WorksheetsSoal Manajemen Produksi
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Apa tujuan utama dari perencanaan agregat?
Meningkatkan kualitas produk
Mengoptimalkan tenaga kerja
Menyeimbangkan permintaan dan kapasitas produksi
Menentukan harga jual produk
Berikut ini merupakan langkah dalam penyusunan rencana agregat, kecuali:
Menentukan strategi agregat
Mengidentifikasi permintaan masa depan
Menetapkan target laba
Menentukan kapasitas yang tersedia
Dalam operasi jasa, perencanaan agregat lebih menekankan pada:
Produksi massal
Persediaan barang jadi
Kapasitas pelayanan dan jadwal kerja
Biaya produksi
Master Scheduling digunakan untuk:
Menetapkan struktur organisasi
Menyusun anggaran keuangan
Menetapkan jadwal induk produksi
Mengukur kepuasan pelanggan
Penjadwalan jangka pendek penting dilakukan untuk:
Menetapkan tujuan perusahaan
Mengatur strategi jangka panjang
Menentukan urutan dan waktu pelaksanaan produksi
Menyusun laporan tahunan
Fungsi utama persediaan dalam manajemen produksi adalah:
Menambah biaya produksi
Memperlambat proses distribusi
Menjamin kontinuitas proses produksi
Mengurangi kapasitas produksi
Klasifikasi ABC digunakan untuk:
Menentukan harga produk
Menyusun struktur organisasi
Mengelompokkan bahan berdasarkan nilai dan penggunaan
Meningkatkan efisiensi tenaga kerja
Yang termasuk dalam biaya persediaan adalah, kecuali:
Biaya pemesanan
Biaya penyimpanan
Biaya pemasaran
Biaya kehabisan barang
Lead time adalah:
Jumlah produksi harian
Waktu antara pemesanan dan penerimaan barang
Waktu untuk menyelesaikan produk
Lama penjualan produk
Sistem Just in Time (JIT) bertujuan untuk:
Meminimalkan biaya transportasi
Mempercepat produksi
Mengurangi persediaan seminimal mungkin
Meningkatkan diversifikasi produk
Tujuan utama dari MRP adalah untuk:
Menentukan harga jual produk
Menyusun strategi pemasaran
Menjamin ketersediaan material untuk produksi
Meningkatkan kepuasan pelanggan
Komponen utama dalam sistem MRP meliputi:
Bill of Material, Jadwal Produksi Induk, Data Persediaan
Struktur Organisasi, Target Penjualan, SOP
Laporan Keuangan, Struktur Biaya, Laba Rugi
SOP, Anggaran Produksi, Analisis SWOT
Lot sizing “Lot for Lot (LFL)” artinya:
Produksi sesuai kapasitas maksimum
Produksi setiap periode sama
Produksi sesuai permintaan setiap periode
Produksi dalam jumlah tetap
Pegging dalam MRP digunakan untuk:
Menentukan biaya produksi
Mengelompokkan bahan baku
Melacak kebutuhan dari item yang diminta
Menyusun laporan penjualan
RCCP (Rough-Cut Capacity Planning) bertujuan untuk:
Merinci jadwal produksi
Menentukan biaya variabel
Mengecek apakah kapasitas cukup untuk rencana produksi
Meningkatkan kepuasan kerja
SCM adalah singkatan dari:
Supplier Cost Management
Supply Chain Management
Systematic Control Management
Strategic Cost Management
Salah satu strategi dalam rantai pasok adalah:
Menambah jam kerja
Penghematan biaya SDM
Menyelaraskan permintaan dan penawaran
Menunda proses produksi
Outsourcing dalam SCM berarti:
Memperbanyak tenaga kerja internal
Memproduksi sendiri seluruh komponen
Menyerahkan sebagian proses kepada pihak ketiga
Menjual aset perusahaan
E-procurement dapat meningkatkan:
Biaya operasional
Efisiensi dan transparansi pengadaan
Kompleksitas rantai pasok
Penggunaan tenaga kerja
Pengukuran kinerja rantai pasok bertujuan untuk:
Menyusun laporan tahunan
Menilai efisiensi dan efektivitas rantai pasok
Menentukan harga jual
Mengurangi jumlah mitra
Pengelolaan tenaga kerja bertujuan untuk:
Menurunkan motivasi kerja
Meningkatkan konflik antar karyawan
Meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja
Mengurangi jumlah tenaga kerja
Prinsip pengelolaan tenaga kerja mencakup:
Dominasi dan kontrol penuh
Kepatuhan tanpa evaluasi
Keterlibatan dan penghargaan terhadap pekerja
Ketidakterlibatan manajerial
Salah satu ciri pendekatan Jepang dalam pengelolaan tenaga kerja adalah:
Individualisme tinggi
Kontrak jangka pendek
Kerja tim dan loyalitas tinggi
Minim pelatihan
Filosofi tenaga kerja modern menekankan pada:
Ketidakstabilan kerja
Pemanfaatan tenaga kerja seadanya
Pengembangan potensi dan penghargaan kinerja
Penilaian kuantitatif saja
Rancangan kerja harus mempertimbangkan:
Harga jual
Ketersediaan dana
Ergonomi dan efisiensi
Waktu istirahat panjang
Mutu dalam manajemen produksi merujuk pada:
Kuantitas produksi
Kemampuan bersaing harga
Kesesuaian produk dengan standar
Waktu produksi
Total Quality Control (TQC) bertujuan untuk:
Meningkatkan biaya produksi
Mengurangi pengawasan
Meningkatkan kualitas secara menyeluruh
Menghilangkan kontrol kualitas
Six Sigma digunakan untuk:
Meningkatkan volume produksi
Menekan variabilitas dan cacat produk
Menambah jumlah mesin
Menurunkan jumlah karyawan
Salah satu metode pengendalian mutu secara statistik adalah:
Six Thinking Hats
Statistical Quality Control (SQC)
Just in Time
Lean Production
Pengendalian proses dan kapabilitas proses digunakan untuk:
Mengatur pemasaran
Menentukan gaji karyawan
Memastikan proses produksi dalam batas kendali
Menyusun struktur organisasi
