wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS EKONOMI MONETER I

Total questions: 100

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan utama dari kebijakan moneter?

a)

Meningkatkan ekspor

b)

Menstabilkan harga dan nilai mata uang

c)

Mengurangi ketergantungan impor

d)

Menstimulasi konsumsi pemerintah

2.

Lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan moneter di Indonesia adalah:

a)

Kementerian Keuangan

b)

Otoritas Jasa Keuangan

c)

Bank Indonesia

d)

Bursa Efek Indonesia

3.

Salah satu instrumen kebijakan moneter adalah:

a)

Pajak

b)

Subsidi

c)

Operasi pasar terbuka

d)

Anggaran belanja negara

4.

Kebijakan moneter ekspansif dilakukan ketika:

a)

Terjadi inflasi tinggi

b)

Terjadi deflasi atau resesi

c)

Nilai tukar terlalu kuat

d)

Ekspor lebih tinggi dari impor

5.

Menaikkan suku bunga acuan oleh bank sentral akan menyebabkan:

a)

Meningkatnya jumlah uang beredar

b)

Turunnya inflasi

c)

Naiknya konsumsi masyarakat

d)

Menurunnya nilai mata uang

6.

Tujuan dari operasi pasar terbuka adalah:

a)

Mengatur suku bunga pinjaman

b)

Mengendalikan cadangan devisa

c)

Mengatur jumlah uang beredar

d)

Mengurangi defisit anggaran

7.

Jika bank sentral menjual surat berharga, maka dampaknya adalah:

a)

Uang beredar meningkat

b)

Nilai tukar melemah

c)

Uang beredar berkurang

d)

Konsumsi meningkat

8.

Instrumen kebijakan moneter yang bersifat langsung adalah:

a)

Operasi pasar terbuka

b)

Penetapan suku bunga

c)

Penetapan batas kredit

d)

Rasio cadangan wajib

9.

Rasio cadangan wajib (reserve requirement) adalah:

a)

Cadangan devisa yang dimiliki negara

b)

Jumlah dana yang wajib disimpan bank di bank sentral

c)

Jumlah kredit yang boleh disalurkan bank

d)

Suku bunga minimum yang ditetapkan bank

10.

Kebijakan moneter yang bertujuan mengurangi jumlah uang beredar disebut:

a)

Moneter ekspansif

b)

Moneter defisit

c)

Moneter kontraktif

d)

Moneter stabil

11.

Salah satu dampak dari kebijakan moneter yang longgar adalah:

a)

Penurunan konsumsi

b)

Meningkatnya pengangguran

c)

Naiknya inflasi

d)

Turunnya investasi

12.

Dalam situasi inflasi, kebijakan moneter yang tepat adalah:

a)

Meningkatkan jumlah uang beredar

b)

Menurunkan suku bunga

c)

Menaikkan suku bunga

d)

Meningkatkan subsidi

13.

Jika bank sentral menurunkan suku bunga, maka dampaknya adalah:

a)

Uang beredar berkurang

b)

Investasi menurun

c)

Konsumsi meningkat

d)

Inflasi langsung menurun

14.

Kebijakan moneter dapat memengaruhi semua hal berikut, kecuali:

a)

Tingkat inflasi

b)

Tingkat suku bunga

c)

Anggaran pendapatan dan belanja negara

d)

Jumlah uang beredar

15.

Bank sentral melakukan intervensi di pasar uang melalui:

a)

Obligasi negara

b)

Surat berharga bank sentral

c)

Pinjaman luar negeri

d)

Kredit usaha rakyat

16.

Tujuan akhir dari kebijakan moneter adalah:

a)

Menyeimbangkan neraca perdagangan

b)

Menjaga stabilitas ekonomi makro

c)

Mengendalikan defisit anggaran

d)

Menurunkan utang luar negeri

17.

Kebijakan moneter kuantitatif berfokus pada:

a)

Kualitas kredit bank

b)

Struktur pasar uang

c)

Jumlah uang beredar

d)

Sumber pendapatan negara

18.

Salah satu bentuk kebijakan moneter selektif adalah:

a)

Penetapan suku bunga pasar

b)

Penetapan cadangan minimum

c)

Pemberian kredit khusus untuk sektor prioritas

d)

Penjualan surat utang

19.

Kebijakan moneter bersifat jangka pendek karena:

a)

Efeknya berlangsung lama

b)

Fokus pada fiskal

c)

Bertujuan mengatur likuiditas sesaat

d)

Dilakukan oleh pemerintah daerah

20.

Inflasi yang disebabkan oleh jumlah uang beredar yang terlalu banyak dinamakan:

a)

Demand-pull inflation

b)

Cost-push inflation

c)

Monetary inflation

d)

Structural inflation

21.

Krisis moneter terjadi ketika:

a)

Produksi barang dan jasa meningkat

b)

Nilai tukar mata uang menguat signifikan

c)

Terjadi ketidakseimbangan besar dalam sektor keuangan dan moneter

d)

Cadangan devisa meningkat pesat

22.

Krisis moneter 1997-1998 di Indonesia ditandai dengan:

a)

Nilai rupiah yang stabil terhadap dolar

b)

Inflasi yang sangat rendah

c)

Nilai tukar rupiah yang anjlok tajam

d)

Sektor perbankan yang menguat

23.

Salah satu penyebab utama krisis moneter adalah:

a)

Pengeluaran pemerintah yang tinggi

b)

Cadangan devisa berlebih

c)

Ketergantungan pada utang luar negeri jangka pendek

d)

Neraca perdagangan yang selalu surplus

24.

Krisis moneter seringkali berakibat pada:

a)

Menurunnya suku bunga bank

b)

Menguatnya mata uang lokal

c)

Meningkatnya tingkat pengangguran dan inflasi

d)

Meningkatnya pendapatan masyarakat

25.

Dana Moneter Internasional (IMF) sering dilibatkan saat krisis moneter untuk:

a)

Menaikkan pajak ekspor

b)

Menyediakan bantuan keuangan dan program stabilisasi

c)

Menentukan nilai tukar tetap

d)

Menurunkan cadangan devisa negara

26.

Contoh negara selain Indonesia yang mengalami krisis moneter tahun 1997 adalah:

a)

Jepang

b)

Australia

c)

Thailand

d)

Inggris

27.

Krisis moneter dapat memicu krisis ekonomi karena:

a)

Naiknya cadangan devisa

b)

Terjadinya kelangkaan barang mewah

c)

Terganggunya sistem perbankan dan investasi

d)

Harga-harga bahan pokok turun drastis

28.

Salah satu langkah awal untuk mengatasi krisis moneter adalah:

a)

Membekukan aktivitas ekspor

b)

Melemahkan nilai tukar

c)

Menaikkan suku bunga acuan

d)

Mengurangi cadangan devisa

29.

Kebijakan moneter saat krisis sering bersifat:

a)

Ekspansif

b)

Netral

c)

Kontraktif

d)

Proteksionis

30.

Salah satu ciri krisis moneter adalah:

a)

Fluktuasi harga saham yang stabil

b)

Perbankan yang tumbuh cepat

c)

Penarikan dana besar-besaran oleh masyarakat dari bank

d)

Menurunnya volume ekspor

31.

Krisis moneter 1998 menyebabkan sektor perbankan Indonesia mengalami:

a)

Pertumbuhan pesat

b)

Kenaikan laba

c)

Gelombang kebangkrutan dan nasionalisasi bank

d)

Penurunan suku bunga kredit

32.

Contoh dampak sosial dari krisis moneter adalah:

a)

Naiknya ekspor

b)

Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan

c)

Turunnya harga bahan pokok

d)

Stabilnya pendapatan riil

33.

Bank sentral dapat membantu memulihkan kepercayaan pasar selama krisis dengan:

a)

Mengabaikan inflasi

b)

Tidak melakukan intervensi apapun

c)

Menjamin stabilitas sistem keuangan

d)

Menurunkan cadangan wajib minimum

34.

Krisis moneter terjadi ketika mata uang domestik:

a)

Menguat terhadap dolar

b)

Mengalami depresiasi tajam

c)

Tetap pada posisi tetap

d)

Tidak berubah dalam jangka waktu lama

35.

Krisis utang luar negeri yang berlebihan dapat menyebabkan:

a)

Arus masuk modal

b)

Kestabilan ekonomi

c)

Ketergantungan dan kerentanan ekonomi

d)

Nilai tukar tetap

36.

Salah satu indikator awal krisis moneter adalah:

a)

Surplus perdagangan

b)

Peningkatan cadangan devisa

c)

Penurunan tajam nilai tukar dan arus modal keluar

d)

Peningkatan ekspor barang jadi

37.

Krisis moneter berbeda dengan krisis fiskal karena:

a)

Krisis fiskal terkait sistem keuangan internasional

b)

Krisis fiskal menyangkut ketidakseimbangan anggaran pemerintah

c)

Krisis fiskal selalu berdampak positif

d)

Krisis fiskal menguatkan mata uang

38.

Salah satu langkah pemerintah pasca-krisis adalah:

a)

Menaikkan subsidi semua sektor

b)

Membekukan kegiatan ekspor

c)

Mereformasi sistem perbankan dan keuangan

d)

Meningkatkan nilai tukar rupiah secara paksa

39.

Mengapa cadangan devisa penting dalam menghadapi krisis moneter?

a)

Untuk membayar subsidi

b)

Sebagai alat politik internasional

c)

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan impor barang

d)

Agar pemerintah bisa mencetak uang

40.

Salah satu pelajaran dari krisis moneter adalah pentingnya:

a)

Menekan konsumsi rakyat

b)

Menghindari transparansi keuangan

c)

Stabilitas sistem keuangan dan kehati-hatian perbankan

d)

Ketergantungan pada utang luar negeri

41.

Krisis moneter di Indonesia dimulai pada tahun:

a)

1995

b)

1996

c)

1997

d)

1999

42.

Krisis moneter 1997 di Indonesia dipicu pertama kali oleh krisis mata uang di negara:

a)

Malaysia

b)

Thailand

c)

Filipina

d)

Korea Selatan

43.

Faktor utama penyebab krisis moneter di Indonesia adalah:

a)

Cadangan devisa berlebih

b)

Defisit perdagangan luar negeri

c)

Utang luar negeri jangka pendek sektor swasta

d)

Tingkat pendidikan rendah

44.

Selama krisis moneter, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS:

a)

Tetap stabil

b)

Menguat drastis

c)

Melemah tajam

d)

Tidak terpengaruh

45.

Lembaga internasional yang memberikan bantuan kepada Indonesia selama krisis moneter adalah:

a)

WTO

b)

World Bank

c)

IMF

d)

ASEAN

46.

Salah satu syarat IMF dalam pemberian bantuan ke Indonesia adalah:

a)

Meningkatkan subsidi BBM

b)

Menerapkan kebijakan proteksionisme

c)

Melakukan reformasi di sektor perbankan

d)

Menurunkan ekspor

47.

Dampak sosial utama dari krisis moneter di Indonesia adalah:

a)

Naiknya upah buruh

b)

Stabilnya daya beli

c)

Meningkatnya kemiskinan dan pengangguran

d)

Peningkatan konsumsi masyarakat

48.

Puncak krisis moneter di Indonesia terjadi pada tahun:

a)

1996

b)

1997

c)

1998

d)

1999

49.

Krisis moneter di Indonesia memicu krisis politik yang menyebabkan:

a)

Pemilu dipercepat

b)

Mundurnya Presiden Soeharto

c)

Dibubarkannya MPR

d)

Peningkatan kekuasaan militer

50.

Bank-bank bermasalah selama krisis moneter ditangani melalui:

a)

Restrukturisasi melalui BPPN

b)

Diberikan subsidi langsung

c)

Diprivatisasi ke asing

d)

Dibekukan operasionalnya tanpa pengawasan

51.

Krisis moneter menyebabkan harga barang kebutuhan pokok:

a)

Menurun drastis

b)

Stabil dalam jangka panjang

c)

Melonjak tajam

d)

Tidak terpengaruh

52.

Penyebab melemahnya nilai rupiah waktu itu adalah:

a)

Intervensi pasar oleh pemerintah

b)

Kelangkaan barang

c)

Kepanikan pasar dan aksi spekulatif

d)

Tingkat konsumsi yang rendah

53.

Peran Bank Indonesia dalam krisis 1997-1998 sangat penting dalam:

a)

Menyusun APBN

b)

Menaikkan gaji PNS

c)

Mengendalikan inflasi dan stabilitas moneter

d)

Membuka ekspor baru

54.

Salah satu akibat jangka panjang dari krisis moneter adalah:

a)

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi

b)

Deindustrialisasi dan meningkatnya PHK

c)

Nilai tukar tetap terhadap dolar

d)

Berkurangnya utang luar negeri

55.

Untuk mengatasi krisis, pemerintah Indonesia menerapkan program:

a)

BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia)

b)

BLT (Bantuan Langsung Tunai)

c)

BOS (Bantuan Operasional Sekolah)

d)

PKH (Program Keluarga Harapan)

56.

Sektor yang paling terdampak dalam krisis moneter 1997 adalah:

a)

Perikanan

b)

Pendidikan

c)

Perbankan dan keuangan

d)

Pertanian

57.

Pemerintah mendirikan lembaga BPPN dengan tujuan:

a)

Menjual aset negara

b)

Mengelola utang luar negeri

c)

Menyelesaikan kredit macet dan aset bermasalah

d)

Menyediakan cadangan pangan

58.

Salah satu bentuk reformasi ekonomi pasca-krisis adalah:

a)

Peningkatan proteksi pasar domestik

b)

Penguatan peran militer dalam ekonomi

c)

Liberalisasi sektor perbankan dan perdagangan

d)

Pengurangan cadangan devisa

59.

Krisis moneter di Indonesia menunjukkan pentingnya:

a)

Sistem ekonomi tertutup

b)

Keterbukaan investasi asing tanpa pengawasan

c)

Stabilitas moneter dan kehati-hatian pengelolaan utang

d)

Meningkatkan suku bunga terus-menerus

60.

Krisis moneter di Indonesia menjadi pelajaran penting dalam:

a)

Menghindari perdagangan internasional

b)

Mengandalkan utang luar negeri tanpa batas

c)

Membangun sistem keuangan yang tangguh dan transparan

d)

Menyimpan cadangan emas lebih banyak

61.

Inflasi adalah suatu kondisi di mana:

a)

Harga barang dan jasa turun secara umum dan terus-menerus

b)

Produksi barang melebihi konsumsi

c)

Harga barang dan jasa naik secara umum dan terus-menerus

d)

Uang kehilangan fungsinya sebagai alat tukar

62.

Penyebab utama inflasi dari sisi permintaan (demand-pull inflation) adalah:

a)

Kenaikan biaya produksi

b)

Penurunan nilai tukar

c)

Permintaan agregat melebihi penawaran agregat

d)

Kenaikan suku bunga

63.

Cost-push inflation terjadi karena:

a)

Kenaikan permintaan barang

b)

Penurunan pajak

c)

Kenaikan biaya produksi

d)

Penurunan belanja pemerintah

64.

Inflasi ringan berada pada kisaran:

a)

Di bawah 5% per tahun

b)

5-10% per tahun

c)

10-30% per tahun

d)

Di atas 100% per tahun

65.

Inflasi berdampak negatif terhadap:

a)

Kreditur tetap

b)

Peminjam (debitur)

c)

Pengusaha eksportir

d)

Pelaku investasi properti

66.

Salah satu dampak inflasi yang tinggi adalah:

a)

Daya beli masyarakat meningkat

b)

Pendapatan riil menurun

c)

Harga-harga menjadi stabil

d)

Nilai uang bertambah

67.

Instrumen kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi antara lain:

a)

Menurunkan tarif pajak

b)

Menambah belanja pemerintah

c)

Menaikkan suku bunga acuan

d)

Memberikan subsidi harga

68.

Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur inflasi adalah:

a)

GDP per kapita

b)

Indeks Harga Konsumen (IHK)

c)

Nilai tukar riil

d)

Neraca perdagangan

69.

Inflasi yang tidak terkontrol dan sangat tinggi disebut:

a)

Inflasi ringan

b)

Inflasi sedang

c)

Hiperinflasi

d)

Deflasi

70.

Hiperinflasi pernah terjadi di negara berikut ini, kecuali:

a)

Zimbabwe

b)

Jerman (1920-an)

c)

Venezuela

d)

Singapura

71.

Salah satu penyebab inflasi dari sisi ekspektasi adalah:

a)

Adanya ekspektasi bahwa harga akan naik di masa depan

b)

Pemerintah menurunkan subsidi

c)

Terjadi surplus perdagangan

d)

Cadangan devisa naik

72.

Inflasi inti (core inflation) tidak memperhitungkan:

a)

Suku bunga

b)

Harga barang-barang pokok yang stabil

c)

Harga makanan dan energi yang bergejolak

d)

Nilai tukar dolar

73.

Kebijakan fiskal untuk menurunkan inflasi bisa dilakukan dengan cara:

a)

Meningkatkan belanja negara

b)

Menurunkan suku bunga

c)

Menurunkan pengeluaran pemerintah dan menaikkan pajak

d)

Menaikkan subsidi

74.

Jika laju inflasi lebih tinggi daripada kenaikan pendapatan nominal, maka:

a)

Daya beli masyarakat meningkat

b)

Daya beli masyarakat menurun

c)

Konsumsi masyarakat stabil

d)

Tidak ada pengaruh apapun

75.

Inflasi yang terjadi karena adanya peningkatan jumlah uang beredar disebut:

a)

Demand-pull inflation

b)

Cost-push inflation

c)

Monetary inflation

d)

Structural inflation

76.

Inflasi dapat menguntungkan:

a)

Pegawai tetap

b)

Penerima pensiun

c)

Peminjam uang (debitur)

d)

Kreditur

77.

Dalam jangka panjang, inflasi yang terus-menerus dapat menyebabkan:

a)

Stabilitas ekonomi

b)

Kenaikan daya saing ekspor

c)

Ketidakpastian ekonomi dan penurunan investasi

d)

Peningkatan produksi nasional

78.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan Bank Indonesia untuk mengurangi inflasi adalah:

a)

Menurunkan GWM

b)

Membeli surat berharga di pasar terbuka

c)

Menjual surat berharga di pasar terbuka

d)

Menambah jumlah uang beredar

79.

Inflasi didefinisikan sebagai penurunan nilai uang terhadap:

a)

Suku bunga

b)

Mata uang asing

c)

Harga barang dan jasa

d)

Cadangan devisa

80.

Inflasi yang terjadi karena struktur ekonomi yang kaku disebut:

a)

Demand-pull inflation

b)

Cost-push inflation

c)

Structural inflation

d)

Core inflation

81.

Yang dimaksud dengan sistem moneter internasional adalah:

a)

Sistem keuangan dalam negeri yang diatur oleh Bank Indonesia

b)

Sistem pertukaran barang antarnegara

c)

Sistem yang mengatur hubungan keuangan antarnegara, termasuk nilai tukar dan neraca pembayaran

d)

Sistem pinjaman luar negeri

82.

Sistem moneter internasional pertama yang diterapkan secara global adalah:

a)

Sistem Bretton Woods

b)

Sistem kurs mengambang

c)

Sistem standar emas

d)

Sistem euro

83.

Dalam sistem standar emas, nilai mata uang ditentukan oleh:

a)

Permintaan dan penawaran

b)

Cadangan emas yang dimiliki negara

c)

Suku bunga pasar

d)

Kurs tetap IMF

84.

Konferensi Bretton Woods dilaksanakan pada tahun:

a)
1914
b)

1929

c)

1944

d)

1971

85.

Tujuan utama sistem Bretton Woods adalah:

a)

Membatasi perdagangan internasional

b)

Mendorong proteksionisme

c)

Menstabilkan nilai tukar dan mendorong kerja sama ekonomi internasional

d)

Menghapus cadangan emas

86.

Salah satu hasil dari Konferensi Bretton Woods adalah dibentuknya:

a)

ASEAN

b)

WTO

c)

IMF dan World Bank

d)

APEC

87.

Sistem Bretton Woods runtuh pada tahun:

a)

1944

b)

1965

c)

1971

d)

1985

88.

Presiden Amerika Serikat yang mengakhiri konvertibilitas dolar ke emas adalah:

a)

John F. Kennedy

b)

Lyndon B. Johnson

c)

Richard Nixon

d)

Ronald Reagan

89.

Setelah runtuhnya sistem Bretton Woods, dunia beralih ke sistem:

a)

Kurs tetap

b)

Kurs mengambang bebas

c)

Standar emas kembali

d)

Kurs ganda

90.

Fungsi utama IMF adalah:

a)

Membangun infrastruktur negara berkembang

b)

Menetapkan tarif perdagangan

c)

Menyediakan bantuan keuangan dan menjaga stabilitas moneter global

d)

Mengatur perdagangan bebas

91.

Mata uang yang paling banyak digunakan sebagai cadangan devisa dunia adalah:

a)

Euro

b)

Yen Jepang

c)

Yuan Tiongkok

d)

Dolar Amerika Serikat

92.

Sistem kurs tetap mengharuskan pemerintah:

a)

Membiarkan nilai tukar berfluktuasi

b)

Menyesuaikan kurs berdasarkan permintaan pasar

c)

Menjaga nilai tukar pada tingkat tertentu terhadap mata uang lain

d)

Tidak ikut campur dalam pasar valuta asing

93.

Salah satu kelemahan dari sistem kurs tetap adalah:

a)

Inflasi yang tinggi

b)

Ketidakpastian nilai tukar

c)

Ketergantungan pada cadangan devisa

d)

Kelebihan ekspor

94.

Sistem kurs mengambang bebas artinya:

a)

Kurs ditetapkan oleh IMF

b)

Kurs ditentukan pemerintah pusat

c)

Kurs berfluktuasi sesuai mekanisme pasar

d)

Kurs disamakan dengan negara tetangga

95.

Hak penarikan khusus (SDR) dikeluarkan oleh:

a)

World Bank

b)

WTO

c)

IMF

d)

OPEC

96.

SDR merupakan bentuk:

a)

Surat utang negara

b)

Mata uang digital

c)

Cadangan devisa internasional buatan

d)

Surat izin ekspor

97.

Tujuan pembentukan World Bank adalah untuk:

a)

Menyediakan bantuan darurat kepada negara yang krisis

b)

Membiayai pembangunan jangka panjang negara anggota

c)

Menjaga stabilitas nilai tukar

d)

Menentukan suku bunga global

98.

Sistem moneter internasional sangat mempengaruhi:

a)

Harga bahan bakar domestik

b)

Sistem politik suatu negara

c)

Keseimbangan neraca pembayaran dan stabilitas nilai tukar

d)

Kebijakan pendidikan

99.

Negara-negara Uni Eropa menggunakan mata uang tunggal euro yang mencerminkan sistem:

a)

Kurs tetap unilateral

b)

Integrasi moneter regional

c)

Kurs mengambang terkendali

d)

Pegging kepada dolar AS

100.

Masalah utama dalam sistem moneter internasional saat ini adalah:

a)

Surplus fiskal global

b)

Ketidakseimbangan neraca pembayaran dan volatilitas nilai tukar

c)

Kelebihan cadangan emas

d)

Terlalu banyak penggunaan SDR