WorksheetsSet 3 (Contoh Kasus)
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
Seorang pasien wanita, Ny. A (65 tahun), datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas, batuk berdahak, dan demam sejak 3 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus tipe 2 dan hipertensi. Saat ini, pasien mengonsumsi metformin 500 mg 2 kali sehari, amlodipin 10 mg 1 kali sehari, dan simvastatin 20 mg 1 kali sehari. Pemeriksaan Fisik: Tekanan darah: 160/100 mmHg, Nadi: 100 kali/menit, Suhu: 38,5°C, Frekuensi napas: 24 kali/menit. Terdengar ronkhi basah di kedua lapang paru. Parameter Laboratorium: Gula darah sewaktu: 250 mg/dL, Ureum: 50 mg/dL, Kreatinin: 1,2 mg/dL, Leukosit: 15.000/µL, CRP: 50 mg/L. Temukan DRP pada kasus ini!
Hipertensi dan Hiperglikemia belum tertangani dg baik
Hipertensi dan hiperkolesterol belum mendapat terapi adekuat
Infeksi paru sudah tertangani dengan baik, namun hiperglikemia belum
Simvastatin dapat memperburuk kondisi infeksi paru pasien ini
Leukosit sudah mencapai kadar normal
Seorang pasien wanita, Ny. A (65 tahun), datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas, batuk berdahak, dan demam sejak 3 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus tipe 2 dan hipertensi. Saat ini, pasien mengonsumsi metformin 500 mg 2 kali sehari, amlodipin 10 mg 1 kali sehari, dan simvastatin 20 mg 1 kali sehari. Pemeriksaan Fisik: Tekanan darah: 160/100 mmHg, Nadi: 100 kali/menit, Suhu: 38,5°C, Frekuensi napas: 24 kali/menit. Terdengar ronkhi basah di kedua lapang paru. Parameter Laboratorium: Gula darah sewaktu: 250 mg/dL, Ureum: 50 mg/dL, Kreatinin: 1,2 mg/dL, Leukosit: 15.000/µL, CRP: 50 mg/L. Rekomendasi terapi yg tepat utk pasien ini adalah:
Peningkatan dosis Simvastatin
Peningkatan dosis Antibiotika
Peningkatan dosis amlodipin atau penambahan obat antihipertensi lain (misalnya, lisinopril)
Penambahan Acarbose ke dalam rejimen terapi
Penambahan Vankomisin injeksi
Seorang pasien wanita, Ny. A (65 tahun), datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas, batuk berdahak, dan demam sejak 3 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus tipe 2 dan hipertensi. Saat ini, pasien mengonsumsi metformin 500 mg 2 kali sehari, amlodipin 10 mg 1 kali sehari, dan simvastatin 20 mg 1 kali sehari. Pemeriksaan Fisik: Tekanan darah: 160/100 mmHg, Nadi: 100 kali/menit, Suhu: 38,5°C, Frekuensi napas: 24 kali/menit. Terdengar ronkhi basah di kedua lapang paru. Parameter Laboratorium: Gula darah sewaktu: 250 mg/dL, Ureum: 50 mg/dL, Kreatinin: 1,2 mg/dL, Leukosit: 15.000/µL, CRP: 50 mg/L. Nilai CRP yang meingkat pada pasien ini menandakan hal berikut ini:
Kadar gula darah belum terkendali
Tubuh sedang berjuang melawan infeksi
Tekanan darah pasien belum terkendali
Terdapat potensi gagal ginjal akut pada pasien
Ronkhi basah pada kedua lapang paru pasien ini semakin terdeteksi
Seorang pasien wanita, Ny. A (65 tahun), datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas, batuk berdahak, dan demam sejak 3 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus tipe 2 dan hipertensi. Saat ini, pasien mengonsumsi metformin 500 mg 2 kali sehari, amlodipin 10 mg 1 kali sehari, dan simvastatin 20 mg 1 kali sehari. Pemeriksaan Fisik: Tekanan darah: 160/100 mmHg, Nadi: 100 kali/menit, Suhu: 38,5°C, Frekuensi napas: 24 kali/menit. Terdengar ronkhi basah di kedua lapang paru. Parameter Laboratorium: Gula darah sewaktu: 250 mg/dL, Ureum: 50 mg/dL, Kreatinin: 1,2 mg/dL, Leukosit: 15.000/µL, CRP: 50 mg/L. Antibiotika empiris yang dapat disarankan pada kasus ini adalah:
Vankomisin
Klindamisin
Sefepim
Seftriakson
Amoksisilin kapsul
Seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun, Tn. A, dirawat di ICU dengan diagnosis sepsis akibat pneumonia. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes mellitus tipe 2. Saat masuk ICU, pasien mengalami demam tinggi (39,5°C), takipnea (30 kali/menit), dan hipotensi (90/60 mmHg). Hasil laboratorium awal menunjukkan: Leukosit: 18.000/µL, CRP: 150 mg/L, Kreatinin: 2,0 mg/dL, Gula darah sewaktu: 250 mg/dL, PaO2/FiO2: 200. Pasien diberikan terapi awal berupa: Seftriakson 2 gram IV setiap 12 jam, Vankomisin 1 gram IV setiap 12 jam, Insulin drip, Infus NaCl 0,9%. Berapakah dosis Vankomisin yang tepat pada pasien ini?
Dosis awal 15 mg/kg BB I.V. sekali sehari, lanjut 1,9 mg/kg BB tiap 24 jam
Dosis awal 25 mg/kg BB I.V. sekali sehari, lanjut 2,9 mg/kg BB tiap 24 jam
Dosis awal 15 mg/kg BB I.V. tanpa dosis selanjutnya
Dosis awal 30 mg/kg BB I.V. sekali sehari, lanjut 3,9 mg/kg BB tiap 24 jam
Dosis awal 35 mg/kg BB I.V. sekali sehari, lanjut 4,9 mg/kg BB tiap 24 jam
Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun, bernama Budi, dibawa ke unit gawat darurat (UGD) dengan keluhan diare cair yang sering sejak 2 hari yang lalu. Ibu Budi mengatakan bahwa anaknya sudah BAB lebih dari 10 kali dalam sehari. Feses Budi cair, berwarna kuning, dan berbau asam. Budi juga mengalami muntah 3 kali sejak tadi pagi. Pemeriksaan Fisik:, Kesadaran: Compos mentis, tampak lemas, Turgor kulit: Menurun, Mata: Cekung. Natrium (Na): 130 mEq/L, Kalium (K): 3,2 mEq/L, Klorida (Cl): 95 mEq/L. Leukosit: 12.000 /mm³. Analisis feses tidak ditemukan darah atau lendir. Manakah pernyataan yg paling tepat:
Pemberian Siprofloksasin 250 mg tiap 12 jam dapat diberikan pada pasien ini
Amoksisilin klavulanat dapat diberikan sebagai terapi AB empiris, dosis 500 mg tiap 8 jam
Pasien tidak perlu diberikan antibiotika dahulu
Pemberian probiotik merupakan terapi terpenting pada kasus ini
Infus cairan koloid, misalnya Albumin dapat diberikan utk life saving
Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun, bernama Budi, dibawa ke unit gawat darurat (UGD) dengan keluhan diare cair yang sering sejak 2 hari yang lalu. Ibu Budi mengatakan bahwa anaknya sudah BAB lebih dari 10 kali dalam sehari. Feses Budi cair, berwarna kuning, dan berbau asam. Budi juga mengalami muntah 3 kali sejak tadi pagi. Pemeriksaan Fisik:, Kesadaran: Compos mentis, tampak lemas, Turgor kulit: Menurun, Mata: Cekung. Natrium (Na): 130 mEq/L, Kalium (K): 3,2 mEq/L, Klorida (Cl): 95 mEq/L. Leukosit: 12.000 /mm³. Analisis feses tidak ditemukan darah atau lendir. Rencana terapi yang mendesak pada kasus ini adalah:
Trimetropim sulfametoksazol oral
Probiotik
Ampisilin sulbaktam injeksi
Oralit
Amoksisilin Klavulanat oral
Seorang pasien geriatri, Ny. Aminah (75 tahun), dibawa ke IGD dengan keluhan penurunan kesadaran, sesak napas, dan riwayat poliuria serta polidipsia selama beberapa hari terakhir. Pasien memiliki riwayat DM tipe 2 selama 15 tahun dan hipertensi. Saat ini, pasien tidak mengonsumsi obat-obatan secara teratur. Pemeriksaan Fisik: Kesadaran: Somnolen, Tekanan darah: 160/90 mmHg, Nadi: 110 x/menit, reguler, Napas: 28 x/menit, dangkal, Suhu: 37,8°C. Parameter Laboratorium: Gula darah sewaktu: 500 mg/dL, Natrium: 150 mEq/L, Kalium: 5,5 mEq/L, Kreatinin: 2,0 mg/dL, Ureum: 50 mg/dL, Analisis gas darah: pH 7,25, pCO2 30 mmHg, HCO3- 18 mEq/L. Rencana terapi yang paling mendesak saat ini adalah:
Metformin
Glimepirid
Insulin
Kalsium polistirena sulfonat
Furosemid injeksi
Seorang pasien geriatri, Ny. C, berusia 82 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas yang semakin memberat dalam 2 hari terakhir. Pasien juga mengeluhkan bengkak pada kedua kaki dan penurunan nafsu makan. Riwayat penyakit pasien meliputi hipertensi, diabetes mellitus tipe 2, dan penyakit ginjal kronis stadium 3. Pemeriksaan Fisik:Tekanan darah: 160/100 mmHg, Denyut nadi: 110 kali/menit, reguler, Edema pitting pada kedua tungkai. Pemeriksaan Laboratorium:
Natrium (Na): 130 mEq/L, Kalium (K): 5.5 mEq/L, Kreatinin: 2.0 mg/dL, BUN: 40 mg/dL, NT-proBNP: 5000 pg/mL, Gula darah sewaktu: 200 mg/dL. Selain Furosemid, rencana terapi yang paling mendesak utk pasien ini adalah:
Metformin
Dobutamin
Dopamin
Nitrogliserin
Salbutamol
Seorang pasien geriatri, Ny. Aminah (78 tahun), dibawa ke IGD dengan keluhan penurunan kesadaran mendadak, kelemahan anggota gerak kiri, dan kesulitan berbicara. Keluarga pasien mengatakan bahwa Ny. Aminah memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus. Pemeriksaan Fisik: Kesadaran: Somnolen, Tekanan darah: 200/110 mmHg, Nadi: 90 kali/menit, Pernapasan: 20 kali/menit, GCS: E2V3M4, Hemiparesis sinistra (kelemahan anggota gerak kiri), Afasia (kesulitan berbicara). Pemeriksaan Laboratorium: Gula darah sewaktu: 250 mg/dL, Kreatinin: 1.2 mg/dL. CT-scan kepala: Perdarahan intraserebral di ganglia basalis. Manakah obat antihipertensi yang disarankan pada kasus ini?
Amlodipin
Nimodipin
Nitrogliserin
Digoksin
Dabigatran
