Font size
WorksheetsUH Bahasa Indonesia Bab Karya Fiksi
Total questions: 21
Worksheet time: 42mins
Berikut bentuk karya fiksi, kecuali ....
Cerpen
Novel
Biografi
Roman
Tujuan mengulas atau membuat resensi karya sastra adalah ....
Untuk membuat suatu kritikan
Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan karya sastra yang diulas
Agar memudahkan penulis karya
Agar karya yang diulas menjadi terkenal
Buku fiksi merupakan buku yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan ....
Kenyataan
Khayalan atau imajinasi pengarang
Kesuksesan seseorang
Ide penulis
Raja dan Sahabatnya
Suatu saat ujung jari sang raja terpotong saat bermain-main dengan pisau. Raja pun panik melihat darah yang memancar dari jarinya, namun sahabatnya hanya berucap "Semoga ini yang terbaik". Raja pun naik pitam. Ia memerintahkan prajurit untuk memasukkan sahabatnya ke dalam penjara. Karena dalam posisi genting semacam itu, si sahabat malah berkomentar "Semoga ini yang terbaik." Prajurit pun menangkap sahabat ini dan menyeretnya ke penjara. Saat diseret, ia juga berteriak "Semoga ini yang terbaik." Sang raja terheran sambil mengobati luka di tangannya.
Hari-hari berlalu, tiba waktunya sang raja untuk berburu. Ia melarang prajuritnya untuk mengawal masuk ke dalam hutan karena ia ingin menikmati hobinya ini sendirian. Sambil menikmati keheningan hutan, sang raja terus berjalan mencari buruan yang akan ia tuju. Namun sayang langkahnya terlalu jauh. Tiba-tiba ia ditangkap oleh gerombolan manusia primitif yang tinggal di desa sekitar hutan. Raja berusaha menjelaskan siapa dirinya pada ketua suku, tapi mereka tetap tak mau tahu. Hari itu bertepatan dengan hari persembahan suku tersebut pada sang dewa. Ketua suku memerintahkan raja yang ditangkap untuk dijadikan tumbal pada perayaan kali ini. Sang raja menggigil gemetar mendengar keputusan kepala suku. Ia segera didatangi algojo yang memeriksa keseluruhan tubuhnya. Tiba-tiba wajah algojo itu berubah, ia berkata kepada kepala suku. "Duhai pemimpin kami, orang ini tak layak dijadikan tumbal. Ia memiliki cacat di tangannya." Ternyata salah satu syarat tumbal yang dipersembahkan harus sempurna tanpa ada cacat.
Akhirnya raja pun selamat dan dibebaskan. Ia teringat pada kata sahabatnya dan langsung mengunjunginya ke penjara. Raja berkata, "Maafkan aku sahabatku, sungguh benar perkataanmu. Semua yang terjadi adalah yang terbaik. Jariku yang terpotong telah menyelamatkanku dari maut. Namun aku ingin bertanya, apa yang menyebabkan engkau berucap "Semoga ini yang terbaik" saat kau diseret ke penjara? Sahabat itu menjawab, "Aku adalah sahabat yang paling dekat denganmu. Bila aku tidak dipenjara, maka engkau akan mengajakku berburu. Dan saat engkau selamat dan batal menjadi tumbal, maka pasti aku yang akan dijadikan tumbal oleh mereka." Sang raja tertawa dan sahabat itu pun kembali bebas menghirup dunia. Terkadang kita tak sadar atau tidak mau mengakui bahwa pengetahuan kita sangatlah rendah dihadapan petunjuk Tuhan yang berjalan di muka bumi ini. Banyak sekali sesuatu yang tidak kita senangi, padahal dibaliknya ada kebaikan besar yang menanti.
Watak tokoh Raja dalam cerita tersebut adalah …
sabar
berburuk sangka
pemarah
pemaaf
Buku yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang merupakan termasuk buku fiksi. Perhatikan daftar buku berikut!
Cerpen
Novel
Komik
Biografi
Pidato
Mitos
Buku pelajaran
Kelompok buku-buku tersebut yang termasuk kategori nonfiksi adalah…
Cerpen, novel, dan komik
Novel, biografi dan mitos
Pidato, mitos, buku pelajaran
Biografi, Pidato, dan buku pelajaran
Raja dan Sahabatnya
Suatu saat ujung jari sang raja terpotong saat bermain-main dengan pisau. Raja pun panik melihat darah yang memancar dari jarinya, namun sahabatnya hanya berucap "Semoga ini yang terbaik". Raja pun naik pitam. Ia memerintahkan prajurit untuk memasukkan sahabatnya ke dalam penjara. Karena dalam posisi genting semacam itu, si sahabat malah berkomentar "Semoga ini yang terbaik." Prajurit pun menangkap sahabat ini dan menyeretnya ke penjara. Saat diseret, ia juga berteriak "Semoga ini yang terbaik." Sang raja terheran sambil mengobati luka di tangannya.
Hari-hari berlalu, tiba waktunya sang raja untuk berburu. Ia melarang prajuritnya untuk mengawal masuk ke dalam hutan karena ia ingin menikmati hobinya ini sendirian. Sambil menikmati keheningan hutan, sang raja terus berjalan mencari buruan yang akan ia tuju. Namun sayang langkahnya terlalu jauh. Tiba-tiba ia ditangkap oleh gerombolan manusia primitif yang tinggal di desa sekitar hutan. Raja berusaha menjelaskan siapa dirinya pada ketua suku, tapi mereka tetap tak mau tahu. Hari itu bertepatan dengan hari persembahan suku tersebut pada sang dewa. Ketua suku memerintahkan raja yang ditangkap untuk dijadikan tumbal pada perayaan kali ini. Sang raja menggigil gemetar mendengar keputusan kepala suku. Ia segera didatangi algojo yang memeriksa keseluruhan tubuhnya. Tiba-tiba wajah algojo itu berubah, ia berkata kepada kepala suku. "Duhai pemimpin kami, orang ini tak layak dijadikan tumbal. Ia memiliki cacat di tangannya." Ternyata salah satu syarat tumbal yang dipersembahkan harus sempurna tanpa ada cacat.
Akhirnya raja pun selamat dan dibebaskan. Ia teringat pada kata sahabatnya dan langsung mengunjunginya ke penjara. Raja berkata, "Maafkan aku sahabatku, sungguh benar perkataanmu. Semua yang terjadi adalah yang terbaik. Jariku yang terpotong telah menyelamatkanku dari maut. Namun aku ingin bertanya, apa yang menyebabkan engkau berucap "Semoga ini yang terbaik" saat kau diseret ke penjara? Sahabat itu menjawab, "Aku adalah sahabat yang paling dekat denganmu. Bila aku tidak dipenjara, maka engkau akan mengajakku berburu. Dan saat engkau selamat dan batal menjadi tumbal, maka pasti aku yang akan dijadikan tumbal oleh mereka." Sang raja tertawa dan sahabat itu pun kembali bebas menghirup dunia. Terkadang kita tak sadar atau tidak mau mengakui bahwa pengetahuan kita sangatlah rendah dihadapan petunjuk Tuhan yang berjalan di muka bumi ini. Banyak sekali sesuatu yang tidak kita senangi, padahal dibaliknya ada kebaikan besar yang menanti.
Dalam cerita tersebut, pelajaran yang dapat diambil dari sikap sahabat raja adalah ....
Menjaga jarak dari raja
Menjadi penakut
Selalu bersikap positif
Berani melawan raja
Raja dan Sahabatnya
Suatu saat ujung jari sang raja terpotong saat bermain-main dengan pisau. Raja pun panik melihat darah yang memancar dari jarinya, namun sahabatnya hanya berucap "Semoga ini yang terbaik". Raja pun naik pitam. Ia memerintahkan prajurit untuk memasukkan sahabatnya ke dalam penjara. Karena dalam posisi genting semacam itu, si sahabat malah berkomentar "Semoga ini yang terbaik." Prajurit pun menangkap sahabat ini dan menyeretnya ke penjara. Saat diseret, ia juga berteriak "Semoga ini yang terbaik." Sang raja terheran sambil mengobati luka di tangannya.
Hari-hari berlalu, tiba waktunya sang raja untuk berburu. Ia melarang prajuritnya untuk mengawal masuk ke dalam hutan karena ia ingin menikmati hobinya ini sendirian. Sambil menikmati keheningan hutan, sang raja terus berjalan mencari buruan yang akan ia tuju. Namun sayang langkahnya terlalu jauh. Tiba-tiba ia ditangkap oleh gerombolan manusia primitif yang tinggal di desa sekitar hutan. Raja berusaha menjelaskan siapa dirinya pada ketua suku, tapi mereka tetap tak mau tahu. Hari itu bertepatan dengan hari persembahan suku tersebut pada sang dewa. Ketua suku memerintahkan raja yang ditangkap untuk dijadikan tumbal pada perayaan kali ini. Sang raja menggigil gemetar mendengar keputusan kepala suku. Ia segera didatangi algojo yang memeriksa keseluruhan tubuhnya. Tiba-tiba wajah algojo itu berubah, ia berkata kepada kepala suku. "Duhai pemimpin kami, orang ini tak layak dijadikan tumbal. Ia memiliki cacat di tangannya." Ternyata salah satu syarat tumbal yang dipersembahkan harus sempurna tanpa ada cacat.
Akhirnya raja pun selamat dan dibebaskan. Ia teringat pada kata sahabatnya dan langsung mengunjunginya ke penjara. Raja berkata, "Maafkan aku sahabatku, sungguh benar perkataanmu. Semua yang terjadi adalah yang terbaik. Jariku yang terpotong telah menyelamatkanku dari maut. Namun aku ingin bertanya, apa yang menyebabkan engkau berucap "Semoga ini yang terbaik" saat kau diseret ke penjara? Sahabat itu menjawab, "Aku adalah sahabat yang paling dekat denganmu. Bila aku tidak dipenjara, maka engkau akan mengajakku berburu. Dan saat engkau selamat dan batal menjadi tumbal, maka pasti aku yang akan dijadikan tumbal oleh mereka." Sang raja tertawa dan sahabat itu pun kembali bebas menghirup dunia. Terkadang kita tak sadar atau tidak mau mengakui bahwa pengetahuan kita sangatlah rendah dihadapan petunjuk Tuhan yang berjalan di muka bumi ini. Banyak sekali sesuatu yang tidak kita senangi, padahal dibaliknya ada kebaikan besar yang menanti.
Konflik yang terjadi antara raja dan sahabatnya disebabkan oleh ....
Perbedaan pendapat
Ketidakpuasan raja
Kesalahpahaman
Persaingan kekuasaan
Raja dan Sahabatnya
Suatu saat ujung jari sang raja terpotong saat bermain-main dengan pisau. Raja pun panik melihat darah yang memancar dari jarinya, namun sahabatnya hanya berucap "Semoga ini yang terbaik". Raja pun naik pitam. Ia memerintahkan prajurit untuk memasukkan sahabatnya ke dalam penjara. Karena dalam posisi genting semacam itu, si sahabat malah berkomentar "Semoga ini yang terbaik." Prajurit pun menangkap sahabat ini dan menyeretnya ke penjara. Saat diseret, ia juga berteriak "Semoga ini yang terbaik." Sang raja terheran sambil mengobati luka di tangannya.
Hari-hari berlalu, tiba waktunya sang raja untuk berburu. Ia melarang prajuritnya untuk mengawal masuk ke dalam hutan karena ia ingin menikmati hobinya ini sendirian. Sambil menikmati keheningan hutan, sang raja terus berjalan mencari buruan yang akan ia tuju. Namun sayang langkahnya terlalu jauh. Tiba-tiba ia ditangkap oleh gerombolan manusia primitif yang tinggal di desa sekitar hutan. Raja berusaha menjelaskan siapa dirinya pada ketua suku, tapi mereka tetap tak mau tahu. Hari itu bertepatan dengan hari persembahan suku tersebut pada sang dewa. Ketua suku memerintahkan raja yang ditangkap untuk dijadikan tumbal pada perayaan kali ini. Sang raja menggigil gemetar mendengar keputusan kepala suku. Ia segera didatangi algojo yang memeriksa keseluruhan tubuhnya. Tiba-tiba wajah algojo itu berubah, ia berkata kepada kepala suku. "Duhai pemimpin kami, orang ini tak layak dijadikan tumbal. Ia memiliki cacat di tangannya." Ternyata salah satu syarat tumbal yang dipersembahkan harus sempurna tanpa ada cacat.
Akhirnya raja pun selamat dan dibebaskan. Ia teringat pada kata sahabatnya dan langsung mengunjunginya ke penjara. Raja berkata, "Maafkan aku sahabatku, sungguh benar perkataanmu. Semua yang terjadi adalah yang terbaik. Jariku yang terpotong telah menyelamatkanku dari maut. Namun aku ingin bertanya, apa yang menyebabkan engkau berucap "Semoga ini yang terbaik" saat kau diseret ke penjara? Sahabat itu menjawab, "Aku adalah sahabat yang paling dekat denganmu. Bila aku tidak dipenjara, maka engkau akan mengajakku berburu. Dan saat engkau selamat dan batal menjadi tumbal, maka pasti aku yang akan dijadikan tumbal oleh mereka." Sang raja tertawa dan sahabat itu pun kembali bebas menghirup dunia. Terkadang kita tak sadar atau tidak mau mengakui bahwa pengetahuan kita sangatlah rendah dihadapan petunjuk Tuhan yang berjalan di muka bumi ini. Banyak sekali sesuatu yang tidak kita senangi, padahal dibaliknya ada kebaikan besar yang menanti.
Pesan moral yang terkandung dalam cerita "Raja dan Sahabatnya" adalah ....
Persahabatan tidak selalu mudah
Kekuasaan membawa kesedihan
Segala sesuatu memiliki hikmah
Kesabaran adalah kunci
Kenangan Ayah dan Kumis Lebatnya
Inilah salah satu pengalamanku. Ketika aku masih duduk di salah satu taman kanak-kanak di daerah tempat tinggalku, aku selalu dijemput oleh ayahku. Ayahku adalah orang yang sangat baik dan penyayang. Ayahku memiliki badan yang cukup tinggi dan besar serta berkumis lebat. Ayahku bekerja sebagai seorang pegawai negeri yang mengabdi didaerah tempat tinggalku.
Setiap aku pulang sekolah dari taman kanak-kanak, ayahku selalu menjemputku dengan mobil dinasnya dan aku selalu menunggunya di depan kelasku. Seperti biasa yang kulakukan ketika lonceng sekolahku berbunyi pada siang hari, aku menunggu ayahku untuk menjemputku.
Namun, hari itu tampak berbeda dengan hari-hari biasanya karena aku tak melihat ayahku sehingga membuatku gelisah bukan main .Oleh karena itu, kuputuskan untuk berjalan menuju pintu gerbang sekolahku. Ketika kuberjalan, aku berpapasan dengan sesosok laki-laki yang menyerupai ayahku berbadan besar dan tinggi namun tak berkumis lebat.
Lalu orang tersebut berkata “ Ayo, Hana mari pulang!” langkahku terhenti sejenak sambil memerhatikan wajah orang itu, namun tak kukenal sama sekali siapa orang itu sehingga membuat begitu banyak pertanyaan yang muncul dalam kepalaku, “ Siapakah dia? Apakah ia adalah orang utusan ayahku untuk menjeputku?”. Tak ada satu pun jawaban yang terlintas untuk menjawab pertanyaan –pertanyaan itu. Tetapi, aku masih merasa bahwa aku mengenalnya lalu kucoba memperhatikan wajahnya kembali. Betapa terkejutnya dan malunya aku waktu itu.
Orang tersebut adalah ayahku namun ayahku tanpa kumis lebatnya. Lalu ayahku merangkul bahuku mengajakku jalan bersamanya menuju mobil dan pulang ke rumah.
Tema cerpen tersebut adalah ...
anak yang durhaka
anak yang sangat sayang pada ayahnya
keluarga
teman yang baik
Kenangan Ayah dan Kumis Lebatnya
Inilah salah satu pengalamanku. Ketika aku masih duduk di salah satu taman kanak-kanak di daerah tempat tinggalku, aku selalu dijemput oleh ayahku. Ayahku adalah orang yang sangat baik dan penyayang. Ayahku memiliki badan yang cukup tinggi dan besar serta berkumis lebat. Ayahku bekerja sebagai seorang pegawai negeri yang mengabdi didaerah tempat tinggalku.
Setiap aku pulang sekolah dari taman kanak-kanak, ayahku selalu menjemputku dengan mobil dinasnya dan aku selalu menunggunya di depan kelasku. Seperti biasa yang kulakukan ketika lonceng sekolahku berbunyi pada siang hari, aku menunggu ayahku untuk menjemputku.
Namun, hari itu tampak berbeda dengan hari-hari biasanya karena aku tak melihat ayahku sehingga membuatku gelisah bukan main .Oleh karena itu, kuputuskan untuk berjalan menuju pintu gerbang sekolahku. Ketika kuberjalan, aku berpapasan dengan sesosok laki-laki yang menyerupai ayahku berbadan besar dan tinggi namun tak berkumis lebat.
Lalu orang tersebut berkata “ Ayo, Hana mari pulang!” langkahku terhenti sejenak sambil memerhatikan wajah orang itu, namun tak kukenal sama sekali siapa orang itu sehingga membuat begitu banyak pertanyaan yang muncul dalam kepalaku, “ Siapakah dia? Apakah ia adalah orang utusan ayahku untuk menjeputku?”. Tak ada satu pun jawaban yang terlintas untuk menjawab pertanyaan –pertanyaan itu. Tetapi, aku masih merasa bahwa aku mengenalnya lalu kucoba memperhatikan wajahnya kembali. Betapa terkejutnya dan malunya aku waktu itu.
Orang tersebut adalah ayahku namun ayahku tanpa kumis lebatnya. Lalu ayahku merangkul bahuku mengajakku jalan bersamanya menuju mobil dan pulang ke rumah.
Latar tempat cerpen tersebut adalah .....
sekolah
rumah
lapangan
kantin
Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata bermakna konotasi adalah….
Harga kambing hitam itu sangat mahal.
Dalam peristiwa itu, dia dijadikan kambing hitam.
Kambing hitam kesayangannya akan dijual ayahnya.
Dalam upacara adat itu dikorbankan seekor kambing hitam.
Prestasi yang ia raih membuat semua orang angkat topi kepadanya.
Makna kata angkat topi adalah ....
kagum
hormat
melecehkan
iri
Seorang kuli tinta sedang melakukan peliputan berita.
makna kata kuli tinta adalah ....
jurnalis
ilmuan
reporter
pelajar
Kalimat berikut yang mengandung makna konotasi adalah ...
Ayah mempunyai dua ekor ayam jago merah
Rumah Ijat ludes terbakar oleh si jago merah
Andi membeli ayam jago berbulu merah
Ibu memasak ayam jago merah milik Ayah
Kalimat berikut yang mengandung makna denotasi adalah ...
Polisi yang telah bertugas 24 jam itu tidur pulas karena kecapekan
Jalan di depan rumahku akan dipasang polisi tidur
"Hati-hati, jalan di depan banyak polisi tidur" kata Udin
Polisi tidur dibangun supaya kendaraan tidak melaju kencang
Sinchan memiliki kepala yang lebih besar dibandingkan dengan temannya. kalimat diatas bermakna ...
konotasi
konfrontasi
denotasi
demonstrasi
Kalimat di bawah yang mengandung makna konotasi adalah ….
Adik kecilku suka menggigit jari.
Hafidz mengangkat tangannya ketika dipanggil ibu guru.
Kambing hitam Pak Ali sudah terjual di pasar hewan.
Jamilah merupakan anak emas dalam keluarganya.
Pak Joko seorang buruh bangunan. Ia selalu bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Ia tidak menghiraukan cuaca yang terjadi. Hujan dan panas tidak dapat menghalanginya untuk bekerja. Keringat yang membasahi tubuhnya, tidak membuatnya putus asa dalam menjalani kehidupannya.
Ungkapan yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah….
kepala dingin
banting tulang
keras kepala
naik pitam
berikut ini merupakan kata bermakna denotasi, kecuali...
keras kepala
daun pintu
detak jantung
kepala budi
Raja dan Sahabatnya
Suatu saat ujung jari sang raja terpotong saat bermain-main dengan pisau. Raja pun panik melihat darah yang memancar dari jarinya, namun sahabatnya hanya berucap "Semoga ini yang terbaik". Raja pun naik pitam. Ia memerintahkan prajurit untuk memasukkan sahabatnya ke dalam penjara. Karena dalam posisi genting semacam itu, si sahabat malah berkomentar "Semoga ini yang terbaik." Prajurit pun menangkap sahabat ini dan menyeretnya ke penjara. Saat diseret, ia juga berteriak "Semoga ini yang terbaik." Sang raja terheran sambil mengobati luka di tangannya.
Hari-hari berlalu, tiba waktunya sang raja untuk berburu. Ia melarang prajuritnya untuk mengawal masuk ke dalam hutan karena ia ingin menikmati hobinya ini sendirian. Sambil menikmati keheningan hutan, sang raja terus berjalan mencari buruan yang akan ia tuju. Namun sayang langkahnya terlalu jauh. Tiba-tiba ia ditangkap oleh gerombolan manusia primitif yang tinggal di desa sekitar hutan. Raja berusaha menjelaskan siapa dirinya pada ketua suku, tapi mereka tetap tak mau tahu. Hari itu bertepatan dengan hari persembahan suku tersebut pada sang dewa. Ketua suku memerintahkan raja yang ditangkap untuk dijadikan tumbal pada perayaan kali ini. Sang raja menggigil gemetar mendengar keputusan kepala suku. Ia segera didatangi algojo yang memeriksa keseluruhan tubuhnya. Tiba-tiba wajah algojo itu berubah, ia berkata kepada kepala suku. "Duhai pemimpin kami, orang ini tak layak dijadikan tumbal. Ia memiliki cacat di tangannya." Ternyata salah satu syarat tumbal yang dipersembahkan harus sempurna tanpa ada cacat.
Akhirnya raja pun selamat dan dibebaskan. Ia teringat pada kata sahabatnya dan langsung mengunjunginya ke penjara. Raja berkata, "Maafkan aku sahabatku, sungguh benar perkataanmu. Semua yang terjadi adalah yang terbaik. Jariku yang terpotong telah menyelamatkanku dari maut. Namun aku ingin bertanya, apa yang menyebabkan engkau berucap "Semoga ini yang terbaik" saat kau diseret ke penjara? Sahabat itu menjawab, "Aku adalah sahabat yang paling dekat denganmu. Bila aku tidak dipenjara, maka engkau akan mengajakku berburu. Dan saat engkau selamat dan batal menjadi tumbal, maka pasti aku yang akan dijadikan tumbal oleh mereka." Sang raja tertawa dan sahabat itu pun kembali bebas menghirup dunia. Terkadang kita tak sadar atau tidak mau mengakui bahwa pengetahuan kita sangatlah rendah dihadapan petunjuk Tuhan yang berjalan di muka bumi ini. Banyak sekali sesuatu yang tidak kita senangi, padahal dibaliknya ada kebaikan besar yang menanti.
Cermatilah cara pengarang menuliskan latarnya. Apakah pengarang menulis latar yang membuat kalian dapat membayangkan lokasi dan waktu terjadinya cerita secara jelas? Tulislah cara pengarang menuliskan latar dan berilah penilaian!
