WorksheetsUjian Pengetahuan Batik
Total questions: 23
Worksheet time: 59mins
Macam-macam ragam hias:
Ragam hias flora
Ragam hias fauna
Ragam hias geometris
Ragam hias yang menjadi corak utama dari keseluruhan motif disebut ornament utama.
Ragam hias yang mengisi motif pokok atau motif utama disebut ornament pengisi bidang.
Proses fiksasi pada pwarna alami memiliki tujuan untuk mengunci warna kain sehingga tidak mudah luntur serta tahan lama.
Fermentasi pada zat warna alami dengan cara merendam dalam air selama beberapa hari hingga pigmen warna larut dan berubah menjadi pasta fermentasi.
Stilasi adalah penggayaan suatu gambar tanpa mengubah ciri khasnya.
Distorasi berarti mengubah bentuk dengan maksud menonjolkan Sebagian objeknya.
Dekoratif berarti suatu benda atau objek mengalami penyederhanaan dari bentuk aslinya.
Tahapan fermentasi (persiapan bahan →perendaman → penyaringan→penggunaa.
Batik Keraton (batik pedalaman) biasanya menggunakan pewarna alami. Sedangkan batik pesisir memungkinkan penggunaan kombinasi warna alami dan sintetis.
Kelebihan pewarna sintetis:
Warna lebih seragam
Pilihan warna yang luas dan cerah
Warna lebih tahan lama
Proses pewarnaan lebih cepat dan praktis
Mudah di modifikasi
Kekurangan pewarna sintetis:
Mencemari lingkungan
Pembuangan limbah pewarna sintetis tanpa pengolahan yang benar dapat mencemari sumber air, maupun lingkungan serta gangguan pada kesehatan.
Hal-hal yang harus dipertimbangkan saat memilih pewarnaan pada batik adalah asal-usul motif batik.
Factor yang membedakan teknik pewarnaan batik tulis dengan cap adalah alat yang digunakan untuk mengaplikasikan lilin dan warna.
Melorod adalah proses menghilangkan malam dengan cara di rebus dalam air panas.
Mencolet adalah mewarna Sebagian kain dengan menggunakan kuas sebagai alat mewarnainya.
Dalam pewarnaan batik, warna dasar pada kain biasanya menggunakan teknik celup. Pada teknik celup ini intensitas warna yang dihasilkan dipengaruhi oleh konstrasi larutan pewarna dan durasi pencelupan.
Penggunaan cecek dalam pewarnaan batik bertujuan untuk memberikan efek titik-titik atau isian pada motif.
Ada beberapa bahan yang dapat digunakan untuk menutup bagian kain agar tidak terkena warna yaitu:
Lilin atau malam batik
Tepung beras
Teknik pewarnaan tutup celup pada batik tulis maupun cap dilakukan berulang dengan tujuan untuk menghasilkan kombinasi beberapa warna pada motif.
Teknik pewarnaan batik yang memungkinkan untuk terciptanya motif dengan kontur warna yang tidak tegas atau menyebar adalah tie dye.
Mordan adalah zat yang digunakan sebagai "perekat" atau "penghubung" antara pewarna alami dan serat kain.
Beberapa jenis mordan yang dapat digunakan adalah: tawas, tunjung, kapur sirih, dan asam cuka.
