WorksheetsAudit Sistem Informasi
Total questions: 25
Worksheet time: 10mins
Tahap pertama dalam Siklus Hidup Sistem (SDLC) adalah
Design
Requirement Analysis
Testing
Implementation
Tujuan utama dari tahap Testing dalam SDLC adalah
Membuat dokumentasi
Memastikan sistem berjalan sesuai kebutuhan
Mengembangkan kode program
Merancang database
Metodologi SDLC disamping adalah
Spiral Model
Soft Systems Methodology
Prototyping Approach
Waterfall Model
Salah satu kekurangan dari Waterfall Model adalah
Sulit dipahami
Tidak terstruktur
Sulit beradaptasi terhadap perubahan
Terlalu banyak iterasi
Tahap di mana organisasi mulai membeli server, komputer, dan perangkat lunak sistem adalah
Akuisisi dan Pengembangan Aplikasi
Akuisisi Perangkat Keras dan Sistem Operasi
Pengembangan Prosedur
Konversi Sistem
Kegiatan mengalihkan seluruh data dari sistem lama ke sistem baru disebut
Operasi dan Pemeliharaan
Analisis Sistem yang Ada
Konversi Sistem
Pengujian Penerimaan
Pada tahap "Operasi dan Pemeliharaan", perusahaan tidak diperbolehkan lagi melakukan perubahan minor pada sistem yang berjalan
Pendekatan audit yang hanya memeriksa input dan output tanpa mengecek proses dalam sistem adalah
Audit through the computer
Audit with the computer
Audit manual
Audit around the computer
Teknik audit seperti tracing dan vouching digunakan pada tahap
Pengumpulan bukti audit
Review laporan
Reporting
Planning
Post-implementation audit bertujuan menilai efektivitas sistem setelah digunakan
Audit dengan pendekatan audit around the computer lebih cocok untuk sistem sederhana
Tujuan Audit SI (menurut CobIT & Weber)
Effectiveness
Efficiency
Confidentiality
Reconcile
Skema manakah yang menggambarkan bagaimana data disimpan secara fisik dalam sistem database?
Internal Schema
External Schema
Conceptual Schema
Database Integrity
Apa yang dimaksud dengan "Concurrency Control" dalam pengelolaan database?
Semua jawaban benar
Menjamin keamanan data dengan pengaturan akses
Mengatur akses simultan ke database untuk mencegah kesalahan
Membatasi modifikasi data hanya oleh pengguna yang berwenang
Dalam pengendalian manajemen operasi, pemisahan tugas bertujuan untuk
Mengurangi risiko kesalahan dan kecurangan
Mempermudah integrasi data dalam sistem
Meningkatkan aksesibilitas data oleh pengguna
Menyederhanakan perancangan sistem
Di lingkungan sistem terkomputerisasi, “reliability” (keandalan) sering dikaitkan dengan kemampuan sistem untuk menjaga konsistensi dan keakuratan data. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat?
Reliability berkaitan dengan pengurangan biaya operasional tanpa mempertimbangkan keamanan data
Reliability diukur melalui standarisasi perangkat keras tanpa memperhatikan perangkat lunak
Reliability mengharuskan eliminasi audit internal secara berkala untuk efisiensi
Reliability berarti sistem mampu mempertahankan konsistensi, keakuratan, dan kestabilan data selama seluruh siklus operasional
Dalam sistem berbasis TI, pengelolaan data yang baik berarti mengizinkan semua pengguna melakukan perubahan data kapan saja tanpa pembatasan.
“Antivirus saja sudah cukup” adalah prinsip keamanan komputerisasi yang benar dalam sistem modern.
Quality Assurance (QA) dalam sistem TI bertujuan mendeteksi sebanyak mungkin kesalahan setelah produk diluncurkan ke pengguna.
Dalam database, tugas dari skema konseptual (Conceptual Schema) adalah
Menampilkan hubungan antar data
Menentukan atribut dan entitas
Menyusun aturan integritas data
Menjelaskan jalur penyimpanan fisik data
Dalam Parallel Changeover, sistem lama dihentikan sepenuhnya sebelum sistem baru diuji
Gabungkan metode prototyping
dan waterfall
SPIRAL MODEL
PROTOTYPING APPROACH
SOFT-SYSTEM METHODOLOGY
RAPID APPLICATION DEVELOPMENT
SOFT-SYSTEM METHODOLOGY
RAPID APPLICATION DEVELOPMENT
JOINT APPLICATION DEVELOPMENT
SPIRAL MODEL
Sebuah perusahaan besar memutuskan menggunakan Spiral Model untuk pengembangan sistem informasi. Dalam setiap putaran spiral, mereka mengidentifikasi risiko dan memperbaikinya sebelum melanjutkan. Apa keunggulan utama dari pendekatan Spiral Model dalam konteks ini?
Spiral Model mengabaikan pengelolaan risiko untuk mempercepat pengembangan.
Spiral Model hanya berfokus pada dokumentasi administratif.
Spiral Model cocok untuk proyek kecil dengan anggaran terbatas.
Spiral Model memungkinkan deteksi risiko dan perbaikan lebih dini pada setiap iterasi.
SDLC terdiri dari
Requirement Analysis
Design
Implementation
Strategic Planning
