wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Manajemen Keuangan

Total questions: 70

Worksheet time: 1hrs 10mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan utama laporan keuangan?

a)

Mengukur tingkat efisiensi karyawan

b)

Memberikan informasi keuangan kepada pihak berkepentingan

c)

Menentukan target penjualan tahunan

d)

Mengurangi biaya operasional

2.

Elemen utama laporan laba rugi meliputi:

a)

Aset, liabilitas, ekuitas

b)

Pendapatan, beban, laba atau rugi

c)

Kas masuk dan kas keluar

d)

Modal pemilik

3.

Komponen utama neraca adalah:

a)

Pendapatan, beban, ekuitas

b)

Arus kas operasi, investasi, pendanaan

c)

Aset, liabilitas, ekuitas

d)

Penjualan, kas, piutang

4.

Dalam laporan arus kas, pembayaran dividen dicatat dalam aktivitas:

a)

Operasi

b)

Investasi

c)

Pendanaan

d)

Laba bersih

5.

Laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu adalah:

a)

Laporan Laba Rugi

b)

Neraca

c)

Laporan Arus Kas

d)

Catatan atas Laporan Keuangan

6.

Laporan yang berfungsi untuk menjelaskan arus masuk dan keluar kas perusahaan adalah:

a)

Neraca

b)

Laporan Laba Rugi

c)

Laporan Arus Kas

d)

Catatan atas Laporan Keuangan

7.

Rasio keuangan sering dihitung menggunakan data dari:

a)

Catatan Akuntansi

b)

Laporan Keuangan

c)

Surat Keterangan Pajak

d)

Laporan Manajemen

8.

Beban penyusutan biasanya tercatat dalam laporan:

a)

Arus kas

b)

Laba rugi

c)

Neraca

d)

Catatan atas laporan keuangan

9.

Dalam neraca, aset lancar meliputi:

a)

Gedung, mesin, inventaris

b)

Piutang, persediaan, kas

c)

Utang usaha, laba ditahan, saham

d)

Obligasi, ekuitas pemilik, utang pajak

10.

Informasi yang biasanya tidak disajikan dalam laporan keuangan adalah:

a)

Kinerja keuangan masa lalu

b)

Proyeksi pendapatan masa depan

c)

Posisi keuangan saat ini

d)

Informasi terkait arus kas

11.

Rasio lancar (current ratio) dihitung dengan rumus:

a)

Total Aset / Total Kewajiban

b)

Aset Lancar / Kewajiban Lancar

c)

Aset Tetap / Kewajiban Jangka Panjang

d)

Pendapatan Bersih / Total Aset

12.

Rasio profitabilitas yang mengukur seberapa besar laba bersih terhadap penjualan adalah:

a)

Rasio Lancar

b)

Rasio Utang terhadap Ekuitas

c)

Margin Laba Bersih

d)

Return on Assets (ROA)

13.

Jika quick ratio < 1, maka kondisi perusahaan menunjukkan:

a)

Likuiditas tinggi

b)

Kesulitan membayar kewajiban jangka pendek tanpa menjual persediaan

c)

Kemampuan laba yang rendah

d)

Ketergantungan besar pada utang jangka panjang

14.

Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar bunga utang disebut:

a)

Current Ratio

b)

Debt-to-Equity Ratio

c)

Times Interest Earned Ratio

d)

Quick Ratio

15.

Rasio solvabilitas mengukur:

a)

Likuiditas perusahaan

b)

Kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka panjang

c)

Efisiensi penggunaan aset

d)

Tingkat profitabilitas perusahaan

16.

Debt-to-equity ratio dihitung dengan rumus:

a)

Total Kewajiban / Total Aset

b)

Total Kewajiban / Ekuitas Pemilik

c)

Total Aset / Total Pendapatan

d)

Ekuitas Pemilik / Total Kewajiban

17.

Rasio yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset disebut:

a)

Current Ratio

b)

Return on Equity (ROE)

c)

Inventory Turnover

d)

Debt-to-Equity Ratio

18.

Return on Assets (ROA) dihitung dengan:

a)

Laba Bersih / Total Penjualan

b)

Laba Operasi / Total Aset

c)

Laba Bersih / Total Aset

d)

Ekuitas Pemilik / Total Pendapatan

19.

Gross profit margin dihitung dengan rumus:

a)

Pendapatan Bersih / Total Aset

b)

Laba Kotor / Total Penjualan

c)

Laba Bersih / Ekuitas Pemilik

d)

Total Penjualan / Laba Operasi

20.

Semakin tinggi current ratio, maka:

a)

Perusahaan memiliki likuiditas lebih baik

b)

Perusahaan lebih berisiko gagal bayar

c)

Perusahaan lebih efisien dalam penggunaan aset

d)

Perusahaan memiliki tingkat utang tinggi

21.

Rasio cepat (quick ratio) tidak memperhitungkan komponen berikut ini:

a)

Kas

b)

Piutang

c)

Persediaan

d)

Kewajiban lancar

22.

Rasio yang menunjukkan proporsi utang terhadap total aset disebut:

a)

Debt Ratio

b)

Gross Profit Margin

c)

Times Interest Earned

d)

Quick Ratio

23.

Rasio pengembalian ekuitas (Return on Equity) dihitung dengan:

a)

Laba Bersih / Total Penjualan

b)

Laba Bersih / Ekuitas Pemilik

c)

Total Penjualan / Total Aset

d)

Laba Operasi / Total Utang

24.

Semakin tinggi rasio utang terhadap aset (Debt-to-Asset Ratio), maka:

a)

Perusahaan memiliki leverage yang tinggi

b)

Perusahaan memiliki solvabilitas lebih baik

c)

Rasio likuiditas meningkat

d)

Efisiensi operasional lebih baik

25.

Rasio efisiensi yang mengukur kecepatan pengumpulan piutang disebut:

a)

Inventory Turnover

b)

Accounts Receivable Turnover

c)

Debt-to-Equity Ratio

d)

Quick Ratio

26.

Rasio laba operasi terhadap total aset disebut:

a)

Return on Assets (ROA)

b)

Operating Profit Margin

c)

Gross Profit Margin

d)

Times Interest Earned

27.

Semakin tinggi inventory turnover, maka:

a)

Persediaan lebih cepat terjual

b)

Perusahaan menghadapi risiko kelebihan stok

c)

Penjualan kredit meningkat

d)

Aset tetap lebih produktif

28.

Rasio solvabilitas tidak mencakup:

a)

Debt-to-Equity Ratio

b)

Current Ratio

c)

Debt-to-Asset Ratio

d)

Times Interest Earned

29.

Rasio profitabilitas yang fokus pada laba operasional adalah:

a)

Gross Profit Margin

b)

Net Profit Margin

c)

Operating Profit Margin

d)

Return on Equity

30.

Manfaat utama dari rasio keuangan adalah:

a)

Menunjukkan tren operasional perusahaan

b)

Membantu menganalisis kinerja keuangan perusahaan

c)

Mengidentifikasi risiko non-keuangan

d)

Meningkatkan pengelolaan utang secara otomatis

31.

Analisis common size digunakan untuk:

a)

Membandingkan perubahan total aset setiap tahun

b)

Menstandarisasi laporan keuangan dalam bentuk persentase

c)

Menghitung rasio solvabilitas

d)

Mengidentifikasi pengeluaran operasional

32.

Pada laporan laba rugi, analisis common size menyatakan setiap elemen dalam:

a)

Persentase terhadap penjualan bersih

b)

Persentase terhadap laba bersih

c)

Persentase terhadap total kewajiban

d)

Persentase terhadap total aset

33.

Trend analysis membantu dalam:

a)

Membandingkan laporan keuangan antar perusahaan

b)

Melacak kinerja perusahaan selama beberapa periode

c)

Menghitung rasio efisiensi

d)

Menganalisis struktur biaya operasional

34.

Data yang digunakan untuk analisis trend biasanya:

a)

Data internal operasional

b)

Data laporan keuangan dari periode waktu yang berbeda

c)

Data pelanggan dan pasar

d)

Hasil survei kepuasan pelanggan

35.

Dalam analisis common size neraca, semua elemen dinyatakan sebagai persentase dari:

a)

Total Penjualan

b)

Total Aset

c)

Laba Operasi

d)

Kewajiban Lancar

36.

Manfaat utama dari analisis trend adalah:

a)

Mengidentifikasi rasio likuiditas

b)

Menunjukkan pola pertumbuhan atau penurunan kinerja perusahaan

c)

Menghitung rasio utang perusahaan

d)

Menganalisis kompetitor langsung

37.

Salah satu kekurangan analisis common size adalah:

a)

Tidak memberikan data persentase

b)

Hanya cocok untuk perusahaan kecil

c)

Tidak mempertimbangkan faktor eksternal

d)

Membutuhkan data yang terlalu kompleks

38.

Jika analisis trend menunjukkan peningkatan biaya operasional tanpa peningkatan pendapatan, maka:

a)

Profitabilitas meningkat

b)

Perusahaan dalam risiko laba menurun

c)

Perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi

d)

Rasio likuiditas membaik

39.

Analisis common size membantu mengidentifikasi:

a)

Struktur biaya operasional dalam laporan laba rugi

b)

Total aset perusahaan dibandingkan pesaing

c)

Laba bersih dibandingkan dengan tahun lalu

d)

Alokasi sumber daya manusia

40.

Hasil analisis trend disajikan dalam bentuk:

a)

Grafik garis atau tabel perubahan persentase

b)

Rasio efisiensi

c)

Laporan laba rugi biasa

d)

Ringkasan kebijakan manajemen

41.

Pada analisis common size laporan laba rugi, pendapatan bersih sering digunakan sebagai:

a)

Dasar pembagian persentase

b)

Indikator solvabilitas

c)

Ukuran efisiensi operasional

d)

Faktor penentu kebijakan kredit

42.

Analisis common size membantu membandingkan perusahaan dengan:

a)

Laporan keuangan periode sebelumnya

b)

Perusahaan lain dalam industri yang sama

c)

Tren makroekonomi

d)

Anggaran yang telah ditetapkan

43.

Salah satu kelemahan analisis trend adalah:

a)

Sulit diterapkan untuk perusahaan besar

b)

Tidak mempertimbangkan perubahan nilai uang dari waktu ke waktu

c)

Memerlukan data keuangan yang sangat terperinci

d)

Tidak memberikan informasi tentang profitabilitas

44.

Analisis trend bermanfaat untuk:

a)

Membandingkan likuiditas antara dua perusahaan

b)

Mengetahui arah kinerja keuangan perusahaan dalam beberapa periode

c)

Menilai kebijakan kredit perusahaan

d)

Menentukan nilai pasar perusahaan

45.

Analisis common size cocok untuk:

a)

Menentukan arus kas jangka panjang

b)

Membandingkan struktur keuangan antar perusahaan

c)

Meningkatkan manajemen aset

d)

Menentukan efisiensi distribusi

46.

Analisis common size menggunakan angka dasar berikut ini untuk neraca:

a)

Total Ekuitas

b)

Total Penjualan

c)

Total Aset

d)

Total Pendapatan Bersih

47.

Dalam analisis trend, peningkatan kewajiban lancar selama 3 tahun dapat mengindikasikan:

a)

Solvabilitas perusahaan meningkat

b)

Risiko likuiditas lebih tinggi

c)

Efisiensi keuangan membaik

d)

Penjualan kredit lebih efektif

48.

Grafik analisis trend biasanya menampilkan:

a)

Nilai absolut laporan keuangan

b)

Perubahan persentase dari periode ke periode

c)

Rasio solvabilitas

d)

Skor kredit perusahaan

49.

Dalam laporan keuangan common size, kewajiban dinyatakan sebagai persentase dari:

a)

Pendapatan Bersih

b)

Total Penjualan

c)

Total Aset

d)

Ekuitas Pemilik

50.

Trend analysis tidak cocok digunakan untuk:

a)

Mengidentifikasi pola pertumbuhan pendapatan

b)

Mengukur profitabilitas masa depan

c)

Menentukan nilai pasar perusahaan saat ini

d)

Melacak perubahan laba dari waktu ke waktu

51.

Manajemen piutang yang baik bertujuan untuk:

a)

Meningkatkan total utang perusahaan

b)

Mempercepat siklus kas dan mengurangi risiko gagal bayar

c)

Mengurangi penjualan kredit

d)

Meningkatkan total kewajiban jangka panjang

52.

Piutang usaha dicatat dalam laporan keuangan sebagai:

a)

Aset Lancar

b)

Kewajiban Jangka Pendek

c)

Ekuitas Pemilik

d)

Pendapatan Lain-lain

53.

Umur piutang (accounts receivable turnover) dihitung dengan:

a)

Penjualan Kredit / Rata-rata Piutang

b)

Total Piutang / Laba Bersih

c)

Piutang Lancar / Total Penjualan

d)

Piutang Kotor / Total Kewajiban

54.

Langkah penting dalam mengelola piutang adalah:

a)

Memperketat syarat kredit

b)

Mengurangi pembayaran tunai

c)

Meningkatkan biaya operasional

d)

Menaikkan harga produk

55.

Perusahaan yang memiliki piutang tinggi tetapi lambat tertagih mungkin menghadapi masalah:

a)

Likuiditas

b)

Profitabilitas

c)

Solvabilitas

d)

Efisiensi

56.

Rasio umur piutang yang rendah menunjukkan:

a)

Piutang tertagih dengan cepat

b)

Tingkat utang tinggi

c)

Pengelolaan kas buruk

d)

Kelebihan aset tetap

57.

Kebijakan kredit yang terlalu longgar dapat menyebabkan:

a)

Likuiditas yang lebih baik

b)

Risiko gagal bayar yang tinggi

c)

Peningkatan pendapatan langsung

d)

Penurunan beban operasional

58.

Penagihan piutang yang efisien dapat dicapai dengan:

a)

Meningkatkan batas waktu pembayaran

b)

Menyediakan diskon pembayaran awal

c)

Memberikan kredit tanpa batas

d)

Mengabaikan piutang kecil

59.

Analisis umur piutang membantu:

a)

Mengukur efisiensi penagihan kredit

b)

Mengidentifikasi profitabilitas total

c)

Menentukan nilai pasar perusahaan

d)

Mengurangi rasio likuiditas

60.

Jika rasio perputaran piutang (accounts receivable turnover) tinggi, ini menunjukkan:

a)

Perusahaan lambat menagih piutang

b)

Penjualan kredit tertagih dengan cepat

c)

Kredit macet meningkat

d)

Efisiensi operasional menurun

61.

Syarat kredit yang terlalu longgar dapat menyebabkan:

a)

Peningkatan likuiditas

b)

Risiko gagal bayar yang tinggi

c)

Penjualan tunai meningkat

d)

Penurunan pendapatan bersih

62.

Diskon pembayaran awal dirancang untuk:

a)

Mengurangi total penjualan kredit

b)

Mempercepat arus kas masuk

c)

Meningkatkan total piutang

d)

Mengurangi biaya operasional

63.

Piutang dagang sering kali menjadi bagian dari:

a)

Aset Tetap

b)

Aset Lancar

c)

Kewajiban Jangka Panjang

d)

Ekuitas Pemilik

64.

Rasio perputaran piutang dihitung dengan:

a)

Total Piutang / Total Penjualan

b)

Penjualan Kredit / Rata-rata Piutang

c)

Piutang Lancar / Total Utang

d)

Pendapatan Bersih / Total Aset

65.

Rasio umur piutang yang tinggi dapat menunjukkan:

a)

Efisiensi manajemen kredit

b)

Penagihan piutang yang lambat

c)

Risiko gagal bayar lebih rendah

d)

Tingkat likuiditas meningkat

66.

Kebijakan kredit yang ketat biasanya menghasilkan:

a)

Risiko kredit meningkat

b)

Penjualan lebih rendah tetapi piutang lebih sehat

c)

Peningkatan kredit macet

d)

Penurunan total kas masuk

67.

Faktor utama yang mempengaruhi efektivitas manajemen piutang adalah:

a)

Total Aset

b)

Kebijakan Kredit dan Penagihan

c)

Ekuitas Pemilik

d)

Nilai Tukar Mata Uang

68.

Perusahaan dapat mengelola piutang dengan lebih baik melalui:

a)

Penghapusan piutang macet secara langsung

b)

Penggunaan software manajemen piutang

c)

Penjualan kredit tanpa batas

d)

Peningkatan investasi dalam persediaan

69.

Peningkatan perputaran piutang menunjukkan:

a)

Penjualan tunai meningkat

b)

Pengelolaan piutang lebih efisien

c)

Penurunan kredit macet

d)

Penurunan total pendapatan

70.

Rasio perputaran piutang yang rendah menunjukkan:

a)

Tingkat likuiditas tinggi

b)

Pengumpulan piutang yang lambat

c)

Penjualan kredit lebih efektif

d)

Risiko kredit macet menurun