wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

untitled

Total questions: 50

Worksheet time: 3hrs 36mins

Name
Class
Date
1.
  1. Budi membaca sebuah teks yang menceritakan pengalaman seseorang saat berlibur ke pantai. Teks tersebut termasuk jenis teks apa?

a)

A. Teks Deskripsi

b)

B. Teks Narasi

c)

C. Teks Eksposisi

d)

D. Teks Prosedur

2.
  1. Seorang guru memberikan tugas kepada muridnya untuk menulis teks yang menjelaskan cara membuat kue. Teks yang diminta oleh guru tersebut adalah teks jenis apa?

a)

A. Teks Deskripsi

b)

B. Teks Narasi

c)

C. Teks Eksposisi

d)

D. Teks Prosedur

3.
  1. Ani membaca sebuah teks yang memberikan penjelasan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Teks tersebut termasuk jenis teks apa?

a)

A. Teks Narasi

b)

B. Teks Eksposisi

c)

C. Teks Deskripsi

d)

D. Teks Prosedur

4.
  1. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, Rina diminta untuk menulis teks yang menggambarkan suasana di taman kota. Teks tersebut adalah teks jenis apa?

a)

A. Teks Narasi

b)

B. Teks Prosedur

c)

C. Teks Eksposisi

d)

D. Teks Deskripsi

5.
  1. Teks yang menceritakan kembali peristiwa atau kejadian yang sudah terjadi biasanya disebut teks apa?

a)

A. Teks Narasi

b)

B. Teks Eksposisi

c)

C. Teks Deskripsi

d)

D. Teks Prosedur

6.
  1. Teks yang berisi langkah-langkah atau prosedur untuk melakukan sesuatu disebut teks apa?

a)

A. Teks Narasi

b)

B. Teks Eksposisi

c)

C. Teks Deskripsi

d)

D. Teks Prosedur

7.
  1. Teks yang menjelaskan suatu topik secara rinci dan mendetail untuk memberikan informasi disebut teks apa?

a)

A. Teks Narasi

b)

B. Teks Deskripsi

c)

C. Teks Eksposisi

d)

D. Teks Prosedur

8.
  1. Teks yang menggambarkan sesuatu secara rinci sehingga pembaca seolah-olah bisa melihat, mendengar, atau merasakan objek yang digambarkan termasuk jenis teks apa?

a)

A. Teks Narasi

b)

B. Teks Deskripsi

c)

C. Teks Eksposisi

d)

D. Teks Prosedur

9.
  1. Ibu meminta Dodi untuk menuliskan langkah-langkah dalam merawat tanaman hias. Teks yang ditulis Dodi adalah teks jenis apa?

a)

A. Teks Narasi

b)

B. Teks Eksposisi

c)

C. Teks Deskripsi

d)

D. Teks Prosedur

10.

Menurut infografis di atas, berapa persen laut Indonesia yang sangat tercemar?

a)

100%

b)

75%

c)

20%

d)

5%

11.

Rumah untuk Lek Tini


Suatu hari penduduk kampung di Gunungkidul dikagetkan dengan musibah kebakaran yang menimpa rumah yang ditinggali oleh keluarga Lek Tini. Tanpa pikir panjang, Lek Tini yang terkejut atas peristiwa itu berupaya lari keluar rumah sambil minta tolong diikuti anggota keluarganya. Kakinya terasa berat untuk digerakkan, tetapi tetap terus berupaya sebisanya. Bahkan, hanya diserat saja hingga akhirnya mencapai pohon asem depan rumah. Badannya menggigil duduk tersimpuh lemas tak berdaya sambil memandangi rumahnya dilalap si Jago Merah tanpa henti. Terbayang olehnya, diri dan keluarganya akan tidur tanpa atap. Masyarakat yang mengetahui peristiwa itu langsung datang dan menyingsingkan lengan baju. Ada yang menyelamatkan benda-benda di rumah yang terbakar, memadamkan api dan ada yang menggalang dana. Dalam waktu singkat terkumpul berbagai sumbangan untuk keluarga Lek Tini. Tidak berhenti sampai di situ saja. Masyarakat bersama pemerintah desa menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap korban kebakaran. Mereka berharap Lek Tini secepatnya mendapat tempat tinggal yang layak dan dapat beraktivitas seperti semula.


Dengan penuh semangat, mereka bergotong royong membangun rumah sementara untuk keluarga Lek Tini. Lebih dari 50 orang berpartisipasi dalam pembangunan rumah yang dimulai sejak pagi hari. Itu sebabnya, pada sore hari, rumah sementara ini telah selesai dibangun dan siap untuk ditinggali oleh keluarga Lek Tini.


Apa faktor pendukung rumah sementara Lek Tini sudah dapat dihuni hanya dalam waktu 12 jam?

a)

Penduduk peduli terhadap semua warga korban kebakaran.

b)

Penduduk bergotong-royong dengan berbagi tugas.

c)

Masyarakat bersama pemerintah desa menggalang dana.

d)

Rumah yang terbakar hanya rumah Lek Tini.

e)

Banyak orang kaya yang bersedia menjadi donatur tetap.

12.

Membuat Gantungan Kunci


SD Cita Nusa akan mengadakan penggalangan dana untuk korban bencana alam. Anak-anak kelas 5 akan menyelenggarakan bazar untuk penggalangan dana tersebut. Naufa dan teman-temannya mempunyai ide yang berbeda. Mereka akan membuat gantungan kunci spesial.

Gantungan kunci spesial ini memiliki nama. Gantungan kunci ini akan bermanfaat sekali untuk menandai barang milik pribadi, seperti tas atau tempat pensil. Jika kamu ingin menggunakan kata-kata lain juga bisa, asalkan tidak terlalu panjang.

Naufa akan berbagi cara membuatnya untukmu, ikuti tahap-tahapnya ya.


Apa tujuan penulis dalam menyusun wacana tersebut?

a)

Mengajak pembaca peduli terhadap lingkungan.

b)

Memberitahu cara membuat gantungan kunci sendiri.

c)

Mengajak pembaca membuang sampah pada tempatnya.

d)

Memberi informasi lengkap tentang bencana alam yang terjadi.

13.

Membuat Gantungan Kunci


SD Cita Nusa akan mengadakan penggalangan dana untuk korban bencana alam. Anak-anak kelas 5 akan menyelenggarakan bazar untuk penggalangan dana tersebut. Naufa dan teman-temannya mempunyai ide yang berbeda. Mereka akan membuat gantungan kunci spesial.

Gantungan kunci spesial ini memiliki nama. Gantungan kunci ini akan bermanfaat sekali untuk menandai barang milik pribadi, seperti tas atau tempat pensil. Jika kamu ingin menggunakan kata-kata lain juga bisa, asalkan tidak terlalu panjang.

Naufa akan berbagi cara membuatnya untukmu, ikuti tahap-tahapnya ya.


Untuk apa Naufa dan teman-temannya membuat gantungan kunci?

a)

Menghadiahkan gantungan kunci kepada teman-temannya.

b)

Memberikan gantungan kunci kepada guru dan Kepala Sekolah.

c)

Menyumbangkan gantungan kunci kepada korban bencana alam.

d)

Menjual gantungan kunci dalam bazar di SD Cita Nusa.

14.

Membuat Gantungan Kunci


SD Cita Nusa akan mengadakan penggalangan dana untuk korban bencana alam. Anak-anak kelas 5 akan menyelenggarakan bazar untuk penggalangan dana tersebut. Naufa dan teman-temannya mempunyai ide yang berbeda. Mereka akan membuat gantungan kunci spesial.

Gantungan kunci spesial ini memiliki nama. Gantungan kunci ini akan bermanfaat sekali untuk menandai barang milik pribadi, seperti tas atau tempat pensil. Jika kamu ingin menggunakan kata-kata lain juga bisa, asalkan tidak terlalu panjang.

Naufa akan berbagi cara membuatnya untukmu, ikuti tahap-tahapnya ya.


Bahan apa saja yang diperlukan dalam membuat gantungan kunci?

a)

spidol, pulpen warna, kertas, cincin gantungan

b)

gunting, alat laminating, lem

c)

tas, tempat pensil, gantungan kunci

d)

cat, kanvas, gunting

15.

Perempuan–perempuan Perkasa

karya Hartoyo Andangjaya, 1963

Perempuan-perempuan perkasa

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah mereka?

Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum peluit kereta pagi terjaga

Sebelum hari bermula dalam pesta kerja

Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta, kemanakah mereka

Di atas roda-roda baja mereka berkendara,

Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota

Merebut hidup di pasar-pasar kota

Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta, siapakah mereka

Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota

Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa

( Hartoyo Andangjaya, 1963 )


Jika kamu membaca puisi tersebut, sikap apa yang dapat ditiru dari tokoh dalam puisi tersebut?

a)

Kerja keras.

b)

Hemat.

c)

Rajin.

d)

Santai.

16.

Harus Bisa


Aldo masuk sekolah sepak bola Mitra Naga. Dia rajin berlatih karena ingin menjadi pemain penyerang. Aldo selalu bersemangat setiap latihan. Dia berlatih menggiring bola, berlari kencang, dan merebut bola. Aldo paling jago merebut bola dibandingkan teman-temannya.


Sayangnya, saat pertandingan, pelatih menunjuk Aldo menjadi pemain belakang. Aldo sangat kecewa.


Saat pertandingan berlangsung, Aldo terus menendang bola hingga ke depan gawang. Aldo melewati teman satu timnya yang berjaga di depan. Aldo tidak mengikuti arahan pelatih yang meminta Aldo mengoper bola. Akibatnya, saat pemain lawan menerobos, tidak ada yang menjaga bagian belakang. Tim lawan berhasil menciptakan gol. Teman-teman kesal pada Aldo. Pelatih menyuruh Aldo menjaga posnya.


Babak kedua berlangsung. Aldo menjaga posnya, di bagian belakang. Bola dioper dari satu pemain ke pemain lainnya, hingga mendarat di kaki Aldo. Teman satu tim Aldo yang berjaga di pos depan dihalangi tim lawan. Aldo ingin menggiring bola ke arah gawang lawan, tetapi dia pemain belakang.


Pelatih kebingungan. Dia lalu berteriak menyuruh Aldo untuk terus menggiring bola ke depan.


Aldo terus berlari menggiring bola. Dia melewati tim lawan yang berusaha merebut bola. Aldo melakukan tendangan kencang hingga bola meluncur ke gawang lawan. Aldo menciptakan satu gol, jadi pertandingan berakhir seri. Sekarang Aldo mengerti, permainan sepak bola adalah permainan tim. Semua posisi penting. Mereka harus bekerja sama untuk menciptakan gol.


Apa yang membuat Aldo kecewa?

a)

Aldo tidak memiliki skill (keterampilan) sebagai penyerang.

b)

Sekolah sepak bola Aldo tidak membutuhkan pemain penyerang.

c)

Ia sudah rajin berlatih, namun seringkali tidak dipilih untuk bertanding oleh pelatih.

d)

Aldo ingin menjadi pemain penyerang, namun pelatih menjadikannya pemain belakang.

17.

Harus Bisa


Aldo masuk sekolah sepak bola Mitra Naga. Dia rajin berlatih karena ingin menjadi pemain penyerang. Aldo selalu bersemangat setiap latihan. Dia berlatih menggiring bola, berlari kencang, dan merebut bola. Aldo paling jago merebut bola dibandingkan teman-temannya.


Sayangnya, saat pertandingan, pelatih menunjuk Aldo menjadi pemain belakang. Aldo sangat kecewa.


Saat pertandingan berlangsung, Aldo terus menendang bola hingga ke depan gawang. Aldo melewati teman satu timnya yang berjaga di depan. Aldo tidak mengikuti arahan pelatih yang meminta Aldo mengoper bola. Akibatnya, saat pemain lawan menerobos, tidak ada yang menjaga bagian belakang. Tim lawan berhasil menciptakan gol. Teman-teman kesal pada Aldo. Pelatih menyuruh Aldo menjaga posnya.


Babak kedua berlangsung. Aldo menjaga posnya, di bagian belakang. Bola dioper dari satu pemain ke pemain lainnya, hingga mendarat di kaki Aldo. Teman satu tim Aldo yang berjaga di pos depan dihalangi tim lawan. Aldo ingin menggiring bola ke arah gawang lawan, tetapi dia pemain belakang.


Pelatih kebingungan. Dia lalu berteriak menyuruh Aldo untuk terus menggiring bola ke depan.


Aldo terus berlari menggiring bola. Dia melewati tim lawan yang berusaha merebut bola. Aldo melakukan tendangan kencang hingga bola meluncur ke gawang lawan. Aldo menciptakan satu gol, jadi pertandingan berakhir seri. Sekarang Aldo mengerti, permainan sepak bola adalah permainan tim. Semua posisi penting. Mereka harus bekerja sama untuk menciptakan gol.


Apa amanat yang terdapat dalam cerita "Harus Bisa"?

a)

Dalam sepak bola, kerja sama tim sangat diperlukan.

b)

Jika ingin menang, seseorang harus bersikap egois.

c)

Kemenangan adalah hal utama dalam pertandingan.

d)

Kerja sama sebaiknya dikesampingkan untuk mencapai kemenangan.

18.

Harus Bisa


Aldo masuk sekolah sepak bola Mitra Naga. Dia rajin berlatih karena ingin menjadi pemain penyerang. Aldo selalu bersemangat setiap latihan. Dia berlatih menggiring bola, berlari kencang, dan merebut bola. Aldo paling jago merebut bola dibandingkan teman-temannya.


Sayangnya, saat pertandingan, pelatih menunjuk Aldo menjadi pemain belakang. Aldo sangat kecewa.


Saat pertandingan berlangsung, Aldo terus menendang bola hingga ke depan gawang. Aldo melewati teman satu timnya yang berjaga di depan. Aldo tidak mengikuti arahan pelatih yang meminta Aldo mengoper bola. Akibatnya, saat pemain lawan menerobos, tidak ada yang menjaga bagian belakang. Tim lawan berhasil menciptakan gol. Teman-teman kesal pada Aldo. Pelatih menyuruh Aldo menjaga posnya.

Babak kedua berlangsung. Aldo menjaga posnya, di bagian belakang. Bola dioper dari satu pemain ke pemain lainnya, hingga mendarat di kaki Aldo. Teman satu tim Aldo yang berjaga di pos depan dihalangi tim lawan. Aldo ingin menggiring bola ke arah gawang lawan, tetapi dia pemain belakang.


Pelatih kebingungan. Dia lalu berteriak menyuruh Aldo untuk terus menggiring bola ke depan.


Aldo terus berlari menggiring bola. Dia melewati tim lawan yang berusaha merebut bola. Aldo melakukan tendangan kencang hingga bola meluncur ke gawang lawan. Aldo menciptakan satu gol, jadi pertandingan berakhir seri. Sekarang Aldo mengerti, permainan sepak bola adalah permainan tim. Semua posisi penting. Mereka harus bekerja sama untuk menciptakan gol.

(Sumber: https://reader.letsreadasia.org/book/56767820-f318-49d8-b88c-1422466469d5?uiLang=BAHASA&lId=6260074016145408&mId=597d8598-c29c-40d5-b9ea-9826fe924fc3)


Siapa saja tokoh dalam cerita "Harus Bisa" ?

(a)  

19.

Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.

Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.


Teks 1:

“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”

(Hirata, 2008, hal. 1)


Teks 2:

“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”

(Hirata, 2008, hal. 2)


Teks 3:

“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”

(Hirata, 2008, hal. 11)

Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.


Dalam cerita, tokoh menggambarkan sekolah yang dimasukinya sebagai sekolah yang tidak layak. Pilihlah gambaran sekolah yang sesuai dengan teks!

a)

Jendela-jendela sekolah yang mulai rapuh karena rayap.

b)

Bangunan sekolah yang akan roboh.

c)

Lapangan sekolah yang berdebu.

d)

Bangku-bangku di sekolah yang sudah doyong

20.

Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.

Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.


Teks 1:

“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”

(Hirata, 2008, hal. 1)


Teks 2:

“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”

(Hirata, 2008, hal. 2)


Teks 3:

“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”

(Hirata, 2008, hal. 11)

Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.


Lintang berasal dari mana?

(a)  

21.

Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.


Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.


Teks 1:

“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”

(Hirata, 2008, hal. 1)


Teks 2:

“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”

(Hirata, 2008, hal. 2)


Teks 3:

“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”


(Hirata, 2008, hal. 11)

Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.


Bagaimana cara menuju tempat tinggal Lintang?

(a)  

22.

Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.


Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.


Teks 1:

“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”

(Hirata, 2008, hal. 1)


Teks 2:

“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”

(Hirata, 2008, hal. 2)


Teks 3:

“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”

(Hirata, 2008, hal. 11)


Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.


Bagaimana gambaran ayah tokoh "Aku"?

a)

Pria berusia 47 tahun.

b)

Pria itu ingin menjadi juragan pantai.

c)

Pekerjaannya adalah buruh tambang.

d)

Dia tinggal di Desa Tanjung Kelompang.

23.

Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.


Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.


Teks 1:

“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”

(Hirata, 2008, hal. 1)


Teks 2:

“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”

(Hirata, 2008, hal. 2)


Teks 3:

“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”

(Hirata, 2008, hal. 11)

Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.


Perhatikan pernyataan berikut ini!


Pilih jawaban yang sesuai dengan bacaan di atas!

a)

Ayah tokoh "Aku" merasa senang karena anaknya masuk sekolah.

b)

Lintang tinggal di wilayah pesisir pulau Belitong, Sulawesi.

c)

"Aku" tinggal sekampung dengan Lintang

d)

Jalan menuju tempat tinggal Lintang melewati rute yang sulit dan cukup berbahaya.

24.

Simak cuplikan dari Buku Laskar Pelangi, yang ditulis oleh Andrea Hirata.

... Dapat dikatakan tak jarang Lintang mempertaruhkan nyawa demi menempuh pendidikan, namun tak sehari pun ia pernah bolos. Delapan puluh kilometer pulang pergi ditempuhnya dengan sepeda setiap hari. Tak pernah mengeluh. Jika kegiatan sekolah berlangsung sampai sore, ia akan tiba malam hari di rumahnya. Sering aku merasa ngeri membayangkan perjalanannya.

Kesulitan itu belum termasuk jalan yang tergenang air, ban sepeda yang bocor, dan musim hujan berkepanjangan dengan petir yang menyambar-nyambar. Suatu hari rantai sepedanya putus dan tak bisa disambung lagi karena sudah terlalu pendek sebab terlalu sering putus, tapi ia tak menyerah. Dituntunnya sepeda itu puluhan kilometer, dan sampai di sekolah kami sudah bersiap-siap akan pulang. Saat itu adalah pelajaran seni suara dan dia begitu bahagia karena masih sempat menyanyikan lagu Padamu Negeri di depan kelas. Kami termenung mendengarkan ia bernyanyi dengan sepenuh jiwa, tak tampak kelelahan di matanya yang berbinar jenaka. Setelah itu ia pulang dengan menuntun sepedanya lagi sejauh empat puluh kilometer.

Pada musim hujan lebat yang bisa mengubah jalan menjadi sungai, menggenangi daratan dengan air setinggi dada, membuat guruh dan halilintar membabat pohon kelapa hingga tumbang bergelimpangan terbelah dua, pada musim panas yang begitu terik hingga alam memuai ingin meledak, pada musim badai yang membuat hasil laut nihil hingga berbulan-bulan semua orang tak punya uang sepeser pun, pada musim buaya berkembang biak sehingga mereka menjadi semakin ganas, pada musim angin barat puting beliung, pada musim demam, pada musim sampar sehari pun Lintang tak pernah bolos.

HIrata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta: PT Bentang Pustaka.

Mana sajakah pernyataan yang tidak sesuai dengan bacaan?

a)

Setiap hari, Lintang selalu hadir di sekolah.

b)

Ketika rantai sepedanya putus, Lintang kembali ke rumah.

c)

Lintang selalu hadir tepat waktu di sekolah.

d)

Jarak dari rumah Lintang ke sekolah adalah 40 km.

25.

Siti dan Udin di Jalan

Siti dan Udin namanya. Muka mereka penuh debu.

Dengan baju rombengan, mereka menyanyi di tengah kebisingan.

Pagi sampai malam, mereka tersenyum dalam peluh,

menyapa om dan tante, mengharap receh seadanya.

Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan,

dengan suara serak dan napas yang sesak oleh polusi.

Kalau hari ini bisa makan, alhamdulillah.

Siti dan Udin tetap berdoa agar mereka bisa sekolah dan punya rumah berjendela.

(Februari 2003)


Apa permintaan Siti dan Udin dalam doanya?

a)

Ingin bersekolah

b)

Ingin bernyanyi

c)

Ingin bekerja

d)

Ingin bertamasya

26.

Siti dan Udin di Jalan

Siti dan Udin namanya. Muka mereka penuh debu.

Dengan baju rombengan, mereka menyanyi di tengah kebisingan.

Pagi sampai malam, mereka tersenyum dalam peluh,

menyapa om dan tante, mengharap receh seadanya.

Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan,

dengan suara serak dan napas yang sesak oleh polusi.

Kalau hari ini bisa makan, alhamdulillah.

Siti dan Udin tetap berdoa agar mereka bisa sekolah dan punya rumah berjendela.

(Februari 2003)


Apa yang dilakukan Siti dan Udin di jalan?

(a)  

27.

Senam Poco-Poco


Tina sudah siap hari ini. Di sekolahnya akan ada lomba senam poco-poco. Bapak Guru sudah mengajarkan senam ini kepada Tina dan teman-temannya. Pada awalnya, senam poco-poco biasa dilakukan oleh tentara dan polisi setiap pagi.


Senam poco-poco tidak susah. Tina sudah berlatih bersama teman-temannya. Semua sudah menghafal gerakannya.


Tina harus melangkah ke kanan, lalu kembali lagi ke kiri. Setelah itu, Tina harus melangkah ke belakang dan kembali lagi ke depan.


Tina senang bisa ikut lomba senam poco-poco. Senam poco-poco dilakukan oleh beberapa orang secara bersama-sama.


Manakah yang termasuk manfaat senam yang dilakukan bersama-sama?

Pilih jawaban lebih dari satu!

a)

Menjaga kekompakan antarteman.

b)

Membuat hati riang gembira.

c)

Menjadi lebih bersemangat.

d)

Menambah pintar dan cerdas.

28.

'Perempuan – perempuan perkasa'

karya Hartoyo Andangjaya, 1963


Perempuan – perempuan perkasa

Perempuan – perempuan yang membawa bakul di pagi buta,

dari manakah mereka..

Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum

peluit kereta pagi terjaga..

Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..


Perempuan – perempuan yang membawa bakul dalam kereta,

kemanakah mereka..

Di atas roda-roda baja mereka berkendara,,

Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..

Merebut hidup di pasar-pasar kota..


Perempuan – perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,

siapakah mereka..

Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan – perempuan perkasa

akar – akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..

Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa..

( Hartoyo Andangjaya, 1963 )


Jika kamu membaca puisi tersebut, sikap apa saja yang dapat ditiru dari tokoh dalam puisi tersebut?


*Pilih lebih dari satu jawaban yang sesuai!

a)

kerja keras

b)

hemat

c)

rajin

d)

santai

29.

Kue Ulang Tahun Widi

Penerbit : Litara, Tahun terbit : 2015, Diedit oleh : Nurhayati Pujiastuti


Widi hari ini berulang tahun. Widi senang melihat nenek pulang dari pasar. Widi membayangkan nenek akan membuat kue ulang tahun yang lezat hari ini. Tapi tunggu dulu. Apa itu yang dikeluarkan nenek dari tas belanja? Beras, kelapa yang diparut dan diperas jadi santan, dan daun pandan. Nenek mengaduk semua bahan menjadi sebuah adonan. Nenek lalu menyalakan kompor. Nenek bilang, hari ini nenek akan membuat bubur. “Mengapa nenek malah membuat bubur, bukan kue seperti keinginanku?” pikir Widi.


Nenek meminta Widi membantu nenek. Widi membantu mengaduk bubur. Widi mencium bau wangi dari bubur. Kata nenek, daun pandan yang membuat bubur menjadi wangi.


Setelah matang, bubur dibagi menjadi dua bagian. Lalu ke dalam salah satu bubur dimasukkan gula jawa. Gula jawa ini membuat bubur menjadi kecokelatan. Namun orang menyebutnya bubur merah. Digabungkan dengan bagian yang putih, maka menjadi bubur merah putih.


Bubur merah putih buatan Nenek sudah jadi. Kata Nenek, bubur merah putih ini untuk memperingati hari lahir.Yummy, ternyata Widi suka rasanya.


Pernyataan mana yang sesuai dengan bacaan di atas? Pilih lebih dari satu!

a)

Bubur yang berwarna kecokelatan disebut bubur merah.

b)

Nenek membelikan kue ulang tahun Widi dari pasar.

c)

Bubur merah putih biasa dibuat untuk memperingati ulang tahun.

d)

Nenek Widi sedang berulangtahun

30.

Robot Pemadam Kebakaran


Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta sekarang memiliki robot canggih. Robot itu disebut Dok-Ing MVF-3. Bentuknya seperti mobil. Fungsinya memudahkan pekerjaan para petugas pemadam kebakaran. Robot ini telah diuji coba di Pusdiklatsar Ciracas, Jakarta pada hari Kamis tanggal 6 Februari 2020.


Robot ini dapat dikendalikan dari jarak 1,5 km dengan menggunakan pengendali jarak jauh. Cara tersebut memudahkan petugas jika ada titik api yang sulit dijangkau atau berbahaya. Kebakaran yang terjadi di area pabrik, SPBU, atau tempat-tempat berbahan kimia lainnya dapat diminimalisasi dengan robot Dok-Ing MVF-3. Dengan robot Dok-Ing MVF-3, api akan lebih mudah dipadamkan dan potensi ledakan yang dihasilkan dari bahan-bahan kimia dapat diminimalisasi.


Robot canggih ini dilengkapi dengan GPS dan kamera. Kamera yang digunakan adalah kamera anti air dan kuat dalam berbagai kondisi. Sang operator dapat memantau keberadaan robot tersebut dengan menggunakan GPS dan melihat kawasan yang sedang dipadamkan melalui kamera.


Robot ini sangat kuat. Dia dapat menampung 2500 liter air dan 500 liter busa. Robot ini juga bisa menyemprotkan air sejauh 55 meter dan dapat menyemprotkan busa sejauh 45 meter. Beban yang dapat ditariknya adalah 6 ton, beban yang dapat didorong mencapai 10 ton.

(https://bobo.grid.id/read/082022410/dki-jakarta-punya-robot-pemadam-kebakaran-yang-canggih-ini-dia-keunggulannya?page=3)

Robot pemadam kebakaran Dok-Ing MVF-3 dapat dikendalikan dari jarak 1,5 km menggunakan pengendali jarak jauh. Hal tersebut berfungsi untuk …

a)

menunjukkan bahwa robot ini memiliki fitur yang sangat canggih.

b)

membantu pemantauan robot menggunakan GPS.

c)

memudahkan petugas jika ada titik api yang sulit dijangkau atau berbahaya.

d)

meningkatkan keselamatan warga DKI Jakarta.

31.

Tokoh utama dalam cerita di atas adalah….

a)

ibu

b)

Malin Kundang

c)

istri

d)

pengawal

32.

Apa yang membuat ibu Malin Kundang merasa yakin terhadap anaknya?

a)

Wajah.

b)

Tubuh.

c)

Cara bicara.

d)

Bekas luka.

33.

Kalimat “Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku” menggambarkan perasaan Malin yang sedang….

a)

marah

b)

senang

c)

gembira

d)

terharu

34.

Berdasarkan cerita tersebut Malin Kundang memiliki sifat….

a)

ramah

b)

pemalu

c)

sombong

d)

rendah hati

35.

Tokoh yang penuh kasih sayang dalam kutipan cerita di atas adalah….

a)

Malin Kundang

b)

ibu Malin Kundang

c)

istri Malin Kundang

d)

pengawal Malin Kundang

36.

Ia terus menunggu kedatangan anaknya yang telah lama pergi dan tak pernah mengirimkan kabar. Namun sesampainya anak tersebut di kampung halamannya, ia justru tidak mengakui ibunya.

Cuplikan cerita di atas merupakan pengalaman….

a)

menyenangkan

b)

mengharukan

c)

menakutkan

d)

menyedihkan

37.

Gelar apa yang akhirnya didapatkan oleh Rido?

a)

Kutu buku.

b)

Dokter Spesialis.

c)

Dokter Buku.

d)

Buku pelajaran.

38.

Bagaimana cara mendapatkan gelar "Monster Buku" dalam perlombaan tersebut?

a)

Gelar "Monster Buku" diberikan kepada anak yang dapat menceritakan dengan baik isi buku yang dipinjam.

b)

Gelar "Monster Buku" diberikan kepada anak yang paling rajin meminjam serta membaca buku dari perpustakaan.

c)

Semua jawaban benar.

d)

Buku berjalan.

39.

Apa yang membuat Rido bersemangat untuk meminjam banyak buku?

a)

Meraih gelar "Monster Buku".

b)

Mengikuti perlombaan di sekolah.

c)

Meraih gelar "Dokter Buku".

d)

Mendapat gelar perpus berjalan.

40.

Bagaimana sifat Rido berdasarkan cerita tersebut?

a)

Jujur dan peduli.

b)

Pembohong.

c)

Pantang menyerah.

d)

Pemberani.

41.

Percakapan tersebut membahas tentang….

a)

kehilangan benda

b)

permintaan sebuah benda

c)

permohonan izin

d)

perayaan ulang tahun

42.

Apakah sang ayah memberikan apa yang diinginkan oleh putrinya?

a)

Ya.

b)

Tidak saat ini.

c)

Tidak sama sekali.

d)

Ya setelah 1 tahun kemudian.

43.

Peristiwa apa yang terjadi pada tokoh dalam cerita?

a)

Cuaca buruk telah merusak sepeda motornya.

b)

Cuaca buruk telah menyebabkan dia tidak jadi keluar rumah.

c)

Orang itu telah membeli sepeda motor baru.

d)

Orang itu telah mengalami kecelakaan sepeda motor.

44.

Pada teks terdapat kata “Aduh!” Mengapa tokoh dalam cerita mengucapkan kata ini?

a)

Orang itu telah berhasil mengerjakan sesuatu yang sulit.

b)

Orang itu baru saja menyadari bahwa cuaca hari itu tidak jelek.

c)

Orang itu baru menyadari memang ada sesuatu yang tidak beres.

d)

Orang itu merasa senang dapat melihat sepeda motornya kembali.

45.

“Itulah persis dengan yang saya rasakan pada suatu hari.” Hari seperti apakah yang dimaksud dalam cerita ini?

a)

Hari yang baik.

b)

Hari yang jelek.

c)

Hari yang menyenangkan.

d)

Hari yang membosankan.

46.

Ke manakah keluarga itu pergi?

a)

Blitar.

b)

Surabaya.

c)

Malang.

d)

Madiun.

47.

Kereta api apakah yang mereka tumpangi?

a)

Kereta Jaya.

b)

Kerta Jaya.

c)

Kesra Jaya.

d)

Kerta Jasa.

48.

Apakah yang terjadi ketika mereka tiba di stasiun Malang?

a)

Kami sekeluarga makan dahulu.

b)

Kami semua istirahat sambil makan.

c)

Kereta api berhenti lama sekali untuk menunggu jam pemberangkatan.

d)

Kami menengok keluar stasiun.

49.

Apakah pertanyaan Ryan kepada Ibunya?

a)

Apa kereta mogok?

b)

Apa masinisnya tidur?

c)

Apa rodanya kempis?

d)

Apa penumpangnya tertidur?

50.

Apa judul yang tepat untuk cerita tersebut?

a)

Roda Kereta Api

b)

Pergi ke Surabaya

c)

Orang Tertawa karena Adikku

d)

Stasiun Kereta Api Malang