wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PAS_Fikih_XII

Total questions: 40

Worksheet time: 10hrs 0mins

Name
Class
Date
1.

Berikut ayat al-Qur’an yang terdapat lafadz amar yaitu, firman Allah Swt. QS. Al-Baqarah ayat 43 :

وَأَقِيْمُوا الصَّلَاةَ

Setelah membaca ayat tersebut di atas, maka dapat dianalisis bahwa salah satu bentuk lafadz amar seperti pada contoh adalah ...

a)

Fi’il amar

b)

Isim fi’il amar

c)

Masdar pengganti fi’il

d)

Kalam khabar bermakna berita

e)

Fi’il mudhari’ yang didahului oleh ل amar

2.

Jika ada dalil al-Qur’an ataupun al-Hadis yang menunjukkan perintah wajib apabila tidak dikerjakan perintah tersebut maka berdosa, kecuali dengan sebab ada qarinah. Lafadz amar menunjukkan makna apa ketika terdapat qarinah yang terdapat dalam al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 187 berikut ini ....

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حتى يبتسم لكم الخيط الأبيض من الخيط الأسود من الفجر

a)

Nadb

b)

Irsyad

c)

Talhif

d)

Ibahah

e)

Ta’jiz

3.

Lafadz

عَلَيْكُمْ اَنْفُسَكُمْ

termasuk merupakan salah satu bentuk lafadz ..

a)

Amar

b)

Nahi

c)

‘Am

d)

Khaash

e)

Mujmal

4.

كُوْنُوا قِرَدَةً خٰسِئِيْنَ

Karena ada qarinah, maka fungsi lafadz amar pada ayat tersebut adalah ...

a)

Ta’jiz

b)

Tahdid

c)

Taskhir

d)

Takdzib

e)

Takwin

5.

الأمر بالشيئ أمر بوسائله

Maksud kaidah ini adalah bahwa hukum perantara (wasilah) suatu yang diperintahkan berarti juga sama hukumnya, berikut satu contoh dalam kehidupan di masyarakat ...

a)

Seseorang wajib haji, dalam mengerjakan ibadah haji wajib dikerjakan sekali seumur hidup

b)

Perintah untuk melakukan ibadah haji tidak harus segera dilaksanakan, namun menunggu kemampuan dan kesanggupan seseorang untuk melaksanakannya.

c)

Seorang diwajibkan melaksanakan ibadah haji sebelum beribadah haji diharuskan rajin shalat terlebih dahulu

d)

Seseorang diperintahkan melaksanakan sholat, maka hukum mengerjakan wasilahnya yaitu wudhu bagi seseorang tersebut sama

e)

Seorang diperintahkan melaksanakan zakat, maka hukum mencari nafkah bagi seorang suami wasilahnya yaitu sama wajibnya dengan membayar zakat

6.

الأصل في الأمر لا يقتضي التكرار

Setelah membaca dan mengamati makna kaidah amar tersebut di atas, berikut ini contoh perbuatan yang sesuai dengan kaidah itu adalah ...

a)

Melaksanakan ibadah haji

b)

Melaksanakan sholat fardhu lima waktu

c)

Membayar zakat fitrah dan zakat maalُ

d)

Melaksanakan puasa fardhu pada bulan ramadhan

e)

Melaksanakan sholat jum’at bagi orangُ Islam laki-laki

7.

Nahi adalah tuntutan meninggalkan perbuatan dari yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah (kedudukannya). Berikut maksud yang lebih tinggi kedudukannya dalam hal ini adalah ...

a)

Presiden

b)

Allah Swt.

c)

Pemimpin

d)

Rasulullah Saw

e)

Perdana Menteri

8.

Ulama ushul fikih merumuskan kaidah-kaidah nahi dalam empat bentuk, salah satunya adalah apabila dalil itu isinya larangan, maka dalil tersebut menunjukkan keharaman, namun akan berubah makna ketika ada qarinah. Lafadz nahi menunjukkan makna apa ketika ada qarinah yang terdapat dalam al-Qur’an surat Al-Hijr ayat 88 berikut ini ....

لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ

a)

Karahah

b)

Tahqir

c)

Irsyad

d)

Ta’yis

e)

I’tinas

9.

Berdasarkan Definisi ‘am menurut Abu Husain Al-Bisyri, sebagaimana kutipan yang diambil dari Muhammad Musthafa Al-Amidi serta melihat definisi 'am menurut Asy Syaukani, dapat diambil kesimpulan bahwa ‘am adalah ..

a)

Lafadz yang memberikan petunjuk umum melakukan sesuatu

b)

Lafadz yang bermakna untuk kepentingan umumnya manusia

c)

Lafadz yang menunjukkan pengertian umum yang mencakup satuan afrad

d)

Lafadz yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan umumnya manusia

e)

Lafadz yang berguna untuk keperluan seluruh manusia dalam menggunakan fasilitas umum

10.

Pada firman Allah Swt. surat Hud ayat 6 :

وَمَا مِن دَآبَّةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍۢ مُّبِينٍۢ

Setelah membaca ayat tersebut terdapat lafazd ‘am yang masih bersifat global, hal ini sesuai dengan kaidah yang berbunyi :

a)

العِبْرَةُ بِعُمُوْمِ اللَّفْظِ لا بِخُصُوْصِ السَّبَبِ

b)

صُخْبَ اللَّهِ مُعَبَّةً

c)

مُعَبَّةً

d)

بَابَةَ رَبِّ اللَّهِ مُعَبَّةً

e)

مُعَبَّةً

11.

Takhsish yang tidak dapat berdiri sendiri; tetapi pengertiannya bersambung, dari potongan ayat awal disambung oleh potongan ayat berikutnya dalam satu surat al-Baqarah ayat 282.

Setelah membaca ayat tersebut, maka dapat dianalisis bahwa itu merupakan contoh takhsish ..

a)

Khaash

b)

Mukhasish

c)

Muttasil

d)

Munfasil

e)

Mutlaqah

12.

Berikut ini firman Allah Swt. surat al-Baqarah ayat 228 :

وَالْمُطَلَّقٰتُ يَتَرَبَّصْنَ بِاَنْفُسِهِنَّ ثَلٰثَةَ قُرُوْۤءٍۗ

Setelah membaca ayat tersebut, mana yang menunjukkan lafadz mujmal adalah ..

a)

وَالْمُطَلَّقٰتُ

b)

يَتَرَبَّصْنَ

c)

بِاَنْفُسِهِنَّ

d)

ثَلٰثَةَ

e)

قُرُوْۤءٍ

13.

Setelah membaca surat al-Baqarah ayat 196, maka ayat tersebut merupakan contoh dari bayan dengan ...

a)

Meninggalkan sesuatu

b)

Perbuatan

c)

Perkataan

d)

Isyarat

e)

Diam

14.

كان آخر الأمرين من النبي صلى الله عليه وسلم ترك الوضوء مما مست النار

Setelah membaca dapat dianalisis, bahwa hadis tersebut contoh dari bayan dengan ..

a)

Diam

b)

Isyarat

c)

Perkataan

d)

Perbuatan

e)

Meninggalkan sesuatu

15.

فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ

Setelah membaca ayat di atas, maka dapat diketahui bahwa lafadz عَشَرَةِ termasuk bentuk lafadz ...

a)

Khasُ

b)

‘Am

c)

Muradif

d)

Musytarak

e)

Mubayan

16.

Lafadz ذهب mempunyai arti pergi atau hilang, maka dalam hal ini dapat disebut lafadz ..

a)

Mutlaq

b)

Mujmal

c)

Muradif

d)

Muqayyad

e)

Mubayyan

17.

Lafadz الأسد dan يثّ الل , dapat diartikan sama yaitu artinya adalah singa, maka keduanya termasuk lafadz ...

a)

‘Am

b)

Khaash

c)

Mujmal

d)

Muradif

e)

Musytarak

18.

Lafadz الأسد dan يث dapat diartikan sama yaitu artinya adalah singa, maka keduanya termasuk lafadz ...

a)

‘Am

b)

Khaash

c)

Mujmal

d)

Muradif

e)

Musytarak

19.

Seperti lafad insan ( ا) pada firman Allah Swt.: نِ ا    Merupakan salah satu contoh lafadz ...

a)

‘Am

b)

Amar

c)

Khaash

d)

Muradif

e)

Musytarak

20.

Hukuman bagi pelaku zina muhshan yaitu 100 kali dera, maka sanksi hukuman tersebut tidak boleh kurang atau lebih dari 100 kali dera, merupakan contoh dari khaash yang berbentuk ...

a)

Lafad khaash berbentuk muthlaq

b)

Lafad khaash berbentuk amar (perintah).

c)

Lafad khaash berbentuk nahi (larangan).

d)

Lafad khaash berbentuk khaash (muqayyad) yang ditentukan dengan sesuatu

e)

Lafad khaash tidak berbentuk khaash (muqayyad) yang ditentukan dengan sesuatu

21.

Para ulama sepakat bahwa mentakhsis (menghususkan) lafad yang ‘am itu boleh, baik berupa takhsish muttasil maupun takhsish munfasil. Berikut ini pernyataan sebagian ulama berpendapat ada lima yang tidak membutuhkan takhsish, salah satu dari lima itu adalah ...

a)

Masalah syarat dan rukun nikah

b)

Masalah akad jual beli barang tipuan

c)

Masalah pelaksanaan kurban dan akikah

d)

Masalah kewajiban melaksanakan haji dan umrah

e)

Masalah kesempurnaan dan keagungan Allah Swt

22.

Takhsish muttasil adalah takhsish yang tidak dapat berdiri sendiri; tetapi pengertiannya bersambung, dari potongan ayat awal disambung oleh potongan ayat berikutnya dalam satu ayat , berikut ini: istisna’, syarat, sifat, ghayah, dan badal ba’dul min kull. Ghayah artinya adalah ...

Ghayah artinya adalah ...

a)

Hingga batas waktu atau tempat

b)

Keterbatasan melakukan sesuatu

c)

Pengecualian dari waktu yang ditentukan

d)

Sifat atau keadaan yang disengaja atau tidak

e)

Pengganti dari sebagian terlaksananya pekerjaan

23.

Dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian mutlaq menurut istilah adalah ...

a)

Lafadz yang menunjukkan sesuatu itu dibatasi dengan yang lain

b)

Lafadz yang mempunyai makna menyeluruh dari semua satuan-satuan

c)

Lafadz yang menunjukkan makna mencakup segala keadaan yang mungkin dilakukan

d)

Lafadz yang menjelaskan sesuatu yang dibatasi oleh batasan yang akan mengurangi jangkauan maknanya secara menyeluruh

e)

Lafad yang menunjukkan sesuatu yang tidak dibatasi oleh suatu batasan yang akan mengurangi jangkauan maknanya secara keseluruhan.

24.

Maksud dari kaidah tersebut adalah ..

a)

Berbeda sebab dan hukumnya. Mutlaq tidak dapat disandarkan kepada muqayyad. Masing-masing berdiri sendiri

b)

Diantara mutlaq dan muqayyad berbeda dalam hukum tetapi sama dalam sebab maka mutlaq tidak dapat dibawa kepada muqayyad

c)

Berbeda sebabnya namun sama hukumnya. Menurut jumhur ulama syafi’iyah mutlaq di bawa ke muqayyad

d)

Apabila antara mutlaq dan muqayyad sama dalam materi dan hukum, hukum mutlaq disandarkan kepada muqayyad.

e)

Apabila antara mutlaq dan muqayyad sama dalam materi dan hukum, hukum mutlaq disandarkan kepada mutlaq.

25.

Apabila pada kalimat ِدِجْسَالم يَا فًدَسَأُتْيَأَر dan lafadz اًدَسَأ diartikan laki-laki pemberani, maka termasuk cara mengartikan lafadz ...

a)

Dhahir

b)

Takwil

c)

Mujmal

d)

Muradif

e)

Musytarak

26.

Berikut seperti firman Allah SWt. surat al-Maidah ayat 3: Bahwa memakan darah secara mutlaq haram berdasarkan makna ayat tersebut, maka surat al-Maidah ayat 3 merupakan contoh ayat yang lafadz maknanya adalah ...

a)

Mutlaq

b)

Mujmal

c)

Muradif

d)

Dhahir

e)

Takwil

27.

Firman Allah Swt pada surat al-Maidah ayat 1 berikut ini : Makna yang tersurat pada ayat tersebut di atas adalah perintah Allah agar menepati janji, maka menepati janji hukumnya wajib. Ayat tersebut dapat dikategorikan ...

a)

Mujmal

b)

Mubayan

c)

Muradif

d)

Mantuq

e)

Mafhum

28.

Maksud dari definisi di atas mantuq adalah ...

a)

Lafadz yang kandungan hukumnya tidak dipahami dari apa yang diucapkan

b)

lafad yang kandungan hukumnya dapat dipahami dari apa yang diucapkan

c)

lafad yang kandungan hukumnya tidak dipahami jika tidak diucapkan

d)

lafad yang kandungan hukumnya dapat dipahami dengan cara diucapkan

e)

lafad yang kandungan hukumnya dipahami dari apa yang diucapkan

29.

Bahwa haramnya memukul orang tua dan hal-hal yang menyakiti orang tua, hal ini sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah Swt.surat ayat : Dari arti kata “ah” dalam ayat di atas adalah haram mencaci, menghina, dan memukul. Maka pemahaman seperti itu disebut ..

a)

Mafhum mutlaq

b)

Mafhum mantuq

c)

Mafhum mukhalafah

d)

Mafhum muwafaqah

e)

Mafhum muwada’ah

30.

Setelah membaca dan mengamati ayat tersebut di atas, maka dapat dipahami bahwa dalam surat An-Nisa’ ayat 25 terdapat contoh ...

a)

Mafhum dengan ghayah

b)

Mafhum dengan syarat

c)

Mafhum dengan adad

d)

Mafhum dengan laqab

e)

Mafhum dengan sifat

31.

Apabila yang dipahami sama hukumnya dengan yang diucapkan. Seperti membakar harta anak yatim tidak boleh karena sama dengan memakan harta anak yatim, haram hukumnya. Berdasarkan firman Allah Swt.: Memahami ayat tersebut di atas salah satu contoh mafhum ..

a)

Mafhum sifat

b)

Mafhum hashr

c)

Mafhum mukhalafah

d)

Mafhum muwafaq lahnal khitab

e)

Mafhum muwafaqah wahwal khitab

32.

Firman Allah Swt. dalam surat al-Baqarah ayat 187 :

4 lines
33.

Firman Allah Swt. dalam surat al-Baqarah ayat 187 : Ayat tersebut menunjukkan boleh makan dan minum pada waktu malam bulan Ramadhan sampai terbit fajar, mafhumnya haram makan dan minum setelah terbit fajar. Pemahaman ayat tesebut termasuk ...

a)

Mafhum dengan syarat

b)

Mafhum dengan ghayah

c)

Mafhum dengan laqab

d)

Mafhum dengan adad

e)

Mafhum dengan sifat

34.

Firman Allah Swt. dalam surat An-Nur ayat 4 : Pada ayat tersebut dapat dipahami, bahwa hukuman dera atas orang yang menuduh orang baik-baik berbuat zina adalah delapan puluh dera, ayat tersebut termasuk salah satu cohtoh mafhum ..

a)

Mafhum dengan sifat

b)

Mafhum dengan ghayah

c)

Mafhum dengan syarat

d)

Mafhum dengan laqab

e)

Mafhum dengan adad

35.

Firman Allah Swt. dalam surat al-Isra’ayat 32 : Pemahaman ayat tersebut adalah haram mendekati zina, diantaranya adalah berdua-duaan laki-laki dan perempuan, berpacaran, apalagi melakukan zina, ayat tersebut termasuk salah satu cohtoh mafhum ..

a)

Mukhalafah

b)

Muwafaqah

c)

Muqayyad

d)

Mubayyan

e)

Musytarak

36.

Buatlah 4 contoh ayat al-Qur’an yang memuat bentuk lafadz amar !

4 lines
37.

Buatlah 4 contoh ayat al-Qu’an yang memuat bentuk lafadz ‘am !

4 lines
38.

Jelaskan perbedaan pengertian mutlaq dan muqayyad !

4 lines
39.

Berikan 4 contoh lafad muradif dan musytarak !

4 lines
40.

Bagaimana cara mengetahui bahwa pada sebuah ayat al-Qur’an terdapat lafadz mantuq ? Jelaskan !

4 lines