NEW
Font size
WorksheetsQUIZ DASAR PROMOSI KESEHATAN
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Menurut Piagam Ottawa (WHO, 1986), apa tujuan utama promosi kesehatan?
Mengobati penyakit kronis di masyarakat
Meningkatkan kontrol individu dan komunitas terhadap determinan kesehatan
Menyediakan obat gratis untuk kelompok miskin
Mengurangi jumlah tenaga kesehatan di puskesmas
Dalam konteks kesehatan masyarakat, peran promosi kesehatan yang paling signifikan adalah:
Menghapus semua risiko penyakit
Menggantikan pengobatan medis dengan pencegahan
Meningkatkan biaya layanan kesehatan
Mendorong perubahan perilaku dan lingkungan yang mendukung kesehatan
Sebuah kampanye “Germas” di Indonesia bertujuan meningkatkan aktivitas fisik masyarakat. Ini mencerminkan peran promosi kesehatan dalam:
Pemberdayaan masyarakat
Pengobatan penyakit
Penyediaan fasilitas rumah sakit
Pengurangan anggaran kesehatan
Promosi kesehatan berbeda dari pendidikan kesehatan karena:
Hanya berfokus pada individu, bukan komunitas
Tidak memerlukan data epidemiologi
Mencakup perubahan lingkungan sosial dan fisik, bukan hanya pengetahuan
Hanya dilakukan oleh dokter
Prinsip pemberdayaan dalam promosi kesehatan berarti:
Mengurangi peran tenaga kesehatan
Memberikan obat gratis kepada masyarakat
Memberikan kontrol kepada individu/komunitas atas kesehatan mereka
Menghapus semua kebijakan kesehatan
Sebuah program kesehatan melibatkan lintas sektor (pendidikan, pertanian, pemerintah). Prinsip promosi kesehatan apa yang diterapkan?
Holistik
Multisektoral
Berbasis bukti
Keadilan
Filosofi promosi kesehatan yang menyatakan bahwa “kesehatan adalah hak asasi manusia” diadopsi dari:
Piagam Ottawa (1986)
Deklarasi Alma-Ata (1978)
Konstitusi WHO (1948)
Semua jawaban benar
Dalam kasus stunting, program promosi kesehatan menyesuaikan edukasi dengan budaya lokal (misalnya, menggunakan bahasa daerah). Ini mencerminkan prinsip:
Partisipatif
Berkelanjutan
Konteks budaya
Berbasis Bukti
Sebuah kampanye antirokok gagal karena tidak melibatkan masyarakat dalam perencanaan. Prinsip apa yang dilanggar?
Keadilan
Partisipatif
Holistik
Multisektoral
Filosofi pendekatan ekologis dalam promosi kesehatan menekankan bahwa kesehatan dipengaruhi oleh:
Hanya faktor genetik
Hanya kebijakan pemerintah
Hanya pengetahuan individu
Interaksi individu, komunitas, dan lingkungan
Menurut Health Belief Model (HBM), faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan pencegahan adalah:
Norma sosial dari keluarga
Tahapan perubahan perilaku
Persepsi tentang manfaat dan hambatan tindakan
Dukungan lingkungan fisik
Seorang ibu tidak berniat mengikuti posyandu karena tidak tahu manfaatnya. Dalam Transtheoretical Model (TTM), ia berada di tahap:
Precontemplation
Contemplation
Preparation
Action
Social Cognitive Theory (SCT) menekankan bahwa perubahan perilaku dipengaruhi oleh:
Interaksi individu, lingkungan, dan perilaku
Hanya pengetahuan individu
Hanya norma sosial
Hanya kebijakan pemerintah
Dalam program antiobesitas, kader kesehatan mendemonstrasikan olahraga rutin untuk mendorong warga. Ini mencerminkan elemen SCT yaitu:
Self-efficacy
Observational learning
Environmental influences
Behavioral capability
Dalam HBM, seorang mahasiswa divaksinasi setelah melihat iklan tentang risiko flu. Ini dipengaruhi oleh:
Perceived severity
Perceived barriers
Cues to action
Self-efficacy
Dalam TTM, strategi yang paling tepat untuk seseorang di tahap Preparation untuk berhenti merokok adalah:
Memberikan edukasi tentang bahaya rokok
Memberikan penghargaan untuk berhenti
Mengabaikan individu tersebut
Membantu membuat rencana berhenti merokok
Sebuah kampanye gizi gagal karena warga merasa tidak mampu memasak makanan sehat. Dalam HBM, ini menunjukkan kurangnya:
Perceived susceptibility
Perceived benefits
Cues to action
Self-efficacy
Dalam TPB, seorang warga tidak berolahraga karena merasa tidak ada manfaatnya. Ini dipengaruhi oleh:
Sikap terhadap perilaku
Norma subjektif
Kontrol perilaku yang dirasakan
Efikasi diri
Sebuah program kesehatan menggunakan SCT untuk mendorong cuci tangan di sekolah. Strategi yang paling sesuai adalah:
Menyediakan sabun gratis tanpa edukasi
Melatih guru untuk mendemonstrasikan cuci tangan dan memberikan penghargaan
Hanya memberikan penyuluhan tertulis
Mengabaikan peran lingkungan
Sebuah kampanye imunisasi di desa gagal karena banyak warga percaya vaksin tidak aman. Menurut Health Belief Model (HBM), faktor apa yang paling mungkin menjadi penyebab utama kegagalan ini?
Kurangnya perceived benefits dari vaksinasi
Tingginya self-efficacy warga
Kuatnya cues to action dari media
Rendahnya perceived severity penyakit
Di sebuah sekolah, siswa tidak mau berolahraga karena merasa “tidak ada gunanya” meskipun tahu manfaatnya. Dalam Theory of Planned Behavior (TPB), faktor apa yang perlu ditangani?
Norma subjektif
Kontrol perilaku yang dirasakan
Sikap terhadap perilaku
Niat untuk berubah
Dalam program berhenti merokok, seorang warga berkata, “Saya ingin berhenti, tapi belum tahu caranya.” Menurut Transtheoretical Model (TTM), warga ini berada di tahap apa, dan strategi apa yang paling tepat?
Precontemplation; memberikan edukasi bahaya rokok
Contemplation; mendiskusikan manfaat berhenti
Preparation; membantu membuat rencana berhenti
Action; memberikan penghargaan
Sebuah komunitas menolak pemeriksaan gula darah karena takut hasilnya buruk. Dalam HBM, pendekatan apa yang paling efektif untuk meningkatkan partisipasi?
Menyediakan alat cek gratis (enabling factor)
Mengedukasi tentang manfaat deteksi dini (perceived benefits)
Mengadakan iklan di TV (cues to action)
Mengajarkan keterampilan cek mandiri (self-efficacy)
Dalam Social Cognitive Theory (SCT), sebuah kampanye cuci tangan di pasar berhasil setelah pedagang melihat kader kesehatan mendemonstrasikan teknik yang benar. Elemen SCT apa yang berperan?
Self-efficacy
Environmental influences
Behavioral capability
Observational learning
Seorang ibu tidak membawa anaknya ke posyandu karena “semua orang di desa juga tidak pergi.” Dalam TPB, faktor apa yang dominan memengaruhi perilakunya?
Sikap terhadap perilaku
Kontrol perilaku yang dirasakan
Norma subjektif
Pengetahuan tentang posyandu
Seorang mahasiswa menolak vaksinasi karena “penyakitnya tidak serius.” Dalam HBM, faktor apa yang perlu ditingkatkan untuk mengubah perilakunya?
Perceived severity
Perceived benefits
Cues to action
Self-efficacy
Dalam TTM, sebuah komunitas mulai merencanakan kegiatan kebersihan lingkungan setelah diskusi dengan kader. Tahap apa yang mereka alami, dan apa langkah selanjutnya?
Contemplation; memberikan edukasi
Preparation; membantu membuat rencana aksi
Action; memantau pelaksanaan
Maintenance; memberikan penghargaan
Sebuah program antirokok menggunakan influencer untuk menunjukkan gaya hidup sehat. Menurut SCT, pendekatan ini memanfaatkan elemen:
Self-efficacy
Environmental influences
Observational learning
Behavioral capability
Seorang remaja tidak berpartisipasi dalam program olahraga karena merasa tidak ada teman yang ikut. Dalam Social Cognitive Theory (SCT), ini menunjukkan kurangnya:
Behavioral capability
Self-efficacy
Environmental influences
Observational learning
Dalam Health Belief Model (HBM), seorang individu yang tidak melakukan pemeriksaan kesehatan rutin karena merasa sehat, berada di tahap:
Contemplation
Preparation
Action
Precontemplation
