wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

BSMR Type B

Total questions: 90

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.
Sistem informasi manajemen risiko operasional harus dimiliki dan dikembangkan sesuai dengan keburuhan bank dalam rangka penerapan manajemen risiko yang efektif. Data dan informasi risiko operasional yang harus dianalisis adalah:
a)
A. Laporan laba rugi 3 tahun terakhir
b)
B. Laporan data kerugian historis
c)

C. Laporan rincian indikator bisnis (IB)

d)
B dan C benar
2.
Jenis-jenis kejadian risiko operasional dapat digolongkan menjadi beberapa tipe kejadian berdasarkan empat sumber utamanya yaitu Proses internal, Sumber daya manusia, Sistem dan infrastruktur dan Kejadian Eksternal. Berikut adalah kejadian risiko yang disebabkan oleh proses internal:
a)
A. Jumlah dan kompetensi SDM yang tidak memadai
b)
B. Pengendalian data yang tidak memadai
c)
C. Dokumentasi yang tidak lengkap
d)
D. Fraud eksternal, termasuk fraud yang timbul akibat aktivitas pencucian uang dan pendanaan terorisme.
3.
Pengelolaanrisikooperasionalterfokuspadaduajeniskejadian,yaitu
a)
A. High Frequency/High Impact & High Frequency/Low Impact
b)
B. Low Frequency/High Impact & High Frequency/Low Impact
c)
C. High Frequency/High Impact & Low Frequency/Low Impact
d)
D. Low Frequency/High Impact & Low Frequency/Low Impact
4.
Sesuai dengan kerangka Basel II, terdapat 3 metode untuk perhitungan modal risiko operasional, yaitu:
a)
A. Basic Indicator Approach, Standardized Approach dan Advanced Measurement Approach
b)
Internal Rating Based Approach, Standardized Approach dan Internal Model Approach
c)
Basic Indicator Approach, Standardized Approach dan Internal Rating Based Approach
d)
Standardized Approach, Internal Rating Based Approach Foundation dan Internal Rating Based Approach Advanced
5.
Pengukuran risiko operasional berdasarkan metode Basic Indicator Approach menurut Basel II menggunakan total gross income bank sebagai indikator risiko. Pernyataan berikut terkait dengan perhitungan gross income, yaitu:
a)
A. Gross income adalah jumlah dari net interest income dan net non interest income
b)
Net interest income adalah pendapatan dari kredit dan interest bearing assets lainnya dikurangi dengan biaya dana dan interest bearing liabilities lainnya.
c)
Net non-interest income mencakup fee dan komisi serta net income dari dari kegiatan lainnya di luar kredit dan pendanaan
d)
Semua jawaban benar
6.
Dalam pendekatan Advanced Measurement Approach, salah satu teknik yang digunakan bank adalah:
a)
A. Return on Investment (ROI) dan Net Present Value (NPV)
b)
B. SWOT Analysis
c)
C. Loss Distribution Approach (LDA)
d)
D. Sig Sigma
7.
Pengukuran risiko operasional Metode Standar menurut Basel III Reforms menggunakan perhitungan komponen indikator bisnis, yang meliputi:
a)
A. Komponen Bunga, Sewa dan Dividen
b)
B. Komponen Jasa
c)
C. A dan B benar
d)
D. A dan B salah
8.
Komponen Kerugian Risiko Operasional (KKRO) dihitung dengan rumus:
a)
A. 15 x rata-rata nilai kerugian risiko operasional tahunan yang berkualitas tinggi selama 10 tahun sebelumnya.
b)

B. 15 x rata-rata nilai kerugian risiko operasional tahunan yang berkualitas tinggi selama 3 tahun sebelumnya.

c)

C. Dalam hal bank tidak memiliki data kerugian kualitas tinggi selama periode 10 , maka bank dapat menggunakan data kerugian risiko operasional berkualitas tinggi dengan periode selama 5 tahun.

d)
A dan C benar
9.
Penetapan limit risiko operasional dilakukan secara komprehensif atas seluruh aspek yang terkait dengan risiko operasional, yaitu mencakup:
a)
A. Limit risiko operasional secara keseluruhan
b)
B. Limit per faktor risiko operasional
c)
C. Limit per aktivitas bisnis bank yang memiliki eksposur risiko operasional
d)
D. Semua jawaban benar
10.
Dalam mengkomunikasikan risiko operasional, bank harus memiliki dan mengembangkan sistem informasi manajemen risiko operasional yang memadai. Untuk itu, laporan perhitungan untuk risiko operasional harus mencakup:
a)
A. Laporan data kerugian historis dan Laporan Rincian Indikator Bisnis
b)
Laporan data kerugian historis, Laporan Rincian Indikator Bisnis dan laporan perhitungan ATMR untuk Risiko Operasional
c)
Laporan data kerugian historis, Laporan Rincian Indikator Bisnis, laporan perhitungan ATMR untuk Risiko Operasional dan Laporan Modal Risiko Operasional.
d)
Semua jawaban benar
11.
Risiko yang timbul akibat gerakan harga atas surat berharga individual yang disebabkan oleh faktor-faktor yang terkait dengan surat berharga atau penerbitnya merupakan risiko:
a)
A. Risiko pasar umum (General Market Risk)
b)
B. Risiko spesifik (Spesific Risk)
c)
C. Risiko pasar lainnya (Other Market Risk)
d)
D. Risiko suku bunga (Interest Rate Risk)
12.
Untuk menghitung kecukupan modal risiko pasar menggunakan pendekatan standar (standardized approach). Sensitivity Based Method (SBM) dihitung berdsaarkan 3 (tiga) skenario, salahsatu skenario tersebut adalah Tingkat perubahan delta untuk setiap unit perubahan pada harga underlying, Risiko ini mencakup risiko tambahan yang tidak tercakup oleh risiko delta untuk perubahan harga dalam hak opsi. Defini tersebut adalah scenario :
a)
A. Curvature risk
b)
B. Vega risk
c)
C. Delta Risk
d)
D. Residual Risk on
13.
Dalam pendekatan perhitungan modal risiko pasar, menggunakan standar yang disederhanakan (Simplified Standardized Approach), perhitungan beban modal terdiri dari a. Sederhana (simplified approach) dan b. Intermediate approach, merupakan perhitungan modal :
a)
E. Risiko Ekuitas
b)
F. Risiko Valuta Asing
c)
G. Hak Opsi
d)
H. Risiko Suku Bunga
14.
Bankyangtelahmenggunakanpendekatanstandardalamperhitungan kecukupan modal tidak dipebolehkan beralih menjadi menggunakan pendekatan standar yang disederhanakan. Bank harus menggunakan pendekatan standar dalam menghitung modal risiko pasar, dalam hal bank memiliki porftolio berupa :
a)
A. Eksposure Matched book dan atau trading and banking book serta manage position
b)
Eksposure sekuritisasi dan atau investasi ekuistas dalam funds
c)
Eksposure yang berdampak kepada pengelolaan Hedging dengan diskresi
d)
Eksposure yang terkonsentrasi pada transaksi tradding valuta asing i
15.
Dalam melakukan trading, bank dapat memilih strategi dengan mengambil posisi berlawanan dan bernilai sama (offset). Strategi ini disebut dengan:
a)
E. Matched book
b)
F. Manageposition
c)
G. Market Maker
d)
H. Hedging dengan diskresi
16.
Pernyataan di bawah ini terkait dengan perhitungan ATMR Risiko Pasar untuk Default Charge Risk (DRC), kecuali:
a)
A. DRC mencakup risiko jump to default (JTD) untuk instrument yang memiliki risiko gagal bayar.
b)
Memiliki 3 parameter risiko yaitu delta risk, vega risk dan curvature risk
c)
Dapat mengakui/menggunakan lindung nilai (hedging) untuk jenis eksposure yang serupa (korporasi, pemerintah pusar dan pemerintah daerah).
d)
Perhitungan bebann modal DRC dikalibrasi berdasarkan pendekaran risiko kredit dalam banking book.
17.
Mengingat tidak semua risiko pasar dapat dicakup sepenuhnya dalam pendekatan standar, metode perhitungan yang ditujukan untuk memastikan cakupan risiko pasar yang memadai untuk instrument dengan underlying yang eksotis dan instrument yang memiliki risiko residual lainnya adalah:
a)
A. Sensitivity-Based Method
b)
B. Default Risk Charge (DRC)
c)
C. Reduced Sensitivity-Based Method
d)
D. Residual Risk Add On (RRAO)
18.
Dalam perhitungan ATMR Risiko Pasar dengan pendekatan standar (standardized approach) sensitivity based method menggunakan 3 parameter risiko yaitu :
a)
A. Delta risk, Vega risk dan Curvature risk
b)
B. Delta risk, Gamma risk dan Vega risk
c)
C. A dan B benar
d)
D. A dan B salah
19.

Perubahan nilai dari transaksi atau portofolio sebagai akibat perubahan volatilitas underlying instrument opsi disebut:

a)
A. Delta risk
b)
B. Vega risk
c)
C. Gamma Risk
d)
D. Curvature risk
20.
Dalam pendekatan standar yang disederhanakan (Simplified Standardized Approach) risiko pasar, seluruh efek utang dan dan instrumen lainnya yang sejenis dalam trading book, adalah cakupan
a)
A. Risiko Suku Bunga
b)
B. Risiko Valas
c)
C. Risiko Nilai Tukar
d)
D. RisikoEkuitas
21.
Bank yang menggunakan model pendekatan standar yang disederhakan (simplified standardized approach) harus memenuhi syarat sebagai berikut , kecuali :
a)
A. Disetujui oleh OJK
b)
B. Bank tidak memiliki eksposure correlation trading positions
c)
C. Bank yang tidak berdampak sistemik
d)
D. Bank yang sesuai dengan karakterisk dan kompleksitasnya
22.
Berikut adalah pernyataan yang benar terkait dengan simplified standardized approach (SSA) dalam perhitungan ATMR Risiko Pasar, kecuali:
a)
A. Mencakup perhitungan beban modal untuk risiko suku bunga, risiko nilai tukar, risiko ekuitas dan risiko komoditas.
b)
Perhitungan beban modal dalam pendekatan SSA merupakan penjumlahan beban modal yang telah dikalibrasi dikalikan dengan faktor skala untuk masing-masing jenis risiko
c)
Faktor skala risiko suku Bunga (SF-IRR), faktor skala risiko nilai tukar (SF-FX), faktor skala risiko ekuitas (SF-EQ) dan faktor skala komoditas (SF-COMM) berturut-turut adalah 1,2 ; 3.5; 1.3 dan 1,9
d)
Faktor skala risiko suku Bunga (SF-IRR), faktor skala risiko nilai tukar (SF-FX), faktor skala risiko ekuitas (SF-EQ) dan faktor skala komoditas (SF-COMM) berturut-turut adalah 1,3 ; 1,2; 3,5 dan 1,9
23.
13.Pernyataan berikut terkait dengan Stress testing, kecuali :
a)
A. Bertujuan untuk mengidentifikasi event atau kondisi yang akan meningkatkan terjadinya keuntungan atau kerugian yang luar biasa
b)
Bank yang menggunakan internal model approach tidak wajib menggunakan stress testing sebagai bagian dari kerangka manajemen risikonya
c)
Ditujukan untuk mengkuantifikasi kecukupan modal bank apabila terjadi event yang luar biasa.
d)
Bank dapat menggunakan historical scenario dalam melakukan stress testing, yaitu scenario yang mengulang kembali krisis yang pernah terjadi di masa sebelumnya.
24.
14.Agar dapat menganalisis eksposur risiko pasar sesuai limit maka bank harus menetapkan dan memiliki limit risiko pasar sesuai dengan:
a)
A. Tingkat risiko pasar yang akan diambil (risk appetite)
b)
B. Toleransi risiko pasar (risk tolerance)
c)
C. Strategi bank secara keseluruhan dengan memperhatikan kemampuan modal bank
d)
D. Semua jawaban benar
25.
15.Dalam hal mengkomunikasikan risiko pasar, laporan pengelolaan risiko pasar harus disusun sesuai prosedur yang baku, kecuali :
a)
Sistem informasi manajemen risiko pasar harus dapat mengkuantifikasikan eksposur risiko dan memantau perubahan faktor pasar secara harian dan real time basis.
b)
Sistem informasi manajemen risiko pasar harus dapat digunakan untuk memperkirakan potensi kerugian di masa depan.
c)
Bank dimungkinakan untuk menggunakan satu model untuk tujuan pemenuhan ketentuan (regulatory purpose) dan model lainyang berbeda untuk tujuan manajemen risiko.
d)
Laporan pengelolaan risiko pasar merupakan tanggung jawab dan kewenangan direksi.
26.
16. Dalam pendekatan standar yang disederhanakan (Simplified Standardized Approach), posisi valutas asing yang terkspose nilai tukar termasuk emas adalah :
a)
A. Trading Book
b)
B. Banking Book
c)
C. Trading and Banking Book
d)
D. Trading valutas asing
27.
17.Perhitungan pengukuran ATMR Risiko Pasar mencakup risiko jump-to- default (JTD) untuk instrumen yang memiliki risiko gagal bayar , istilah tersebut
a)
E. FRC
b)
F. DRC
c)
G. RRO
d)
H. RRA
28.
18.Dalam mengukur Sensitivity Based Method menggunakan variable yang digunakan adalah Vega, Delta dan Curvature Risk, untuk definisi perubahan nilai dari transaksi atau portofolio sebagai akibat perubahan volalitas harga underlying adalah variable :
a)
A. Vega
b)
B. Delta
c)
C. Curvature
d)
D. Seluruh Jawaban Salah
29.
19. Dalam pendekatan standar yang disederhanakan (Simplified Standardized Approach), perhitungan beban modal PDN dalam rangka perhitungan ATMR Pasar x 8%, merupakan risiko :
a)
I. Risiko Ekuitas
b)
J. Risiko Valuta Asing
c)
K. Risiko Nilai Tukar
d)
L. Risiko Suku Bunga
30.
20.Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) RIsiko Pasar, metode dan pendekatan yang digunakan adalah :
a)
Pendekatan standar (standardized approach) dan pendekatan standar yang disederhanakan (simplified standardized approach)
b)
Pendekatan standar (standardized approach
c)
Pendekatan standar yang disederhanakan (simplifed standardized approach
d)
D. Pendekatan standar (standardized approach) dan pendekatan basic indicator approach
31.
Risiko kredit dapat menjadi penyebab utama kegagalan Bank. Yang termasuk dalam risiko kredit adalah:
a)
A. Risiko kredit akibat kegagalan debitur
b)
Risiko kredit akibat terkonsentrasinya penyediaan dana (risiko konsentrasi kredit)
c)
Risiko kredit akibat country risk
d)
Semua jawaban benar
32.
Risiko kredit yang timbul akibat kegagalan penyerahan kas dan/atau instrumen keuangan pada tanggal penyelesaian yang telah disepakati dari transaksi penjualan dan atau pembelian instrumen keuangan disebut:
a)
A. Settlement risk
b)
B. Counterparty credit risk
c)
C. Country risk
d)
D. Semua jawaban benar
33.
Struktur rating bank sebagaimana yang ditetapkan oleh regulasi, sekurang-kurangnya terdiri dari :
a)
A. 8 (delapan) peringkat PD, diantaranya 6 (enam) Kategori Kredit lancar (perfoming loan) dan 2 (dua) kategori kredit macet
b)
8 (delapan) peringkat PD, diantaranya 7 (tujuh) Kategori Kredit lancar (perfoming loan) dan 1 (satu) kategori kredit macet
c)
9 (delapan) peringkat PD, diantaranya 8 (delapan) Kategori Kredit lancar (perfoming loan) dan 1 (satu) kategori kredit macet
d)
9 (delapan) peringkat PD, diantaranya 7 (tujuh) Kategori Kredit lancar (perfoming loan) dan 2 (duau) kategori kredit macet
34.
Estimasi kerugian yang akan dialami bank apabila terjadi default. Dalam beberapa kasus, bank sebagai kreditur dari perusahaan atau individu tersebut tidak dapat mengembalikan sebagian dari potensi kerugiannya. Komponen ini dapat diperbaiki jika eksposur bank di- cover dengan agunan, yang dikenal dengan istilah .
a)
PD
b)
EAD
c)
potensi risiko
d)
LGD
35.
Bank dapat melakukan strategi mitigasi risiko kredit melalui berbagai macam metode, yaitu:
a)
Agunan
b)
Penetapan Limit
c)
Sekurutisasi aset
d)
Semua jawaban benar
36.
Sesuai Basel III Reforms, kategori portofolio berdasarkan kelompok asset dibedakan menjadi 15. Tagihan kepada usaha mikro, usaha kecil dan portofolio retail adalah tagihan yang memenuhi persyaratan, kecuali:
a)
A. Tagihan untuk perorangan dan badan usaha UMK
b)
B. Plafond maksimal sebesar Rp 5 milyar
c)
C. Tagihan tersebar, maksimal tagihan kepada satu pihak lawan 0,1% dari seluruh tagihan UMK dan Ritel.
d)
D. Debitur tidak tergolong sebagai 50 debitur besar bank.
37.
Pernyataan berikut terkait dengan perhitungan ATMR Risiko Kredit adalah, kecuali:
a)
A. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) adalah Modal dibagi dengan ATMR
b)
ATMR risiko kredit dihitung dari Tagihan bersih dikalikan bobot Risiko
c)
Menghitung Tagihan bersih terdiri dari Asset, transaksi rekening administratif (TRA) dan counterparty credit risk.
d)
Tagihan bunga harus dikeluarkan dari perhitungan nilai asset pada saat menghitung ATMR risiko kredit bank
38.
Kemungkinan terjadinya kegagalan pembayaran pokok pinjaman maupun bunga oleh debitur disebut dengan :
a)
A. Exposure at Default (EAD)
b)
B. Probability of Default (PD)
c)
C. Loss Given Default (LGD)
d)
D. Customer Default
39.
Bank yang menggunakan IRBA dipersyaratkan menggunakan rating system design yang mencakup :
a)
A. Dimensi rating, Eksposure rating,penggunaan model
b)
B. Struktur rating, Kriteria rating, dokumentasi
c)
C. Time horizon
d)
D. Seluruh jawaban benar
40.
Berikut adalah pernyataan yang benar terkait dengan perhitungan Expected Loss dan Unexpected Loss, kecuali:
a)
Expected Loss menggambarkan jumlah rata-rata yang diperkirakan merupakan kerugian dalam portofolio bank dari waktu ke waktu
b)
Expected Loss dicover dengan provisi atau cadangan yang diperhitungkan sebagai biaya bisnis dan pricing.
c)
Unexpected loss menggambarkan kerugian yang dialami bank pada saat “bad year” dan hanya akan mengurangi pendapatan bank.
d)
Unexpected loss menggambarkan kerugian yang dialami bank pada saat “bad year” dan dapat mengurangi pendapatan dan modal bank (jika pendapatan bank tidak dapat mengcover kerugiaan tersebut).
41.
Pada pendekatan Internal Rating Based (IRB), kriteria rating menetapkan persyaratan yang harus dipenuhi untuk melakukan definisi rating. Kriteria tersebut harus, kecuali:
a)
Memberikan hasil yang dapat diandalkan sehingga perbedaan risiko dapat dijelaskan dengan baik.
b)
Cukup jelas dalam memberikan penjelasan kepada pihak ketiga (pengawas maupun auditor) untuk memahami penggunaan rating tersebut
c)
Penggunaan peringkat debitur dapat disesuaikan setiap saat dengan kebutuhan bank
d)
Memberikan informasi debitur yang terkini dan terlengkap
42.
12.Dalam pelaksanaan pemantauan eksposur risiko kredit, SKMR harus:
a)
A. Menyusun laporan mengenai perkembangan risiko kredit secara berkala dan mengakomodir faktor-faktor penyebab risiko kredit dalam laporan tersebut
b)
Menyampaikan laporan perkembangan risiko kredit kepada Direksi dan Komite Pemantau Risiko
c)
Menyampaikan laporan perkembangan risiko kredit kepada Komisaris dan Komite Manajemen Risiko
d)
Semua jawaban benar
43.
13. Laporan pengelolaan risiko kredit dikomunikasikan sesuai prosedur yang berlaku, kepada:
a)
Direktur Utama dan direktur yang membawahi manajemen risiko
b)
Komisaris melalui Komite Manajemen Risiko
c)
Bank Indonesia melalui Laporan Profil Risiko
d)
Semua jawaban benar
44.
14.Terdapat 2 (dua) Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk risiko kredit yaitu Standardized Method/sering kali disebut Standardized Approach (SA) dan ..
a)
A. Metode internal Rating-Based Approach = IRBA
b)
B. Simpel Standarized Approach
c)
C. Basic Indicator Approach
d)
D. Aktiva Tertimbang Menurut Risiko Kredit = ATMR Kredit
45.
Pada Basel III Reforms (SA-Basel 3 R) perhitungan kecukupan modal rasio minum tetap digunakan sebagaimana yang diatur dalam Basel I dan Basel II, adapun rasio minum tersebut sebesar :
a)
0.08
b)
0.12
c)
12,5%
d)
8,5%
46.
16.Kelompok aset dalam Basel II dan Basel III Reforms: SA-Basel 3R merupakan hasil penyempurnaan pendekatan penyusunan neraca berdasarkan.risiko yang terdapat pada Basel II
a)
Modal
b)
Frekuensi
c)
tingkat
d)
bobot
47.
Beberapa kesamaan menggunakan pendekatan perhitungan menggunakan IRBA dan metode standardised Approach diantaranya grading model, adapun yang membedakannya yaitu
a)
penggunaan data yang dimiliki oleh bank untuk menghitung supervisory capital requirement. Data ini diperoleh dari informasi internal bank yang digunakan untuk penilaian grading model debitur-debiturnya
b)
penggunaan data yang dimiliki oleh bank untuk menghitung supervisory capital requirement. Data ini diperoleh dari informasi internal bank yang digunakan untuk penilaian credit model dari debitur-debiturnya
c)
penggunaan data yang dimiliki oleh bank untuk menghitung supervisory capital requirement. Data ini diperoleh dari informasi internal bank yang digunakan untuk penilaian creditworthiness dari debitur-debiturnya
d)
penggunaan data yang dimiliki oleh bank untuk menghitung supervisory capital requirement. Data ini diperoleh dari informasi internal bank yang digunakan untuk penilaianaspek kemampuan modal debitur-debiturnya
48.
Bank X melakukan perhitungan kecukupan rasio ATMR risiko kredit setiap bulan dan dilaporkan kepada otoritas guna pemenuhan kepatuhan dan tata kelola, Untuk pemenuhan tersebut rumus ATMR risiko kredit adalah :
a)
A. Tagihan bersih x bobot risiko
b)
B. Baki debet/oustanding kredit x bobot risiko
c)
C. Tagihan bersoh x betha
d)
D. Baki debet/outstanding kredit x betha
49.
19.Kelompok Aset dalam Basel III, memiliki kesamaan dengan Standardized Approach dalam Basel III reforms dan pendekatan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), adapun jumlah Kelompok Aset dalam Basel III sebanyak :
a)
12
b)
15
c)
18
d)
10
50.
20.Basel II memperbolehkan penggunaan grading model yang dilakukan oleh perusahaan pemeringkat (rating agency) pada saat melakukan pemeringkatan penerbitan surat berharga di pasar modal. Adapun grading model bersifat “additive” artinya :
a)
A. Model yang mengabaikan bobot risiko
b)
B. Model yang sesuai dengan penerapan bobot risiko
c)
C. Model yang mengabaikakn portfolio effect
d)
D. Model yang menyesuaikan portfolio effect
51.
21.Kategori portfolio berdasarkan kelompok Aset sesuai dengan penerapan Basel reforms, yang tidak mengalami perubahan adalah : A. Pemerintah, Entitas Sektor Publik (BUMN), Aset Lainnya
a)
Pemerintah, Entitas Sektor Publik (BUMN), Aset Lainnya
b)
Korporas, Konglomerasi corporatei dan Kredit menengah UMKM
c)
Kredit Properti dan Komersial
d)
A dan B Benar
52.
22.Kriteria yang harus dimiliki oleh Kategori portfolio Kredit Pegawai atau Kredit Pensiun memiliki syarat yaitu PNS, Anggota TNI, POLRI, Pegawai lembaga negara dan pegawai BUMN/BUMD, dimana plafond maximum sebesar :
a)
500 juta
b)
400 juta
c)
350 juta
d)
300 juta
53.
Kategori portfolio Kredit Pegawai atau Kredit Pensiun memiliki syarat yaitu PNS, Anggota TNI, POLRI, Pegawai lembaga negara dan pegawai BUMN/BUMD dalam menghitung kecukupan modal menggunakan bobot sebesar :
a)
0.45
b)
0.3
c)
0.5
d)
0.25
54.
24.Basel commite berpendapat bahwa jika aset berada dalam portfolio dengan jangka waktu jatuh tempo yang lama, maka perlu dilakukan dilakukan adjusment terhadap tingkat regulatory capital yang dibutuhkan, oleh karena itu diperkenalkan faktor risiko :
a)
S
b)
M
c)
Rating
d)
Bobot Risiko
55.
25.Penerapan pendekatan berdasarkan pemeringkatan internal (Internal Ratings-Based Approach) terdapat perubahan yang paling signifikan dalam area risiko kredit di Basel II dimana diperkenankann bank menggunakan model internalnya untuk menghitung persyaratan kecukupan modal yang dikenal dengan :.
a)
E. Grading model
b)
F. Scoring
c)
G. Rating
d)
H. Bobot risiko
56.
26.Komposisi persyaratan minimum menunjukkan persyatan yang harus dipenuhi oleh bank dalam penerapan IRBA, termasuk dalam persyaratan tersebut yaitu, kecuali
a)
A. Perbedaan yang jelas mengenai risiko
b)
B. Perlakuan bobot risiko sesuai dengan portfolio kredit
c)
C. Perhitungan risiko secara kualitatif yang akurat dan konsisten
d)
D. Apakah Sistem dapat digunakan untuk mendukung keputusan
57.
Jika aset berada dalam portfolio dengan jangka waktu jatuh tempo maka diperkenalkan faktor risiko M untuk mengukur tingkat risiko regulatory capital, aapun faktor M dapat digunakan dalam kriteria
a)
Kredit jumlah kecil kepada individual dalam mengukur sovereign, bank atau korporasi
b)
Kredit jumlah kecil kepada korporasi dalam mengukur sovereign, bank atau korporasi
c)
Kredit jumlah besar kepada individual dalam mengukur sovereign, bank atau korporasi
d)
Kredit jumlah besar kepada korporasi dalam mengukur sovereign, bank atau korporasi
58.
28.Bank harus menghitung ATMR Risiko Kredit dengan menggunakan rumus tagihan bersih diperhitungan dengan bobot risiko, adapun yang termasuk dalam tagihan bersih untuk menghitung ATMR Risiko Kredit yaitu, kecuali
a)
A. Aset (Nilai tercatat Aset + Tagihan Bunga) - (CKPN)
b)
B. Baki Debet Kredit x bobot risiko
c)
C. TRA (Kewajiban Komitmen dan Kontijensi) x FKK
d)
D. Counterparty Credit Risk
59.
29.Kategori portfolio berdasarkan kelompok asset sesuai basel III Reforms yang termasuk tagihan kepada Pemerintah Indonesia :
a)
A. OJK dan Bank Indonesia
b)
B. LPS, LPEI dan Pemerintah Negara Lain
c)
C. Bank Sentral Negara Lain dan SWF
d)
D. Semua Benar
60.
30.Sebagai contoh adanya perpindahan produsen mobil bahan ke alumunium untuk bahan baku mesin dan plastik untuk bahan baku panel. Akibat langsung dari perpindahan ini adalah kondisi bisnis produsen bahan yang semakin memburuk sehingga mengalami kondisi kredit yang juga semakin memberuruk dan sebaliknya produsen almunium dan plastik mengalami kondisi bisnis yang semakin membaik dengan perbaikan pada kondisi kreditnya. Berdasarkan hal tersebut, metode perhitungan modal yang berdampak adalah :
a)
A. Risiko Kredit metode IRBA akibat portfolio effect
b)
B. Risiko Kredit metode Standaridized Approach akibat grading modl
c)
C. Risiko Kredit metode IRBA akibat bobot risiko
d)
D. Risiko Kredit metode Standardized Approach akibat bobot risiko
61.
1. Risiko investasi adalah risiko unik yang dihadapi oleh bank syariah. Berikut ini adalah pernyataan yang tepat terkait risiko investasi, kecuali:
a)
Risiko investasi timbul karena bank ikut menanggung kerugian usaha nasabah yang dibiayai dalam pembiayaan berbasis bagi hasil
b)
Risiko investasi timbul karena adanya penempatan yang dilakukan oleh bank syariah kepada pembiayaan nasabah
c)
Risiko investasi timbul karena penempatan yang dilakukan bank syariah pada Sukuk Murabahah
d)
Risiko investasi timbul karena penempatan yang dilakukan bank syariah pada penempatan dana antar bank Mudharabah/Musyarakah.
62.
2. Apabila bank syariah memberikan pembiayaan berdasarkan akad bagi hasil, kemudian kualitas pembiayaan tersebut memburuk, maka bank mengalami risiko:
a)
A. RIsiko kredit dan Risiko operasional
b)
B. RIsiko kredit dan Risiko investasi
c)
C. Risiko pasar dan Risiko investasi
d)
D. Risiko Imbal hasil dan risiko kredit
63.
3. Pada fasilitas pembiayaan berbasis bagi hasil, kemampuan membayar nasabah mengacu pada:
a)
A. Proyeksi bagi hasil
b)
B. Realisasi bagi hasil
c)
C. Rasio realisasi bagi hasil terhadap proyeksi bagi hasil
d)
D. Rasio realisasi bagi hasil terhadap marjin
64.
4. Dalam kebijakan manajemen risiko investasi, yang harus menetapkan dan meletakkan arahan yang jelas mengenai tingkat risiko investasi yang akan diambil (risk appetite) dan toleransi risiko investasi (risk tolerance), adalah:
a)
A. Direksi
b)
B. Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR)
c)
C. Dewan Komisaris
d)
D. Divisi Manajemen Risiko
65.
5. Parameter/indikator penilaian tingkat risiko investasi, antara lain mencakup
a)
Komposisi tingkat konsentrasi pembiayaan berbasis Jual Beli/Murabahah
b)
Kualitas pembiayaan berbasis Jual Beli/Murabahah
c)
Komposisi tingkat konsentrasi pembiayaan berbasis Bagi Hasil/Musyarakah & Mudharabah
d)
Semua jawaban benar
66.
6.Skema investasi bank syariah melalui pembiayaan dapat menggunakan skema:
a)
A. Sewa (Ijarah)
b)
B. Jual beli (Murabahah)
c)
C. Bagi hasil (Mudharabah/Musyarakah)
d)
D. Semua jawaban benar
67.
7. Pengukuran risiko investasi dan risiko kredit memiliki kesamaan, salah satunya dengan mengukur besarnya kemungkinan debitur mengalami wanprestasi atau tidak mampu mengembalikan kewajibannya baik pokok maupun bagi hasil, disebut:
a)
A. Loss Given Default (LGD)
b)
B. Probability of Default (PD)
c)
C. Exposure at Default (EAD)
d)
D. Unexpected Loss (UL)
68.
8.Pengukutan risiko investasi dalam kondisi ekstrim dengan mengestimasi potensi kerugian adalah menggunakan cara
a)
A. Liquidity Test
b)
B. Quick Ration Test
c)
C. Stress Test
d)
D. A, B dan C benar
69.
9. Prosedur pemantauan risiko investasi harus mampu mengidentifikasi asset pembiayaan bermasalah, termasuk tindakan penyelamatan dan pembentukan cadangan yang cukup. Sistem pemantauan risiko investasi paling sedikit memuat ukuran untuk:
a)
A. Memastikan bank mengetahui kondisi keuangan terakhir dari pihak lawan
b)
Memantau kepatuhan terhadap persyaratan dalam perjanjian pembiayaan
c)
Menilai kecukupan agunan dibandingkan kewajiban pihak lawan
d)
Semua jawaban benar
70.
10. Laporan risiko investasi harus disusun secara:
a)
A. Lengkap dan Akurat
b)
B. Terkini (up to date) dan Utuh
c)
C. A dan B benar
d)
D. A dan B salah
71.
1. Liquidity Coverage Ratio (Ratio kecukupan likuiditas) adalah :
a)
A. Perbandingan antara high quality liquid asset (HQLA) dengan estimasi total arus kas bersih selama 30 hari ke depan dalam skenario stress.
b)
Perbandingan antara high quality liquid asset (HQLA) dengan estimasi total arus kas keluar bersih selama 30 hari ke depan dalam skenario stress.
c)
Perbandingan antara high quality liquid asset (HQLA) dengan estimasi total arus kas masuk bersih selama 30 hari ke depan dalam skenario stress.
d)
Tidak ada jawaban yang benar.
72.
2.Sesuai dengan Basel III reforms, faktor-faktor risiko likuiditas jangka pendek terdiri dari:
a)
A. High Quality Liquid Asset (HQLA)
b)
B. Available Stable Funding (AFS)
c)
C. Required Stable Funding (RSF)
d)
D. Semua jawaban benar
73.
3.Salah satu alat pengukuran risiko likuiditas adalah rasio likuiditas. Yang dimaksud dengan rasio likuiditas adalah :
a)
Pemetaan posisi asset, kewajiban, dan rekening administrative dalam skala waktu tertentu berdasarkan sisa jangka waktu s.d. jatuh tempo
b)
Rasio arus kas masuk dan arus kas keluar
c)
Rasio yang menunjukkan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek
d)
Rasio yang menunjukkan perbandingan antara available stable funding (AFS) dengan required stable funding (RSF).
74.
4.Bank harus memiliki alat pengukuran yang dapat mengkuantifikasi risiko likuiditas secara tepat waktu dan komprehensif, dalam hal ini untuk mengukur risiko likuiditas yang ditimbulkan oleh:
a)
A. Asset
b)
B. Kewajiban
c)
C. Rekening administratif
d)
D. Semua jawaban benar.
75.
5.Pengukuran risiko likuiditas paling sedikit harus meliputi:
a)
A. Rasio Likuiditas
b)
B. Profil Maturitas
c)
C. A dan B benar
d)
D. A dan B salah
76.
6.Pengujian terhadap kemampuan bank untuk memenuhi kebutuhan likuiditas pada kondisi kritis dengan menggunakan skenario stress secara spesifik bank maupun stress pada pasar, disebut:
a)
A. Stress Testing
b)
B. Proyeksi arus kas
c)
C. Liquidity Coverage Ratio (LCR)
d)
D. High Quality Liquid Asset (HQLA)
77.
7.Metode dan alat pengukuran risiko likuiditas jangka panjang, menggunakan:
a)
A. Liquidity Coverage Ratio (LCR)
b)
B. Net Stable Funding Ratio (NSFR)
c)
C. Available Stable Funding (ASF)
d)
D. B dan C benar
78.
8.Pendanaan stabil yang tersedia (Available Stable Funding/AFS) menunjukkan:
a)
Jumlah asset dan rekening administratif yang perlu didanai
b)
Jumlah liabilitas dan ekuitas yang stabil selama periode 1 tahun untuk mendanai aktifitas bank.
c)
Perbandingan antara high quality liquid asset (HQLA) dengan net cash out flow.
d)
Perbandingan antara high quality liquid asset (HQLA) dengan net cash inflow
79.
Bank wajib menginformasikan kepada Otoritas Jasa Keuangan kondisi likuiditas bank, dalam hal kondisi Net Stable Funding Ratio (NFSR) <100%, maka bank menyusun:
a)
A. Kertas kerja NFSR dan laporan NFSR posisi akhir bulan laporan
b)
B. Rencana tindak pemenuhan NFSR
c)
C. Laporan pelaksanaan rencana tingak pemenuhan NFSR
d)
D. Semua jawaban benar
80.
Sebagaimana diatur dalam POJK No 42/POJK.03/2015 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio) bagi Bank Umum, Bank wajib melaporkan kepada OJK kondisi likuiditas bank baik secara harian, bulanan maupun triwulanan. Dalam hal penyampaikan LCR Bulanan, berikut adalah pernyataan yang benar, kecuali:
a)
Disusun baik secara individu maupun konsolidasi dengan perusahaan anak.
b)
Laporan disampaikan secara online melalui sistem pelaporan OJK
c)
Disampaikan paling lambat 30 hari setelah akhir bulan laporan untuk laporan LCR bulanan individual
d)
Disampaikan paling lambat 30 hari setelah akhir bulan laporan untuk laporan LCR bulanan konsolidasi.
81.
Risiko yang timbul karena adanya perubahan perilaku nasabah dana pihak ketiga yang disebabkan oleh perubahan ekspektasi tingkat imbal hasil yang diterima bank adalah :
a)
A. Risiko Investasi
b)
B. Risiko Imbal Hasil
c)
C. Risiko Operasional
d)
D. Risiko Reputasi
82.
2.Risiko imbal hasil dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
a)
A. Perilaku nasabah dan tingkat pendapatan bank
b)
B. Perilaku nasabah dan faktor-faktor eksternal
c)
C. Tingkat pendapatan bank dan kenaikan benchmark rate di pasar
d)
D. Semua jawaban benar
83.
3.Secara umum risiko imbal hasil dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan faktor eksternal. Berikut adalah faktor internal yang dapat mempengaruhi risiko imbal hasil :
a)
A. Kenaikan bunga yang ditawarkan oleh bank konvensional
b)
B. Kualitas portfolio penempatan dana bank syariah menurun
c)
C. Peningkatan nisbah bagi hasil yang diberikan oleh bank syariah lainnya
d)
D. Semua jawaban benar.
84.
4.Identifikasi terhadap ekspeksasi dan perubahan perilaku nasabah merupakan hal penting dalam risiko imbal hasil. Perubahan ekspektasi tingkat imbal hasil yang diterima dari bank dapat menimbulkan tindakan nasabah untuk memindahkan dananya ke bank lain, yang disebut:
a)
A. Displaced commercial risk
b)
B. Interest rate risk
c)
C. Investment risk
d)
D. Operational Risk
85.
5.Risiko yang harus diperhatikan oleh BUS/UUS dalam pembiayaan berbasis bagi hasil adalah
a)
A. Akad pembiayaan yang kompleks
b)
B. Keterlambatan pembayaran margin
c)
C. Imbal hasil bank yang akan berfluktuatif
d)
D. Nilai jaminan yang lebih kecil dari pembiayaan
86.
6.Pada fasilitas pembiayaan berbasis bagi hasil. Kemampuan membayar nasabah mengacu pada:
a)
A. Rasio realisasi bagi hasil terhadap marjin
b)
B. Proyeksi bagi hasil
c)
C. Realisasi bagi hasil
d)
D. Rasio realisasi bagi hasil terhadap proyeksi bagi hasil
87.
7.Strategi dan kinerja bank dalam menghasilkan pendapatan sebagai parameter penilaian tingkat risiko imbal hasil, salah satunya adalah:
a)
A. Return on Equity (ROE)
b)
B. Non core deposit/DPK
c)
C. Rasio pembiayaan bermasalah/Total pembiayaan
d)
D. Seluruh total pembiayaan/Pembiayaan berbasis bagi hasil
88.
8.Strategi yang dilakukan BUS/UUS untuk memitigasi risiko displacement commercial risk salah satunya adalah menggunakan metode perataan pendapatan tanpa membentuk cadangan penyesuaian, yang dikenal sebagai
a)
A. Income adjustment
b)
B. Income smoothing
c)
C. Net interest income
d)
D. Price Equalization Reserve
89.
9.Penyisihan sejumlah dana oleh BUS untuk mempertahankan imbal hasil sebelum diberikan kepada nasabah dikenal sebagai:
a)
A. Profit equalization reserve
b)
B. Profit and loss reserve
c)
C. Net profit reserve
d)
D. Net revenue reserve
90.
10. Penetapan limit risiko imbal hasil oleh BUS berdasarkan:
a)
A. Toleransi risiko imbal hasil
b)
B. Tingkat risiko imbal hasil yang akan diambil
c)
C. Strategi bisnis pembiayaan BUS dengan memperhatikan kemampuan modal
d)
D. Semua jawaban benar