wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan Paper 2- Semester Exam 2

Total questions: 14

Worksheet time: 1hrs 1mins

Name
Class
Date
1.

Petunjuk:
Tulislah sebuah surat pribadi dalam bentuk email kepada temanmu. Dalam email tersebut, kamu meminta bantuan kepada temanmu untuk memberi tahu cara mengerjakan tugas matematika yang kamu belum pahami. Pastikan kamu menggunakan bahasa yang sopan, jelas, dan sesuai dengan struktur email pribadi.

Kriteria yang dinilai:

  • Kepatuhan terhadap format email pribadi (alamat penerima, salam pembuka, isi, salam penutup)

  • Kejelasan maksud dan tujuan

  • Penggunaan bahasa yang tepat dan sopan

  • Keterpaduan dan alur isi surat

4 lines
2.

Resensi Novel "Hujan" – Tere Liye
Novel Hujan karya Tere Liye diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2016. Buku ini bergenre fiksi ilmiah-romantis dan berlatar waktu di masa depan dengan nuansa bencana alam, teknologi canggih, dan kehidupan manusia yang kompleks. Tere Liye, penulis produktif asal Indonesia, kembali menyuguhkan cerita penuh emosi dan makna kehidupan melalui tokoh-tokohnya.

Novel ini bercerita tentang Lail, seorang gadis muda yang harus kehilangan ibunya dalam sebuah bencana letusan gunung dan hujan abu yang menghancurkan kotanya. Dalam pelariannya, Lail bertemu Esok, pemuda cerdas yang menjadi sahabat sekaligus orang yang sangat berpengaruh dalam hidupnya. Cerita berkembang dengan perjuangan Lail menghadapi trauma masa lalu, semangatnya menjadi relawan, dan konflik batin soal cinta dan pengorbanan. Tema utama novel ini adalah kehilangan, harapan, dan arti mencintai dalam diam.

Kelebihan novel ini terletak pada gaya bahasa yang puitis dan menyentuh, serta alur cerita yang tidak klise meskipun mengangkat tema cinta. Latar futuristik dengan teknologi canggih seperti teleportasi dan chip emosi juga menambah daya tarik tersendiri. Namun, beberapa pembaca mungkin merasa alur ceritanya lambat di bagian awal dan terlalu melankolis di beberapa bagian.

Secara keseluruhan, Hujan adalah novel yang memadukan sisi emosional manusia dengan sentuhan fiksi ilmiah yang unik. Novel ini cocok bagi remaja dan dewasa muda yang menyukai kisah cinta yang tidak biasa dan refleksi kehidupan yang dalam. Pembaca diajak merenungkan bahwa kehilangan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari kebijaksanaan dan kekuatan baru dalam hidup.

Setelah membaca, tulislah sebuah ringkasan dari resensi tersebut terdiri dari 6-7 kalimat!

4 lines
3.

Siswa SMP Ciptakan Alat Penyaring Air dari Barang Bekas

Seorang siswa SMP bernama Dimas Wicaksono, siswa kelas 8 di SMP Negeri 4 Banyumas, berhasil menciptakan alat penyaring air sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas. Penemuan ini berawal dari keprihatinan Dimas melihat banyak warga desa di sekitarnya yang masih kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Dengan menggunakan botol bekas air mineral, pasir, arang, kapas, dan kain perca, Dimas merancang alat penyaring air yang mampu menyaring air keruh menjadi lebih jernih. Meskipun alat ini masih sederhana dan belum mampu menyaring bakteri secara maksimal, hasil percobaan awal menunjukkan bahwa air yang disaring menjadi layak untuk digunakan mencuci atau menyiram tanaman.

Karya Dimas mendapat apresiasi dari guru dan teman-teman di sekolah. Salah satu guru IPA, Bu Reni, mengatakan bahwa alat buatan Dimas sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. “Ini adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan bisa diterapkan untuk membantu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dimas berharap temuannya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ia juga mengajak teman-temannya untuk tidak malu berinovasi dan menggunakan barang bekas sebagai solusi bagi permasalahan lingkungan. Ia percaya bahwa siapa pun bisa berkontribusi asal mau berpikir kreatif dan peduli terhadap sekitar.

Apa judul dari berita inspiratif yang kamu baca?

4 lines
4.

Siswa SMP Ciptakan Alat Penyaring Air dari Barang Bekas

Seorang siswa SMP bernama Dimas Wicaksono, siswa kelas 8 di SMP Negeri 4 Banyumas, berhasil menciptakan alat penyaring air sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas. Penemuan ini berawal dari keprihatinan Dimas melihat banyak warga desa di sekitarnya yang masih kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Dengan menggunakan botol bekas air mineral, pasir, arang, kapas, dan kain perca, Dimas merancang alat penyaring air yang mampu menyaring air keruh menjadi lebih jernih. Meskipun alat ini masih sederhana dan belum mampu menyaring bakteri secara maksimal, hasil percobaan awal menunjukkan bahwa air yang disaring menjadi layak untuk digunakan mencuci atau menyiram tanaman.

Karya Dimas mendapat apresiasi dari guru dan teman-teman di sekolah. Salah satu guru IPA, Bu Reni, mengatakan bahwa alat buatan Dimas sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. “Ini adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan bisa diterapkan untuk membantu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dimas berharap temuannya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ia juga mengajak teman-temannya untuk tidak malu berinovasi dan menggunakan barang bekas sebagai solusi bagi permasalahan lingkungan. Ia percaya bahwa siapa pun bisa berkontribusi asal mau berpikir kreatif dan peduli terhadap sekitar.

Siapa tokoh utama dalam berita tersebut?

4 lines
5.

Siswa SMP Ciptakan Alat Penyaring Air dari Barang Bekas

Seorang siswa SMP bernama Dimas Wicaksono, siswa kelas 8 di SMP Negeri 4 Banyumas, berhasil menciptakan alat penyaring air sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas. Penemuan ini berawal dari keprihatinan Dimas melihat banyak warga desa di sekitarnya yang masih kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Dengan menggunakan botol bekas air mineral, pasir, arang, kapas, dan kain perca, Dimas merancang alat penyaring air yang mampu menyaring air keruh menjadi lebih jernih. Meskipun alat ini masih sederhana dan belum mampu menyaring bakteri secara maksimal, hasil percobaan awal menunjukkan bahwa air yang disaring menjadi layak untuk digunakan mencuci atau menyiram tanaman.

Karya Dimas mendapat apresiasi dari guru dan teman-teman di sekolah. Salah satu guru IPA, Bu Reni, mengatakan bahwa alat buatan Dimas sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. “Ini adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan bisa diterapkan untuk membantu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dimas berharap temuannya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ia juga mengajak teman-temannya untuk tidak malu berinovasi dan menggunakan barang bekas sebagai solusi bagi permasalahan lingkungan. Ia percaya bahwa siapa pun bisa berkontribusi asal mau berpikir kreatif dan peduli terhadap sekitar.

Apa ide atau penemuan yang dibuat oleh tokoh dalam berita itu?

4 lines
6.

Siswa SMP Ciptakan Alat Penyaring Air dari Barang Bekas

Seorang siswa SMP bernama Dimas Wicaksono, siswa kelas 8 di SMP Negeri 4 Banyumas, berhasil menciptakan alat penyaring air sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas. Penemuan ini berawal dari keprihatinan Dimas melihat banyak warga desa di sekitarnya yang masih kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Dengan menggunakan botol bekas air mineral, pasir, arang, kapas, dan kain perca, Dimas merancang alat penyaring air yang mampu menyaring air keruh menjadi lebih jernih. Meskipun alat ini masih sederhana dan belum mampu menyaring bakteri secara maksimal, hasil percobaan awal menunjukkan bahwa air yang disaring menjadi layak untuk digunakan mencuci atau menyiram tanaman.

Karya Dimas mendapat apresiasi dari guru dan teman-teman di sekolah. Salah satu guru IPA, Bu Reni, mengatakan bahwa alat buatan Dimas sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. “Ini adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan bisa diterapkan untuk membantu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dimas berharap temuannya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ia juga mengajak teman-temannya untuk tidak malu berinovasi dan menggunakan barang bekas sebagai solusi bagi permasalahan lingkungan. Ia percaya bahwa siapa pun bisa berkontribusi asal mau berpikir kreatif dan peduli terhadap sekitar.

Mengapa penemuan alat penyaring air tersebut dianggap bermanfaat?

4 lines
7.

Siswa SMP Ciptakan Alat Penyaring Air dari Barang Bekas

Seorang siswa SMP bernama Dimas Wicaksono, siswa kelas 8 di SMP Negeri 4 Banyumas, berhasil menciptakan alat penyaring air sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas. Penemuan ini berawal dari keprihatinan Dimas melihat banyak warga desa di sekitarnya yang masih kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Dengan menggunakan botol bekas air mineral, pasir, arang, kapas, dan kain perca, Dimas merancang alat penyaring air yang mampu menyaring air keruh menjadi lebih jernih. Meskipun alat ini masih sederhana dan belum mampu menyaring bakteri secara maksimal, hasil percobaan awal menunjukkan bahwa air yang disaring menjadi layak untuk digunakan mencuci atau menyiram tanaman.

Karya Dimas mendapat apresiasi dari guru dan teman-teman di sekolah. Salah satu guru IPA, Bu Reni, mengatakan bahwa alat buatan Dimas sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. “Ini adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan bisa diterapkan untuk membantu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dimas berharap temuannya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ia juga mengajak teman-temannya untuk tidak malu berinovasi dan menggunakan barang bekas sebagai solusi bagi permasalahan lingkungan. Ia percaya bahwa siapa pun bisa berkontribusi asal mau berpikir kreatif dan peduli terhadap sekitar.

Dari mana saja bahan-bahan untuk membuat alat itu diperoleh?

4 lines
8.

Siswa SMP Ciptakan Alat Penyaring Air dari Barang Bekas

Seorang siswa SMP bernama Dimas Wicaksono, siswa kelas 8 di SMP Negeri 4 Banyumas, berhasil menciptakan alat penyaring air sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas. Penemuan ini berawal dari keprihatinan Dimas melihat banyak warga desa di sekitarnya yang masih kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Dengan menggunakan botol bekas air mineral, pasir, arang, kapas, dan kain perca, Dimas merancang alat penyaring air yang mampu menyaring air keruh menjadi lebih jernih. Meskipun alat ini masih sederhana dan belum mampu menyaring bakteri secara maksimal, hasil percobaan awal menunjukkan bahwa air yang disaring menjadi layak untuk digunakan mencuci atau menyiram tanaman.

Karya Dimas mendapat apresiasi dari guru dan teman-teman di sekolah. Salah satu guru IPA, Bu Reni, mengatakan bahwa alat buatan Dimas sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. “Ini adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan bisa diterapkan untuk membantu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dimas berharap temuannya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ia juga mengajak teman-temannya untuk tidak malu berinovasi dan menggunakan barang bekas sebagai solusi bagi permasalahan lingkungan. Ia percaya bahwa siapa pun bisa berkontribusi asal mau berpikir kreatif dan peduli terhadap sekitar.

Bagaimana reaksi masyarakat atau guru terhadap karya tokoh utama?

4 lines
9.

Siswa SMP Ciptakan Alat Penyaring Air dari Barang Bekas

Seorang siswa SMP bernama Dimas Wicaksono, siswa kelas 8 di SMP Negeri 4 Banyumas, berhasil menciptakan alat penyaring air sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas. Penemuan ini berawal dari keprihatinan Dimas melihat banyak warga desa di sekitarnya yang masih kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Dengan menggunakan botol bekas air mineral, pasir, arang, kapas, dan kain perca, Dimas merancang alat penyaring air yang mampu menyaring air keruh menjadi lebih jernih. Meskipun alat ini masih sederhana dan belum mampu menyaring bakteri secara maksimal, hasil percobaan awal menunjukkan bahwa air yang disaring menjadi layak untuk digunakan mencuci atau menyiram tanaman.

Karya Dimas mendapat apresiasi dari guru dan teman-teman di sekolah. Salah satu guru IPA, Bu Reni, mengatakan bahwa alat buatan Dimas sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. “Ini adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan bisa diterapkan untuk membantu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dimas berharap temuannya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ia juga mengajak teman-temannya untuk tidak malu berinovasi dan menggunakan barang bekas sebagai solusi bagi permasalahan lingkungan. Ia percaya bahwa siapa pun bisa berkontribusi asal mau berpikir kreatif dan peduli terhadap sekitar.

Sikap atau nilai positif apa yang ditunjukkan oleh tokoh dalam berita itu?

4 lines
10.

Siswa SMP Ciptakan Alat Penyaring Air dari Barang Bekas

Seorang siswa SMP bernama Dimas Wicaksono, siswa kelas 8 di SMP Negeri 4 Banyumas, berhasil menciptakan alat penyaring air sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas. Penemuan ini berawal dari keprihatinan Dimas melihat banyak warga desa di sekitarnya yang masih kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Dengan menggunakan botol bekas air mineral, pasir, arang, kapas, dan kain perca, Dimas merancang alat penyaring air yang mampu menyaring air keruh menjadi lebih jernih. Meskipun alat ini masih sederhana dan belum mampu menyaring bakteri secara maksimal, hasil percobaan awal menunjukkan bahwa air yang disaring menjadi layak untuk digunakan mencuci atau menyiram tanaman.

Karya Dimas mendapat apresiasi dari guru dan teman-teman di sekolah. Salah satu guru IPA, Bu Reni, mengatakan bahwa alat buatan Dimas sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. “Ini adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan bisa diterapkan untuk membantu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dimas berharap temuannya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ia juga mengajak teman-temannya untuk tidak malu berinovasi dan menggunakan barang bekas sebagai solusi bagi permasalahan lingkungan. Ia percaya bahwa siapa pun bisa berkontribusi asal mau berpikir kreatif dan peduli terhadap sekitar.

Apa motivasi tokoh dalam membuat alat penyaring air tersebut?

4 lines
11.

Siswa SMP Ciptakan Alat Penyaring Air dari Barang Bekas

Seorang siswa SMP bernama Dimas Wicaksono, siswa kelas 8 di SMP Negeri 4 Banyumas, berhasil menciptakan alat penyaring air sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas. Penemuan ini berawal dari keprihatinan Dimas melihat banyak warga desa di sekitarnya yang masih kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Dengan menggunakan botol bekas air mineral, pasir, arang, kapas, dan kain perca, Dimas merancang alat penyaring air yang mampu menyaring air keruh menjadi lebih jernih. Meskipun alat ini masih sederhana dan belum mampu menyaring bakteri secara maksimal, hasil percobaan awal menunjukkan bahwa air yang disaring menjadi layak untuk digunakan mencuci atau menyiram tanaman.

Karya Dimas mendapat apresiasi dari guru dan teman-teman di sekolah. Salah satu guru IPA, Bu Reni, mengatakan bahwa alat buatan Dimas sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. “Ini adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan bisa diterapkan untuk membantu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dimas berharap temuannya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ia juga mengajak teman-temannya untuk tidak malu berinovasi dan menggunakan barang bekas sebagai solusi bagi permasalahan lingkungan. Ia percaya bahwa siapa pun bisa berkontribusi asal mau berpikir kreatif dan peduli terhadap sekitar.

Sebutkan satu hal yang menginspirasi kamu dari berita ini!

4 lines
12.

Siswa SMP Ciptakan Alat Penyaring Air dari Barang Bekas

Seorang siswa SMP bernama Dimas Wicaksono, siswa kelas 8 di SMP Negeri 4 Banyumas, berhasil menciptakan alat penyaring air sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas. Penemuan ini berawal dari keprihatinan Dimas melihat banyak warga desa di sekitarnya yang masih kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Dengan menggunakan botol bekas air mineral, pasir, arang, kapas, dan kain perca, Dimas merancang alat penyaring air yang mampu menyaring air keruh menjadi lebih jernih. Meskipun alat ini masih sederhana dan belum mampu menyaring bakteri secara maksimal, hasil percobaan awal menunjukkan bahwa air yang disaring menjadi layak untuk digunakan mencuci atau menyiram tanaman.

Karya Dimas mendapat apresiasi dari guru dan teman-teman di sekolah. Salah satu guru IPA, Bu Reni, mengatakan bahwa alat buatan Dimas sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. “Ini adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan bisa diterapkan untuk membantu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dimas berharap temuannya bisa bermanfaat bagi banyak orang. Ia juga mengajak teman-temannya untuk tidak malu berinovasi dan menggunakan barang bekas sebagai solusi bagi permasalahan lingkungan. Ia percaya bahwa siapa pun bisa berkontribusi asal mau berpikir kreatif dan peduli terhadap sekitar.

Menurutmu, bagaimana cara agar lebih banyak siswa mau membuat karya yang bermanfaat seperti tokoh dalam berita?

4 lines
13.

Bacalah pendapat keempat orang berikut tentang buku "Negeri 5 Menara" karya Ahmad Fuadi. Kemudian, jawablah pertanyaan di bawahnya dengan jelas dan lengkap.

Tanggapan Pembaca:

1. Rina
“Saya sangat menyukai buku ini karena bahasanya puitis dan penuh motivasi. Namun, alurnya agak lambat di awal, sehingga saya sempat merasa bosan.”

2. Bayu
“Cerita tentang kehidupan di pesantren membuat saya lebih menghargai perjuangan teman-teman yang mondok. Tapi saya berharap ada lebih banyak konflik agar ceritanya lebih menegangkan.”

3. Intan
“Tokoh-tokohnya sangat inspiratif. Buku ini menyadarkan saya pentingnya mimpi dan kerja keras. Sayangnya, latar tempat kadang kurang tergambar jelas di beberapa bagian.”

4. Wawan
“Menurut saya, buku ini cocok dibaca remaja. Isinya positif dan penuh nilai. Tapi, gaya bercerita penulis kadang terlalu detail, sehingga beberapa bagian terasa panjang.”


Siapakah yang mengatakan bahwa bahasa buku ini puitis dan penuh motivasi?

4 lines
14.

Bacalah pendapat keempat orang berikut tentang buku "Negeri 5 Menara" karya Ahmad Fuadi. Kemudian, jawablah pertanyaan di bawahnya dengan jelas dan lengkap.

Tanggapan Pembaca:

1. Rina
“Saya sangat menyukai buku ini karena bahasanya puitis dan penuh motivasi. Namun, alurnya agak lambat di awal, sehingga saya sempat merasa bosan.”

2. Bayu
“Cerita tentang kehidupan di pesantren membuat saya lebih menghargai perjuangan teman-teman yang mondok. Tapi saya berharap ada lebih banyak konflik agar ceritanya lebih menegangkan.”

3. Intan
“Tokoh-tokohnya sangat inspiratif. Buku ini menyadarkan saya pentingnya mimpi dan kerja keras. Sayangnya, latar tempat kadang kurang tergambar jelas di beberapa bagian.”

4. Wawan
“Menurut saya, buku ini cocok dibaca remaja. Isinya positif dan penuh nilai. Tapi, gaya bercerita penulis kadang terlalu detail, sehingga beberapa bagian terasa panjang.”


Siapakah yang merasa bahwa cerita di buku ini sebaiknya memiliki lebih banyak konflik?

4 lines