wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz K3: Hazard dan Insiden

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Menurut Hierarchy of Controls, metode terbaik untuk mengendalikan hazard adalah…

a)

Substitusi

b)

Eliminasi

c)

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)

d)

Administrasi

2.

Apa perbedaan utama antara "unsafe act" dan "unsafe condition"?

a)

"Unsafe act" adalah tindakan pekerja yang tidak aman, sedangkan "unsafe condition" adalah kondisi lingkungan kerja yang berbahaya

b)

"Unsafe act" lebih sering terjadi dibanding "unsafe condition"

c)

"Unsafe condition" hanya bisa diatasi oleh manajemen

d)

Tidak ada perbedaan yang signifikan

3.

Apa pendekatan yang paling efektif dalam investigasi insiden?

a)

Mencari individu yang harus disalahkan

b)

Menganalisis akar penyebab dan menerapkan perbaikan sistematis

c)

Mengabaikan insiden kecil karena tidak berpengaruh besar

d)

Hanya membuat laporan tanpa tindakan lanjutan

4.

Apa peran utama dari sistem "Behavior-Based Safety" (BBS) dalam mencegah hazard?

a)

Memantau dan mengubah perilaku pekerja yang berisiko

b)

Mengurangi kelelahan kerja

c)

Memastikan semua alat bekerja dengan baik

d)

Mewajibkan semua pekerja memakai APD

5.

Manakah di bawah ini yang bukan merupakan contoh "engineering control" dalam K3?

a)

Ventilasi untuk mengurangi paparan gas beracun

b)

Penutup pelindung pada mesin berputar

c)

Papan peringatan di area berbahaya

d)

Sistem otomatis yang menghentikan mesin saat terjadi malfungsi

6.

Apa tujuan utama dari pelaporan dan pencatatan insiden di tempat kerja?

a)

Menghindari tuntutan hukum

b)

Memenuhi regulasi pemerintah

c)

Menganalisis tren dan mencegah insiden berulang

d)

Memudahkan evaluasi kinerja pekerja

7.

Salah satu tantangan terbesar dalam pelaporan "near miss" adalah…

a)

Sulitnya menentukan apakah kejadian tersebut benar-benar near miss

b)

Tidak adanya dampak nyata

c)

Biaya pelaporan yang tinggi

d)

Kesulitan memahami terminologi K3

8.

Apa yang membedakan "near miss" dari "unsafe condition"?

a)

"Near miss" adalah kejadian yang hampir menyebabkan kerugian, sedangkan "unsafe condition" adalah faktor risiko yang belum mengakibatkan kejadian apa pun

b)

"Unsafe condition" selalu lebih berbahaya daripada "near miss"

c)

"Near miss" dan "unsafe condition" memiliki arti yang sama

d)

"Near miss" lebih mudah diidentifikasi daripada "unsafe condition"

9.

Dalam penanganan hazard, apa arti dari tingkat "severity"?

a)

Seberapa besar dampak dari suatu kegagalan jika terjadi

b)

Kemungkinan terjadinya kegagalan

c)

Frekuensi penggunaan alat yang berpotensi gagal

d)

Kemudahan dalam memperbaiki kesalahan

10.

Manakah contoh dari risiko residual?

a)

Risiko yang tetap ada setelah semua tindakan pengendalian diterapkan

b)

Risiko akibat kelalaian pekerja

c)

Risiko yang hanya muncul dalam situasi darurat

d)

Risiko yang dapat dihilangkan sepenuhnya dengan pelatihan

11.

Hazard dapat didefinisikan sebagai…

a)

Suatu kejadian yang menyebabkan cedera atau kerugian

b)

Sumber atau situasi yang berpotensi menimbulkan kerugian

c)

Insiden yang hampir mengakibatkan kecelakaan

d)

Kesalahan dalam penggunaan APD

12.

Apa perbedaan utama antara incident dan near miss?

a)

Incident selalu menyebabkan cedera, sedangkan near miss tidak

b)

Near miss tidak perlu dilaporkan karena tidak ada cedera

c)

Incident adalah kejadian yang dapat dicegah, sedangkan near miss tidak

d)

Tidak ada perbedaan antara keduanya

13.

Mengapa near miss penting untuk dilaporkan?

a)

Agar pekerja lebih waspada di masa depan

b)

Untuk mengidentifikasi pola bahaya sebelum terjadi kecelakaan nyata

c)

Untuk menghindari tuntutan hukum

d)

Agar perusahaan memiliki lebih banyak data statistik

14.

Jika seorang pekerja tersandung karena lantai licin tetapi tidak mengalami cedera, ini dikategorikan sebagai?


a)

Incident

b)

Accident

c)

Near miss

d)

Unsafe act

15.

Apa tujuan dari Risk Assessment?

a)

Menilai potensi bahaya dan mengambil langkah pencegahan

b)

Menentukan tanggung jawab pekerja dalam insiden

c)

Mengurangi biaya operasional perusahaan

d)

Menghukum pekerja yang melanggar prosedur