Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UH 1 KELAS XI SEM 2 2025

Total questions: 35

Worksheet time: 18mins

Name
Class
Date
1.

Angin semilir membawa udara panas
Daun-daun seperti mengipas-ngipas
Pak tua yang rebah berpeluh keringat
Menghibur yang sedang duduk santai
Membuai dalam imajinasi tentang dunia mimpi

Penggalan puisi di atas memiliki suasana . . . .

a)

Ramai

b)

Damai

c)

Mencekam

d)

Menakutkan

e)

Sedih

2.

Bacalah puisi berikut!

Hutan yang dulu rimbun
Kini tinggal tonggak
Lambang angkuh dan congkak
Burung tak lagi bersiul
Embun tak lagi bergantung
Di ujung daun
Ranting menusuk matahari

Imaji atau citraan pada bait pertama adalah ...

a)

perasaan

b)

pendengaran

c)

penglihatan

d)

perabaan

e)

kinestetic

3.

Kereta Sado

Oleh: Ridwan Siregar

si petani berkata: inilah kudaku

jerihku yang penghabisan

kuda tersebut meringkik, tanda ia

adalah kesayangan

sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda

menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku

degupnya sepanjang jalan

desahnya sepanjang hari

kereta sado dan jalanan

hari depan yang telah ditakdirkan

ialah jerih yang penghabisan

yang menimbulkan kekuatan

pada setiap putaran roda

Makna simbol degupnya dalam baris degupnya sepanjang jalan dalam puisi tersebut adalah

a)

Kerja keras kuda yang berpacu sepanjang jalan.

b)

Pengabdian kuda yang berlangsung seumur hidup

c)

Semangat kuda yang tak pernah surut.

d)

Keperkasaan kuda yang selalu terjaga.

e)

Perjuangan kuda yang tak pernah putus asa.

4.

Kereta Sado

Oleh: Ridwan Siregar

si petani berkata: inilah kudaku

jerihku yang penghabisan

kuda tersebut meringkik, tanda ia

adalah kesayangan

sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda

menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku

degupnya sepanjang jalan

desahnya sepanjang hari

kereta sado dan jalanan

hari depan yang telah ditakdirkan

ialah jerih yang penghabisan

yang menimbulkan kekuatan

pada setiap putaran roda

Amanat untuk bekerja keras terdapat dalam larik....

a)

hari depan yang telah ditakdirkan

b)

sebuah kereta, seorang manusia, dan seekor kuda

c)

kereta sado dan jalanan

d)

si petani berkata: inilah kudaku

e)

ialah jerih yang penghabisan

5.

Cermati puisi berikut!

si petani berkata: inilah kudaku

jerihku yang penghabisan

kuda tersebut meringkik, tanda ia

adalah kesayangan

sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda

menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku

degupnya sepanjang jalan

desahnya sepanjang hari

kereta sado dan jalanan

hari depan yang telah ditakdirkan

ialah jerih yang penghabisan

yang menimbulkan kekuatan

pada setiap putaran roda

Kereta Sado, Ridwan Siregar

Penggambaran kehidupan petani tampak dalam larik puisi berikut ini

a)

hari depan yang telah ditakdirkan

b)

ialah jerih yang penghabisan

c)

kereta sado dan jalanan

d)

yang menimbulkan kekuatan pada setiap putaran roda

e)

sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda

6.

Bacalah puisi berikut
Bunda kasihmu
Tiada tara padaku
Kau bimbing aku
Kau rawat diriku
Dengan penuh sabar,
Bunda [ ... ]

Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah...

a)

Kasihmu tanpa pamrih

b)

Tiada kata jenuh darimu

c)

Kasihmu sepanjang jalan

d)

Ku akan membalas jasamu

e)

kasihmu tak terhingga

7.

Bacalah penggalan puisi berikut dengan saksama!

Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini
……………………………………………………
Kita adalah manusia bermata sayu, yang
di tepi jalan
mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahan
hidup sengsara
dipukul banjir, gunung api, kutu, dan hama
dan bertanya-tanya diam, inikah yang namanya
merdeka
(Taufik Ismail)

Penyair dalam penggalan puisi di atas bermaksud mengungkapkan….

a)

Penderitaan sebagian besar rakyat

b)

Keadaan rakyat yang tidak bersuara

c)

Keadaan bencana alam yang menimpa rakyat

d)

Republik ini milik yang menderita

e)

Tuntutan perbaikan kesejahteraan rakyat

8.

Untuk menemukan makna dalam sebuah puisi, pembaca harus membaca puisi dengan saksama dan memperhatikan banyak faktor dalam puisi tersebut. Salah satunya adalah ...

a)

nilai seni dari pembacaan puisi

b)

penggunaan diksi dalam bahasa

c)

kemampuan seseorang membaca puisi

d)

pendengar merasa terbawa dalam puisi yang dibacakan

e)

penggunaan kata-kata kiasan

9.

Cermati puisi berikut!

Cermin

Karya: Sapardi Djoko Damono

Cermin, tak pernah berteriak, ia pun tak pernah
Meraung, tersedan, atau terisak
Meski apa pun yang terbalik di dalamnya;
Barangkali ia hanya bisa bertanya:
Mengapa kau seperti kehabisan suara?

Makna kata 'cermin' pada baris pertama puisi tersebut adalah ...

a)

ketidakberdayaan seseorang

b)

cermin itu berkaca

c)

introspeksi diri

d)

kenyataan di dunia

e)

pengakuan dosa

10.

Cermati puisi berikut!

 

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

 

sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

 

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi 

Hidup, Ridwan Siregar

Puisi tersebut mewakili gagasan penyair yang menanamkan nilai-nilai mengenai …

a)

Seseorang yang gigih bekerja, cerdas berniaga dengan melakukan pelayaran-pelayaran ke negeri yang jauh.

b)

Seseorang yang memilih profesi sebagai pelaut dan melakukan pelayaran ke tempat-tempat jauh.

c)


Seseorang yang berani mengarungi laut dengan kapal dan menaklukkan ombak-ombak besar.

d)


Seseorang yang berani menjalani hidup dengan segala persoalan dan tantangan di dalamnya.

e)

Seseorang yang bercita-cita sebagai pelaut, mengarungi Samudra, menghadapi tantangan badai.

11.

Cermati puisi berikut!

 

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

 

sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

 

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi

 

Hidup, Ridwan Siregar

 

Makna baris gelombang pernah membadai dalam kutipan puisi tersebut adalah …

a)

gelombang hidup yang panas

b)

gelombang hidup di tempat kerja

c)

guncangan hidup di tengah laut

d)

tantangan hidup yang tak dapat dihadapi

e)

tantangan hidup yang dahsyat

12.

Cermati puisi berikut!

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi

Hidup, Ridwan Siregar

Makna baris perjalanan hanya sekali dan tiada kembali dalam puisi tersebut adalah…

a)

tekad harus pasti dan tak boleh bimbang dalam menempuh hidup

b)

memiliki tujuan hidup yang pasti sesuai dengan bakat

c)

kesempatan mengembangkan cita-cita jangan disia-siakan

d)


yakin bahwa hanya memiliki satu kali kesempatan untuk hidup

e)

memiliki arah dan cita-cita yang tak berubah sejak bisa berpikir

13.

Cermati puisi berikut!

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi

Hidup, Ridwan Siregar

Amanat puisi tersebut adalah …

a)

Hendaknya seseorang menyadari keterbatasannya sebagai manusia karena kematiannya ditentukan Tuhan.

b)

Hendaknya seseorang menerima segala ketentuan yang diberikan Tuhan dan menghayati tantangan hidup yang dihadapinya.

c)


Hendaknya seseorang memiliki sejarah hidup yang baik karena hidup hanya sekali dan segala cobaan pasti ada batasnya.

d)

Hendaknya seseorang tak pernah menyerah dengan cobaan yang menimpa dirinya karena cobaan pasti ada batasnya.

e)

Hendaknya seseorang menyadari bahwa hidup hanya satu kali dan tak pernh kembali hidup.

14.

Cermati puisi berikut!

Sebuah jalan yang berdebu. Membelah desaku.

Lengang dan sepi. Hanya sesekali lewat mobil tua

atau gerobak lembu atau orang bersepeda lalu

sedang sawah-sawah hijau membentang di kanan kirinya.

Karena rindulah maka kini aku menapak di jalan ini.

Bus tua mengantarkan aku sampai di ujung desa.

Kampung yang subur dalam rindu dan kenangan

matahari bersinar lembut, angin pun segar mengusap mukaku.

Kan kutemui kembali: wajah-wajah yang lembut dan ramah.

Orang-orang yang mengutuki perang dan sengketa.

Rumah-rumah kecil beratap ilalang.

Tubuh berpeluh dalam kerja.

Sorak bocah-bocah itu menarikku ke masa kanak dulu.

Bocah-bocah bermata bening bersemburan di sungai desaku.

Serentak mereka memandang padaku. Tentu tak mengenalku.

Tak apa, tapi pastilah mereka ana-anak sahabatku.

Di sungai ini pun aku dulu berenang dan bersemburan.

Masih kuingat: Kardi anak yang bandel itu

Kini telah berpangkat letnan.

Manisnya masa kanak!

(sebentar lagi aku an sampai ke rumah masa bocah).

                                                Kampung, Herman KS

Berdasarkan puisi tersebut, topik diskusi yang tepat disajikan pembicara adalah …

a)


Kesuburan Tanah Desa Diwariskan pada Anak Cucu Mereka.

b)


Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Tenteram.

c)


Kesuburan Tanah Desa Perlu Diolah untuk Kesejahteraan Warga.

d)


Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Malas Bekerja.

e)


Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Tak Perlu ke Kota.

15.

Cermati puisi berikut!

Sebuah jalan yang berdebu. Membelah desaku.

Lengang dan sepi. Hanya sesekali lewat mobil tua

atau gerobak lembu atau orang bersepeda lalu

sedang sawah-sawah hijau membentang di kanan kirinya.

Karena rindulah maka kini aku menapak di jalan ini.

Bus tua mengantarkan aku sampai di ujung desa.

Kampung yang subur dalam rindu dan kenangan

matahari bersinar lembut, angin pun segar mengusap mukaku.

Kan kutemui kembali: wajah-wajah yang lembut dan ramah.

Orang-orang yang mengutuki perang dan sengketa.

Rumah-rumah kecil beratap ilalang.

Tubuh berpeluh dalam kerja.

Sorak bocah-bocah itu menarikku ke masa kanak dulu.

Bocah-bocah bermata bening bersemburan di sungai desaku.

Serentak mereka memandang padaku. Tentu tak mengenalku.

Tak apa, tapi pastilah mereka ana-anak sahabatku.

Di sungai ini pun aku dulu berenang dan bersemburan.

Masih kuingat: Kardi anak yang bandel itu

Kini telah berpangkat letnan.

Manisnya masa kanak!

(sebentar lagi aku an sampai ke rumah masa bocah).

                                                Kampung, Herman KS

Untuk meyakinkan nilai moral yang terkandung dalam puisi, pembicara menyampaikan argumentasi dalam forum diskusi dengan kalimat …

a)

“Realitas bahwa tanah desa kita subur, menyebabkan penduduk tenteram.”

b)

“Betapapun tanah desa subur, kita perlu mengolahnya untuk kesejahteraan warga.”

c)

“Kesuburan tanah desa, akan segera diwariskan untuk anak-cucu di desa.”

d)


“Memang tanah desa kita subur. Itu sebabnya, penduduk tak perlu pergi ke kota untuk meraih cita-cita.”

e)

“Kesuburan tanah desa pada gilirannya, menyebabkan penduduk malas bekerja

16.

Cermati puisi berikut!

Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan

Lewat perut anak-anak yang kelaparan

Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan

Lewat semayup suara adzan

Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran

Lewat gempa bumi yang berguncang

Deru angin yang meraung-raung kencang

Hujan dan banjir yang melintang pukang

Adakah kau dengar?

Tuhan Telah Menegurmu, Apip Mustopa

Gagasan bahwa manusia melupakan penderitaan sesamanya disampaikan penyair melalui peristiwa …

a)


gempa bumi yang berguncang

b)


melalui banjir yang melintang pukang

c)

kelaparan

d)

suara azan

e)

deru angin yang meraung kencang

17.

Cermati puisi berikut!

Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan

Lewat perut anak-anak yang kelaparan

Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan

Lewat semayup suara adzan

Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran

Lewat gempa bumi yang berguncang

Deru angin yang meraung-raung kencang

Hujan dan banjir yang melintang pukang

Adakah kau dengar?

Tuhan Telah Menegurmu, Apip Mustopa

Nilai religius yang disampaikan penyair dalam puisi tersebut adalah manusia mengabaikan ….

a)

kaum gelandangan yang lapar

b)


gempa bumi yang menerjang

c)

banjir yang melanda desa

d)

panggilan salat pada waktu azan berkumandang

e)

angin puting beliung yang menerjang

18.

Cermati puisi berikut!

Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan

dan mereka tetap berkeliaran

Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan

Dan kelaparan tetap saja mengancam

Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja

dan pengangguran tetap saja merajalela

Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi

penyeludupan dan manipulasi

dan segalanya datang silih berganti

Kita sudah beribu kali bicara beribu soal

dan tak pernah ada yang selesai.

Kita Sudah Beribu Kali Bicara, Apip Mustopa

Berdasarkan puisi tersebut, pasangan baris puisi dengan maknanya dengan tepat adalah ....

a)


Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan - perlu keseriusan dan kesungguhan birokrasi

b)


Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan - kelaparan tetap mengancam

c)


Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja - tetap berkeliaran

d)


Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi - tak pernah ada yang selesai

e)


Kita sudah beribu kali bicara beribu soal - pengangguran

19.

Cermati puisi berikut!

Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan

dan mereka tetap berkeliaran

Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan

Dan kelaparan tetap saja mengancam

Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja

dan pengangguran tetap saja merajalela

Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi

penyeludupan dan manipulasi

dan segalanya datang silih berganti

Kita sudah beribu kali bicara beribu soal

dan tak pernah ada yang selesai.

Kita Sudah Beribu Kali Bicara, Apip Mustopa

Makna yang terkandung dalam puisi tersebut adalah ...

a)

Pembicaraan tanpa tindakan akan menghasilkan sedikit perubahan.

b)

Meskipun sudah ada pembicaraan yang meluas, perubahan substansial belum terjadi.

c)

Tanpa pembicaraan, tantangan sosial tetap sulit diatasi.

d)

Masalah-masalah tidak hanya terjadi di suatu tempat, tetapi di banyak lapisan masyarakat.

e)

Perubahan akan terjadi dengan adanya pembicaraan yang serius.

20.

Cermati puisi berikut!

Kita sudah beribu kali bicara soal gelandangan

dan mereka tetap berkeliaran

Kita sudah beribu kali bicara soal kekurangan pangan

Dan kelaparan tetap saja mengancam

Kita sudah beribu kali bicara soal tenaga kerja

dan pengangguran tetap saja merajalela

Kita sudah beribu kali bicara soal korupsi

penyeludupan dan manipulasi

dan segalanya datang silih berganti

Kita sudah beribu kali bicara beribu soal

dan tak pernah ada yang selesai.

Kita Sudah Beribu Kali Bicara, Apip Mustopa

Pernyataan yang tepat berdasarkan puisi tersebut adalah ...

a)

Tak ada lagi gelandangan di kota-kota besar.

b)


Tenaga kerja kita terserap lapangan kerja yang memadai.

c)

Kita tidak lagi kekurangan pangan.

d)


Tak ada lagi penyeludupan dan manipulasi.

e)

Hendaknya kita belajar pada negara-negara dengan birokrasi yang bersih.

21.

Cermati kutipan puisi berikut!

Lelahmu jadi lelahku juga

Bahagiamu, bahagiaku pasti

Berbagi, takdir kita selalu

Kecuali tiap kau jatuh hati

Malaikat Juga Tahu, Dee Lestari

Citraan (imaji) yang tergambar dalam larik puisi tersebut adalah ….

a)

pengecapan

b)

taktil

c)

penciuman

d)

auditif

e)

gerak

22.

Cermati puisi berikut!

Kami telah berjanji kepada Sejarah

untuk pantang menyerah

bukankah telah kami lalui pulau demi pulau, selaksa pulau,

dengan perahu yang semakin mengeras oleh air laut.

Selalu bajakan otot-otot lengan kami, ya Tuhan,

yang tetap mengayuh entah sejak kapan;

barangkali akan segera memutih rambut kami ini,

satu demi satu merasa letih, dan tersungkur mati,

tapi berlaksa anak-anak kami akan memegang dayung

serta kemudi menggantikan kami

kamilah yang telah mengayuh perahu-perahu sriwijaya serta majapahit

mengayuh perahu-perahu makasar dan bugis,

sebab kami telah bersekutu dengan Sejarah

untuk menundukkan lautan.

laut yang diam adalah sahabat kami,

dan laut yang memberontak dalam prahara dan topan

adalah alasan yang paling baik

untuk menguji kesetiaan dan bakti kami padaMu.

barangkali beberapa orang putus otot-otot lengannya,

yang lain pecah tulang-tulangnya, tapi anak-anak kami yang setia

segera mengubur mereka di laut, dan melanjutkan perjalanan yang belum selesai ini.

biarlah kami bersumpah kepada Sejarah, ya Tuhan, untuk membuat bekas-bekas yang tak terbatas di lautan.

Doa Para pelaut yang Tabah, Sapardi Djoko Damono

Makna kata baja pada larik pertama puisi tersebut adalah …

a)

teguh dan semangat

b)

subur dan kuat

c)

teguh dan kuat

d)

kuat dan semangat

e)

kuat dan kukuh

23.

Cermati puisi berikut!

Kami telah berjanji kepada Sejarah

untuk pantang menyerah

bukankah telah kami lalui pulau demi pulau, selaksa pulau,

dengan perahu yang semakin mengeras oleh air laut.

Selalu bajakan otot-otot lengan kami, ya Tuhan,

yang tetap mengayuh entah sejak kapan;

barangkali akan segera memutih rambut kami ini,

satu demi satu merasa letih, dan tersungkur mati,

tapi berlaksa anak-anak kami akan memegang dayung

serta kemudi menggantikan kami

kamilah yang telah mengayuh perahu-perahu sriwijaya serta majapahit

mengayuh perahu-perahu makasar dan bugis,

sebab kami telah bersekutu dengan Sejarah

untuk menundukkan lautan.

laut yang diam adalah sahabat kami,

dan laut yang memberontak dalam prahara dan topan

adalah alasan yang paling baik

untuk menguji kesetiaan dan bakti kami padaMu.

barangkali beberapa orang putus otot-otot lengannya,

yang lain pecah tulang-tulangnya, tapi anak-anak kami yang setia

segera mengubur mereka di laut, dan melanjutkan perjalanan yang belum selesai ini.

biarlah kami bersumpah kepada Sejarah, ya Tuhan, untuk membuat bekas-bekas yang tak terbatas di lautan.

Doa Para pelaut yang Tabah, Sapardi Djoko Damono

Amanat puisi tersebut adalah …

a)


Pengalaman orang tua akan diturunkan kepada generasi berikutnya.

b)


Estafet kepemimpinan adalah hal yang biasa dalam menjalankan roda kehidupan.

c)

Sebagai generasi muda yang akan memegang amanah harus kuat dan semangat dalam menjalankan estafet generasi sebelumnya.

d)


Hidup akan silih berganti, tetaplah semangat dalam menjalaninya.

e)

Sebagai generasi penerus harus tabah dalam menjalani kehidupan walaupun gelombang menerjang.

24.

Cermati kutipan puisi tersebut!

1)        Datang menjelang petang, aku tercengang melihat

2)        Ayah sedang berduaan dengan telepon genggam

3)        di bawah pohon sawo di belakang rumah.

4)        Ibu yang membelikan Ayah telepon genggam

5)        sebab Ibu tak tahan melihat kekasihnya kesepian.

                                                Pesan dari Ayah, Joko Pinurbo

Simbol kasih sayang dalam puisi tersebut ditunjukkan oleh larik angka ....

a)


(1) dan (2)

b)

(3) dan (4)

c)


(4) dan (5)

d)

(2) dan (3)

e)


(3) dan (5)

25.

Berikut ini adalah hal yang membedakan antara puisi dengan cerpen, Kecuali.....

a)

Cerpen biasanya mengisahkan kehidupan seseorang, sedangkan puisi digunakan untuk mengekspresikan perasaan penyair

b)

Cerpen ditulis dengan bahasa yang mengandung makna denotatif (makna sebenarnya), sedangkan puisi banyak menggunkan bahasa kiasan

c)

Cerpen memiliki alur yang ditulis secara acak berdasarkan kronologinya, sedangkan puisi tidak memiliki alur yang berurutan

d)

Cerpen ditulis dalam bentuk paragraf dan alinea, sedangkan puisi ditulis dalam bentuk larik atau baris

e)

cerpen memiliki unsur fisik dan batin, sedangkan puisi memiliki unsur intinsik dan ekstinsik

26.

"Malaikat Juga Tahu" adalah judul yang sama antara cerpen dengan puisi karya Dee Lestari

Apakah judul di atas sudah mewakili isi cerita?

a)


Ya, karena Bunda dianggap sebagai malaikat yang melindungi anaknya

b)


Ya, karena Abang sebagai anak yang autis perlu kasih sayang dari Bunda

c)

Ya, karena isi cerita tersebut menunjukkan tindakan Bunda untuk anaknya adalah sebuah pengorbanan

d)


Ya, karena Bunda mempunyai anak yang lain yang perlu disayangi juga

e)

Ya, Malaikat tahu siapa orang yang paling sayang kepada tokoh yang disebut Abang

27.

Di bawah ini yang merupakan bagian dari unsur fisik yang paling tepat adalah:

a)

Tipografi, diksi, Imaji, dan tema

b)


Perasaan, bahasa figuratif, dan rima

c)

Diksi, tipografi, imaji, dan rima

d)


Imaji, kata konkret, nada dan suasana

e)

Diksi, nada, Imaji, dan rasa

28.

Perhatikanlah kutipan cerpen berikut!

“Kamu, siswa baru, rupanya pintar, ya?” ejek Indah, ketua kelas. Begitu pula teman-teman yang lainnya mengejek Dita sebagai penyontek ulung.

“Aku tidak menyontek, sungguh! Aku mengerjakan sendiri!” sanggah Dita sembari menekan rasa takut.

“Bohong! Buktinya, waktu kamu duduk di belakang itu hasil ulanganmu jelek!” bentak Indah.

“Ta… Tapi aku tidak menyontek,” kata Dita hampir menangis.

“Sudahlah mana ada pencuri mau mengaku atas perbuatannya,” sela Bambang dengan nada mengejek.

“Begini saja, kalau kamu memang betul-betul tidak menyontek, nanti kalau ada ulangan lagi, kamu harus duduk di kursi paling belakang san aitu, dan buktikan bahwa kamu pun bisa memperoleh nilai sembilan tanpa Melati!” ujar Indah memberi keputusan.

Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah …

a)

Indah dituduh menyontek ketika ulangan berlangsung.

b)


Bambang merasa jengkel dengan sikap Indah terhadap Dita.

c)

Melati memberikan bantuan kepada Dita pada waktu ulangan.

d)


Banyak siswa menuduh Dita menyontek saat ulangan.

e)

pekerjaan menyontek adalah perihal yang jelek

29.

Cermatilah kutipan cerpen di bawah ini!

Lampu-lampu yang berkilauan terasa menusuk-nusuk matanya, sedangkan kebisingan kota menyayat-nyayat hatinya. Samar-samar dia sadari bahwa dia telah kehilangan adiknya: Paijo tercinta.

Majas yang sejenis dengan majas yang terdapat pada kalimat pertama adalah …

a)

Di Tasik indah cemerlang, pantai berkilat bagai cermin di tebing tinggi sehasta, di bawah pohon cemara, duduklah seorang gadis remaja.

b)

Kalau ia senyum gelak nabi, berlubang semut di pipinya, terjuntai dagu bulat kecil bagai lebah sedang bergantung, pipinya kuning langsat.

c)

Ia duduk sambil berjuntai menggoyang-goyang kaki, sedangkan ombak yang memecah ke tepi datang mengusap-ngusap kakinya.

d)

Takut hamba akan berkata, cemas mulut akan terdorong, awak hina pengajar kurang, tak tau di adat dan lembaga, tak pandai berbudi.

e)

Sampai sekarang belum kelihatan batang hidungnya

30.

Cermatilah kutipan cerpen di bawah ini!

Kapal keruk pernah menjadi pendendang irama hidup kami, bagian penting dalam budaya kami. Karena semua lelaki angkatan kerja bekerja bergantian selama 24 jam. Tak kan pernah kulupa, setiap pukul dua pagi, truk pengangkut buruh kapal keruk menjemput ayahku. Kudengar suara klakson. Ayah keluar rumah di pagi buta itu sambil menenteng rantang bekal makanan dari ibu.

Jika melihatku terbangun, ayah kembali mengusap rambutku dan tersenyum. Dari dalam rumah kudengar ayah mengucapkan salam pada kawan-kawan kerjanya yang telah berdesakan di dalam bak truk. Kawan-kawan kerjanya itu adalah ayah-ayah dari kawan-kawanku. Lalu kudengar gemerincing besi saling beradu, kemudian truk menggerung meninggalkan rumah.

Majas yang digunakan pengarang dalam kalimat bercetak miring pada kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

alegori

b)

metafora

c)

personifikasi

d)

asosiasi/simile

e)

hiperbola

31.

.........

Ini dari kami bertiga

Pita hitam pada karangan bunga

Sebab kami ikut berduka

Bagi kakak yang ditembak mati

Siang tadi

Berdasarkan isinya jenis puisi di atas berjenis....

a)

romanca

b)

elegi

c)

satire

d)

balada

e)

epigram

32.

senja yang pilu

membuat hari kian membiru

langit tampak keruh

mengantar kepergianmu pahlawanku

gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi

melagukan nada-nada lara hati

saat doa-doa ikut tertanam

bersama bayangmu yang kian tenggelam

tema puisi tersebut adalah ....

a)

perjuangan

b)

politik

c)

pahlawan

d)

keagamaan

e)

kecintaan

33.

Dialah sang sutradara

Dan kita semua para (….)

Maka persoalan yang utama

Bagaimana memainkan peran kita

Karena kita tidak bisa memilih

Mari bermain dalam bimbinganNya

Diksi yang tepat untuk melengkapi larik ke-2 puisi tersebut adalah ….

a)

penontonnya

b)

aktornya

c)

oratornya

d)

penuilisnya

e)

sutradara

34.

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kata bercetak miring dalam penggalan puisi di atas mengandung imaji . . . .

a)

auditif

b)

taktil

c)

visual

d)

olfactori

e)

gustatori

35.

Abang hidup dan tinggal bersama Bundanya yang memiliki usaha rumah kost. Walaupun autis, Abang memiliki sahabat perempuan penghuni salah satu kost milik ibunya Abang.

....

Selepas berbicara dengan Bunda, mereka berbicara berdua. Mereka sepakat untuk selama-lamanya pergi dari kehidupan rumah itu. Tidak mungkin mereka terpenjara setiap minggu di sana. Mereka menolak menjadi bagian dari ritual menjerang air, cuci baju, dan seratus sabun.

arti kata yang bercetak miring dan tebal pada penggalan cerpen di aras adalah...

a)

Penderita autisme.


Berkenaan dengan ritus; hal ihwal ritus, tindakan seremonial

b)

Gangguan perkembangan pada anak

Berkenaan dengan ritus; hal ihwal ritus, tindakan seremonial

c)

Penderita autisme.

Hal, keberadaan

d)

Gangguan perkembangan pada anak

Hal Keberadaan

e)

anak yang berakibat tidak dapat berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan

Berkenaan dengan ritus; hal ihwal ritus, tindakan seremonial