wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Sistem Saraf Otonom dan Neurotransmiter

Total questions: 25

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Apa peran sistem saraf parasimpatis?

a)

Mempercepat detak jantung

b)

Meningkatkan aktivitas pencernaan

c)

Mengurangi energi

d)

Menyebabkan stres

2.

Apa yang dimaksud dengan neurotransmiter?

a)
Neurotransmiter adalah bagian dari sistem pencernaan.
b)
Neurotransmiter adalah jenis sel darah merah.
c)
Neurotransmiter adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal.
d)
Neurotransmiter adalah senyawa kimia yang mengirimkan sinyal antar neuron.
3.

Jelaskan mekanisme kerja obat antikolinergik!

a)
Obat antikolinergik meningkatkan aksi asetilkolin pada reseptor kolinergik.
b)
Obat antikolinergik menghambat produksi asetilkolin di otak.
c)
Obat antikolinergik mempercepat transmisi sinyal saraf pada reseptor kolinergik.
d)
Obat antikolinergik menghambat aksi asetilkolin pada reseptor kolinergik.
4.

Sebutkan efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh obat antikolinergik!

a)
Mual dan muntah
b)
Kenaikan berat badan
c)
Mulut kering, kesulitan berkemih, sembelit, penglihatan kabur, peningkatan detak jantung.
d)
Keringat berlebih
5.

Apa aplikasi klinis dari obat adrenergik alfa 1-agonis?

a)

Hipotensi, dekongestan

b)

Hipertensi, sedasi

c)

Gagal jantung

d)

Obat ini tidak memiliki aplikasi klinis

6.

Apa aplikasi klinis dari obat adrenergik alfa 2-agonis?

a)

Hipotensi, dekongestan

b)

Hipertensi, sedasi

c)

Gagal jantung

d)

Obat ini tidak memiliki aplikasi klinis

7.

Apa aplikasi klinis dari obat adrenergik alfa 1-agonis?

a)

Hipotensi, dekongestan

b)

Hipertensi, sedasi

c)

Gagal jantung

d)

Obat ini tidak memiliki aplikasi klinis

8.

Apa aplikasi klinis dari obat adrenergik alfa 2-agonis?

a)

Hipotensi, dekongestan

b)

Hipertensi, sedasi

c)

Gagal jantung

d)

Obat ini tidak memiliki aplikasi klinis

9.

Apa yang terjadi setelah aktivasi reseptor neurotransmiter?

a)
Reseptor neurotransmiter tidak berfungsi setelah diaktifkan.
b)
Respon seluler yang bervariasi tergantung pada jenis neurotransmiter dan reseptor yang terlibat.
c)
Hanya satu jenis neurotransmiter yang dapat diaktifkan.
d)
Semua sel akan mati setelah aktivasi reseptor.
10.

Apa penyebab penyakit Parkinson?

a)
Kekurangan vitamin D dalam tubuh.
b)
Kematian sel saraf yang memproduksi dopamin di otak.
c)
Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh.
d)
Infeksi virus yang menyerang otak.
11.

Apa terapi farmakologis yang dilakukan untuk memperbaiki ketidakseimbangan neurotransmiter?

a)
Obat-obatan digunakan untuk meningkatkan produksi neurotransmiter.
b)
Terapi tidak melibatkan penggunaan obat-obatan.
c)
Obat-obatan hanya digunakan untuk mengurangi gejala tanpa menyeimbangkan neurotransmiter.
d)
Obat-obatan digunakan untuk menyeimbangkan kadar neurotransmiter.
12.

Apa tantangan utama dalam pengembangan obat yang menargetkan sistem neurotransmiter?

a)

Selektivitas reseptor

b)

Variabilitas genetik

c)

Sawar darah otak

d)

Semua di atas

13.

Apa yang dimaksud dengan efek samping obat yang menargetkan neurotransmiter?

a)

Mempengaruhi banyak sistem tubuh

b)

Hanya mempengaruhi satu sistem

c)

Tidak ada efek samping

d)

Hanya efek positif

14.

Apa yang harus dievaluasi secara hati-hati dalam penggunaan obat?

a)

Risiko dan manfaat

b)

Hanya manfaat

c)

Hanya risiko

d)

Efek samping

15.

Apa efek fisiologis Angiotensin II pada sistem kardiovaskular?

a)
Angiotensin II hanya mempengaruhi sistem pencernaan.
b)
Angiotensin II tidak berpengaruh pada volume darah.
c)
Angiotensin II meningkatkan tekanan darah melalui vasokonstriksi dan meningkatkan volume darah.
d)
Angiotensin II menurunkan tekanan darah melalui vasodilatasi.
16.

Apa yang terjadi akibat aktivasi berlebihan sistem renin-angiotensin?

a)
Hipertensi dan komplikasi kardiovaskular.
b)
Peningkatan fungsi ginjal
c)
Penurunan tekanan darah
d)
Kelebihan cairan tubuh
17.

Apa mekanisme kerja diuretik tiazid?

a)
Diuretik tiazid meningkatkan reabsorpsi natrium di tubulus proksimal.
b)
Diuretik tiazid menghambat sekresi kalium di ginjal.
c)
Diuretik tiazid meningkatkan tekanan darah dengan menahan cairan.
d)
Diuretik tiazid menghambat reabsorpsi natrium dan klorida di tubulus distal ginjal.
18.

Apa efek kardiak dari beta blocker?

a)

Penurunan frekuensi jantung, penurunan kontraktilitas miokard, dan penurunan tekanan darah.

b)
Peningkatan frekuensi jantung
c)
Peningkatan kontraktilitas miokard
d)
Peningkatan tekanan darah
19.

Bagaimana aktivitas obat golongan ACE Inhibitor?

a)
ACE Inhibitor meningkatkan kadar kolesterol.
b)
ACE Inhibitor mempercepat detak jantung.
c)
ACE Inhibitor mengurangi kadar gula darah.
d)
ACE Inhibitor mengurangi tekanan darah dan beban jantung.
20.

Sebutkan indikasi utama golongan ARB!

a)
Diabetes dan asma.
b)
Infeksi dan alergi.
c)

Hipertensi dan gagal jantung.

d)
Kanker dan osteoporosis.
21.

Apa cara kerja CCB (Calcium Channel Blocker) pada otot polos pembuluh darah?

a)

Menghambat masuknya ion kalsium melalui kanal kalsium tipe-L.

b)

Menurunkan kontraktilitas otot polos pembuluh darah.

c)

Melebarkan pembuluh darah arteri, menurunkan tahanan perifer.

d)

Non-dihidropiridin juga menurunkan denyut jantung dan kontraktilitas.

22.

Apa efek klinis dari alpha blocker dan obat antihipertensi sentral?

a)

Alpha blocker efektif untuk BPH dan hipertensi.

b)

Obat sentral adalah alternatif untuk pasien yang resisten terhadap terapi lini pertama.

c)

Kombinasi obat dengan mekanisme komplementer meningkatkan efektivitas.

d)

Semua di atas.

23.

Sebutkan efek samping utama dari diuretik!

a)

Hipokalemia, hiperurisemia, hiperglikemia.

b)

Batuk kering, hiperkalemia, angioedema.

c)

Edema perifer, sakit kepala, konstipasi.

d)

Bradikardia, fatigue, bronkospasme.

24.

Apa yang harus dilakukan jika pasien mengalami batuk kering akibat ACEI?

a)

Ganti ke ARB jika batuk mengganggu.

b)

Kurangi dosis.

c)

Tingkatkan dosis.

d)

Tidak ada tindakan yang diperlukan.

25.

Apa yang harus diperhatikan pada pasien lansia dalam penggunaan obat antihipertensi?

a)

Mulai dengan dosis rendah, titrasi perlahan.

b)

Gunakan dosis tinggi untuk efektivitas.

c)

Tidak ada perhatian khusus.

d)

Hindari semua jenis obat.