WorksheetsEAS ETIKA PROFESI KOMUNIKASI KELAS A-D
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Apa yang menjadi tujuan utama dari penerapan etika dalam komunikasi periklanan?
Salah satu prinsip etika periklanan adalah tidak menyesatkan konsumen. Contoh pelanggaran prinsip ini adalah...
Dalam konteks etika periklanan, prinsip social responsibility (tanggung jawab sosial) sering kali bertentangan dengan kepentingan komersial. Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat mencerminkan penerapan prinsip ini?
Kode Etik Periklanan Indonesia melarang iklan yang mengeksploitasi emosi dan ketakutan masyarakat. Namun, dalam kondisi tertentu, elemen ini dapat diterima secara etis. Manakah contoh penggunaan yang paling sesuai dengan prinsip tersebut?
Dalam iklan, representasi kelompok masyarakat tertentu harus mengikuti prinsip kesetaraan dan keadilan. Perilaku berikut yang paling melanggar etika komunikasi adalah:
Dalam situasi kompetitif, perusahaan sering kali menggunakan comparative advertising (iklan pembanding). Menurut etika komunikasi, pernyataan iklan berikut yang tidak etis adalah...
"Produk kami memiliki lebih banyak fitur daripada merek X berdasarkan survei independen."
Iklan yang menyebutkan produk pesaing lebih populer tanpa data."Produk kami lebih murah daripada merek X, tetapi memiliki kualitas yang setara."
"Merek X gagal memenuhi standar keselamatan berdasarkan laporan tanpa bukti ilmiah."
"Produk kami menawarkan manfaat tambahan dibandingkan merek X menurut penelitian terbuka."
Dalam iklan produk digital, perusahaan menyebutkan bahwa platform mereka “sepenuhnya aman dari segala ancaman siber.” Namun, ketika produk digunakan, ternyata terdapat celah keamanan. Dari segi etika periklanan, pelanggaran utama adalah...
Tidak mencantumkan kebijakan penggunaan dalam iklan.
Membuat klaim absolut yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.
Gagal mencantumkan fitur keamanan tambahan.
Menonjolkan satu fitur produk dibandingkan lainnya.
Kode Etik Periklanan Indonesia melarang iklan yang mengeksploitasi anak-anak. Salah satu bentuk eksploitasi ini adalah...
Menggunakan anak-anak sebagai model iklan mainan edukasi.
Mendorong anak-anak untuk memengaruhi orang tua membeli produk mahal.
Menampilkan anak-anak bermain dengan produk yang dipromosikan.
Membuat iklan yang menggunakan animasi untuk menarik perhatian anak-anak.
Manakah di bawah ini yang paling sesuai dengan prinsip truthfulness dalam periklanan?
Membuat klaim yang belum diuji untuk meningkatkan daya tarik produk.
Menggunakan testimoni pelanggan yang sebenarnya tidak pernah membeli produk.
Mengklarifikasi bahwa efek penggunaan produk dapat bervariasi tergantung pada individu.
Mengabaikan dampak negatif produk dalam iklan.
Perusahaan X merilis iklan sebuah produk makanan kesehatan dengan klaim, “Makan ini setiap hari, dan Anda akan terbebas dari semua penyakit!” Setelah iklan tersebut dirilis, beberapa pihak melaporkan iklan tersebut karena dianggap tidak etis. Berdasarkan etika komunikasi periklanan, apa yang menjadi dasar utama pelanggaran dalam iklan tersebut?
Iklan tersebut menggunakan klaim yang menyesatkan dan tidak didukung bukti ilmiah.
Iklan tidak menyebutkan efek samping produk secara rinci.
Iklan gagal menunjukkan cara penggunaan produk yang aman.
Iklan tidak mencantumkan perbandingan dengan produk pesaing yang relevan.
Sebuah perusahaan minuman ringan memproduksi iklan yang menggunakan seorang atlet terkenal untuk mempromosikan produknya dengan klaim bahwa minuman tersebut dapat meningkatkan stamina hingga 50%. Namun, klaim tersebut hanya didasarkan pada pendapat subjektif atlet tanpa bukti ilmiah. Jika dilihat dari prinsip accountability dalam etika periklanan, tindakan yang harus diambil perusahaan adalah...
Melakukan revisi klaim berdasarkan penelitian ilmiah yang kredibel sebelum menyebarluaskan iklan.
Mempertahankan klaim dengan catatan bahwa atlet tersebut adalah pengguna produk.
Mencantumkan peringatan bahwa hasil yang ditampilkan hanya berdasarkan pengalaman individu tertentu.
Menghentikan iklan tersebut, tetapi tetap menggunakan atlet sebagai duta merek.
Iklan kosmetik yang menampilkan model dengan kulit cerah dan menyebutkan klaim "memutihkan kulit dalam 7 hari" telah dikecam oleh berbagai kelompok masyarakat karena dianggap mempromosikan standar kecantikan yang diskriminatif. Dalam konteks etika komunikasi periklanan, pelanggaran ini terjadi karena..
Iklan menyesatkan dengan klaim yang tidak realistis.
Iklan tidak memperhatikan keberagaman audiens dan memperkuat stereotip tertentu.
Iklan memanfaatkan model untuk menarik perhatian tanpa menyebut manfaat produk.
Iklan gagal mencantumkan bukti ilmiah dari klaim produk.
Sebuah perusahaan produk pelangsing mengeluarkan iklan yang menunjukkan transformasi tubuh seorang pengguna sebelum dan sesudah menggunakan produk mereka. Namun, diketahui bahwa gambar "setelah" menggunakan produk tersebut merupakan hasil manipulasi digital. Berdasarkan prinsip etika periklanan, pelanggaran yang terjadi adalah...
Menggunakan representasi visual yang tidak akurat untuk menyesatkan konsumen.
Tidak mencantumkan peringatan bahwa hasil dapat bervariasi pada setiap individu.
Gagal menyebutkan durasi penggunaan produk untuk mencapai hasil tersebut.
Memanfaatkan kekhawatiran masyarakat akan penampilan fisik untuk tujuan komersial.
Dalam periklanan, praktik puffery sering digunakan untuk meningkatkan daya tarik produk. Namun, jika praktik ini melanggar etika, maka hal tersebut biasanya terjadi karena...
Pernyataan dalam iklan melebih-lebihkan manfaat produk tanpa memberikan klaim spesifik.
Iklan menggunakan bahasa hiperbolis yang sulit diverifikasi oleh konsumen.
Klaim produk dibuat tanpa dasar ilmiah yang dapat diuji kebenarannya.
Produk dipromosikan dengan klaim yang didasarkan pada testimoni selebriti terkenal.
Sebuah perusahaan pakaian memasarkan produknya dengan slogan "Pilih pakaian ini, dan Anda akan terlihat lebih menarik daripada orang lain." Beberapa konsumen melaporkan iklan ini karena dianggap menciptakan perasaan rendah diri. Dalam konteks etika komunikasi periklanan, apa yang menjadi dasar pelanggaran iklan ini?
Iklan menyampaikan klaim yang tidak realistis tanpa bukti pendukung.
Iklan memanfaatkan rasa tidak percaya diri audiens untuk meningkatkan penjualan.
Iklan gagal mencerminkan keberagaman gaya berpakaian masyarakat.
Iklan menggunakan perbandingan langsung dengan pesaing tanpa data akurat.
Sebuah perusahaan makanan cepat saji menggunakan iklan yang menampilkan porsi makanan lebih besar daripada ukuran sebenarnya di gerai mereka. Jika dilihat dari prinsip honesty dalam etika periklanan, apa yang seharusnya dilakukan perusahaan untuk menghindari pelanggaran ini?
Menyertakan pernyataan kecil di iklan bahwa ukuran produk dapat berbeda di setiap gerai.
Mengganti gambar iklan dengan ilustrasi yang lebih menarik perhatian.
Menyatakan secara terbuka bahwa iklan menggunakan trik visual untuk estetika.
Tidak perlu melakukan perubahan karena hal ini adalah praktik yang umum.
Dalam periklanan produk kecantikan, sering kali digunakan istilah seperti “diformulasikan oleh para ahli” atau “teruji secara klinis.” Namun, jika ternyata klaim tersebut tidak didukung oleh penelitian valid, pelanggaran utama terhadap etika periklanan adalah...
Membuat konsumen percaya pada kredibilitas palsu.
Menggunakan istilah teknis yang sulit dipahami konsumen.
Tidak menyebutkan komposisi bahan dalam produk.
Gagal menyertakan perbandingan dengan produk sejenis.
Iklan obat herbal sering menggunakan testimoni pasien yang mengaku sembuh total dari penyakit serius setelah menggunakan produk. Namun, pasien tersebut tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Dalam etika periklanan, hal ini melanggar prinsip...
Transparency
Accountability
Truthfulness
Fair Competition
Perusahaan teknologi mempromosikan produknya dengan pernyataan, "Produk kami adalah satu-satunya solusi untuk kebutuhan Anda." Jika dilihat dari perspektif etika periklanan, pelanggaran ini terjadi karena...
Tidak mencantumkan keunggulan produk lain yang sejenis.
Mengklaim eksklusivitas tanpa bukti yang valid.
Menggunakan slogan yang tidak menarik perhatian audiens.
Memanfaatkan ketidaktahuan konsumen terhadap produk lain.
Sebuah iklan rokok menggunakan slogan “Nikmati hidup dengan pilihan Anda” dan menampilkan adegan pesta yang glamor. Namun, iklan ini dikecam karena dianggap melanggar aturan periklanan tertentu. Apa alasan utama kecaman tersebut?
Menggambarkan aktivitas yang bertentangan dengan norma masyarakat.
Membuat rokok terlihat sebagai simbol gaya hidup sukses.
Tidak menyertakan peringatan kesehatan secara eksplisit.
Menggunakan elemen visual yang berlebihan.
Seorang profesional komunikasi yang bekerja sebagai manajer media sosial harus memastikan konten yang dipublikasikan mewakili nilai-nilai etika komunikasi yang baik. Dalam situasi tertentu, perusahaan tempat ia bekerja meminta untuk memposting informasi sensitif yang dapat menyesatkan publik demi mendongkrak citra perusahaan. Dalam konteks ini, mana yang merupakan pendekatan paling etis yang harus diambil?
Mengikuti permintaan perusahaan karena sebagai karyawan, ia memiliki kewajiban untuk patuh pada atasan.
Mencari cara untuk memodifikasi informasi agar tidak sepenuhnya menyesatkan, namun tetap memenuhi tujuan perusahaan.
Menolak permintaan tersebut dengan memberikan argumen bahwa konten yang menyesatkan dapat melanggar kode etik profesi komunikasi dan mencederai kepercayaan publik.
Membuat kompromi dengan menyampaikan informasi yang setengah benar dan berargumen bahwa publik akan menafsirkannya sendiri.
Sebagai seorang profesional komunikasi yang memegang akun media sosial perusahaan besar, Anda menerima komentar negatif dari publik mengenai kebijakan perusahaan. Dalam menjawab komentar tersebut, Anda harus mempraktikkan prinsip etika profesional. Langkah apa yang paling sesuai?
Mengabaikan komentar negatif karena respons tersebut bisa memperpanjang konflik di ruang publik.
Membalas dengan respons yang diplomatis tetapi tidak memberikan solusi konkret untuk menghindari masalah hukum.
Menanggapi komentar dengan fakta yang jelas, transparan, dan menjelaskan posisi perusahaan sambil tetap menghormati pendapat publik.
Menghapus komentar negatif tersebut untuk menjaga citra perusahaan tetap baik.
Seorang jurnalis yang aktif di media sosial sering membagikan pendapat pribadinya mengenai isu-isu sosial yang kontroversial. Dalam satu unggahan, ia menggunakan bahasa kasar yang memancing perdebatan. Bagaimana etika yang harus dipegang oleh seorang profesional komunikasi dalam konteks ini?
Meminta maaf kepada publik jika unggahan tersebut dianggap melanggar norma sosial, namun tetap berhak menyuarakan opini.
Menghapus unggahan tersebut untuk menghindari dampak negatif pada reputasi, tanpa memberikan penjelasan kepada publik.
Tetap mempertahankan unggahan tersebut karena kebebasan berpendapat adalah hak individu, meskipun menimbulkan kontroversi.
Mengklarifikasi bahwa opini tersebut bersifat personal dan tidak terkait dengan profesinya sebagai jurnalis.
Dalam mengelola kampanye media sosial, seorang profesional komunikasi dituntut untuk mematuhi hukum dan etika terkait hak cipta. Sebuah klien meminta Anda menggunakan gambar yang diambil dari internet tanpa mencantumkan kredit, karena waktu produksi yang singkat. Apa tindakan terbaik yang harus diambil?
Menyetujui permintaan klien karena kebutuhan mendesak, dengan risiko menghadapi pelanggaran hak cipta di kemudian hari.
Menggunakan gambar tersebut, tetapi menambahkan keterangan kecil bahwa hak cipta masih dimiliki oleh pihak lain.
Menolak menggunakan gambar tanpa izin dan menawarkan solusi alternatif, seperti membeli lisensi atau menggunakan konten bebas hak cipta.
Mengedit gambar tersebut agar terlihat berbeda dari aslinya untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.
Etika bermedia sosial bagi seorang profesional komunikasi juga mencakup bagaimana mereka menyampaikan informasi terkait perbedaan budaya. Dalam konteks globalisasi, apa langkah yang paling sesuai untuk menghindari kesalahpahaman lintas budaya?
Menggunakan bahasa dan simbol yang umum dipahami secara global untuk meminimalkan risiko interpretasi yang salah.
Melakukan riset mendalam mengenai nilai-nilai budaya yang berbeda sebelum mempublikasikan konten tertentu.
Menghindari referensi budaya sama sekali agar tidak menimbulkan konflik atau ketidaksensitifan.
Menyesuaikan konten dengan pandangan mayoritas audiens tanpa memikirkan minoritas.
Seorang jurnalis menerima dokumen bocoran dari seorang whistleblower yang mengungkap skandal besar di perusahaan terkenal. Namun, dokumen tersebut belum diverifikasi kebenarannya. Apa langkah paling etis yang harus dilakukan jurnalis tersebut?
Menerbitkan berita berdasarkan dokumen tersebut untuk menjadi yang pertama dalam menyampaikan informasi.
Menunggu hingga ada media lain yang menerbitkan berita serupa, lalu mengikutinya.
Memverifikasi dokumen melalui sumber terpercaya sebelum memutuskan untuk mempublikasikannya.
Membocorkan dokumen kepada publik melalui media sosial untuk transparansi.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, seorang narasumber secara tidak sengaja mengungkapkan informasi sensitif yang dapat merugikan dirinya sendiri. Apa tindakan yang paling sesuai menurut Kode Etik Jurnalistik?
Menerbitkan informasi tersebut karena merupakan hasil wawancara yang sah.
Meminta izin narasumber sebelum mempublikasikan informasi tersebut.
Menghapus bagian tersebut karena jurnalis wajib melindungi kepentingan narasumber.
Menggunakan informasi tersebut secara anonim untuk melindungi identitas narasumber.
Seorang jurnalis menerima hadiah mahal dari narasumber sebagai bentuk apresiasi atas liputannya. Apa yang harus dilakukan jurnalis tersebut untuk menjaga integritas profesinya?
Menerima hadiah tersebut dan mengungkapkannya kepada publik sebagai bentuk transparansi.
Menolak hadiah tersebut dengan sopan dan menjelaskan alasan etisnya.
Menerima hadiah tersebut tetapi tidak memberitahukan kepada pihak redaksi untuk menghindari konflik.
Menerima hadiah dengan syarat tidak memengaruhi isi pemberitaan di masa mendatang.
Seorang editor berita mendapati bahwa salah satu reporter telah memanipulasi kutipan narasumber agar lebih dramatis dan menarik perhatian pembaca. Apa tindakan yang paling etis bagi editor?
Meminta reporter untuk memperbaiki berita tanpa mengungkapkan masalah ini kepada publik.
Menarik berita tersebut dan meminta reporter meminta maaf kepada narasumber secara pribadi.
Menerbitkan berita klarifikasi dan memberikan sanksi kepada reporter sesuai dengan aturan internal.
Membiarkan berita tetap tayang tetapi memberikan teguran kepada reporter agar tidak mengulangi.
Dalam upaya meningkatkan traffic, sebuah media meminta jurnalis untuk menulis berita clickbait yang sensasional. Namun, isi berita tidak sesuai dengan judulnya. Apa tindakan paling etis bagi seorang jurnalis?
Menolak menulis berita tersebut karena bertentangan dengan etika jurnalistik.
Menulis berita tersebut tetapi memberikan klarifikasi kepada pembaca di dalam isi berita.
Mengusulkan judul alternatif yang menarik tetapi tetap sesuai dengan isi berita.
Mengikuti perintah redaksi karena itu bagian dari tanggung jawab profesional.
Seorang profesional komunikasi yang bekerja sebagai manajer media sosial harus memastikan konten yang dipublikasikan mewakili nilai-nilai etika komunikasi yang baik. Dalam situasi tertentu, perusahaan tempat ia bekerja meminta untuk memposting informasi sensitif yang dapat menyesatkan publik demi mendongkrak citra perusahaan. Dalam konteks ini, mana yang merupakan pendekatan paling etis yang harus diambil?
Mengikuti permintaan perusahaan karena sebagai karyawan, ia memiliki kewajiban untuk patuh pada atasan.
Mencari cara untuk memodifikasi informasi agar tidak sepenuhnya menyesatkan, namun tetap memenuhi tujuan perusahaan.
Menolak permintaan tersebut dengan memberikan argumen bahwa konten yang menyesatkan dapat melanggar kode etik profesi komunikasi dan mencederai kepercayaan publik.
Membuat kompromi dengan menyampaikan informasi yang setengah benar dan berargumen bahwa publik akan menafsirkannya sendiri.
Seorang jurnalis mendapatkan informasi dari sumber anonim tentang dugaan korupsi yang melibatkan seorang pejabat publik. Jurnalis tersebut memutuskan untuk menerbitkan laporan tanpa mengkonfirmasi informasi tersebut dengan pihak-pihak lain yang relevan. Setelah berita diterbitkan, pejabat tersebut mengajukan tuntutan pencemaran nama baik terhadap jurnalis dan media terkait.
Apa pelanggaran utama yang dilakukan oleh jurnalis dalam kasus ini berdasarkan prinsip hukum dan etika jurnalistik?
Tidak menjaga kerahasiaan identitas sumber anonim.
Tidak memberikan ruang bagi pejabat untuk memberikan hak jawab sebelum berita diterbitkan.
Tidak melakukan verifikasi dan konfirmasi informasi sebelum publikasi.
Menerbitkan informasi yang berisi opini, bukan fakta.
Dalam sebuah peliputan konflik sosial, seorang jurnalis memutuskan untuk mewawancarai hanya satu pihak yang terlibat konflik tanpa memberikan ruang bagi pihak lain untuk menyampaikan perspektif mereka. Berita yang diterbitkan menjadi bias dan memicu ketegangan lebih lanjut di masyarakat.
Prinsip etika apa yang dilanggar oleh jurnalis dalam kasus ini?
Kewajiban untuk menjaga kerahasiaan informasi.
Prinsip keberimbangan dalam peliputan berita.
Larangan menggunakan kata-kata yang provokatif.
Hak untuk melindungi kepentingan publik.
Seorang jurnalis menulis artikel tentang seorang tokoh terkenal dengan menggunakan foto pribadi yang diambil dari media sosial tanpa izin. Tokoh tersebut merasa dirugikan karena foto itu digunakan di luar konteks aslinya.
Apa pelanggaran hukum atau etika yang dilakukan jurnalis dalam kasus ini?
Melanggar hak kekayaan intelektual.
Melanggar privasi subjek berita.
Menggunakan data yang tidak relevan untuk publikasi.
Mengabaikan prinsip akurasi dalam peliputan.
Seorang jurnalis menerbitkan berita yang mengandung informasi tidak benar dan mencemarkan nama baik seorang pejabat publik. Berdasarkan Pasal 27 ayat (3) UU ITE, seseorang dapat dikenakan sanksi atas pencemaran nama baik jika:
Informasi yang diterbitkan benar tetapi tidak sesuai konteks.
Informasi yang diterbitkan berbasis opini tanpa fakta pendukung.
Informasi yang diterbitkan dapat diakses oleh publik melalui media elektronik dan memiliki unsur kesengajaan untuk mencemarkan nama baik.
Informasi diterbitkan tanpa izin dari pihak yang diberitakan.
Dalam Pasal 5 ayat (1) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, disebutkan bahwa pers wajib memberitakan informasi secara berimbang. Jika jurnalis tidak menjalankan prinsip ini sehingga menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak, sanksi yang dapat diterapkan berdasarkan Pasal 18 UU Pers adalah:
Denda maksimum Rp1 miliar atau pidana penjara paling lama 2 tahun.
Teguran tertulis dari Dewan Pers.
Pencabutan izin media oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Kewajiban melakukan permintaan maaf publik tanpa proses hukum lebih lanjut.
Pasal 4 UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers menjamin kebebasan pers dan melarang segala bentuk penyensoran atau pelarangan siaran. Namun, pelanggaran terhadap pasal ini dapat terjadi jika:
Pemerintah mengatur tata kelola pers dengan undang-undang.
Media memberitakan informasi yang berisi kritik terhadap lembaga negara.
Ada upaya penghentian publikasi informasi oleh pihak tertentu sebelum atau sesudah diterbitkan tanpa prosedur hukum yang sah.
Media menyampaikan berita yang berisi kebohongan untuk kepentingan masyarakat.
Dalam kasus pelanggaran kode etik jurnalistik yang melibatkan pemberitaan bohong, Dewan Pers memiliki wewenang untuk memberikan rekomendasi penyelesaian. Berdasarkan Pasal 15 UU Pers, langkah pertama yang biasanya dilakukan oleh Dewan Pers adalah:
Melaporkan jurnalis tersebut ke aparat penegak hukum.
Mengeluarkan teguran keras kepada media bersangkutan.
Melakukan mediasi antara pihak yang dirugikan dan media terkait.
Mencabut izin publikasi dari media tersebut.
Berdasarkan Pasal 310 ayat (1) KUHP, seseorang dapat dituntut karena pencemaran nama baik apabila memenuhi unsur-unsur berikut:
Tuduhan disampaikan di depan publik dan dimaksudkan untuk mengkritik kebijakan.
Tuduhan dilakukan secara lisan tanpa bukti yang dapat diverifikasi.
Informasi hanya beredar di kalangan terbatas tanpa maksud merugikan pihak tertentu.
Tuduhan ditujukan kepada seseorang dengan maksud menyerang kehormatan atau nama baik orang tersebut, baik secara lisan maupun tulisan.
Seorang perusahaan produk kesehatan mempromosikan obat dengan klaim "100 kali lebih efektif membunuh kuman" tanpa data ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Iklan ini tayang di stasiun televisi dan mengarah pada misinformasi konsumen. Berdasarkan Etika Pariwara Indonesia (EPI), pasal mana yang dilanggar dalam kasus ini?
Pasal 1.12 tentang penggunaan klaim hiperbolik dalam periklanan.
Pasal 3.1 tentang tanggung jawab moral iklan.
Pasal 2.6 tentang produk kesehatan rumah tangga.
Pasal 2.2 tentang larangan eksploitasi isu kesehatan.
Pada sebuah iklan yang menampilkan model anak-anak tanpa busana lengkap di dalam bak mandi, iklan tersebut menuai kritik karena dinilai tidak etis. Berdasarkan Etika Pariwara Indonesia (EPI) dan Undang-Undang, apa saja ketentuan hukum yang dilanggar oleh iklan tersebut?
Pasal 18 BAB XII tentang pelarangan adegan seksual dan Pasal 13 ayat (1) tentang perlindungan anak.
Pasal 1.26 tentang norma etika visual dan Pasal 39 tentang sensor dalam iklan.
Pasal 39 Bab XXI tentang sensor dan Pasal 9 ayat 2 UU Penyiaran tentang norma kesopanan.
Pasal 1.12 tentang hiperbola dalam promosi dan Pasal 18 BAB XII tentang adegan seksual.
Seorang penyelenggara iklan menggunakan istilah "diskon hingga 50%" untuk produk, tetapi konsumen harus memenuhi syarat tertentu yang tidak dijelaskan secara transparan. Berdasarkan dokumen Etika Pariwara Indonesia dan hukum yang berlaku, pelanggaran ini dapat dikategorikan dalam:
Pelanggaran EPI pasal 1.12 tentang hiperbola promosi dan Pasal 18 UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Pelanggaran EPI pasal 3.7 tentang monopoli periklanan dan Pasal 46 UU Penyiaran.
Pelanggaran EPI pasal 1.2 tentang tata bahasa promosi dan Pasal 47 PP No. 69 Tahun 1999 tentang informasi produk pangan
Pelanggaran EPI pasal 1.6.2 tentang jaminan promosi dan Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Pasal 17 ayat (1) tentang perlindungan konsumen.
Iklan rokok ditayangkan di televisi pada jam tayang utama pukul 20.00, melibatkan visualisasi produk rokok yang nyata, dan disaksikan oleh berbagai usia, termasuk anak-anak. Hal ini melanggar aturan:
Pasal 62 ayat (2) Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Pasal 2.3 tentang produk berbahaya.
Pasal 18 BAB XII EPI tentang norma kesopanan dan Pasal 9 UU Penyiaran tentang perlindungan anak.
Pasal 46 UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran dan Pasal 2.2.2 huruf c EPI tentang larangan promosi eksplisit produk rokok.
Pasal 39 EPI tentang sensor iklan dan Pasal 5 UU Hak Cipta.
Seorang pengusaha mikro memperkerjakan pegawai paruh waktu tanpa kontrak kerja tertulis. Ketika terjadi perselisihan tentang upah, pengusaha tidak dapat memberikan bukti kesepakatan. Dalam konteks etika profesional, pelanggaran utama yang dilakukan pengusaha ini adalah:
Tidak menghormati hak pekerja dalam hubungan industrial.
Tidak memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan.
Mengabaikan kepentingan bisnis jangka panjang.
Tidak melaporkan pengelolaan tenaga kerja kepada pemerintah.
Sebuah perusahaan makro beroperasi di suatu daerah tanpa memberikan kontribusi nyata kepada komunitas lokal, meskipun bisnis mereka sangat bergantung pada sumber daya dari wilayah tersebut. Pelanggaran etika profesional yang dilakukan adalah:
Mengabaikan kewajiban terhadap pelestarian lingkungan.
Tidak menjalankan prinsip tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).
Tidak mematuhi regulasi perpajakan lokal.
Memprioritaskan keuntungan tanpa mempertimbangkan etika pasar.
Pengusaha mikro sering menggunakan strategi pemotongan harga untuk menarik pelanggan, tetapi hal ini merugikan pengusaha kecil lainnya di komunitas tersebut. Dalam perspektif etika profesional, tindakan ini melanggar:
Prinsip kerja sama dan solidaritas antar pelaku usaha.
Prinsip pengelolaan bisnis yang transparan.
Tanggung jawab terhadap kesejahteraan pelanggan.
Kewajiban melindungi tenaga kerja lokal.
Sebuah perusahaan makro memberikan pinjaman ke pemasok kecil dengan bunga tinggi, yang membuat pemasok tertekan secara finansial. Dari perspektif etika profesional, tindakan ini melanggar prinsip:
Keadilan dalam hubungan bisnis.
Tanggung jawab sosial perusahaan.
Transparansi dalam pengelolaan keuangan.
Kepatuhan terhadap hukum keuangan.
Seorang pengusaha mikro menghadapi tekanan untuk menggunakan bahan baku murah yang dihasilkan melalui praktik eksploitasi tenaga kerja. Dalam menghadapi dilema etika ini, prinsip yang seharusnya diutamakan adalah:
Prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Prinsip efisiensi dan pengelolaan biaya.
Prinsip inovasi dalam produksi.
Prinsip mematuhi tren pasar.
Perusahaan makro melakukan pemutusan hubungan kerja massal tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tanpa memberikan pesangon sesuai undang-undang. Dalam konteks etika profesional, tindakan ini melanggar prinsip:
Keadilan dan kesejahteraan pekerja.
Pengelolaan hubungan industrial yang efisien.
Kewajiban perusahaan terhadap komunitas lokal.
Komunikasi yang terbuka dengan para pemangku kepentingan.
Seorang pengusaha mikro membuang limbah produksi ke lahan kosong di sekitar tempat usaha karena tidak mampu membayar biaya pengelolaan limbah. Dari perspektif etika profesional, pelanggaran utama yang dilakukan adalah:
Tidak menghormati hak masyarakat sekitar.
Tidak mematuhi regulasi pemerintah tentang pengelolaan limbah.
Mengabaikan prinsip keberlanjutan usaha.
Tidak menjalankan tanggung jawab terhadap lingkungan.
