NEW
Font size
WorksheetsSoal Sifat Koligatif Larutan
Total questions: 10
Worksheet time: 2hrs 16mins
Suatu larutan terdiri dari 0,02 mol A dan 0,08 mol B. Fraksi mol untuk zat B adalah ....
A. 0,1 mol
B. 0,2 mol
C. 0,4 mol
D. 0,6 mol
E. 0,8 mol
Seorang siswa melarutkan 10 gram NaCl ke dalam 200 gram air, lalu menghitung molalitasnya dan menyimpulkan bahwa larutan tersebut memiliki molalitas 0,85 mol/kg.
Setelah ditinjau ulang, ternyata diketahui siswa tersebut menggunakan sendok ukur biasa dan menimbang air berdasarkan volume 200 mL tanpa mempertimbangkan kerapatan.
Apa kesalahan utama dalam penalaran siswa tersebut?
A. Tidak menggunakan satuan mol yang tepat
B. Salah menentukan Mr dari NaCl
C. Mengasumsikan bahwa volume sama dengan massa air
D. Melarutkan garam terlalu sedikit
E. Mengabaikan suhu larutan saat pencampuran
Sifat koligatif larutan merupakan sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh ....
A. Jumlah partikel zat terlarut
B. Jenis partikel zat terlarut
C. Banyak sedikitnya larutan
D. Massa jenis larutan
E. Konsentrasi dan jenis zat
Glukosa (Mr = 180) sebanyak 36 gram dilarutkan dalam 500 gram air (Mr = 18) pada suhu 25°C. Bila tekanan uap air jenuh pada suhu tersebut 23,76 mmHg, penurunan tekanan uap larutan adalah...
A. 0,16 mmHg
B. 0,17 mmHg
C. 0,19 mmHg
D. 0,21 mmHg
E. 0,24 mmHg
Seorang siswa melarutkan 0,1 mol NaCl ke dalam 1000 gram air. Jika tetapan kenaikan titik didih air (Kb) = 0,52 °C/m, maka kenaikan titik didih larutan tersebut adalah ...
(Anggap pelarut adalah air, dan NaCl terionisasi sempurna)
A. 0,052 °C
B. 0,104 °C
C. 0,26 °C
D. 0,52 °C
E. 1,04 °C
Seorang siswa sedang mempersiapkan larutan untuk praktik laboratorium. Ia melarutkan 18 gram glukosa (C₆H₁₂O₆) ke dalam 500 gram air untuk membuat larutan glukosa. Saat memanaskan larutan tersebut, ia mendapati bahwa titik didihnya meningkat dibandingkan dengan air murni.
(Diketahui: Kb air = 0,512 °C/m; Ar: C=12, H=1, O=16)
Setelah mengetahui kenaikan titik didih larutan, siswa tersebut bertanya: "Jika saya melarutkan zat yang bersifat elektrolit kuat seperti NaCl dengan massa setara (18 gram), apakah kenaikan titik didihnya akan lebih besar, lebih kecil, atau sama?"
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, manakah langkah yang paling logis dan benar secara ilmiah?
A. Membandingkan massa molekul relatif kedua zat karena massa zat yang dilarutkan sama.
B. Menghitung molalitas masing-masing larutan dan memperhitungkan faktor van’t Hoff (i) untuk melihat pengaruh jumlah partikel zat terlarut.
C. Menghitung fraksi mol air dan zat terlarut, karena fraksi mol menentukan perubahan titik didih.
D. Mengamati suhu akhir setelah pemanasan untuk menentukan kenaikan titik didih.
E. Menggunakan kalor jenis larutan untuk memperkirakan suhu mendidih yang baru.
Perhatikan diagram P – T berikut!
Garis beku pelarut ditunjukkan oleh ....
A. MS
B. MN
C. KL
D. LR
E. KQ
Seorang peneliti membuat dua larutan berbeda, masing-masing menggunakan 1 mol zat terlarut dalam 1 kg air. Larutan A menggunakan urea (non-elektrolit), dan larutan B menggunakan CaCl₂ (elektrolit kuat yang terionisasi sempurna). Saat diamati, penurunan titik beku larutan B jauh lebih besar dibandingkan larutan A.
Pernyataan berikut diajukan sebagai penjelasan fenomena tersebut:
1. Jumlah partikel terlarut dalam larutan B lebih banyak dibanding larutan A.
2. Penurunan titik beku hanya dipengaruhi oleh suhu lingkungan.
3. Larutan dengan zat elektrolit kuat menghasilkan lebih banyak ion bebas.
4. Jenis zat pelarut memengaruhi perbedaan penurunan titik beku.
Manakah kombinasi pernyataan yang menunjukkan penilaian logis dan ilmiah atas perbedaan penurunan titik beku kedua larutan?
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4
Tekanan osmotik suatu larutan akan meningkat jika...
A. Volume pelarut diperbesar
B. Konsentrasi zat terlarut ditingkatkan
C. Suhu diturunkan
D. Larutan dibiarkan dalam keadaan diam
E. Pelarut diganti dengan pelarut organik
Ani memiliki kebun kecil di belakang rumahnya. Ia menanam berbagai jenis sayuran seperti sawi, bayam, dan selada. Beberapa minggu terakhir, tanaman-tanamannya mulai rusak karena serangan siput yang muncul terutama setelah hujan. Daun-daun menjadi berlubang dan layu karena dimakan oleh siput.
Nenek Ani lalu menyarankan cara tradisional: menaburkan garam dapur di sekitar tanaman. Ani pun mencobanya. Keesokan harinya, ia melihat banyak siput yang mati di dekat butiran garam. Ia merasa penasaran dan bertanya pada guru IPA-nya tentang bagaimana garam bisa membunuh siput.
Sang guru menjelaskan bahwa tubuh siput terdiri dari banyak air dan dilapisi lendir. Saat siput menyentuh garam, terjadi reaksi osmosis. Garam menyerap air dari tubuh siput karena larutan garam bersifat hipertonik, yaitu memiliki konsentrasi zat terlarut yang jauh lebih tinggi dibandingkan cairan dalam tubuh siput. Akibatnya, air keluar dari tubuh siput untuk menyeimbangkan konsentrasi larutan, dan siput pun kehilangan cairan hingga akhirnya mati.
Guru tersebut menambahkan bahwa peristiwa ini merupakan contoh sifat koligatif larutan, khususnya tekanan osmotik, yaitu kemampuan larutan untuk menarik pelarut (air) melewati membran semipermeabel karena perbedaan konsentrasi zat terlarut.
Berdasarkan informasi di atas, apa alasan ilmiah yang paling tepat mengapa garam dapat membunuh siput?
A. Garam membentuk larutan yang menurunkan titik beku cairan tubuh siput sehingga siput membeku
B. Garam mengubah tekanan uap air dalam tubuh siput hingga menyebabkan penguapan berlebihan
C. Garam menyebabkan air masuk ke tubuh siput dan membuatnya pecah karena tekanan osmotik
D. Garam membentuk larutan hipotonik yang membuat air tetap di dalam tubuh siput
E. Garam membentuk larutan hipertonik yang menarik air keluar dari tubuh siput melalui osmosis
