WorksheetsQuiziz Teknis PPPK Perencana
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Name
Class
Date
1.
1. Seorang Perencana Ahli Pertama diminta untuk menjelaskan konsep dasar perencanaan pembangunan. Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan karakteristik utama perencanaan pembangunan?
a)
A. Berorientasi pada masa depan
b)
B. Bersifat koordinatif
c)
C. Berdimensi waktu
d)
D. Berfokus pada satu sektor tertentu
e)
E. Menggunakan sumber daya secara efisien
2.
2. Seorang Perencana Ahli Pertama sedang menganalisis pendekatan perencanaan pembangunan. Manakah dari berikut ini yang merupakan ciri khas pendekatan bottom-up?
a)
A. Perencanaan terpusat
b)
B. Minimnya partisipasi masyarakat
c)
C. Inisiatif dari pemerintah pusat
d)
D. Aspirasi dari tingkat lokal
e)
E. Kebijakan bersifat universal
3.
3. Seorang Perencana Ahli Pertama sedang merumuskan visi pembangunan daerah. Manakah dari berikut ini yang TIDAK sesuai dengan kriteria visi yang baik?
a)
A. Realistis
b)
B. Spesifik
c)
C. Terukur
d)
D. Abstrak
e)
E. Inspiratif
4.
4. Dalam merumuskan misi pembangunan, seorang Perencana Ahli Pertama harus memperhatikan beberapa aspek. Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan karakteristik misi yang baik?
a)
A. Menggambarkan tugas utama organisasi
b)
B. Memberikan arahan jelas
c)
C. Bersifat abstrak dan umum
d)
D. Mencerminkan nilai-nilai organisasi
e)
E. Memotivasi seluruh pemangku kepentingan
5.
5. Dalam melakukan analisis kondisi eksisting, seorang Perencana Ahli Pertama menggunakan metode analisis kesenjangan (gap analysis). Apa tujuan utama dari analisis ini?
a)
A. Mengidentifikasi potensi daerah
b)
B. Menentukan prioritas pembangunan
c)
C. Membandingkan kondisi saat ini dengan yang diinginkan
d)
D. Mengukur kinerja pemerintah daerah
e)
E. Mengevaluasi dampak program sebelumnya
6.
6. Dalam proses perencanaan pembangunan, seorang Perencana Ahli Pertama menggunakan metode Logical Framework Approach (LFA). Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan komponen utama dalam matriks LFA?
a)
A. Tujuan umum
b)
B. Tujuan khusus
c)
C. Keluaran
d)
D. Kegiatan
e)
E. Anggaran
7.
7. Seorang Perencana Ahli Pertama diminta untuk menentukan prioritas pembangunan daerah. Metode yang paling tepat untuk mengidentifikasi isu-isu strategis dalam penentuan prioritas pembangunan adalah:
a)
A. Analisis SWOT
b)
B. Analisis Cost-Benefit
c)
C. Analisis Pohon Masalah
d)
D. Analisis Stakeholder
e)
E. Analisis Sensitivitas
8.
8. Perencana Ahli Pertama sedang menganalisis efektivitas kebijakan pembangunan. Pendekatan evaluasi yang paling tepat untuk menilai dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut adalah:
a)
A. Evaluasi Ex-ante
b)
B. Evaluasi On-going
c)
C. Evaluasi Ex-post
d)
D. Evaluasi Formatif
e)
E. Evaluasi Sumatif
9.
9. Perencana Ahli Pertama sedang menyusun dokumen perencanaan berbasis kinerja. Komponen utama yang TIDAK termasuk dalam perencanaan berbasis kinerja adalah:
a)
A. Outcome
b)
B. Output
c)
C. Input
d)
D. Impact
e)
E. Process
10.
10. Dalam menyusun strategi pembangunan daerah tertinggal, Perencana Ahli Pertama menggunakan pendekatan pengembangan wilayah. Teori yang paling relevan untuk menjelaskan ketimpangan pembangunan antar wilayah adalah:
a)
A. Teori Pertumbuhan Neo-Klasik
b)
B. Teori Dependensi
c)
C. Teori Kutub Pertumbuhan
d)
D. Teori Lokasi
e)
E. Teori Keunggulan Komparatif
11.
11. Dalam penyusunan rencana kerja, Perencana Ahli Pertama menggunakan teknik penganggaran. Metode penganggaran yang paling sesuai untuk mengakomodasi fleksibilitas dalam alokasi sumber daya adalah:
a)
A. Line-Item Budgeting
b)
B. Performance-Based Budgeting
c)
C. Zero-Based Budgeting
d)
D. Program Budgeting
e)
E. Rolling Budget
12.
12. Dalam menyusun strategi mitigasi risiko pembangunan, Perencana Ahli Pertama menggunakan metode analisis risiko. Teknik yang paling tepat untuk mengidentifikasi dan menilai risiko-risiko potensial adalah:
a)
A. PEST Analysis
b)
B. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
c)
C. Scenario Planning
d)
D. Decision Tree Analysis
e)
E. Monte Carlo Simulation
13.
13. Perencana Ahli Pertama sedang menyusun rencana pembangunan infrastruktur ekonomi dengan pendekatan Public-Private Partnership (PPP). Keuntungan utama dari pendekatan PPP adalah:
a)
A. Mengurangi tanggung jawab pemerintah dalam penyediaan layanan publik
b)
B. Menghilangkan risiko proyek bagi pemerintah
c)
C. Meningkatkan efisiensi dan inovasi dalam penyediaan infrastruktur
d)
D. Menjamin keuntungan bagi investor swasta
e)
E. Menghilangkan kebutuhan akan regulasi sektor
14.
14. Perencana Ahli Pertama diminta untuk menyusun kebijakan peningkatan daya saing UMKM. Pendekatan yang paling efektif untuk meningkatkan daya saing UMKM dalam era digital adalah:
a)
A. Pemberian subsidi langsung
b)
B. Peningkatan tarif impor
c)
C. Fasilitasi adopsi teknologi digital dan e-commerce
d)
D. Pembatasan masuknya perusahaan asing
e)
E. Pengendalian harga bahan baku
15.
15. Dalam menyusun kebijakan pengembangan koperasi, Perencana Ahli Pertama menemukan bahwa banyak koperasi mengalami masalah tata kelola. Strategi yang paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah:
a)
A. Meningkatkan jumlah anggota koperasi
b)
B. Menambah modal koperasi melalui pinjaman bank
c)
C. Memperkuat peran pengawas dalam struktur koperasi
d)
D. Membatasi jenis usaha yang boleh dijalankan koperasi
e)
E. Mengurangi frekuensi rapat anggota tahunan
16.
16. Dalam merancang program pengembangan UMKM berbasis teknologi (tech-based SMEs), Perencana Ahli Pertama harus mempertimbangkan tantangan utama yang dihadapi. Tantangan yang paling signifikan adalah:
a)
A. Keterbatasan akses ke pendanaan
b)
B. Kurangnya permintaan pasar
c)
C. Regulasi yang terlalu longgar
d)
D. Persaingan dari perusahaan besar
e)
E. Kelebihan tenaga kerja terampil
17.
17. Seorang Perencana Ahli Pertama sedang menganalisis kondisi sosial masyarakat di suatu daerah. Indikator manakah yang paling tepat digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat secara komprehensif?
a)
A. Tingkat pendapatan per kapita
b)
B. Angka partisipasi sekolah
c)
C. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
d)
D. Tingkat pengangguran terbuka
e)
E. Angka harapan hidup
18.
18. Dalam menganalisis kondisi sosial masyarakat, seorang Perencana Ahli Pertama menemukan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan masih rendah. Metode apa yang paling efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat?
a)
A. Sosialisasi program pembangunan melalui media massa
b)
B. Penerapan sanksi bagi masyarakat yang tidak berpartisipasi
c)
C. Pembentukan kelompok-kelompok masyarakat berbasis minat
d)
D. Pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang)
e)
E. Pemberian insentif finansial bagi partisipan aktif
19.
19. Seorang Perencana Ahli Pertama sedang merencanakan peningkatan kualitas pendidikan di daerah tertinggal. Faktor apa yang paling kritis untuk diperhatikan dalam upaya ini?
a)
A. Ketersediaan teknologi pembelajaran
b)
B. Jumlah peserta didik per kelas
c)
C. Kualifikasi dan kompetensi guru
d)
D. Kelengkapan fasilitas sekolah
e)
E. Ketersediaan buku teks pelajaran
20.
20. Seorang Perencana Ahli Pertama sedang menyusun rencana peningkatan akses dan kualitas kesehatan mental. Strategi apa yang paling tepat untuk mengurangi stigma terhadap gangguan mental di masyarakat?
a)
A. Memberlakukan sanksi hukum bagi tindakan diskriminasi
b)
B. Meningkatkan jumlah fasilitas kesehatan mental
c)
C. Melaksanakan kampanye edukasi dan kesadaran masyarakat
d)
D. Memberikan insentif bagi perusahaan yang mempekerjakan penderita gangguan mental
e)
E. Mewajibkan pemeriksaan kesehatan mental rutin bagi seluruh masyarakat
21.
21. Dalam perencanaan perlindungan sosial, seorang Perencana Ahli Pertama menggunakan metode apa untuk mengidentifikasi kelompok rentan yang membutuhkan bantuan?
a)
A. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)
b)
B. Basis Data Terpadu (BDT)
c)
C. Sensus Penduduk
d)
D. Pemetaan Partisipatif Masyarakat
e)
E. Registrasi Penduduk
22.
22. Dalam konteks perencanaan pengembangan kesetaraan gender, apa yang dimaksud dengan "gender budgeting"?
a)
A. Alokasi anggaran khusus untuk kegiatan perempuan
b)
B. Penganggaran yang responsif terhadap kebutuhan gender
c)
C. Pemisahan anggaran berdasarkan jenis kelamin
d)
D. Prioritas anggaran untuk program kesetaraan gender
e)
E. Analisis dampak anggaran terhadap kesenjangan gender
23.
23. Dalam menangani permasalahan sosial terkait pengangguran usia muda, pendekatan apa yang paling efektif digunakan oleh Perencana Ahli Pertama?
a)
A. Peningkatan jumlah lapangan kerja formal
b)
B. Pemberian bantuan langsung tunai
c)
C. Pengembangan keterampilan dan kewirausahaan
d)
D. Pengetatan regulasi ketenagakerjaan
e)
E. Peningkatan upah minimum regional
24.
24. Perencana Ahli Pertama sedang merancang program pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi digital. Pendekatan mana yang paling tepat untuk mengatasi kesenjangan digital di masyarakat?
a)
A. Penyediaan infrastruktur internet gratis
b)
B. Distribusi perangkat elektronik secara massal
c)
C. Pelatihan literasi digital dan keterampilan TIK
d)
D. Pengembangan aplikasi mobile khusus program pemerintah
e)
E. Penerapan sistem e-government di seluruh layanan publik
25.
25. Perencana Ahli Pertama menghadapi dilema etis dalam penanganan permasalahan sosial terkait anak jalanan. Pendekatan mana yang paling sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik anak?
a)
A. Penertiban dan pemulangan ke daerah asal
b)
B. Pemberian sanksi kepada orang tua/wali
c)
C. Penitipan di panti sosial milik pemerintah
d)
D. Pemberdayaan keluarga dan pendampingan sosial
e)
E. Pemberian bantuan tunai bersyarat
26.
26. Dalam analisis struktur ruang, seorang Perencana Ahli Pertama mengidentifikasi pusat-pusat permukiman berdasarkan hierarkinya. Manakah dari berikut yang menunjukkan urutan hierarki pusat permukiman dari tingkat terendah ke tertinggi?
a)
A. Desa - Kecamatan - Kabupaten - Provinsi - Nasional
b)
B. Kelurahan - Kecamatan - Kota - Provinsi - Nasional
c)
C. Dusun - Desa - Kecamatan - Kabupaten - Provinsi
d)
D. RT - RW - Kelurahan - Kecamatan - Kota
e)
E. Lingkungan - Desa - Kota Kecil - Kota Besar - Metropolis
27.
27. Seorang Perencana Ahli Pertama sedang mengidentifikasi kawasan strategis kabupaten. Manakah dari berikut yang BUKAN merupakan kriteria kawasan strategis kabupaten menurut UU No. 26 Tahun 2007?
a)
A. Kawasan yang memiliki nilai strategis ekonomi
b)
B. Kawasan yang memiliki nilai strategis sosial budaya
c)
C. Kawasan yang memiliki nilai strategis pendayagunaan sumber daya alam
d)
D. Kawasan yang memiliki nilai strategis teknologi tinggi
e)
E. Kawasan yang memiliki nilai strategis fungsi dan daya dukung lingkungan hidup
28.
28. Seorang Perencana Ahli Pertama sedang menyusun rencana pengembangan kawasan perdesaan. Manakah dari berikut yang BUKAN merupakan pendekatan dalam pengembangan kawasan perdesaan?
a)
A. Agropolitan
b)
B. Minapolitan
c)
C. Technopark
d)
D. One Village One Product (OVOP)
e)
E. Desa Mandiri
29.
29. Seorang Perencana Ahli Pertama sedang melakukan analisis daya dukung lingkungan untuk kawasan permukiman. Manakah dari berikut yang BUKAN merupakan indikator daya dukung lingkungan untuk permukiman?
a)
A. Ketersediaan air bersih
b)
B. Kemiringan lereng
c)
C. Kerawanan bencana
d)
D. Kepadatan penduduk
e)
E. Tingkat pendapatan masyarakat
30.
30. Dalam perencanaan penggunaan lahan, seorang Perencana Ahli Pertama menggunakan teknik overlay peta. Manakah dari berikut yang BUKAN merupakan jenis peta yang umumnya digunakan dalam overlay untuk analisis kesesuaian lahan?
a)
A. Peta kemiringan lereng
b)
B. Peta jenis tanah
c)
C. Peta curah hujan
d)
D. Peta kedalaman air tanah
e)
E. Peta kepemilikan lahan
31.
31. Seorang Perencana Ahli Pertama sedang melakukan analisis daya tampung lingkungan hidup untuk kawasan permukiman. Manakah dari berikut yang BUKAN merupakan parameter dalam penentuan daya tampung lingkungan hidup?
a)
A. Ketersediaan lahan
b)
B. Ketersediaan air
c)
C. Kapasitas asimilasi udara
d)
D. Kapasitas asimilasi air
e)
E. Tingkat partisipasi masyarakat
32.
32. Apa yang dimaksud dengan Sistem Perencanaan Pembangunan Tingkat Dasar ....
a)
A. Sistem perencanaan untuk proyek konstruksi tingkat dasar.
b)
B. Sistem yang digunakan untuk merencanakan pembangunan infrastruktur penting.
c)
C. Proses merencanakan pembangunan yang melibatkan masyarakat setempat.
d)
D. Proses perencanaan pembangunan yang melibatkan lembaga pemerintah setempat.
e)
E. Proses perencanaan pembangunan yang terfokus pada tingkat dasar perekonomian.
33.
33. Fokus utama dari pengelolaan pembangunan tingkat dasar adalah ...
a)
A. Pembangunan infrastruktur besar
b)
B. Peningkatan daya beli masyarakat
c)
C. Pemberdayaan masyarakat
d)
D. Investasi asing langsung
e)
E. Semua jawaban salah
34.
34. Penataan ruang diselenggarakan dengan memperhatikan hal sebagai berikut kecuali ....
a)
A. Kondisi fisik yang rentan bencana
b)
B. Potensi sumber daya alam
c)
C. Kondisi ekonomi
d)
D. Pendapatan asli daerah
e)
E. Geostrategi, geopolitik, geoekonomi
35.
35. Manakah yang bukan merupakan komponen utama dalam Sistem Pemantauan Pembangunan Tingkat Dasar ….
a)
A. Pengumpulan Data.
b)
B. Analisis Keuangan.
c)
C. Evaluasi Proyek.
d)
D. Pencatatan Masalah.
e)
E. Pelaporan Hasil.
36.
36. Insentif yang diberikan karena pemanfaatan ruang sesuai dengan rt rw berupa kecuali ...
a)
A. Keringanan pajak
b)
B. Royalti
c)
C. Pembangunan dan pengadaan infrastruktur
d)
D. Kemudahan prosedur perizinan
e)
E. Pemberian penghargaan kepada masyarakat/swasta/pemda
37.
37. Berikut yang termasuk Urusan Pemerintatan Wajib yang dilakukan oleh Pemda antara lain ...
a)
A. Kesehatan, Pariwisata dan Pendidikan
b)
B. Sosial, Pendidikan dan Perdagangan
c)
C. Lingkungan Hidup, Kesehatan, dan Pendidikan
d)
D. Perindustrian, Kehutanan dan Perumahan
e)
E. Transmigrasi, Perdagangan dan Kesehatan
38.
38. Bagaimana peran evaluasi dalam sistem kebijakan publik ....
a)
A. Evaluasi membantu mengidentifikasi masalah yang ada dalam kebijakan.
b)
B. Evaluasi hanya diperlukan pada tahap awal pembuatan kebijakan.
c)
C. Evaluasi tidak diperlukan dalam sistem kebijakan publik.
d)
D. Evaluasi hanya dilakukan oleh pihak swasta.
e)
E. Evaluasi hanya dilakukan setelah kebijakan diterapkan.
39.
39. Manakah dari berikut ini yang merupakan tahap akhir dalam siklus kebijakan publik ...
a)
A. Evaluasi
b)
B. Perumusan
c)
C. Implementasi
d)
D. Agenda Setting
e)
E. Monitoring
40.
40. Berikut yang termasuk muatan yang ada di dalam RKPD kecuali ....
a)
A. Kerangka ekonomi daerah
b)
B. Prioritas pembangunan daerah
c)
C. Rencana kerja
d)
D. Pendanaan rencana kerja
e)
E. Data Jumlah Pegawai Daerah
41.
41. Apa yang harus dilakukan perencana jika menghadapi konflik kepentingan antara klien dan kepentingan masyarakat umum ....
a)
A. Mengabaikan kepentingan masyarakat
b)
B. Prioritaskan kepentingan klien
c)
C. Diskusikan konflik dengan klien
d)
D. Pertimbangkan kembali keterlibatan dalam proyek
e)
E. Mintalah bantuan hukum
42.
42. Bagaimana peran kode etik dalam praktik perencanaan ....
a)
A. Memastikan keuntungan finansial perencana
b)
B. Memberikan panduan moral bagi perencana
c)
C. Membatasi kebebasan profesional perencana
d)
D. Menjamin hasil perencanaan yang baik
e)
E. Mengurangi tanggung jawab perencana
43.
43. Garis sempadan bangunan merupakan garis batas minimal yang membatasi bangunan dan lahan dengan lahan lain yang ada di wilayah ...
a)
A. Industri
b)
B. Pemukiman
c)
C. Pegunungan
d)
D. Sungai
e)
E. Pusat perdagangan
44.
44. Apa yang dimaksud dengan perencanaan jangka panjang ....
a)
A. Rencana untuk menghadapi situasi darurat
b)
B. Rencana untuk tujuan umum
c)
C. Rencana yang melampaui lima tahun
d)
D. Rencana untuk sehari-hari
e)
E. Rencana yang hanya berlaku musiman
45.
45. Gaya kepemimpinan yang fokus pada membangun hubungan yang kuat antara pemimpin dan anggota tim disebut ....
a)
A. Kepemimpinan Laissez-faire
b)
B. Kepemimpinan Transformasional
c)
C. Kepemimpinan Autokratik
d)
D. Kepemimpinan Situasional
e)
E. Kepemimpinan Servant
46.
46. Pemerintah melindungi produsen dari importir dengan menerapkan pembatasan jumlah produk tertentu. Kebijakan tersebut termasuk ke dalam kebijakan ....
a)
A. Tarif
b)
B. Kuota
c)
C. Fiskal
d)
D. Moneter
e)
E. Bauran
47.
47. Dalam banyak ruang public, seringkali dijumpai banyaknya Pedaging Kaki Lima (PKL) yang menjajakan dagangannya. Adanya PKL tersebut menipalcom maustah tersendiri. Motif yang melatarbelakangi banyaknya PKL tersebut yaitu ...
a)
A. Adanya motif ekonomi
b)
B. Berdagang sudah menjadi budaya
c)
C. Lemahnya pengawasan dari Satpol PP
d)
D. Kurang baiknya perencanaan wilayah tersebut
e)
E. Minimnya pusat kuliner/sentra penjualan daerah
48.
48. Negara Kuratama pada tahun 2022 memperoleh GNP Rp 400 triliun, penduduk negara tersebut pada tahun yang sama sebesar 80 juta jiwa. Pendapatan per kapita negara Kuratama adalah ....
a)
A. Rp 5.000.000
b)
B. Rp 500.000
c)
C. Rp 50.000
d)
D. Rp 5.000
e)
E. Rp 500
49.
49. Bagaimana pengaruh Sistem Evaluasi Pembangunan Tingkat Dasar terhadap kebijakan pembangunan ....
a)
A. Tidak memiliki pengaruh sama sekali.
b)
B. Mengarah pada pembentukan kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan pemerintah daerah.
c)
C. Mendorong terciptanya kebijakan yang berbasis bukti dan kebutuhan masyarakat.
d)
D. Menyebabkan peningkatan birokrasi dalam penyusunan kebijakan.
e)
E. Memperlambat proses pembuatan kebijakan pembangunan.
50.
50. Perencanaan pembangunan wilayah yang berkelanjutan mencakup aspek ….
a)
A. Hanya ekonomi
b)
B. Hanya lingkungan
c)
C. Hanya sosial
d)
D. Ekonomi, lingkungan, dan sosial
e)
E. Politik dan administratif
100 %
