WorksheetsKerajaan Islam
Total questions: 30
Worksheet time: 5mins
Kerajaan Perlak dan Kerajaan Samudera Pasai bersatu pada masa pemerintahan:
Sultan Malik as-Saleh
Sultan Muhammad Malik az-Zahir
Sultan Mahmud Malik az-Zahir
Sultan Zin Abidin Malik az-Zahir
Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II
Kerajaan Samudra Pasai mengalami kejayaan pada masa pemerintahan:
Sultan Malik Al Saleh
Sultan Iskandar Muda
Sultan Maulana Al Tahir
Sultan Zainal Abidin
Sultan Mahmud Malik az-Zahir
Di masa kejayaannya, Kerajaan Samudera Pasai memberlakukan alat pembayaran transaksi yang sah dan digunakan secara resmi di lingkungan kerajaan yaitu:
Uang Emas
Uang Kertas
Barter
Uang Koin
Upeti
Berikut ini merupakan peta Persebaran Islam di Nusantara di berbagai daerah. Letak kerajaan Samudera Pasai di tunjukkan dengan warna:
Hijau
Merah
Biru
Orange
Ungu
Kerajaan Demak didirikan oleh:
Raden Patah
Pati Unus
Sultan Trenggono
Pangeran Prawoto
Arya Penangsang
Kerajaan yang merupakan kelanjutan dari Kerajaan Demak adalah:
Mataram Islam
Banten
Pajang
Jipang
Pati
Era berakhirnya kerajaan Demak ditandai oleh perang saudara antar keturunan internal kerajaan Demak yang saling ambisi dan berebut tahta kekuasaan. HIngga pada akhirnya pusat kerajaan di pindah ke Pajang, kemudian berganti nama menjadi kerajaan Pajang. Tokoh yang berperan penting dalam pemindahan tersebut yaitu:
Arya Penangsang
Jaka Tingkir
Radhen Patah
Sunan Prawoto
Pati Unus
Berdasarkan letak geografisnya kerajaan Demak dikenal berkembang secara pesat di bidang pelayaran dan kelautan dan maka dari itu Demak mendapat julukan:
Kerajaan agraris
Kerajaan pesisir
Kerajaan maritim
Kerajaan islam
Kerajaan Militer
Perhatikan data berikut !
1. Merupakan kerajaan yang menjadi penghubung antara jalur perdagangan India dan Cina
2. Melakukan kerja sama politik dengan Cina untuk membendung pengaruh kerajaan Siam
3. Menjadi pusat penyebaran agama dan kebudayaan Islam ke wilayah Nusantara
4. Menjadi penghubung antara jalur perdagangan Indonesia Barat dan Timur
5. Pada abad ke-16 menjadi penghasil beras terbesar di nusantara.
Berdasarkan data-data di atas yang menggambarkan kebesaran kerajaan Demak adalah:
1, 2 dan 3
1, 2 dan 4
2, 3 dan 4
2, 3 dan 5
3, 4 dan 5
Kasultanan Banten mencapai kejayaan pada masa kekuasaan:
Raden Saleh
Sultan Gunung Jati
Sultan Trenggono
Sultan Ageng Tirtayasa
Sultan Iskandar
Kesultanan yang didirikan pada tahun 1552 oleh Sultan Maulana Hassanudin yang akhirnya menjadi Raja yang Pertama adalah kerajaan:
Demak
Banten
Gowa Makassar
Mataram
Samudera Pasai
Sunan Gunung Jati memainkan peran besar dalam penyebaran Islam di Jawa Barat, salah satunya dengan cara:
Melawan Belanda di Batavia
Mengusir Portugis dari Sunda Kelapa
Berjuang melawan Belanda di Banten
Mengusir Portugis dari Tanah Malaka
Menjalin Kerjasama perdagangan dengan belanda
Pendiri Kerajaan Cirebon adalah:
Pangeran Cakrabuana
Pati Unus
Raden Patah
Arya Penangsang
Prabu Siliwangi
Pada abad 16 ajaran/agama leluhur orang Sunda di Kerajaan Pajajaran adalah:
Sunda Wiwitan
Hindu Buddha
Islam
Animisme
Dinamisme
Kesultanan Cirebon menjadi pelabuhan sekaligus “jembatan” antara 2 kebudayaan, yaitu:
Jawa dan Sunda
Jawa dan Sumatera
Jawa dan Gowa
Jawa dan Demak
Jawa dan Majapahit
Kerajaan Ternate mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan:
Sultan Baab Malamo
Sultan Baabullah
Sultan Syarifuddi
Sultan Hasanuddin
Sultan Nuku
Di Bawah ini yang BUKAN peninggalan sejarah Kerajaan Ternate adalah:
Benteng Kalamata
Benteng Tolukko
Benteng Oranje
Istana Sultan Ternate
Mesjid Agung
Perhatikan peta berikut!
Keraaan Ternate terletak pada angka nomor:
1
2
3
4
5
Siapa nama mubaligh yang menyebarkan agama Islam di Sulawesi Selatan pada tahun 1605 Masehi?
Karaeng Tunigallo
Sultan Alauddin
Dati Ri Bandang
Di Pati Unus
Maulana Malik Ibrahim
Raja dari kerjaan Gowa-Tallo yang menentang monopoli perdagangan VOC adalah:
Sultan Maulana Hasanudin
Raden Saleh
Sultan Trenggono
Sultan Ageng Tirtayasa
Sultan Hasanudin
Kerajaan Gowa merupakan kerajaan dan kesultanan yang berpusat di daerah:
Sulawesi Selatan
Pesisir Selatan
Pesisir Semenanjung Malaya
Timur Nusantara
Sulawesi tenggara
Di Bawah ini yang BUKAN peninggalan sejarah Kerajaan Gowa adalah:
Benteng Fort Rotterdam
Masjid Tua Katangka
Museum Balla Lompoa
Benteng Somba Opu
Mesjid Akbar Gowa
Perhatikan peta berikut!
Keraaan Gowa terletak pada angka nomor:
1
2
3
4
5
Kerajaan Mataram Islam didirikan pada kisaran abad ke-16 oleh:
Sultan Hadiwijaya
Panembahan Senopati
Sultan Agung Hanyokrokusumo
Ki AgengTrenggono
Sultan Ageng Tirtayasa
Perhatikan beberapa kerajaan berikut ini!
1) Kerajaan Makassar
2) Kerajaan Aceh
3) Kerajaan Mataram
4) Kerajaan Samudera Pasai
5) Kerajaan Demak
Kerajaan tersebut yang berkembang di kota-kota pantai adalah:
1,2, dan 3
1,2, dan 4
1,3, dan 5
2,3, dan 5
3,4, dan 5
Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa adalah kerajaan:
Mataram
Banten
Cirebon
Demak
Pajang
Berikut ini kerajaan Islam, kecuali:
Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Gowa-Tallo
Kerajaan Ternate
Kerajaan Singasari
Kerajaan Banten
Pada masa Islam ibu kota kerajaan tidak hanya berfungsi sebagai pusat kekuasaan tetapi juga sebagai kota bandar yang berperan dalam kegiatan ekspor-impor komoditas. Kegiatan ekspor telah dilakukaan sejak masa kerajaan Islam, kondisi tersebut ditunjukkan dengan adanya:
Penjualan rempah-rempah kepada para pedagang asing untuk di bawa keluar
Pemasokan bahan makanan yang tidak dimiliki kerajaan dari negara luar
Pembelian bahan pakaian seperti kain sutera dari negara luar
Pengiriman upeti kepada kerajaan lain yang membutuhkan
Penanaman modal perdagangan di negara lain
Perhatikan beberapa tradisi yang ada di Indonesia!
1) Ngaben
2) Selamatan
3) Grebeg
4) Sekaten
5) Melasti
Indonesia adalah Negara yang kaya akan budaya, tradisi dan adat istiadat, percampuran antara ajaran Islam dan adat istiadat terdahulu masyarakat setempat berpengaruh dan terus berlangsung hingga masa kini. Berikut beberapa pengaruh Islam dalam upacara adat masyarakat lokal di Indonesia ditunjukkan oleh nomor:
1,2, dan 3
1,3, dan 4
2,3, dan 4
2,4 dan 5
3,4 dan 5
Gamelan dan wayang menjadi media penyebaran Islam di Jawa. Media tersebut digunakan untuk penyebaran Islam karena:
Gamelan dan wayang kurang diminati oleh masyarakat Jawa
Para ulama ingin mempermudah penyebaran ajaran Islam
Masyarakat Jawa tidak melestarikan budaya lokal
Para ulama menyukai kesenian gamelan dan wayang
Para raja lokal melarang dakwah secara langsung
