Font size
WorksheetsPerbedaan tes diagnostik, formatif, dan sumatif
Total questions: 13
Worksheet time: 26mins
Tes diagnostik adalah suatu bentuk asesmen yang dirancang untuk mengidentifikasi (a) dan kelemahan peserta didik dalam bidang tertentu (b) proses pembelajaran dimulai. Tes ini bertujuan untuk memberikan informasi mendalam mengenai (c) , keterampilan, atau kesulitan yang dihadapi individu dalam suatu subjek, sehingga pendidik dapat merancang (d) pembelajaran yang lebih sesuai dengan (e) peserta didik (Gronlund & Waugh, 2009).
Kelompokkan sesuai dengan kategorinya masing-masing!
hasil belajar siswa ditulis dalam bentuk catatan tidak formal dan biasanya disertai umpan balik
hasil belajar siswa dilaporkan dalam bentuk rapor
dicatat dalam bentuk profil
Pasangkan dengan jawaban yang tepat!
Diagnostik
Pada waktu awal pembagian kelas
Formatif
Selama pembelajaran berlangsung
Sumatif
Pada akhir semester
Kelompokkan sesuai dengan kategorinya masing-masing!
Menentukan apakah prasyarat sudah dikuasai atau belum
Menentukan kesulitan belajar siswa
Menentukan posisi kemampuan siswa dibanding teman sekelasnya
Mengetahui perkembangan belajar siswa
Mengetahui kesulitan belajar siswa disertai umpan balik
Memberikan tanda bahwa siswa ybs telah selesai mengikuti suatu program pendidikan
Kelompokkan sesuai dengan kategorinya masing-masing!
Dilakukan sebelum pembelajaran untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan peserta didik.
Dilakukan selama proses pembelajaran untuk memantau perkembangan belajar.
Dilakukan setelah pembelajaran untuk mengevaluasi pencapaian akhir peserta didik.
Tes diagnostik memiliki hubungan erat dengan pembelajaran (a) karena kedua konsep ini berfokus pada memahami kebutuhan belajar (b)
Tes diagnostik membantu guru mengidentifikasi (a) dalam kemampuan, (b) belajar, dan (c) peserta didik. Hal tersebut berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi karena proses pengajaran yang (d) dapat menyesuaikan dengan hasil tes diagnostik tersebut.
Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru dapat menggunakan berbagai metode berdasarkan hasil tes diagnostik dengan memperhatikan jenis diferensiasi dalam pembelajaran sebagai berikut.
Menyediakan strategi belajar yang sesuai (diskusi, eksperimen, proyek, dsb.)
Diferensiasi Produk
Menyesuaikan materi sesuai tingkat pemahaman siswa
Diferensiasi Proses
Memberikan pilihan tugas akhir yang berbeda sesuai dengan kemampuan siswa.
Diferensiasi Konten
Kelompokkan sesuai dengan kategorinya masing-masing!
Tes prestasi belajar standarisasi
Tes gaya belajar
Catatan anekdot
Exit & Admit Slip
Penilaian akhir semester
Ujian akhir sekolah
Pasangkanlah dengan jawaban yang tepat!
Mengukur satu tujuan pembelajaran
Diagnostik
Mengukur tujuan setiap materi prasyarat
Formatif
Mengukur seluruh tujuan pembelajaran dalam suatu periode
Sumatif
Seorang pengajar ingin memastikan bahwa asesmen yang digunakan benar-benar berfungsi sebagai asesmen diagnostik, bukan asesmen formatif atau sumatif. Dari karakteristik berikut, manakah yang paling membedakan asesmen diagnostik dari asesmen formatif?
Asesmen diagnostik dilakukan sebelum pembelajaran, sedangkan asesmen formatif dilakukan setelah pembelajaran selesai.
Asesmen diagnostik menilai pemahaman awal mahasiswa, sedangkan asesmen formatif menilai perkembangan belajar selama proses pembelajaran.
Asesmen diagnostik menggunakan tes tertulis, sedangkan asesmen formatif menggunakan observasi dan proyek.
Asesmen diagnostik bertujuan untuk menilai keterampilan mahasiswa, sedangkan asesmen formatif bertujuan untuk memberi nilai.
Tes (a) adalah tes yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai (b) siswa sehingga berdasarkan data yang diperoleh dapat ditentukan (c) pembelajaran yang tepat (Arikunto, 2021)
Kelompokkan sesuai dengan kategorinya masing-masing!
Mengukur pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan akademik siswa dalam suatu mata pelajaran.
Mengukur aspek psikologis, sosial, dan emosional siswa yang memengaruhi pembelajaran.
Motivasi, sikap, minat, karakter, kecerdasan emosional, dan keterampilan sosial.
Konsep, teori, keterampilan akademik, dan pemecahan masalah.
Kuesioner tentang motivasi belajar.
Tes pilihan ganda atau esai tentang konsep matematika.
Mengidentifikasi faktor non-akademik yang mempengaruhi performa belajar
Mengidentifikasi pemahaman awal siswa tentang suatu materi dan menemukan kesulitan mereka
