WorksheetsB. Indonesia TL XI Genap Puisi, Prosa, Drama
Total questions: 25
Worksheet time: 50mins
Lebih tidak enak lagi kalau orang itu adalah Parmin. Tukang kebun yang rajin dan tak banyak cakap itu. Yang kerjanya cekatan, dengan wajah yang senantiasa memancarkan kesabaran. Tak pernah kedapatan sedikit saja membayang kemarahan pada wajah itu. Namun, tertawa berkepanjangan pun jarang lepas dari mulutnya. Senyum, itu saja. Senyum yang bisa muncul pada banyak kesempatan. Saat ia bicara. Saai ia menerima tugas, menerima gaji. Juga saat Mami memberi tahu bahwa gaji akan dibayarkan terlambat.
Pendeskripsian watak tokoh Parmin yang penyabar dalam kutipan cerpen tersebut diungkapkan melalui ….
Gambaran fisik tokoh
Tingkah laku tokoh
Tanggapan tokoh lain
Uraian pengarang
Suasana sekitar tokoh
Cermatilah kutipan cerpen berikut
Satu jam berlalu, kami terdiam dan terhanyut dalan angan masing-masing. Persoalan yang kami hadapi saat ini benar-benar di luar batas kemampuan. Tapi aku yakin bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan hambaNya. Namun, Ranti istriku, tetap ngotot dan terus menerus mendesakku. Kami masih tetap terdiam, aku berdiri dan berjalan ke sana-ke mari. “Jangan hanya mondar-mandir, Mas, cepat cari jalankeluar, kepalaku rasanya mau copot, lagi pula persoalan ini tidak bisa menunggu, harus segera cari pinjaman, karena kalau hujan hujan turun dengan lebat takutnya rumah ini akan rubuh.”
Konflik dalam kutipan tersebut adalah….
saling ngotot tidak mau mengalah
istri yang tidak sabar
sulit mencari jalan keluar
butuh pinjaman uang
suami menyerah pada keadaan
Cermatilah kutipan teks cerpen berikut!
Panas terik masih terus memenggang kampungnya, juga kampung-kampung lain di pinggir sungai itu mengepul dari hutan-hutan di luar kampung yang sudah banyak terbakar. Hampir setiap hari pula ia mendengar suara mesin penebang kayu meraung-raung, tidak siang tidak malam, dan beberapa hari kemudian kayu yang sudah dirajang dengan rapi, baik berbentuk papan maupun batangan segi empat dikeluarkan oleh serombongan kerbau dari hutan. Sampai di pinggir sungai ada orang yang mengikatnya dengan tali atau kawat dan kemudian kayu dalam jumlah besar dialirkan ke arah hilir sungai dan dikendalikan oleh kepompong bermesin diesel. Hampir dalam setuap hari dalam panas yang memanggang kampung itu, hal seperti itu terjadi; raungan gergaji, sepanjang hari, suara pohon tumbang, kayu yang ditarik kerbau keluar dari hutan menuju pinggir sungai.
Ringkasan isi cerita pada teks di atas adalah….
Di sebuah kampung dekat pinggir sungai yang dipanggang matahari akibat penebangan kayu/ pohon terlihat beberapa kerbau keluar hutan menuju pinggir sungai menarik kayu-kayu ilegal.
Hampir setiap hari pula ia mendengar suara mesin penebang kayu meraung-raung, tidak siang tidak malam. Dan beberapa hari kemudian kayu-kayu dikeluarkan oleh serombongan kerbau dari hutan.
Hampir setiap hari, dalam panas yang memanggang kampung ini, hal seperti itu terjadi, raungan gergaji terus-menerus.
Panas terik masih terus memanggang kampungnya di pinggir sungai itu. Asap mengepul dari hutan-hutan yang sudah banyak terbakar di pinggir kampong.
Suasana kampung di pinggir sungai, ada orang yang mengikat kayu dengan tali atau kawat dan dialirkan ke arah hilir sungai.
Cermatilah kutipan cerpen berikut!
(1) Matahari sedang mencium lembah-lembah gunung ketika aku terbangun di pagi itu. (2) Aku terpaku menikmati pemandangan desa yang sungguh menawan, Takkan kutemukan semua ini di hiruk pikuknya kota. (3) Penduduk desa yang masih bersahaja, saling senyum dan bertegur sapa. (4) Mereka bersama-sama turun ke sungai. (5) Sungai yang airnya masih jernih, jauh dari tercemar.
Kalimat bermajas pada paragraf tersebut terdapat pada nomor…
5
4
3
2
1
5. Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
tubuhnya digerogoti penyakit
buruknya pelayanan rumah sakit
susahnya menjadi orang miskin
banyak bangsal yang kosong
tidak ada jawaban benar
Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Kutipan teks cerpen tersebut merupakan struktur teks cerpen bagian ....
Orientasi
Resolusi
Solusi
Komplikasi
Memuncak
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Sudut pandang yang digunakan yang digunakan pada cerpen di atas adalah ....
Orang pertama
Orang ketiga serba tahu
Orang ketiga sebagai pengamat
Orang kedua
Orang pertama dan Kedua
Bacalah kutipan cerpen berikut!
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor ....
(1) dan (2)
(4) dan (5)
(3) dan (4)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
Bacalah puisi berikut dengan saksama!
Di mana pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselubung semangat yang tak bisa mati
………
(Diponegoro: Chairil anwar)
Makna yang terkandung dalam kutipan puisi tersebut adalah….
Sekarang ini Indonesia harus membangun semangat juang para pahlawan.
Jangan gentar menghadapi masalah pembangunan apa saja.
Semangat juang para pahlawan harus diteladani dalam membangun negeri.
Pedang dan keris adalah senjata yang ampuh digunakan untuk berjuang.
Pahlawan itu tidak boleh menyerah dan tidak boleh merasa gentar.
Puisi di atas mengungkapkan...
manusia yang melupakan Tuhan
teguran Tuhan ada yang ringan dan berat
Manusia selalu ada dalam kasih sayang
Tuhan menegur manusia melalui bencana
Siksaan Tuhan akan datang bagi orang lupa
Perhatikan kutipan puisi berikut!
hari masih pagi
semangat kita terlalu dini untuk mati
Amanat yang tersirat dalam puisi tersebut adalah....
jangan mau meracun hati
jadilah orang lalai di saat pagi hari
janganlah lalai di saat kita masih muda
usia yang masih muda harus selalu bersemangat
menyaksikan orang lain giat bekerja
Bacalah Kutipan Puisi Berikut !
Judul: Menyesal
(A. Hasyim)
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah dimasa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
....
Kata petang pada larik ketiga puisi tersebut mempunyai makna lambang ...
Waktu sore hari
Perasaan manusia
Masa tua
Suasana senja
Kehidupan malam
Bacalah Kutipan Puisi Berikut !
Judul: Menyesal
(A. Hasyim)
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah dimasa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
....
Majas personifikasi dalam puisi di atas terdapat dalam baris ...
1 dan 2
1 dan 3
1 dan 4
3 dan 4
2 dan 3
... Wahai sahabat
Untuk selamanya
Kita percaya
Tebarkan arah jangan pernah lelah
Untukmu sahabat
....
Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah ...
Semangat
Gembira
Sunyi
Sedih
Tegang
Pahlawan Tak Dikenal
(Toto Sudarto Bahtiar)
Sepuluh tahun yang lalu, dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru buundar di dadanya
Senyum bekunya berkata, kita sedang perang
Dia tidak tahu bilamana ia datang
Kedua tangannya memeluk senapan
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur, sayang
............................
Puisi di atas menuturkan tentang ...
Seseorang yang sedang berjuang di medan perang
Pemimpin perang sedang memimpin pertempuran
Seseorang yang terbaring sakit karena tertembak di medan pertempuran
Pejuang yang berjuang pada pertempuran di Surabaya tanggal 10 November 1945
Kematian seorang pejuang karena tertembak
Cermatilah puisi karya W.S. Rendra
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya!
Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
Citraan yang dominan pada puisi tersebut adalah ...
Perasaan
Perabaan
Penciuman
Pendengaran
Penglihatan
Biasanya puisi ditulis dalam bentuk baris, namun ada pula puisi yang ditulis dalam bentuk fragmen-fragmen bahkan dalam bentuk zig-zag dan model lainnya. Salah satu bentuk penulisan puisi disebut...
Tipografi
Rima
Irama
Rasa
Nada
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan pada saat menyusun teks drama, kecuali....
menentukan tema
merancang alur dan setting
menyusun ringkasan cerita
mengatur akting pelaku
mencantumkan petunjuk pementasan
Tina : Hei, semua berhenti! (Sambil menggebrak meja)
Anwar : Tidak usah ikut campur!
Bagian yang ditulis dalam kurung penggalan dialog di atas disebut....
prolog
petunjuk pementasan
kramagung
wacanang
epilog
Penggalan drama di atas mengandung nilai...
agama
budaya
sosial
moral
pendidikan
Tokoh Ayu dalam penggalan drama di atas berperan sebagai tokoh dengan watak....
antagonis
protagonis
tritagonis
figuran
pembantu
Badi: “Aku minta jawaban nomor 15 sampai 20 Bud!”
Budi: “Tidak Bisa Ban,”
Bandi: “Kenapa? Kita sahabat bud, kita harus kerjasama”
Andini: “Iya Bud, kita harus kerja sama”
Adit: “Iya, kamu kan yang paling pintar disini bud”
Budi: “tapi bukan kerjasama seperti ini teman-teman”
Ita: “Kenapa memang Bud? Hanya 5 soal saja!”
Isi cuplikan drama tersebut adalah...
Budi memberikan sontekan kepada sahabatnya
Ita dan Budi mengerjakan soal latihan dengan cara bekerja sama
sekelompok siswa sedang mengerjakan soal-soal latihan
Budi bersikap teguh pendirian tidak akan bekerja sama dalam hal yang salah
Budi mengadukan Ita dan Bandi ke guru
Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Rina : Apa-apaan sih? Kok posterku disobek?
(menahan marah)
Aji : [......…]
Rina : Maaf..maaf enak saja!
Aji : (dengan amat menyesal)
Iya deh, aku ganti postermu. Tapi kamu mau maafin aku kan?
Rina : Ya. Lain kali kamu jangan ceroboh.
Aji : (dengan tersenyum)
Oke, Bos!
Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah...
Baiklah aku akan beli yang baru.
Begitu saja kok kamu marah, Rin.
Maafin aku Rina. Aku tidak sengaja.
Maafin aku Aji. Aku tidak sengaja.
Itukan murah saja Rin. Ya sudah aku minta maaf
kesalahan yang dilakukan oleh pemain berkerudung merah muda adalah...
Membelakangi penonton
Kurang pemain dalam naskah
Latar cahaya tidak terang
kostum tidak sesuai
tidak hafal naskah
Perhatikan teks drama berikut ini !
Bu Mulyono : "Pak, sebenarnya apa dosa kita sampai anak kita menderita seperti ini? Saya sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi."
Pak Mulyono : "Bersabarlah, Bu. Pasti Yang Mahakuasa akan memberikan jalan.
Drama tersebut menunjukkan sebuah suasana ....
gembira
jenuh
senang
marah
menyesal dengan takdir yang ada
