WorksheetsPENYUSUTAN ASET TETAP
Total questions: 35
Worksheet time: 5hrs 18mins
Berikut ini yang bukan merupakan jenis aktiva tetap adalah.....
Kendaraan
Tanah
Gedung
Investasi
Mesin
Pada tanggal 1 April 2006 suatu perusahaan membeli sebuah mesin dengan harga perolehan Rp. 60.000.000. Usia penggunaan mesin ditaksir selama 4 tahun, dengan nilai residu sebesar Rp. 20.000.000. Metode yang digunakan metode garis lurus. Besarnya penyusutan tahun 2006 adalah.....
a. Rp. 5.000.000
b. Rp. 6.000.000
c. Rp. 7.000.000
d. Rp. 4.750.000
e. Rp. 7.500.000
Pada tanggal 1 Januari 2005 dibeli sebuah mesin dengan harga Rp. 10.000, mesin tersebut ditaksir dapat dioperasikan selama 200 jam dengan nilai residu Rp. 2.000. Jika pada tahun 2005 jam kerja yang dapat dicapai sebanyak 40 jam, maka beban penyusutan tahun 2005 adalah…..
a. Rp. 1.500
b. Rp. 1.300
c. Rp. 1.600
d. Rp. 1.700
e. Rp. 2.000
Berikut ini yang merupakan jurnal untuk mencatat penyusutan aktiva tetap adalah….
a. Beban penyusutan aktiva (D); Akumulasi penyusutan aktiva (K)
b. Akumulasi penyusutan aktiva(D); Beban penyusutan aktiva (K)
c. Beban penyusutan aktiva(D); Beban amortisasi (K)
d. Beban amortisasi (D); Akumulasi penyusutan aktiva (K)
e. Beban amortisasi (D); Hak paten (K)
Yang dimaksud dengan Harga perolehan adalah ....
Harga pembelian
Harga pembelian + ongkos angkut
Harga pembelian + pajak
Harga pembelian + biaya2 lain sampai barang siap dioperasionalkan
Harga penjualan
Perusahaan pada tanggal 1 Oktober 2019 membeli sebuah truk dengan harga perolehan Rp320.000.000,00. Truk tersebut diperkirakan dapat digunakan 300.000 KM dengan estimasi nilai residu Rp20.000.000,00. Dalam tahun 2019 truk ini digunakan 5.000 KM. Jika perusahaan menggunakan Units-of-production method dalam menentukan penyusutan maka besarnya penyusutan tahun 2019 adalah ….
Rp5.000.000,00
Rp1.250.000,00
Rp5.333.333,33
Rp4.000.000,00
Rp 1.500.000,00
Ketika jumlah penggunaan aset tetap bervariasi dari tahun ke tahun, metode penentuan biaya penyusutan yang paling cocok dengan alokasi biaya dengan pendapatan adalah...
units-of-production method
sum of the years digit method
straight-line method
double-declining-balance method
fluctuative method
Suatu perusahaan menukarkan mesin lama yang diperoleh dengan harga Rp 80.000.000,-, telah disusutkan Rp 35.000.000,- dengan tambahan uang tunai Rp 60.000.000,-. Harga pasar wajar mesin baru yang diterima perusahaan Rp 110.000.000,-. Dalam hubungan dengan data di atas, pernyataan di bawah ini yang benar, adalah…
Harga buku mesin Rp 45.000.000,-
Laba pertukaran mesin Rp 4.500.000,-
Harga pertukaran mesin Rp 50.000.000,-
Akun laba pertukaran aset tetap di debit Rp 5.000.000,-
Akun akumulasi penyusutan mesin di debit Rp 35.000.000,
Pada tanggal 1 Agustus 2017 perusahaan menukarkan kendaraan yang memiliki nilai buku Rp600.000.000 dengan tanah dan menambah uang sebesar Rp 900.000.000 Kendaraan telah menyusut sebesar Rp 80.000.000. Nilai wajar tanah diestimasi sebesar Rp 1.450.000.000. Maka perusahaan akan mengalami….
Laba Rp 30.000.000
Rugi Rp 30.000.000
Laba Rp 20.000.000
Rugi Rp 20.000.000
Laba Rp 35.000.000
Pada tanggal 1 Januari 2010, perusahaan membeli aset tetap seharga Rp 130.000.000. Umur ekonomis 10 tahun dan nilai residu Rp 10.000.000. Metode yang digunakan yaitu metode garis lurus. Jika pada bulan Januari 2014, aset tetap tersebut dijual seharga Rp80.000.000 maka perusahaan mengalami...
Laba 2.500.000
Laba 1.500.000
Rugi 1.500.000
Rugi 2.000.000
Laba 2.000.000
Pencatatan jurnal untuk penjualan aset tetap jika memperoleh laba yang benar adalah.....
Kas (D); Akumulasi penyusutan aset tetap (D); Beban penyusutan aset tetap (D); Aset tetap (K)
Kas (D): Akumulasi penyusutan aset tetap (D); Rugi penjualan aset tetap (D); Aset tetap (K)
Kas (D); Akumulasi penyusutan aset tetap (D); Laba penjualan aset tetap (K); Aset tetap (K)
Aset Tetap (D); Beban penyusutan aset tetap (D); Laba Penjualan aset tetap (K); Akumulasi penyusutan aset tetap (K)
Aset Tetap (D); Rugi Penjualan aset tetap (D); Beban penyusutan aset tetap (D); Akumulasi penyusutan aset tetap (K)
Pencatatan jurnal untuk penghentian aset tetap disingkirkan/dibuang jika memperoleh kerugian yang benar adalah.....
Akumulasi penyusutan aset tetap (D); Beban penyusutan aset tetap (D); Aset tetap (K)
Akumulasi penyusutan aset tetap (D); Rugi penghentian aset tetap (D); Aset tetap (K)
Aset Tetap (D); Laba Penghentian aset tetap (D); Beban penyusutan aset tetap (D); Akumulasi penyusutan aset tetap (K)
Aset Tetap (D); Beban penyusutan aset tetap (D); Laba Penghentian aset tetap (K); Akumulasi penyusutan aset tetap (K)
Aset Tetap (D); Rugi Penghentian aset tetap (D); Beban penyusutan aset tetap (D); Akumulasi penyusutan aset tetap (K)
PT. Tirta Tama menukarkan mobil lama dengan mobil baru. Harga perolehan mobil lama Rp. 120.000.000, akumulasi penyusutan Rp. 48.000.000. untuk mendapatkan mobil baru, ia harus menambah uang tunai Rp. 100.000.000. harga beli mobil baru tersebut Rp. 180.000.000. maka PT. Tirta Tama akan…..
Laba tidak diakui Rp. 9.000.000
Laba tidak diakui Rp. 8.000.000
Rugi diakui Rp. 7.000.000
Rugi diakui Rp. 8.000.000
Rugi diakui Rp. 9.000.000
Apabila sebuah aset tetap diberhentikan pemakaiannya dan disingkirkan kemudian mendatangkan kerugian, maka posisi akun rugi penjualan aset disebelah…..
Debit
Kredit
Saldo
Penjualan
Penerimaan
Apabila sebuah aset tetap diberhentikan pemakaiannya dan dijual kemudian mendatangkan laba, maka posisi akun laba penjualan disebelah…..
Debit
Kredit
Saldo
Penjualan
Penerimaan
Aset tetap adalah aset yang dapat digunakan berulang-ulang. Perusahaan memiliki aset tetap untuk operasional salah satunya adalah kendaraan. Kendaraan yang digunakan memiliki umur ekonomis. Saat kendaraan sudah habis umur ekonomisnya atau sudah rusak berat, kendaraan tersebut akan dihentikan pemakaiannya oleh Perusahaan. Dari kasus ini yang dapat dianalisis berkaitan dengan faktor penyebab penghentian aset tetap yang paling tepat adalah...
Semakin lama fisik kendaraan akan berkurang
Semakin lama fungsi kendaraan akan berkurang
Semakin lama umur ekonomis kendaraan akan berkurang
Alternatif pilihan adalah dengan menjual kendaraan
Alternatif pilihan adalah dengan menukar kendaraan
Kendaraan diperoleh dengan harga perolehan Rp. 85.000.000 rusak berat sehinga harus dihentikan dari pemakaiannya, akumulasi penyusutan berjumlah Rp. 78.000.000. Maka perusahaan akan mengalami…
Laba sebesar Rp 7.000.000
Rugi sebesar Rp 7.000.000
Laba sebesar Rp 5.000.000
Rugi sebesar Rp 5.000.000
Tidak Laba ataupun Tidak Rugi
Harga perolehan kendaraan suatu perusahaan Rp 150.000.000,- mulai dioperasikan pada awal bulan Januari 2012, disusutkan dengan metode garis lurus, dengan taksiran usia ekonomis 8 tahun dan nilai residu Rp 30.000.000,-. Pada tanggal 5 Juli 2015, kendaraan tersebut dijual dengan harga Rp 60.000.000,-. Dari data di atas jurnal untuk mencatat laba/rugi dari penjualan kendaraan adalah …
Kas (D) Rp 60.000.000,- Akumulasi penyusutan kendaraan (D) Rp 120.000.000, Kendaraan (K) Rp 150.000.000, Rugi penjualan aset tetap (K) Rp 30.000.000,
Kas (D) Rp 60.000.000,- Akumulasi penyusutan kendaraan (D) Rp 52.500.000,- Rugi penjualan aset tetap (D) Rp 37.500.000,- Kendaraan (K) Rp 150.000.000,-
Kendaraan (D) Rp 60.000.000,- Kas (K) Rp 60.000.000,-
Kas (D) Rp 60.000.000,Akumulasi penyusutan kendaraan (D) Rp 60.000.000, Rugi penjualan aset tetap (D) Rp 30.000.000, Kendaraan (K)Rp 150.000.000,-
Akumulasi penyusutan kendaraan (D) Rp 60.000.000,-
Kas (K) Rp 60.000.000,-
Suatu perusahaan menukarkan mesin lama yang diperoleh dengan harga Rp 80.000.000,-, telah disusutkan Rp 35.000.000,- dengan tambahan uang tunai Rp 60.000.000,-. Harga pasar wajar mesin baru yang diterima perusahaan Rp 110.000.000,-. Dalam hubungan dengan data di atas, pertanyaan-pertanyaan di bawah ini benar, kecuali …
Harga buku mesin Rp 45.000.000,-
Laba pertukaran mesin Rp 5.000.000,-
Harga pertukaran mesin Rp 50.000.000,-
Akun laba pertukaran aktiva tetap di debit Rp 5.000.000,-
Akun akumulasi depresiasi mesin di debit Rp 35.000.000,
Harga perolehan mesin produksi Rp 15.000.000 dengan nilai residu Rp 1.500.000, umur ekonomis 5 thn. Selama 5 thn mesin tersebut digunakan sebanyak 10.000 jam dgn prediksi rentangan waktu penggunaan sebagai berikut :
Th ke 1 = 2.500 jam
Th ke 2 = 1.800 jam
Th ke 3 = 2.800 jam
Th ke 4 = 1.300 jam
Th ke 5 = 1.600 jam
Hitunglah penyusutan thn 5 dari mesin tersebut dgn metode satuan jam kerja?
Rp 2.160.000
Rp 2.480.000
Rp 2.740.000
Rp 2.330.000
Rp 2.180.000
Pada tanggal 31 Desember 2016, akun kendaraan angkutan menunjukan saldo debet Rp.40.000.000 dan akumulasi penyusutan kendaraan angkutan menunjukan saldo kredit Rp.10.000.000. Jika penyusutan kendaraan angkutan tahun 2014, ditetapkan 10% dari harga beli, beban penyusutan kendaraan berdasarkan data tersebut adalah.
30jt
14jf
10jt
6jt
4jt
Pada 1 Januari 2015 dibeli mesin dengan harga perolehan Rp.30.000.000. Taksiran umur ekonomi mesin tersebut 5 tahun dengan penyusutan metode garis lurus. Pada 5 Januari 2016, mesin tesebut terjual seharga Rp. 22.500.000. Dalam penjualan ini perusahaan mengalami *
Laba 2,5jt
Rugi 2,5jt
Laba 1,5jt
Rugi 1,5jt
Laba 500.000
Diketahui sebuah mesin dengan harga perolehan Rp.237.500.000 memiliki umur ekonomi 4 tahun dan nilai sisa Rp.27.000.000. Akumulasi biaya penyusutan tahun ke-3 untuk mesin tersebut jika menggunakan metode garis lurus adalah.
56.625.000
59.375.000
157.875.000
178.125.000
210.500.000
Peralatan kantor milik perusahaan yang dibeli dengan harga perolehan Rp.2.500.000, selama penggunaanya telah disusutkan sebesar Rp.2.350.000 dan dinyatakan tidak terpakai. Dalam penghentian ini, perusahaan akan mengalami..
Laba 150.000
Rugi 150.000
Laba 350.000
Rugi 350.000
Laba 500.000
Sebuah kendaraan dibeli dengan harga perolehan Rp.30.000.000 dengan taksiran umur ekonomi 4 tahun dan nilai residu Rp.2.000.000, jika digunakan metode penyusutan jumlah angka tahun, besarnya penyusutan tahun ke-2 adalah
11,2jt
8,4jt
5,6jt
2,8jt
1,4jtq
Suatu perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp.20.000.000 dengan PPN 10% biaya pengangkutan Rp.500.000, biaya pemasangan Rp.300.000, dan biaya percobaan Rp.200.000. Besarnya harga perolehan mesin tersebut adalah.
20jt
20,5jt
21jt
22jt
23jt
Harga perolehan mesin adalah Rp.200.000.000. Umur ekonomi aset tersebut adalah 8 tahun dengan taksiran nilai residu Rp.15.000.000. Akumulasi penyusutan aset tersebut tahun kedua jika perusahaan menggunakan metode garis lurus adalah... *
200jt
176.875.000
46.250.000
153.750.000
23.125.000
Diketahui harga perolehan mesin adalah Rp.55.000.000 umur ekonominya ditaksir 4 tahun dengan nilai residu Rp.5.000.000. beban penyusutan akhir tahun ke tiga jika menggunakan metode penyusutan jumlah angka tahun adalah
50jt
20jt
15jt
10jt
5jt
Peralatan kantor yang dibeli pada tanggal 5 Januari 2013 dengan harga perolehan Rp.10.000.000 dijual tanggal 1 Juli 2016 secara tunai sebesar Rp. 2.500.000. penyusutan yang digunakan adalah metode garis lurus dengan masa manfaat 5 tahun. Dalam penjualan ini perusahaan mengalami...
Laba 500.000
Rugi 500.000
Laba 200.000
Rugi 200.000
Laba 100.000
Jika sebuah aset tetap mempunyai umur ekonomi 5 tahun, jumlah angka tahun atau penyebut dapat dihitung adalah
5
6
10
15
12
Pada tanggal 1 Januari 2015 dibeli sebuah mesin dengan harga Rp. 10.000, mesin tersebut ditaksir dapat dioperasikan selama 200 jam dengan nilai residu Rp. 2.000. Jika pada tahun 2015 jam kerja yang dapat dicapai sebanyak 40 jam, maka beban penyusutan tahun 2015 adalah…..
Rp. 1.500
Rp. 1.300
Rp. 1.600
Rp. 1.700
Rp. 2.000
Dalam metode penyusutan saldo menurun ganda besarnya persentase dihitung…..
3 X persentase penyusutan metode garis lurus
4 X persentase penyusutan metode garis lurus
2 X persentase penyusutan metode garis lurus
1 X persentase penyusutan metode garis lurus
5 X persentase penyusutan metode garis lurus
Pada tanggal 1 januari 2009 dibeli sebuah mobil dengan harga perolehan Rp.200.000.000,00. Nilai residu Rp.20.000.000,00. Umur ekonois 4 tahun. Metode yang digunakan adalah garis lurus. Jurnal penyusutan 31 Desember 2009 yang dibuat adalah….
Beban penyusutan mobil (D) Rp.20.000.000,00; Akumulasi penyusutan mobil (K)Rp.20.000.000,00
Beban penyusutan mobil (D) Rp.50.000.000,00; Akumulasi penyusutan mobil (K) Rp.50.000.000,00
Beban penyusutan mobil (D) Rp.45.000.000,00; Akumulasi penyusutan mobil (K) Rp.45.000.000,00
Beban penyusutan mobil (D) Rp.55.000.000,00; Akumulasi penyusutan mobil (K) Rp.55.000.000,00
kumulasi penyusutan (D) Rp. 45.000.000 Beban penyusutan (K) Rp. 45.000.000
