Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ulangan Primordialisme

Total questions: 80

Worksheet time: 14mins

Name
Class
Date
1.

Sikap orang tua yang mengajarkan anak untuk bangga terhadap bahasa daerah dan budaya sukunya sejak kecil merupakan bentuk dari...

a)

Asimilasi

b)

Akulturasi

c)

Primordialisme

d)

Etnosentrisme

e)

Nasionalisme

2.

Primordialisme dapat ditanamkan kepada anak sejak dini melalui cara berikut, kecuali...

a)

Menceritakan legenda suku setempat

b)

Menggunakan bahasa ibu dalam percakapan keluarga

c)

Mengajarkan lagu daerah

d)

Mengisolasi anak dari suku lain

e)

Mengikutsertakan anak dalam upacara adat

3.

Tujuan utama orang tua memperkenalkan identitas kesukuan kepada anak adalah...

a)

Meningkatkan dominasi suku sendiri

b)

Membentuk sikap nasionalis

c)

Menanamkan rasa bangga terhadap asal-usulnya

d)

Mendorong konflik antar suku

e)

Mempersiapkan anak menghadapi globalisasi

4.

Mengajarkan anak untuk menyukai makanan tradisional daerahnya adalah contoh konkret dari...

a)

Globalisasi budaya

b)

Akulturasi budaya

c)

Etnosentrisme

d)

Penanaman identitas kultural

e)

Disintegrasi sosial

5.

Mengapa proses penanaman nilai-nilai kesukuan kepada anak dapat memperkuat solidaritas sosial?

a)

Mendorong kompetisi antarbudaya

b)

Membentuk sikap superior terhadap suku lain

c)

Menguatkan identitas kolektif dan rasa kebersamaan

d)

Menciptakan konflik budaya

e)

Membatasi interaksi sosial

6.

Berikut ini yang merupakan dampak positif dari primordialisme adalah...

a)

Meningkatnya intoleransi

b)

Berkembangnya nasionalisme sempit

c)

Terbangunnya kohesi sosial dalam masyarakat

d)

Munculnya stereotip negatif

e)

Meningkatnya etnosentrisme

7.

Menceritakan sejarah leluhur dan asal-usul suku kepada anak dapat memperkuat...

a)

Imajinasi anak

b)

Rasa takut terhadap masa lalu

c)

Identitas primordial anak

d)

Trauma budaya

e)

Ketidakpedulian terhadap budaya lain

8.

Salah satu bentuk praktik primordialisme dalam pendidikan anak di rumah adalah...

a)

Memaksa anak sekolah internasional

b)

Mengajarkan anak tari daerah

c)

Menghindari diskusi sejarah suku

d)

Mengajarkan bahasa asing

e)

Membatasi informasi budaya lain

9.

Orang tua yang lebih suka menjodohkan anak dengan sesama suku untuk menjaga "kemurnian" budaya merupakan contoh...

a)

Nasionalisme

b)

Pluralisme

c)

Primordialisme

d)

Etnosentrisme

e)

Diskriminasi

10.

Apa risiko utama dari penanaman primordialisme yang berlebihan pada anak?

a)

Anak menjadi lebih mudah beradaptasi

b)

Anak bersikap terbuka terhadap perbedaan

c)

Anak mengembangkan sikap fanatik terhadap kelompoknya

d)

Anak memahami pentingnya keberagaman

e)

Anak menjadi nasionalis sejati

11.

Kebiasaan menyajikan makanan tradisional seperti gudeg, papeda, atau rendang kepada anak bertujuan untuk...

a)

Menunjukkan kemampuan memasak ibu

b)

Menyesuaikan selera anak yang modern

c)

Menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya kuliner daerah

d)

Membatasi akses anak pada makanan cepat saji

e)

Menghemat pengeluaran rumah tangga

12.

Primordialisme dalam konteks makanan dapat diterapkan dalam keluarga dengan cara...

a)

Menghindari segala jenis makanan asing

b)

Mempromosikan restoran waralaba luar negeri

c)

Membiasakan anak mengenal cita rasa khas daerah sendiri

d)

Memaksa anak makan makanan yang tidak disukai

e)

Menyamakan seluruh jenis makanan menjadi standar nasional

13.

Mengajarkan anak mengenakan pakaian adat dalam acara tertentu adalah bentuk penanaman nilai budaya melalui...

a)

Simbol visual budaya

b)

Tradisi lisan

c)

Ritual keagamaan

d)

Ekspresi emosi

e)

Pembiasaan

14.

gajarkan anak mengenakan pakaian adat dalam acara tertentu adalah bentuk penanaman nilai budaya melalui...

a)

Simbol visual budaya

b)

Tradisi lisan

c)

Ritual keagamaan

d)

Ekspresi emosi

e)

Pembiasaan ideologi

15.

Primordialisme dalam pengenalan seni budaya kepada anak dapat dilakukan melalui kegiatan berikut, kecuali...

a)

Mengajak anak menonton pertunjukan seni daerah

b)

Mendaftarkan anak ke sanggar tari tradisional

c)

Memberikan akses terhadap musik pop Korea

d)

Mengenalkan alat musik daerah seperti angklung atau sasando

e)

Mengajarkan makna tarian tradisional kepada anak

16.

Bahasa ibu atau bahasa daerah memiliki fungsi penting dalam pembentukan jati diri budaya anak karena...

a)

Lebih mudah dipelajari daripada bahasa asing

b)

Menunjukkan kecerdasan linguistik

c)

Mewakili ekspresi kultural dan nilai-nilai lokal

d)

Digunakan dalam semua institusi formal

e)

Tidak banyak orang yang menggunakannya

17.

Proses pengenalan cara mengatur rumah berdasarkan kebiasaan daerah seperti posisi dapur atau ruang tamu mencerminkan...

a)

Modernisasi desain interior

b)

Perkembangan gaya hidup

c)

Penanaman nilai budaya melalui ruang fisik

d)

Efisiensi ruang perkotaan

e)

Asimilasi budaya global

18.

Kegiatan memasak bersama anak dengan resep tradisional keluarga memiliki nilai sosial karena...

a)

Meningkatkan keterampilan kuliner

b)

Melatih anak menjadi koki profesional

c)

Menginternalisasi nilai budaya secara emosional dan langsung

d)

Menghemat pengeluaran rumah tangga

e)

Meningkatkan popularitas budaya lokal

19.

Pengenalan motif batik dari berbagai daerah kepada anak bertujuan untuk...

a)

Melestarikan keanekaragaman budaya Indonesia

b)

Menghindari penggunaan batik dari luar negeri

c)

Menyamakan seluruh motif batik

d)

Menjadikan batik sebagai pakaian wajib

e)

Mempromosikan produk ekspor

20.

Mengajarkan anak menata rumah dengan unsur khas budaya lokal seperti anyaman bambu, lukisan daerah, atau ukiran kayu adalah upaya untuk...

a)

Menambah nilai estetika rumah

b)

Meningkatkan nilai jual properti

c)

Menginternalisasi nilai dan simbol budaya dalam kehidupan sehari-hari

d)

Mengadopsi gaya interior luar negeri

e)

Menyesuaikan dengan tren minimalis

21.

Pengenalan tarian daerah kepada anak tidak hanya melatih gerakan tetapi juga...

a)

Menyalurkan energi fisik

b)

Meniru budaya luar

c)

Memahami nilai, makna, dan simbol budaya

d)

Meningkatkan nilai jual pertunjukan

e)

Menguasai panggung hiburan

22.

Pembiasaan anak mengenakan busana daerah dalam kegiatan sekolah merupakan bagian dari...

a)

Penekanan perbedaan sosial

b)

Proses sosialisasi budaya lokal

c)

Westernisasi budaya

d)

Kompetisi budaya daerah

e)

Konservatisme agama

23.

Kebiasaan menyajikan makanan khas saat hari besar keagamaan seperti ketupat saat Lebaran adalah contoh dari...

a)

Sinkretisme budaya asing

b)

Globalisasi makanan

c)

Penanaman nilai budaya melalui ritual sosial

d)

Proses sekularisasi budaya

e)

Westernisasi perayaan

24.

Bahasa daerah yang digunakan dalam percakapan sehari-hari di rumah dapat memperkuat identitas...

a)

Individual

b)

Nasional

c)

Regional

d)

Ekonomi

e)

Religius

25.

Pemilihan warna, bentuk, dan fungsi rumah tradisional banyak dipengaruhi oleh...

a)

Globalisasi media

b)

Nilai-nilai budaya lokal

c)

Perkembangan teknologi

d)

Selera arsitek modern

e)

Tren internasional

26.

Jika anak terbiasa menyukai makanan asing dan menolak makanan daerah, hal ini menunjukkan...

4 lines
27.

Jika anak terbiasa menyukai makanan asing dan menolak makanan daerah, hal ini menunjukkan...

a)

Penanaman budaya berhasil

b)

Ketertarikan terhadap budaya lokal

c)

Minimnya pengenalan budaya lokal

d)

Keunggulan budaya asing

e)

Kemandirian anak dalam memilih

28.

Pengenalan tata cara ibadah harian kepada anak sejak usia dini mencerminkan proses sosialisasi yang mengarah pada...

a)

Konversi agama secara sadar

b)

Internalisasi nilai religius sebagai bagian dari identitas sosial

c)

Penyamaan seluruh ajaran agama dalam keluarga

d)

Penghapusan perbedaan kepercayaan di masyarakat

e)

Penguatan dominasi agama mayoritas

29.

Ketika keluarga secara rutin melibatkan anak dalam kegiatan keagamaan seperti doa bersama, puasa, atau misa, mereka sedang...

a)

Mendorong pembentukan nilai sekuler

b)

Melatih kedisiplinan moral secara universal

c)

Memperkuat kesetiaan pada institusi keagamaan tertentu

d)

Mengarahkan anak agar memilih agama lain secara bebas

e)

Mewujudkan percampuran budaya religius global

30.

Salah satu ciri primordialisme dalam agama yang paling kuat terlihat dalam...

a)

Perilaku konsumtif atas produk halal

b)

Pemakaian simbol keagamaan dalam rutinitas sehari-hari

c)

Adanya lembaga negara berbasis agama

d)

Pemaksaan keyakinan antar anggota keluarga

e)

Globalisasi penafsiran kitab suci

31.

Penggunaan bahasa atau istilah keagamaan tertentu dalam percakapan keluarga kepada anak dapat berfungsi untuk...

a)

Mempermudah anak menghafal istilah asing

b)

Meningkatkan nilai bahasa asing dalam komunikasi

c)

Menanamkan kesadaran akan keunikan identitas keagamaan

d)

Menghapus batas antar kelompok agama

e)

Menyamakan bahasa komunikasi religius antar agama

32.

Keluarga yang mengajak anak menghadiri upacara keagamaan tahunan (misalnya Nyepi, Natal, atau Idulfitri) sedang melaksanakan proses...

a)

Modernisasi ritus tradisional

b)

Konsumerisme budaya religi

c)

Internalisasi nilai melalui simbol dan prosesi ritual

d)

Penyimpangan terhadap nilai religi murni

e)

Dekonstruksi terhadap prosesi keagamaan formal

33.

Mengapa kegiatan seperti tadarus, perayaan paskah, atau perayaan waisak penting dikenalkan kepada anak sejak dini?

a)

Untuk menambah jumlah peserta ritual

b)

Agar anak terbiasa tampil di depan umum

c)

Sebagai bentuk perayaan budaya saja

d)

Untuk memperkuat identitas religius dan afiliasi kelompok keimanan

e)

Agar anak menjadi pemuka agama di masa depan

34.

Pemahaman anak terhadap makna simbolik ibadah dan doa sering kali dibentuk melalui...

a)

Pendidikan formal

b)

Narasi dan pembiasaan dalam lingkungan keluarga

c)

Tayangan media sosial keagamaan

d)

Buku pelajaran yang netral

e)

Tugas keagamaan dari sekolah

35.

Penerapan sistem pendidikan berbasis agama di rumah seperti waktu belajar disesuaikan dengan waktu ibadah mencerminkan...

a)

Pembatasan terhadap hak belajar anak

b)

Penanaman nilai religius dalam ritme kehidupan anak

c)

Upaya mempertahankan otoritas keluarga

d)

Penyesuaian dengan kurikulum nasional

e)

Strategi agar anak tidak mudah terpengaruh

36.

Mengapa dalam keluarga sering ditemukan pemilihan nama anak yang mengandung unsur keagamaan?

a)

Agar anak terlihat unik

b)

Karena mengikuti tren populer

c)

Sebagai bentuk penegasan identitas dan harapan religius

d)

Agar mudah dalam administrasi kependudukan

e)

Untuk meniru tokoh-tokoh internasional

37.

Jika seorang anak dibiasakan mengikuti pola makan, berpakaian, dan berperilaku sesuai syariat agama orang tuanya, maka hal tersebut adalah...

a)

Indoktrinasi nilai moral

b)

Penghapusan identitas pribadi

c)

Sosialisasi budaya religius sebagai ikatan primordial

d)

Penyesuaian terhadap masyarakat multikultural

e)

Pembentukan netralitas dalam identitas

38.

Orang tua yang secara konsisten membiasakan anak berbicara dengan bahasa daerah di rumah sebagai bentuk kebanggaan kultural mencerminkan proses:

a)

Akulturasi budaya global

b)

Primordialisme linguistik

c)

Integrasi nasional

d)

Reorientasi nilai modern

e)

Emansipasi bahasa minoritas

39.

Ketika penggunaan bahasa ibu dianggap lebih penting daripada bahasa nasional dalam komunikasi sehari-hari, maka anak mengalami proses internalisasi nilai:

a)

Nasionalisme progresif

b)

Integrasi multibahasa

c)

Primordialisme identitas linguistik

d)

Pluralisme etnolinguistik

e)

Emansipasi sosial

40.

Dampak negatif dari penguatan primordialisme bahasa terhadap anak yang tinggal di lingkungan multietnis adalah:

a)

Anak lebih fasih berbahasa ibu

b)

Anak merasa percaya diri dalam komunitas lokal

c)

Anak mengalami keterbatasan komunikasi lintas kelompok

d)

Anak lebih mampu menginternalisasi nilai nasional

e)

Anak menjadi pusat perhatian budaya

41.

Pola komunikasi yang eksklusif dengan bahasa daerah dalam keluarga berpotensi memperkuat rasa keterikatan terhadap:

a)

Komunitas global

b)

Etnis dan kelompok asal

c)

Sekolah nasional

d)

Norma universal

e)

Budaya digital

42.

Penanaman nilai bahwa bahasa daerah lebih "murni" dan harus dijaga ketimbang bahasa nasional mencerminkan bentuk:

a)

Fanatisme kultural linguistik

b)

Nasionalisme moderat

c)

Pluralisme bahasa yang adaptif

d)

Inklusivitas komunikasi

e)

Relativisme sosial

43.

Penguatan identitas bahasa dalam keluarga sering kali disertai dengan simbolik lain seperti musik, pantun, dan cerita rakyat. Hal ini menunjukkan bahwa:

a)

Bahasa berdiri sendiri sebagai entitas sosial

b)

Bahasa hanyalah alat komunikasi teknis

c)

Bahasa merupakan bagian integral dari konstruksi budaya

d)

Bahasa hanya diwariskan melalui pendidikan formal

e)

Bahasa dan budaya tidak saling terkait

44.

Jika seorang anak tidak mampu menggunakan bahasa daerah yang menjadi identitas keluarganya, maka kemungkinan yang muncul adalah:

a)

Anak kehilangan identitas nasional

b)

Anak tidak memiliki kompetensi sosial

c)

Anak dianggap kurang loyal terhadap kelompok asal

d)

Anak menunjukkan kecakapan komunikasi tinggi

e)

Anak lebih disukai oleh komunitas lokal

45.

Penguatan penggunaan satu bahasa ibu dalam komunitas dan penolakan terhadap penggunaan bahasa luar disebut sebagai:

a)

Akomodasi budaya

b)

Asimilasi linguistik

c)

Eksklusivisme linguistik berbasis primordialisme

d)

Transisi multibahasa

e)

Komunikasi lintas budaya

46.

Apa dampak positif dari penanaman bahasa daerah secara kuat dalam diri anak?

a)

Anak menolak berkomunikasi dengan kelompok luar

b)

Anak lebih mudah beradaptasi secara global

c)

Anak memiliki rasa bangga dan identitas budaya yang kuat

d)

Anak kesulitan memahami bahasa nasional

e)

Anak hanya dapat diterima di komunitas lokal

47.

Dalam konteks primordialisme, bahasa menjadi alat penting karena:

a)

Bahasa adalah simbol netral yang tidak memengaruhi identitas

b)

Bahasa mampu menciptakan batas simbolik antar kelompok sosial

c)

Bahasa hanya berfungsi dalam konteks akademik

d)

Bahasa tidak memiliki pengaruh dalam pembentukan ikatan sosial

e)

Bahasa bersifat universal dan bebas nilai

48.

Orang tua yang menanamkan kebanggaan kepada anak karena berasal dari daerah tertentu tanpa memberi ruang penghargaan terhadap daerah lain merupakan bentuk dari:

a)

Nasionalisme inklusif

b)

Multikulturalisme terbuka

c)

Primordialisme asal daerah

d)

Globalisasi identitas

e)

Adaptasi sosial-budaya

49.

Dalam konteks sosiologis, penanaman kebanggaan berlebihan terhadap asal daerah kepada anak dapat memperkuat:

a)

Kesetaraan gender

b)

Solidaritas nasional

c)

Integrasi kelas sosial

d)

Eksklusivitas identitas kedaerahan

e)

Akomodasi budaya

50.

Ketika anak hanya diajarkan untuk menghargai tradisi dan simbol-simbol daerah asal tanpa memahami keragaman, maka kemungkinan jangka panjangnya adalah:

a)

Tumbuhnya sikap nasionalisme progresif

b)

Terbentuknya wawasan kebangsaan yang luas

c)

Meningkatnya kemampuan beradaptasi di lingkungan majemuk

d)

Terjadinya keterbatasan perspektif sosial dan kultural

e)

Munculnya sikap terbuka pada semua budaya

51.

Mengenalkan bahasa, lagu, makanan, dan adat istiadat daerah kepada anak sejak dini merupakan bentuk proses sosialisasi yang memperkuat:

a)

Diferensiasi sosial berdasarkan ekonomi

b)

Intervensi budaya global

c)

Konstruksi identitas primordial asal daerah

d)

Relasi antarkelompok berdasarkan kepentingan politik

e)

Mobilitas sosial vertikal

52.

Penekanan pada asal daerah sebagai dasar utama dalam memilih pergaulan dan sikap sosial seseorang menunjukkan kecenderungan:

a)

Asimilasi yang kuat

b)

Solidaritas lintas etnis

c)

Etnosentrisme berbasis kedaerahan

d)

Relativisme budaya

e)

Inklusivitas kelompok

53.

Dampak negatif dari penanaman identitas kedaerahan yang terlalu kuat terhadap anak adalah:

a)

Anak lebih fasih berbicara bahasa nasional

b)

Anak cepat membaur dalam komunitas baru

c)

Anak mengalami tantangan dalam membangun toleransi sosial

d)

Anak memiliki pandangan multikultural yang luas

e)

Anak terbiasa menghargai semua tradisi

54.

Penguatan ikatan asal daerah dalam proses sosialisasi primer akan berdampak pada pola pikir anak terhadap perbedaan sosial, yaitu:

a)

Menyambut perbedaan sebagai kekayaan sosial

b)

Menolak keberagaman sebagai ancaman

c)

Menjadi penggerak integrasi bangsa

d)

Mengurangi fanatisme kelompok

e)

Mengutamakan kepentingan nasional

55.

Penanaman nilai budaya yang berakar pada kelompok etnis tertentu sejak dini berfungsi sebagai mekanisme:

a)

Disintegrasi kelompok luar

b)

Internalisasi norma hukum negara

c)

Pembentukan identitas sosial pribadi

d)

Pelemahan identitas diri nasional

e)

Asimilasi budaya mayoritas

56.

Primordialisme dapat memperkuat identitas pribadi apabila nilai-nilai yang diwariskan:

a)

Diperkenalkan secara eksklusif dan tertutup

b)

Membentuk kesadaran historis dan kebanggaan kelompok

c)

Menolak pengaruh dari luar komunitas

d)

Mendorong konformitas terhadap budaya global

e)

Dibatasi hanya pada tradisi lisan keluarga

57.

Individu yang memiliki identitas pribadi kuat karena keterikatan pada nilai-nilai primordial cenderung:

a)

Tidak mampu beradaptasi dalam masyarakat plural

b)

Memiliki integritas sosial dan kestabilan emosi

c)

Menolak segala bentuk perubahan sosial

d)

Bersikap netral terhadap asal-usulnya

e)

Tidak menyadari posisi kelompoknya dalam masyarakat

58.

Seseorang yang selalu merujuk pada nilai-nilai budaya asal dalam menghadapi dilema moral menunjukkan bahwa identitas primordialnya:

a)

Telah melebur dalam identitas global

b)

Bersifat sementara dan fleksibel

c)

Mewarnai struktur identitas pribadinya secara kuat

d)

Telah tergantikan oleh budaya dominan

e)

Tidak lagi relevan dalam kehidupan pribadi

59.

Proses internalisasi nilai-nilai primordial dalam diri seseorang akan berdampak positif terhadap identitas pribadi jika:

a)

Nilai tersebut dikembangkan dalam isolasi sosial

b)

Diterapkan secara kaku tanpa ruang dialog

c)

Diintegrasikan dengan pengalaman sosial lainnya

d)

Disosialisasikan hanya dalam bentuk simbolik

e)

Dipaksakan oleh institusi formal

60.

Primordialisme dalam pembentukan identitas pribadi sering kali bersumber dari:

a)

Institusi politik negara

b)

Sistem ekonomi pasar bebas

c)

Ikatan emosional terhadap nilai leluhur dan budaya

d)

Media sosial global

e)

Pendidikan berbasis teknologi

61.

Seseorang yang menolak jati dirinya karena pengaruh tekanan lingkungan luar mengalami gangguan pada aspek:

a)

Interaksi sosial horizontal

b)

Konsensus kelompok

c)

Stabilitas identitas pribadi

d)

Proses diferensiasi sosial

e)

Struktur mobilitas vertikal

62.

Jika identitas pribadi yang terbentuk dari nilai primordial tidak dikritisi secara reflektif, maka individu berisiko mengalami:

a)

Kemandirian berpikir dan empati tinggi

b)

Konflik identitas dalam ruang sosial majemuk

c)

Peningkatan solidaritas universal

d)

Kesadaran kosmopolitan yang tinggi

e)

Penyesuaian sosial yang fleksibel

63.

Dalam teori sosiologi identitas, keterikatan kuat pada budaya asal seseorang dikategorikan sebagai:

a)

Identitas difusi

b)

Identitas yang tidak stabil

c)

Identitas sosial berbasis afiliasi primordial

d)

Identitas hasil imitasi sosial

e)

Identitas situasional temporer

64.

Orang tua yang secara aktif memperkenalkan nilai adat, bahasa ibu, dan sejarah keluarga kepada anaknya telah menjalankan proses:

a)

Penghilangan bias budaya

b)

Reproduksi nilai-nilai dominan

c)

Internalisasi nilai sosial primer yang membentuk identitas pribadi

d)

Perpindahan nilai secara struktural

e)

Integrasi nilai-nilai global

65.

Primordialisme dapat memperkuat identitas pribadi seseorang melalui:

a)

Penghargaan terhadap budaya global yang lebih unggul

b)

Penanaman nilai-nilai kultural dalam kehidupan sehari-hari yang terinternalisasi

c)

Pembentukan solidaritas sosial dengan mengabaikan perbedaan kelompok

d)

Pemaksaan standar sosial yang universal tanpa memedulikan budaya lokal

e)

Penyebaran informasi dari budaya global tanpa memandang nilai lokal

66.

Salah satu ciri primordialisme yang mempengaruhi pembentukan identitas pribadi seseorang adalah:

a)

Penolakan terhadap perubahan sosial dalam masyarakat global

b)

Penanaman nilai-nilai budaya yang murni tanpa interaksi dengan budaya luar

c)

Adanya keterbukaan terhadap ideologi luar yang mempengaruhi perilaku

d)

Kekuatan ikatan kultural yang dipertahankan dalam menghadapi

67.

Penguatan ikatan primordial dalam pembentukan identitas pribadi seseorang dapat berfungsi untuk:

a)

Menyebabkan konflik identitas karena ketegangan antara nilai lokal dan global

b)

Meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya integrasi sosial global

c)

Membuat individu lebih mudah beradaptasi dengan perubahan sosial yang cepat

d)

Mengaburkan perbedaan sosial dan budaya dalam masyarakat global

e)

Menciptakan individu yang terbuka pada perubahan budaya eksternal

68.

Di tengah globalisasi, proses primordialisme dapat memperkuat identitas pribadi seseorang dengan cara:

a)

Mengabaikan nilai-nilai budaya global demi mempertahankan tradisi lokal

b)

Menyelaraskan nilai budaya lokal dengan tuntutan globalisasi yang relevan

c)

Membuat seseorang cenderung menutup diri terhadap budaya luar

d)

Mendorong homogenisasi budaya dengan melupakan keragaman

e)

Menumbuhkan sikap eksklusif terhadap identitas budaya pribadi

69.

Salah satu efek negatif dari primordialisme terhadap penguatan identitas pribadi adalah:

a)

Individu menjadi lebih toleran terhadap perbedaan sosial dan budaya

b)

Terbentuknya ikatan yang semakin kuat antara individu dengan kelompok sosial

c)

Meningkatnya rasa kebanggaan terhadap budaya lokal

d)

Munculnya rasa superioritas budaya yang mempengaruhi hubungan antar kelompok

e)

Meningkatnya integrasi sosial dalam masyarakat yang beragam

70.

Seseorang dengan identitas pribadi yang kuat yang dibentuk oleh ikatan primordialisme akan lebih cenderung:

a)

Terbuka terhadap proses asimilasi dengan kelompok lain

b)

Mempertahankan tradisi tanpa mempertimbangkan kebutuhan zaman

c)

Mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan kelompok sosial

d)

Merespons secara positif terhadap perubahan sosial dan budaya

e)

Menyatu dengan masyarakat global tanpa mempertimbangkan perbedaan budaya

71.

Primordialisme dalam penguatan identitas pribadi berfungsi untuk:

a)

Mendorong individualisme yang mengabaikan kelompok sosial

b)

Menghilangkan rasa kebanggaan terhadap asal-usul budaya seseorang

c)

Mempertahankan pengaruh budaya lokal di tengah globalisasi yang semakin mendalam

d)

Menumbuhkan ketidakpedulian terhadap keberagaman budaya

e)

Membatasi ruang bagi individu untuk mengembangkan diri dalam masyarakat global

72.

Proses primordialisme dalam membentuk identitas seseorang seringkali:

a)

Mengarah pada penguatan identitas pribadi yang mengarah pada homogenisasi sosial

b)

Membentuk pemahaman yang lebih terbuka terhadap perbedaan budaya dan sosial

c)

Mendorong pengabaian terhadap budaya lokal demi adaptasi global

d)

Memperkuat keterikatan individu pada nilai-nilai dan tradisi budaya yang diwariskan

e)

Menciptakan ketergantungan individu terhadap standar budaya global

73.

Dalam konteks globalisasi, penguatan ikatan primordial dalam identitas pribadi dapat menjadi kendala dalam:

a)

Mengembangkan kesadaran kosmopolitan yang menghargai pluralitas

b)

Mempertahankan keutuhan dan kelestarian budaya lokal dalam masyarakat global

c)

Mencapai kesetaraan sosial antar kelompok dengan budaya yang berbeda

d)

Menerima ide-ide baru yang dapat memperkaya budaya lokal

e)

Mengedepankan keanekaragaman dalam berbagai aspek kehidupan sosial

74.

Dampak positif dari proses primordialisme terhadap identitas pribadi seseorang adalah:

a)

Penguatan integrasi sosial dengan kelompok budaya yang berbeda

b)

Penurunan rasa kebanggaan terhadap identitas budaya lokal

c)

Meningkatnya rasa solidaritas dan kebanggaan terhadap budaya asal

d)

Mempermudah penyesuaian diri dengan budaya global tanpa konflik

e)

Menyebabkan hilangnya keanekaragaman budaya dalam masyarakat

75.

Salah satu dampak negatif yang dapat timbul akibat proses primordialisme dalam membentuk identitas pribadi adalah:

a)

Meningkatnya penerimaan terhadap perubahan sosial yang cepat

b)

Terciptanya individu yang lebih terbuka terhadap pengaruh luar

c)

Terbentuknya rasa superioritas budaya yang membatasi interaksi antar kelompok

d)

Meningkatnya pluralisme budaya dalam masyarakat

e)

Terbentuknya identitas pribadi yang lebih dinamis dan inklusif

76.

Proses primordialisme dapat mempengaruhi identitas seseorang dengan cara:

a)

Membuat individu lebih mudah mengadopsi budaya asing

b)

Mengurangi kesadaran individu terhadap kelompok sosial lainnya

c)

Menghambat pembentukan identitas pribadi yang inklusif

d)

Meningkatkan kesadaran individu terhadap pluralisme dan keragaman

e)

Membentuk identitas yang lebih fleksibel dalam konteks sosial global

77.

Dampak primordialisme terhadap penguatan identitas pribadi dapat menyebabkan:

a)

Terbentuknya individu dengan identitas yang terpisah dari kelompok sosial

b)

Peningkatan rasa keterikatan dan solidaritas dengan kelompok budaya tertentu

c)

Penurunan kebanggaan terhadap warisan budaya lokal

d)

Meningkatnya kemampuan individu untuk beradaptasi dengan perubahan global

e)

Meningkatnya penolakan terhadap norma sosial yang berlaku

78.

Salah satu dampak negatif dari penguatan ikatan primordial terhadap identitas pribadi adalah:

a)

Mengurangi konflik antar kelompok budaya di dalam masyarakat

b)

Menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya integrasi sosial

c)

Memperbesar jarak sosial antara individu dengan budaya lain

d)

Mendorong terciptanya identitas global yang mengutamakan kesetaraan

e)

Mempercepat proses asimilasi budaya yang beragam

79.

Salah satu dampak dari proses primordialisme dalam penguatan identitas pribadi adalah:

a)

Adanya ketegangan antara nilai-nilai tradisional dan modern dalam masyarakat

b)

Meningkatnya keterbukaan individu terhadap budaya luar

c)

Terbentuknya masyarakat yang homogen tanpa perbedaan budaya

d)

Meningkatnya rasa nasionalisme yang mempengaruhi perilaku sosial

e)

Terjadinya proses sosial yang lebih cepat tanpa hambatan budaya

80.

Dampak penguatan ikatan primordial terhadap identitas pribadi dapat berperan dalam:

a)

Membentuk individu yang lebih adaptif terhadap perubahan budaya global

b)

Menciptakan rasa persatuan yang kuat antar individu dalam masyarakat multikultural

c)

Membatasi interaksi sosial dengan individu yang memiliki latar belakang berbeda

d)

Mengurangi ketegangan sosial antara kelompok budaya yang berbeda

e)

. Meningkatkan kesadaran terhadap pluralitas dan keragaman budaya