WorksheetsQuiz UTS PPL
Total questions: 25
Worksheet time: 19mins
Apa tujuan utama dari pengolahan limbah?
Menghilangkan atau mengurangi zat berbahaya sebelum dibuang ke lingkungan
Menghasilkan lebih banyak limbah
Meningkatkan jumlah limbah yang dihasilkan
Menyimpan limbah di tempat pembuangan akhir
Limbah yang berbentuk gas atau uap, seperti emisi dari kendaraan bermotor, termasuk dalam klasifikasi berdasarkan apa?
Sumber
Bentuk Fisik
Karakteristik
Pengolahan
Apa yang menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya jumlah limbah?
Konsumsi Berlebihan
Urbanisasi
Pengolahan yang Tidak Optimal
Pengelolaan yang Tidak Efisien
Industri mana yang sering menghasilkan limbah berbahaya seperti sianida dan logam berat dari proses pemisahan mineral?
Industri tekstil
Industri pertambangan
Industri farmasi
Industri elektronik
Salah satu karakteristik limbah cair dari industri minyak dan gas adalah:
Tinggi kandungan logam berat seperti timbal dan kadmium
Tinggi kandungan bahan organik
Rendah kandungan total padatan terlarut (TDS)
Tidak mengandung bahan berbahaya
Limbah dari industri tekstil umumnya memiliki pH:
Netral (6-7)
Asam (3-5)
Basa (9-12)
Sangat asam (1-3)
Satuan yang digunakan untuk mengukur warna air limbah adalah:
NTU
TCU
mg/L
CFU/100 mL
Menurut regulasi yang berlaku, standar baku mutu air limbah domestik di Indonesia ditetapkan oleh:
Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 dan Permen LHK No. 68 Tahun 2016
Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 dan Permen LHK No. 68 Tahun 2016
Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2014 dan Permen LHK No. 68 Tahun 2016
Peraturan Presiden No. 61 Tahun 2015 dan Permen LHK No. 68 Tahun 2016
Parameter fisika yang dapat digunakan sebagai indikator adanya bahan organik atau anorganik tertentu dalam air limbah adalah:
Suhu
Warna
COD
BOD
Pada tahap pretreatment pengolahan limbah cair, proses yang dilakukan untuk memisahkan partikel padat kasar seperti pasir dan kerikil disebut:
Flotasi
Sedimentasi
Screening
Grit Removal
Proses pengolahan limbah cair yang menggunakan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dalam kondisi teroksigenasi disebut:
Koagulasi
Sedimentasi
Lumpur Aktif
Adsorpsi
Tahapan pengolahan limbah cair yang bertujuan untuk menghilangkan bahan organik dan nutrisi berlebih seperti nitrogen dan fosfor terjadi pada:
Pretreatment
Pengolahan Tersier
Pengolahan Primer
Proses Anaerobik
Proses apa yang digunakan untuk memisahkan partikel halus dalam air limbah dengan bantuan zat kimia?
Equalisasi
Screening
Flotasi elektrolitik
Sedimentasi bertingkat
Apa yang dihasilkan dari proses flotasi yang dihilangkan dari permukaan air?
Lumpur
Scum atau busa
Minyak
Gas terlarut
Manakah dari berikut ini yang bukan merupakan keuntungan dari proses equalisasi?
Mengurangi fluktuasi aliran
Menstabilkan parameter kimia dan fisik
Mengurangi kebutuhan ruang untuk pengolahan
Menyeimbangkan beban pencemar
Apa yang dimaksud dengan titik Breakpoint Chlorination dalam proses klorinasi limbah cair?
Titik di mana semua bahan organik telah teroksidasi dan residu klor tidak terdeteksi.
Titik di mana penambahan klor menjadi tidak efektif dalam menghilangkan bakteri.
Titik di mana klor mulai bereaksi dengan bahan organik dan menghasilkan kloramin.
Titik di mana klorin mencapai konsentrasi maksimum dalam limbah.
Apa tujuan utama dari proses presipitasi dalam pengolahan limbah yang mengandung logam berat?
Meningkatkan kandungan logam berat dalam air limbah
Menurunkan pH larutan agar logam berat terlarut
Meningkatkan pH larutan sehingga logam berat mengendap sebagai logam hidroksida
Menambah ion hidroksida untuk meningkatkan kelarutan logam berat
Mengapa pada waktu kontak 4 jam kemampuan adsorpsi adsorben menurun dalam pengolahan air limbah industri gula?
Karena pH meningkat terlalu tinggi
Karena lapisan luar adsorben sudah jenuh
Karena waktu kontak terlalu singkat
Karena adsorben terlalu basah
Berdasarkan penelitian Muniarti dan Mujaldi (2013), waktu tinggal optimal limbah cair dalam bak elektrolisis yang mampu menurunkan parameter COD, BOD, dan logam Cr terjadi pada 60 menit. Berapa efisiensi alat elektrolisis dalam menurunkan kadar logam Cr pada penelitian tersebut?
54,69%
61,16%
64,18%
39,29%
Mengapa proses netralisasi ditempatkan di awal pengolahan limbah laboratorium oleh Yohana dan Destiarti, dan bagaimana pengaruhnya terhadap proses fitoremediasi?
Untuk menurunkan kadar logam berat agar tidak merusak tumbuhan, sehingga fitoremediasi lebih efektif
Untuk mengurangi bau limbah sehingga tumbuhan tidak terganggu saat fitoremediasi
Untuk menstabilkan pH agar sesuai dengan kondisi optimal bagi tumbuhan dalam fitoremediasi
Untuk meningkatkan kadar oksigen dalam limbah sehingga mendukung pertumbuhan tumbuhan dalam fitoremediasi
Berdasarkan hasil aerasi selama 2 jam pada konsentrasi mikroorganisme 1600 mg/L, 1300 mg/L dan 1000 mg/L, berapa persen penurunan COD masing-masing yang terjadi setelah 2 jam?
86,35%, 78,15%, 72,25%
86,35%, 83,99%, 72,25%
83,99%, 78,15%, 72,25%
78,15%, 86,35%, 72,25%
Sebuah perusahaan elektronik menggunakan proses adsorpsi dengan karbon aktif untuk menghilangkan zat organik berbahaya dari limbah cairnya. Setelah pengolahan, efisiensi penurunan zat organik mencapai 85%. Namun, manajer lingkungan perusahaan tersebut menginginkan efisiensi mencapai 95%. Langkah yang paling efektif untuk mencapai target efisiensi ini adalah:
Meningkatkan dosis karbon aktif
Menurunkan suhu limbah sebelum pengolahan.
Mengganti karbon aktif dengan adsorben lain yang lebih murah.
Mengurangi waktu kontak antara limbah dan adsorben.
Sebuah pabrik pengolahan makanan menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat kadmium (Cd) dengan konsentrasi 0,5 mg/L, sementara standar baku mutu untuk kadmium dalam air limbah adalah 0,01 mg/L. Pengolahan menggunakan proses presipitasi dipilih dengan menggunakan Na2S sebagai presipitan. Jika efisiensi proses presipitasi adalah 90%, apakah proses ini cukup untuk menurunkan kadar kadmium sesuai standar baku mutu?
Ya, karena hasil pengolahan akan memenuhi baku mutu.
Tidak, karena hasil pengolahan masih di atas baku mutu.
Ya, jika dosis Na2S ditingkatkan.
Tidak, karena efisiensi yang lebih tinggi diperlukan.
Sebuah perusahaan farmasi menghasilkan limbah cair yang mengandung senyawa organik dengan konsentrasi 120 mg/L. Setelah melewati proses pengolahan biologis dengan reaktor aerasi, kadar senyawa organik turun menjadi 30 mg/L. Namun, baku mutu yang diizinkan adalah 10 mg/L. Manajer lingkungan berencana menambahkan tahap pengolahan menggunakan proses adsorpsi karbon aktif untuk mencapai baku mutu. Jika efisiensi adsorpsi karbon aktif adalah 80%, apakah proses ini cukup untuk memenuhi baku mutu?
Ya, karena hasil akhir pengolahan berada di bawah baku mutu.
Tidak, karena efisiensi total pengolahan tidak cukup.
Ya, karena efisiensi total sudah memenuhi standar.
Tidak, karena proses biologis lebih efektif dari adsorpsi.
Sebuah industri tekstil menghasilkan limbah cair dengan tingkat COD sebesar 900 mg/L. Standar baku mutu COD yang diperbolehkan untuk limbah cair adalah 100 mg/L. Manajer lingkungan industri tersebut berencana untuk menggunakan proses koagulasi-flokulasi sebagai langkah awal pengolahan limbah cair. Jika dosis optimal koagulan yang diperlukan adalah 200 mg/L untuk setiap pengurangan COD sebesar 50 mg/L, berapa dosis koagulan total yang harus ditambahkan agar limbah tersebut sesuai dengan baku mutu?
1000 mg/L
1600 mg/L
3200 mg/L
4000 mg/L
