Font size
WorksheetsUTS Keperawatan Jiwa
Total questions: 95
Worksheet time: 2hrs 35mins
Kebutuhan utama dalam hirarki maslow yaitu?
Kebutuhan fisiologis
Kebutuhan rasa aman
Kebutuhan aktualisasi diri
Kebutuhan cinta dan dicintai
Kebutuhan harga diri
Yang bukan sumber dari stressor yaitu
Keturunan
Biologis
Kultural
Sosial
Fisiologis
Yang bukan termasuk dari macam-macam stress yaitu
Stress fisik
Stress kimiawi
Stress mikrobiologi
Stress fisiologi
Stress sosial
Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosi yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan orang lain menurut undang-undang nomor?
UU No. 30. 1966
UU No. 3. 1996
UU No. 33. 1966
UU No 3. 1966
UU N0 13. 1996
Apa yang dimaksud dengan Kesehatan jiwa
Kondisi tubuh yang bebas dari penyakit
Tidak mengalami masalah emosioanl atau psikologis
Kemampuan untuk menghadapi stress dan berfungsi secara efektif dalam kehidupan sehari- hari
kebugaran fisik yang optimal
Merasa bahwa dirinya bebas dari penyakit mental
Depresi adalah gangguan Kesehatan jiwa yang ditandai dengan?
Kecemasan yang berlebihan
Rasa cemas yang tidak terkendali
Perasaan sedih yang mendalam dan kehilangan minat pada kegiatan sehari-hari
Perilaku agresif terhadap orang lain
Perasaan dirinya sudah tidak berguna lagi
Penyebab utama dari gangguan mental dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut, kecuali?
Genetika dan keturunan
Lingkungan sosial dan ekonomi
Pengaruh dari gangguan fisik seperti penyakit tubuh
Pola makan yang tidak teratur
Pola asuh yang tidak baik
Apa langkah pertama yang biasanya diambil dalam penanganan gangguan jiwa?
Meghindari terapi apapun
Menggunakan obat-obatan untuk meredakan gejala
Mengidentifikasi dan mendiagnosis gangguan melalui evaluasi professional
Melakukan intervensi medis tanpa pemeriksaan awal
Membeikan terapi tanpa pemeriksaan awal
Dalam penanganan gangguan kecemasan obat-obatan yang sering diresepkan adalah
Antipsikotik
Antidepresan dan obat penenang
Obat penghilang rasa sakit
Antihistamin
analgetik
Elemen penting dalam penanganan gangguan jiwa secara keseluruhan adalah?
Penanganan hanya dengan obat-obatan
Dukungan sosial, psikoterapi, dan pengobatan medis yang sesuai
Mengabaikan masalah emosional agar tidak memperburuk keadaan
Menghindari stress tanpa perubahan gaya hidup
Penanganan hanya menggunakan psikoterapi
Apa tujuan utama dari pelayanan Kesehatan keperawatan jiwa?
menghindari intervensi medis apapun pada pasien dengan gangguan jiwa
membantu pasien menjalani kehidupan sehari-hari
memberikan dukungan psikososial dan membantu pasien dalam mengatasi gangguan jiwa
mengobati gangguan fisik pasien
memberikan terapi keperawatn jiwa
Peran perawat jiwa dalam perawatan pasien dengan gangguan jiwa?
memberikan dukungan emosional dan melakukan evaluasi mental
memberikan pengobatan medis
menentukan diagnosis medis
hanya memberikan terapi fisik dan tidak terlibat dalam aspek emosional pasien
memberikan terapi tanpa pemeriksaan awal
Peran keluarga dalam perawatan pasien dengan gangguan jiwa adalah?
Hanya memberikan dukungan finansial
Menjauhkan diri dari pasin agar tidak mengganggu proses perawatan
Menjadi bagian dari tim perawatan dengan memberikan dukungan emosional dan keterlibatan dalam terapi
Mencegah pasien berinteraksi dengan perawat
Meberikan obat tanpa persetujuan dokter
Interdisipliner kolaboratif dalam keperawatan jiwa berarti?
Perawat bekerja sendirian dalam merawat pasien
Perawat bekerja sama dengan profesional kesehatan lainnya untuk merencanakan dan memberikan perawatan yang holistik bagi pasien
Dokter meresepkan obat dan perawat hanya mengawasi pasien
Setiap profesi kesehatan melakukan tugasnya secara terpisah tanpa komunikasi satu sama lain
Perawat melakukan asuhan keperawatan
Siapa saja yang terlibat dalam tim interdisipliner dalam perawatan keperawatan jiwa?
Hanya perawat dan dokter
Dokter, perawat, psikolog, pekerja sosial, dan ahli gizi
Hanya psikolog dan perawat
Perawat dan keluarga pasien
Dokter dan keluarga
Mengapa komunikasi yang efektif sangat penting dalam tim interdisipliner dalam keperawatan jiwa?
Agar setiap profesi dapat bekerja sendiri tanpa mengganggu pekerjaan profesi lainnya
Untuk memastikan koordinasi yang baik dan memberikan perawatan yang konsisten dan komprehensif kepada pasien
Agar semua profesi hanya mengikuti prosedur masing-masing tanpa memberikan masukan
Agar keputusan dapat diambil oleh satu profesi saja tanpa melibatkan profesi lainnya
Agar semua profesi dapat berkerja sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan
Apa manfaat dari keterlibatan keluarga dalam tim interdisipliner dalam perawatan keperawatan jiwa?
Keluarga tidak memiliki peran dalam perawatan pasien
Keluarga membantu pasien dengan memberikan dukungan emosional dan memahami perawatan yang diberikan
Keluarga harus dipisahkan dari proses perawatan untuk menghindari gangguan
Keluarga hanya bertanggung jawab untuk perawatan fisik pasien
Keluarga dapat memberikan dukungan finansial
Dalam perspektif kesehatan jiwa, perawat berperan dalam?
Mengontrol perilaku pasien tanpa memberikan dukungan emosional
Memberikan perawatan fisik tanpa memperhatikan kondisi mental pasie
Membangun hubungan terapeutik dan mendukung pasien dalam mengelola masalah kesehatan mental mereka
Memberikan pengobatan medis secara mandiri
Membangun hubungan kerja sama
Dalam perspektif kesehatan jiwa, pemulihan (recovery) tidak hanya berarti?
Perbaikan fisik dari gangguan jiwa
Pemulihan kondisi sosial dan psikologis pasien sehingga mereka dapat kembali berfungsi di masyarakat
Menghentikan terapi medis secara langsung
Menghindari perawatan medis dan hanya fokus pada dukungan psikologis
Memperbaiki asupan nutrisi yang baik
Gejala utama dari gangguan depresi mayor adalah?
Perasaan cemas berlebihan dan detak jantung cepat
Rasa sedih yang dalam, kehilangan minat pada aktivitas, dan kelelahan yang berlebihan
Keinginan untuk berinteraksi lebih sering dengan orang lain
Gangguan tidur yang sangat sedikit
Gangguan asupan nutrisi
Salah satu gejala dari gangguan psikotik adalah?
Berbicara dengan sangat cepat
Kesulitan tidur pada malam hari
Tidak dapat membedakan antara kenyataan dan khayalan (misalnya, mempercayai bahwa seseorang mengendalikan pikiran mereka)
Perasaan cemas yang terus-menerus tanpa alasan jelas
Merusak barang-barang dan melukai diri
Pentingnya mengurangi stigma terhadap gangguan jiwa dalam perspektif kesehatan jiwa adalah?
Agar pasien tidak merasa malu untuk menerima perawatan medis
Agar pasien bisa dipisahkan dari masyarakat untuk pemulihan yang lebih cepat
Agar pasien merasa nyaman dalam berinteraksi dengan profesional dan masyarakat tanpa rasa takut atau cemas
Agar gangguan jiwa bisa disembuhkan lebih cepat
Agar asupan nutria pasien terpenuhi
Dalam keperawatan jiwa, salah satu teknik yang digunakan untuk membantu pasien mengatasi perasaan dan emosi adalah?
Penggunaan terapi medis yang tidak melibatkan komunikasi dengan pasien
Terapi psikoterapi seperti terapi kognitif perilaku yang membantu pasien mengenali dan mengubah pola pikir serta perilaku yang merugikan
Mengisolasi pasien dari segala bentuk perawatan psikologis
Hanya memberikan obat-obatan tanpa dukungan emosional
Hanya memebrikan terapi terapi modalitas dalam penyembuhan pasien
Salah satu gejala fisik yang umum terjadi pada seseorang yang mengalami stres berat adalah?
Peningkatan energi yang sangat tinggi
Penurunan berat badan yang sangat cepat
Sakit kepala, ketegangan otot, dan gangguan tidur
Rasa euforia dan kegembiraan yang berlebihan
Tersenyum sendiri dan berbicara sendiri
Salah satu tanda utama depresi pada seseorang adalah?
Perasaan cemas yang berlebihan tentang kehidupan sehari-hari
Kehilangan minat dan energi untuk melakukan aktivitas yang biasanya disukai
Berbicara lebih cepat dari biasanya
Kebutuhan untuk tidur lebih sedikit dari biasan
Tidak mau makan dan tidak mau berkomunikasi
Apa yang dimaksud dengan rentang respon stres dalam psikologi?
Kemampuan seseorang dalam mengelola waktu dengan baik
Variasi reaksi individu terhadap tekanan dan tantangan
Jenis-jenis gangguan mental akibat stress
Cara terbaik menghindari stres dalam kehidupan sehari-hari
Tingkat produktivitas seseorang dalam menghadapi stress
Seorang mahasiswa yang mengalami stres menjelang ujian tetapi tetap dapat belajar dengan baik dan merasa termotivasi dapat dikategorikan dalam jenis stres berikut:
Distress berat
Stres kronis
Burnout
Eustress
Depresi ringan
Model stres yang dikembangkan oleh Hans Selye yang menjelaskan respon tubuh terhadap stres melalui tiga tahap dikenal sebagai:
Model Transaksional Stres
Teori Keseimbangan Stres
General Adaptation Syndrome (GAS)
Model Kognitif Lazarus
Model Kesejahteraan Holistik
Dalam teori stres, istilah "coping" merujuk pada:
Strategi yang digunakan individu untuk menghadapi dan mengatasi stres
Tingkat keparahan stres yang dialami seseorang
Reaksi emosional negatif terhadap tekanan hidup
Faktor lingkungan yang menyebabkan stress
Mekanisme pertahanan diri yang tidak disadari
Salah satu dampak psikologis dari stres yang berkepanjangan adalah:
Peningkatan kreativitas
Meningkatnya daya tahan tubuh
Risiko gangguan kecemasan dan depresi
Kemampuan untuk lebih cepat menyelesaikan tugas
Meningkatkan kemampuan multitasking
Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan gangguan tidur seperti:
Hipersomnia
Insomnia
Parasomnia
Narcolepsy
Apnea tidur
Stres kronis dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dengan menyebabkan:
Penurunan risiko gangguan psikosomatis
Meningkatnya kepuasan hidup
Gangguan kognitif seperti kesulitan berkonsentrasi
Perbaikan regulasi emosi
Penurunan respons emosional terhadap tekanan
Menurut teori psikoseksual Sigmund Freud, pada tahap manakah seorang anak mulai mengalami kepuasan melalui eksplorasi dan kontrol terhadap fungsi ekskresi?
Tahap oral
Tahap anal
Tahap falik
Tahap laten
Tahap genital
Salah satu ciri dari tahap falik dalam teori perkembangan psikoseksual Freud adalah:
Ketergantungan pada ibu melalui aktivitas menyusu
Pengendalian diri terhadap kebiasaan buang air kecil dan besar
Munculnya ketertarikan terhadap orang tua lawan jenis (kompleks Oedipus dan kompleks Electra)
Fokus pada aktivitas sosial dan akademik
Perkembangan kematangan seksual secara p
Pada tahap laten dalam perkembangan psikoseksual menurut Freud, seorang anak cenderung:
Mengalami kepuasan dari stimulasi oral seperti mengisap jari
Fokus pada eksplorasi tubuh dan ketertarikan terhadap orang tua lawan jenis
Mengalihkan energi libido ke aktivitas sosial dan akademik
Mengembangkan kepuasan melalui hubungan seksual dengan pasangan
Menunjukkan regresi ke tahap perkembangan sebelumnya
Dalam teori Freud, bagian dari kepribadian yang beroperasi berdasarkan prinsip kesenangan (pleasure principle) dan bersifat impulsif serta tidak mempertimbangkan konsekuensi adalah:
Ego
Superego
Id
Pikiran sadar
Pikiran bawah sadar
Ego dalam struktur kepribadian Freud memiliki peran sebagai:
Sumber dari dorongan primitif dan naluri dasar
Pengontrol kesadaran moral dan etika seseorang
Penengah antara Id dan Superego berdasarkan prinsip realitas
Bagian dari pikiran yang sepenuhnya tidak sadar
Aspek kepribadian yang hanya berkembang pada masa dewasa
Seorang anak ingin mengambil mainan milik temannya tetapi menahan diri karena tahu itu adalah perbuatan yang salah. Dalam konteks teori Freud, perilaku tersebut dikendalikan oleh:
Id
Ego
Superego
Pikiran bawah sadar
Insting biologis
Seorang bayi berusia 9 bulan selalu menangis saat ditinggal ibunya, tetapi ketika ibunya kembali, ia merasa tenang dan nyaman. Ibunya selalu memenuhi kebutuhan dasar bayi, seperti memberikan ASI tepat waktu dan membelai dengan penuh kasih sayang. Berdasarkan teori Erik Erikson, bayi ini sedang berada dalam tahap perkembangan psikososial:
Otonomi vs. Rasa Malu dan Ragu
Inisiatif vs. Rasa Bersalah
Kepercayaan vs. Ketidakpercayaan
Industri vs. Inferioritas
Identitas vs. Kekacauan Peran
Rina, seorang siswi SMA, merasa bingung dengan apa yang ingin ia lakukan di masa depan. Ia sering berubah-ubah minat, terkadang ingin menjadi dokter, terkadang ingin menjadi musisi. Ia juga merasa kesulitan dalam menentukan nilai-nilai dan prinsip hidupnya.
Berdasarkan teori Erik Erikson, Rina sedang menghadapi krisis dalam tahap:
Otonomi vs. Rasa Malu dan Ragu
Industri vs. Inferioritas
Identitas vs. Kekacauan Peran
Intimasi vs. Isolasi
Generativitas vs. Stagnasi
Anton, seorang pria berusia 28 tahun, merasa kesepian meskipun memiliki banyak teman. Ia merasa sulit untuk membangun hubungan yang dekat dan penuh komitmen dengan seseorang, karena takut disakiti atau gagal dalam hubungan. Akibatnya, ia lebih memilih untuk fokus pada pekerjaannya dan menghindari hubungan yang terlalu dalam.
Berdasarkan teori Erik Erikson, Anton mengalami konflik dalam tahap:
Industri vs. Inferioritas
Identitas vs. Kekacauan Peran
Generativitas vs. Stagnasi
Intimasi vs. Isolasi
Integritas vs. Keputusasaan
Siti, seorang wanita berusia 65 tahun, mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, berpakaian, dan mengonsumsi obat-obatan sesuai jadwal karena kondisi arthritis yang semakin parah. Anak-anaknya sering membantu memenuhi kebutuhannya, tetapi terkadang mereka tidak selalu ada di rumah. Perawat yang menangani Siti menyusun rencana perawatan yang mencakup bantuan langsung dalam aktivitas sehari-hari serta edukasi kepada keluarganya tentang cara merawat Siti dengan lebih baik. Berdasarkan teori Self-Care Deficit Nursing Theory dari Dorothea Orem, kondisi Siti mencerminkan:
Sistem pendukung pendidikan (supportive-educative system)
Sistem perawatan sebagian (partially compensatory system)
Sistem perawatan total (wholly compensatory system)
Perawatan mandiri sepenuhnya (self-care agency)
Perawatan kolaboratif antara pasien dan perawat tanpa bantuan keluarga.
Budi, seorang pria berusia 45 tahun, baru saja didiagnosis menderita diabetes mellitus. Awalnya, ia merasa stres dan sulit menerima kondisinya. Namun, setelah mendapatkan edukasi dari perawat tentang pentingnya pola makan sehat, olahraga teratur, dan manajemen stres, Budi mulai menyesuaikan gaya hidupnya. Ia kini rutin memantau kadar gula darahnya, mengikuti program diet yang dianjurkan, serta bergabung dalam komunitas penderita diabetes untuk mendapatkan dukungan sosial. Berdasarkan Model Adaptasi Roy, respons adaptasi yang ditunjukkan oleh Budi termasuk dalam:
Mode fungsi fisiologis-fisik
Mode konsep diri
Mode fungsi peran
Mode interdependensi
Mode coping maladaptive
Seorang anak berusia 2 tahun sering menunjukkan perilaku tantrum ketika keinginannya tidak terpenuhi. Orang tuanya mengeluhkan bahwa anaknya sulit ditenangkan dan sering menangis berlebihan. Sebagai perawat, intervensi yang paling tepat dalam menangani masalah ini adalah:
Mengabaikan anak saat tantrum agar ia belajar mengendalikan emosinya sendiri.
Memenuhi semua keinginannya agar tantrum segera berhenti
Memberikan penguatan positif ketika anak menunjukkan perilaku yang lebih tenang dan mengajari orang tua teknik distraksi
Menghukum anak setiap kali ia mengalami tantrum agar ia tidak mengulanginya
Mengisolasi anak dari lingkungan sosial hingga ia bisa mengendalikan emosinya
Budi, anak berusia 8 tahun, terlihat kurang percaya diri di sekolah. Ia sering merasa takut mencoba hal baru dan selalu merasa gagal sebelum memulai. Dalam asuhan keperawatan sehat jiwa, strategi yang paling sesuai untuk membantu Budi meningkatkan rasa percaya dirinya adalah:
Membiarkan anak mengalami kegagalan agar belajar dari kesalahan
Menghindarkan anak dari segala tantangan yang bisa membuatnya cemas
Memberikan hadiah setiap kali anak menunjukkan keberanian, tanpa melihat prosesnya
Memberikan dorongan positif, melibatkan anak dalam aktivitas yang sesuai dengan kemampuannya, dan memberikan apresiasi atas usahanya
Memaksa anak untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi agar ia terbiasa menghadapi tantangan
Seorang remaja berusia 16 tahun sering merasa tidak percaya diri dengan penampilannya dan membandingkan dirinya dengan teman-temannya di media sosial. Ia menjadi mudah cemas dan menghindari pergaulan. Intervensi keperawatan yang paling tepat untuk membantu remaja ini adalah:
Menyarankan remaja untuk menghindari media sosial sepenuhnya
Menyuruh remaja untuk mengubah penampilannya agar lebih percaya diri
Membantu remaja memahami konsep penerimaan diri, meningkatkan kesadaran akan kelebihan dirinya, dan mengembangkan pola pikir positif
Memintanya untuk selalu mengikuti tren agar lebih diterima oleh teman-temannya
Membatasi interaksi sosialnya agar tidak semakin cemas
Seorang pria berusia 70 tahun yang baru saja pensiun merasa kehilangan tujuan hidupnya. Ia sering merasa kesepian dan tidak lagi berguna bagi keluarganya. Dalam pendekatan keperawatan sehat jiwa, tindakan yang paling tepat untuk membantunya adalah:
Menyarankan agar ia lebih banyak menghabiskan waktu sendiri untuk merenung
Mengalihkan pikirannya dengan menonton televisi sepanjang hari
Mendorongnya untuk tetap aktif dalam komunitas, melakukan kegiatan sosial, dan mencari hobi baru
Memintanya untuk menerima keadaannya dan tidak berharap banyak dalam hidupnya
Mengajarkan cara untuk menghindari interaksi sosial agar tidak merasa kecewa
Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai konsep keperawatan jiwa sehat sepanjang rentang kehidupan?
Kesehatan jiwa hanya penting pada masa dewasa karena stres lebih tinggi pada periode ini.
Konsep kesehatan jiwa sepanjang rentang kehidupan mencakup keseimbangan emosi, sosial, dan psikologis individu di setiap tahap kehidupan.
Anak-anak tidak mengalami gangguan jiwa karena belum memiliki stresor yang kompleks.
Lansia tidak memerlukan perawatan kesehatan jiwa karena mereka sudah cukup matang dalam mengendalikan emosi.
Remaja adalah satu-satunya kelompok usia yang paling rentan mengalami gangguan jiwa.
Salah satu keterampilan komunikasi terapeutik dalam keperawatan jiwa adalah refleksi. Apa yang dimaksud dengan refleksi dalam komunikasi terapeutik?
Menunjukkan empati dengan mengulang kembali kata-kata pasien untuk memastikan pemahaman.
Memberikan saran langsung agar pasien dapat segera mengambil keputusan yang benar.
Menceritakan pengalaman pribadi perawat untuk menunjukkan bahwa perawat memahami kondisi pasien.
Menghindari pembicaraan emosional agar pasien tidak semakin stres.
Mengoreksi pemikiran pasien agar sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Salah satu aspek penting dalam keperawatan jiwa adalah pencegahan bunuh diri. Apa yang sebaiknya dilakukan perawat jika menemui pasien dengan risiko tinggi melakukan bunuh diri?
Segera meninggalkan pasien agar tidak memberikan tekanan tambahan.
Memberikan motivasi secara langsung dengan mengatakan bahwa bunuh diri adalah tindakan yang salah.
Mengawasi pasien secara ketat dan melakukan intervensi keamanan yang diperlukan.
Membiarkan pasien sendiri untuk memberikan ruang agar mereka bisa menenangkan diri.
Memberikan saran agar pasien mencari dukungan sosial tanpa perlu pengawasan lebih lanjut.
Interaksi manusia, struktur Masyarakat dan faktor budaya, nilai dan norma akan mempengaruhi kehidupan seorang ODGJ di masyarakat, hal tersebut menggambarkan bagaimana konsep factor social berpengaruh dalam….
Sosiokultural
Budaya
Spiritual
Lingkungan
Adat istiadat
Kondisi yang mempengaruhi pola piker, perasaan, perilaku dan fungsi sosial adalah....
Gangguan Jiwa
Gangguan psikologis
Gangguan kecemasan
Depresi
Skizofrenia
Faktor sosiokultural yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang diantaranya adalah....
Nilai dan norma sosial
Dukungan masyarakat
Status sosia ekonomi
A dan B benar
A dan C benar
Kondisi kesehatan mental berupa depresi klinis yang terjadi pada perempuan hamil dan dapat menjadi awal dari depresi pasca persalinan, merupakan masalah pada....
Depresi pasca persalinan
Depresi antenatal
Depresi post partum
Depresi pada masa nifas
Depresi yang dialami perempuan
Emosi berlebihan yang dialami seorang ibu hamil diantaranya adalah...
Merasa rendah diri, perasaan menggebu-gebu
Mati rasa dan merasakan kebahagiaan yang berlebihan
Mudah menangis dan mudah tersinggung
Mudah berkonsentrasi sehingga semua pekerjaan dapat diselesaikan
Memiliki perasaan sayang terhadap bayi secara berleibhan
Kecemasan selama kehamilan sering terjadi karena beberapa faktor, diantaranya...
Perubahan hormon
Kekhawatiran proses persalinan
Kekhawatiran kesehatan bayi
Benar semua
Salah semua
Dampak gangguan kejiwaan yang ditimbulkan pada ibu hamil untuk bayinya adalah...
Resiko perilaku tidak sehat
Pertumbuhan janin terhambat
Komplikasi kehamilan
Kesulitan dalam ikatan emosional
Dukungan keluarga yang tidak maksimal
Upaya pencegahan kesehatan mental pada ibu hamil diantaranya adalah...
Istirahat yang cukup
Olahraga teratur
Konsumsi makanan bergizi
Salah semua
Benar semnua
Kondisi gangguan kesehatan mental yang terjadi setelah bayi dilahirkan ditandai dengan...
Perubahan suasana hati
Kecemasan yang sessat kemudian akan hilang
Kelelahan yang masih dapat dikendalikan
Baby bloues
Bukan salah satu diatas
Gangguan yang dialami ibu post partum dengan kondisi kesehatan mentalnya yang bersifat sementara adalah...
Psikosis post partum
Depresi postpartum
Baby bloues
Halusinasi
Delusi
Gejala yang ditimbulkan pada ibu yang mengalami baby blues adalah...
Mudah marah dan tersinggung
Bahagia berlebihan karena mempunyai bayi
Selalu ceria dan dapat merawat bayinya dengan baik
Gesit dan dapat menunaikan tugasnya dengan baik
Badan sehat segar dan bugar sehingga dapat menyusui bayinya dengan maksimal
Penyebab terjadinya baby blues adalah…
Mudah beradaptasi
Hormon tubuh stabil
Cukup istirahat
Memiliki Riwayat gangguan mental
Memiliki anak lenih banyak
Gangguan mood yang terjadi setelah melahirkan biasa nya dikenal dengan…
Depresi
Perilaku kekerasan
Depresi post partum
Depresi halusinas
Kecemasan berlebi
Gejala yang ditimbulkan pada depresi ibu podt partum adalah…
Riwayat depresi sebelumnbya
Kurangnya dukungan social
Stress ekoniomi
Sedih mendalam dan putus asa
Khawatir berlebihan
Faktor resiko yang terjadi pada ibu post partum adalah...
Perubahan hormon setelah melahirkan
Kekhawatiran yang terus menerus
Kesulitan tidur karena peran barunya
Dukungan sosial yang tinggi
Perasaan takut yang terus menerus
Gejala umum yang terjadi pada ibu post partum dengan kecemasan adalah...
Nafsu makan meningkat
Tidur yang nyenyak
Iritabilitas atau mudah marah
Mudah berkonsentrasi
Tanda - tanda vital dalam batas normal
Bila seorang ibu post partum mengalami halusinasi auditorik, adanya delusi bahkan sampai ada pikiran untuk bunuh diri, hal tersebut merupakan gejala ibu post partum mengalami...
Psikosis postpartum
Baby blues
Kecemasan berlebih
Depresi post partum
Halusinasi
Gangguan jiwa pada ibu post partum secara fisik menunjukkan...
Gangguan tidur, penurunan energi, kelelahan berlebihan dan perubahan nafsu makan
Depresi, kecemasan berlebihan, mudah tersinggung, perasaan bersalah
Isolasi sosial, sulit berinteraksi
Kesulitan menjalankan peran sebagai ibu
Sulit mengatur rumah tangga dan merawat bayi nya
Konsep dasar sosiokultural model biopsikososial dalam kesehatan jiwa meliputi,...
Biologis, psikologis dan sosial
Perbedaaan budaya dalam memhami gangguan mental
Peran komunitas dalam menjaga kesehatan mental
Benar semua
Salah semua
Faktor sosiokultural yang mempengaruhi kesehatan jiwa adalah...
Persepsi masyarakat terhadap gangguan mental
Pentingnya edukasi tentang kesehatan mental
Kesehatan mental yang menunjang dengan diagnosanya
Benar semua
Salah semua
Perawatan pasien gangguan jiwa sebelum tahun 1890 lebih menekankan pada menjaga, menemani dan memenuhi kebutuhan ADL, yaitu…
humanity care
individual care
custodial care
sociality care
human need care
Konsep perawatan pasien jiwa custodial care yang dilakukan perawat zaman dulu bersifat tertutup dan……
solutive
isolative
supportive
constructive
reconstructive
Sekolah Perawat Kesehatan yang didirikan tahun 1883 di Mclean Hospital mengembangkan perawatan pasien gangguan jiwa yang berorientasi pada…
fisik
sosial
mental
spiritual
fisik dan mental
John Hopkins memasukan keperawatan psikiatri dalam kurikulum di sekolah perawat pada tahun 1913, antara lain…
terapi motorik
terapi sensorik
terapi somatik
terapi neurotik
terapi psikiatri
Peplau pada tahun 1952 mengembangkan konsep teori keperawatan yang mendukung dalam perawatan psikiatri, yaitu…
komunikasi terapeutik
hubungan interpersonal
proses keperawatan psikiatrik
komunikasi efektif perawat-klien
manajemen asuhan keperawatan
Fokus keperawatan psikiatri pada tahun 1960, yaitu implementasi perawatan, konsultasi dalam komunitas dan…
Prevensi primer
Prevensi tersier
Prevensi holisti
Prevensi sekunder
Prevensi komprehensif
Pengembangan kerangka kerja praktik keperawatan dimulai pada tahun 1970, yaitu proses keperawatan dan…
teori keperawatan
model keperawatan
falsafah keperawatan
paradigma keperawatan
standar praktik keperawatan
Keperawatan kesehatan mental psikiatrik merupakan suatu bidang spesialisasi praktek keperawatan. Pernyataan tersebut dinyatakan oleh…
PPNI
ANA
AIPNI
AIPVIKI
UUK
Pada zaman kolonial sebelum ada Rumah Sakit Jiwa, pasien yang mengalami gangguan jiwa ditampung di…
Puskesmas
Panti werdha
Rumah singgah
Rumah Sakit Umum
Rumah sakit ketergantungan obat
Upaya kesehatan Jiwa di Indonesia mengalami perkembangan dengan didirikannya RSJ pertama pada tahun 1882, yaitu…
RSJ Bogor
RSJ Cisarua
RSJ Lawang
RSJ Sabang
RSJ Magelang
Terapi kerja dalam perawatan pasien gangguan jiwa mulai dikembangkan seperti menggarap lahan pertanian pada…
Tahun 1910
Tahun 1920
Tahun 1930
Tahun 1940
Tahun 1950
Dalam meningkatkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia, pada tahun 1947 pemerintah membentuk…
Jawatan Urusan Penyakit Jiwa
Jawatan Urusan Kesehatan jiwa
Jawatan Urusan Orang Dengan Gangguan Jiwa
Jawatan Urusan Penanggulangan Penyakit Jiwa
Jawatan Urusan Orang Dengan Masalah Kejiwaan
Pemerintak menetapkan Undang-Undang Kesehatan Jiwa yang pertama kali pada tahun 1966, yaitu…
UU Kesehatan Jiwa No. 2 tahun 1966
UU Kesehatan Jiwa No. 3 tahun 1966
UU Kesehatan Jiwa No. 4 tahun 1966
UU Kesehatan Jiwa No. 5 tahun 1966
UU Kesehatan Jiwa No. 6 tahun 1966
Tren pelayanan pasien gangguan mental psikiatri dalam era globalisasi antara lain perubahan hospital based care menjadi community based care yang menekankan pada aspek preventif dan…
Kuratif
Promotif
Recovery
Rehabilitatif
Partial hospitalization
Pernyataan di bawah ini sesuai dengan definisi Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK), yaitu…
Orang yang memiliki masalah fisik
Orang yang mengalami gangguan pikiran
Orang yang mengalami gangguan perilaku
Orang yang mengalami gangguan perasaan
Orang yang mengalami hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia
Pernyataan di bawah ini sesuai dengan definisi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), yaitu…
Orang yang memiliki masalah fisik
Orang yang memiliki masalah mental
Orang yang memiliki gangguan pikiran
Orang yang meiliki masalah perkembangan
Orang yang memiliki masalah kualitas hidup
Aktivitas yang merupakan salah satu area utama dalam melaksanakan peran dan dan fungsi perawat menurut Suart Sundeen, yaitu…
aktivitas perawat dalam komunikasi
aktivitas perawat dalam melakukan pengkajian
aktivitas perawat dalam penentuan tujuan keperawatan
aktivitas perawat dalam perumusan masalah kesehatan
aktivitas perawat dalam pelaksanaan tindakan keperawatan
Elemen peran keperawatan jiwa dalam hubungan perawat-klien, yaitu
advokasi profesi
kompetensi klinik
tanggung gugat fiskal
tanggung jawab social
kerjasama lintas sektor
Memberikan pelayanan kesehatan jiwa berupa penyuluhan tentang prinsip-prinsip sehat jiwa, merupakan…
prevensi primer
prevensi sekunder
prevensi tersier
prevensi resiko
prevensi kuratif
Memberikan perawatan “partial hospitalization”, merupakan pelayanan Kesehatan jiwa tingkat…
prevensi primer
prevensi sekunder
prevensi tersier
prevensi resiko
prevensi kuratif
Peran perawat dalam tingkat pelayanan prevensi primer, yaitu…
melaksanakan intervensi krisis
melakukan pelayanan kedaruratan
menciptakan lingkungan terapeutik
memberikan konsultasi klien gangguan jiwa
melakukan rujukan sebelum gangguan jiwa
Peran perawat dalam tingkat pelayanan prevensi sekunder, yaitu…
memberikan penyuluhan Kesehatan jiwa
memberikan pelayanan kedaruratan psikiatri
memberikan Pendidikan Kesehatan dalam kondisi normal
membantu klien untuk menghindari masalah Kesehatan jiwa
bersama keluarga memberikan dukungan pada anggota keluarganya yang ODGJ
Peran perawat dalam tingkat pelayanan prevensi tersier, yaitu…
melakukan latihan vokasional
melaksanakan intervensi krisis
melakukan pelayanan kedaruratan
melakukan skrining kesehatan jiwa
menciptakan lingkungan terapeutik
Perawat kesehatan jiwa harus bekerjasama dengan klien dan keluarganya dalam…
menentukan hasil pengkajian
merumuskan diagnosa keperawatan
merencanakan tindakan keperawatan
menentukan keputusan masalah Kesehatan klien
melakukana evaluasi perkembangan Kesehatan klien
Prinsip etik keperawatan jiwa, melakukan tindakan tanpa bahaya, tidak menambah penderitaan dan tidak mengurangi kebebasan orang lain, yaitu...
beneficence
non-maleficience
veracity
justice
fidelity
