Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Pengambilan Sampel Biji-bijian

Total questions: 96

Worksheet time: 51mins

Name
Class
Date
1.

Menurut Pedoman Teknik Pengambilan Sampel Biji-bijian untuk Benih (Barantan, 2007) untuk benih padi maksimum ukuran lot adalah 25 000 kg dan jumlah minimum sampel kiriman adalah

a)

100 g

b)

200 g

c)

300 g

d)

400 g

e)

500 g

2.

Menurut Pedoman Teknik Pengambilan Sampel Biji-bijian untuk Benih (Barantan, 2007) untuk benih jagung maksimum ukuran lot adalah 40 000 kg dan jumlah minimum sampel kiriman adalah

a)

200 g

b)

300 g

c)

400 g

d)

500 g

e)

1000 g

3.

Menurut Pedoman Teknik Pengambilan Sampel Biji-bijian untuk Benih (Barantan, 2007) untuk benih padi maksimum ukuran lot adalah 30 000 kg. Bila berat benih padi dalam kontainer 20 ton, sedangkan jumlah kontainer ada 6, maka dengan asumsi benih homogen jumlah lot sampel adalah

a)

2 lot

b)

3 lot

c)

4 lot

d)

5 lot

e)

6 lot

4.

Menurut ISTA, jumlah sampel kerja minimum uji kesehatan benih padi adalah

a)

400 g

b)

200 g

c)

100 g

d)

1000 butir

e)

400 butir

5.

Pernyataan berikut tentang pengambilan sampel merupakan kegiatan yang penting, adalah benar, kecuali

a)

Pengujian menyeluruh terhadap suatu populasi tidak dapat dilakukan

b)

Hasil pengujian suatu lot ditentukan oleh keakuratan pengambilan sampel

c)

Sumber keragaman hasil uji berasal dari keragaman dalam proses pengambilan sampel

d)

Kesalahan dalam pengambilan sampel berpengaruh kepada hasil pengujian laboratorium

e)

Hasil pengujian hanya berlaku untuk sampel uji, tidak untuk seluruh partai kiriman

6.

Sampel yang dikirim ke laboratorium untuk tujuan pengujian di sebut

a)

Sampel primer

b)

Sampel campuran

c)

Sampel kiriman

d)

Sampel kerja

e)

Sub-sample

7.

Rangkaian proses yang perlu dilakukan terhadap sampel campuran dalam rangka menyiapkan sampel kiriman yang baik, kecuali

a)

Melakukan pencampuran sampel primer menjadi sampel campuran

b)

Melakukan homogenisasi sampel campuran

c)

Menentukan ukuran sampel kiriman

d)

Melakukan pengurangan /pembagian sampel campuran untuk menyiapkan sampel kiriman

e)

Melakukan pengepakan, penyegelan dan pelabelan sampel kiriman

8.

Spesies bakteri berikut adalah OPTK A2

a)

Pantoea stewartii dan Pectobacterium atrosepticum

b)

Clavibacter michiganensis subsp. michiganensis dan Leifsonia xyli subsp. xyli

c)

Pectobacterium carotovorum dan Pantoea ananatis

d)

Dickeya chrysanthemi dan Pantoea agglomerans

e)

Ralstonia solanacearum dan Liberobacter solanacearum

9.

Proses mendapatkan dan memisahkan bakteri patogen dari microorganisme lain dengan menumbuhkan pada media buatan disebut

a)

Inokulasi

b)

Isolasi

c)

Reproduksi

d)

Infeksi

e)

Kulturisasi

10.

Identifikasi bakteri dengan uji konvensional (diagnostik agar) memerlukan hal-hal sebagai berikut, kecuali

a)

Isolasi dan pemurnian bakteri

b)

Uji morfologi

c)

Uji fisiologi dan biokimia

d)

Uji pathogenisitas

e)

Uji serologi

11.

Bahan dan peralatan yang diperlukan dalam uji ELISA kecuali

a)

Kit antibody

b)

Plate ELISA

c)

Tip dan Mikropipet

d)

Bufer uji ELISA

e)

Mikroskop

12.

Urutan uji ELISA : coating sampel, antibody, konjugat, substrat bufer adalah

a)

Indirect ELISA

b)

Direct ELISA

c)

DAS ELISA

d)

TAS ELISA

e)

DAS Indirect ELISA

13.

Deteksi dan identifikasi dengan uji ELISA maupun PCR terhadap benih, kadang-kadang memerlukan tahap germinasi benih bertujuan untuk?

a)

Meningkatkan sensitifitas pengujian

b)

Meningkatkan jumlah benih terinfeksi

c)

Menghitung daya kecambah

d)

Menghitung vigor benih

e)

Mengetahui kemurnian benih

14.

Bakteri yang mempunyai flagela di kedua ujung selnya dikelompokkan ke dalam?

a)

Monotrik

b)

Ampitrik

c)

Lopotrik

d)

Peritrik

e)

Eksotrik

15.

Gejala penyakit yang disebabkan oleh Phytoplasma antara lain:

a)

Menguning, sapu setan, kerdil, nekrosis

b)

Virescens, phyllody, busuk lunak, nekrosis

c)

Phyllody, sapu setan, menguning, hyperplasia

d)

Menguning, layu pembuluh, kerdil

16.

Cara penularan Phytoplasma yang belum dapat dibuktikan kebenarannya adalah ?

a)

Stek batang/daun

b)

Penyambungan

c)

Tali putri

d)

Benih

e)

Serangga vektor

17.

Ciri-ciri Phytoplasma terkait antibiotik

a)

Tahan terhadap Penisilin dan Tetrasiklin

b)

Sensitif terhadap penisilin dan tetrasiklin

c)

Sensitif terhadap penisilin, tahan terhadap tetrasiklin

d)

Sensitif terhadap tetrasiklin, tahan terhadap penisilin

e)

Sensitif terhadap penisilin, dan toleran terhadap tetrasiklin

18.

Deteksi dan identifikasi Phytoplasma dapat menggunakan metode berikut, kecuali

a)

Sekuensing

b)

Real Time PCR

c)

Nested PCR

d)

RFLP

e)

Fisiologi dan Biokimia

19.

Ekstra kromosomal DNA bakteri

a)

Plastid

b)

Sitokrom

c)

Plasmid

d)

Ribosom

e)

Mitokondria

20.

Bagaimana kondisi penyimpanan antisera agar dapat bertahan lama ?

a)

Suhu ruang

b)

Refrigerator 4 - 8°C

c)

Freezer 0 °C

d)

Freezer - 20°C

e)

Freezer - 70°C

21.

Bagaimana kondisi penyimpanan DNA agar dapat bertahan lama ?

a)

Suhu ruang

b)

Suhu 10-15°C

c)

Refrigerator 4 - 8 °C

d)

Freezer 0 °C

e)

Freezer ≤ - 20°C

22.

Untuk mengambil sampel MP OPTK serealia dalam karung dengan posisi pengambilan miring dapat digunakan alat berikut ?

a)

Sleeve trier

b)

Spatula

c)

Nobbe trier

d)

Sendok

e)

Pelican sampler

23.

Berikut merupakan hal-hal yang perlu dicatat oleh Petugas Pengambil Sampel benih, kecuali?

a)

Ukuran lot

b)

Tujuan pemasukan benih

c)

Nama spesies dan atau varietas benih

d)

Tanggal dan tempat pengambilan sampel

e)

Jumlah dan ukuran kemasan

24.

Berikut termasuk perlengkapan pengambilan sampel, kecuali:

a)

Pakaian seragam karantina

b)

Peralatan pengambilan sampel

c)

Wadah sampel

d)

Alat keselamatan kerja

e)

Sarana dokumentasi

25.

Metode deteksi bersifat kuantitatif

a)

DAS-ELISA

b)

Indirect-ELISA

c)

PCR

d)

qPCR

e)

RT-PCR

26.

Pernyataan yang benar tentang Real-Time PCR kecuali

a)

Tidak memerlukan tahap elektroforesis

b)

Dapat menggunakan mesin PCR biasa

c)

Amplifikasi dapat diamati pada setiap siklus PCR

d)

Deteksi lebih spesifik bila menggunakan DNA probe

e)

Dapat digunakan sebagai quantitatif PCR

27.

Kelebihan metode Blotter test untuk uji kesehatan benih, kecuali

a)

Patogen dapat dideteksi dengan cepat berdasarkan karakter pertumbuhannya

b)

Berguna untuk deteksi cendawan terbawa benih

c)

Berguna untuk deteksi bakteri terbawa benih

d)

Ekonomis

e)

Praktis dan mudah dilakukan

28.

Pernyataan metode cawan agar untuk uji kesehatan benih dengan target bakteri patogen terbawa benih adalah benar, kecuali

a)

Media agar dapat ditambahkan fungisida untuk mencegah pertumbuhan cendawan

b)

Media agar semi selektif/selektif dapat digunakan untuk deteksi bakteri tertentu

c)

Menggunakan cawan petri steril dalam jumlah besar

d)

Sterilisasi permukaan benih perlu dilakukan untuk menghindari pertumbuhan kontaminan

e)

Memerlukan waktu singkat

29.

Uji kesehatan benih dengan target bakteri biasanya memerlukan inkubasi benih dalam buffer saline pada suhu 4°C selama 16 -18 jam sebelum dilakukan plating suspensi benih pada media agar. Tujuan tahap ini adalah, kecuali

a)

Mencegah mikroorganisme kontaminan berkembang biak

b)

Mencegah bakteri target berkembang biak, sehingga diperoleh data populasi yang mendekati nilai benar pada benih

c)

Memberi kesempatan kepada bakteri target untuk keluar dari jaringan benih

d)

Membantu bakteri target berkembang biak

e)

Membantu bakteri target bertahan hidup di dalam larutan buffer

30.

Metode standar yang dapat menjadi acuan pengujian kesehatan benih

a)

Metode pengujian kesehatan benih ISTA

b)

Metode yang dikembangkan oleh laboratorium UPT

c)

Metode dari berbagai jurnal 

d)

Metode yang diajarkan di universitas 

e)

Semua benar

31.

Gejala tanaman terserang bakteri patogen antara lain, kecuali

a)

Busuk lunak

b)

Layu pembuluh

c)

Hawar

d)

Kanker

e)

Mosaic

32.

Berikut adalah OPTK A1 dari golongan bakteri menurut Permentan 31/2018

a)

Dickeya solani, Dickeya dianthicola

b)

Pseudomonas syringae, Pseudomonas viridiflava

c)

Acidovorax avenae, Acidovorax citrulli

d)

Pantoea stewartii, Pantoea ananatis

e)

Burkholderia glumae, Burkholderia gladioli

33.

Bakteri OPTK berikut termasuk bakteri Gram positif

a)

Pectobacterium atrosepticum

b)

Rhodococcus fascians

c)

Xylella fastidiosa

d)

Ralstonia syzygii subsp. syzygii

e)

Pseudomonas syringae pv. lachrymans

34.

Pada uji ELISA, setiap setelah inkubasi, cairan pada sumuran plate dibuang dan mikroplateplate dicuci dengan menggunakan larutan apa?

a)

PBST

b)

ECI Buffer

c)

Larutan GEB

d)

ECM Buffer

e)

PNPP buffer

35.

Deteksi dan identifikasi bakteri pada benih dapat menggunakan metode?

a)

Pengamatan langsung, Diagnostik Agar, ELISA

b)

Blotter test, Diagnostik Agar, PCR

c)

Diagnostik Agar, PCR, ELISA

d)

Growing on test, Blotter test, Diagnostik Agar

e)

Pengamatan langsung, growing on test, ELISA

36.

Jenis OPT yang merupakan organisme 1 sel

a)

Virus

b)

Viroid

c)

Cendawan

d)

Bakteri

e)

Bakteriofage

37.

Karakter dinding sel suatu bakteri dapat diketahui melalui uji?

a)

Oxidase

b)

Pewarnaan gram

c)

Catalase

d)

Oksidatif/ermentatif

e)

Pewarnaan negatif

38.

Bakteri menempel pada substrat atau inang menggunakan ?

a)

Dinding sel

b)

Membran sel

c)

Flagela

d)

Pili

e)

Kapsul

39.

Protein spesifik dari patogen yang menjadi target uji serologi disebut

a)

Antibodi

b)

Antigen

c)

Cojugate

d)

Substrat

e)

Epitope

40.

Bila dalam pengujian ELISA, terjadi perubahan warna pada sumur kontrol negatif, pernyataan yang tidak benar adalah

a)

Hasil pengujian tidak dapat diterima dan harus diulang

b)

Kemungkinan terjadi kontaminasi

c)

Kemungkinan proses pencucian kurang sempurna

d)

Kemungkinan konsentrasi Antibody terlalu tinggi

e)

Kemungkinan pembacaan terlalu lama dan reaksi tidak dihentikan dengan 3 M NaOH

41.

Dalam pengujian PCR, hasil elektroforesis menunjukan terdapat pita DNA tambahan selain amplikon target, pernyataan yang tidak benar adalah

a)

Kemungkinan primer tidak spesifik

b)

Kemungkinan konsentrasi DNA terlalu tinggi

c)

Kemungkinan konsentrasi primer terlalu tinggi

d)

Kemungkinan annealing terlalu rendah

e)

Kemungkinan mesin elektroforesis bermasalah

42.

Hasil sekuensing menunjukan pada dendogram terdapat banyak double pick, pernyataan yang tidak benar adalah

a)

Kemungkinan terdapat lebih dari satu template pada reaksi

b)

Kemungkinan template tidak dipurifikasi sebelum sekuensing

c)

Kemungkinan konsentrasi template terlalu tinggi

d)

Kemungkinan primer universal

e)

Kemungkinan annealing terlalu rendah

43.

Dalam deteksi OPTK secara molekuler, pengujian sekuensing perlu dilakukan dengan alasan berikut kecuali

a)

Dilakukan pada setiap hasil pengujian PCR positif

b)

Bila ada permintaan konfirmasi lebih lanjut hasil uji PCR positif

c)

Hasil uji PCR suatu kultur bakteri positif menggunakan primer universal

d)

Untuk tujuan penelitian lebih lanjut

e)

Laboratorium perlu mengkonfirmasi hasil uji PCR, bila suatu OPTK pertama kali terdeteksi

44.

Pernyataan yang benar tentang deteksi dan identifikasi bakteri, kecuali

a)

Metode pengujian konvensional memerlukan tahap isolasi dan pemurnian bakteri

b)

Metode ELISA mempunyai kelebihan dapat melakukan pengujian sampel dalam jumlah besar dalam waktu singkat

c)

Deteksi dengan metode konvensional banyak digunakan karena akurat dan cepat

d)

Pengujian PCR merupakan teknik pengujian yang cepat, akurat, sensitif, dan spesifik

e)

Metode PCR dapat digunakan untuk pengujian patogen dari kultur atau langsung dari sampel tanaman 

45.

Metode pengujian konvensional memerlukan tahap isolasi dan pemurnian bakteri

a)

Metode ELISA mempunyai kelebihan dapat melakukan pengujian sampel dalam jumlah besar dalam waktu singkat

b)

Deteksi dengan metode konvensional banyak digunakan karena akurat dan cepat

c)

Pengujian PCR merupakan teknik pengujian yang cepat, akurat, sensitif, dan spesifik

d)

Metode PCR dapat digunakan untuk pengujian patogen dari kultur atau langsung dari sampel tanaman

e)

Deteksi dengan metode konvensional banyak digunakan karena akurat dan cepat

46.

OPTK bakteri yang terdapat pada tanaman kentang

a)

Clavibacter michiganensis subsp. michiganensis

b)

Clavibacter michiganensis subsp. tessellarius

c)

Clavibacter michiganensis subsp. insidiosus

d)

Clavibacter michiganensis subsp. nebrakensis

e)

Clavibacter michiganensis subsp. sepedonicus

47.

Target pengujian ELISA adalah

a)

DNA/RNA

b)

Protein

c)

Asam lemak

d)

Monosakarida

e)

Polisakarida

48.

Berikut ini analisis yang bisa diajukan jika pada pelaksanaan uji ELISA tidak muncul warna kuning pada kontrol positif, kecuali :

a)

Tahapan yang dilakukan tidak lengkap/salah

b)

Buffer yang digunakan tidak tepat

c)

Antiserum dan konjugat yang digunakan sudah kadaluarsa

d)

Positif kontrol yang digunakan sudah lemah atau sudah tidak efektif

e)

Proses pencucian tidak optimal

49.

Berikut pernyataan tentang primer PCR untuk deteksi OPTK yang baik, kecuali

a)

Spesifik terhadap spesies

b)

Perbedaan Tm sepasang primer sebaiknya tidak lebih dari 5oC

c)

Jumlah Basa G dan C (GC content) di dalam primer yang ideal sekitar 40-60%

d)

Hindari terdapatnya struktur sekunder (hairpin, primer dimer)

e)

Panjang optimal primer 10-15 bp

50.

ISPM No. 31 merupakan panduan pengambilan sampel untuk tujuan

a)

Pengujian kesehatan benih

b)

Inspeksi dan pengujian barang kiriman kelompok PSAT

c)

Inspeksi dan pengujian barang kiriman untuk memenuhi persyaratan karantina tumbuhan

d)

Survei dan pemantauan derah sebar OPTK

e)

Pre Shipment Inspection

51.

Metode sampling pada ISPM No. 31, kecuali

a)

Zig Zag Sampling

b)

Simple Random Sampling

c)

Systematic Sampling

d)

Stratified Sampling

e)

Sequential sampling

52.

Pest Free Area (PFA) merupakan salah satu fasilitas pendukung dalam akselerasi ekspor komoditas tumbuhan dan produknya di suatu negara. Standar internasional yang terkait dengan PFA adalah :

a)

ISPM 4 dan ISPM 29

b)

ISPM 26

c)

ISPM 4 dan ISPM 26

d)

ISPM 4, ISPM 26 dan ISPM 29

e)

ISPM 29

53.

Beberapa hal yang mendukung tersedianya lokasi PFA di suantu negara antara lain :

a)

Adanya barrier alami yang mendukung disertai dengan Zona Penyangga (Buffer Zone)

b)

Adanya Sistem Monitoring OPT yang menjadi target PFA

c)

Adanya batas-batas fisik lokasi PFA yang dilengkapi dengan peta wilayah

d)

Jawaban A dan C betul

e)

Jawaban A, B dan C benar

54.

Indonesia sebagai negara pengimpor komoditas buah segar dan sayur buah segar mempunyai kepentingan terhadap informasi teknis penting kondisi PFA di negara asal antara lain, kecuali :

a)

Situasi OPTK di lokasi PFA negara asal

b)

Proses budidaya di lokasi PFA

c)

Proses Pasca Panen dari lokasi PFA dan transportasi di Packing House

d)

Sistem pengelolaan PFA termasuk monitoring OPTK

e)

Jumlah tanaman buah dan sayur buah segar di lokasi PFA

55.

Negara, atau bagian dari suatu negara yang bebas OPTK tertentu berdasarkan bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan serta secara resmi dikelola oleh pemerintah disebut

a)

Area Bebas OPTK tertentu

b)

Pest Free Production Site

c)

Kawasan Karantina

d)

Area Low Pest Prefalence

e)

Area Pre Border

56.

Australia mempunyai lokasi Fruit Fly Pest Free Area (FF-PFA). Spesies lalat buah OPTK apa yang menjadi target Negara Indonesia

a)

Ceratitis capitata

b)

Bactrocera tryoni

c)

Bactrocera jarvisi

d)

Jawaban A dan B benar

57.

Spesies lalat buah OPTK apa yang menjadi target Negara Indonesia

a)

Bactrocera jarvisi

b)

Ceratitis capitata

c)

Jawaban A dan B benar

d)

Jawaban A, B dan C benar

e)

Bactrocera tryoni

58.

Beberapa hal yang penting mendukung pemeliharaan lokasi PFA di suantu negara antara lain :

a)

Adanya Packing House

b)

Adanya dukungan anggaran untuk pemeliharaan yang cukup

c)

Adanya sistem monitoring OPT target

d)

Adanya iklim yang cocok dil lokasi PFA

e)

Jawaban A dan C benar

59.

Sebukan komponen utama dalam membangun dan mempertahankan PFA

a)

Jawaban A, B dan C Salah

b)

cek untuk memverifikasi area bebas telah dipertahankan

c)

Jawaban A, B, C Betul

d)

Sistem untuk menetapkan area bebas

e)

Langkah-langkah phytosanitary untuk mempertahankan area bebas

60.

Apabila terjadi outbreak di suatu wilayah FF-PFA, maka tindakan korektif harus dilakukan. Beberapa kegiatan tindakan korektif yang dilakukan antara lain, kecuali :

a)

Menetapkan lokasi luasan area pengendalian dan eradikasi

b)

Melakukan penambahan alat perangkap lalat buah

c)

Melakukan fumigasi pada pertanaman buah

d)

Melakukan treatment kimiawi pada tanah di lokasi tertentu

e)

Melakukan perontokan seluruh buah dalam radius tertentu

61.

What the meaning of A production site in which a specific pest is absent, as demonstrated by scientific evidence, and in which, where appropriate, this condition is being officially maintained for a defined period

a)

Packing House

b)

Pest Free Production Site

c)

Pest Free Area

d)

Area Post Entry Quarantine

e)

Kawasan Karantina

62.

What the meaning of Place of production in which a specific pest is absent as demonstrated by scientific evidence and in which, where appropriate, this condition is being officially maintained for a defined period

a)

Kawasan Karantina

b)

Area Post Entry Quarantine

c)

Pest Free Area

d)

Pest Free Place of Production

e)

Pest Free Production Site

63.

Beberapa negara ini telah mendapatkan pengakuan/recognisi sistem pengawasan keamanan pangan segar asal tumbuhan

a)

Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jepang

b)

Selandia Baru, Australia, Amerika Serikat, Italia

c)

Jepang, Kanada, Afrika Selatan, Korea Selatan

d)

Perancis, Chili, Mesir, Jepang

e)

Argentina, Perancis, Italia, Korea Selatan

64.

Badan Karantina Pertanian mempunyai daftar beberapa negara telah mendapatkan registrasi laboratorium pengujian keamanan pangan segar asal tumbuhan, dengan ruang lingkup pengujian antara lain :

a)

Residu pestisida, logam berat, mikotoksin, mikrobiologi

b)

Residu pestisida, logam berat, mikotoksin, nematologi

c)

Residu pestisida, logam mulia, mikotoksin, mikologi

d)

Residu pestisida, logam mulia, mikotoksin, mikrobiologi

e)

Residu pestisida, akarologi, mikotoksin, mikrobiologi

65.

Dalam buah segar impor, seperti apel mempunyai kemungkinan mengandung cemaran berupa Cyprodinil, Salmonella sp. Cemaran ini tergolong :

a)

Cemaran Kimia dan Biologi

b)

Cemaran Fisik

c)

Cemaran Kimiawi

d)

Cemaran Fisik dan Biologi

e)

Cemaran Biologi

66.

Salah satu persyaratan dalam tata cara registrasi dan perpanjangan registrasi laboratorium pengujian keamanan pangan PSAT suatu negara

a)

Menerapkan GAP dan GHP

b)

Menerapkan kebijakan Good Agriculture Ppractice (GAP)

c)

Laboratorium harus terakreditasi

d)

Menerapkan Good Handling Practice (GHP)

e)

Ruang lingkup pengujian yang terakreditasi minimal sesuai dengan jenis PSAT, jenis bahan aktif pestisida yang digunakan di negara asal dan cemaran lainnya sesuai Lampiran I Permentan 55/2016

67.

Persyaratan dokumen bagi negara yang telah diakui sistem pengawasan keamanan PSAT, selain PC adalah :

a)

Prior Notice (Keterangan PSAT)

b)

Sertifikat Hasil Uji / Certificate of Analysis (CoA)

c)

Sertifikat Keamanan Pangan

d)

Prior Notice (Keterangan PSAT) dan Sertifikat Hasil Uji

e)

Prior N

68.

PSAT, selain PC adalah :

a)

Prior Notice (Keterangan PSAT) dan Sertifikat Hasil Uji

b)

Sertifikat Keamanan Pangan

c)

Sertifikat Hasil Uji / Certificate of Analysis (CoA)

d)

Prior Notice (Keterangan PSAT) dan Sertifikat Keamanan Pangan

e)

Prior Notice (Keterangan PSAT)

69.

Persyaratan dokumen bagi negara yang belum diakui sistem pengawasan keamanan PSAT nya dan memiliki laboratorium penguji yang belum diregistrasi selain PC adalah:

a)

Sertifikat Hasil Uji / Certificate of Analysis (CoA)

b)

Prior Notice (Keterangan PSAT)

c)

Prior Notice (Keterangan PSAT) dan Sertifikat Hasil Uji

d)

Prior Notice (Keterangan PSAT) dan Sertifikat Keamanan Pangan

e)

Sertifikat Keamanan Pangan

70.

Persyaratan dokumen bagi negara memiliki laboratorium penguji keamanan PSAT yang telah diregistrasi selain PC adalah:

a)

Sertifikat Keamanan Pangan

b)

Sertifikat Hasil Uji / Certificate of Analysis (CoA)

c)

Prior Notice (Keterangan PSAT) dan Sertifikat Keamanan Pangan

d)

Prior Notice (Keterangan PSAT)

e)

Prior Notice (Keterangan PSAT) dan Sertifikat Hasil Uji

71.

Bidang Karantina Tumbuhan lingkup Pusat KT dan KHN Badan Karantina Pertanian yang berperan dalam inisiasi registrasi laboratorium keamanan PSAT:

a)

Bidang Keamanan Hayati Nabati

b)

Bidang Benih

c)

Bidang Keamanan Pangan

d)

Bidang Impor

e)

Bidang Non Benih

72.

Mengingat ketersediaan agens hayati di dalam negeri masih terbatas, maka pemerintah dan swasta memandang perlu adanya introduksi agens hayati dari luar negeri.  Peraturan perundangan yang mengatur pemasukan agens hayati yaitu :

a)

Kepmentan No 411 Tahun 1995

b)

Permentan No. 42 Tahun 2012

c)

Permentan No. 43 Tahun 2012

d)

Permentan No 09 Tahun 2009

e)

Permentan No 01 Tahun 2018

73.

Pelabuhan laut tempat pemasukan agen hayati sesuai dengan Permentan No 411 tahun 1995 adalah :

a)

Pelabuhan Laut Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanjung Emas

b)

Pelabuhan Udara Soekarno Hatta, Juanda, Ngurah Rai, Ahmad Yani

c)

Pelabuhan Boom Baru, Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Emas

d)

Pelabuhan Boom Baru, Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak

e)

Kantor Pos Medan, Jakarta, Surabaya, Semarang

74.

Semua jenis serangga, nematoda, protozoa, cendawan (fungi), bakteri, virus, mikoplasma serta organisme lainnya dalam semua tahap perkembangannya yang dapat digunakan untuk keperluan pengendalian hama dan penyakit atau organisme pengganggu, proses produksi, pengolahan hasil pertanian dan berbagai keperluan lainnya adalah :

a)

Agens Hayati

b)

Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting (OPTP)

c)

Invasive Aliens Species (IAS)

d)

Predator

e)

Organisme Penggaggu Tumbuhan (OPT)

75.

Sesuai dengan Permentan No 411 Tahun 1995, Izin pemasukan agens hayati hanya dapat diberikan apabila dipenuhi syarat-syarat antara lain, kecuali :

a)

Phytosanitary certificate

b)

orang atau badan hukum yang akan memasukkan agens hayati berdomisili di dalam wilayah negara Republik Indonesia

c)

orang atau badan hukum yang akan memasukkan agens hayati memiliki tenaga ahli yang sekurang-kurangnya berijazah sarjana dan/atau sederajat dalam bidang ilmu terkait

d)

dilengkapi dengan surat keterangan yang menyatakan bahwa agens hayati tersebut diproduksi dan/atau dikirim oleh orang atau badan hukum yang diberi izin untuk itu oleh lembaga yang berwenang di negara asalnya

e)

agens tersebut tidak membahayakan hewan, ikan, tumbuhan, keselamatan dan kesehatan manusia serta lingkungan

76.

Sesuai Permentan No 411 tahun 1995 Permohonan izin pemasukan agens hayati harus diajukan secara tertulis oleh orang atau badan hukum yang akan memasukkannya kepada :

a)

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati

b)

Kepala Badan Karantina Pertanian

c)

Ketua Komisi Agens Hayati

d)

Menteri Pertanian melalui Ketua Komisi Agens Hayati.

e)

Menteri Pertanian

77.

Apabila dari hasil pengamatan agens hayati membahayakan hewan, ikan, tumbuhan, keselamatan dan kesehatan manusia maka:

a)

dilakukan penolakan

b)

dilakukan pelepasan

c)

dilakukan re-ekspor

d)

dilakukan penahanan

e)

dilakukan pemusnahan

78.

Ketentuan dalam Kepmentan No 411 Tahun 1995 tidak berlaku bagi pemasukan

a)

Predator

b)

Agens Hayati serangga

c)

Parasitoid

d)

Parasitoid dan Predator

e)

antibiotika, pestisida biologis dan bahan lainnya yang berasal dari mikro - organisme sejauh bahan tersebut tidak lagi memiliki kemampuan untuk berkembang biak sendiri

79.

What the meaning of Phytosanitary certification and/or clearance in the country of origin, performed by or under the regular supervision of the national plant protection organization of the country of destination

a)

Pre Shipment Inspection

b)

Pre-Border

c)

Pre-Clearence

d)

Pre-Entry Quarantine

e)

Prior Notice

80.

Dalam ketentuan internasional sesuai dengan ISPM 26, untuk mempertahankan status lokasi area bebas lalat buah (Fruit Fly - Pest Free Area), adalah :

a)

A dan B Benar

b)

Melakukan pengendalian terhadap lalu lintas media pembawa ke dalam FF-PFA

c)

A, B, dan C Benar

d)

Adanya corrective action apabila ada deteksi positif dilokasi FF-PFA

e)

Melakukan surveilance

81.

Sesuai dengan ketentuan ISPM 26, berapakah jumlah temuan lalat buah sebagai indikasi pemicu untuk melakukan tindakan koreksi (Corective action) dari spesies target dalam FF-PFA

a)

1 (satu) dewasa atau pradewasa

b)

2 (dua) dewasa atau pradewasa

c)

3 (tiga) dewasa atau pradewasa

d)

4 (empat) dewasa atau pradewasa

e)

5 (lima) dewasa atau pradewasa

82.

Sesuai dengan ketentuan ISPM 26, bahwa frekuensi penggantian trapping dalam suatu area FF-PFA bergantung antara lain dari :

a)

Persistensi atraktan, penempatan trap, kondisi lingkungan, morfologi species lalat buah

b)

Persistensi atraktan, penempatan trap, kondisi lingkungan, biologi species lalat buah

c)

Jenis tanaman, penempatan trap, kondisi lingkungan, biologi species lalat buah

d)

Jenis tanaman, penempatan trap, jenis lalat buah, biologi species lalat buah

e)

Persistensi atraktan, penempatan trap, jenis lalat buah, biologi species lalat buah

83.

Sesuai dengan ketentuan ISPM 26, bahwa frekuensi pemeriksaan trapping secara reguler dalam suatu area FF-PFA bergantung antara lain dari :

a)

Jumlah tangkapan yang diharapkan, tipe trap yang digunakan, jenis atraktan

b)

Jumlah tangkapan yang diharapkan, tipe trap yang digunakan, morfologi lalat buah

c)

Biologi species lalat buah, tipe trap yang digunakan, kondisi cuaca lokasi FF-PFA

d)

Biologi species lalat buah, tipe trap yang digunakan, kondisi pertanaman di lokasi FF-PFA

e)

Biologi species lalat buah, tipe trap yang digunakan, anggaran surveilance

84.

Beberapa peraturan perundangan yang dapat digunakan sebagai acuan kebijakan impor MP OPTK antara lain adalah :

a)

Permentan 42 / 2012, Permentan 43 / 2012, Permentan 09/2009

b)

Permentan 42 / 2012, Permentan 43 / 2012, Permentan 01/2018

c)

Permentan 42 / 2012, Permentan 11 / 2009, Permentan 01/2018

d)

Permentan 42 / 2012, Permentan 43 / 2012, Permentan 11/2009

e)

Permentan 12/2009, Permentan 43 / 2012, Permentan 01/2018

85.

Kegiatan di negara asal yang dapat meminimalkan risiko masuk dan menyebarnya OPTK ke dalam wilayah negara RI adalah :

4 lines
86.

Kegiatan di negara asal yang dapat meminimalkan risiko masuk dan menyebarnya OPTK ke dalam wilayah negara RI adalah :

a)

Pre-Shipment Inspection, Registrasi lab PSAT, Verifikasi FF-PFA di Luar Negeri

b)

Verifikasi PFA di Negara Asal, Kunjungan Studi banding laboratorium

c)

Pre-Shipment Inspection

d)

Kegiatan in Line Inspection

e)

Registrasi lab PSAT, Verifikasi FF-PFA di Luar Negeri

87.

Sistem yang dipersiapkan dengan tujuan untuk percepatan layanan ekspor dan meminimalkan Notification of Non-Compliance di Negara Tujuan adalah

a)

In-Line Inspection

b)

Sistem Area Low Pest Prevalence

c)

Sistem Post Border

d)

Sistem Pemeriksaan Terpadu

e)

Sistem Pre Border

88.

Dalam rangka mempercepat layanan ekspor, maka harus diprioritaskan terhadap media pembawa yang bersifat :

a)

High Risk

b)

Top Risk

c)

Medium Risk

d)

Midle Risk

e)

Low Risk

89.

Tujuan Sistem In-Line Inspection adalah :

a)

Percepatan layanan ekspor

b)

pengangkutan Media pembawa

c)

Pemeriksaan MP OPT

d)

Alat Pemeriksaan Lab

e)

Menghambat perdagangan

90.

Dalam Sistem In-Line Inspection, pemeriksaan kesehatan terhadap media pembawa OPT dilakukan di

a)

Di Pelabuhan Laut

b)

Di Bandara

c)

di Gudang Pemilik yang belum ditetapkan

d)

Di tempat produksi atau tempat pengemasan MP OPT, di luar tempat pengeluaran

e)

di Kantor UPT -KP

91.

Pelaksana In-Line Inspection dilakukan oleh :

a)

Petugas Karantina atau pihak lain yang ditunjuk Kabarantan

b)

Petugas Karantina

c)

Pihak Ketiga

d)

Pihak Lain

e)

Kepala Bidang Karantina Tumbuhan

92.

Jawaban yang paling tepat terhadap tempat produksi yang digunakan sebagai IKT atau untuk pelaksanaan inline inspection harus memenuhi persyaratan yaitu antara lain :

a)

memiliki tempat pengemasan untuk pengelolaan pasca panen (sortasi, grading dan/atau sanitasi)

b)

A, B, dan C Benar

c)

memiliki tempat penyimpanan yang aman dari reinsfestasi dan kontaminasi OPT

d)

Memiliki SDM dan Sarana/prasarana yang diperlukan untuk TKT

e)

A dan B salah

93.

Informasi penting yang perlu digali pada saat melaksanakan in-line inspection di lahan pertanaman/tempat produuksi antara lain :

a)

Catatan asal benih, OPT yang pernah ditemukan, implementasi GAP

b)

Jarak tanam, jumlah tanaman, catatan asal benih

c)

Program pengendalian OPT, Catatan asal benih, jumlah tanaman

d)

Tata cara panen, pengemasan, Jumlah SDM

e)

Catatan asal benih, OPT yang pernah ditemukan, jumlah tanaman

94.

Informasi penting yang perlu digali pada saat melaksanakan in-line inspection di tempat pengemasan antara lain :

a)

Sanitasi lingkungan tempat pengemasan :ruang penerimaan, ruang tempat proses, peralatan yg digunakan;

b)

SOP pembersihan, penyortiran, dan pengemasan;

c)

Luas Packing house, Jumlah kemasan, jumlah pekerja di Packing House

d)

A, B, dan C Benar

e)

Bentuk,jenis dan bahan yg digunakan sbg kemasan

95.

Peraturan perundangan yang dapat digunakan dalam kebijakan ekspor adalah :

a)

Permentan No 09/2009

b)

Permentan 42/2012

c)

Permentan 43 / 2012

d)

Permentan No 01/2017

e)

Permentan No 12/2009

96.

Beberapa keuntungan penerapan Sistem In-Line Inspection yang paling tepat adalah :

a)

Adanya percepatan layanan ekspor serta peningkatan efektifitas dan efisiensi sumber daya

b)

Peningkatan efektifitas dan efisiensi sumber daya

c)

Adanya percepatan layanan ekspor

d)

Meningkatkan mutu produk tumbuhan, proses lebih sederhana

e)

Menjamin tidak ada Notification of Compliance (NNC) di negara tujuan ekspor