WorksheetsPost Test Pulmonologi UKMPPD 004
Total questions: 15
Worksheet time: 23mins
Seorang laki-laki 61 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan batuk disertai nyeri dada kanan sejak 2 minggu lalu. Keluhan batuk dikatakan disertai dahak sedikit dan nyeri dada muncul terutama saat pasien batuk. Pasien menyangkal adanya batuk darah atau demam atau berat badan menurun, namun pasien mengaku sering sesak dan batuk sejak 1 tahun lalu. Pasien memiliki riwayat merokok 15 batang per hari selama 40 tahun dan pernah didiagnosis mengalami PPOK. Pemeriksaan tanda vital TD 148/92, HR 100, RR 24, SpO2 95%, dan T 36,7. Pada pemeriksaan auskultasi paru, ditemukan penurunan suara vesikuler di apeks paru kanan. Hasil foto polos toraks pasien seperti gambar berikut. Apakah diagnosis pasien tersebut?
Tuberkulosis paru
Edema Paru Kardiogenik
Pneumonia Lobaris
Tumor Mediastinum
Atelektasis
Seorang wanita 72 tahun diantar keIGD oleh keluarga karena terlihat sesak sejak 2 hari yang lalu. Menurut keluarga, pasien juga batuk, kadang disertai bercak darah. Pasien memiliki riwayat stroke dan pasca amputasi betis kanan karena luka DM 2 minggu lalu. Pemeriksaan tanda vital TD 140/90, HR 120, RR 36, SpO2 92%, dan T 36,8. Pemeriksaan toraks paru kesan dalam batas normal. Pemeriksaan X-Ray toraks tampak gambaran westermark sign (+). Apa diagnosis pasien tersebut?
Edema paru akut
Pneumonia
Pneumothorax
Emboli Paru
Efusi Pleura
Seorang perempuan 20 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak dan pilek sejak 5 hari yang lalu. Batuk disertai penciuman hidung berkurang dan demam ringan. Keluhan serupa diakui pada kakak pasien, di mana dikatakan kakak pasien terkonfirmasi COVID-19. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 110/76, HR 87, RR 24, SpO2 99%, dan T 38,5. Hasil pemeriksaan PCR (+) SARS COV-2. Manakah terapi simptomatik yang tepat untuk pasien?
Vitamin D 1000 IU
Vitamin C 1000mg
Remsedivir
Bromhexine
Cetirizine
Seorang pria 60 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan demam disertai sesak sejak 3 hari yang lalu. Demam dirasakan terus tinggi disertai badan terasa lemas dan nyeri seluruh badan. Pasien juga merasakan batuk berdahak warna kuning kental dan pilek semenjak sakit. Keluhan serupa diakui pada istri pasien. Riwayat alergi disangkal. Keluhan muncul setelah pasien berpergian dari Ibukota. Pemeriksaan tanda vital TD 120/70, HR 80, RR 32, SpO2 93% udara ruangan, dan T 38,8. Pada auskultasi paru terdengar suara ronki basah kasar bilateral. Pemeriksaan rontgen toraks ditemukan adanya gambaran bayangan berawan di kedua lapang paru. Dokter mencurigai pasien terinfeksi COVID-19 karena tempat yang dikunjungi pasien merupakan zona merah. Apakah pemeriksaan baku emas untuk kasus di atas?
Polymerase Chain Reaction
Rapid diagnostic test antibody
Rapid diagnostic test antigen
CT Scan
Kultur darah
Seorang laki-laki 43 tahun datang ke poliklinik Rumah Sakit karena mengeluhkan demam disertai batuk sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, dan badan terasa sakitsakit. Keluhan awalnya muncul setelah pasien menguburukan ayamayam milik peternakannya yang mati mendadak sekitar 10 hari lalu tanpa memakai masker atau sarung tangan. Pemeriksaan tanda vital pasien didapatkan TD 120/68, HR 86, RR 24, SpO2 96% O2 ruangan, dan T 38,3. Pada pemeriksaan fisik paru didapatkan suara ronki basah kasar pada lapang paru kiri. Dari hasil pemeriksaan PCR, terbukti pasien terinfeksi virus H5N1. Apakah farmakoterapi definitif untuk kasus di atas?
oseltamivir 1 x 75mg
Dexamethasone 3 x 0.75 mg
Remsedivir 3x500mg
Oseltamivir 2x75 mg
Fapiravir 2x400mg
Seorang perempuan 30 tahun datang ke Klinik mengeluhkan batuk sejak 3 hari yang lalu. Batuk dirasakan terus menerus diawali demam ringan, badan pegal-pegal, dan pilek. Keluhan demam dikatakan sudah berkurang sejak hari ini. Batuk disertai dahak berwarna putih kental dan memberat saat malam hari yang terkadang disertai sesak. Keluhan serupa diakui pada teman kerja pasien. Pasien menyangkal memiliki riwayat alergi atau asma. Pemeriksaan tanda vital TD 120/78, HR 84, RR 20, SpO2 98%, dan T 36,6. Pada pemeriksaan fisik toraks, 2 dijumpai suara wheezing dan ronki minimal di kedua linea parasternal. Dokter mengusulkan pemeriksaan XRay toraks, namun tidak ditemukan gambaran infiltrat atau konsolidasi dan kesan gambaran dalam batas normal. Apakah diagnosis pasien kasus di atas?
Asma eksaserbasi
Bronkitis akut
Asma persisten
SARS
Pneumonia atipikal
Seorang laki-laki 68 tahun datang ke Poli Rumah Sakit dengan keluhan demam tinggi sejak 6 hari yang lalu disertai sesak napas. Sesak dirasakan terus menerus sejak 2 hari lalu dan tidak dipengaruhi dengan aktivitas atau perubahan cuaca. Selain itu, pasien mengeluhkan batuk berdahak berwarna seperti karat. Riwayat keluhan serupa sebelumnya disangkal. Pasien menyangkal memiliki riwayat merokok dan belum pernah terdiagnosis hipertensi atau diabetes. Pasien belum pernah dirawat atau berkunjung ke rumah sakit dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Dari pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 130/86, HR 96, RR 30, SpO2 96%, dan T 38,7. Pada pemeriksaan toraks, didapatkan gerak dinding dada simetris, perkusi sonor kedua lapang paru, dan pada auskultasi terdengar ronki basah kasar di kedua lapang paru. Manakah pemeriksaan penunjang awal yang dilakukan untuk menentukan diagnosis pasien?
Spirometri
X ray thoraks
Kultur darah
Kultur sputum
Hematologi lengkap
Seorang wanita 67 tahun diantar ke IGD oleh keluarga karena tampak 2 gelisah dan sesak sejak 1 hari yang lalu. Sekitar 5 hari lalu pasien merasa demam tinggi disertai batuk dan sesak ringan. Pasien juga mengeluhkan badan terasa lemas dan tidak ada nafsu makan saat di rumah. Pasien dikatakan memiliki riwayat diabetes dan tidak teratur minum obat. Riwayat rawat inap sebelumnya disangkal. Pemeriksaan kesadaran GCS E3V4M5, dengan tanda vital TD 97/50, HR 122, RR 36, SpO2 87% udara ruangan, dan T 39,0. Pemeriksaan fisik toraks ditemukan suara ronki pada seluruh lapang paru. Pemeriksaan laboratorium Hb 13.2, leukosit 22x103 , trombosit 322x103 , dan blood urea nitrogen 22mg/dL. Hasil pemeriksaan X-Ray toraks didapatkan gambaran berikut. Manakah tatalaksana yang paling tepat untuk pasien?
Rawat jalan, beri azitromisin
Rawat jalan, beri levofloxacin
Rawat inap, beri doksisiklin
Rawat inap, berikan ceftriaxone dan levofloxacin
Rawat inap, berikan ampisillin + sulbactam
Seorang laki-laki 55 tahun diantar ke IGD dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Sesak memberat saat tidur terlentang dan berkurang dengan posisi miring ke kanan. Keluhan disertai batuk dan demam hilang timbul. Pasien juga merasakan nyeri dada saat menarik napas dalam. Pasien memiliki riwayat TB paru sejak 6 bulan lalu namun hanya minum obat selama 1 bulan. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 130/92, HR 103, RR 28, SpO2 95%, dan T 37,8. Pada pemeriksaan fisik ditemukan gerak dinding dada kanan tertinggal, perkusi redup, dan auskultasi suara paru menurun pada basal paru kanan. Pada pemeriksaan radiologi tampak gambaran meniscus sign. Dokter mencoba melakukan tindakan pleural tap dan ditemukan cairan berikut. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus diatas
Empiema
Hemothorax
Hydrothorax
Efusi Pleura Transudatif
Efusi Pleura Pramaligna
Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke poli Puskesmas untuk kontrol pengobatan TB paru kasus baru yang diidapnya. Pasien saat ini mengkonsumsi OAT lini pertama dan sudah menyelesaikan pengobatan bulan ke-3. Pada saat akhir pengobatan bulan ke-2 lalu, pasien sudah dilakukan pemeriksaan sputum BTA dengan hasil positif. Saat ini pasien mengaku masih sering batuk berdahak. Pemeriksaan tanda vital TD 122/76, HR 70, RR 18, SpO2 99%, dan T 36,8. Pada pemeriksaan fisik masih terdengar ronki di apeks paru kanan. Hasil pemeriksaan sputum BTA evaluasi saat ini masih didapatkan BTA positif. Apa pemeriksaan selanjutnya yang tepat?
Uji kepekaan
Pemeriksaan BTA ulang
X ray paru
PCR
Biakan tanpa kepekaan
Wanita berusia 37 tahun datang ke Puskesmas untuk kontrol pengobatan TB paru. Pasien sudah mengkonsumsi obat lini pertama selama 1 bulan dan saat ini mengeluhkan nyeri pada ibu jari kaki kanan sejak 3 hari lalu. Nyeri disertai bengkak dan kemerahan tanpa disertai demam. Riwayat keluhan serupa disangkal pasien. Pemeriksaan tanda vital TD 110/80, HR 80, RR 24, SpO2 99%, dan T 37,2. Pada pemeriksaan fisik tampak podagra (+) di sendi MTP-1 dextra. Hasil pemeriksaan kadar asam urat darah didapatkan 9,2. Manakah obat yang paling mungkin memiliki efek samping di atas?
Rifampisin
Isoniazid
Etambutol
Pirazinamid
Streptomisin
Seorang laki-laki 65 tahun datang ke poli RS dengan keluhan badan lemas disertai demam hilang timbul sejak 1 bulan lalu. Keluhan disertai nyeri di seluruh badan dan tidak nafsu makan. Pasien juga merasakan keringat malam, dan sedikit batuk namun tidak berdahak. Pasien memiliki riwayat diabetes dan pernah menjalani terapi TB 6 bulan sekitar 5 tahun lalu. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 122/74, HR 80, RR 20, SpO2 98%, dan T 37,2. Pada pemeriksaan toraks hanya terdengar suara ronki kering minimal di kedua lapang paru. Hasil 2 pemeriksaan X-Ray toraks ditemukan gambaran berikut.
2RHZES/4RH
2RHZES/4R3H3
2RHZE/4RH
2RHZES/1RHZE/3RH
2RHZES/1RHZE/5RHE
Seorang laki-laki 26 tahun datang ke Puskesmas dengan batuk dan sesak yang dirasakan sejak 2 bulan. Batuk berdahak warna kuning-kehijauan disertai keluhan badan mudah lelah, demam hilang timbul, dan keringat tidur malam hari. Riwayat keluhan serupa disangkal, pasien belum pernah terdiagnosis TB paru. Riwayat TB paru pada keluarga disangkal dan pasien bekerja sebagai pegawai fotokopi. Pasien tidak pernah merokok. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 121/64, HR 70, RR 18, SpO2 99%, dan T 36,7 dengan berat badan pasien 54 kg. Pada pemeriksaan toraks didapatkan suara ronki kering pada kedua lapang paru. Hasil pemeriksaan TCM didapatkan MTB Detected, Rifampicin Resistance not Detected. Berapakah dosis KDT obat anti tuberkulosis lini pertama untuk pasien tersebut?
6 tablet KDT
5 tablet KDT
4 tablet KDT
3 tablet KDT
2 tablet KDT
Seorang wanita 47 tahun datang ke poli RS untuk kontrol pengobatan TB paru kasus baru yang diderita. Setelah memulai selama 2 minggu pengobatan OAT, pasien merasakan batuk sudah agak berkurang, dan badan kuning atau mual muntah disangkal. Namun, pasien masih merasa mudah lelah. BAK dan BAB dikatakan seperti biasa. Pada pemeriksaan tanda vital TD 127/68, HR 84, RR 18, SpO2 99%, dan T 36,8. Pada pemeriksaan fisik toraks masih ditemukan suara amforik pada apeks pulmo sinistra dan pada pemeriksaan abdomen tidak dijumpai hepatomegali. Hasil lab menunjukkan peningkatan SGOT dan SGPT 4x dari nilai normal pasien saat sebelum memulai pengobatan TB. Apa tindak lanjut pasien tersebut yang tepat?
Lanjutkan OAT dengan pengawasan
Lanjutkan OAT seperti biasa
Turunkan dosis OAT
Ganti regimen OAT
Hentikan OAT
Seorang wanita 47 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan demam disertai sesak napas sejak 7 hari yang lalu. Keluhan dirasakan makin memberat disertai badan terasa makin lemas. Sesak dikatakan tidak dipengaruhi cuaca dan demam naik turun tidak menentu. Pasien juga mengeluhkan batuk dengan dahak berwarna kemerahan seperti jeli red currant. Riwayat keluhan serupa disangkal. Pemeriksaan tanda vital TD 107/74, HR 102, RR 28, SpO2 96%, dan T 39,0. Pada pemeriksaan toraks, terdengar ronki basah kasar di lapang paru kanan atas. Hasil pemeriksaan X-Ray ditemukan gambaran opasitas di lobus pulmo dextra superior. Apakah kemungkinan etiologi penyakit pasien dari manifestasi klinis kasus di atas?
Klebsiella pneumonia
Pseudomonas aeruginosa
Streptococcus pneumonia
Staphylococcus aureus
Haemophilus influenza
