Font size
WorksheetsUlangan Harian Teks Hikayat (Kelas XII MP BIN B)
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 56mins
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ....
kekacauan penduduk akibat hasutan
ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
kekejaman raja terhadap rakyatnya
keadilan seorang raja kepada rakyatnya
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Suatu hari, tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur Puteri Kuning. Sang raja heran melihatnya. "Tanaman apakah ini? Batangnya bagaikan jubah puteri, daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning. Baiklah, kuberi nama ia Kemuning.!" kata raja dengan senang. Sejak itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. Bahkan, bunga-bunga kemuning bisa digunakan untuk mengharumkan rambut. Batangnya dipakai untuk membuat kotak-kotak yang indah, sedangkan kulit kayunya dibuat orang menjadi bedak. Setelah mati pun, Puteri Kuning masih memberikan kebaikan.
Nilai-nilai yang disampaikan teks hikayat tersebut adalah ....
Nilai Religius
Nilai moral
Nilai Budaya
Nilai Estetika
Nilai Edukasi
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata orang tua itu, “Daripada mula awalnya.” Kemudian maka dikatakannya, siapa mentuanya laki-laki dan perempuan dan di mana tempat duduknya. Maka Masyhudulhakk dengan sekalian orang banyak itu pun tahulah akan salah Bedawi itu dan kebenaran orang tua itu. Maka hendaklah disakiti oleh Masyhudulhakk akan Bedawi itu. Maka Bedawi itu pun mengakulah salahnya. Demikian juga perempuan celaka itu. Lalu didera oleh Masyhudulhakk akan Bedawi itu serta dengan perempuan celaka itu seratus kali. Kemudian maka disuruhnya tobat Bedawi itu, jangan lagi ia berbuat pekerjaan demikian itu.Maka bertambah-tambah masyhurlah arif bijaksana Masyhudulhakk itu.
Isi penggalan teks hikayat tersebut adalah ….
Masyhudulhakk telah berbohong kepada orang tua itu kemudian mengakui kesalahnnya dengan meminta maaf dan bertobat. Masyarakat pun memaafkan Masyhudulhakk.
Masyhudulhakk telah membantu orang tua itu menyeberangi sungai.
Masyhudulhakk telah membohongi masyarakat dengan menuduh Bedawi bersalah dan menghukum Bedawi. Padahal Bedawi adalah orang yang bijak dan jujur yang selalu membantu dan menyelamatkan banyak orang.
Masyhudulhakk adalah orang bijak yang menyelesaikan permasalahan orang tua itu dan Bedawi yang telah curang. Berkat kebijaksanaan Masyhudulhakk kebohongan Bedawi terbongkar sehingga Bedawi harus menerima hukuman dan bertobat.
Masyhudulhakk sangat banyak jasanya terhadap Bedawi. Bedawi ditolong oleh Masyhudulhakk dari kejahatan orang tua itu yang mencoba menipu Bedawi. Untunglah Bedawi bertemu Masyhudulhakk dan diselamatkan olehnya.
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”
Watak permaisuri dalam kutipan tersebut adalah …
takut pada suami
keras hati
taat beribadah
suka berkhayal
tinggi hati
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”
Amanat yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah …
Janganlah memuja dewa-dewa.
Bersabarlah dalam menghadapi musibah.
Bersikaplah saling menghormati antara suami isteri.
Hindarilah perbuatan yang tidak terpuji.
Berdoa dan berusahalah jika menginginkan sesuatu.
Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!
Tiba-tiba nasi itu berkumpul dan mengejar Kendi,periuk besar itu meenyerkup kepala Kendi dan nasi -- nasi itu menggigit tubuh kendi. Kendi menjerit meminta tolong.Di tempat yang berbeda nampak Buyung begitu kekenyangan. Dia hanya mampu memakan seekor ayam panggang saja Sembilan ekor ayam lagi terbiar di tempat pemanggang dan tiba-tiba terdengar ayam itu berbicara
Ayam-ayam : "kenapa kamu tidak mau habiskan kami?"
Buyung : " Aku sudah kenyang makan seekor pun aku sudah mual."
Majas yang digunakan pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
metafora
simile
hiperbola
personifikasi
sarkasme
Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!
Awang : " Janganlah kamu berdua tamak dan serakah,aku pun juga lapar tetapi, jika ada nasi sepiring itu sudah cukup untukku.
(Kendi dan Buyung tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Awang)
Kendi : ( Dengan nada mengejek)" Apa? Dengan nasi sepiring katamu?mana boleh! Perut kita ini sangatlah lapar !"
Buyung : (Mengangguk tanda setuju dengan ucapan Kendi )
Amanat yang sesuai dengan cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
hendaknya mendengarkan nasihat teman untuk kebaikan
sebaiknya tidak terlalu cerewet kepada teman
hendaknya tolong-menolong dalam kesulitan
seharusnya teman yang mencemooh ditinggalkan saja
janganlah mendengarkan nasihat teman
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri Antah Berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki. Demikian seterusnya.
Nilai-nilai yang paling dominan yang terdapat pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
nilai religius
nilai moral
nilai estetika
nilai edukasi
nilai budaya
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Ketika isterinya mengandung tiga bulan, ia menginginkan makan mangga yang ada di taman raja. Si Miskin menyatakan keberatannya untuk menuruti keinginan isterinya itu, tetapi istri itu makin menjadi-jadi menangisnya. Maka berkatalah si Miskin, “Diamlah. Tuan jangan menangis. Biar Kakanda pergi mencari buah mempelam itu. Jikalau dapat, Kakanda berikan kepada tuan.”Si Miskin pergi ke pasar, pulangnya membawa mempelam dan makanan-makanan yang lain. Setelah ditolak oleh isterinya, dengan hati yang sebal dan penuh ketakutan, pergilah si Miskin menghadap raja memohon mempelam. Setelah diperolehnya setangkai mangga, pulanglah ia segera. Isterinya menyambut dengan tertawa-tawa dan terus dimakannya mangga itu. Setelah genap bulannya kandungan itu, lahirlah anaknya yang pertama laki-laki bernama Marakarmah (anak di dalam kesukaran) dan diasuhnya dengan penuh kasih sayang. Ketika menggali tanah untuk keperluan membuat teratak sebagai tempat tinggal, didapatnya sebuah tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis untuk berbelanja sampai kepada anak cucunya. Dengan takdir Allah terdirilah di situ sebuah kerajaan yang komplet perlengkapannya.
Karakteristik yang dominan pada pengglan teks hikayat tersebut adalah …
kekinian
istana sentris
pralogis
statis
dinamis
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Setelah beberapa tahun lamanya, kedua putra mahkota itu tumbuh menjadi pemuda yang gagah. Mereka dibesarkan layaknya pangeran. Semua keperluannya dilayani oleh para pengasuh. Jika bepergian, mereka selalu mendapat pengawalan dan pelindungan dari hulubalang. Kedua pangeran mendapat pendidikan, seperti anakanak pada umumnya. Namun, sebagai pangeran yang kelak akan menggantikan ayahnya, yakni Raja Indera Bungsu, kedua putra mahkota itu mendapat pendidikan tambahan. Lalu, raja mengutus patih untuk mencari guru yang baik. Mereka dididik ilmu perang, ilmu pemerintahan, ilmu bermain senjata, dan ilmu bermain kuda. Banyak ilmu yang diperoleh mereka. Kedua putra mahkota belajar ilmu berperang dan pemerintahan, di samping tentang ilmu agama.
Karakteristik yang dominan pada pengglan teks hikayat tersebut adalah …
istana sentris
pralogis
dinamis
statis
kekinian
Jawaban lebih dari satu!
Cermati cuplikan cerpen berikut!
“Maafkan Ibu jika selama ini keras padamu Diah! Kau benar ... Ibu memang
picik! Itu karena Ibu tak ingin kau terluka. Ibu tak ingin kau kecewa. Itu sebabnya Ibu
tak pernah memujimu. Kau harus punya hati sekeras baja untuk menapaki hidup. Ibu
ingin anak bungsu Ibu menjadi sosok yang berbeda seperti rembulan merah jambu,
bukan kuning keemasan seperti yang kita lihat.”
Pada cuplikan cerpen tersebut terdapat majas ... .
metafora
simile
personifikasi
hiperbola
sarkasme
Jawaban lebih dari satu!
Bacalah cuplikan teks cerpen berikut dengan saksama!
Ibu menunjuk purnama yang benderang. Aku mengikuti telunjuknya. Batinku
terasa lebih segar.
Rembulan merah jambu ... itukah yang diinginkan Ibu, menjadi seseorang.
Menjadi orang dalam arti yang sebenarnya. Punya karakter dan prinsip yang berbeda.
Siap mengarungi kerasnya hidup? Itukah maksud Ibu dari sikap kerasnya selama ini?
Hatiku berbunga-bunga. Semua kehampaan, kebencian, dan kekesalanku pada
wanita tua itu tiba-tiba terbang ke awan. Aku tak lagi membencinya! Ternyata aku
cukup punya arti di mata Ibu. Aku rembulan di mata Ibu. Aku rembulan di hatinya!
Latar dan majas yang dapat dianalisis pada cuplikan teks cerpen tersebut adalah ... .
pagi hari
malam hari
senja hari
metafora
simile
Jawaban lebih dari satu!
Bacalah cuplikan teks cerpen berikut dengan saksama!
Cukup! Aku tak bisa menahan kesabaranku lebih lama. Darahku seperti
mendidih mendengar kalimat-kalimat Ibu. Kalau saja Ibu cukup mengenalku, kalau
saja Ibu punya sedikit kepercayaan pada anaknya sendiri? Ibu cuma percaya pada
dirinya sendiri. Seakan semua orang akam mengalami nasib buruk.
Saat ditinggal Bapak! Ya, Bapak memang meninggalkan kami. Janjinya
bahwa lelaki itu akan kembali dari kota dengan membawa perubahan pada nasib
kami, cuma omong kosong. Di sana Bapak justru menikah lagi. Dan Ibu yang
menganggap dirinya sempurna sebagai wanita, merasa sakit hati. Setelah itu semua
yang berbau pembaruan dan kemajuan dimusuhinya habis-habisan. Termasuk niatku
ke kota untuk mencari ilmu.
Majas dan alur yang dapat dianalisis pada cuplikan tersebut adalah ... .
maju
mundur
metafora
hiperbola
sarkasme
Jawaban lebih dari satu!
Bacalah cuplikan teks cerpen berikut dengan saksama!
“Ibuku sakit Li! Apa yang harus kulakukan?” tanyaku akhirnya tanpa daya.
Laili tersenyum. Tangannya kembali menggenggam jemariku.
“Itu aja kok, bingung! Barangkali dia kangen padamu. Tengoklah Ibu, Di! Eh,
kapan terakhir kali kalian bertemu?”
Teman baikku itu seperti teringat saat-saat libur kuliah yang tak pernah
kumanfaatkan untuk pulang kampung, sebaliknya malah berkunjung ke tempatnya
atau menghabiskan waktu di kos, merentang hari.
“Aku tak pernah pulang, Laili. Sudah lima tahun!”
Jawabanku membuat Laili tersedak. Pantas saja gadis itu kaget. Lima tahun
bukan waktu yang singkat.
“Kamu haru pulang secepatnya, Di! Biar aku yang memesankan tiket kereta.
Jangan lupa bawa oleh-oleh untuk Ibumu. Hm ... apa ya, kesukaan beliau?”
Tiba-tiba Laili dilanda kesibukan luar biasa.
Nilai sosial dan amanat yang dapat dianalisis dari cuplikan teks cerpen tersebut adalah ... .
teman sejati selalu memahami
pertemanan tidak berlebihan
tunjukkanlah sikap ingin membantu untuk teman baikmu
sebaiknya tidak mencampuri urusan teman
hendaknya bertanya bila ingin mengunjungi orang tua
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam penggalan teks hikayat tersebut adalah ….
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Hikayat adalah karya sastra lama yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri...
cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya
kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya
kesaktian dan keunggulan ceritanya
kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya
Bahasa yang digunakan dalam teks hikayat adalah...
Melayu
Arab
Jawa
Sulawesi
Syahdan merupakan bahasa melayu yang artinya...
selanjutnya
Awalnya, ...
kemudian
Akhirnya, ...
Suatu penggambaran tentang nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan ajaran kebaikan merupakan nilai...
Nilai sosial
Nilai moral
Nilai pendidikan
Nilai budaya
Ciri teks hikayat adalah istanasentris. Apa yang dimaksud dengan istanasentris?
ceritanya hanya boleh dibaca orang kerajaan
ceritanya dibuat oleh seorang raja
bertema dan berlatar kerajaan
mengandung nilai agama dalam kerajaan
Manakah di bawah ini yang menunjukkan perbedaan cerpen dan hikayat?
hikayat pengarangnya anonim sedangkan cerpen pengarangnya diketahui
hikayat ditulis oleh raja sedangkan cerpen ditulis oleh anak remaja
cerita hikayat mengandung nilai kehidupan sedangkan cerpen tidak
cerita hikayat berkisah tentang kejahatan sedangkan cerpen variatif
Bacalah penggalan hikayat “Bunga Kemuning” berikut!
Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.
nilai budaya
nilai pendidikan
nilai sosial
nilai moral
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata arkais yang bergaris bawah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...
diizinkan
diperintahkan
diusir
diharapkan
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
kesaktian
kemustahilan
anonim
istanasentris
Hikayat banyak menggunakan kata arkais. Yang dimaksud kata arkais adalah...
kata-kata baku
kata-kata resapan dari bahasa asing
kata-kata yang tidak terdapat di kamus
kata-kata lampau yang sudah jarang digunakan
Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian.
Kata “yang mulia baginda” dalam penggalan hikayat di atas menggunakan majas...
metafora
antonomasia
simile
hiperbola
(1) bersifat kemustahilan
(2) mengisahkan tentang kerajaan
(3) nama penciptanya tidak diketahui
(4) bersifat menyindir
(5) bersifat menghibur
Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat?
(1), (2), dan (3)
(3), (4), dan (5)
(1), (2), dan (5)
(1), (3), dan (4)
Pada suatu hari, raja hendak pergi jauh. Ia mengumpulkan semua putri-putrinya.
“Aku hendak pergi jauh dan lama. Buah tangan apakah yang kalian inginkan?” tanya raja.
“Aku ingin perhiasan yang mahal,” kata Putri Jambon.
Majas yang digunakan pada penggalan teks hikayat di atas adalah...
metafora
simile
personifikasi
hiperbola
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman.
“Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
personifikasi
simile
hiperbola
antonomasia
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan teks hikayat tersebut menceritakan tentang...
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah
Laksana bulan purnama, kecantikannya tiada tara.
kalimat di atas merupakan majas?
simile
metafora
antonomasia
personifikasi
Saat dirimu memutuskan hubungan kita secara tiba-tiba, rasanya jantungku berhenti berdegub.
Kalimat tersebut mengandung majas?
hiperbola
metafora
simile
personifikasi
Di bawah ini manakah yang menunjukkan majas metafora?
Ibnu adalah seorang bintang kelas yang suka membantu temannya.
Suara merdunya membuat semua orang terhipnotis
Apa yang dikatakannya bak petir menyambar di siang bolong
Kau telah mencampakkan diriku hingga ke dasar jurang kepedihan.
(1) Arkian
(2) Kalakian
(3) Kemudian
(4) Sesudah itu
(5) Syahdan
Manakah yang menunjukkan konjungsi urutan waktu berupa kata arkais?
(1), (2), dan (3)
(1), (2), dan (5)
(2), (3), dan (4)
(3), (4), dan (5)
Berikut ini yang bukan merupakan contoh hikayat adalah ...
Laskar Pelangi
Indera Bangsawan
Sri Rama
Hikayat Si Miskin
Perhatian kata arkais di bawah ini!
(1) Pujangga (3) Dayang
(2) Anggara (4) Permaisuri
1. Dari empat data di atas, manakah yang termasuk kata-kata arkais ...
(1), (2), dan (3)
(3), (2) dan (1)
(4), (1), dan (2)
(2), (3), dan (4)
(4) dan (1)
2. Berasal dari manakah Hikayat Sri Rama ....
India
Arab
Persia
Melayu
Jawa
3. Di bawah ini manakah hikayat yang berasal dari Jawa ...
Han Tuah
Panji Semirang
Bayan Budiman
Sang Boma
Seribu Satu Malam
4. Pesan moral apa yang dapat diambil dari Hikayat 'Puteri Kuning' ...
Rukunlah dengan sesama saudara kandung
Hiduplah dengan penuh kebergelimangan harta
Kejahatan akan selalu mendapatkan balasan yang setimpal
Rasa iri dan dengki akan menuntunmu melakukan hal kejahatan
Jalani hidup dengan penuh rasa syukur, tidak iri dengki dengan orang lain
Bacalah penggalan hikayat di bawah ini!
“Tidak. Aku tak punya keinginan pribadi, tapi untuk masa depan anak-cucuku nanti.............”. Lalu, Datu Mabrur menceritakan maksud pertapaannya selama ini. “Akan kukerahkan rakyatku, seluruh penghuni lautan dan samudera. Sebelum matahari terbit esok pagi, impianmu akan terwujud. Aku bersumpah!” jawab Raja Ikan
5. Penggalan hikayat di atas merupakan bagian dari hikayat dengan judul ...
Si Miskin
Raja Ikan Todak dan Datuk
Pujangga dan Ikan Baramundi
Sa-ijaan dan Ikan Kerapu
Sa-ijaan dan Ikan Todak
Bacalah penggalan hikayat di bawah ini!
Keesokan harinya, lalat-lalat mulai menghinggapi makanan yang telah membusuk karena basi. Tiba-tiba, Abu Nawas berteriak kegirangan. Tampaknya ia telah menemukan ide terbaik untuk membalas perbuatan raja kepadanya.
6. Dari penggalan hikayat Abu Nawas di atas, bagaimana watak Abu Nawas ...
Pemarah
Licik
Curang
Pendendam
Cerdik
7. Apa yang menjadi ciri utama dari sebuah hikayat ...
Istana sentris
cerita kuno
Latarnya statis
Cerita yang jenaka
Karakter yang beragam
Bacalah penggalan hikayat berikut ini!
Hikayat si Miskin bermula dari cerita kehidupan di sebuah Kerajaan Antah Berantah yang dipimpin Maharaja Indra Dewa. Pada zaman dahulu kala, di kerajaan tersebut, hiduplah Raja Keindraan beserta istrinya yang jatuh miskin, melarat dan terlunta-lunta karena terkena kutukan dari Batara Indra.
8. Dari penggalan hikayat di atas, siapakah raja yang jatuh miskin ...
Indra Dewa
Raja Keindraan
Raja Antah Berantah
Maharaja Indra Dewa
Raja Indra Dewa
9. Dari Hikayat Abu Nawas Mencari Neraka (tugas di LKPD), Abu Nawas dianggap ...
Gila
Ulama
Hilang akal
Pandai
Religius
Hikayat sangat menonjolkan cerita yang isinya ...
Orang-orang di masa lalu
Penuh dengan nilai-nilai moral
Kebenaran dan keadilan
Dilengkapi dengan kisah-kisah raja
Kemustahilan dan kesaktian
Berasal dari manakah kata hikayat ?
Inggris
Arab
Yunani
Sansekerta
Arti kata Berkaul adalah
Bernazar
Berbohong
Bersekongkol
Bertindak seenaknya
Arti kata Hatta
Nama orang
Selanjutnya
Sebelum
Lalu
Arti kata titah adalah . . . .
perintah
jabatan
perkataan
Membimbing
Sebagaian besar cerita hikayat berlatarkan di...
Pegunungan
Hutan
Perkotaan
Kerajaan
