Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Akhir Manajemen Ritel

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan 'retailing'?

a)

Proses produksi barang

b)

Aktivitas menjual produk langsung kepada konsumen

c)

Distribusi barang ke pengecer

d)

Membangun merek

e)

Semua di atas

2.

Apa yang menjadi fokus utama dalam strategi segmentasi pasar dalam bisnis retail?

a)

Penetapan harga produk

b)

Identifikasi kebutuhan konsumen

c)

Pemilihan lokasi toko

d)

Promosi produk

e)

Penentuan jenis produk

3.

Dalam konteks retail, apa yang dimaksud dengan 'omnichannel strategy'?

a)

Menggunakan satu saluran distribusi

b)

Mengintegrasikan berbagai saluran untuk pengalaman konsumen yang lebih baik

c)

Fokus pada penjualan online saja

d)

Memanfaatkan strategi pemasaran tradisional

e)

Mengurangi pengalaman belanja fisik

4.

Mengapa analisis SWOT penting dalam perencanaan bisnis retail?

a)

Untuk mengurangi biaya operasional

b)

Untuk memberikan wawasan tentang posisi kompetitif

c)

Untuk meningkatkan penjualan saja

d)

Untuk meningkatkan produksi

e)

Untuk meminimalkan risiko investasi

5.

Apa tujuan dari 'merchandising' dalam retail?

a)

Menetapkan harga jual produk

b)

Meningkatkan visibilitas dan daya tarik produk

c)

Mengelola sumber daya manusia

d)

Mengurangi biaya produksi

e)

Meningkatkan jumlah produk yang dijual

6.

Apa yang menjadi tantangan utama dalam bisnis retail saat menghadapi krisis ekonomi?

a)

Meningkatkan pengeluaran promosi

b)

Mengurangi jumlah karyawan

c)

Menjaga penjualan dan loyalitas pelanggan

d)

Mengubah lokasi toko

e)

Menambah variasi produk

7.

Dalam konteks manajemen retail, konsep customer experience mencakup seluruh perjalanan pelanggan dari awal hingga akhir. Berikut ini yang paling tepat menggambarkan pengaruh teknologi dalam customer experience adalah:

a)

Teknologi mengurangi kebutuhan akan personalisasi karena proses otomatis sudah cukup

b)

Teknologi meningkatkan interaksi manusia melalui penggunaan chatbots berbasis AI

c)

Teknologi hanya digunakan dalam tahap pembayaran dan tidak mempengaruhi tahap lain

d)

Teknologi mengurangi biaya operasional tetapi tidak berhubungan langsung dengan kepuasan pelanggan.

e)

Teknologi dapat meningkatkan interaksi langsung dengan pelanggan, tetapi membatasi pengalaman interaktif.

8.

Dalam pengelolaan hubungan dengan pelanggan, penerapan Customer Relationship Management (CRM) yang efektif dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Salah satu tantangan terbesar dalam implementasi CRM di sektor retail adalah:

a)

Kesulitan dalam memproses data pelanggan secara otomatis

b)

Kurangnya pemahaman tentang pentingnya integrasi sistem

c)

Kurangnya teknologi yang memadai untuk pelacakan interaksi pelanggan

d)

Kemampuan staf untuk melakukan analisis data secara manual

e)

Ketergantungan pada teknik pemasaran tradisional yang sudah tidak relevan lagi

9.

Apa dampak utama dari 'omnichannel retailing' terhadap layanan pelanggan di era digital?

a)

Membuat pelanggan lebih memilih saluran fisik dibandingkan saluran online

b)

Memungkinkan pelanggan untuk berinteraksi hanya di satu saluran saja

c)

Memberikan pelanggan fleksibilitas untuk bertransaksi di berbagai saluran dengan pengalaman yang konsisten

d)

Menurunkan biaya operasional secara keseluruhan dengan mengurangi penggunaan teknologi

e)

Meningkatkan ketergantungan pada saluran online tanpa memperhatikan saluran fisik

10.

Dalam konteks manajemen retail, personalization dalam pengalaman pelanggan dapat meningkatkan tingkat konversi. Salah satu pendekatan untuk menerapkan personalisasi yang efektif adalah dengan:

a)

Menawarkan produk yang sama untuk semua pelanggan tanpa memperhatikan preferensi pribadi.

b)

Menggunakan data pelanggan untuk memberikan rekomendasi produk yang relevan berdasarkan riwayat pembelian dan perilaku browsing.

c)

Mengabaikan data pelanggan untuk fokus pada pemasaran massal.

d)

Hanya memberikan diskon besar tanpa memperhatikan kebutuhan pelanggan.

e)

Menyediakan pengalaman yang konsisten meskipun tidak ada data pelanggan yang tersedia.

11.

Salah satu strategi untuk membuat pelanggan merasa dihargai di toko retail adalah dengan:

a)

Menghindari interaksi dengan pelanggan agar mereka tidak merasa terganggu

b)

Memberikan pelayanan yang cepat tanpa memperhatikan kualitas pengalaman pelanggan

c)

Menawarkan program loyalitas yang memungkinkan pelanggan mendapatkan hadiah atau keuntungan tambahan berdasarkan pembelian mereka

d)

Memastikan bahwa hanya pelanggan yang membeli produk premium yang mendapat perhatian khusus

e)

Membatasi interaksi dengan pelanggan untuk memfokuskan pada proses transaksi yang cepat.

12.

Dalam pengalaman pelanggan di retail, konsep customer experience management (CEM) melibatkan:

a)

Fokus pada strategi penjualan yang hanya memperhatikan volume transaksi tanpa memperhatikan pengalaman pelanggan.

b)

Pengelolaan setiap interaksi pelanggan dengan tujuan menciptakan pengalaman yang memuaskan dan meningkatkan loyalitas.

c)

Mengabaikan feedback pelanggan untuk mempercepat proses transaksi.

d)

Mengutamakan produk yang lebih murah meskipun mengorbankan kualitas layanan.

e)

Mempercepat transaksi tanpa memperhatikan kualitas layanan.

13.

Salah satu cara untuk mengukur kepuasan pelanggan dalam konteks ritel adalah dengan menggunakan Net Promoter Score (NPS), yang mengukur:

a)

Berapa banyak produk yang dibeli oleh pelanggan dalam satu transaksi.

b)

Seberapa besar pelanggan merekomendasikan toko atau produk kepada teman atau kolega mereka.

c)

Seberapa cepat pelanggan dapat menyelesaikan transaksi di toko.

d)

Berapa banyak iklan yang dikonsumsi pelanggan sebelum mereka membeli produk.

e)

Seberapa sering pelanggan datang ke toko tanpa membeli apapun.

14.

Customer retention dalam manajemen layanan pelanggan mengacu pada:

a)

Upaya untuk menarik pelanggan baru melalui diskon besar-besaran

b)

Usaha untuk mempertahankan pelanggan lama dengan memberikan pengalaman dan layanan yang memuaskan

c)

Menjual produk dalam jumlah besar untuk meningkatkan volume transaksi

d)

Fokus hanya pada meminimalkan biaya layanan pelanggan

e)

Mengabaikan umpan balik pelanggan dan hanya berfokus pada penjualan

15.

Salah satu tren terbaru dalam retail yang dikenal dengan Retail-as-a-Service (RaaS), pada dasarnya memungkinkan retailer untuk:

a)

Menyediakan platform untuk perusahaan lain yang ingin menawarkan produk atau layanan mereka tanpa memiliki toko fisik

b)

Menggunakan teknologi blockchain untuk mengurangi biaya transaksi di seluruh rantai pasok

c)

Mengoptimalkan penggunaan toko fisik dengan cara menurunkan harga sewa toko

d)

Fokus pada pengembangan toko offline tanpa memperhatikan kebutuhan online

e)

Menggunakan sistem manajemen inventaris yang sepenuhnya manual.

16.

Social commerce merupakan bagian dari tren terbaru yang menggunakan media sosial untuk berjualan. Salah satu alasan mengapa social commerce bisa sukses adalah karena:

a)

Pelanggan lebih percaya pada iklan tradisional daripada rekomendasi teman

b)

Media sosial memberikan pengalaman berbelanja yang lebih privat tanpa interaksi sosial

c)

Konsumen dapat berinteraksi langsung dengan penjual dan mendapatkan rekomendasi berbasis data

d)

Social commerce mengurangi pengaruh influencer dalam pemasaran

e)

Platform sosial tidak memerlukan integrasi dengan sistem pembayaran digital

17.

Salah satu dampak negatif yang sering ditemui akibat implementasi big data dalam bisnis retail adalah:

a)

Penyimpanan data yang murah dan mudah diakses.

b)

Ketergantungan yang berlebihan pada analisis data yang mungkin tidak selalu akurat

c)

Meningkatnya keterlibatan pelanggan dalam proses pengambilan keputusan

d)

Mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dalam pengelolaan inventaris

e)

Semua pelanggan mendapat pengalaman yang sama dalam setiap interaksi.

18.

Dalam era e-commerce, click-and-collect adalah strategi yang digunakan oleh retailer untuk:

a)

Menjual produk secara eksklusif melalui situs web tanpa melibatkan toko fisik.

b)

Menyediakan opsi pengambilan produk di toko setelah melakukan pembelian online, meningkatkan kenyamanan pelanggan

c)

Memfokuskan semua penjualan pada aplikasi mobile tanpa menyediakan opsi lainnya

d)

Mengurangi biaya pengiriman dengan mengharuskan pelanggan untuk datang langsung ke toko

e)

Meningkatkan biaya pengiriman karena produk harus dikirim ke alamat pelanggan.

19.

Dalam industri retail, customer segmentation bertujuan untuk:

a)

Menjual produk yang sama kepada semua segmen pelanggan tanpa memperhatikan perbedaan kebutuhan

b)

Mengelompokkan pelanggan berdasarkan karakteristik tertentu untuk menyesuaikan produk dan promosi sesuai dengan preferensi mereka

c)

Fokus hanya pada segmen pelanggan dengan daya beli tertinggi, mengabaikan segmen lainnya

d)

Menurunkan kualitas produk untuk menarik lebih banyak pelanggan dari berbagai segmen

e)

Mengabaikan analisis pelanggan dan berfokus hanya pada volume penjualan.

20.

Augmented reality (AR) dalam retail memberikan keuntungan dengan cara:

a)

Meningkatkan pengalaman berbelanja pelanggan dengan memungkinkan mereka mencoba produk secara virtual

b)

Mengurangi biaya produksi dengan menggantikan produk fisik dengan elemen digital

c)

Menghilangkan kebutuhan akan toko fisik, hanya mengandalkan pengalaman online

d)

Membatasi interaksi pelanggan dengan produk secara langsung untuk mempercepat proses transaksi

e)

Menggunakan teknologi untuk meningkatkan pengiriman produk tanpa memperhatikan pengalaman pelanggan.

21.

Salah satu tantangan dalam penerapan artificial intelligence (AI) untuk layanan pelanggan di retail adalah:

a)

AI lebih murah daripada staf manusia, yang mengurangi kualitas layanan pelanggan

b)

Pelanggan cenderung merasa tidak puas dengan interaksi otomatis, yang mengurangi tingkat loyalitas

c)

AI tidak dapat diintegrasikan dengan teknologi lain yang digunakan dalam retail

d)

AI tidak dapat digunakan untuk menganalisis data pelanggan yang relevan

e)

Semua jawaban di atas benar.

22.

Dalam konteks ritel, retailtainment adalah strategi yang bertujuan untuk:

a)

Menyediakan produk dengan harga terendah untuk menarik pelanggan

b)

Menggunakan elemen hiburan dan pengalaman interaktif untuk menarik pelanggan ke toko fisik

c)

Menghindari penggunaan teknologi dalam toko fisik untuk menjaga atmosfer tradisional

d)

Fokus pada penjualan produk yang memiliki kualitas terbaik tanpa mempertimbangkan pengalaman pelanggan

e)

Mengurangi pengalaman berbelanja dengan menekan biaya hiburan di toko.

23.

Teknologi blockchain dapat digunakan dalam manajemen rantai pasok retail untuk:

a)

Meningkatkan ketidakpastian dalam transaksi dengan pemasok.

b)

Memastikan transparansi dan keamanan data transaksi, memungkinkan pelacakan produk secara real-time.

c)

Mengurangi jumlah data yang dikumpulkan selama transaksi produk.

d)

Meningkatkan biaya operasional dengan menambah kompleksitas dalam sistem pengiriman.

e)

Menghindari penggunaan data pelanggan dalam setiap transaksi.

24.

Subscription model dalam retail merupakan strategi yang mengharuskan pelanggan untuk:

a)

Membeli produk satu kali saja tanpa komitmen lebih lanjut.

b)

Membayar biaya berulang untuk mendapatkan akses atau produk secara teratur

c)

Mengurangi biaya melalui penawaran satu kali diskon besar

d)

Fokus hanya pada produk musiman untuk dijual tanpa keterikatan lebih lanjut

e)

Menawarkan pengiriman gratis tanpa biaya tambahan.

25.

Just-in-time (JIT) adalah strategi yang digunakan dalam manajemen rantai pasok untuk mengurangi biaya persediaan. Salah satu risiko utama dari penerapan JIT dalam retail adalah:

a)

Peningkatan biaya inventaris karena terlalu banyak barang yang harus disimpan

b)

Terjadi kekurangan stok karena ketergantungan pada pengiriman yang tepat waktu

c)

Peningkatan kualitas barang yang diterima karena pembelian dalam jumlah besar

d)

Stok barang yang tidak terjual akan mempengaruhi reputasi merek

e)

Penurunan efisiensi operasional karena ketergantungan pada pengelolaan manual.

26.

Untuk mengoptimalkan supply chain visibility, sebuah retailer harus mampu melacak aliran barang dari pemasok hingga pelanggan akhir. Teknologi yang sering digunakan untuk tujuan ini adalah:

a)

Sistem ERP yang hanya mencakup manajemen inventaris

b)

RFID (Radio Frequency Identification) yang memungkinkan pelacakan barang secara real-time

c)

Sistem CRM yang digunakan untuk memantau interaksi dengan pelanggan

d)

Software akuntansi yang fokus pada perhitungan biaya barang

e)

Email marketing untuk menginformasikan status pengiriman kepada pelanggan.

27.

Dalam pengelolaan rantai pasok, konsep supply chain resilience bertujuan untuk:

a)

Mengurangi fleksibilitas dalam merespons perubahan permintaan pasar

b)

Memastikan bahwa perusahaan dapat dengan cepat mengatasi gangguan atau risiko yang dapat mempengaruhi kelancaran pasokan

c)

Menghindari penggunaan teknologi baru untuk mengurangi ketergantungan pada sistem digital

d)

Menjaga biaya rantai pasok tetap tinggi untuk memastikan keuntungan maksimal

e)

Fokus pada pengurangan risiko melalui pengurangan stok yang berlebihan.

28.

Vendor-managed inventory (VMI) dalam manajemen rantai pasok memungkinkan pemasok untuk:

a)

Mengatur sendiri tingkat persediaan di gudang ritel berdasarkan permintaan dan data penjualan

b)

Menghindari kontrol kualitas dalam proses pengiriman barang

c)

Mengatur harga barang agar lebih menguntungkan bagi retailer tanpa mempengaruhi permintaan

d)

Mengurangi pengawasan terhadap stok barang karena retailer yang harus menangani semuanya

e)

Fokus pada pengurangan volume barang yang harus dijual ke pelanggan.

29.

Dalam manajemen rantai pasok, konsep supply chain synchronization merujuk pada:

a)

Penggunaan sistem otomatis untuk memastikan bahwa produk selalu tersedia tanpa perlu mengelola stok

b)

Penyelarasan seluruh aktivitas dalam rantai pasok untuk memastikan setiap langkah berjalan efisien dan selaras, mengurangi keterlambatan dan biaya

c)

Peningkatan stok barang untuk menghindari kekurangan pasokan

d)

Pengabaian hubungan dengan pemasok dan fokus hanya pada pengelolaan gudang

e)

Penerapan teknologi untuk mengurangi keterlibatan manusia dalam pengelolaan pasokan

30.

Salah satu metode untuk mengukur kinerja rantai pasok secara efektif adalah dengan menggunakan Key Performance Indicators (KPIs). KPI yang paling relevan untuk mengevaluasi efisiensi dalam manajemen rantai pasok adalah:

a)

Waktu siklus order, tingkat ketersediaan produk, dan biaya logistik per unit

b)

Hanya biaya pengiriman yang terlibat dalam proses distribusi

c)

Jumlah stok yang tersedia di setiap titik distribusi

d)

Lama waktu untuk melaksanakan promosi pemasaran produk

e)

Jumlah transaksi yang terjadi dalam sistem pembayaran.

31.

Salah satu indikator kunci yang sering digunakan oleh manajer retail untuk mengukur kinerja keuangan adalah return on investment (ROI). Salah satu tantangan terbesar dalam menghitung ROI untuk proyek-proyek retail adalah:

a)

Mengabaikan biaya tidak langsung yang tidak terukur

b)

Menghitung pengembalian investasi dalam jangka waktu yang sangat panjang

c)

Mencakup semua biaya operasional, termasuk yang tidak terkait dengan proyek

d)

Tidak mempertimbangkan risiko yang terlibat dalam investasi

e)

Semua jawaban di atas.

32.

Salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan cash flow dalam retail adalah dengan:

a)

Menunda pembayaran kepada pemasok untuk mengurangi pengeluaran

b)

Meningkatkan harga jual tanpa memperhatikan daya beli pelanggan

c)

Mengoptimalkan manajemen persediaan untuk mengurangi biaya persediaan

d)

Mengurangi pengeluaran untuk pemasaran dan promosi

e)

Fokus hanya pada penjualan produk premium yang menghasilkan keuntungan lebih besar.

33.

Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur profitabilitas perusahaan retail adalah gross margin return on investment (GMROI). Salah satu alasan mengapa GMROI penting adalah:

a)

GMROI menunjukkan seberapa baik perusahaan mengelola arus kas jangka panjang

b)

GMROI mengukur keuntungan yang dihasilkan dari setiap unit persediaan yang dibeli dan dijual, mengabaikan biaya operasional

c)

GMROI berfokus pada pendapatan bersih yang dihasilkan dari penjualan produk

d)

GMROI digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian dari investasi jangka panjang dalam real estat

e)

GMROI memberikan gambaran jelas tentang likuiditas jangka pendek perusahaan

34.

Financial leverage dalam pengelolaan keuangan ritel mengacu pada:

a)

Penggunaan modal ekuitas untuk mengurangi utang perusahaan

b)

Penggunaan utang dalam struktur modal untuk meningkatkan potensi pengembalian atas ekuitas

c)

Penurunan penggunaan utang untuk menghindari risiko keuangan

d)

Pembayaran utang dengan menggunakan dana yang tidak melibatkan ekuitas

e)

Peningkatan dana ekuitas melalui penawaran saham untuk meningkatkan permodalan

35.

Dalam dunia ritel, breakeven analysis adalah alat penting yang digunakan untuk:

a)

Menghitung berapa banyak produk yang perlu dijual untuk menutupi biaya tetap dan variabel

b)

Menentukan harga jual produk yang paling menguntungkan

c)

Mengidentifikasi sumber pendapatan yang paling menguntungkan dalam sebuah toko

d)

Memperkirakan pengaruh dari fluktuasi harga bahan baku terhadap keuntungan

e)

Menentukan produk mana yang harus dipromosikan untuk memaksimalkan volume penjualan

36.

Salah satu cara untuk mengelola risiko keuangan dalam retail adalah dengan:

a)

Mengurangi pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan kas dan persediaan

b)

Mengalihkan seluruh fokus pada pemasaran tanpa mempertimbangkan keseimbangan keuangan

c)

Menggunakan diversifikasi dalam sumber pendapatan dan pasar untuk mengurangi ketergantungan pada satu segmen

d)

Fokus hanya pada penurunan biaya operasional tanpa memperhatikan pendapatan

e)

Mengabaikan analisis keuangan dan bergantung pada intuisi untuk mengambil keputusan

37.

Dalam manajemen keuangan ritel, inventory turnover adalah indikator yang digunakan untuk:

a)

Mengukur seberapa cepat perusahaan dapat mengubah persediaan menjadi penjualan

b)

Menentukan jumlah utang yang dimiliki perusahaan

c)

Mengukur tingkat pengembalian dari investasi perusahaan dalam jangka panjang

d)

Menilai seberapa banyak biaya operasional yang dikeluarkan untuk memelihara persediaan

e)

Menentukan seberapa besar margin keuntungan dari setiap penjualan.

38.

Dalam perencanaan keuangan ritel, working capital management bertujuan untuk:

a)

Mengelola arus kas yang diperlukan untuk menjalankan operasi harian tanpa menghadapi likuiditas yang buruk

b)

Menghindari investasi dalam aset tetap untuk mengurangi risiko

c)

Mengurangi ketergantungan pada pasokan barang dengan mengurangi tingkat persediaan

d)

Fokus hanya pada peningkatan keuntungan dalam jangka pendek tanpa memperhatikan likuiditas

e)

Meningkatkan hutang jangka panjang untuk membiayai operasi perusahaan.

39.

Dalam manajemen keuangan ritel, debt-to-equity ratio mengukur:

a)

Rasio antara utang jangka panjang dan ekuitas perusahaan, yang menunjukkan seberapa besar ketergantungan perusahaan pada utang untuk membiayai operasi dan ekspansi

b)

Berapa banyak ekuitas yang dimiliki perusahaan dibandingkan dengan persediaan yang ada di gudang

c)

Jumlah keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu

d)

Rasio antara biaya operasional dan pendapatan yang dihasilkan

e)

Rasio antara penjualan dan biaya barang yang terjual

40.

Cash flow forecasting dalam manajemen keuangan ritel penting untuk:

a)

Menentukan kapan perusahaan harus melakukan pengeluaran besar atau investasi dalam pengembangan produk

b)

Meramalkan kapan dan berapa banyak uang tunai yang dibutuhkan untuk membayar kewajiban dan investasi

c)

Menghitung pengembalian atas investasi dalam real estat ritel

d)

Menghindari penggunaan sistem pembayaran digital dalam transaksi

e)

Mengurangi jumlah pengeluaran yang dikeluarkan untuk pemasaran.

41.

Salah satu tantangan utama dalam menerapkan etika bisnis dalam retail adalah:

a)

Meningkatkan harga jual untuk menutupi biaya yang lebih tinggi

b)

Mengabaikan regulasi lingkungan demi keuntungan yang lebih besar

c)

Memastikan bahwa keputusan bisnis tidak merugikan karyawan, pelanggan, atau masyarakat

d)

Fokus pada penurunan standar kualitas produk untuk mengurangi biaya

e)

Meningkatkan keuntungan dengan menekan upah pekerja.

42.

Dalam konteks greenwashing, perilaku yang paling tepat menggambarkan praktik ini dalam industri retail adalah:

a)

Menggunakan klaim lingkungan yang tidak dapat dibuktikan untuk menarik pelanggan

b)

Memastikan seluruh rantai pasok menggunakan sumber daya terbarukan

c)

Mengembangkan produk yang ramah lingkungan dengan biaya yang lebih tinggi

d)

Menyediakan informasi yang jelas mengenai dampak lingkungan produk

e)

Mendorong pelanggan untuk membeli lebih banyak barang meskipun tidak dibutuhkan

43.

Dalam retail, perusahaan yang mempraktikkan fair trade memastikan bahwa:

a)

Mereka memperoleh keuntungan lebih besar dengan mengabaikan standar hak pekerja

b)

Mereka memberikan upah yang layak dan bekerja sama dengan produsen di negara berkembang dengan ha

44.

Salah satu prinsip penting dalam corporate social responsibility (CSR) di sektor retail adalah:

a)

Menurunkan kualitas produk untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan

b)

Mengabaikan masalah sosial dan lingkungan yang terkait dengan produk

c)

Menjaga keseimbangan antara profit dan kepedulian terhadap masyarakat serta lingkungan

d)

Fokus hanya pada keuntungan jangka pendek tanpa memperhatikan dampak sosial

e)

Menghindari komunikasi transparan dengan pelanggan mengenai isu-isu sosial dan lingkungan

45.

Tindakan yang termasuk dalam etika pemasaran di industri retail adalah:

a)

Mengiklankan produk dengan klaim yang tidak dapat dibuktikan atau menyesatkan

b)

Menyediakan informasi yang akurat dan jujur tentang produk, termasuk risiko dan manfaatnya

c)

Menekan harga produk secara agresif hingga merugikan pemasok

d)

Menggunakan data pelanggan tanpa izin untuk tujuan pemasaran

e)

Mengabaikan masalah keberlanjutan dalam rantai pasok untuk mengurangi biaya

46.

Penerapan transparansi harga dalam retail dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan. Hal ini dapat dicapai dengan:

a)

Menjaga harga produk tetap sama di seluruh saluran tanpa memperhitungkan biaya distribusi

b)

Mengungkapkan rincian harga dan biaya produksi yang mendasari harga jual produk

c)

Menurunkan harga secara radikal tanpa mengkomunikasikan perubahan biaya kepada pelanggan

d)

Menyembunyikan informasi harga dari pelanggan agar mereka merasa tertarik membeli lebih banyak

e)

Fokus pada harga yang sangat rendah tanpa mempertimbangkan kualitas produk.

47.

Conflict of interest (konflik kepentingan) dalam manajemen retail sering terjadi ketika:

a)

Manajer memilih untuk membeli produk dari pemasok yang memberikan hadiah atau komisi pribadi

b)

Semua keputusan bisnis diambil berdasarkan data pasar yang obyektif

c)

Perusahaan mengadopsi kebijakan harga yang adil bagi seluruh pelanggan

d)

Manajer atau eksekutif memiliki kepentingan pribadi yang tidak memengaruhi keputusan bisnis

e)

Semua pihak terkait mengikuti pedoman etika perusahaan dalam setiap transaksi

48.

Penerapan kode etik bisnis yang kuat dalam perusahaan retail bertujuan untuk:

a)

Menghindari regulasi yang ketat dari pemerintah dan asosiasi industri

b)

Mengurangi transparansi dalam operasional dan pengelolaan staf

c)

Mendorong praktek bisnis yang tidak adil dan mengeksploitasi pekerja

d)

Meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pelanggan dengan memastikan bisnis dijalankan secara etis

e)

Menurunkan biaya operasional dengan mengurangi upah dan hak-hak pekerja.

49.

Praktik ethical sourcing dalam manajemen retail bertujuan untuk:

a)

Mengutamakan harga murah dalam memilih pemasok meskipun ada risiko pelanggaran hak asasi manusia

b)

Memastikan bahwa barang yang dibeli berasal dari sumber yang tidak hanya mengutamakan keuntungan tetapi juga memperhatikan kondisi kerja yang adil dan keberlanjutan lingkungan

c)

Meningkatkan ketergantungan pada satu pemasok dengan biaya produksi yang tinggi.

d)

Fokus pada pengurangan harga barang dengan mengabaikan standar etika dalam proses produksi

e)

Menghindari penggunaan pemasok lokal untuk mengurangi biaya produksi.

50.

Dalam konteks etika bisnis ritel, diversity and inclusion di tempat kerja berarti:

a)

Mengabaikan perbedaan individu dan hanya memfokuskan pada satu jenis pekerja

b)

Membuat keputusan yang berdasarkan pada preferensi pribadi tanpa mempertimbangkan keberagaman latar belakang

c)

Memastikan bahwa semua individu, terlepas dari latar belakang, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dalam perusahaan

d)

Mempromosikan diskriminasi untuk meningkatkan efisiensi di tempat kerja

e)

Fokus hanya pada keuntungan tanpa memperhatikan kesejahteraan karyawan