wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

QUIZ DASAR PROMOSI KESEHATAN

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.
  1. Menurut Piagam Ottawa (WHO, 1986), apa tujuan utama promosi kesehatan?

a)
  1. Mengobati penyakit kronis di masyarakat

b)
  1. Meningkatkan kontrol individu dan komunitas terhadap determinan kesehatan

c)
  1. Menyediakan obat gratis untuk kelompok miskin

d)
  1. Mengurangi jumlah tenaga kesehatan di puskesmas

2.
  1. Dalam konteks kesehatan masyarakat, peran promosi kesehatan yang paling signifikan adalah:

a)
  1. Menghapus semua risiko penyakit

b)
  1. Menggantikan pengobatan medis dengan pencegahan

c)
  1. Meningkatkan biaya layanan kesehatan

d)
  1. Mendorong perubahan perilaku dan lingkungan yang mendukung kesehatan

3.
  1. Sebuah kampanye “Germas” di Indonesia bertujuan meningkatkan aktivitas fisik masyarakat. Ini mencerminkan peran promosi kesehatan dalam:

a)
  1. Pemberdayaan masyarakat

b)
  1. Pengobatan penyakit

c)
  1. Penyediaan fasilitas rumah sakit

d)
  1. Pengurangan anggaran kesehatan

4.
  1. Promosi kesehatan berbeda dari pendidikan kesehatan karena:

a)
  1. Hanya berfokus pada individu, bukan komunitas

b)
  1. Tidak memerlukan data epidemiologi

c)
  1. Mencakup perubahan lingkungan sosial dan fisik, bukan hanya pengetahuan

d)
  1. Hanya dilakukan oleh dokter

5.
  1. Prinsip pemberdayaan dalam promosi kesehatan berarti:

a)
  1. Mengurangi peran tenaga kesehatan

b)
  1. Memberikan obat gratis kepada masyarakat

c)
  1. Memberikan kontrol kepada individu/komunitas atas kesehatan mereka

d)
  1. Menghapus semua kebijakan kesehatan

6.
  1. Sebuah program kesehatan melibatkan lintas sektor (pendidikan, pertanian, pemerintah). Prinsip promosi kesehatan apa yang diterapkan?

a)
  1. Holistik

b)
  1. Multisektoral

c)
  1. Berbasis bukti

d)
  1. Keadilan

7.
  1. Filosofi promosi kesehatan yang menyatakan bahwa “kesehatan adalah hak asasi manusia” diadopsi dari:

a)
  1. Piagam Ottawa (1986)

b)
  1. Deklarasi Alma-Ata (1978)

c)
  1. Konstitusi WHO (1948)

d)
  1. Semua jawaban benar

8.
  1. Dalam kasus stunting, program promosi kesehatan menyesuaikan edukasi dengan budaya lokal (misalnya, menggunakan bahasa daerah). Ini mencerminkan prinsip:

a)
  1. Partisipatif

b)
  1. Berkelanjutan

c)
  1. Konteks budaya

d)

Berbasis Bukti

9.
  1. Sebuah kampanye antirokok gagal karena tidak melibatkan masyarakat dalam perencanaan. Prinsip apa yang dilanggar?

a)
  1. Keadilan

b)
  1. Partisipatif

c)
  1. Holistik

d)
  1. Multisektoral

10.
  1. Filosofi pendekatan ekologis dalam promosi kesehatan menekankan bahwa kesehatan dipengaruhi oleh:

a)
  1. Hanya faktor genetik

b)
  1. Hanya kebijakan pemerintah

c)
  1. Hanya pengetahuan individu

d)
  1. Interaksi individu, komunitas, dan lingkungan

11.
  1. Menurut Health Belief Model (HBM), faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan pencegahan adalah:

a)
  1. Norma sosial dari keluarga

b)
  1. Tahapan perubahan perilaku

c)
  1. Persepsi tentang manfaat dan hambatan tindakan

d)
  1. Dukungan lingkungan fisik

12.
  1. Seorang ibu tidak berniat mengikuti posyandu karena tidak tahu manfaatnya. Dalam Transtheoretical Model (TTM), ia berada di tahap:

a)
  1. Precontemplation

b)
  1. Contemplation

c)
  1. Preparation

d)
  1. Action

13.
  1. Social Cognitive Theory (SCT) menekankan bahwa perubahan perilaku dipengaruhi oleh:

a)
  1. Interaksi individu, lingkungan, dan perilaku

b)
  1. Hanya pengetahuan individu

c)
  1. Hanya norma sosial

d)
  1. Hanya kebijakan pemerintah

14.
  1. Dalam program antiobesitas, kader kesehatan mendemonstrasikan olahraga rutin untuk mendorong warga. Ini mencerminkan elemen SCT yaitu:

a)
  1. Self-efficacy

b)
  1. Observational learning

c)
  1. Environmental influences

d)
  1. Behavioral capability

15.
  1. Dalam HBM, seorang mahasiswa divaksinasi setelah melihat iklan tentang risiko flu. Ini dipengaruhi oleh:

a)
  1. Perceived severity

b)
  1. Perceived barriers

c)
  1. Cues to action

d)
  1. Self-efficacy

16.
  1. Dalam TTM, strategi yang paling tepat untuk seseorang di tahap Preparation untuk berhenti merokok adalah:

a)
  1. Memberikan edukasi tentang bahaya rokok

b)
  1. Memberikan penghargaan untuk berhenti

c)
  1. Mengabaikan individu tersebut

d)
  1. Membantu membuat rencana berhenti merokok

17.
  1. Sebuah kampanye gizi gagal karena warga merasa tidak mampu memasak makanan sehat. Dalam HBM, ini menunjukkan kurangnya:

a)
  1. Perceived susceptibility

b)
  1. Perceived benefits

c)
  1. Cues to action

d)
  1. Self-efficacy

18.
  1. Dalam TPB, seorang warga tidak berolahraga karena merasa tidak ada manfaatnya. Ini dipengaruhi oleh:

a)
  1. Sikap terhadap perilaku

b)
  1. Norma subjektif

c)
  1. Kontrol perilaku yang dirasakan

d)
  1. Efikasi diri

19.
  1. Sebuah program kesehatan menggunakan SCT untuk mendorong cuci tangan di sekolah. Strategi yang paling sesuai adalah:

a)
  1. Menyediakan sabun gratis tanpa edukasi

b)
  1. Melatih guru untuk mendemonstrasikan cuci tangan dan memberikan penghargaan

c)
  1. Hanya memberikan penyuluhan tertulis

d)
  1. Mengabaikan peran lingkungan

20.
  1. Sebuah kampanye imunisasi di desa gagal karena banyak warga percaya vaksin tidak aman. Menurut Health Belief Model (HBM), faktor apa yang paling mungkin menjadi penyebab utama kegagalan ini?

a)
  1. Kurangnya perceived benefits dari vaksinasi

b)
  1. Tingginya self-efficacy warga

c)
  1. Kuatnya cues to action dari media

d)
  1. Rendahnya perceived severity penyakit

21.
  1. Di sebuah sekolah, siswa tidak mau berolahraga karena merasa “tidak ada gunanya” meskipun tahu manfaatnya. Dalam Theory of Planned Behavior (TPB), faktor apa yang perlu ditangani?

a)
  1. Norma subjektif

b)
  1. Kontrol perilaku yang dirasakan

c)
  1. Sikap terhadap perilaku

d)
  1. Niat untuk berubah

22.
  1. Dalam program berhenti merokok, seorang warga berkata, “Saya ingin berhenti, tapi belum tahu caranya.” Menurut Transtheoretical Model (TTM), warga ini berada di tahap apa, dan strategi apa yang paling tepat?

a)
  1. Precontemplation; memberikan edukasi bahaya rokok

b)
  1. Contemplation; mendiskusikan manfaat berhenti

c)
  1. Preparation; membantu membuat rencana berhenti

d)
  1. Action; memberikan penghargaan

23.
  1. Sebuah komunitas menolak pemeriksaan gula darah karena takut hasilnya buruk. Dalam HBM, pendekatan apa yang paling efektif untuk meningkatkan partisipasi?

a)
  1. Menyediakan alat cek gratis (enabling factor)

b)
  1. Mengedukasi tentang manfaat deteksi dini (perceived benefits)

c)
  1. Mengadakan iklan di TV (cues to action)

d)
  1. Mengajarkan keterampilan cek mandiri (self-efficacy)

24.
  1. Dalam Social Cognitive Theory (SCT), sebuah kampanye cuci tangan di pasar berhasil setelah pedagang melihat kader kesehatan mendemonstrasikan teknik yang benar. Elemen SCT apa yang berperan?

a)
  1. Self-efficacy

b)
  1. Environmental influences

c)
  1. Behavioral capability

d)
  1. Observational learning

25.
  1. Seorang ibu tidak membawa anaknya ke posyandu karena “semua orang di desa juga tidak pergi.” Dalam TPB, faktor apa yang dominan memengaruhi perilakunya?

a)
  1. Sikap terhadap perilaku

b)
  1. Kontrol perilaku yang dirasakan

c)
  1. Norma subjektif

d)
  1. Pengetahuan tentang posyandu

26.
  1. Seorang mahasiswa menolak vaksinasi karena “penyakitnya tidak serius.” Dalam HBM, faktor apa yang perlu ditingkatkan untuk mengubah perilakunya?

a)
  1. Perceived severity

b)
  1. Perceived benefits

c)
  1. Cues to action

d)
  1. Self-efficacy

27.
  1. Dalam TTM, sebuah komunitas mulai merencanakan kegiatan kebersihan lingkungan setelah diskusi dengan kader. Tahap apa yang mereka alami, dan apa langkah selanjutnya?

a)
  1. Contemplation; memberikan edukasi

b)
  1. Preparation; membantu membuat rencana aksi

c)
  1. Action; memantau pelaksanaan

d)
  1. Maintenance; memberikan penghargaan

28.
  1. Sebuah program antirokok menggunakan influencer untuk menunjukkan gaya hidup sehat. Menurut SCT, pendekatan ini memanfaatkan elemen:

a)
  1. Self-efficacy

b)
  1. Environmental influences

c)
  1. Observational learning

d)
  1. Behavioral capability

29.

  1. Seorang remaja tidak berpartisipasi dalam program olahraga karena merasa tidak ada teman yang ikut. Dalam Social Cognitive Theory (SCT), ini menunjukkan kurangnya:

a)

  1. Behavioral capability

b)

  1. Self-efficacy

c)

  1. Environmental influences

d)

  1. Observational learning

30.

  1. Dalam Health Belief Model (HBM), seorang individu yang tidak melakukan pemeriksaan kesehatan rutin karena merasa sehat, berada di tahap:

a)

  1. Contemplation

b)

  1. Preparation

c)

  1. Action

d)

  1. Precontemplation