WorksheetsUH 1 KELAS XI SEM 2 2025
Total questions: 35
Worksheet time: 18mins
Angin semilir membawa udara panas
Daun-daun seperti mengipas-ngipas
Pak tua yang rebah berpeluh keringat
Menghibur yang sedang duduk santai
Membuai dalam imajinasi tentang dunia mimpi
Penggalan puisi di atas memiliki suasana . . . .
Ramai
Damai
Mencekam
Menakutkan
Sedih
Bacalah puisi berikut!
Hutan yang dulu rimbun
Kini tinggal tonggak
Lambang angkuh dan congkak
Burung tak lagi bersiul
Embun tak lagi bergantung
Di ujung daun
Ranting menusuk matahari
Imaji atau citraan pada bait pertama adalah ...
perasaan
pendengaran
penglihatan
perabaan
kinestetic
Kereta Sado
Oleh: Ridwan Siregar
si petani berkata: inilah kudaku
jerihku yang penghabisan
kuda tersebut meringkik, tanda ia
adalah kesayangan
sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda
menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku
degupnya sepanjang jalan
desahnya sepanjang hari
kereta sado dan jalanan
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
yang menimbulkan kekuatan
pada setiap putaran roda
Makna simbol degupnya dalam baris degupnya sepanjang jalan dalam puisi tersebut adalah
Kerja keras kuda yang berpacu sepanjang jalan.
Pengabdian kuda yang berlangsung seumur hidup
Semangat kuda yang tak pernah surut.
Keperkasaan kuda yang selalu terjaga.
Perjuangan kuda yang tak pernah putus asa.
Kereta Sado
Oleh: Ridwan Siregar
si petani berkata: inilah kudaku
jerihku yang penghabisan
kuda tersebut meringkik, tanda ia
adalah kesayangan
sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda
menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku
degupnya sepanjang jalan
desahnya sepanjang hari
kereta sado dan jalanan
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
yang menimbulkan kekuatan
pada setiap putaran roda
Amanat untuk bekerja keras terdapat dalam larik....
hari depan yang telah ditakdirkan
sebuah kereta, seorang manusia, dan seekor kuda
kereta sado dan jalanan
si petani berkata: inilah kudaku
ialah jerih yang penghabisan
Cermati puisi berikut!
si petani berkata: inilah kudaku
jerihku yang penghabisan
kuda tersebut meringkik, tanda ia
adalah kesayangan
sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda
menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku
degupnya sepanjang jalan
desahnya sepanjang hari
kereta sado dan jalanan
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
yang menimbulkan kekuatan
pada setiap putaran roda
Kereta Sado, Ridwan Siregar
Penggambaran kehidupan petani tampak dalam larik puisi berikut ini
hari depan yang telah ditakdirkan
ialah jerih yang penghabisan
kereta sado dan jalanan
yang menimbulkan kekuatan pada setiap putaran roda
sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda
Bacalah puisi berikut
Bunda kasihmu
Tiada tara padaku
Kau bimbing aku
Kau rawat diriku
Dengan penuh sabar,
Bunda [ ... ]
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah...
Kasihmu tanpa pamrih
Tiada kata jenuh darimu
Kasihmu sepanjang jalan
Ku akan membalas jasamu
kasihmu tak terhingga
Bacalah penggalan puisi berikut dengan saksama!
Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini
……………………………………………………
Kita adalah manusia bermata sayu, yang
di tepi jalan
mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahan
hidup sengsara
dipukul banjir, gunung api, kutu, dan hama
dan bertanya-tanya diam, inikah yang namanya
merdeka
(Taufik Ismail)
Penyair dalam penggalan puisi di atas bermaksud mengungkapkan….
Penderitaan sebagian besar rakyat
Keadaan rakyat yang tidak bersuara
Keadaan bencana alam yang menimpa rakyat
Republik ini milik yang menderita
Tuntutan perbaikan kesejahteraan rakyat
Untuk menemukan makna dalam sebuah puisi, pembaca harus membaca puisi dengan saksama dan memperhatikan banyak faktor dalam puisi tersebut. Salah satunya adalah ...
nilai seni dari pembacaan puisi
penggunaan diksi dalam bahasa
kemampuan seseorang membaca puisi
pendengar merasa terbawa dalam puisi yang dibacakan
penggunaan kata-kata kiasan
Cermati puisi berikut!
Cermin
Karya: Sapardi Djoko Damono
Cermin, tak pernah berteriak, ia pun tak pernah
Meraung, tersedan, atau terisak
Meski apa pun yang terbalik di dalamnya;
Barangkali ia hanya bisa bertanya:
Mengapa kau seperti kehabisan suara?
Makna kata 'cermin' pada baris pertama puisi tersebut adalah ...
ketidakberdayaan seseorang
cermin itu berkaca
introspeksi diri
kenyataan di dunia
pengakuan dosa
Cermati puisi berikut!
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Hidup, Ridwan Siregar
Puisi tersebut mewakili gagasan penyair yang menanamkan nilai-nilai mengenai …
Seseorang yang gigih bekerja, cerdas berniaga dengan melakukan pelayaran-pelayaran ke negeri yang jauh.
Seseorang yang memilih profesi sebagai pelaut dan melakukan pelayaran ke tempat-tempat jauh.
Seseorang yang berani mengarungi laut dengan kapal dan menaklukkan ombak-ombak besar.
Seseorang yang berani menjalani hidup dengan segala persoalan dan tantangan di dalamnya.
Seseorang yang bercita-cita sebagai pelaut, mengarungi Samudra, menghadapi tantangan badai.
Cermati puisi berikut!
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Hidup, Ridwan Siregar
Makna baris gelombang pernah membadai dalam kutipan puisi tersebut adalah …
gelombang hidup yang panas
gelombang hidup di tempat kerja
guncangan hidup di tengah laut
tantangan hidup yang tak dapat dihadapi
tantangan hidup yang dahsyat
Cermati puisi berikut!
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Hidup, Ridwan Siregar
Makna baris perjalanan hanya sekali dan tiada kembali dalam puisi tersebut adalah…
tekad harus pasti dan tak boleh bimbang dalam menempuh hidup
memiliki tujuan hidup yang pasti sesuai dengan bakat
kesempatan mengembangkan cita-cita jangan disia-siakan
yakin bahwa hanya memiliki satu kali kesempatan untuk hidup
memiliki arah dan cita-cita yang tak berubah sejak bisa berpikir
Cermati puisi berikut!
Kelasi di ujung kembara
pada diri berkata
perjalanan hanya sekali
dan tiada kembali
sebelum pelabuhan terakhir
sebelum kelam membiru
kelasi mencatat dengan tinta emas
atas lembaran-lembaran berlalu
bahwa gelombang pernah membadai
bahwa getir pernah tak tertahankan
namun samudra telah dijelajah
laut bukan tiada bertepi
Hidup, Ridwan Siregar
Amanat puisi tersebut adalah …
Hendaknya seseorang menyadari keterbatasannya sebagai manusia karena kematiannya ditentukan Tuhan.
Hendaknya seseorang menerima segala ketentuan yang diberikan Tuhan dan menghayati tantangan hidup yang dihadapinya.
Hendaknya seseorang memiliki sejarah hidup yang baik karena hidup hanya sekali dan segala cobaan pasti ada batasnya.
Hendaknya seseorang tak pernah menyerah dengan cobaan yang menimpa dirinya karena cobaan pasti ada batasnya.
Hendaknya seseorang menyadari bahwa hidup hanya satu kali dan tak pernh kembali hidup.
Cermati puisi berikut!
Sebuah jalan yang berdebu. Membelah desaku.
Lengang dan sepi. Hanya sesekali lewat mobil tua
atau gerobak lembu atau orang bersepeda lalu
sedang sawah-sawah hijau membentang di kanan kirinya.
Karena rindulah maka kini aku menapak di jalan ini.
Bus tua mengantarkan aku sampai di ujung desa.
Kampung yang subur dalam rindu dan kenangan
matahari bersinar lembut, angin pun segar mengusap mukaku.
Kan kutemui kembali: wajah-wajah yang lembut dan ramah.
Orang-orang yang mengutuki perang dan sengketa.
Rumah-rumah kecil beratap ilalang.
Tubuh berpeluh dalam kerja.
Sorak bocah-bocah itu menarikku ke masa kanak dulu.
Bocah-bocah bermata bening bersemburan di sungai desaku.
Serentak mereka memandang padaku. Tentu tak mengenalku.
Tak apa, tapi pastilah mereka ana-anak sahabatku.
Di sungai ini pun aku dulu berenang dan bersemburan.
Masih kuingat: Kardi anak yang bandel itu
Kini telah berpangkat letnan.
Manisnya masa kanak!
(sebentar lagi aku an sampai ke rumah masa bocah).
Kampung, Herman KS
Berdasarkan puisi tersebut, topik diskusi yang tepat disajikan pembicara adalah …
Kesuburan Tanah Desa Diwariskan pada Anak Cucu Mereka.
Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Tenteram.
Kesuburan Tanah Desa Perlu Diolah untuk Kesejahteraan Warga.
Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Malas Bekerja.
Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Tak Perlu ke Kota.
Cermati puisi berikut!
Sebuah jalan yang berdebu. Membelah desaku.
Lengang dan sepi. Hanya sesekali lewat mobil tua
atau gerobak lembu atau orang bersepeda lalu
sedang sawah-sawah hijau membentang di kanan kirinya.
Karena rindulah maka kini aku menapak di jalan ini.
Bus tua mengantarkan aku sampai di ujung desa.
Kampung yang subur dalam rindu dan kenangan
matahari bersinar lembut, angin pun segar mengusap mukaku.
Kan kutemui kembali: wajah-wajah yang lembut dan ramah.
Orang-orang yang mengutuki perang dan sengketa.
Rumah-rumah kecil beratap ilalang.
Tubuh berpeluh dalam kerja.
Sorak bocah-bocah itu menarikku ke masa kanak dulu.
Bocah-bocah bermata bening bersemburan di sungai desaku.
Serentak mereka memandang padaku. Tentu tak mengenalku.
Tak apa, tapi pastilah mereka ana-anak sahabatku.
Di sungai ini pun aku dulu berenang dan bersemburan.
Masih kuingat: Kardi anak yang bandel itu
Kini telah berpangkat letnan.
Manisnya masa kanak!
(sebentar lagi aku an sampai ke rumah masa bocah).
Kampung, Herman KS
Untuk meyakinkan nilai moral yang terkandung dalam puisi, pembicara menyampaikan argumentasi dalam forum diskusi dengan kalimat …
“Realitas bahwa tanah desa kita subur, menyebabkan penduduk tenteram.”
“Betapapun tanah desa subur, kita perlu mengolahnya untuk kesejahteraan warga.”
“Kesuburan tanah desa, akan segera diwariskan untuk anak-cucu di desa.”
“Memang tanah desa kita subur. Itu sebabnya, penduduk tak perlu pergi ke kota untuk meraih cita-cita.”
“Kesuburan tanah desa pada gilirannya, menyebabkan penduduk malas bekerja
Cermati puisi berikut!
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat perut anak-anak yang kelaparan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat semayup suara adzan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran
Lewat gempa bumi yang berguncang
Deru angin yang meraung-raung kencang
Hujan dan banjir yang melintang pukang
Adakah kau dengar?
Tuhan Telah Menegurmu, Apip Mustopa
Gagasan bahwa manusia melupakan penderitaan sesamanya disampaikan penyair melalui peristiwa …
gempa bumi yang berguncang
melalui banjir yang melintang pukang
kelaparan
suara azan
deru angin yang meraung kencang
Cermati puisi berikut!
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat perut anak-anak yang kelaparan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat semayup suara adzan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran
Lewat gempa bumi yang berguncang
Deru angin yang meraung-raung kencang
Hujan dan banjir yang melintang pukang
Adakah kau dengar?
Tuhan Telah Menegurmu, Apip Mustopa
Nilai religius yang disampaikan penyair dalam puisi tersebut adalah manusia mengabaikan ….
kaum gelandangan yang lapar
gempa bumi yang menerjang
banjir yang melanda desa
panggilan salat pada waktu azan berkumandang
angin puting beliung yang menerjang
Cermati puisi berikut!
Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan
dan mereka tetap berkeliaran
Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan
Dan kelaparan tetap saja mengancam
Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja
dan pengangguran tetap saja merajalela
Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi
penyeludupan dan manipulasi
dan segalanya datang silih berganti
Kita sudah beribu kali bicara beribu soal
dan tak pernah ada yang selesai.
Kita Sudah Beribu Kali Bicara, Apip Mustopa
Berdasarkan puisi tersebut, pasangan baris puisi dengan maknanya dengan tepat adalah ....
Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan - perlu keseriusan dan kesungguhan birokrasi
Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan - kelaparan tetap mengancam
Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja - tetap berkeliaran
Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi - tak pernah ada yang selesai
Kita sudah beribu kali bicara beribu soal - pengangguran
Cermati puisi berikut!
Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan
dan mereka tetap berkeliaran
Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan
Dan kelaparan tetap saja mengancam
Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja
dan pengangguran tetap saja merajalela
Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi
penyeludupan dan manipulasi
dan segalanya datang silih berganti
Kita sudah beribu kali bicara beribu soal
dan tak pernah ada yang selesai.
Kita Sudah Beribu Kali Bicara, Apip Mustopa
Makna yang terkandung dalam puisi tersebut adalah ...
Pembicaraan tanpa tindakan akan menghasilkan sedikit perubahan.
Meskipun sudah ada pembicaraan yang meluas, perubahan substansial belum terjadi.
Tanpa pembicaraan, tantangan sosial tetap sulit diatasi.
Masalah-masalah tidak hanya terjadi di suatu tempat, tetapi di banyak lapisan masyarakat.
Perubahan akan terjadi dengan adanya pembicaraan yang serius.
Cermati puisi berikut!
Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan
dan mereka tetap berkeliaran
Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan
Dan kelaparan tetap saja mengancam
Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja
dan pengangguran tetap saja merajalela
Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi
penyeludupan dan manipulasi
dan segalanya datang silih berganti
Kita sudah beribu kali bicara beribu soal
dan tak pernah ada yang selesai.
Kita Sudah Beribu Kali Bicara, Apip Mustopa
Pernyataan yang tepat berdasarkan puisi tersebut adalah ...
Tak ada lagi gelandangan di kota-kota besar.
Tenaga kerja kita terserap lapangan kerja yang memadai.
Kita tidak lagi kekurangan pangan.
Tak ada lagi penyeludupan dan manipulasi.
Hendaknya kita belajar pada negara-negara dengan birokrasi yang bersih.
Cermati kutipan puisi berikut!
Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu, bahagiaku pasti
Berbagi, takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Malaikat Juga Tahu, Dee Lestari
Citraan (imaji) yang tergambar dalam larik puisi tersebut adalah ….
pengecapan
taktil
penciuman
auditif
gerak
Cermati puisi berikut!
Kami telah berjanji kepada Sejarah
untuk pantang menyerah
bukankah telah kami lalui pulau demi pulau, selaksa pulau,
dengan perahu yang semakin mengeras oleh air laut.
Selalu bajakan otot-otot lengan kami, ya Tuhan,
yang tetap mengayuh entah sejak kapan;
barangkali akan segera memutih rambut kami ini,
satu demi satu merasa letih, dan tersungkur mati,
tapi berlaksa anak-anak kami akan memegang dayung
serta kemudi menggantikan kami
kamilah yang telah mengayuh perahu-perahu sriwijaya serta majapahit
mengayuh perahu-perahu makasar dan bugis,
sebab kami telah bersekutu dengan Sejarah
untuk menundukkan lautan.
laut yang diam adalah sahabat kami,
dan laut yang memberontak dalam prahara dan topan
adalah alasan yang paling baik
untuk menguji kesetiaan dan bakti kami padaMu.
barangkali beberapa orang putus otot-otot lengannya,
yang lain pecah tulang-tulangnya, tapi anak-anak kami yang setia
segera mengubur mereka di laut, dan melanjutkan perjalanan yang belum selesai ini.
biarlah kami bersumpah kepada Sejarah, ya Tuhan, untuk membuat bekas-bekas yang tak terbatas di lautan.
Doa Para pelaut yang Tabah, Sapardi Djoko Damono
Makna kata baja pada larik pertama puisi tersebut adalah …
teguh dan semangat
subur dan kuat
teguh dan kuat
kuat dan semangat
kuat dan kukuh
Cermati puisi berikut!
Kami telah berjanji kepada Sejarah
untuk pantang menyerah
bukankah telah kami lalui pulau demi pulau, selaksa pulau,
dengan perahu yang semakin mengeras oleh air laut.
Selalu bajakan otot-otot lengan kami, ya Tuhan,
yang tetap mengayuh entah sejak kapan;
barangkali akan segera memutih rambut kami ini,
satu demi satu merasa letih, dan tersungkur mati,
tapi berlaksa anak-anak kami akan memegang dayung
serta kemudi menggantikan kami
kamilah yang telah mengayuh perahu-perahu sriwijaya serta majapahit
mengayuh perahu-perahu makasar dan bugis,
sebab kami telah bersekutu dengan Sejarah
untuk menundukkan lautan.
laut yang diam adalah sahabat kami,
dan laut yang memberontak dalam prahara dan topan
adalah alasan yang paling baik
untuk menguji kesetiaan dan bakti kami padaMu.
barangkali beberapa orang putus otot-otot lengannya,
yang lain pecah tulang-tulangnya, tapi anak-anak kami yang setia
segera mengubur mereka di laut, dan melanjutkan perjalanan yang belum selesai ini.
biarlah kami bersumpah kepada Sejarah, ya Tuhan, untuk membuat bekas-bekas yang tak terbatas di lautan.
Doa Para pelaut yang Tabah, Sapardi Djoko Damono
Amanat puisi tersebut adalah …
Pengalaman orang tua akan diturunkan kepada generasi berikutnya.
Estafet kepemimpinan adalah hal yang biasa dalam menjalankan roda kehidupan.
Sebagai generasi muda yang akan memegang amanah harus kuat dan semangat dalam menjalankan estafet generasi sebelumnya.
Hidup akan silih berganti, tetaplah semangat dalam menjalaninya.
Sebagai generasi penerus harus tabah dalam menjalani kehidupan walaupun gelombang menerjang.
Cermati kutipan puisi tersebut!
1) Datang menjelang petang, aku tercengang melihat
2) Ayah sedang berduaan dengan telepon genggam
3) di bawah pohon sawo di belakang rumah.
4) Ibu yang membelikan Ayah telepon genggam
5) sebab Ibu tak tahan melihat kekasihnya kesepian.
Pesan dari Ayah, Joko Pinurbo
Simbol kasih sayang dalam puisi tersebut ditunjukkan oleh larik angka ....
(1) dan (2)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
(2) dan (3)
(3) dan (5)
Berikut ini adalah hal yang membedakan antara puisi dengan cerpen, Kecuali.....
Cerpen biasanya mengisahkan kehidupan seseorang, sedangkan puisi digunakan untuk mengekspresikan perasaan penyair
Cerpen ditulis dengan bahasa yang mengandung makna denotatif (makna sebenarnya), sedangkan puisi banyak menggunkan bahasa kiasan
Cerpen memiliki alur yang ditulis secara acak berdasarkan kronologinya, sedangkan puisi tidak memiliki alur yang berurutan
Cerpen ditulis dalam bentuk paragraf dan alinea, sedangkan puisi ditulis dalam bentuk larik atau baris
cerpen memiliki unsur fisik dan batin, sedangkan puisi memiliki unsur intinsik dan ekstinsik
"Malaikat Juga Tahu" adalah judul yang sama antara cerpen dengan puisi karya Dee Lestari
Apakah judul di atas sudah mewakili isi cerita?
Ya, karena Bunda dianggap sebagai malaikat yang melindungi anaknya
Ya, karena Abang sebagai anak yang autis perlu kasih sayang dari Bunda
Ya, karena isi cerita tersebut menunjukkan tindakan Bunda untuk anaknya adalah sebuah pengorbanan
Ya, karena Bunda mempunyai anak yang lain yang perlu disayangi juga
Ya, Malaikat tahu siapa orang yang paling sayang kepada tokoh yang disebut Abang
Di bawah ini yang merupakan bagian dari unsur fisik yang paling tepat adalah:
Tipografi, diksi, Imaji, dan tema
Perasaan, bahasa figuratif, dan rima
Diksi, tipografi, imaji, dan rima
Imaji, kata konkret, nada dan suasana
Diksi, nada, Imaji, dan rasa
Perhatikanlah kutipan cerpen berikut!
“Kamu, siswa baru, rupanya pintar, ya?” ejek Indah, ketua kelas. Begitu pula teman-teman yang lainnya mengejek Dita sebagai penyontek ulung.
“Aku tidak menyontek, sungguh! Aku mengerjakan sendiri!” sanggah Dita sembari menekan rasa takut.
“Bohong! Buktinya, waktu kamu duduk di belakang itu hasil ulanganmu jelek!” bentak Indah.
“Ta… Tapi aku tidak menyontek,” kata Dita hampir menangis.
“Sudahlah mana ada pencuri mau mengaku atas perbuatannya,” sela Bambang dengan nada mengejek.
“Begini saja, kalau kamu memang betul-betul tidak menyontek, nanti kalau ada ulangan lagi, kamu harus duduk di kursi paling belakang san aitu, dan buktikan bahwa kamu pun bisa memperoleh nilai sembilan tanpa Melati!” ujar Indah memberi keputusan.
Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Indah dituduh menyontek ketika ulangan berlangsung.
Bambang merasa jengkel dengan sikap Indah terhadap Dita.
Melati memberikan bantuan kepada Dita pada waktu ulangan.
Banyak siswa menuduh Dita menyontek saat ulangan.
pekerjaan menyontek adalah perihal yang jelek
Cermatilah kutipan cerpen di bawah ini!
Lampu-lampu yang berkilauan terasa menusuk-nusuk matanya, sedangkan kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya. Samar-samar dia sadari bahwa dia telah kehilangan adiknya: Paijo tercinta.
Majas yang sejenis dengan majas yang terdapat pada kalimat pertama adalah …
Di Tasik indah cemerlang, pantai berkilat bagai cermin di tebing tinggi sehasta, di bawah pohon cemara, duduklah seorang gadis remaja.
Kalau ia senyum gelak nabi, berlubang semut di pipinya, terjuntai dagu bulat kecil bagai lebah sedang bergantung, pipinya kuning langsat.
Ia duduk sambil berjuntai menggoyang-goyang kaki, sedangkan ombak yang memecah ke tepi datang mengusap-ngusap kakinya.
Takut hamba akan berkata, cemas mulut akan terdorong, awak hina pengajar kurang, tak tau di adat dan lembaga, tak pandai berbudi.
Sampai sekarang belum kelihatan batang hidungnya
Cermatilah kutipan cerpen di bawah ini!
Kapal keruk pernah menjadi pendendang irama hidup kami, bagian penting dalam budaya kami. Karena semua lelaki angkatan kerja bekerja bergantian selama 24 jam. Tak kan pernah kulupa, setiap pukul dua pagi, truk pengangkut buruh kapal keruk menjemput ayahku. Kudengar suara klakson. Ayah keluar rumah di pagi buta itu sambil menenteng rantang bekal makanan dari ibu.
Jika melihatku terbangun, ayah kembali mengusap rambutku dan tersenyum. Dari dalam rumah kudengar ayah mengucapkan salam pada kawan-kawan kerjanya yang telah berdesakan di dalam bak truk. Kawan-kawan kerjanya itu adalah ayah-ayah dari kawan-kawanku. Lalu kudengar gemerincing besi saling beradu, kemudian truk menggerung meninggalkan rumah.
Majas yang digunakan pengarang dalam kalimat bercetak miring pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
alegori
metafora
personifikasi
asosiasi/simile
hiperbola
.........
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
Berdasarkan isinya jenis puisi di atas berjenis....
romanca
elegi
satire
balada
epigram
senja yang pilu
membuat hari kian membiru
langit tampak keruh
mengantar kepergianmu pahlawanku
gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi
melagukan nada-nada lara hati
saat doa-doa ikut tertanam
bersama bayangmu yang kian tenggelam
tema puisi tersebut adalah ....
perjuangan
politik
pahlawan
keagamaan
kecintaan
Dialah sang sutradara
Dan kita semua para (….)
Maka persoalan yang utama
Bagaimana memainkan peran kita
Karena kita tidak bisa memilih
Mari bermain dalam bimbinganNya
Diksi yang tepat untuk melengkapi larik ke-2 puisi tersebut adalah ….
penontonnya
aktornya
oratornya
penuilisnya
sutradara
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kata bercetak miring dalam penggalan puisi di atas mengandung imaji . . . .
auditif
taktil
visual
olfactori
gustatori
Abang hidup dan tinggal bersama Bundanya yang memiliki usaha rumah kost. Walaupun autis, Abang memiliki sahabat perempuan penghuni salah satu kost milik ibunya Abang.
....
Selepas berbicara dengan Bunda, mereka berbicara berdua. Mereka sepakat untuk selama-lamanya pergi dari kehidupan rumah itu. Tidak mungkin mereka terpenjara setiap minggu di sana. Mereka menolak menjadi bagian dari ritual menjerang air, cuci baju, dan seratus sabun.
arti kata yang bercetak miring dan tebal pada penggalan cerpen di aras adalah...
Penderita autisme.
Berkenaan dengan ritus; hal ihwal ritus, tindakan seremonial
Gangguan perkembangan pada anak
Berkenaan dengan ritus; hal ihwal ritus, tindakan seremonial
Penderita autisme.
Hal, keberadaan
Gangguan perkembangan pada anak
Hal Keberadaan
anak yang berakibat tidak dapat berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan
Berkenaan dengan ritus; hal ihwal ritus, tindakan seremonial
