WorksheetsLatihan Soal Bahasa Indonesia X
Total questions: 20
Worksheet time: 3600secs
Name
Class
Date
1.
Dahulu kala, hiduplah seorang raja yang sangat bijaksana dan adil bernama Raja Toba. Setiap keputusan yang diambilnya selalu berpihak pada kebenaran. Suatu ketika, Raja Toba diuji oleh seorang bangsawan yang ingin merebut tahtanya dengan cara licik. Namun, berkat kebijaksanaannya, Raja Toba berhasil menaklukkan bangsawan itu tanpa peperangan. Berdasarkan cerita tersebut, nilai apa yang tampak pada tokoh Raja Toba?
a)
Keberanian
b)
Keangkuhan
c)
Kebijaksanaan
d)
Kekayaan
e)
Kekuasaan
2.
Dalam kisah “Hikayat Hang Tuah,” Hang Tuah adalah seorang panglima yang terkenal setia pada rajanya. Suatu ketika, Hang Tuah difitnah oleh seseorang di istana dan dijatuhi hukuman mati. Meskipun hatinya sakit, Hang Tuah tetap setia dan tidak menyimpan dendam kepada orang yang telah memfitnahnya. Apa amanat yang dapat diambil dari kisah tersebut?
a)
Pentingnya kesetiaan kepada teman
b)
Pentingnya balas dendam pada pengkhianat
c)
Pentingnya taat kepada raja meskipun ada pengkhianatan
d)
Kekuatan seseorang terletak pada kecerdasan
e)
Kekayaan dapat menghapus segala kesalahan
3.
Pada suatu hari, seorang putri raja jatuh sakit karena kutukan seorang penyihir. Banyak tabib yang dipanggil ke istana untuk menyembuhkannya, namun tidak ada yang berhasil. Akhirnya, datanglah seorang petani yang tulus hatinya dan dengan niat baik mencoba membantu sang putri. Berkat kesederhanaan dan ketulusannya, petani itu berhasil menyembuhkan sang putri. Nilai moral apa yang terkandung dalam cerita tersebut?
a)
Kebijaksanaan membawa keberuntungan
b)
Kesederhanaan dan ketulusan dapat mengalahkan kutukan
c)
Kekayaan raja selalu mendatangkan kebaikan
d)
Penyihir selalu dikalahkan oleh pahlawan
e)
Kecantikan sang putri adalah sumber kekuatannya
4.
Dalam sebuah hikayat, seorang pangeran gagah berani menghadapi seekor naga besar yang mengancam rakyatnya. Dengan kekuatan luar biasa dan tanpa rasa takut, pangeran tersebut berjuang dan berhasil mengalahkan naga itu. Setelah berhasil, dia tidak mengharapkan imbalan dan justru merasa bahagia bisa melindungi rakyatnya. Majas apa yang biasanya digunakan dalam menggambarkan kekuatan pangeran dalam cerita seperti ini?
a)
Personifikasi
b)
Hiperbola
c)
Simile
d)
Metafora
e)
Ironi
5.
“Di negeri yang jauh, ada seorang gadis miskin bernama Bintang. Meskipun hidup dalam kesederhanaan, ia selalu riang dan senang membantu orang lain. Suatu hari, ia menolong seorang nenek tua yang ternyata adalah seorang penyihir baik hati. Sebagai balasan, Bintang diberi sebuah kalung yang dapat mengabulkan satu permintaan.” Berdasarkan cerita tersebut, amanat yang disampaikan adalah ...
a)
Kebaikan akan selalu mendapat balasan
b)
Kekayaan adalah segalanya
c)
Penyihir selalu berniat jahat
d)
Hanya orang kaya yang layak mendapatkan hadiah
e)
Keberuntungan datang tanpa usaha
6.
Seorang raja yang tamak memperlakukan rakyatnya dengan sewenang-wenang. Rakyat hidup dalam penderitaan dan kemiskinan, sementara raja hidup dalam kemewahan. Suatu hari, kekuasaan sang raja hilang akibat pemberontakan rakyat yang dipimpin oleh seorang pejuang bijaksana. Nilai moral apa yang dapat diambil dari cerita ini?
a)
Kekuatan seseorang terletak pada kekayaannya
b)
Keserakahan membawa kehancuran
c)
Kebaikan tidak diperlukan dalam kepemimpinan
d)
Kehidupan rakyat tidak penting dalam pemerintahan
e)
Raja adalah pemimpin mutlak tanpa batasan
7.
Dalam kisah “Hikayat Panji Semirang,” Panji Semirang adalah seorang tokoh yang mengalami banyak rintangan dalam hidupnya, namun ia tidak pernah menyerah dan terus berusaha mencapai tujuannya. Apa tema utama yang bisa diambil dari kisah Panji Semirang?
a)
Kekayaan membawa kebahagiaan
b)
Kesetiaan pada raja
c)
Pantang menyerah dalam menghadapi cobaan
d)
Kebijaksanaan dalam mengelola negara
e)
Kekuasaan lebih penting daripada kebenaran
8.
“Wajahnya secantik bulan purnama, dan hatinya selembut sutra.” Kalimat di atas mengandung majas ...
a)
Hiperbola
b)
Personifikasi
c)
Simile
d)
Metafora
e)
Ironi
9.
Pada suatu waktu, seorang pemuda yang hidup sederhana berhasil menyelamatkan desanya dari bencana banjir dengan keberanian dan kepintarannya. Ia mendapatkan penghargaan dari raja karena jasanya tersebut. Berdasarkan cerita tersebut, pesan moral yang disampaikan adalah ...
a)
Kebijaksanaan hanya dimiliki oleh raja
b)
Keberanian dan kepintaran dapat menolong banyak orang
c)
Kemewahan adalah hal terpenting
d)
Semua desa harus dijaga oleh prajurit
e)
Kekuatan fisik lebih penting daripada kepintaran
10.
Dalam hikayat, sering terdapat unsur keajaiban seperti benda-benda sakti atau makhluk gaib. Tujuan dari penggunaan unsur ini adalah ...
a)
Membuat cerita lebih realistis
b)
Menambah nilai humor pada cerita
c)
Memberi kesan luar biasa dan memperkuat karakter
d)
Mengurangi kesan dramatis dalam cerita
e)
Menyembunyikan pesan moral dari pembaca
11.
Dahulu kala, ada seorang raja bernama Raja Kencana yang dikenal sangat dermawan. Hatinya begitu lembut dan penuh kasih, ibarat sutra yang mengalir lembut di udara. Ia selalu memberi bantuan pada rakyatnya tanpa pamrih. Majas yang terdapat dalam kalimat “Hatinya begitu lembut dan penuh kasih, ibarat sutra yang mengalir lembut di udara” adalah ...
a)
Hiperbola
b)
Metafora
c)
Personifikasi
d)
Simile
e)
Litotes
12.
Seorang pemuda bernama Wirya berjalan menyusuri hutan untuk mencari air suci yang bisa menyembuhkan ibunya. Rasa lelah tak dihiraukannya, dan bahkan ia merasa mampu mendaki gunung setinggi langit demi sang ibu tercinta. Majas yang terkandung dalam kalimat “ia merasa mampu mendaki gunung setinggi langit demi sang ibu tercinta” adalah ...
a)
Ironi
b)
Personifikasi
c)
Metafora
d)
Hiperbola
e)
Simile
13.
Dalam hikayat lama, seorang pemuda sakti bernama Andika memiliki kekuatan setangguh baja. Tangannya sekuat batu karang, mampu menaklukkan segala rintangan. Majas pada kalimat “Tangannya sekuat batu karang” menunjukkan bahwa Andika memiliki kekuatan yang luar biasa. Majas tersebut adalah ...
a)
Simile
b)
Personifikasi
c)
Metafora
d)
Hiperbola
e)
Paradoks
14.
Dalam kisah “Hikayat Jaya Kencana,” sang pahlawan diceritakan dapat berlari secepat angin dan suaranya dapat terdengar hingga ke langit. Majas yang terdapat dalam kalimat “berlari secepat angin” adalah ...
a)
Simile
b)
Metafora
c)
Hiperbola
d)
Ironi
e)
Personifikasi
15.
Seorang pangeran yang sangat tampan diibaratkan bagaikan matahari yang terbit di pagi hari, menyinari setiap sudut istana dengan cahaya ketampanannya. Semua orang terpana melihat kehadirannya. Majas yang digunakan dalam “bagaikan matahari yang terbit di pagi hari” adalah ...
a)
Personifikasi
b)
Metafora
c)
Simile
d)
Hiperbola
e)
Ironi
16.
Di sebuah kerajaan, terdapat putri yang cantik jelita. Kecantikannya digambarkan bagaikan rembulan yang menyinari malam, dan kebaikan hatinya seterang cahaya bintang. Majas yang terdapat pada kalimat “kecantikannya digambarkan bagaikan rembulan” adalah ...
a)
Metafora
b)
Hiperbola
c)
Simile
d)
Litotes
e)
Ironi
17.
Pada suatu hari, seorang pemuda pemberani berhasil menyelamatkan rakyat dari ancaman raksasa yang kelaparan. Tubuh raksasa itu sebesar gunung, dan suaranya menggelegar bak guntur di langit. Majas yang terdapat dalam “Tubuh raksasa itu sebesar gunung” adalah ...
a)
Hiperbola
b)
Personifikasi
c)
Metafora
d)
Simile
e)
Ironi
18.
Hikayat menceritakan seorang pangeran yang pandai berkata-kata. Kata-katanya begitu manis seperti madu yang menetes di telinga para pendengarnya. Majas yang digunakan pada kalimat “Kata-katanya begitu manis seperti madu yang menetes di telinga” adalah ...
a)
Ironi
b)
Hiperbola
c)
Personifikasi
d)
Metafora
e)
Simile
19.
Dalam sebuah cerita, terdapat sebuah keris sakti yang dapat menggerakkan dirinya sendiri untuk melawan musuh. Keris itu disebut memiliki jiwa yang kuat, selalu setia melindungi pemiliknya. Majas yang terdapat pada kalimat “keris itu disebut memiliki jiwa yang kuat” adalah ...
a)
Simile
b)
Hiperbola
c)
Personifikasi
d)
Metafora
e)
Ironi
20.
“Kekuatan pangeran itu bagaikan seribu gajah yang sedang mengamuk,” begitu rakyat menggambarkan keberanian pangeran dalam melawan musuh. Majas dalam kalimat “Kekuatan pangeran itu bagaikan seribu gajah yang sedang mengamuk” adalah ...
a)
Hiperbola
b)
Personifikasi
c)
Simile
d)
Metafora
e)
Ironi
100 %
