Melakuka tradisi halal bihalal pada saat hari raya ‘idul fitri merupakan salah satu contoh …

a)

Istishab

b)

“urf shahih

c)

Syar’u man qoblana

d)

Madzhab shahabi

e)

Saddudz dzari’ah

26.

Tradisi memberi hadiah kepada Hakim, jaksa atau saksi dalam proses pengadilan adalah salah satu contoh …

a)

‘urf fasid

b)

‘urf shahih

c)

Saddudz dzari’ah

d)

Syar’u man qablana

e)

Maslahah mursalah

27.

Seseorang berwudlu, ketika akan melaksanakan sholat ia ragu apakah sudah berwudlu atau belum, maka ia yakini saja sudah berwudlu. Dalam hal ini ia menggunakan sumber hukum Islam yang mukhtalaf yaitu …

a)

Istihsan

b)

Istishab

c)

Saddudz dzari’ah

d)

Syar’u man qoblana

e)

Maslahah mursalah

28.

Dalam pendataan penduduk, seseorang diwajibkan memiliki E-KTP. Hal ini dilakukan untuk menghindari pemalsuan identitas diri yang digunakan untuk melakukan penipuan. Dasar hukum yang digunakan adalah …

a)

Mazhab shahabi

b)

Istihsan

c)

Saddudz dzari’ah

d)

Syar’u man qoblana

e)

Maslahah mursalah

29.

Pembuatan akta tanah untuk menghindari persengketaan tanah bagi pemilik tanah yang dilakukan pemerintah merupakan contoh aplikasi dari dasar hukum …

a)

‘urf fasid

b)

‘urf shahih

c)

Saddudz dzari’ah

d)

Syar’u man qoblana

e)

Maslahah mursalah

30.

Ibadah puasa diwajibkan kepada umat-umat yang lalu sebelum Nabi Muhammad SAW sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 sebagai berikut:

يَاأَيُّهَاالَّذِيْنَ أٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلِّكُمْ تَتَّقُوْنَ            

Hal ini merupakan salah satu contoh …

a)

Istishab

b)

‘urf shahih

c)

Saddudz dzari’ah

d)

Syar’u man qoblana

e)

Maslahah mursalah

31.

Menurut kaidah umum seseorang dilarang melihat aurat orang lain. Tapi dalam keadaan tertentu seseorang harus membuka bajunya untuk didiagnosa penyakitnya. Maka untuk kemaslahatan seorang dokter boleh melihat aurat pasiennya demi untuk mengobati pasien tersebut.  Hal ini salah satu contoh aplikasi sumber hukum Islam mukhtalaf, yaitu …

a)

Istihsan

b)

A.      Istishab

c)

Syar’u man qoblana

d)

Maslahah mursalah

e)

Saddudz dzari’ah

32.

Seorang mujtahid yang mempunyai pengetahuan lengkap untuk beristinbath dengan al-Qur’an dan al-Hadis dengan menggunakan kaidah mereka sendiri dan diakui kekuatannya oleh orang-orang ‘alim. Para mujtahid ini yang paling terkenal adalah imam madzhab yang empat, disebut dengan …

a)

Mujtahid muntasib

b)

Mujtahid mutlaq

c)

Mujtahid fatwa

d)

Mujtahid fil madzhab

e)

Mujtahid murajjih

33.

Berikut ini ulama madzhab besar di Indonesia, yang lebih dikenal dengan sebutan madzahibul arba’ah, kecuali …

a)

Madzhab hanafi

b)

Madzhab hambali

c)

Madzhab syafi’i

d)

Madzhab maliki

e)

Madzhab dzahiri

34.

Bermadzhab menjadi diharuskan di saat seseorang belum atau tidak mampu …

a)

Melakukan ittiba’ sendiri

b)

Melakukan ijtihad sendiri

c)

Melakukan taqlid sendiri

d)

Melakukan talfiq sendiri

e)

Menjalankan agama sendiri

35.

Hukum yang menjadikan sesuatu sebagai sebab, syarat, mani’, sah, batal, rukhsah dan azimah disebut …

a)

Hukum taklifi

b)

Hukum wad’i

c)

Hukum syar’i

d)

Hukum istilahi

e)

Hukum dharuri

36.

Perbuatan seorang mukallaf sebagai tempat menghubungkan hukum syara’ disebut …

a)

Al-hakim

b)

Al-hukmu

c)

Mahkum lah

d)

Mahkum fih

e)

Mahkum ‘alaih

37.

Seorang mukallaf mendapat tuntutan untuk melaksanakan perintah Allah SWT. Namun apabila ada halangan kasabiyah ataupun samawiyah maka tidak terkena tuntutan. Berikut ini yang termasuk halangan kasabiyah adalah …

a)

Gila

b)

Tertidur

c)

Lupa

d)

Pebudakan

e)

Keadaan tepaksa

38.

Yang bukan maksud dari kaidah “اَلْاُمُوْرُ بِمَقَاصِدِهَا “   adalah …

a)

Segala sesuatu tergantung niatnya

b)

Untuk membedakan ibadah atau bukan, itu tergantung niatnya

c)

Yang dapat membedakan adat dan ibadah, teletak pada niatnya

d)

Ibadah harus disertai niat ketika memulai mengerjakannya

e)

Ibadah dan adat baik itu tidak ada perbedaan yang signifikan

39.

Dasar hukum qawaid fiqhiyah ini:

اِنَّمَاالْأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ

Bacaan tersebut merupakan dasar hukum qawa’id fiqhiyah, yaitu …

a)

ألْيَقِيْنُ لَا يَزَالُ بِالشَّكِّ   

b)

ألْاُمُوْرُ بِمَقَاصِدِهَا

c)

ألْمَشَّقَةُ تَجْلِبُ التَّيْسِر

d)

ألْعَادَةُ مُحْكَمَةٌ

e)

ألضَّرَرُ يُزَالُ

40.

Kaidah ini menjadikan landasan hukum fikih. Di antaranya orang yang meyakini dirinya suci (punya wudlu) lalu ragu apakah berhadas (semisal kentut), maka dihukumi suci. Bunyi kaidahnya adalah …

a)

ألْيَقِيْنُ لَا يَزَالُ بِالشَّكِّ 

b)

ألْاُمُوْرُ بِمَقَاصِدِهَا

c)

ألْمَشَّقَةُ تَجْلِبُ التَّيْسِر

d)

ألْعَادَةُ مُحْكَمَةٌ

e)

ألضَّرَرُ يُزَالُ