wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

BUK APOTEKER: VALIDASI METODE 03

Total questions: 10

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Bagian R&D melakukan uji kesesuaian sistem prosedur penetapan kadar alupurinol dan lesinurad dengan HPLC. Hasil yang diperoleh menunjukkan kromatogram dengan waktu retensi masing-masing (Gambar) dengan lebar puncak masing-masing ekivalen dengan 0,65 dan 0,95. Berapa resolusi kedua puncak tersebut?

a)

2,0

b)

2,5

c)

3,0

d)

3,5

e)

4,0

2.

Bagian R&D melakukan uji kesesuaian sistem prosedur penetapan kadar alupurinol dan lesinurad dengan HPLC. Hasil yang diperoleh menunjukkan kromatogram dengan waktu retensi masing-masing (Gambar) dengan lebar puncak masing-masing ekivalen dengan 0,9 dan 0,7. Berapa resolusi kedua puncak tersebut?

a)

3,8

b)

4,0

c)

4,2

d)

4,4

e)

4,6

3.

Bagian R&D melakukan uji kesesuaian sistem prosedur penetapan kadar Ambroksol HCl dan Salbutamol Sulfat tablet dengan HPLC. Hasil yang diperoleh menunjukkan kromatogram dengan waktu retensi puncak zat uji 3,600 dan 6,200 menit, dengan lebar puncak masing-masing ekivalen dengan 1,1 dan 1,5. Berapa resolusi kedua puncak tersebut?

a)

1,0

b)

1,5

c)

2,0

d)

2,5

e)

3,0

4.

Optimasi prosedur PK parasetamol tablet secara HPLC. Kromatogram cemaran muncul pada waktu 2 menit. Lebar dasar cemaran dan parasetamol masing-masing 0,5 dan 1,0. Kapan kromatogram parasetamol muncul, jika resolusi kedua puncak sebesar 2?

a)

2,0

b)

2,5

c)

3,0

d)

3,5

e)

4,0

5.

Apoteker bagian R  & D industri farmasi melakukan uji keseuaian system metode KCKT- fase terbalik berupa uji resolusi puncak parasetamol dan kafein. Metode ini digunakan untuk penetapan kadar tablet dengan kandungan parasetamol 250 mg, kafein 50 mg, dan fenilbutazon 100 mg. Berapa resolusi puncak parasetamol dan kafein dari kromatogram yang dihasilkan ?

a)

1,41

b)

1,51

c)

2,81

d)

4,13

e)

8,25

6.

Bagian R&D melakukan uji kesesuaian system prosedur penetapan kadar nipedipin kapsul secara KCKT. Hasil yang diperoleh menunjukkan kromatogram dengan waktu retensi puncak zat uji adalah 4 dan waktu retensi cemaran sejenis adalah 20 menit, dengan lebar puncak masing-masing ekivalen dengan 0,75 dan 1,25. Berapa resolusi kedua puncak tersebut?

a)

13,0

b)

14,0

c)

15,0

d)

16,0

e)

17,0

7.

Bagian R&D melakukan uji kesesuaian sistem prosedur penetapan kadar nipedipin kapsul secara KCKT. Hasil yang diperoleh menunjukkan kromatogram dengan waktu retensi puncak zat uji adalah 5 dan waktu retensi cemaran sejenis adalah 13 menit, dengan lebar puncak masing-masing ekivalen dengan 1,5 dan 2,5. Berapa resolusi kedua puncak tersebut?

a)

2,0

b)

2,5

c)

3,0

d)

3,5

e)

4,0

8.

Apoteker industri farmasi A melakukan identifikasi senyawa X dan Y menggunakan HPLC. Diperoleh hasil waktu retensi senyawa X = 4,5 dan senyawa B = 2 dengan lebar senyawa X = 1,5 dan senyawa Y = 0.5. Berapakah resolusi yang dihasilkan?

a)

1,5

b)

2,0

c)

2,5

d)

3,0

e)

3,5

9.

Zat A dan B dianalisis dengan KCKT. Diketahui waktu retensi dari zat A dan B berturut-turut yaitu 4,5 dan 1,5 menit, sedangkan lebar puncaknya masing-masing adalah 2 dan 0,5. Berapakah resolusi dari kedua puncak zat A dan B tersebut?

a)

1,4

b)

1,8

c)

2,0

d)

2,4

e)

2,8

10.

Bagian pengawasan mutu industri farmasi melakukan uji cemaran 1,4 benzokuinon pada sediaan injeksi flukonazol secara KCKT sebagai persyaratan batas cemaran dengan resolusi tertentu. Dari data kromatogram diketahui flukonazol memiliki waktu retensi 12 menit dengan lebar puncak 1,0. Sedangkan 1,4 benzokuinon memiliki waktu retensi 6 menit dengan lebar puncak 2,0. Berapa nilai resolusi kedua senyawa tersebut?

a)

1,0

b)

2,0

c)

4,0

d)

6,0

e)

8,0