NEW
Font size
WorksheetsUTS Keperawatan Kritis
Total questions: 55
Worksheet time: 55mins
Dalam situasi mendebarkan, Ms. A mengalami kecelakaan lalu lintas! Saat Maya dan Dedi membawanya ke IGD, Ms. A sudah terpasang peyangga leher (collar neck), namun terlihat tidak sadar dengan darah mengalir dari mulut dan hidungnya. Napasnya terdengar mengorok, seolah ada yang menghalangi. Dalam keadaan darurat ini, apa yang harus Anda prioritaskan terlebih dahulu?
Memastikan tingkat kesadaran klien dengan cara memanggil
Melakukan section ke dalam hidung dan mulut
Memastikan GCS
Memasang OPA
Di suatu sore yang cerah, seorang klien laki-laki berusia 68 tahun datang ke instalasi gawat darurat, diantar oleh keluarganya. Keluarga mengeluhkan bahwa klien kesulitan bernafas. Setelah pemeriksaan, ditemukan bahwa klien memiliki barrel chest. Dokter pun bertanya kepada Nisa, "Barrel chest ini adalah tanda utama dari penyakit apa ya?"
Pneumonia
Tb Paru
Efusi Pleura
PPOK
Dimas dan Angga sedang dalam perjalanan untuk merujuk klien ke RS yang lebih lengkap peralatannya. Tiba-tiba, mereka melihat seorang pengendara sepeda motor yang mengalami tabrakan! Dengan cepat, Dimas keluar dari mobil dan berusaha menyelamatkan klien yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Setelah melakukan pengkajian, mereka menemukan bahwa nadi tidak teraba, tidak ada gerakan dada, dan aliran udara pernapasan klien dalam keadaan gawat darurat. Klien sudah dipindahkan ke tempat yang aman. Dalam situasi kritis ini, apa langkah selanjutnya yang harus Dimas dan Angga lakukan?
Eksposur
Terapi shock
memanggil bantuan
melakukan BHD
Di saat bersamaan, tiga pasien datang ke IGD. Nur yang berteriak sambil memegang kaki kanannya yang berdarah, Tn. B yang kelihatan sesak sambil memegangi dada sebelah kirinya, dan Nisa yang kelihatan lemah akibat diare yang berkepanjangan. Siapakah di antara mereka yang harus segera diprioritaskan untuk ditolong?
Tn. B
Nisa
Nur
Ny. E
Wawan, seorang laki-laki berusia 24 tahun, tiba-tiba terjatuh dari kamar mandi saat pemeriksaan dilakukan. Ketika klien membuka mata dan menarik tangannya saat dicubit, kata-kata yang keluar tidak teratur dan sulit dimengerti. Hasil pemeriksaan GCS pada klien tersebut adalah:
E2M2V3
E2M3V3
E2M4V3
E3M2V3
Di suatu malam yang penuh tantangan, seorang wanita berusia 23 tahun tiba-tiba dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Saat Dedi dan Rizky melakukan pengkajian, terdengar suara ngorok yang mengkhawatirkan. Perawat yang bertugas di UGD, Agung, segera mengambil tindakan dengan membuka jalan nafas klien menggunakan teknik head tilt chin lift. Nah, tindakan pertama yang harus dilakukan dalam teknik tersebut adalah:
Kedua tangan penolong menggerakan rahang ke posisi depan secara perlahan
Tekan Dahi sedikit mengarah kedepan dengan telapak tangan penolong
memeriksa apakah terdapat benda asing
membuka mulut dengan menggunakan spatel
Indah, seorang pria berusia 20 tahun, tiba-tiba datang ke UGD di sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar setelah mengalami sengatan listrik sekitar 20 menit yang lalu. Dia memiliki luka bakar akibat cidera listrik pada bagian lengan dan dada. Bibir serta kuku terlihat cianosis. Hasil pengkajian fisik menunjukkan TTV: 100/60 mmhg, N: 58 x/menit, R: 20 x/menit, S: 36.5 C. Apa tindakan utama yang harus dilakukan perawat dalam situasi darurat ini?
Beri Posisi nyaman
berikan therapi oksigen
pantau tanda-tanda vital
berikan terapi cairan
Di sebuah pantai yang cerah, Adi sedang bersenang-senang mengendarai jet ski. Namun, tiba-tiba dia mengalami kecelakaan dan tertabrak karang besar! Untungnya, Ratna dan Joko, dua tenaga medis pantai yang sigap, segera datang untuk menolongnya. Mereka menemukan Adi dalam keadaan tidak sadarkan diri, dengan memar di punggung dan dicurigai mengalami cedera tulang belakang. Dalam situasi genting ini, mereka memasang bag mask dengan volume 2 L. Untuk membebaskan jalan nafas Adi, tindakan apa yang seharusnya mereka lakukan?
Head Tilt - chin lift
Heamlich maneuver
Finger Sweep
jaw Trust
Dalam misi evakuasi korban bencana longsor, Nur menemukan seorang pasien yang bernapas spontan. Dengan RR<30 x /menit, CRT< 2 detik, dan nadi <100 x/menit, Nur memberikan perintah kepada pasien untuk mengangkat kedua tangan. Pasien dapat mengangkat kedua tangan, tetapi dengan gerakan yang lambat. Menurut kategori triage, pasien ini termasuk dalam label apa?
Kategori Hijau
Kategori Kuning
Kategori Merah
Kategori Hitam
Dalam sebuah tragedi musibah massal, Rizky dan Eko menemukan seorang pasien yang mengalami dyspnea, dengan RR<30 x/menit, CRT>2 detik, dan nadi >100 x/menit. Menurut kalian, pasien ini termasuk dalam kategori triage apa?
Kategori Hijau
Kategori Kuning
Kategori Merah
Kategori Hitam
Pada evakuasi korban bencana alam tsunami anda menemukan pasien sudah tidak bernafas. Kemudian anda melakukan tindakan dengan membuka airway namun pasien masih tidak bernafas. Pada kasus ini pasien termasuk dalam label triage
Kategori Hijau
Kategori Merah
Kategori Kuning
Kategori Hitam
Tn.A 60 tahun datang ke ruang UGD dengan keluhan sesak nafas yang hebat disertaikeringat dingin, TD : 180/90, nadi 110 x/menit, RR : 40 x/menit. Suara ronchi positif. tindakan yang dilakukan pertama kali oleh perawat secara mandiri adala
Melatih nafas dalam
beri posisi datar
memberi posisi trendelenberg
Mengatur Posis semi fowler
Tanda vital yang paling penting untuk dipantau pada pasien kritis adalah
Suhu
Denyut Nadi
Tekanan Darah
Saturasi Oksigen dalam darah
Pada pasien kritis dengan gangguan pernapasan, perawat harus memantau
suhu tubuh
out put urin
Kadar Glukosa dalam darah
saturasi Oksigen
Tujuan utama dari ventilasi mekanis pada pasien kritis adalah
Meningkatkan fungsi jantung
Mengurangi rasa nyeri
mencegah terjadinya infeksi
meberikan nafas yang adekuat
Pada pasien kritis dengan gangguan kardiovaskular, pemberian obat diuretik bertujuan untuk
Mencegah terjadinya sesak
meningkatkan tekanan darah
menurunkan tekanan darah
mencegah terjadinya infeksi
Saat merawat pasien kritis dengan luka bakar, perawat harus memastikan
Penggunaan kompres dingin
penggunanaan obat pengurang nyeri
Mengurangi frekuensi perawatan luka
Tindakan aseptik saat perawatan luka
Pada pasien kritis dengan sepsis, penggunaan antibiotik bertujuan untuk:
Mencegah terjadinya syok
Meningkatkan fungsi jantung
Mengurangi nyeri
Mengobati infeksi
Pada pasien kritis dengan gangguan sirkulasi, perawat harus memantau
Out put Urin
Denyut Nadi
Saturasi Oksigen dalam darah
Tekanan darah
Pada pasien kritis dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), terapi yang biasanya diberikan adalah
Pemberian therapi antibiotik
pemberian therapi piretik
Pemberian therapi analgesik
Pemberian therapi oksigen
Hey Mega, Adi, and Angga! Ketika kita menghadapi pasien dengan syok, apa sih tujuan utama dari pemberian cairan intravena?
Mengurangi rasa nyeri
meningkatkan tekanan darah
menurunkan tekanan darah
mencegah terjaidnya infeksi
Angga dan Dewi sedang belajar tentang kateterisasi urin. Tiba-tiba, Rahman bertanya, "Tindakan apa yang perlu kita lakukan jika terdapat gangguan pada kateterisasi urin?"
Memeriksa tekanan darah
memeriksa denyut nadi
memeriksa suhu tubuh
memeriksa output urin
Hai Dewi dan Hadi! Bagaimana sih cara seru untuk mengidentifikasi kebutuhan cairan pada pasien kritis?
Mengukur tekanan darah
memantau suhu tubuh
memantau output urin
mengukur denyut nadi
Di tengah situasi kritis, Lina dan Nisa bertanya-tanya, apa sih tujuan utama dari pemberian terapi fisik pada pasien? Yuk, kita cari tahu!
Mneingkatkan fungsi jantung
mencegah terjadinya kejang
meningktkan tekanan darah
mencegah terjadinya kontraktur otot
Arif dan Dimas sedang belajar tentang penanganan pasien dengan hipotermia. Apa langkah awal yang harus mereka lakukan untuk membantu pasien tersebut?
Meningkatkan suhu ruangan
memberikan obat penenang
menghangatkan pasien secara perlahan
mengurangi suhu tubuh dengan kompres dingin
Maya dan Agung sedang belajar tentang pasien kritis. Mereka penasaran, apa sih tujuan penggunaan alat bantu jalan napas pada pasien kritis?
Mencegah terjadinya infeksi
membantu ventilasi
menurunkan tekanan darah
meningkatkan denyut jantung
Hai Susi dan Angga! Mari kita uji pengetahuan kalian tentang asuhan keperawatan. Apa yang mencakup diagnosis dan penatalaksanaan respon manusia terhadap penyakit yang aktual atau potensial yang mengancam kehidupan?
Keperawatan gadar
keperawatan medikal bedah
keperawatan kritis
keperawatan paliatif
Hai Tiara dan Joko! Dalam dunia perawatan CCN, ada beberapa hal yang harus kita ketahui. Namun, satu di antara pilihan berikut ini bukanlah bagian dari perawat CCN. Yuk, coba tebak!
Orang yang terdekat dengan pasien
mampu mengenal gejala dan pertolongan sebelum dokter datang
mengetahui perkembangan pasien saat dirawat serta mengetahui tanda tanda kegawatan
Advokasi pasien
Dimas dan Dewi sedang belajar tentang peran dan fungsi perawat kritis. Mereka menemukan beberapa pilihan, tetapi satu di antaranya tidak termasuk. Yuk, bantu mereka! Di bawah ini yang merupakan peran dan fungsi perawat kritis, kecuali:
pelayanan
administrasi
advokasi
konfirmasi
Hai Susi, Angga, dan Adi! Siap-siap untuk tantangan! Di bawah ini, mana yang bukan merupakan keterampilan dan persyaratan untuk menjadi perawat kritis?
caring
sabar
komunikatif
tenang
Hey Arif, Adi, and Faisal! Let's dive into the exciting world of critical nursing perspectives! Which of the following is NOT a trend or issue in this field?
Perkembangan IPTEK
icu
Ruang Operasi
Angka Harapan Hidup tinggi
Dedi, Lina, dan Ratna sedang berdiskusi tentang bagian kehidupan yang penuh tantangan. Mereka bertanya-tanya, bagian kehidupan mana yang menggambarkan seseorang yang hidup dengan, dan terganggu oleh, akhirnya mengalami kondisi yang buruk? Apa jawabannya?
Keperawatan kritis
end of life
paliatif
etik
Halo Dedi, Rizky, dan Indah! Mari kita uji pengetahuan kalian tentang kriteria masuk ICU. Berdasarkan faktor-faktor berikut, mana yang benar?
Diagnosa, Usia, Status Ekonomi
Diagnosa, Usia, Jumlah Tempat Tidur
Diagnosa, Usia, Masalah Keperawatan
Diagnosa, Usia, Prognosis
Joko, Agus, dan Wahyu sedang berdiskusi tentang perbandingan jumlah perawat dengan pasien dalam satu shift di ICU. Menurut mereka, berapa rasio idealnya?
4:1
3:1
2:1
1:1
Hai Dewi dan Agung! Dalam dunia medis, ada alat canggih yang berfungsi untuk membantu kita bernapas. Alat ini dirancang untuk menggantikan atau menunjang fungsi pernapasan. Apa nama alat tersebut?
oksigen transport
bed side monitor
ventilator
AED
Di sebuah ruangan intensif, Sari, seorang perawat yang penuh semangat, sedang memberikan perawatan kepada pasien yang mengalami perdarahan post operatif. Tiba-tiba, saat Sari fokus memberikan perawatan, ia melihat gambaran elektrokardigram yang tidak memunculkan pulsasi. Dalam situasi mendesak ini, tindakan manakah yang tidak tepat untuk mengatasi kondisi pasien tersebut?
Memberikan therapi vasokonstriktor
memberikan terapi cairan kristaloid
memulai resusitasi jantung paru
Defibrilasi
Angga dan Nita sedang berdiskusi tentang seorang pasien yang dirawat karena fraktur tibia terbuka dan luka robek yang mengenai organ hati. Pasien tersebut mendapatkan transfusi darah Packed Red Cell sebanyak 3 kantong karena mengalami syok hemoragik. Menurut kalian, apa kriteria hasil yang diharapkan pada pasien tersebut?
Tidak ada Dispnea
saturasi Oksigen diatas 95 %
Nilai HB dalam batas Normal
Tidak ada Reaksi aLERGI
Di suatu malam yang penuh tantangan, seorang laki-laki berusia 32 tahun, sebut saja Rizky, masuk IGD setelah mengalami KLL. Ia mengeluhkan nyeri pada tulang belakang dengan skala nyeri 6. Saat pemeriksaan fisik, ditemukan cedera, retak, dan retraksi pada tulang belakang, serta perdarahan sebanyak 700 ml. GCS-nya 10, tekanan darah 100/80 mmHg, frekuensi napas 25x/menit, frekuensi nadi 105 x/menit, dan suhu 37,2˚C. Tim medis telah merumuskan intervensi keperawatan dengan mempertahankan kepatenan jalan napas menggunakan teknik Chin Lift dan Head Tilt. Apa intervensi selanjutnya yang harus dilakukan dalam kasus ini?
Imobilisasi Spinal
Kontrol Pendarahan
Berikan Cairan Intravena
Observasi kepatenan jalan nafas
Di sebuah rumah sakit, Maya, seorang dokter muda, sedang menghadapi situasi darurat! Seorang pasien perempuan berusia 29 tahun dibawa ke IGD setelah jatuh dari motor. Pasien tampak tidak sadar, dengan luka di wajah dan bahu, serta kepala. Kulitnya terlihat sianosis, tidak ada pergerakan dada, dan nadi sangat lemah. Apa langkah pertama yang harus diambil Maya untuk menyelamatkan pasien ini?
Perbaiki Posisi
Periksa jalan nafas
Hentikan Perdarahan
Berikan Bantuan Nafas
Di tengah bencana gempa bumi yang mengguncang, Tim perawat yang tangguh, termasuk Nita dan Rizky, sedang berjuang untuk menyelamatkan korban. Saat melakukan triase, mereka menemukan seorang korban dengan pneumothorax terbuka. Dalam situasi mendesak ini, warna kode apa yang harus dipasang oleh perawat untuk menunjukkan tingkat keparahan kasus ini?
Merah
Kuning
Hijau
Hitam
Di sebuah ruang ICU yang penuh ketegangan, perawat Dewi sedang memberikan perawatan kepada pasien. Tiba-tiba, monitor EKG menunjukkan gambaran asistol yang mengkhawatirkan. Dalam situasi mendesak ini, apa langkah pertama yang harus diambil oleh perawat Dewi?
Defibrilasi
Memberikan terapi amiodaron
Memulai RJP
Mengecek nadi dan pemasangan EKG
Di ruang perawatan, Sri dan Dedi sedang mengawasi monitor EKG pasien. Tiba-tiba, mereka melihat gelombang P menghilang, kompleks QRS melebar, dan irama menjadi lebih dari 100 x/menit dengan pola yang teratur. Dengan cepat, Nur bersiap untuk melakukan defibrilasi pada pasien tersebut. Menurut kalian, berapakah tegangan yang tepat digunakan perawat (monofasik)?
200 J
250 J
300 J
360 J
Rizky, seorang pasien berusia 27 tahun, dibawa ke IGD setelah mengalami multipel fisikal injuri termasuk fraktur pelvis akibat kecelakaan bermotor. Hasil pengkajian menunjukkan pasien inkoheren, pucat dan diaporesis. Tekanan darah 70/50 mmHg, suhu 36,2˚C, frekuensi nadi 140 x/menit dan frekuensi napas 30 x/menit. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada pasien?
Resiko Ketidakefektifan perfusi jaringan Serebral
Penurunan Curah jantung
Resiko syok
Ketidak efektifan perfusi jaringan cerebral
Di sebuah rumah sakit, seorang laki-laki berusia 57 tahun, sebut saja Pak Budi, dirawat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang membuat kesadarannya menurun. Perawat yang bertugas, Siti, melakukan pengkajian dan menemukan bahwa respon verbal Pak Budi hanya berupa erangan, respon motoriknya menghindar dari stimulasi nyeri, dan matanya hanya membuka saat diberikan stimulasi nyeri. Setelah kejadian, Pak Budi juga muntah sebanyak 3 kali. Hasil pemeriksaan CT-Scan menunjukkan adanya Epidural Hematom. Nah, berapakah nilai score GCS Pak Budi berdasarkan pengkajian tersebut?
6
7
8
9
Di tengah malam yang sunyi, Rahman, seorang perawat yang berdedikasi, sedang bertugas di IGD Rumah Sakit Curup. Tiba-tiba, 5 pasien masuk dengan berbagai keluhan. Tn.A mengeluh sakit kepala hebat, Tn.B mengalami luka tusuk pada bagian abdomen, Nisa dengan frekuensi nafas 46x/menit, Tn.D mengalami serangan jantung, dan Angga mengalami fraktur pelvis. Siapakah di antara mereka yang harus menjadi prioritas pertama untuk ditangani?
Tn. A
Tn. B
Nisa
Tn. D
Angga (21 Tahun) baru saja mengalami kecelakaan bermotor dan dibawa ke IGD. Setelah dilakukan pengkajian, ditemukan nadi teraba lemah 120x/menit, akral teraba dingin, suhu 36,4oC, serta sianosis di ujung jari dan bibir. Klien juga mengalami penurunan kesadaran dengan GCS 12 dan tampak fraktur femur yang telah dibidai. Dalam situasi darurat ini, apa tindakan selanjutnya yang dapat dilakukan perawat untuk membantu Angga?
Kontrol Perdarahan dengan balut tekan
SELIMUT KLIEN MENGGUNAKAN SELIMUT TEBAL
Berikan oksigen menggunakan sungkup 10L/Menit
Berikan Cairan Kristaloid dengan suhu hangat, 2 jalur Iv diguyur
Di sebuah petualangan seru, seorang laki-laki berusia 26 tahun bernama Adi dilarikan ke IGD Rumah Sakit setelah mengalami kecelakaan saat berolahraga arung jeram. Saat diperiksa, GCS-nya 8, terdengar suara gurgling, frekuensi napas 38x/menit, frekuensi nadi 120x/menit, serta bibir dan ujung kuku yang sianosis. Selain itu, terdapat krepitasi pada daerah pelvis. Dalam situasi darurat ini, tindakan keperawatan prioritas apa yang sebaiknya dilakukan oleh Mega?
Melakukan pembidaian pada daerah pelvis
membebaskan jalan nafas dengan tindakan suction
memberikan cairan kristaloid hangat 2 jalur
memberikan terapi oksigen
Wahyu, seorang laki-laki berusia 35 tahun, tiba-tiba dibawa ke IGD rumah sakit dengan luka tusuk yang mengeluarkan darah di abdomen kuadran kanan atas. Saat diperiksa, dia mengalami penurunan kesadaran, tekanan darahnya 100/60 mmHg, nadi 110 x/menit teraba kecil, nafas 20 x/menit, akral dingin, dan CRT 3 detik. Dalam situasi darurat ini, apa tindakan pertama yang harus dilakukan oleh perawat untuk membantu Wahyu?
Pasang IV line
Cek Saturasi Oksigen
Pemeriksaan Rontsen
Tekan Luka dengan kassa steril
Di suatu sore yang cerah, Faisal dan Sari sedang belajar tentang kasus-kasus medis. Tiba-tiba, mereka mendengar berita tentang seorang perempuan berusia 23 tahun yang dibawa keluarganya ke IGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 20 menit yang lalu. Perempuan itu mengalami penurunan kesadaran, ada cedera di bagian kepala, terdengar bunyi gurging, dan perdarahan pada telapak tangan. Tekanan darahnya 100/60 mmHg, nadi 110 x/menit, nafas 14x/menit, dan suhu 36,5C. Menurut kalian, apa prioritas masalah keperawatan pada kasus ini?
Ketidak efektifa perfusi jaringan cerebral
resiko kekurangan volume cairan
ketidak efektifan jalan nafas
Hipotermia
Rahman, seorang laki-laki berusia 25 tahun, tiba-tiba dibawa ke IGD setelah mengalami kecelakaan yang cukup serius. Saat dilakukan pengkajian, ditemukan jejas di antara dada dan abdomen pada ICS 4-5. Rahman meringis kesakitan, dengan tanda defans muscular (+), CRT 4 detik, dan tampak pucat. Tangan dan kakinya terasa dingin, serta tekanan darahnya hanya 80/60 mmHg. Frekuensi nadi mencapai 130 x/menit, dan frekuensi nafasnya 25 x/menit, sementara suhu tubuhnya normal di 37˚C. Dalam situasi genting ini, apa masalah keperawatan yang paling tepat untuk Rahman?
Gangguan Perfusi jaringan
Pola nafas tidak efektif
Hipovolemia
Nyeri Akut
Seorang kelompok triase bencana gempa bumi menemukan korban trauma dengan kondisi masih dalam keadaan sadar, pernapasan 22 x/menit dan nadi 97 x/menit. Korban mengeluh nyeri ekstremitas dan tidak dapat menggerakan ekstremitas distal. Korban dicurigai mengalami cedera servikal. Apakah alat mobilisasi yang paling aman digunakan pada korban terebut ?
Kendrick Extrication Device
Long Spine Board
Short Spine Board
Scoop Stretcher
Seorang laki-laki (22 tahun) dibawa menggunakan ambulan ke IGD oleh keluarganya setelah mengalami kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan korban mengalami cedera kapitis. Setelah dilakukan pemeriksaan CT-Scan, pasien didiagnosa edema cerebral dan segera direncanakan untuk osmoterapi IV dengan Manitol 20%, 0,5 gr/Kg BB/6 jam. Apakah tindakan yang harus dilakukan sebelum perawat melakukan pemberian obat tersebut ?
Mengukur tekanan darah
Mengukur Frekuensi nadi
mengukur frekuensi nafas
memonitor status kesadaran
Ny.U berusia 25 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas dibawa ke IGD Rumah Sakit. Berdasarkan hasil pengkajian tampak luka robek pada dahi dan pipi Ny.U, adanya perdarahan pada hidung dan mulut Ny.U serta adanya luka lebam pada lengan dan bahu kanan Ny.U. pasien dating dengan penurunan kesadaran dan terdengar adanya suara nafas gurgling. Apakah tindakan utama yang tepat dilakukan perawat ?
Pemasangan OPA
Pemasangan NPA
Melakukan Suction
Memasang Neck Collar
Seorang anak berusia 15 tahun dibawa ayahnya ke IGD. Anak tampak sulit bernafas, sulit bicara, batuk dan terdengar bunyi napas stridor. Ibu pasien menjelaskan kondisi ini terjadi sejak 30 menit yang lalu ketika pasien sedang memakan buah salak. Apakah teknik pembebasan jalan nafas yang tepat dilakukan pada pasien ?
Chest trust
sapuan jari
Anjurkan pasien untuk muntah
Hemlich manuver
Seorang lelaki berusia 45 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan nafas terasa berat dan cepat lelah. Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan perut membesar/asites, edema ekstremitas, dan pasien tampak sangat lemah. Pasien didiagnosa mengalami gagal jantung kongesti. TD: 100/60 mmHg, frekuensi nadi 94x/menit, frekuensi nafas 30x/menit ireguler. Pasien diberikan oksigen 3 L/menit dan injeksi Lasix intravena. Dokter memberi advice untuk monitor balance cairan pasien secara intensif. Apakah tinfakan yang selanjutnya dilakukan pada pasien tersebut
Pasang Dower cateter
Auskultasi edema paru
ukur intake dan output
batasi cairan
