Font size
WorksheetsQuiz tentang Library Python untuk ML
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Library Python yang umum digunakan untuk manipulasi data dan analisis numerik dalam Machine Learning adalah:
Matplotlib
Seaborn
Pandas
Scikit-learn
Library yang paling sering digunakan untuk implementasi algoritma Machine Learning di Python adalah:
NumPy
SciPy
Scikit-learn
TensorFlow
Pernyataan import pandas as pd berfungsi untuk:
Menginstal library pandas
Mengimpor library pandas dan memberinya alias pd
Menghapus library pandas
Mengatur versi pandas
Untuk memuat data dari file CSV di Pandas, fungsi yang paling tepat adalah:
pd.read_excel()
pd.read_sql()
pd.read_csv()
pd.read_json()
Metode SimpleImputer dalam Scikit-learn digunakan untuk:
Menghapus baris/kolom yang mengandung nilai hilang
Mengisi nilai hilang dengan strategi tertentu (mean, median, most frequent)
Mengidentifikasi nilai hilang
Mengubah tipe data
Untuk menghapus baris yang mengandung setidaknya satu nilai hilang, fungsi yang paling tepat adalah:
df.fillna()
df.dropna()
df.replace()
df.isna()
KNNImputer mengisi nilai hilang dengan:
Nilai rata-rata dari seluruh kolom
Nilai dari tetangga terdekat
Nilai modus
Nilai nol
Jika variabel kategorik memiliki urutan alami (misalnya: kecil, sedang, besar), metode encoding yang paling cocok adalah:
One-Hot Encoding
Label Encoding
Ordinal Encoding
Binary Encoding
One-Hot Encoding akan mengubah satu kolom kategorik menjadi:
Satu kolom numerik
Beberapa kolom biner (0 atau 1)
Satu kolom dengan nilai rata-rata
Tidak ada perubahan
LabelEncoder akan memberikan nilai numerik unik untuk setiap kategori unik. Kekurangan utama dari metode ini adalah:
Membutuhkan banyak memori
Menimbulkan asumsi urutan yang tidak ada
Tidak dapat menangani data baru
Lambat dalam komputasi
Metode scaling yang mengubah data sehingga memiliki rata-rata nol dan standar deviasi satu adalah:
MinMaxScaler
StandardScaler
RobustScaler
Normalizer
MinMaxScaler akan mentransformasi fitur ke dalam rentang:
-1 sampai 1
0 sampai 1
Tidak terbatas
Bergantung pada data
RobustScaler lebih cocok digunakan ketika data mengandung:
Nilai hilang
Outlier
Variabel kategorik
Data terdistribusi normal
Transformasi logaritma (misalnya np.log()) sering digunakan untuk:
Mengurangi jumlah fitur
Menangani outlier dan membuat distribusi data lebih normal
Mengubah tipe data
Mempercepat pelatihan model
PolynomialFeatures digunakan untuk:
Mengurangi kompleksitas model
Membuat fitur baru dari kombinasi non-linear fitur yang ada
Menghilangkan fitur yang tidak relevan
Mengatur skala fitur
Binning (diskretisasi) adalah proses mengubah variabel kontinu menjadi:
Variabel kategorik
Variabel biner
Variabel numerik baru
Variabel teks
Fungsi Pandas yang paling umum digunakan untuk mendapatkan statistik deskriptif dari DataFrame adalah:
df.info()
df.head()
df.describe()
df.shape()
Untuk melihat hubungan antara dua variabel numerik, plot visualisasi yang paling tepat adalah:
Histogram
Box plot
Scatter plot
Bar chart
Untuk melihat hubungan antara dua variabel numerik, plot visualisasi yang paling tepat adalah:
Histogram
Box plot
Scatter plot
Bar chart
Matriks korelasi menunjukkan:
Distribusi setiap fitur
Jumlah nilai hilang
Kekuatan dan arah hubungan linier antar fitur
Tipe data fitur
Tujuan utama dari train_test_split adalah:
Untuk meningkatkan akurasi model
Untuk mencegah overfitting dan mengevaluasi kinerja model pada data yang belum pernah dilihat
Untuk mempercepat proses pelatihan
Untuk menghilangkan fitur yang tidak relevan
Parameter random_state dalam train_test_split berfungsi untuk:
Menentukan ukuran data uji
Mengontrol pengacakan data agar hasilnya dapat direproduksi
Mengatur kecepatan split
Memilih algoritma splitting
K-Fold Cross-Validation bertujuan untuk:
Membagi data menjadi hanya satu set pelatihan dan satu set pengujian
Menguji model pada beberapa subset data secara independen untuk mendapatkan estimasi kinerja yang lebih stabil
Memilih fitur terbaik
Menangani nilai hilang
Model klasifikasi digunakan untuk memprediksi:
Nilai kontinu
Kategori diskrit
Urutan waktu
Hubungan antar fitur
Rumus matematis utama dari Logistic Regression melibatkan fungsi:
Linier
Sigmoid (atau logistik)
ReLU
Tanh
Logistic Regression, meskipun namanya mengandung "Regression", sebenarnya adalah model untuk tugas:
Regresi
Klasifikasi
Clustering
Dimensionality Reduction
Konsep inti dari SVM adalah menemukan:
Sebuah garis regresi terbaik
Sebuah hyperplane yang memaksimalkan margin antara kelas-kelas
Sebuah pohon keputusan
Sebuah jaringan saraf
Teknik "kernel trick" pada SVM digunakan untuk:
Mengurangi dimensi data
Mentransformasi data ke ruang dimensi lebih tinggi agar dapat dipisahkan secara linier
Menangani nilai hilang
Mempercepat komputasi
KNN mengklasifikasikan titik data baru berdasarkan:
Jaraknya ke centroid cluster
Mayoritas kelas dari K tetangga terdekatnya
Sebuah fungsi linier
Bobot dari fitur-fitur
Kelemahan utama KNN adalah:
Tidak dapat menangani data non-linier
Sangat sensitif terhadap skala fitur dan komputasi intensif untuk dataset besar
Rentan terhadap overfitting
Membutuhkan banyak parameter tuning
Decision Tree membuat keputusan berdasarkan:
Kombinasi linier fitur
Serangkaian pertanyaan if-else tentang fitur
Jarak antar titik data
Probabilitas
max_depth adalah parameter penting dalam Decision Tree untuk mengontrol:
Jumlah fitur
Kedalaman maksimum pohon, mencegah overfitting
Jumlah daun
Kriteria pemisahan
Random Forest adalah metode ensemble yang membangun banyak:
Regresi Linier
Pohon Keputusan
SVM
KNN
Konsep utama di balik Random Forest untuk meningkatkan akurasi dan mengurangi overfitting adalah:
Menggunakan hanya fitur terbaik
Bagging (bootstrap aggregation) dan pemilihan fitur acak pada setiap pohon
Menggunakan hanya satu pohon keputusan yang sangat dalam
Melakukan scaling data
Gradient Boosting membangun model secara sekuensial, di mana setiap model baru berusaha untuk memperbaiki kesalahan dari m
Gradient Boosting membangun model secara sekuensial, di mana setiap model baru berusaha untuk memperbaiki kesalahan dari model sebelumnya. Pendekatan ini dikenal sebagai:
Bagging
Boosting
Stacking
Blending
XGBoost adalah implementasi dari Gradient Boosting yang terkenal karena:
Kecepatannya yang lambat
Kinerjanya yang tinggi, optimasi paralel, dan penanganan nilai hilang yang baik
Hanya cocok untuk dataset kecil
Tidak mendukung regularisasi
Naive Bayes didasarkan pada teorema Bayes dan asumsi "naif" bahwa fitur-fitur:
Memiliki distribusi normal
Saling independen satu sama lain
Saling bergantung
Tidak relevan
Naive Bayes sering digunakan untuk tugas:
Regresi waktu
Analisis sentimen dan klasifikasi teks
Clustering gambar
Deteksi anomali
Model regresi digunakan untuk memprediksi:
Kategori diskrit
Nilai kontinu
Probabilitas
Label biner
Rumus matematis dasar dari Simple Linear Regression adalah:
y=mx+c
y=log(x)
y=ex
y=x2
Linear Regression bertujuan untuk menemukan:
Garis yang melewati semua titik data
Garis yang meminimalkan jumlah kuadrat kesalahan (Residual Sum of Squares)
Titik pusat data
Hubungan non-linier
Polynomial Regression cocok digunakan ketika hubungan antara variabel independen dan dependen adalah:
Linier
Non-linier atau melengkung
Konstan
Acak
Akurasi adalah metrik evaluasi yang mengukur:
Jumlah True Positives
Proporsi prediksi benar dari total prediksi
Jumlah False Negatives
Kemampuan model untuk mengidentifikasi semua kasus positif
Recall (Sensitivitas) mengukur:
Proporsi False Positives
Proporsi True Positives yang teridentifikasi dari semua kasus positif aktual
Proporsi True Negatives
Proporsi True Positives dari semua prediksi positif
Precision (Presisi) mengukur:
Proporsi False Negatives
Proporsi True Positives dari semua kasus positif aktual
Proporsi True Positives dari semua prediksi positif
Proporsi True Negatives dari semua prediksi negatif
F1-Score adalah rata-rata harmonik dari:
Akurasi dan Recall
Precision dan Recall
Akurasi dan Precision
Akurasi dan F-beta
ROC Curve dan AUC digunakan untuk mengevaluasi kinerja model klasifikasi pada berbagai:
Jumlah fitur
Ambang batas klasifikasi (threshold)
Ukuran dataset
Jenis algoritma
Mean Squared Error (MSE) mengukur:
Rata-rata absolut dari kesalahan prediksi
Rata-rata kuadrat dari kesalahan prediksi
Akar kuadrat dari kesalahan prediksi
Persentase kesalahan
R-squared (R2) menunjukkan:
Seberapa baik model mereplikasi hasil
Proporsi varians dalam variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh model
Rata-rata kesalahan
Jumlah outlier
