wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SMT 4

Total questions: 47

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.

Metode tafsir Double Movement dikembangkan oleh?

a)

Hassan Hanafi

b)

Mohammed Arkoun

c)

Fazlur Rahman

d)

Nasr Hamd Abu Zaid

2.

Metode semantik dalam memahami istilah kunci dalam Al-Qur’an adalah kontribusi dari:

a)

Khaled Abou el-Fadl

b)

Toshihiko Izutsu

c)

M. Abid al-Jabiri

d)

Amin al-Khuli

3.

Istilah logosentrik dan kritik atas nalar tekstual digunakan oleh:

a)

Muhammad Syahrur

b)

Abid al-Jabiri

c)

Nasr Hamid Abu Zaid

d)

Mohammed Arkoun

4.

Tafsir al-Jawahir oleh Thanthawi Jauhari secara unik mengintegrasikan:

a)

Sastra dan Sains

b)

Sains dan Fikih

c)

Tafsir dan Ayat Kauniyah

d)

Gender dan Semiotika

5.

Asy-Sya’rawi dikenal sebagai mufasir yang berhasil mempopulerkan tafsir melalui

a)

Ceramah televisi yang komunikatif

b)

Dialog terbuka di universitas

c)

Penafsiran dalam bentuk puisi sufistik

d)

Penulisan tafsir enciklopedis

6.

Dalam tafsirnya, Asy-Sa’di menekankan aspek moral dari Al-Qur’an. Hal ini terlihat dalam penggunaan:

a)

Metode hermeneutik barat

b)

Analisis maqasid secara filosofis

c)

Bahasa sederhana dan aplikatif

d)

Pendekatan sejarah kontekstual

7.

Ruh al-Ma’ani banyak mengutip tafsir-tafsir sebelumnya. Hal ini menunjukkan pendekatan:

a)

Spekulatif dan simbolik

b)

Historis dan sintetik

c)

Polemis dan konfrontatif

d)

Pragmatis dan aplikatif

8.

Aspek yang paling menonjol dalam tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir adalah

a)

Analisis sufistik terhadap ayat-ayat spiritual

b)

Integrasi ilmu sains modern ke dalam tafsir

c)

Penolakan terhadap tafsir klasik

d)

Penekanan pada dimensi kebahasaan dan maqasid

9.

Dalam karyanya, al-Qasimi sering menyandingkan pendapat mufasir klasik dan modern. Tujuannya adalah:

a)

Menunjukkan kontradiksi tafsir

b)

Menolak pandangan barat

c)

Membangun kesinambungan dan evaluasi kritis

d)

Membedakan tafsir salaf dan khalaf

10.

Salah satu kritik Ibnu ‘Asyur terhadap mufasir sebelumnya adalah

a)

Minimnya penggunaan hadis shahih

b)

Kurangnya kepekaan terhadap tujuan syariat

c)

Terlalu rasional dalam memahami ayat

d)

Tidak memakai metode tafsir isyari

11.

Yang membedakan pendekatan Zainab al-Ghazali dari Binti Syathi’ adalah

a)

Fokus pada aspek biologi perempuan

b)

Penggunaan pendekatan tasawuf

c)

Penekanan pada perjuangan sosial dan iman

d)

Pembacaan filsafat barat

12.

Siapakah mufasir yang menyatakan bahwa tafsir tidak boleh hanya berhenti pada teks, tetapi harus menyentuh ‘maqasid’ dan realitas?

a)

Asy-Sya’rawi

b)

Mahmud al-Alusi

c)

Ibnu ‘Asyur

d)

Zainab al-Ghazali

13.

Berikut ini yang bukan karakteristik tafsir Adwa’ al-Bayan adalah:

a)

Pendekatan fiqh yang kuat

b)

Penolakan terhadap qiyas

c)

Tafsir Al-Qur’an dengan Al-Qur’an

d)

Penyusunan sistematis berbasis ayat

14.

Siapakah dari para mufasir berikut yang bukan berasal dari wilayah Mesir?

a)

As-Sa’di

b)

Asy-Sya’rawi

c)

Binti Syathi’

d)

Zainab al-Ghazali

15.

Aisyah binti Syathi’ berbeda dari mufasir klasik karena:

a)

Menghapus otoritas ulama

b)

Menolak tafsir bil ma’tsur

c)

Mengabaikan konteks sosial ayat

d)

Menghadirkan pengalaman perempuan dalam tafsir

16.

Tafsir dengan semangat reformis, rasional, dan kontekstual dapat dilihat dalam karya

a)

Mahasin at-Ta’wil

b)

Adwa’ al-Bayan

c)

Tafsir asy-Sya’rawi

d)

Ruh al-Ma’ani

17.

Dalam Ruh al-Ma‘ani, al-Alusi ketika menafsirkan QS al-Fatihah:7 menjelaskan makna “al-maghdhubi ‘alayhim” dengan menyebut Yahudi karena pengetahuan mereka tidak membawa kepada amal. Penafsiran ini mencerminkan:

a)

Pendekatan historis-politik modern

b)

Tafsir saintifik berbasis bukti empiris

c)

Pendekatan tasawuf dan batiniah

d)

Pengaruh tafsir klasik dan semangat polemik

18.

Ibnu ‘Asyur menyebut bahwa ta’lil al-ahkam (rasionalisasi hukum syariat) adalah bagian dari maqasid syariah. Hal ini tampak saat ia menafsirkan ayat tentang qishash (QS al-Baqarah:179) sebagai upaya:

a)

Menjaga nyawa dan stabilitas sosial

b)

Menundukkan masyarakat terhadap hukum ilahi

c)

Membentuk rasa takut kepada azab akhirat

d)

Menegaskan superioritas hukum Islam

19.

Dalam tafsir Adwa’ al-Bayan, Asy-Syanqithi membahas QS al-Baqarah:275 dengan membandingkan berbagai ayat tentang riba, lalu mengaitkannya dengan prinsip larangan kezhaliman. Ini merupakan contoh dari:

a)

Tafsir sosial-politik

b)

Pendekatan tafsir sufistik simbolis

c)

Tafsir al-Qur’an dengan al-Qur’an

d)

Tafsir dengan pendekatan maudhu‘i modern

20.

Saat menafsirkan kisah Nabi Musa dan Firaun, Zainab al-Ghazali memfokuskan pada perlawanan terhadap kezaliman dan penindasan, yang ia maknai sebagai panggilan bagi aktivisme Muslimah. Hal ini mencerminkan pendekatan tafsir:

a)

Teologis spekulatif

b)

Feminisme radikal sekuler

c)

Hermeneutika sosial dan spiritual

d)

Historis dan filologis

21.

Dalam menafsirkan QS al-‘Alaq:1-5, Ibnu ‘Asyur menekankan bahwa perintah iqra’ adalah simbol transformasi masyarakat melalui ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa tafsirnya

a)

Mengabaikan makna kebahasaan ayat

b)

Terjebak dalam simbolisme Barat

c)

Menganut tafsir batiniah

d)

Menghubungkan wahyu dengan proyek peradaban

22.

Yang tidak termasuk karakter tafsir Ibnu ‘Asyur adalah...

a)

Berorientasi pada maqashid syari’ah

b)

Menekankan makna harfiah semata

c)

Kontekstual terhadap zaman modern

d)

Memuat pendekatan linguistik mendalam

23.

Tokoh berikut dikenal menggunakan pendekatan tafsir al-Qur’an bi al-Qur’an, kecuali...

a)

Muhammad al-Amin asy-Syanqithi

b)

Abdurrahman as-Sa’di

c)

Mahmud Syukri al-Alusi

d)

Fakhruddin al-Razi

24.

Yang bukan termasuk keunggulan tafsir Taisir ar-Rahman karya as-Sa’di adalah

a)

Bahasa sederhana dan mudah dipahami

b)

Cenderung panjang dan filosofis

c)

Menekankan aplikasi dalam kehidupan

d)

Menghindari tafsir yang spekulatif

25.

Yang bukan ciri tafsir Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi adalah...

a)

Dialogis dan retoris

b)

Banyak mengutip sains empiris

c)

Memikat secara spiritual

d)

Penekanan pada tadabbur makna

26.

Yang tidak termasuk pendekatan tafsir dalam Ruh al-Ma’ani karya al-Alusi adalah...

a)

Pendekatan sastra dan kebahasaan

b)

Analisis kontekstual terhadap pendapat ulama

c)

Mengikuti tafsir salaf

d)

Penekanan pada sains dan eksperimen

27.

Semua berikut ini merupakan tema dominan dalam al-Tahrir wa at-Tanwir, kecuali...

a)

Maqashid syariah

b)

Linguistik Arab

c)

Rasionalitas dan reformisme

d)

Hermeneutika Kritis

28.

Di bawah ini yang bukan termasuk tokoh salaf modernis adalah...

a)

Jamaluddin al-Qasimi

b)

Muhammad Abduh

c)

Mahmud Syukri al-Alusi

d)

Ibnu Taimiyah

29.

Semua berikut ini termasuk tokoh mufasir wanita, kecuali...

a)

Aisyah binti Syathi’

b)

Amina Wadud

c)

Nawal El-Saadawi

d)

Zainab al-Ghazali

30.

Yang bukan termasuk tokoh yang menulis tafsir lengkap terhadap seluruh Al-Qur’an adalah...

a)

Muhammad al-Amin asy-Syanqithi

b)

Jamaluddin al-Qasimi

c)

Aisyah binti Syathi’

d)

Mahmud Syukri al-Alusi

31.

Ciri utama tafsir Adwa’ al-Bayan adalah sebagai berikut, kecuali...

a)

Penafsiran berbasis maqashid syariah

b)

Memfokuskan tafsir dengan ayat lain

c)

Kuat dalam pendekatan fikih

d)

Tidak terlalu memperluas aspek sains

32.

Yang tidak tepat sebagai ciri tafsir Tafsir asy-Sya’rawi adalah...

a)

Mengandalkan tadabbur dan pengalaman rohani

b)

Banyak membahas rincian ilmu astronomi

c)

Bersifat komunikatif dan retoris

d)

Ditujukan untuk konsumsi publik luas

33.

Yang bukan merupakan sumbangan Ruh al-Ma’ani terhadap tafsir modern adalah...

a)

Pendekatan ensiklopedis

b)

Kritik terhadap Israiliyat

c)

Sintesis antara tafsir salaf dan khalaf

d)

Tafsir dengan metode sosiologi kritis

34.

Tokoh berikut dikenal menulis tafsir yang sangat tebal dengan penekanan pada ilmu pengetahuan, kecuali...

a)

Thanthawi Jauhari

b)

Muhammad Abduh

c)

Muhammad asy-Sya’rawi

d)

Mahmud Syukri al-Alusi

35.

Yang bukan merupakan perbedaan antara tafsir klasik dan tafsir modern adalah...

a)

Tafsir klasik cenderung tekstual

b)

Tafsir modern membuka ruang ijtihad lebih luas

c)

Tafsir modern menekankan konteks sosial

d)

Tafsir klasik menggunakan hermeneutika Barat

36.

Yang tidak termasuk kategori pendekatan tafsir tematik modern adalah...

a)

Tafsir dengan penekanan terhadap satu topik

b)

Tafsir sosial tentang keadilan atau lingkungan

c)

Tafsir ayat-ayat hukum dalam satu tema

d)

Tafsir berdasarkan urutan turunnya ayat

37.

Perhatikan gambar dari kutipan tafsir berikut ini. Berdasarkan penafsiran tersebut, mana yang bukan termasuk pendekatan tafsir yang digunakan?

a)

Linguistik

b)

Balaghah Quran

c)

Teologis

d)

sosio-politik

38.

cupilkan tafsir Ibnu Asyur tersebut menggunakan pendekatan apa?

a)

historis

b)

sains

c)

linguistik

d)

sufi

39.

Berdasarkan kutipan tersebut, di bawah ini adalah muatan metode dan pendekatan yang digunakan, kecuali?

a)

fiqhi

b)

qira'āt

c)

riwayah

d)

isyari

40.

Gambar tersebut adalah cupilkan kitab Ruh al-Ma'ani. Apa pendekatan yang digunakan mufassir?

a)

kalam/teologis

b)

sains

c)

linguistik

d)

fiqhi

41.

Thahir ibn ‘Asyur menekankan pentingnya maqasid syariah dalam penafsiran. Dalam konteks Indonesia hari ini, bagaimana Anda melihat peran nilai-nilai maqasid (seperti keadilan, kemaslahatan, kebebasan) dalam menafsirkan ayat-ayat sosial?

4 lines
42.

Abdurrahman as-Sa’di dikenal dengan gaya tafsir yang lugas, sederhana, dan langsung ke tujuan. Dalam suasana akademik yang sering kompleks, menurut Anda apakah gaya seperti ini masih relevan untuk mahasiswa masa kini? Mengapa atau mengapa tidak?

4 lines
43.

Asy-Sya’rawi mengajak pembaca untuk merenung dan merasa terhadap ayat, bukan sekadar memahaminya secara rasional. Sebagai mahasiswa, pernahkah Anda merasa tersentuh atau tergerak oleh ayat tertentu selama perkuliahan ini? Ceritakan momen tersebut dan refleksi pribadi Anda.

4 lines
44.

Aisyah Abdurrahman binti Syathi’ membawa perspektif perempuan dalam tafsirnya. Dalam tradisi Anda sendiri (keluarga, pesantren, atau masyarakat), bagaimana posisi perempuan dalam memahami agama diperlakukan? Apakah pandangan Binti Syathi’ menginspirasi perubahan dalam cara Anda menilai hal tersebut?

4 lines
45.

Dari semua tokoh yang telah Anda pelajari, siapakah yang paling memengaruhi cara Anda memahami Al-Qur’an secara pribadi? Mengapa? Ceritakan proses perubahan atau pertumbuhan pemikiran Anda selama perkuliahan berlangsung.

4 lines
46.

Zainab al-Ghazali menafsirkan Al-Qur’an dari kacamata aktivisme dan perjuangan sosial. Jika Anda menjadi bagian dari gerakan sosial hari ini, nilai apa dari tafsir beliau yang akan Anda perjuangkan? Bagaimana Anda akan menyampaikannya kepada generasi muda?

4 lines
47.

Dalam Mahasin at-Ta’wil, Jamaluddin al-Qasimi berusaha menyatukan tradisi klasik dan semangat modern. Jika Anda hidup di zaman beliau, pendekatan seperti apa yang akan Anda lakukan untuk menjembatani dua kutub ini? Apakah Anda akan lebih condong ke tradisi atau pembaruan?

4 lines