WorksheetsASAS BAHASA INDONESIA KELAS X
Total questions: 36
Worksheet time: 2hrs 32mins
Bahasa Indonesia
Petunjuk Pengerjaan Soal :
1. Tuliskan nama Anda dengan jelas dan benar
2. Berdoalah sebelum mengerjakan soal
3. Bacalah soal dengan teliti
4. Jika ada soal yang kurang jelas silakan tanyakan kepada guru mata pelajaran atau guru pengawas
5. Tidak diperbolehkan membuka tab lain saat mengerjakan soal ini
Tuliskan Nama Lengkap
(a)
Tentukan kalimat mana yang merupakan kalimat tidak baku!
Taman Nasional Lorentz di Papua yang didirikan pada 1997 ditetapkan menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara oleh UNESCO.
Tak sampai disitu saja, organisasi nonpemerintah internasional lainnya, WWF, menetapkan Taman Nasional Lorentz di Papua sebagai kawasan konservasi terluas dan terlengkap ekosistemnya di Asia
Pasiik.
Ditinjau dari aspek keragaman ekosistem, Taman Nasional Lorentz mencakup seluruh tipe ekosistem utama yang ada di Papua.
Terdapat daerah isolasi alamiah bagi penyebaran jenis burung dan hewan lainnya di deretan Pegunungan Sudirman.
Sedangkan dari jenis-jenis satwa yang sudah diidentiikasi di Taman Nasional Lorentz ada beberapa contoh jenis burung yang menjadi ciri khas.
Tentukan kalimat yang merupakan kalimat definisi!
Taman Nasional Lorentz memiliki 34 tipe vegetasi.
Taman Nasional Lorentz berkontribusi terhadap keanekaragaman hayati Papua.
Kanguru pohon dingiso merupakan penemuan satwa baru.
Luas Taman Nasional Lorentz membentang 150 km.
Contoh jenis burung yang menjadi ciri khas adalah dua jenis kasuari.
Indah pada Waktunya
Seorang guru Bimbingan Konseling memanggil Dedi, salah seorang siswa kelas X yang diketahui sering melakukan pelanggaran di sekolah.
Kala itu, mereka berdua sedang berada di dalam ruang BK.
“Dedi, ibu mendapatkan laporan bahwa kamu jarang membuat PR dan sering tidur di kelas, benarkah itu?” tanya guru BK dengan nada
bersahabat. Mendengar pertanyaan itu, Dedi justru menjawab dengan sangat santai. Ia mengakui bahwa yang dikatakan guru BK memang
benar adanya. Mendengar respons muridnya yang cenderung tidak menunjukkan penyesalan sama sekali, lantas sang guru pun kembali bertanya kepada Dodi,
“Nak, bukannya kamu selepas SMA ini ingin jadi polisi?”
“Kok ibu tahu?” tanya Dedi penasaran.
Ibu guru mulai mengambil ponsel miliknya dari dalam tas, kemudian ia tampak membuka akun Facebook pribadinya. Tidak lama berselang,
ia menunjukkan sebuah tulisan status Facebook yang bertuliskan, “Akan indah pada waktunya, pasti jadi polisi”.
“Status ini kamu kan yang membuatnya?” sambil menunjukkan tulisan tersebut ke Dedi. Wajah Dedi kemudian menjadi merah seketika.
(Sumber: Kurniawan/Kemendikbudristek, 2023)
Sindiran yang terkandung dalam anekdot tersebut adalah ….
Kebiasaan seorang pelajar yang ingin sukses di kemudian hari, tetapi malas untuk belajar.
Kelakuan seorang pelajar yang selalu mencari alasan dari kesalahan yang dilakukannya.
Kebiasaan seorang pelajar yang suka membuat masalah di sekolah dan tidak takut ditegur guru.
Kelakuan seorang pelajar saat ini yang selalu berkeinginan untuk dituruti semua kemauannya.
Kebiasaan seorang pelajar yang sudah kecanduan bermain Facebook dan tidak bisa dihentikan.
Indah pada Waktunya
Seorang guru Bimbingan Konseling memanggil Dedi, salah seorang siswa kelas X yang diketahui sering melakukan pelanggaran di sekolah.
Kala itu, mereka berdua sedang berada di dalam ruang BK.
“Dedi, ibu mendapatkan laporan bahwa kamu jarang membuat PR dan sering tidur di kelas, benarkah itu?” tanya guru BK dengan nada
bersahabat. Mendengar pertanyaan itu, Dedi justru menjawab dengan sangat santai. Ia mengakui bahwa yang dikatakan guru BK memang
benar adanya. Mendengar respons muridnya yang cenderung tidak menunjukkan penyesalan sama sekali, lantas sang guru pun kembali bertanya kepada Dodi,
“Nak, bukannya kamu selepas SMA ini ingin jadi polisi?”
“Kok ibu tahu?” tanya Dedi penasaran.
Ibu guru mulai mengambil ponsel miliknya dari dalam tas, kemudian ia tampak membuka akun Facebook pribadinya. Tidak lama berselang,
ia menunjukkan sebuah tulisan status Facebook yang bertuliskan, “Akan indah pada waktunya, pasti jadi polisi”.
“Status ini kamu kan yang membuatnya?” sambil menunjukkan tulisan tersebut ke Dedi. Wajah Dedi kemudian menjadi merah seketika.
(Sumber: Kurniawan/Kemendikbudristek, 2023)
Berdasarkan anekdot tersebut, gambaran dampak negatif yang terjadi
apabila terlalu sering melanggar aturan sekolah adalah ….
Akan terbiasa melakukan kesalahan dan kurang peduli terhadap
teguran dari pihak sekolah.
Akan selalu melawan kehendak guru ataupun orang tua di rumah.
Akan selalu membuat alasan yang tidak masuk akal agar terbebas
dari berbagai hukuman.
Akan menjadi pribadi yang tidak peka terhadap lingkungan sekitar
dan perkembangan zaman.
Akan menuliskan semua keluhan yang dialaminya melalui akun
media sosial pribadi miliknya.
Maka terlalu kasih sayangnya ayahanda baginda dua laki isteri akan
anakanda baginda kedua bersaudara itu adalah laksana orang yang
menenteng minyak yang penuh.
Majas yang terdapat pada kalimat di atas adalah ….
antonomasia
personiikasi
simile
hiperbola
metafora
