wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

3.5 Pelayanan Gizi (PKP 3.9 Gizi Klinik)

Total questions: 24

Worksheet time: 2mins

Name
Class
Date
1.

Makanan dan terapi nutrisi yang sesuai sangat penting bagi kesehatan dan penyembuhan pasien selama proses perawatan di Puskesmas , untuk itu perlunya dilakukan skrining risiko gizi pada saat pengkajian awal pasien masuk Puskesmas . Jika pada saat dilakukan skrining ditemukan pasien dengan risiko gizi, maka terapi gizi terintegrasi perlu diberikan. Meliputi apa sajakah terapi gizi terintegrasi?

a)

skrining, pemberian dan evaluasi

b)

rencana, pemberian dan evaluasi

c)

rencana, pemberian dan dokumentasi

d)

skrining, rencana dan evaluasi

2.

Pada waktu observasi dilakukan oleh surveior terhadap petugas gizi, petugas gizi melakukan serangkaian kegiatan mulai dari identifikasi kebutuhan gizi dan penyediaan asuhan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Apakah nama kegiatan tersebut?

a)

Asuhan Gizi

b)

Melakukan Konseling Gizi

c)

Menilai kecukupan gizi

d)

Melakukan Edukasi Gizi

3.

Pelayanan Gizi dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien dan ketentuan peraturan perundang-undangan Apa yang harus dipertimbangkan dalam penyediaan makanan untuk pasien sesuai dengan rencana asuhan?

a)

Hanya preferensi pribadi pasien

b)

Asupan makanan yang tersedia di pasar lokal

c)

Status gizi pasien, umur, budaya, dan perencanaan serta seleksi makanan

d)

Makanan yang paling murah

4.

Pelayanan Gizi dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien dan ketentuan peraturan perundang-undangan Apa yang dimaksud dengan proses asuhan gizi terstandar (PAGT)?

a)

Proses memberikan makanan berdasarkan menu harian

b)

Proses penilaian dan perencanaan pelayanan gizi yang sesuai dengan pedoman yang berlaku di Puskesmas

c)

Proses pemesanan makanan dari luar

d)

Proses edukasi pasien mengenai diet

5.

Pelayanan Gizi dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat?

a)

Pelayanan Gizi diberikan sesuai dengan status gizi pasien secara kontinyu, sesuai dengan rencana asuhan, riwayat keluarga, budaya, dan bila pasien berperan serta dalam perencanaan dan seleksi makanan

b)

Pelayanan Gizi diberikan sesuai dengan status gizi pasien secara reguler, sesuai dengan rencana asuhan, umur, budaya, dan bila pasien berperan serta dalam perencanaan dan seleksi makanan

c)

Pelayanan Gizi diberikan sesuai dengan kemampuan keuangan puskesmas, keadaan ekonomi masyarakat, status gizi pasien secara singkat

d)

Pelayanan Gizi diberikan sesuai dengan status gizi pasien secara khusus, sesuai dengan rencana asuhan, pekerjaan, budaya, dan bila pasien berperan serta dalam perencanaan dan seleksi makanan.

6.

Setiap pasien harus mengonsumsi makanan sesuai dengan standar angka kecukupan gizi. Manakah pernyataan berikut yang tepat tentang angka kecukupan gizi?

a)

Angka kecukupan gizi adalah suatu nilai acuan kecukupan rata-rata zat gizi setiap hari bagi semua orang menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, dan aktivitas fisik untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.

b)

Angka kecukupan gizi adalah suatu nilai acuan kecukupan rata-rata zat gizi setiap minggu bagi semua orang menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, dan aktivitas fisik untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal

c)

Angka kecukupan gizi adalah suatu nilai acuan kecukupan rata-rata zat gizi setiap jam bagi semua orang menurut umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, dan aktivitas fisik dan psikis untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal

d)

Angka kecukupan gizi adalah suatu nilai acuan kecukupan rata-rata zat gizi setiap hari bagi semua orang menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, keadaan ekonomi, pekerjaan dan aktivitas fisik untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal

7.

Dalam rangka menilai elemen penilaian tentang makanan disiapkan dan disimpan dengan cara yang baku untuk mengurangi risiko kontaminasi dan pembusukan, maka yang harus diperhatikan surveior untuk menilai dokumen adalah

a)

Bukti dilakukan identifikasi makanan sebelum diberikan ke pasien, Form penyimpanan makanan dan Catatan pemisahan makanan yang cepat membusuk

b)

Bukti dilakukan identifikasi makanan sebelum diberikan ke pasien, Form distribusi makan, dan Jadwal pemberian makan pada pasien

c)

Form penyimpanan makanan dan Catatan pemisahan makanan yang cepat membusuk

d)

Form distribusi makan , Bukti dilakukan identifikasi makanan setelah diberikan ke pasien dan jadwal pemisahan makanan

8.

Pelayanan Gizi dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien dan ketentuan peraturan perundang-undangan Apa yang dimaksud dengan angka kecukupan gizi (AKG)?

a)

Jumlah gizi yang harus dikonsumsi oleh setiap individu untuk mencegah penyakit

b)

Nilai acuan kecukupan rata-rata zat gizi setiap hari bagi semua orang menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, dan aktivitas fisik

c)

Jumlah gizi yang dianjurkan oleh dokter untuk setiap pasien

d)

Standar gizi untuk makanan siap saji

9.

Pelayanan Gizi dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien dan ketentuan peraturan perundang- undangan. Bagaimana seharusnya makanan yang disediakan untuk pasien berisiko gangguan gizi di Puskesmas?

a)

Diberikan tanpa penyesuaian terhadap status gizi pasien

b)

Disesuaikan dengan rencana asuhan berdasarkan hasil penilaian status gizi dan kebutuhan pasien

c)

Disediakan hanya berdasarkan preferensi makanan pasien

d)

Diberikan secara acak tanpa dokumentasi

10.

Pelayanan Gizi dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien dan ketentuan peraturan perundang- undangan. Apa langkah yang harus diambil untuk memastikan bahwa makanan disiapkan dan disimpan dengan cara yang benar di fasilitas kesehatan?

a)

Menggunakan suhu ruangan untuk penyimpanan

b)

Menyimpan makanan pada suhu kamar untuk menghindari pembusukan

c)

Mengikuti prosedur baku untuk penyimpanan dan pengolahan makanan    

d)

Menyajikan makanan tanpa memeriksa tanggal kadaluarsa

11.

Pasien rawat inap di puskesmas dengan kondisi tertentu memerlukan terapi gizi berdasarkan dari hasil kajian klinis dan kajian gizi.. Apa kegiatan terapi gizi yang diberikan di puskesmas?

a)

Memberikan edukasi gizi pada semua pasien yang berobat rawat jalan

b)

Memberikan edukasi gizi pada semua pasien yang di rawat inap.

c)

Memberikan terapi diit, konseling, dan pemberian makanan khusus untuk penyembuhan pasien berdasarkan kajian gizi pada pasien rawat inap

d)

Menyediakan makanan bagi semua pasien rawat inap yang dilaksanakan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang ada.

12.

Seorang tenaga gizi wajib membuat rencana asuhan gizi berdasarkan kajian kebutuhan gizi pada pasien sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan pasien. Apa isi Formulir asuhan gizi pada dewasa?

a)

Kajian gizi, riwayat gizi, intervensi gizi, monitoring dan evaluas

b)

Kajian gizi, riwayat gizi, intervensi gizi, diagnosa gizi, monitoring dan evaluasi

c)

Kajian gizi, riwayat gizi, diagnosa gizi, intervensi gizi, monitoring dan evaluasi

d)

Kajian gizi, diagnosa gizi, intervensi gizi, monitoring dan evaluasi

13.

Pada pelayanan gizi diperlukan proses kolaboratif antara petugas pemberi pelayanan di puskesmas rawat inap. Proses kolaboratif digunakan untuk apa?

a)

Perencanaan asuhan gizi dan pemberian makanan

b)

Pemberian makanan dan pemantauan pelayanan gizi

c)

Perencanaan menu dan pemantauan pelayanan gizi

d)

Perencanaan, pemberian dan pemantauan pelayanan gizi

14.

Dari telusur dokumen terdapat kebijakan dan prosedur tentang pemberian makanan mulai dari perencanaan menu sampai penyampaian makanan. Dari telusur lapangan didapat bahwa ada jadwal pemberian makanan, makanan tidak disiapkan  di puskesmas melainkan oleh pihak ketiga dan tidak ada tempat untuk  menyimpan makanan. Apa rekomendasi yang diberikan oleh surveior ?

a)

Pengawasan terhadap pengelolaan makanan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga

b)

Menyediakan tempat untuk menyimpan makanan dan peralatan makan yang digunakan pasien

c)

Menyediakan tempat untuk menyimpan sementara dan mengecek makanan yang disediakan oleh pihak ketiga apakah sesuai dengan pesanan dan kebutuhan gizi pasien sebelum diberikan kepada pasien

d)

Melakukan pengawasan terhadap pihak ketiga dan menyediakan tempat untuk menyimpan makanan sementara serta mengecek makanan yang disediakan oleh pihak ketiga apakah sesuai dengan pesanan dan kebutuhan gizi pasien sebelum diberikan kepada pasien.

15.

Seorang tenaga gizi wajib membuat rencana asuhan gizi berdasarkan kajian kebutuhan gizi pasien sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan pasien. Asuhan gizi harus dievaluasi secara berkala oleh tenaga gizi. Keberhasilan proses asuhan gizi sangat ditentukan oelah efetktifitas intervensi gizi melaui edukasi dan konseling gizi yang efektif, pemberian dietetik yang sesuai untuk pasien dan kolaborasi dengan profesi lain. Apa tujuan melakukan evaluasi gizi kepada pasien?

a)

Memastikan identifikasi pasien dalam pembeian asuhan gizi

b)

Melakukan efisiensi pelayanan gizi agar menekan pengeluaran biaya operasional klinik

c)

Menentukan kesesuian jadwal dan distribusi makan kepada pasien dalam sehari

d)

Mengidentifikasi kekurangan atau kelebihan gizi terhadap pasien.

16.

KNOWLEDGE KLINIK 3.9 GIZI KLINIK

Klinik Pratama Rawat Inap mempunyai tenaga gizi yang berkompeten dan memberikan pelayanan gizi kepada pasien. Klinik tersebut mempunyai dapur dan tenaga masak tersendiri. Klinik mempunyai jadwal distribusi dan pemesanan makanan untuk masing-masing pasien. Apa saja dokumen yang harus dilihat oleh surveior untuk memenuhi standar 3.9 EP 2 terkait dengan penyusunan rencana asuhan gizi?

a)

Melihat dokumen penetapan petugas gizi yang berkompeten

b)

Melihat dokumen bukti bahwa distribusi dan pemberian makanan dilakukan sesuai jadwal dan pemesanan

c)

Melihat dokumen rencana asuhan gizi berdasarkan kajian kebutuhan gizi pada pasien sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan pasien

d)

Melihat dokumen bukti bahwa Pasien dan/atau keluarga diberi edukasi tentang pembatasan diet pasien dan keamanan atau kebersihan makanan

17.

Klinik membuat rencana asuhan gizi berdasarkan kajian kebutuhan gizi pada pasien sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan pasien. Keberhasilan proses asuhan gizi sangat ditentukan oleh efektivitas intervensi gizi melalui edukasi dan konseling gizi yang efektif, pemberian dietetik yang sesuai untuk pasien dan kolaborasi dengan profesi lain. Agar intervensi gizi dilaksanakan secara efektif, apa yang perlu dilakukan oleh petugas gizi dalam asuhan gizi? :K:

a)

Proses memberikan makanan kepada pasien sesuai keinginan pasien

b)

Proses memberikan edukasi tentang pola makan sehat kepada pasien

c)

Proses perencanaan program gizi untuk pasien

d)

Proses memberikan obat-obatan untuk meningkatkan nafsu makan

18.

Pelayanan gizi dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal-hal apa yang perlu menjadi perhatian dalam pelayanan gizi di klinik?:K:

a)

Pelayanan gizi dilakukan oleh tenaga yang kompeten

b)

Pelayanan gizi tidak memperhatikan status gizi pasien

c)

  Pemberian gizi sesuai dengan pesanan pasien

d)

Rencana asuhan gizi berdasarkan kemauan pasien

19.

Dalam pelaksanaan akreditasi klinik pratama, standar terkait pelayanan gizi menjadi salah satu aspek yang dinilai. Berdasarkan dokumen akreditasi klinik, manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan implementasi standar pelayanan gizi di klinik pratama? "K"

a)

Klinik pratama wajib memiliki ahli gizi dan ruangan khusus untuk pelayanan gizi

b)

Klinik pratama harus menyediakan layanan gizi rawat inap termasuk penyusunan diet khusus

c)

Klinik pratama dapat tidak menerapkan standar pelayanan gizi jika tidak memberikan pelayanan gizi

d)

Klinik pratama wajib melakukan skrining gizi pada semua pasien rawat jalan

20.

Pemberian terapi gizi sesuai dengan status gizi pasien dan konsisten dengan asuhan klinis. Kondisi kesehatan dan proses pemulihan pasien membutuhkan asupan makanan dan gizi yang memadai, oleh karena itu makanan perlu disediakan secara regular, sesuai dengan rencana asuhan, umur, budaya. Pasien berperan serta dalam perencanaan dan seleksi makanan. Pasien dan Keluarga diberi edukasi tentang pembatasan diet, ini tercantum di standar berapa Elemen penilaian ke berapa? "K"

a)

Standar 8 EP ke 3

b)

Standar 9 EP ke 2

c)

Standar 9 EP ke 3

d)

Standar 9 EP ke 4

21.

Makanan bagi pasien harus disiapkan dan disimpan dengan cara yang baku untuk  mengurangi risiko kontaminasi dan pembusukan. Apa yang dilakukan surveior untuk memastikan  pengelolaan makanan tersebut? "K"

a)

Melihat adanya kebijakan dan perosedur penyiapan dan penyimpanan makanan, form penyimpanan makanan, melihat proses penyiapan dan penyimpanan, wawancara petugas tentang proses penyiapan dan penyimpanan makanan

b)

Melihat adanya kebijakan dan perosedur penyiapan dan penyimpanan makanan, catatan pemisahan makanan yang cepat membusuk, melihat proses penyiapan dan penyimpanan

c)

Melihat adanya, form penyimpanan makanan, catatan pemisahan makanan yang cepat membusuk, melihat proses penyiapan dan penyimpanan, wawancara petugas tentang proses penyiapan dan penyimpanan makanan

d)

Melihat adanya kebijakan dan perosedur penyiapan dan penyimpanan makanan, form penyimpanan makanan, catatan pemisahan makanan yang cepat membusuk, melihat proses penyiapan dan penyimpanan, wawancara petugas tentang proses penyiapan dan penyimpanan makanan

22.

Klinik Pratama Rawat Inap tidak mempunyai tenaga gizi. Dalam penyelenggaraan pelayanan gizi, klinik tersebut menandatangani MoU dengan suatu kafetaria di sebelah klinik dimana kafetaria tersebut memiliki tengaa ahli gizi. Cara apakah yang dilakukan oleh seorang surveior dalam memberikan penilaian untuk standar 3.9 EP 3? (D,W) "K"

a)

Melihat MoU klinik dengan pihak kafetaria

b)

Melihat dokumen rencana asuhan gizi pasien

c)

Melihat bukti jadwal dan distribusi makanan kepada pasien

d)

Melihat cara petugas memberikan edukasi gizi kepada pasien

23.

Pemberian terapi gizi sesuai dengan status gizi pasien dan konsisten dengan asuhan klinis. Kondisi kesehatan dan proses pemulihan pasien membutuhkan asupan makanan dan gizi yang memadai, oleh karena itu makanan perlu disediakan secara regular, sesuai dengan rencana asuhan, umur, budaya. Pasien berperan serta dalam perencanaan dan seleksi makanan. Bagaimana bentuk peran serta pasien dalam perencanaan dan seleksi makanan ? "K"

a)

Pemesanan dan pemberian makanan tidak harus sesuai dengan status gizi dan kebutuhan pasien

b)

Keluarga pasien tidak boleh membawa makanan dari luar

c)

Setiap pasien harus mengonsumsi makanan sesuai dengan kondisi penyakit dan sesuai selera pasien

d)

Keluarga pasien dapat berpartisipasi dalam menyediakan makanan bila sesuai dan konsisten dengan kajian kebutuhan pasien dengan persetujuan dokter dan petugas kesehatan

24.

Pelayanan gizi dilakukan secara reguler  untuk pemenuhan gizi pasien yang dirawat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Apa dasar pertimbangan dalam pemberian  pelayanan gizi ? "K"

a)

Status kesehatan dan status gizi pasien

b)

Status gizi, rencana asuhan, umur

c)

Status gizi, rencana asuhan gizi, umur, budaya

d)

Status gizi dan rencana asuhan