Font size
WorksheetsVIII.ASB PENDIDIKAN PANCASILA
Total questions: 10
Worksheet time: 2hrs 55mins
Bacaan untuk no 1-2
Di sebuah desa kecil di Jawa Tengah, hiduplah seorang anak bernama Raka yang sangat mencintai budaya daerahnya. Sejak kecil, ia sering mendengar cerita dari kakeknya tentang warisan budaya yang harus dijaga. Salah satu cerita favoritnya adalah tentang Batik, kain khas Indonesia yang memiliki beragam motif dengan makna mendalam.
Setiap hari Minggu, Raka selalu menemani ibunya ke pasar tradisional untuk melihat para perajin batik bekerja. Mereka menggunakan canting untuk menggambar pola-pola indah di atas kain putih. Raka terpesona dengan ketelitian tangan para pembatik dan bertekad untuk belajar lebih banyak.
Suatu hari, sekolah Raka mengadakan festival budaya. Setiap siswa diminta untuk memperkenalkan budaya dari daerah masing-masing. Raka dengan bangga memilih untuk mempresentasikan batik. Ia menjelaskan berbagai motif batik seperti Parang dari Yogyakarta yang melambangkan keberanian, serta Mega Mendung dari Cirebon yang menggambarkan ketenangan. Raka juga membawa selembar batik buatan tangan ibunya dan menjelaskan cara pembuatannya.
Kegiatan festival itu membuat teman-temannya semakin menghargai budaya Indonesia. Beberapa bahkan tertarik untuk belajar membatik. Guru mereka, Ibu Sari, mengajak siswa untuk mengunjungi sanggar batik di desa sebelah agar mereka bisa melihat langsung proses pembuatan batik. Raka sangat senang karena kecintaannya terhadap budaya mulai menular ke teman-temannya.
Sejak saat itu, Raka bercita-cita untuk menjadi seorang pengusaha batik agar budaya Indonesia semakin dikenal di dalam maupun luar negeri. Ia ingin membuktikan bahwa batik bukan sekadar kain, tetapi sebuah warisan berharga yang harus dijaga dan dilestarikan.
Apa yang membuat Raka tertarik untuk mempelajari batik?
Ia ingin menjual batik di luar negeri
Ia sering mendengar cerita dari kakeknya dan melihat ibunya ke pasar
Ia dipaksa oleh gurunya untuk mempelajari batik
Ia menyukai warna-warna cerah pada kain batik
Bacaan untuk no 1-2
Di sebuah desa kecil di Jawa Tengah, hiduplah seorang anak bernama Raka yang sangat mencintai budaya daerahnya. Sejak kecil, ia sering mendengar cerita dari kakeknya tentang warisan budaya yang harus dijaga. Salah satu cerita favoritnya adalah tentang Batik, kain khas Indonesia yang memiliki beragam motif dengan makna mendalam.
Setiap hari Minggu, Raka selalu menemani ibunya ke pasar tradisional untuk melihat para perajin batik bekerja. Mereka menggunakan canting untuk menggambar pola-pola indah di atas kain putih. Raka terpesona dengan ketelitian tangan para pembatik dan bertekad untuk belajar lebih banyak.
Suatu hari, sekolah Raka mengadakan festival budaya. Setiap siswa diminta untuk memperkenalkan budaya dari daerah masing-masing. Raka dengan bangga memilih untuk mempresentasikan batik. Ia menjelaskan berbagai motif batik seperti Parang dari Yogyakarta yang melambangkan keberanian, serta Mega Mendung dari Cirebon yang menggambarkan ketenangan. Raka juga membawa selembar batik buatan tangan ibunya dan menjelaskan cara pembuatannya.
Kegiatan festival itu membuat teman-temannya semakin menghargai budaya Indonesia. Beberapa bahkan tertarik untuk belajar membatik. Guru mereka, Ibu Sari, mengajak siswa untuk mengunjungi sanggar batik di desa sebelah agar mereka bisa melihat langsung proses pembuatan batik. Raka sangat senang karena kecintaannya terhadap budaya mulai menular ke teman-temannya.
Sejak saat itu, Raka bercita-cita untuk menjadi seorang pengusaha batik agar budaya Indonesia semakin dikenal di dalam maupun luar negeri. Ia ingin membuktikan bahwa batik bukan sekadar kain, tetapi sebuah warisan berharga yang harus dijaga dan dilestarikan.
Apa langkah konkret yang dilakukan Raka untuk melestarikan budaya batik?
Mengajak teman-temannya untuk membatik dan mengenalkan motif batik
Membeli batik dalam jumlah besar dan menjualnya ke pasar
Menyimpan kain batik milik ibunya tanpa digunakan
Meminta sekolah untuk mewajibkan semua siswa memakai batik setiap hari
Seni pertunjukan Gambang Semarangan adalah identitas budaya masyarakat Semarang yang mencakup seni musik, vokal, tari, dan lawak. Seni pertunjukan ini gencar disosialisasikan dalam bentuk pelatihan-pelatihan oleh Pemerintah Daerah Semarang untuk menjaga kelestariannya.
Pernyataan berikut yang tidak sesuai dengan isi paragraf tersebut yaitu Seni Gambang Semarangan....
Mulai memudar di tengah masyarakat
Digandrungi generasi muda masa kini
Merupakan budaya masyarakat Semarang
Mencakup seni musik, vokal, tari, dan lawak
Berapa jumlah responden yang berminat terhadap seni rupa tradisional seperti batik dan ukiran?
250 orang
300 orang
350 orang
400 orang
Jika jumlah responden yang berminat terhadap tari tradisional dan musik tradisional digabung, berapa jumlahnya?
550 orang
500 orang
450 orang
400 orang
Perhatikan Stimulus berikut
Indonesia memiliki banyak tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap daerah memiliki cara unik dalam menjaga lingkungan, mempererat hubungan sosial, serta mempertahankan identitas budaya. Misalnya, masyarakat Baduy di Banten masih mempertahankan cara hidup sederhana dan menjaga kelestarian hutan. Sementara itu, masyarakat Bali memiliki tradisi Subak, yaitu sistem irigasi sawah yang mengandalkan kerja sama antarpetani. Di Jawa, terdapat tradisi Nyadran, yaitu ritual membersihkan makam leluhur yang juga menjadi momen kebersamaan. Selain itu, di Sumatra Barat, ada tradisi Gotong Royong yang memperkuat persatuan dalam masyarakat. Semua tradisi ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai kearifan lokal masih relevan dalam kehidupan modern.
Pasangkan setiap tradisi atau kearifan lokal di Kolom A dengan penjelasannya yang sesuai di Kolom B.
Tradisi membersihkan makam leluhur di Jawa.
NYADRAN
Tradisi bekerja bersama untuk kepentingan bersama
SUBAK
Sistem irigasi sawah tradisional berbasis kerja sama di Bali
SUBAK
Cara hidup sederhana dan menjaga hutan di Banten.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BADUY
Pasangkan setiap budaya daerah di Kolom A dengan daerah asalnya yang sesuai di Kolom B.
Jawa Timur
TARI KECAK
Bali
RUMAH GADANG
Aceh
TARI SAMAN
Jawa Barat
REOG PONOROGO
Sumatera Barat
ANGKLUNG
Bacaan untuk no 8-9
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap generasi. Banyak tradisi, seni, dan adat istiadat yang menjadi bagian dari identitas bangsa. Namun, di era globalisasi, budaya lokal menghadapi tantangan dari budaya asing yang semakin populer. Oleh karena itu, masyarakat perlu berperan aktif dalam melestarikan budaya bangsa, misalnya dengan mempelajari tarian daerah, menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari, serta memperkenalkan budaya Indonesia melalui media sosial. Pemerintah juga turut serta dalam menjaga budaya dengan menetapkan beberapa warisan budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Dengan demikian, generasi muda diharapkan dapat terus menjaga dan mengembangkan budaya Indonesia agar tidak punah.
Salah satu tantangan dalam melestarikan budaya bangsa di era globalisasi adalah ...
Bacaan untuk no 8-9
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap generasi. Banyak tradisi, seni, dan adat istiadat yang menjadi bagian dari identitas bangsa. Namun, di era globalisasi, budaya lokal menghadapi tantangan dari budaya asing yang semakin populer. Oleh karena itu, masyarakat perlu berperan aktif dalam melestarikan budaya bangsa, misalnya dengan mempelajari tarian daerah, menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari, serta memperkenalkan budaya Indonesia melalui media sosial. Pemerintah juga turut serta dalam menjaga budaya dengan menetapkan beberapa warisan budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Dengan demikian, generasi muda diharapkan dapat terus menjaga dan mengembangkan budaya Indonesia agar tidak punah.
Pemerintah melindungi budaya bangsa dengan menetapkan beberapa warisan budaya sebagai ...
Di sebuah desa, pemerintah setempat mengadakan program pelestarian budaya yang mencakup berbagai kegiatan seperti pembuatan batik, pelatihan tari tradisional, dan pameran seni budaya. Dalam program ini, terdapat 50 peserta yang dibagi ke dalam tiga kelompok kegiatan: pembuatan batik (20 peserta), pelatihan tari tradisional (15 peserta), dan pameran seni budaya (15 peserta). Setiap kelompok kegiatan mendapatkan anggaran yang berbeda, yakni:
Pembuatan batik : Rp30.000.000
Pelatihan tari tradisional : Rp25.000.000
Pameran seni budaya : Rp20.000.000
Jika pemerintah desa berencana untuk menambah anggaran pameran seni budaya sebesar 25%, berapa total anggaran baru yang akan diterima oleh kelompok pameran seni budaya
