wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Keuangan Negara

Total questions: 68

Worksheet time: 37mins

Name
Class
Date
1.

Pada tahun 2007 BPK telah menerbitkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN 2007) yang kemudian direvisi pada 2017 (SPKN 2017). SPKN 2017 meliputi …

a)

standar umum, standar pemeriksaan, dan standar pelaporan

b)

standar perencanaan, standar pemeriksaan, dan standar pelaporan

c)

standar umum, standar pelaksanaan, dan standar pelaporan

d)

standar perencanaan, standar pemeriksaan, dan standar evaluasi

2.

Lingkup Keuangan Negara tersebut meliputi, kecuali

a)

Hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan mengedarkan uang, dan melakukan pinjaman;

b)

Kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan umum pemerintahan negara dan membayar tagihan pihak ketiga;

c)

Kekayaan negara/kekayaan daerah yang tidak dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/perusahaan daerah;

d)

Kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum

3.

Pemeriksa dapat memeroleh data dan informasi dengan melakukan, kecuali?

a)

Pengamatan

b)

Survei

c)

Wawancara

d)

Perhitungan

4.

Lingkup pemeriksaan adalah pernyataan yang jelas mengenai?

a)

Fokus

b)

Luas

c)

Batasan Pemeriksaan

d)

Semua benar

5.

Jika Hasil Penilaian risiko Rendah maka Respon pengujian adalah

a)

Terbatas

b)

Menengah

c)

Mendalam

d)

Tidak dilakukan pengujian

6.

Definisi perencanaan strategis adalah?

a)

Proses penyusunan visi dan misi yang disusun BPK setiap periode 5 (lima) tahunan dan tertuang dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra)

b)

Proses penyusunan visi dan misi yang disusun BPK setiap periode 3 (tiga) tahunan dan tertuang dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra)

c)

Proses penyusunan visi dan misi yang disusun BPK setiap periode 10 (sepuluh) tahunan dan tertuang dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra)

d)

Proses penyusunan visi dan misi yang disusun BPK setiap periode 2 (dua) tahunan dan tertuang dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra)

7.

Dampak prosedur apabila hasil penilain risiko sedang dan respon pengujian menengah adalah

a)

Prosedur pengujian terbatas dan sampel sedikit

b)

Prosedur pengujian lengkap (sesuai kebutuhan pemeriksa) dan sampel banyak/luas

c)

Prosedur pengujian bertambah dan sampel sedang

d)

Tidak dilakukan pengujian

8.

Standar pelaporan pemeriksaan keuangan negara mengatur kewajiban Pemeriksa dalam menyusun LHP untuk pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan PDTT. LHP berfungsi untuk, kecuali:

a)

mewujudkan asa praduga bersalah atas laporan keuangan

b)

mengomunikasikan hasil pemeriksaan kepada pihak yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku

c)

menghindari kesalahpahaman atas hasil pemeriksaan dan membuat hasil pemeriksaan sebagai bahan untuk melakukan tindakan perbaikan oleh pihak yang bertanggung jawab

d)

memudahkan pemantauan tindak lanjut untuk menentukan pengaruh tindakan perbaikan yang semestinya dilakukan

9.

Database yang ada dalam SIPTL digunakan untuk?

a)

menyajikan hasil pemantauan tindak lanjut dalam Ikhtisar hasil Pemeriksaan Semester.

b)

menyusun laporan keuangan yang baik

c)

mennyusun laporan keuangan konsolidasian

d)

menggabungkan laporan keuangan antar satker

e)

memiliki hubungan pertalian dengan manajemen / entitas yang di periksa, masuk ke kategori gangguan

10.

Tantangan besar BPK untuk dapat menyerahkan hasil yang berkualitas secara konsisten, masuk ke SPKN:

a)

Etika

b)

Indenpendensi, integritas, profesional

c)

Kompentensi

d)

Pengendalian Mutu

11.

Pentingnya latar belakang pendidikan, keahlian, pengalaman, termasuk ke SPKN

a)

Etika

b)

Indenpendensi, integritas, profesional

c)

Kompentensi

d)

Pengendalian Mutu

12.

Perencanaan strategis adalah proses penyusunan visi dan misi yang disusun BPK setiap periode dan tertuang dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra).

a)

1 (satu) tahunan

b)

2 (satu) tahunan

c)

3 (satu) tahunan

d)

5 (satu) tahunan

13.

Tujuan pemeriksaan berkaitan dengan alasan dilaksanakannya suatu pemeriksaan. Secara spesifik, tujuan pemeriksaan akan menentukan jenis pemeriksaannya. Tujuan pemeriksaan keuangan adalah

a)

memperoleh keyakinan memadai sehingga Pemeriksa mampu memberikan opini bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, atas kesesuaian dengan standar akuntansi, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern

b)

untuk menguji dan menilai aspek ekonomi, efisiensi, dan/atau efektivitas, serta aspek kinerja lainnya atas suatu hal pokok yang diperiksa dengan maksud untuk memberikan rekomendasi yang dapat mendorong ke arah perbaikan

c)

untuk menilai apakah hal pokok yang diperiksa sesuai (patuh) dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

14.

Tujuan pemeriksaan kinerja adalah….

a)

memperoleh keyakinan memadai sehingga Pemeriksa mampu memberikan opini bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, atas kesesuaian dengan standar akuntansi, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern

b)

untuk menguji dan menilai aspek ekonomi, efisiensi, dan/atau efektivitas, serta aspek kinerja lainnya atas suatu hal pokok yang diperiksa dengan maksud untuk memberikan rekomendasi yang dapat mendorong ke arah perbaikan

c)

untuk menilai apakah hal pokok yang diperiksa sesuai (patuh) dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

d)

untuk mengungkap adanya indikasi kerugian negara/daerah dan/atau unsur pidana

15.

Apa tujuan utama dari penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh BPK?

a)

Menentukan jumlah pajak yang harus dibayar oleh entitas

b)

Menginformasikan hasil audit kepada masyarakat umum

c)

Mengomunikasikan hasil pemeriksaan kepada pihak berwenang dan mendorong perbaikan

d)

Memberikan sanksi administratif kepada entitas yang diperiksa

16.

Unsur yang tidak termasuk dalam struktur Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) menurut standar adalah:

a)

Kesimpulan

b)

Rekomendasi Pemeriksaan

c)

Jadwal Rencana Anggaran Tahunan

d)

Tanggapan Pihak yang Bertanggung Jawab

17.

Apa status tindak lanjut dalam Sistem Pemantauan Tindak Lanjut (SIPTL) yang menunjukkan bahwa entitas belum melakukan apa pun terhadap rekomendasi BPK?

a)

Tindak lanjut telah sesuai dengan rekomendasi

b)

Tindak lanjut belum sesuai dengan rekomendasi

c)

Rekomendasi belum ditindaklanjuti

d)

Rekomendasi tidak dapat ditindaklanjuti

18.

Elemen penting nilai akuntanbilitas dan harapan publik kepada BPK dan Pemeriksa dalam melaksanakan pemeriksaan adalah

a)

Etika

b)

Independensi, Integritas, dan Profesionalisme

c)

Kompetensi

d)

Pengendalian Mutu

19.

BPK telah memiliki seperangkat standar dan sistem penjaminan mutu, berapa jumlah pilar standar penendalian mutu BPK?

a)

5 Pilar

b)

3 Pilar

c)

6 Pilar

d)

Semua Salah

20.

BPK harus menentukan kompetensi yang dibutuhkan untuk memastikan Pemeriksa memiliki keahlian yang sesuai untuk melakukan

a)

50 jam dalam 5 tahun

b)

30 jam dalam 2 tahun

c)

100 jam dalam 8 tahun

d)

80 jam dalam 2 tahun

21.

Siapakah yang secara default berwenang menandatangani Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) menurut ketentuan BPK?

a)

Auditor pelaksana

b)

Ketua tim pemeriksa

c)

Ketua, Wakil Ketua, atau Anggota BPK

d)

Kepala subdirektorat pemeriksaan

22.

Fungsi utama dari Sistem Pemantauan Tindak Lanjut (SIPTL) yang dikembangkan oleh BPK adalah untuk:

a)

Menyimpan arsip dokumen internal BPK

b)

Mengatur jadwal pemeriksaan lapangan

c)

Memfasilitasi proses pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan

d)

Melaporkan kegiatan keuangan tahunan ke DPR

23.

Informasi dalam LHP pemeriksaan investigatif baru dapat dibuka untuk umum setelah:

a)

Rekomendasi ditindaklanjuti

b)

Laporan diterima oleh Presiden

c)

Putusan pengadilan inkracht (berkekuatan hukum tetap)

d)

Telah disahkan oleh DPR

24.

Jika pemeriksa menemukan bukti yang tidak sesuai dengan kriteria, apa yang sebaiknya dilakukan?

a)

Mengabaikan bukti tersebut jika jumlahnya kecil

b)

Melakukan penilaian kritis dan menginvestigasi lebih lanjut

c)

Menyesuaikan kriteria pemeriksaan agar sesuai dengan bukti yang ditemukan

d)

Menghentikan pemeriksaan karena adanya ketidaksesuaian

25.

Apa yang menjadi kepentingan utama pemeriksa dalam menemukan indikasi awal kecurangan?

4 lines
26.

Apa yang menjadi kepentingan utama pemeriksa dalam menemukan indikasi awal kecurangan?

a)

Menilai apakah indikasi awal kecurangan berdampak material terhadap opini atau kesimpulan pemeriksaan

b)

Mengubah prosedur pemeriksaan untuk menghindari temuan kecurangan

c)

Mengabaikan indikasi kecurangan jika jumlahnya kecil

d)

Menentukan bahwa kecurangan telah terjadi dan memberikan sanksi hukum

27.

Salah satu aspek penting dalam dokumentasi pemeriksaan yang efektif adalah

a)

Menghindari penggunaan sistem dokumentasi yang baku agar lebih fleksibel

b)

Menyusun laporan pemeriksaan hanya berdasarkan opini subjektif pemeriksa

c)

Menyertakan bukti yang relevan serta pertimbangan profesional dalam setiap tahap pemeriksaan

d)

Menjaga agar dokumen tetap sederhana tanpa menyertakan informasi tambahan

28.

Lembaga negara mana yang mengeluarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN)?

a)

Kementerian Keuangan

b)

Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI)

c)

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

d)

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

29.

SPKN menekankan pentingnya "Materialitas" dalam pemeriksaan. Apa definisi yang paling tepat dari materialitas dalam konteks pemeriksaan keuangan negara?

a)

Nilai ambang batas yang ditetapkan untuk setiap akun laporan keuangan sebelum diserahkan kepada BPK.

b)

Jumlah minimum transaksi yang harus diperiksa agar audit dianggap lengkap.

c)

Batas maksimal kesalahan yang diperbolehkan dalam catatan akuntansi pemerintah.

d)

Ambang batas kesalahan atau kelalaian yang dapat memengaruhi keputusan pengguna laporan keuangan.

30.

Kerangka Konseptual SPKN mengidentifikasi tiga pihak utama dalam pemeriksaan: pemeriksa, entitas yang diperiksa, dan pengguna laporan hasil pemeriksaan. Jika Kementerian Kesehatan diperiksa oleh BPK, siapa yang termasuk dalam kategori "pengguna laporan hasil pemeriksaan" dalam konteks ini?

a)

Pemerintahan

b)

Masyarakat umum, DPR/DPRD, Pemerintah, dan entitas terkait lainnya.

c)

Pimpinan Kementerian Kesehatan itu sendiri.

d)

Kementerian Keuangan dan DPR/DPRD

31.

Kerangka Konseptual meliputi, kecuali…

a)

Unsur-unsur pemeriksaan keuangan negara

b)

Gambaran khusus pemeriksaan keuangan negara

c)

Prinsip-prinsip pemeriksaan keuangan negara

d)

Pengembangan standar pemeriksaan

32.

Dalam menjalankan tusinya, BPK memiliki kewenangan?

a)

Menentukan objek pemeriksaan, merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan, menentukan waktu dan metode pemeriksaan serta menyusun dan menyajikan laporan pemeriksaan

b)

Menetapkan kode etik pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara

c)

Membina jabatan fungsional pemeriksa

d)

Semua Jawaban Benar

33.

Dibawah ini merupakan lingkup keuangan Negara?

a)

Penerimaan Negara

b)

Pengeluaran Negara

c)

Hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan mengedarkan uang, dan melakukan pinjaman

d)

Semua Jawaban Benar

34.

Yang termasuk ke dalam tiga pihak dalam pemeriksaan keuangan negara menurut Kerangka Konseptual adalah…

a)

Pemerintah, DPR, dan BPK

b)

Pemeriksa, pihak yang bertanggung jawab, dan pengguna LHP

c)

Presiden, Menteri Keuangan, dan BPK

d)

Auditor, akuntan publik, dan masyarakat

35.

Apa yang dimaksud dengan subject matter dalam konteks pemeriksaan keuangan negara?

a)

Pihak yang menerima laporan hasil pemeriksaan

b)

Kegiatan administratif internal BPK

c)

Hal yang diperiksa dan/atau menjadi perhatian pemeriksaan

d)

Standar etika yang harus diikuti oleh pemeriksa

36.

Apa fungsi utama Kerangka Konseptual dalam SPKN?

a)

Menetapkan standar teknis akuntansi pemerintahan

b)

Menjadi dasar hukum pendirian BPK

c)

Menjadi acuan dan dasar dalam pengembangan standar pemeriksaan

d)

Menentukan sistem anggaran nasional

37.

Di dalam Kerangka Konseptual salah satu unsur-unsur pemeriksaan keuangan negara adalah hubungan antara tiga pihak. Berikut merupakan tiga pihak yang dimaksud, kecuali ….

a)

bappenas

b)

pemeriksa keuangan negara

c)

pengguna LHP

d)

pihak yang bertanggung jawab

38.

Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) tertuang pada ….

a)

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004

b)

Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2017

c)

Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor 1 tahun 2017

d)

Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor 17 tahun 2017

39.

Apakah pernyataan diatas benar?

a)

Benar

b)

Salah

40.

Kriteria pemeriksaan mana saja yang sesuai menggambarkan karakteristik tersebut?

a)

Relevan

b)

Lengkap

c)

Dapat dipahami

d)

Semua benar

41.

Dalam pelaksanaan tugasnya BPK dapat, kecuali:

a)

menggunakan tenaga ahli dan/atau tenaga pemeriksa di luar BPK yang bekerja untuk dan atas nama BPK;

b)

menetapkan kode etik pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara;

c)

memantau penyelesaian ganti kerugian negara/daerah yang ditetapkan oleh Pemerintah terhadap pegawai negeri yang merupakan bendahara dan pejabat lain

d)

memberi pertimbangan atas rancangan sistem pengendalian intern Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah sebelum ditetapkan oleh Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah;

42.

Anggota BPK dan Pemeriksa harus melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan prinsip prinsip etika sebagai elemen penting dalam menilai akuntabilitas dan harapan publik kepada BPK dan pemeriksa dalam melaksanakan pemeriksaan merupakan dari ketentuan?

a)

Etika

b)

Independensi, Integritas, dan Profesionalisme

c)

Pengendalian Mutu

d)

Kompetensi

43.

Integritas antara lain diwujudkan dala msikap jujur, objektif dan tegas dalam menerapkan prinsip, nilai dan keputusam,.Manakah gangguan terhadap integritas ?

a)

meminta dan/atau menerima uang, barang, dan/atau fasilitas lainnya baik langsung maupun tidak langsung dari pihak yang terkait dengan pemeriksaan;

b)

menghambat pelaksanaan tugas pemeriksaan untuk kepentingan pribadi, seseorang, dan/atau golongan;

c)

memaksakan kehendak pribadi kepada pihak yang diperiksa; dan

d)

semua benar

44.

Pemeriksa harus merencakan , melaksanakan dan melaporkan pemeriksaan dengan sikap skeptisisme profesional. Skeptisime profesional yang dimaksud adalah dalam melakukan?

a)

bukti pemeriksaan yang bertentangan dengan bukti pemeriksaan lain yang diperoleh;

b)

informasi yang menimbulkan pertanyaan tentang keandalan dokumen dan tanggapan terhadap permintaan keterangan yang digunakan sebagai bukti pemeriksaan;

c)

keadaan yang mengindikasikan adanya kecurangan dan/atau ketidakpatutan dan; kondisi yang memungkinkan perlunya prosedur pemeriksaan tambahan selain prosedur yang dipersyaratkan dalam pedoman pemeriksaan.

d)

Semua benar

45.

Dalam SPKN, integritas didefinisikan sebagai:

a)

Kemampuan untuk menyelesaikan tugas tepat waktu

b)

Mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh, dimilikinya sifat jujur, kerja keras, serta kompetensi yang memadai

c)

Kemampuan untuk bekerja secara mandiri tanpa supervisi

d)

Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja

46.

Apa syarat utama bagi tenaga ahli yang digunakan oleh BPK dalam pemeriksaan?

a)

Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun

b)

Independen, memenuhi kualifikasi, dan kompeten dalam bidangnya

c)

Berstatus sebagai pegawai negeri sipil

d)

Telah mengikuti pelatihan internal BPK

47.

Dalam pelaksanaan pemeriksaan, kapan pemeriksa harus menggunakan pertimbangan profesional?

a)

Hanya saat menyusun laporan hasil pemeriksaan.

b)

Saat menentukan hal pokok, kriteria yang sesuai, dan prosedur pemeriksaan terkait dengan risiko pemeriksaan.

c)

Ketika menerima arahan dari atasan tanpa perlu evaluasi lebih lanjut.

d)

Hanya pada saat menemukan indikasi kecurangan.

48.

Dibawah ini tindakan yang tidak dilakukan pemeriksa ketika menemukan indikasi awal kecurangan, kecuali….

a)

tidak berwenang untuk menyatakan kecurangan

b)

berwenang untuk menyatakan kecurangan

c)

mempengaruhi opini

d)

memberikan sanksi

49.

Pengaruh langsung dan material dalam merancang pemeriksaan untuk memberikan keyakinan yang memadai guna mendeteksi ketidakpatuhan, dapat berupa …

a)

hal yang menyebabkan salah saji dalam laporan keuangan

b)

hal yang menyebabkan penyimpangan kinerja terkait aspek ekonomis, efisiensi, dan efektivitas

c)

hal yang menyebabkan potensi kerugian negara/daerah dan/atau kerugian keuangan negara/daerah

d)

semua benar

50.

PSP 200-Standar Pelaksanaan Pemeriksaan menyatakan bahwa maksud supervisi dilakukan secara berjenjang adalah

a)

menjamin pencapaian tujuan pemeriksaan dan pencapaian kualitas pemeriksaan sesuai dengan standar pemeriksaan

b)

menjamin kuantitas pelaksanaan pemeriksaan sesuai dengan standar pemeriksaan

c)

menjamin kualitas anggota tim yang berintegritas, independen, dan profesional

d)

jawaban tidak ada yang benar

51.

Berdasarkan Lampiran III PSP 200 tentang perencanaan pemeriksaan, mengapa auditor wajib mengembangkan strategi pemeriksaan secara keseluruhan dan rencana pemeriksaan?

a)

Untuk memastikan bahwa setiap temuan pemeriksaan bersifat positif.

b)

Agar auditor dapat menyelesaikan pemeriksaan sesegera mungkin tanpa mempertimbangkan risiko.

c)

Untuk merencanakan sifat, waktu, dan luasnya prosedur pemeriksaan yang diharapkan dapat mengurangi risiko pemeriksaan ke tingkat rendah yang dapat diterima.

d)

Untuk membatasi lingkup pemeriksaan hanya pada area yang mudah diakses.

52.

Mengacu pada PSP 200 mengenai supervisi pemeriksaan, mengapa penting bagi pimpinan tim pemeriksaan atau pemeriksa senior untuk melakukan supervisi yang memadai terhadap pekerjaan anggota tim pemeriksaan?

a)

Untuk memastikan bahwa semua anggota tim melakukan pemeriksaan sesuai dengan keinginan pribadi mereka.

b)

Untuk menjaga kerahasiaan informasi pemeriksaan dari anggota tim junior.

c)

Untuk memastikan bahwa pekerjaan dilaksanakan dengan cermat dan saksama, serta kesimpulan yang dicapai didukung oleh bukti yang memadai dan tepat.

d)

Untuk menghemat waktu dengan mengurangi komunikasi dan koordinasi antar anggota tim.

53.

Tujuan pemeriksaan berkaitan dengan alasan dilaksanakannya suatu pemeriksaan. Dibawah ini jenis jenis tujuan pemeriksaan sesuai dengan PSP 200

a)

Tujaun pemeriksaan keuangan

b)

Tujuan pemeriksaan kinerja

c)

Tujuan PDTT dalam bentuk pemeriksaan kepatuhan

d)

Tujuan PDTT dalam bentuk pemeriksaan investigatif

54.

dari daftar diatas, manakah jawaban yang benar mengenai tujuan pemeriksaan sesuai dengan PSP 200?

a)

II & II

b)

II & III

c)

III & IV

d)

semua benar

55.

Dalam PSP 200 dijelaskan istilah mengenai risiko pemeriksaan, manakah jawaban yang benar tentang definisi risiko pemeriksaan?

a)

Risiko pemeriksaan adalah risiko terjadinya kemungkinan bahwa temuan, kesimpulan, dan/atau rekomendasi Pemeriksa tidak benar atau tidak lengkap, sebagai akibat dari faktor- faktor seperti bukti yang tidak cukup dan/atau tidak tepat, prosedur pemeriksaan yang tidak memadai, atau kelalaian yang disengaja maupun informasi yang menyesatkan.

b)

Risiko pemeriksaan adalah risiko terjadinya kemungkinan intimidasi ataupun tekanan pada saat pemeriksaan lapangan dari pihak-pihak yang berkepentingan atas laporan keuangan

c)

risiko pemeriksaan adalah risiko bahwa auditor tidak mampu mendeteksi salah saji material yang ada dalam laporan keuangan yang diperiksa

d)

semua benar

56.

Dalam PSP 200 Supervisi mencakup hal-hal sebagai berikut, kecuali :

a)

memantau kemajuan pemeriksaan

b)

mempertimbangkan kompetensi dan kemampuan setiap anggota tim Pemeriksa, termasuk kecukupan waktu yang diberikan untuk melaksanakan pekerjaannya, pemahaman atas instruksi yang diberikan, dan kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan pendekatan yang telah direncanakan

c)

mengarahkan Pemeriksa ke hal signifikan yang timbul selama pemeriksaan, mempertimbangkan signifikansi hal tersebut dan memodifikasi pendekatan yang telah direncanakan dengan tepat;

d)

mengidentifikasi hal yang tidak perlu dikonsultasikan atau dipertimbangkan oleh anggota tim Pemeriksa yang lebih berpengalaman selama pemeriksaan

57.

Perencanaan strategis adalah…

a)

Proses penyusunan visi dan misi yang disusun BPK setiap periode 3 (tiga) tahunan dan tertuang dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra).

b)

Proses penyusunan visi dan misi yang disusun BPK setiap periode 5 (lima) tahunan dan tertuang dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra).

c)

Proses yang meliputi penetapan strategi pemeriksaan secara keseluruhan dan pengembangan rencana pemeriksaan.

d)

Proses terjadinya kemungkinan bahwa temuan, kesimpulan, dan/atau rekomendasi Pemeriksa tidak benar atau tidak lengkap.

58.

Apa tindakan pemeriksa apabila bukti dari satu sumber bertentangan dengan bukti dari sumber lain?

a)

Menggunakan bukti dari sumber yang dianggap lebih tinggi kedudukannya

b)

Memilih bukti yang lebih menguntungkan entitas.

c)

Mengabaikan perbedaan tersebut dan melanjutkan pemeriksaan.

d)

Memodifikasi prosedur pemeriksaan yang diperlukan.

59.

Dalam pemeriksaan kinerja dan PDTT dengan bentuk pemeriksaan kepatuhan, apabila Pemeriksa mengidentifikasi adanya pertentangan antara beberapa sumber kriteria yang digunakan, Pemeriksa harus menganalisis konsekuensi dari adanya pertentangan tersebut, dan meresponsnya dengan melakukan beberapa hal berikut, kecuali…

a)

Memodifikasi tujuan pemeriksaan atau hal pokok/informasi hal pokok yang akan diperiksa.

b)

Memutuskan untuk tidak melakukan penilaian atas hal pokok/informasi hal pokok.

c)

Merevisi materialitas untuk laporan keuangan.

d)

Melibatkan para ahli untuk memperoleh pandangan atas adanya pertentangan beberapa sumber kriteria.

60.

Manakah dari pernyataan berikut yang bukan merupakan fungsi dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)?

a)

Mengomunikasikan hasil pemeriksaan kepada pihak yang berwenang sesuai peraturan yang berlaku

b)

Menghindari kesalahpahaman atas hasil pemeriksaan

c)

Menyembunyikan temuan pemeriksaan agar tidak diketahui publik

d)

Menjadi bahan untuk tindakan perbaikan dan pemantauan tindak lanjut

61.

Dalam proses penyusunan LHP, terdapat beberapa unsur yang harus dipenuhi agar laporan tersebut sah dan dapat digunakan sebagai dasar pertanggungjawaban serta perbaikan. Berikut ini pasangan unsur dan fungsinya yang tidak tepat adalah:

a)

Pernyataan bahwa pemeriksaan sesuai standar - Menunjukkan bahwa pemeriksaan dilakukan berdasarkan pedoman yang berlaku

b)

Kesimpulan pemeriksaan - Menyampaikan kesimpulan tidak secara jelas dan meyakinkan

c)

Rekomendasi pemeriksaan - Memberikan arahan terhadap perbaikan atas temuan yang diperoleh

d)

Tanggapan pihak bertanggung jawab - Menunjukkan respons atau sikap pihak terkait atas temuan dan rekomendasi dalam LHP

62.

Pernyataan manakah yang tidak sesuai dengan prinsip penyusunan LHP menurut ketentuan yang berlaku?

a)

LHP harus disusun secara tertulis untuk mengomunikasikan hasil pemeriksaan

b)

LHP harus disusun secara lengkap, akurat, objektif, dan meyakinkan

c)

LHP boleh disampaikan secara lisan apabila waktunya terbatas dan meyakinkan

d)

LHP harus disusun secara tepat waktu, jelas, dan ringkas

63.

Berdasarkan Lampiran IV PSP 300, mengapa format laporan pemeriksaan keuangan yang disajikan harus mencakup referensi ke laporan hasil pemeriksaan atas sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan?

a)

Untuk membatasi tanggung jawab auditor hanya pada aspek keuangan.

b)

Karena laporan-laporan tersebut merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan, memberikan konteks yang lebih lengkap.

c)

Untuk menunjukkan bahwa pemeriksaan SPI dan kepatuhan tidak memiliki dampak signifikan terhadap opini laporan keuangan.

d)

Agar pembaca laporan hanya fokus pada hasil pemeriksaan keuangan tanpa mempertimbangkan aspek lainnya.

64.

Dalam konteks penyajian opini "Tidak Menyatakan Pendapat" pada Lampiran IV PSP 300, mengapa BPK secara eksplisit menyatakan "tidak dapat memperoleh bukti pemeriksaan yang cukup dan tepat untuk menyediakan suatu dasar bagi opini pemeriksaan"?

a)

Karena BPK hanya memeriksa sebagian kecil dari laporan keuangan.

b)

Untuk menekankan bahwa lingkup pemeriksaan sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan perumusan opini.

c)

Hal ini menunjukkan bahwa BPK menemukan bukti yang saling bertentangan.

d)

Karena entitas yang diperiksa menolak untuk memberikan dokumen yang diminta.

65.

Mengacu pada format Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan yang diuraikan dalam Lampiran IV PSP 300, apa implikasi utama dari pencantuman tanggal dan tanda tangan "PENANGGUNG JAWAB PEMERIKSAAN" pada bagian akhir laporan?

a)

Menunjukkan bahwa laporan tersebut masih dalam tahap draf dan belum final.

b)

Mengesahkan laporan sebagai dokumen resmi dan menetapkan akuntabilitas atas isinya.

c)

Mengizinkan entitas yang diperiksa untuk melakukan perubahan pada laporan setelah tanggal tersebut.

d)

Menandakan bahwa pemeriksaan hanya dilakukan oleh satu individu.

66.

Yang termasuk dalam unsur-unsur LHP adalah

a)

Pendapatan, beban, aset, dan kewajiban

b)

Temuan pemeriksaan, rekomendasi, dan penandatanganan LHP

c)

Catatan audit, bukti transaksi, dan dokumentasi pribadi

d)

Data kepegawaian, anggaran, dan pengeluaran

67.

LHP harus memenuhi beberapa karakteristik berikut, KECUALI:

a)

Meyakinkan

b)

Lengkap

c)

Bersifat subjektif

d)

Tepat waktu

68.

Dalam pemeriksaan investigatif (PDTT), tanggapan dari pihak yang bertanggung jawab

a)

Wajib diminta dalam bentuk tertulis

b)

Dapat disampaikan secara lisan saja

c)

Tidak perlu diminta oleh Pemeriksa

d)

Harus dikirim ke lembaga perwakilan