wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS Keperawatan Jiwa

Total questions: 95

Worksheet time: 2hrs 35mins

Name
Class
Date
1.

Kebutuhan utama dalam hirarki maslow yaitu?

a)

Kebutuhan fisiologis

b)

Kebutuhan rasa aman

c)

Kebutuhan aktualisasi diri

d)

Kebutuhan cinta dan dicintai

e)

Kebutuhan harga diri

2.

Yang bukan sumber dari stressor yaitu

a)

Keturunan

b)

Biologis

c)

Kultural

d)

Sosial

e)

Fisiologis

3.

Yang bukan termasuk dari macam-macam stress yaitu

a)

Stress fisik

b)

Stress kimiawi

c)

Stress mikrobiologi

d)

Stress fisiologi

e)

Stress sosial

4.

Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosi yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan orang lain menurut undang-undang nomor?

a)

UU No. 30. 1966

b)

UU No. 3. 1996

c)

UU No. 33. 1966

d)

UU No 3. 1966

e)

UU N0 13. 1996

5.

Apa yang dimaksud dengan Kesehatan jiwa

a)

Kondisi tubuh yang bebas dari penyakit

b)

Tidak mengalami masalah emosioanl atau psikologis

c)

Kemampuan untuk menghadapi stress dan berfungsi secara efektif dalam kehidupan sehari- hari

d)

kebugaran fisik yang optimal

e)

Merasa bahwa dirinya bebas dari penyakit mental

6.

Depresi adalah gangguan Kesehatan jiwa yang ditandai dengan?

a)

Kecemasan yang berlebihan

b)

Rasa cemas yang tidak terkendali

c)

Perasaan sedih yang mendalam dan kehilangan minat pada kegiatan sehari-hari

d)

Perilaku agresif terhadap orang lain

e)

Perasaan dirinya sudah tidak berguna lagi

7.

Penyebab utama dari gangguan mental dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut, kecuali?

a)

Genetika dan keturunan

b)

Lingkungan sosial dan ekonomi

c)

Pengaruh dari gangguan fisik seperti penyakit tubuh

d)

Pola makan yang tidak teratur

e)

Pola asuh yang tidak baik

8.

Apa langkah pertama yang biasanya diambil dalam penanganan gangguan jiwa?

a)

Meghindari terapi apapun

b)

Menggunakan obat-obatan untuk meredakan gejala

c)

Mengidentifikasi dan mendiagnosis gangguan melalui evaluasi professional

d)

Melakukan intervensi medis tanpa pemeriksaan awal

e)

Membeikan terapi tanpa pemeriksaan awal

9.

Dalam penanganan gangguan kecemasan obat-obatan yang sering diresepkan adalah

a)

Antipsikotik

b)

Antidepresan dan obat penenang

c)

Obat penghilang rasa sakit

d)

Antihistamin

e)

analgetik

10.

Elemen penting dalam penanganan gangguan jiwa secara keseluruhan adalah?

a)

Penanganan hanya dengan obat-obatan

b)

Dukungan sosial, psikoterapi, dan pengobatan medis yang sesuai

c)

Mengabaikan masalah emosional agar tidak memperburuk keadaan

d)

Menghindari stress tanpa perubahan gaya hidup

e)

Penanganan hanya menggunakan psikoterapi

11.

Apa tujuan utama dari pelayanan Kesehatan keperawatan jiwa?

a)

menghindari intervensi medis apapun pada pasien dengan gangguan jiwa

b)

membantu pasien menjalani kehidupan sehari-hari

c)

memberikan dukungan psikososial dan membantu pasien dalam mengatasi gangguan jiwa

d)

mengobati gangguan fisik pasien

e)

memberikan terapi keperawatn jiwa

12.

Peran perawat jiwa dalam perawatan pasien dengan gangguan jiwa?

a)

memberikan dukungan emosional dan melakukan evaluasi mental

b)

memberikan pengobatan medis

c)

menentukan diagnosis medis

d)

hanya memberikan terapi fisik dan tidak terlibat dalam aspek emosional pasien

e)

memberikan terapi tanpa pemeriksaan awal

13.

Peran keluarga dalam perawatan pasien dengan gangguan jiwa adalah?

a)

Hanya memberikan dukungan finansial

b)

Menjauhkan diri dari pasin agar tidak mengganggu proses perawatan

c)

Menjadi bagian dari tim perawatan dengan memberikan dukungan emosional dan keterlibatan dalam terapi

d)

Mencegah pasien berinteraksi dengan perawat

e)

Meberikan obat tanpa persetujuan dokter

14.

Interdisipliner kolaboratif dalam keperawatan jiwa berarti?

a)

Perawat bekerja sendirian dalam merawat pasien

b)

Perawat bekerja sama dengan profesional kesehatan lainnya untuk merencanakan dan memberikan perawatan yang holistik bagi pasien

c)

Dokter meresepkan obat dan perawat hanya mengawasi pasien

d)

Setiap profesi kesehatan melakukan tugasnya secara terpisah tanpa komunikasi satu sama lain

e)

  Perawat melakukan asuhan keperawatan

15.

Siapa saja yang terlibat dalam tim interdisipliner dalam perawatan keperawatan jiwa?

a)

Hanya perawat dan dokter

b)

Dokter, perawat, psikolog, pekerja sosial, dan ahli gizi

c)

Hanya psikolog dan perawat

d)

Perawat dan keluarga pasien

e)

Dokter dan keluarga

16.

Mengapa komunikasi yang efektif sangat penting dalam tim interdisipliner dalam keperawatan jiwa?

a)

Agar setiap profesi dapat bekerja sendiri tanpa mengganggu pekerjaan profesi lainnya

b)

Untuk memastikan koordinasi yang baik dan memberikan perawatan yang konsisten dan komprehensif kepada pasien

c)

Agar semua profesi hanya mengikuti prosedur masing-masing tanpa memberikan masukan

d)

Agar keputusan dapat diambil oleh satu profesi saja tanpa melibatkan profesi lainnya

e)

Agar semua profesi dapat berkerja sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan

17.

Apa manfaat dari keterlibatan keluarga dalam tim interdisipliner dalam perawatan keperawatan jiwa?

a)

Keluarga tidak memiliki peran dalam perawatan pasien

b)

Keluarga membantu pasien dengan memberikan dukungan emosional dan memahami perawatan yang diberikan

c)

Keluarga harus dipisahkan dari proses perawatan untuk menghindari gangguan

d)

Keluarga hanya bertanggung jawab untuk perawatan fisik pasien

e)

Keluarga dapat memberikan dukungan finansial

18.

Dalam perspektif kesehatan jiwa, perawat berperan dalam?

a)

Mengontrol perilaku pasien tanpa memberikan dukungan emosional

b)

Memberikan perawatan fisik tanpa memperhatikan kondisi mental pasie

c)

Membangun hubungan terapeutik dan mendukung pasien dalam mengelola masalah kesehatan mental mereka

d)

Memberikan pengobatan medis secara mandiri

e)

Membangun hubungan kerja sama

19.

Dalam perspektif kesehatan jiwa, pemulihan (recovery) tidak hanya berarti?

a)

Perbaikan fisik dari gangguan jiwa

b)

Pemulihan kondisi sosial dan psikologis pasien sehingga mereka dapat kembali berfungsi di masyarakat

c)

Menghentikan terapi medis secara langsung

d)

Menghindari perawatan medis dan hanya fokus pada dukungan psikologis

e)

Memperbaiki asupan nutrisi yang baik

20.

Gejala utama dari gangguan depresi mayor adalah?

a)

Perasaan cemas berlebihan dan detak jantung cepat

b)

Rasa sedih yang dalam, kehilangan minat pada aktivitas, dan kelelahan yang berlebihan

c)

Keinginan untuk berinteraksi lebih sering dengan orang lain

d)

Gangguan tidur yang sangat sedikit

e)

Gangguan asupan nutrisi

21.

Salah satu gejala dari gangguan psikotik adalah?

a)

Berbicara dengan sangat cepat

b)

Kesulitan tidur pada malam hari

c)

Tidak dapat membedakan antara kenyataan dan khayalan (misalnya, mempercayai bahwa seseorang mengendalikan pikiran mereka)

d)

Perasaan cemas yang terus-menerus tanpa alasan jelas

e)

Merusak barang-barang dan melukai diri

22.

Pentingnya mengurangi stigma terhadap gangguan jiwa dalam perspektif kesehatan jiwa adalah?

a)

Agar pasien tidak merasa malu untuk menerima perawatan medis

b)

Agar pasien bisa dipisahkan dari masyarakat untuk pemulihan yang lebih cepat

c)

Agar pasien merasa nyaman dalam berinteraksi dengan profesional dan masyarakat tanpa rasa takut atau cemas

d)

Agar gangguan jiwa bisa disembuhkan lebih cepat

e)

Agar asupan nutria pasien terpenuhi

23.

Dalam keperawatan jiwa, salah satu teknik yang digunakan untuk membantu pasien mengatasi perasaan dan emosi adalah?

a)

Penggunaan terapi medis yang tidak melibatkan komunikasi dengan pasien

b)

Terapi psikoterapi seperti terapi kognitif perilaku yang membantu pasien mengenali dan mengubah pola pikir serta perilaku yang merugikan

c)

Mengisolasi pasien dari segala bentuk perawatan psikologis

d)

Hanya memberikan obat-obatan tanpa dukungan emosional

e)

Hanya memebrikan terapi terapi modalitas dalam penyembuhan pasien

24.

Salah satu gejala fisik yang umum terjadi pada seseorang yang mengalami stres berat adalah?

a)

Peningkatan energi yang sangat tinggi

b)

Penurunan berat badan yang sangat cepat

c)

Sakit kepala, ketegangan otot, dan gangguan tidur

d)

Rasa euforia dan kegembiraan yang berlebihan

e)

Tersenyum sendiri dan berbicara sendiri

25.

Salah satu tanda utama depresi pada seseorang adalah?

a)

Perasaan cemas yang berlebihan tentang kehidupan sehari-hari

b)

Kehilangan minat dan energi untuk melakukan aktivitas yang biasanya disukai

c)

Berbicara lebih cepat dari biasanya

d)

Kebutuhan untuk tidur lebih sedikit dari biasan

e)

Tidak mau makan dan tidak mau berkomunikasi

26.

Apa yang dimaksud dengan rentang respon stres dalam psikologi?

a)

Kemampuan seseorang dalam mengelola waktu dengan baik

b)

Variasi reaksi individu terhadap tekanan dan tantangan

c)

Jenis-jenis gangguan mental akibat stress

d)

Cara terbaik menghindari stres dalam kehidupan sehari-hari

e)

Tingkat produktivitas seseorang dalam menghadapi stress

27.

Seorang mahasiswa yang mengalami stres menjelang ujian tetapi tetap dapat belajar dengan baik dan merasa termotivasi dapat dikategorikan dalam jenis stres berikut:

a)

Distress berat

b)

Stres kronis

c)

Burnout

d)

Eustress

e)

Depresi ringan

28.

Model stres yang dikembangkan oleh Hans Selye yang menjelaskan respon tubuh terhadap stres melalui tiga tahap dikenal sebagai:

a)

Model Transaksional Stres

b)

Teori Keseimbangan Stres

c)

General Adaptation Syndrome (GAS)

d)

Model Kognitif Lazarus

e)

Model Kesejahteraan Holistik

29.

Dalam teori stres, istilah "coping" merujuk pada:

a)

Strategi yang digunakan individu untuk menghadapi dan mengatasi stres

b)

Tingkat keparahan stres yang dialami seseorang

c)

Reaksi emosional negatif terhadap tekanan hidup

d)

Faktor lingkungan yang menyebabkan stress

e)

Mekanisme pertahanan diri yang tidak disadari

30.

Salah satu dampak psikologis dari stres yang berkepanjangan adalah:

a)

Peningkatan kreativitas

b)

Meningkatnya daya tahan tubuh

c)

Risiko gangguan kecemasan dan depresi

d)

Kemampuan untuk lebih cepat menyelesaikan tugas

e)

Meningkatkan kemampuan multitasking

31.

Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan gangguan tidur seperti:

a)

Hipersomnia

b)

Insomnia

c)

Parasomnia

d)

Narcolepsy

e)

Apnea tidur

32.

Stres kronis dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dengan menyebabkan:

a)

Penurunan risiko gangguan psikosomatis

b)

Meningkatnya kepuasan hidup

c)

Gangguan kognitif seperti kesulitan berkonsentrasi

d)

Perbaikan regulasi emosi

e)

Penurunan respons emosional terhadap tekanan

33.

Menurut teori psikoseksual Sigmund Freud, pada tahap manakah seorang anak mulai mengalami kepuasan melalui eksplorasi dan kontrol terhadap fungsi ekskresi?

a)

Tahap oral

b)

Tahap anal

c)

Tahap falik

d)

Tahap laten

e)

Tahap genital

34.

Salah satu ciri dari tahap falik dalam teori perkembangan psikoseksual Freud adalah:

a)

Ketergantungan pada ibu melalui aktivitas menyusu

b)

Pengendalian diri terhadap kebiasaan buang air kecil dan besar

c)

Munculnya ketertarikan terhadap orang tua lawan jenis (kompleks Oedipus dan kompleks Electra)

d)

Fokus pada aktivitas sosial dan akademik

e)

Perkembangan kematangan seksual secara p

35.

Pada tahap laten dalam perkembangan psikoseksual menurut Freud, seorang anak cenderung:

a)

Mengalami kepuasan dari stimulasi oral seperti mengisap jari

b)

Fokus pada eksplorasi tubuh dan ketertarikan terhadap orang tua lawan jenis

c)

Mengalihkan energi libido ke aktivitas sosial dan akademik

d)

Mengembangkan kepuasan melalui hubungan seksual dengan pasangan

e)

Menunjukkan regresi ke tahap perkembangan sebelumnya

36.

Dalam teori Freud, bagian dari kepribadian yang beroperasi berdasarkan prinsip kesenangan (pleasure principle) dan bersifat impulsif serta tidak mempertimbangkan konsekuensi adalah:

a)

Ego

b)

Superego

c)

Id

d)

Pikiran sadar

e)

Pikiran bawah sadar

37.

Ego dalam struktur kepribadian Freud memiliki peran sebagai:

a)

Sumber dari dorongan primitif dan naluri dasar

b)

Pengontrol kesadaran moral dan etika seseorang

c)

Penengah antara Id dan Superego berdasarkan prinsip realitas

d)

Bagian dari pikiran yang sepenuhnya tidak sadar

e)

Aspek kepribadian yang hanya berkembang pada masa dewasa

38.

Seorang anak ingin mengambil mainan milik temannya tetapi menahan diri karena tahu itu adalah perbuatan yang salah. Dalam konteks teori Freud, perilaku tersebut dikendalikan oleh:

a)

Id

b)

Ego

c)

Superego

d)

Pikiran bawah sadar

e)

Insting biologis

39.

Seorang bayi berusia 9 bulan selalu menangis saat ditinggal ibunya, tetapi ketika ibunya kembali, ia merasa tenang dan nyaman. Ibunya selalu memenuhi kebutuhan dasar bayi, seperti memberikan ASI tepat waktu dan membelai dengan penuh kasih sayang. Berdasarkan teori Erik Erikson, bayi ini sedang berada dalam tahap perkembangan psikososial:

a)

Otonomi vs. Rasa Malu dan Ragu

b)

Inisiatif vs. Rasa Bersalah

c)

Kepercayaan vs. Ketidakpercayaan

d)

Industri vs. Inferioritas

e)

Identitas vs. Kekacauan Peran

40.

Rina, seorang siswi SMA, merasa bingung dengan apa yang ingin ia lakukan di masa depan. Ia sering berubah-ubah minat, terkadang ingin menjadi dokter, terkadang ingin menjadi musisi. Ia juga merasa kesulitan dalam menentukan nilai-nilai dan prinsip hidupnya.
Berdasarkan teori Erik Erikson, Rina sedang menghadapi krisis dalam tahap:

a)

Otonomi vs. Rasa Malu dan Ragu

b)

Industri vs. Inferioritas

c)

Identitas vs. Kekacauan Peran

d)

Intimasi vs. Isolasi

e)

Generativitas vs. Stagnasi

41.

Anton, seorang pria berusia 28 tahun, merasa kesepian meskipun memiliki banyak teman. Ia merasa sulit untuk membangun hubungan yang dekat dan penuh komitmen dengan seseorang, karena takut disakiti atau gagal dalam hubungan. Akibatnya, ia lebih memilih untuk fokus pada pekerjaannya dan menghindari hubungan yang terlalu dalam.
Berdasarkan teori Erik Erikson, Anton mengalami konflik dalam tahap:

a)

Industri vs. Inferioritas

b)

Identitas vs. Kekacauan Peran

c)

Generativitas vs. Stagnasi

d)

Intimasi vs. Isolasi

e)

Integritas vs. Keputusasaan

42.

Siti, seorang wanita berusia 65 tahun, mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, berpakaian, dan mengonsumsi obat-obatan sesuai jadwal karena kondisi arthritis yang semakin parah. Anak-anaknya sering membantu memenuhi kebutuhannya, tetapi terkadang mereka tidak selalu ada di rumah. Perawat yang menangani Siti menyusun rencana perawatan yang mencakup bantuan langsung dalam aktivitas sehari-hari serta edukasi kepada keluarganya tentang cara merawat Siti dengan lebih baik. Berdasarkan teori Self-Care Deficit Nursing Theory dari Dorothea Orem, kondisi Siti mencerminkan:

a)

Sistem pendukung pendidikan (supportive-educative system)

b)

Sistem perawatan sebagian (partially compensatory system)

c)

Sistem perawatan total (wholly compensatory system)

d)

Perawatan mandiri sepenuhnya (self-care agency)

e)

Perawatan kolaboratif antara pasien dan perawat tanpa bantuan keluarga.

43.

Budi, seorang pria berusia 45 tahun, baru saja didiagnosis menderita diabetes mellitus. Awalnya, ia merasa stres dan sulit menerima kondisinya. Namun, setelah mendapatkan edukasi dari perawat tentang pentingnya pola makan sehat, olahraga teratur, dan manajemen stres, Budi mulai menyesuaikan gaya hidupnya. Ia kini rutin memantau kadar gula darahnya, mengikuti program diet yang dianjurkan, serta bergabung dalam komunitas penderita diabetes untuk mendapatkan dukungan sosial. Berdasarkan Model Adaptasi Roy, respons adaptasi yang ditunjukkan oleh Budi termasuk dalam:

a)

Mode fungsi fisiologis-fisik

b)

Mode konsep diri

c)

Mode fungsi peran

d)

Mode interdependensi

e)

Mode coping maladaptive

44.

Seorang anak berusia 2 tahun sering menunjukkan perilaku tantrum ketika keinginannya tidak terpenuhi. Orang tuanya mengeluhkan bahwa anaknya sulit ditenangkan dan sering menangis berlebihan. Sebagai perawat, intervensi yang paling tepat dalam menangani masalah ini adalah:

a)

Mengabaikan anak saat tantrum agar ia belajar mengendalikan emosinya sendiri.

b)

Memenuhi semua keinginannya agar tantrum segera berhenti

c)

Memberikan penguatan positif ketika anak menunjukkan perilaku yang lebih tenang dan mengajari orang tua teknik distraksi

d)

Menghukum anak setiap kali ia mengalami tantrum agar ia tidak mengulanginya

e)

Mengisolasi anak dari lingkungan sosial hingga ia bisa mengendalikan emosinya

45.

Budi, anak berusia 8 tahun, terlihat kurang percaya diri di sekolah. Ia sering merasa takut mencoba hal baru dan selalu merasa gagal sebelum memulai. Dalam asuhan keperawatan sehat jiwa, strategi yang paling sesuai untuk membantu Budi meningkatkan rasa percaya dirinya adalah:

a)

Membiarkan anak mengalami kegagalan agar belajar dari kesalahan

b)

Menghindarkan anak dari segala tantangan yang bisa membuatnya cemas

c)

Memberikan hadiah setiap kali anak menunjukkan keberanian, tanpa melihat prosesnya

d)

Memberikan dorongan positif, melibatkan anak dalam aktivitas yang sesuai dengan kemampuannya, dan memberikan apresiasi atas usahanya

e)

Memaksa anak untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi agar ia terbiasa menghadapi tantangan

46.

Seorang remaja berusia 16 tahun sering merasa tidak percaya diri dengan penampilannya dan membandingkan dirinya dengan teman-temannya di media sosial. Ia menjadi mudah cemas dan menghindari pergaulan. Intervensi keperawatan yang paling tepat untuk membantu remaja ini adalah:

a)

Menyarankan remaja untuk menghindari media sosial sepenuhnya

b)

Menyuruh remaja untuk mengubah penampilannya agar lebih percaya diri

c)

Membantu remaja memahami konsep penerimaan diri, meningkatkan kesadaran akan kelebihan dirinya, dan mengembangkan pola pikir positif

d)

Memintanya untuk selalu mengikuti tren agar lebih diterima oleh teman-temannya

e)

Membatasi interaksi sosialnya agar tidak semakin cemas

47.

Seorang pria berusia 70 tahun yang baru saja pensiun merasa kehilangan tujuan hidupnya. Ia sering merasa kesepian dan tidak lagi berguna bagi keluarganya. Dalam pendekatan keperawatan sehat jiwa, tindakan yang paling tepat untuk membantunya adalah:

a)

Menyarankan agar ia lebih banyak menghabiskan waktu sendiri untuk merenung

b)

Mengalihkan pikirannya dengan menonton televisi sepanjang hari

c)

Mendorongnya untuk tetap aktif dalam komunitas, melakukan kegiatan sosial, dan mencari hobi baru

d)

Memintanya untuk menerima keadaannya dan tidak berharap banyak dalam hidupnya

e)

Mengajarkan cara untuk menghindari interaksi sosial agar tidak merasa kecewa

48.

Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai konsep keperawatan jiwa sehat sepanjang rentang kehidupan?

a)

Kesehatan jiwa hanya penting pada masa dewasa karena stres lebih tinggi pada periode ini.

b)

Konsep kesehatan jiwa sepanjang rentang kehidupan mencakup keseimbangan emosi, sosial, dan psikologis individu di setiap tahap kehidupan.

c)

Anak-anak tidak mengalami gangguan jiwa karena belum memiliki stresor yang kompleks.

d)

Lansia tidak memerlukan perawatan kesehatan jiwa karena mereka sudah cukup matang dalam mengendalikan emosi.

e)

Remaja adalah satu-satunya kelompok usia yang paling rentan mengalami gangguan jiwa.

49.

Salah satu keterampilan komunikasi terapeutik dalam keperawatan jiwa adalah refleksi. Apa yang dimaksud dengan refleksi dalam komunikasi terapeutik?

a)

Menunjukkan empati dengan mengulang kembali kata-kata pasien untuk memastikan pemahaman.

b)

Memberikan saran langsung agar pasien dapat segera mengambil keputusan yang benar.

c)

Menceritakan pengalaman pribadi perawat untuk menunjukkan bahwa perawat memahami kondisi pasien.

d)

Menghindari pembicaraan emosional agar pasien tidak semakin stres.

e)

Mengoreksi pemikiran pasien agar sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

50.

Salah satu aspek penting dalam keperawatan jiwa adalah pencegahan bunuh diri. Apa yang sebaiknya dilakukan perawat jika menemui pasien dengan risiko tinggi melakukan bunuh diri?

a)

Segera meninggalkan pasien agar tidak memberikan tekanan tambahan.

b)

Memberikan motivasi secara langsung dengan mengatakan bahwa bunuh diri adalah tindakan yang salah.

c)

Mengawasi pasien secara ketat dan melakukan intervensi keamanan yang diperlukan.

d)

Membiarkan pasien sendiri untuk memberikan ruang agar mereka bisa menenangkan diri.

e)

Memberikan saran agar pasien mencari dukungan sosial tanpa perlu pengawasan lebih lanjut.

51.

Interaksi manusia, struktur Masyarakat dan faktor budaya, nilai dan norma akan mempengaruhi kehidupan seorang ODGJ di masyarakat, hal tersebut menggambarkan bagaimana konsep factor social berpengaruh dalam….

a)

Sosiokultural

b)

Budaya

c)

Spiritual

d)

Lingkungan

e)

Adat istiadat

52.

Kondisi yang mempengaruhi pola piker, perasaan, perilaku dan fungsi sosial adalah....

a)

Gangguan Jiwa

b)

Gangguan psikologis

c)

Gangguan kecemasan

d)

Depresi

e)

Skizofrenia

53.

Faktor sosiokultural yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang diantaranya adalah....

a)

Nilai dan norma sosial

b)

Dukungan masyarakat

c)

Status sosia ekonomi

d)

A dan B benar

e)

A dan C benar

54.

Kondisi kesehatan mental berupa depresi klinis yang terjadi pada perempuan hamil dan dapat menjadi awal dari depresi pasca persalinan, merupakan masalah pada....

a)

Depresi pasca persalinan

b)

Depresi antenatal

c)

Depresi post partum

d)

Depresi pada masa nifas

e)

Depresi yang dialami perempuan

55.

Emosi berlebihan yang dialami seorang ibu hamil diantaranya adalah...

a)

Merasa rendah diri, perasaan menggebu-gebu

b)

Mati rasa dan merasakan kebahagiaan yang berlebihan

c)

Mudah menangis dan mudah tersinggung

d)

Mudah berkonsentrasi sehingga semua pekerjaan dapat diselesaikan

e)

Memiliki perasaan sayang terhadap bayi secara berleibhan

56.

Kecemasan selama kehamilan sering terjadi karena beberapa faktor, diantaranya...

a)

Perubahan hormon

b)

Kekhawatiran proses persalinan

c)

Kekhawatiran kesehatan bayi

d)

Benar semua

e)

Salah semua

57.

Dampak gangguan kejiwaan yang ditimbulkan pada ibu hamil untuk bayinya adalah...

a)

Resiko perilaku tidak sehat

b)

Pertumbuhan janin terhambat

c)

Komplikasi kehamilan

d)

Kesulitan dalam ikatan emosional

e)

Dukungan keluarga yang tidak maksimal

58.

Upaya pencegahan kesehatan mental pada ibu hamil diantaranya adalah...

a)

Istirahat yang cukup

b)

Olahraga teratur

c)

Konsumsi makanan bergizi

d)

Salah semua

e)

Benar semnua

59.

Kondisi gangguan kesehatan mental yang terjadi setelah bayi dilahirkan ditandai dengan...

a)

Perubahan suasana hati

b)

Kecemasan yang sessat kemudian akan hilang

c)

Kelelahan yang masih dapat dikendalikan

d)

Baby bloues

e)

Bukan salah satu diatas

60.

Gangguan yang dialami ibu post partum dengan kondisi kesehatan mentalnya yang bersifat sementara adalah...

a)

Psikosis post partum

b)

Depresi postpartum

c)

Baby bloues

d)

Halusinasi

e)

Delusi

61.

Gejala yang ditimbulkan pada ibu yang mengalami baby blues adalah...

a)

Mudah marah dan tersinggung

b)

Bahagia berlebihan karena mempunyai bayi

c)

Selalu ceria dan dapat merawat bayinya dengan baik

d)

Gesit dan dapat menunaikan tugasnya dengan baik

e)

Badan sehat segar dan bugar sehingga dapat menyusui bayinya dengan maksimal

62.

Penyebab terjadinya baby blues adalah…

a)

Mudah beradaptasi

b)

Hormon tubuh stabil

c)

Cukup istirahat

d)

Memiliki Riwayat gangguan mental

e)

Memiliki anak lenih banyak

63.

Gangguan mood yang terjadi setelah melahirkan biasa nya dikenal dengan…

a)

Depresi

b)

Perilaku kekerasan

c)

Depresi post partum

d)

Depresi halusinas

e)

Kecemasan berlebi

64.

Gejala yang ditimbulkan pada depresi ibu podt partum adalah…

a)

Riwayat depresi sebelumnbya

b)

Kurangnya dukungan social

c)

Stress ekoniomi

d)

Sedih mendalam dan putus asa

e)

Khawatir berlebihan

65.

Faktor resiko yang terjadi pada ibu post partum adalah...

a)

Perubahan hormon setelah melahirkan

b)

Kekhawatiran yang terus menerus

c)

Kesulitan tidur karena peran barunya

d)

Dukungan sosial yang tinggi

e)

Perasaan takut yang terus menerus

66.

Gejala umum yang terjadi pada ibu post partum dengan kecemasan adalah...

a)

Nafsu makan meningkat

b)

Tidur yang nyenyak

c)

Iritabilitas atau mudah marah

d)

Mudah berkonsentrasi

e)

Tanda - tanda vital dalam batas normal

67.

Bila seorang ibu post partum mengalami halusinasi auditorik, adanya delusi bahkan sampai ada pikiran untuk bunuh diri, hal tersebut merupakan gejala ibu post partum mengalami...

a)

Psikosis postpartum

b)

Baby blues

c)

Kecemasan berlebih

d)

Depresi post partum

e)

Halusinasi

68.

Gangguan jiwa pada ibu post partum secara fisik menunjukkan...

a)

Gangguan tidur, penurunan energi, kelelahan berlebihan dan perubahan nafsu makan

b)

Depresi, kecemasan berlebihan, mudah tersinggung, perasaan bersalah

c)

Isolasi sosial, sulit berinteraksi

d)

Kesulitan menjalankan peran sebagai ibu

e)

Sulit mengatur rumah tangga dan merawat bayi nya

69.

Konsep dasar sosiokultural model biopsikososial dalam kesehatan jiwa meliputi,...

a)

Biologis, psikologis dan sosial

b)

Perbedaaan budaya dalam memhami gangguan mental

c)

Peran komunitas dalam menjaga kesehatan mental

d)

Benar semua

e)

Salah semua

70.

Faktor sosiokultural yang mempengaruhi kesehatan jiwa adalah...

a)

Persepsi masyarakat terhadap gangguan mental

b)

Pentingnya edukasi tentang kesehatan mental

c)

Kesehatan mental yang menunjang dengan diagnosanya

d)

Benar semua

e)

Salah semua

71.

Perawatan pasien gangguan jiwa sebelum tahun 1890 lebih menekankan pada menjaga, menemani dan memenuhi kebutuhan ADL, yaitu…

a)

humanity care

b)

individual care

c)

custodial care

d)

sociality care

e)

human need care

72.

Konsep perawatan pasien jiwa custodial care yang dilakukan perawat zaman dulu bersifat tertutup dan……

a)

solutive

b)

isolative

c)

supportive

d)

constructive

e)

reconstructive

73.

Sekolah Perawat Kesehatan yang didirikan tahun 1883 di Mclean Hospital mengembangkan perawatan pasien gangguan jiwa yang berorientasi pada…

a)

fisik

b)

sosial

c)

mental

d)

spiritual

e)

fisik dan mental

74.

John Hopkins memasukan keperawatan psikiatri dalam kurikulum di sekolah perawat pada tahun 1913, antara lain…

a)

terapi motorik

b)

terapi sensorik

c)

terapi somatik

d)

terapi neurotik

e)

terapi psikiatri

75.

Peplau pada tahun 1952 mengembangkan konsep teori keperawatan yang mendukung dalam perawatan psikiatri, yaitu…

a)

komunikasi terapeutik

b)

hubungan interpersonal

c)

proses keperawatan psikiatrik

d)

komunikasi efektif perawat-klien

e)

manajemen asuhan keperawatan

76.

Fokus keperawatan psikiatri pada tahun 1960, yaitu implementasi perawatan, konsultasi dalam komunitas dan…

a)

Prevensi primer

b)

Prevensi tersier

c)

Prevensi holisti

d)

Prevensi sekunder

e)

Prevensi komprehensif

77.

Pengembangan kerangka kerja praktik keperawatan dimulai pada tahun 1970, yaitu proses keperawatan dan…

a)

teori keperawatan

b)

model keperawatan

c)

falsafah keperawatan

d)

paradigma keperawatan

e)

standar praktik keperawatan

78.

Keperawatan kesehatan mental psikiatrik merupakan suatu bidang spesialisasi praktek keperawatan. Pernyataan tersebut dinyatakan oleh…

a)

PPNI

b)

ANA

c)

AIPNI

d)

AIPVIKI

e)

UUK

79.

Pada zaman kolonial sebelum ada Rumah Sakit Jiwa, pasien yang mengalami gangguan jiwa ditampung di…

a)

Puskesmas

b)

Panti werdha

c)

Rumah singgah

d)

Rumah Sakit Umum

e)

Rumah sakit ketergantungan obat

80.

Upaya kesehatan Jiwa di Indonesia mengalami perkembangan dengan didirikannya RSJ pertama pada tahun 1882, yaitu…

a)

RSJ Bogor

b)

RSJ Cisarua

c)

RSJ Lawang

d)

RSJ Sabang

e)

RSJ Magelang

81.

Terapi kerja dalam perawatan pasien gangguan jiwa mulai dikembangkan seperti menggarap lahan pertanian pada…

a)

Tahun 1910

b)

Tahun 1920

c)

Tahun 1930

d)

Tahun 1940

e)

Tahun 1950

82.

Dalam meningkatkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia, pada tahun 1947 pemerintah membentuk…

a)

Jawatan Urusan Penyakit Jiwa

b)

Jawatan Urusan Kesehatan jiwa

c)

Jawatan Urusan Orang Dengan Gangguan Jiwa

d)

Jawatan Urusan Penanggulangan Penyakit Jiwa

e)

Jawatan Urusan Orang Dengan Masalah Kejiwaan

83.

Pemerintak menetapkan Undang-Undang Kesehatan Jiwa yang pertama kali pada tahun 1966, yaitu…

a)

UU Kesehatan Jiwa No. 2 tahun 1966

b)

UU Kesehatan Jiwa No. 3 tahun 1966

c)

UU Kesehatan Jiwa No. 4 tahun 1966

d)

UU Kesehatan Jiwa No. 5 tahun 1966

e)

UU Kesehatan Jiwa No. 6 tahun 1966

84.

Tren pelayanan pasien gangguan mental psikiatri dalam era globalisasi antara lain perubahan hospital based care menjadi community based care yang menekankan pada aspek preventif dan…

a)

Kuratif

b)

Promotif

c)

Recovery

d)

Rehabilitatif

e)

Partial hospitalization

85.

Pernyataan di bawah ini sesuai dengan definisi Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK), yaitu…

a)

Orang yang memiliki masalah fisik

b)

Orang yang mengalami gangguan pikiran

c)

Orang yang mengalami gangguan perilaku

d)

Orang yang mengalami gangguan perasaan

e)

Orang yang mengalami hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia

86.

Pernyataan di bawah ini sesuai dengan definisi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), yaitu…

a)

Orang yang memiliki masalah fisik

b)

Orang yang memiliki masalah mental

c)

Orang yang memiliki gangguan pikiran

d)

Orang yang meiliki masalah perkembangan

e)

Orang yang memiliki masalah kualitas hidup

87.

Aktivitas yang merupakan salah satu area utama dalam melaksanakan peran dan dan fungsi perawat menurut Suart Sundeen, yaitu…

a)

aktivitas perawat dalam komunikasi

b)

aktivitas perawat dalam melakukan pengkajian

c)

aktivitas perawat dalam penentuan tujuan keperawatan

d)

aktivitas perawat dalam perumusan masalah kesehatan

e)

aktivitas perawat dalam pelaksanaan tindakan keperawatan

88.

Elemen peran keperawatan jiwa dalam hubungan perawat-klien, yaitu

a)

advokasi profesi

b)

kompetensi klinik

c)

tanggung gugat fiskal

d)

tanggung jawab social

e)

kerjasama lintas sektor

89.

Memberikan pelayanan kesehatan jiwa berupa penyuluhan tentang prinsip-prinsip sehat jiwa, merupakan…

a)

prevensi primer

b)

prevensi sekunder

c)

prevensi tersier

d)

prevensi resiko

e)

prevensi kuratif

90.

Memberikan perawatan “partial hospitalization”, merupakan pelayanan Kesehatan jiwa tingkat…

a)

prevensi primer

b)

prevensi sekunder

c)

prevensi tersier

d)

prevensi resiko

e)

prevensi kuratif

91.

Peran perawat dalam tingkat pelayanan prevensi primer, yaitu…

a)

melaksanakan intervensi krisis

b)

melakukan pelayanan kedaruratan

c)

menciptakan lingkungan terapeutik

d)

memberikan konsultasi klien gangguan jiwa

e)

melakukan rujukan sebelum gangguan jiwa

92.

Peran perawat dalam tingkat pelayanan prevensi sekunder, yaitu…

a)

memberikan penyuluhan Kesehatan jiwa

b)

memberikan pelayanan kedaruratan psikiatri

c)

memberikan Pendidikan Kesehatan dalam kondisi normal

d)

membantu klien untuk menghindari masalah Kesehatan jiwa

e)

bersama keluarga memberikan dukungan pada anggota keluarganya yang ODGJ

93.

Peran perawat dalam tingkat pelayanan prevensi tersier, yaitu…

a)

melakukan latihan vokasional

b)

melaksanakan intervensi krisis

c)

melakukan pelayanan kedaruratan

d)

melakukan skrining kesehatan jiwa

e)

menciptakan lingkungan terapeutik

94.

Perawat kesehatan jiwa harus bekerjasama dengan klien dan keluarganya dalam…

a)

menentukan hasil pengkajian

b)

merumuskan diagnosa keperawatan

c)

merencanakan tindakan keperawatan

d)

menentukan keputusan masalah Kesehatan klien

e)

melakukana evaluasi perkembangan Kesehatan klien

95.

Prinsip etik keperawatan jiwa, melakukan tindakan tanpa bahaya, tidak menambah penderitaan dan tidak mengurangi kebebasan orang lain, yaitu...

a)

beneficence

b)

non-maleficience

c)

veracity

d)

justice

e)

fidelity