wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

8 BAHASA INDONESIA

Total questions: 50

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.
Padanan kata untuk kata menitik dapat ditemukan dalam kalimat mana?
a)
Seharusnya siswa menitik di lapangan upacara
b)
Arman tidak menitik saat akan menulis kalimat baru
c)
Kepala sekolah menitik guru BK akibat kasus kekerasan siswa
d)
Air hujan mulai menitik dari genting
2.
Rianti adalah gadis yang ringan tangan. Denotasi dari kata ringan tangan adalah..
a)
Suka menolong
b)
Suka memukul
c)
Oleh-oleh
d)
Orang yang dipercayai
3.
Buah pikirannya yang cerdas selalu sangat bermanfaat dalam mengembangkan bisnis keluarganya itu. Buah pikir dalam kalimat tersebut berarti...
a)
Buah-buahan
b)
Solusi
c)
Gagasan
d)
Kepercayaan
4.
Cerita mengisahkan kehidupan Bawang Putih yang tinggal bersama Ibu Tiri dan saudara tirinya, Bawang Merah, yang sangat pemalas. Suatu pagi Bawang Putih pergi ke sungai untuk mencuci pakaian. Malang, arus sungai yang deras membuat beberapa pakaian hanyut, termasuk pakaian Ibu Tiri. Bawang Putih kemudian mencari pakaian tersebut hingga ke hilir. Di sana ia bertemu dengan seorang nenek yang sedang menjemur pakaian Ibu Tiri. Sebelum meminta pakaian Ibu Tiri, Bawang Putih membantu si Nenek membersihkan rumahnya. Si Nenek sangat terkesan hingga ia memberikan dua labu pada Bawang Putih. Namun, Bawang Putih memilih satu labu saja, yaitu yang berukuran kecil. Begitu kembali ke rumah, Bawang Putih membuka labunya, ternyata di dalamnya banyak sekali perhiasan. Bawang Merah merasa iri melihat keberuntungan Bawang Putih. Ia kemudian meniru apa yang dilakukan Bawang Putih. Ia pergi ke rumah si Nenek dan meminta labu pula. Ia mengambil labu yang berukuran besar. Malang baginya, begitu labu dibelah, isinya ternyata aneka hewan berbisa. Judul yang tepat untuk cerita tersebut adalah..
a)
Kejahatan Bawang Merah
b)
Bawang Merah dan Bawang Putih
c)
Derita Bawang Putih
d)
Penindasan Bawang Merah dan Ibu Tiri
5.
Cerita mengisahkan kehidupan Bawang Putih yang tinggal bersama Ibu Tiri dan saudara tirinya, Bawang Merah, yang sangat pemalas. Suatu pagi Bawang Putih pergi ke sungai untuk mencuci pakaian. Malang, arus sungai yang deras membuat beberapa pakaian hanyut, termasuk pakaian Ibu Tiri. Bawang Putih kemudian mencari pakaian tersebut hingga ke hilir. Di sana ia bertemu dengan seorang nenek yang sedang menjemur pakaian Ibu Tiri. Sebelum meminta pakaian Ibu Tiri, Bawang Putih membantu si Nenek membersihkan rumahnya. Si Nenek sangat terkesan hingga ia memberikan dua labu pada Bawang Putih. Namun, Bawang Putih memilih satu labu saja, yaitu yang berukuran kecil. Begitu kembali ke rumah, Bawang Putih membuka labunya, ternyata di dalamnya banyak sekali perhiasan. Bawang Merah merasa iri melihat keberuntungan Bawang Putih. Ia kemudian meniru apa yang dilakukan Bawang Putih. Ia pergi ke rumah si Nenek dan meminta labu pula. Ia mengambil labu yang berukuran besar. Malang baginya, begitu labu dibelah, isinya ternyata aneka hewan berbisa. Berikut adalah sifat yang dimiliki oleh Bawang Merah, kecuali...
a)
Tidak suka mengeluh
b)
Tidak sabaran
c)
Pemalas
d)
Tamak
6.
Cerita mengisahkan kehidupan Bawang Putih yang tinggal bersama Ibu Tiri dan saudara tirinya, Bawang Merah, yang sangat pemalas. Suatu pagi Bawang Putih pergi ke sungai untuk mencuci pakaian. Malang, arus sungai yang deras membuat beberapa pakaian hanyut, termasuk pakaian Ibu Tiri. Bawang Putih kemudian mencari pakaian tersebut hingga ke hilir. Di sana ia bertemu dengan seorang nenek yang sedang menjemur pakaian Ibu Tiri. Sebelum meminta pakaian Ibu Tiri, Bawang Putih membantu si Nenek membersihkan rumahnya. Si Nenek sangat terkesan hingga ia memberikan dua labu pada Bawang Putih. Namun, Bawang Putih memilih satu labu saja, yaitu yang berukuran kecil. Begitu kembali ke rumah, Bawang Putih membuka labunya, ternyata di dalamnya banyak sekali perhiasan. Bawang Merah merasa iri melihat keberuntungan Bawang Putih. Ia kemudian meniru apa yang dilakukan Bawang Putih. Ia pergi ke rumah si Nenek dan meminta labu pula. Ia mengambil labu yang berukuran besar. Malang baginya, begitu labu dibelah, isinya ternyata aneka hewan berbisa. Latar cerita di atas adalah...
a)
Pesisir pantai
b)
Tepi sungai
c)
Kebun
d)
Ladang
7.
Cerita mengisahkan kehidupan Bawang Putih yang tinggal bersama Ibu Tiri dan saudara tirinya, Bawang Merah, yang sangat pemalas. Suatu pagi Bawang Putih pergi ke sungai untuk mencuci pakaian. Malang, arus sungai yang deras membuat beberapa pakaian hanyut, termasuk pakaian Ibu Tiri. Bawang Putih kemudian mencari pakaian tersebut hingga ke hilir. Di sana ia bertemu dengan seorang nenek yang sedang menjemur pakaian Ibu Tiri. Sebelum meminta pakaian Ibu Tiri, Bawang Putih membantu si Nenek membersihkan rumahnya. Si Nenek sangat terkesan hingga ia memberikan dua labu pada Bawang Putih. Namun, Bawang Putih memilih satu labu saja, yaitu yang berukuran kecil. Begitu kembali ke rumah, Bawang Putih membuka labunya, ternyata di dalamnya banyak sekali perhiasan. Bawang Merah merasa iri melihat keberuntungan Bawang Putih. Ia kemudian meniru apa yang dilakukan Bawang Putih. Ia pergi ke rumah si Nenek dan meminta labu pula. Ia mengambil labu yang berukuran besar. Malang baginya, begitu labu dibelah, isinya ternyata aneka hewan berbisa. Tema yang tepat untuk cerita di atas adalah...
a)
Kesabaran dan kejujuran membawa keberuntungan
b)
Perdamaian adalah hal terbaik
c)
Keluarga harmonis
d)
Kekerasan dalam rumah tangga
8.
Cerita mengisahkan kehidupan Bawang Putih yang tinggal bersama Ibu Tiri dan saudara tirinya, Bawang Merah, yang sangat pemalas. Suatu pagi Bawang Putih pergi ke sungai untuk mencuci pakaian. Malang, arus sungai yang deras membuat beberapa pakaian hanyut, termasuk pakaian Ibu Tiri. Bawang Putih kemudian mencari pakaian tersebut hingga ke hilir. Di sana ia bertemu dengan seorang nenek yang sedang menjemur pakaian Ibu Tiri. Sebelum meminta pakaian Ibu Tiri, Bawang Putih membantu si Nenek membersihkan rumahnya. Si Nenek sangat terkesan hingga ia memberikan dua labu pada Bawang Putih. Namun, Bawang Putih memilih satu labu saja, yaitu yang berukuran kecil. Begitu kembali ke rumah, Bawang Putih membuka labunya, ternyata di dalamnya banyak sekali perhiasan. Bawang Merah merasa iri melihat keberuntungan Bawang Putih. Ia kemudian meniru apa yang dilakukan Bawang Putih. Ia pergi ke rumah si Nenek dan meminta labu pula. Ia mengambil labu yang berukuran besar. Malang baginya, begitu labu dibelah, isinya ternyata aneka hewan berbisa. Pesan dari cerita di atas adalah...
a)
Adik kakak bisa berbeda pendapat
b)
Betapa penting sifat sabar dan tidak serakah dalam kehidupan
c)
Iri adalah sifat yang wajar dimiliki setiap orang
d)
Keluarga ada harta paling berharga
9.
Ada banyak sarana yang dapat digunakan untuk bisa meyakinkan orang lain. Salah satu cara tersebut adalah dengan metode…
a)
Diam
b)
Pidato
c)
Menangis
d)
Tertawa
10.
Pada kesempatan kali ini, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena hanya Tuhan yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya semua sehingga kita bisa berjumpa pada siang hari ini. Selain ucapan rasa syukur, ucapan di atas merupakan…
a)
Puji-pujian untuk Tuhan
b)
Tujuan berpidato
c)
Terimakasih kepada tuan rumah
d)
Undangan kepada setiap orang
11.
Aktivitas untuk berbicara di depan orang banyak demi menyampaikan ide gagasan atau pendapat secara lisan adalah pengertian dari teks…
a)
Pidato persuasive
b)
Cerpen
c)
Tanggapan
d)
Eksplanasi
12.
Puisi merupakan sebuah bentuk karya sastra yang puitis, terdiri atas larik dan...
a)
Bait
b)
Majas
c)
Rima
d)
Suku kata
13.
Kau menunggu aku berbicara Aku menunggu kau berkata-kata Kopiku menunggu segala hal yang sia-sia Kata-kata aku, menunggu, kopi, bersabar, dan waktu yang ditulis berulang-ulang dalam puisi tersebut menunjukkan ciri puisi yakni...
a)
Majas
b)
Rima
c)
Autentik
d)
Repetisi
14.
Orang yang menulis puisi disebut...
a)
Penyair
b)
Musisi
c)
Sineas
d)
Penulis
15.
"Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang" Pukul sebelas siang kamu datang, Senyum segan tersampir di wajahmu Kantong belanjaan tertenteng di tanganmu "Maaf aku terlambat," ujarmu Aku menatap kopiku yang sudah dingin sejak dua jam lalu "Tak apa," jawabku Aku dan kopiku adalah karib, kami bersabar layaknya waktu Diksi mengandung majas yang ada pada puisi di atas contohnya adalah...
a)
Karib
b)
Waktu
c)
Kantong
d)
Kopi
16.
"Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang" Pukul sebelas siang kamu datang, Senyum segan tersampir di wajahmu Kantong belanjaan tertenteng di tanganmu "Maaf aku terlambat," ujarmu Aku menatap kopiku yang sudah dingin sejak dua jam lalu "Tak apa," jawabku Aku dan kopiku adalah karib, kami bersabar layaknya waktu Yang bukan kalimat mengandung majas dalam penggalan puisi tersebut adalah...
a)
Aku dan kopiku adalah karib
b)
Kami bersabar layaknya waktu
c)
Kopiku menunggu segala hal yang sia-sia
d)
Pukul sebelas siang kamu datang
17.
"Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang" Pukul sebelas siang kamu datang, Senyum segan tersampir di wajahmu Kantong belanjaan tertenteng di tanganmu "Maaf aku terlambat," ujarmu Aku menatap kopiku yang sudah dingin sejak dua jam lalu "Tak apa," jawabku Aku dan kopiku adalah karib, kami bersabar layaknya waktu Rima pada puisi di atas berbunyi..
a)
u-u-u-u
b)
a-a-a-a
c)
u-i-u-i
d)
a-u-a-u
18.
"Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang" Pukul sebelas siang kamu datang, Senyum segan tersampir di wajahmu Kantong belanjaan tertenteng di tanganmu "Maaf aku terlambat," ujarmu Aku menatap kopiku yang sudah dingin sejak dua jam lalu "Tak apa," jawabku Aku dan kopiku adalah karib, kami bersabar layaknya waktu Isi dari puisi tersebut adalah...
a)
Sepasang kekasih yang bertengkar
b)
Laki-laki yang meminum kopi
c)
Pria yang sabar menunggu kekasihnya
d)
Isi puisi tak bisa diterka
19.
Salah satu ciri dari puisi prismatis adalah...
a)
Makna cukup sulit dipahami
b)
Sering disebut puisi polos
c)
Kalimat-kalimatnya jelas
d)
Puisi mudah dipahami
20.
Contoh judul puisi berjenis diafan adalah..
a)
Pada Sebuah Kedai Kopi
b)
Warung Haru Mbah Kakung
c)
Api dan Penyelamat Nasib
d)
Bunga Taman yang Mendung
21.
Aku Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut nama-Mu Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh Caya-Mu panas suci Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi Tuhanku Aku hilang bentuk Remuk Tuhanku Aku mengembara di negeri asing Tuhanku Di pintu-Mu aku mengetuk Aku tidak bisa berpaling Arti termangu dalam puisi tersebut adalah...
a)
Termenung atau terdiam sambil memikirkan sesuatu
b)
Tersentuh
c)
Bingung
d)
Pusing
22.
Aku Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut nama-Mu Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh Caya-Mu panas suci Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi Tuhanku Aku hilang bentuk Remuk Tuhanku Aku mengembara di negeri asing Tuhanku Di pintu-Mu aku mengetuk Aku tidak bisa berpaling Luluh lantak dan berkeping-keping, dalam puisi di atas diwakili oleh kata...
a)
Kerlip
b)
Susah
c)
Remuk
d)
Berpaling
23.
Aku Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut nama-Mu Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh Caya-Mu panas suci Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi Tuhanku Aku hilang bentuk Remuk Tuhanku Aku mengembara di negeri asing Tuhanku Di pintu-Mu aku mengetuk Aku tidak bisa berpaling Penulis puisi Doa tersebut adalah..
a)
Sapardi Djoko Damono
b)
Chairil Anwar
c)
Ismail Marzuki
d)
Wiji Thukul
24.
Manakah penggunaan kata ganti yang tepat dalam kalimat berikut?“Ani memberikan hadiah kepada Rina. ______ sangat senang dengan hadiah tersebut.”
a)
Dia
b)
saya
c)
Mereka
d)
aku
25.
Identifikasilah majas yang terdapat dalam kalimat berikut: “Senyumnya adalah mentari pagi yang menyinari hari-hariku.”
a)
Personifikasi
b)
Hiperbola
c)
Simile
d)
Metafora
26.
Manakah kata yang memiliki arti yang paling dekat dengan kata “labil” dalam kalimat berikut?“Gadis itu selalu memberi jawaban berbeda saat dikonfirmasi. Sikapnya begitu labil dan membuat bingung”
a)
Stabil
b)
Konsisten
c)
Tidak tetap
d)
Teratur
27.
Pilihlah kata yang memiliki makna yang paling berlawanan dengan kata “menghina” dalam kalimat berikut: “Sebagai seorang pemimpin, ia tidak boleh menghina bawahannya.”
a)
Memujikan
b)
Menyanjung
c)
Membelai
d)
Menghina
28.
Analisislah unsur intrinsik dalam puisi berikut ini: “Diamku serupa purnama, Melankolis tak bertepi, Mimpi tertunda di ujung malam, Sunyi menganyam irama.”
a)
Tema, gaya bahasa, dan sudut pandang
b)
Tema, gaya bahasa, dan atmosfer
c)
Tema, gaya bahasa, dan tokoh
d)
Tema, sudut pandang, dan tokoh
29.
Manakah jenis gaya bahasa yang digunakan dalam kalimat berikut? “Senandung merdu burung-burung menyambut mentari pagi.”
a)
Simile
b)
Metafora
c)
Hiperbola
d)
Personifikasi
30.
“Pada saat itu, dia __________ dengan tegas bahwa keputusannya tidak akan berubah.”
a)
Mendeklarasikan
b)
Menjabarkan
c)
Mengemukakan
d)
Menetapkan
31.
Di antara keduanya, mana yang memiliki arti yang sama dengan kata “runcing”?
a)
Tajam
b)
Bulat
c)
Lapang
d)
Berat
32.
Kalimat yang menggunakan kata serapan dari bahasa Inggris adalah…
a)
Komputer itu rusak.
b)
Dia sedang membaca buku novel.
c)
Kafe itu sangat populer di kalangan anak muda.
d)
Ibu memasak spaghetti untuk makan malam.
33.
Sambutan yang paling tepat untuk membuka pidato adalah…
a)
Dengan mengucapkan hamdalah, saya menyatakan bahwa acara sambutan siswa baru kelas X tahun pelajaran 2021/2022 dimulai. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita.
b)
Sebelumnya kami mohon maaf jika acara ini masih jauh dari kata sempurna dan kurang berkenan karena ada keterbatasan waktu dan tenaga.
c)
Marilah kita panjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kita bisa berkumpul di acara sambutan siswa baru kelas X tahun ajaran 2021/2022 dalam keadaan sehat.
d)
Sesuai dengan undangan yang diterima sebelumnya, hari ini saya akan berbicara sedikit mengenai hal-hal pokok mengenai sambutan siswa baru yang akan dilaksanakan.
34.
Ada berapa unsur karya fiksi......
a)
5
b)
4
c)
3
d)
2
35.
Sudah lama aku tidak ke desa ini. Suasananya ternyata masih sama seperti 10 tahun lalu, saat terakhir aku berkunjung. Jalannya masih jalan tanah, berlumpur di musim hujan dan berdebu di musim kemarau. Pohon-pohon jati tumbuh di kiri kanan jalan. Daun dan ranting-rantingnya berjatuhan dan menimbulkan suara keretak saat kakiku menginjaknya. Saat angin berembus, debu beterbangan ke udara. Bau tanah kering menyumbat hidungku. Ah, kemarau. Aku mengeluh dalam hati. Seharusnya, aku tahu perjalanan ini tidak akan menyenangkan. Seharusnya, aku menuruti anjuran kepala desa untuk datang ke sini dengan motor dan bukan berjalan kaki. Sekarang aku merasakan akibat kekeraskepalaanku sendiri. Bagaimana rasanya berjalan sejauh lima kilometer dan menyusuri jalan kering yang batubatunya bertonjolan di bawah kakimu, Bud? Aku menggerutu pada diri sendiri. Mana cuaca sedang terik-teriknya. apa tema kutipan cerita di atas.......
a)
kekeringan
b)
sedih
c)
Penyesalan
d)
Kebahagian
36.
Sudah lama aku tidak ke desa ini. Suasananya ternyata masih sama seperti 10 tahun lalu, saat terakhir aku berkunjung. Jalannya masih jalan tanah, berlumpur di musim hujan dan berdebu di musim kemarau. Pohon-pohon jati tumbuh di kiri kanan jalan. Daun dan ranting-rantingnya berjatuhan dan menimbulkan suara keretak saat kakiku menginjaknya. Saat angin berembus, debu beterbangan ke udara. Bau tanah kering menyumbat hidungku. Ah, kemarau. Aku mengeluh dalam hati. Seharusnya, aku tahu perjalanan ini tidak akan menyenangkan. Seharusnya, aku menuruti anjuran kepala desa untuk datang ke sini dengan motor dan bukan berjalan kaki. Sekarang aku merasakan akibat kekeraskepalaanku sendiri. Bagaimana rasanya berjalan sejauh lima kilometer dan menyusuri jalan kering yang batubatunya bertonjolan di bawah kakimu, Bud? Aku menggerutu pada diri sendiri. Mana cuaca sedang terik-teriknya. Ada berapa tokoh cerita dalam kutipan cerita tersebut...
a)
1
b)
2
c)
3
d)
4
37.
Sudah lama aku tidak ke desa ini. Suasananya ternyata masih sama seperti 10 tahun lalu, saat terakhir aku berkunjung. Jalannya masih jalan tanah, berlumpur di musim hujan dan berdebu di musim kemarau. Pohon-pohon jati tumbuh di kiri kanan jalan. Daun dan ranting-rantingnya berjatuhan dan menimbulkan suara keretak saat kakiku menginjaknya. Saat angin berembus, debu beterbangan ke udara. Bau tanah kering menyumbat hidungku. Ah, kemarau. Aku mengeluh dalam hati. Seharusnya, aku tahu perjalanan ini tidak akan menyenangkan. Seharusnya, aku menuruti anjuran kepala desa untuk datang ke sini dengan motor dan bukan berjalan kaki. Sekarang aku merasakan akibat kekeraskepalaanku sendiri. Bagaimana rasanya berjalan sejauh lima kilometer dan menyusuri jalan kering yang batubatunya bertonjolan di bawah kakimu, Bud? Aku menggerutu pada diri sendiri. Mana cuaca sedang terik-teriknya. Siapa tokoh utama dalam kutipan cerita tersebut...
a)
aku
b)
budi
c)
deri
d)
kamu
38.
Alkisah hiduplah sebuah keluarga yang hidup bahagia. Mereka memiliki seorang putri cantik bernama Bawang Putih. suatu hari, ibu Bawang Putih jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Setelah kejadian itu, Bawang Putih hidup dengan ayahnya. Ayah Bawang Putih adalah seorang pedagang yang sering bepergian jauh. Karena tak tega meninggalkan Bawang Putih sendirian di rumah, akhirnya ayah Bawang Putih memutuskan menikah lagi dengan seorang janda. Rekomendasi Produk 10 Rekomendasi Sepatu Running Terbaik 2025 dengan Spesifikasi yang Beragam Rekomendasi Makanan Anak Kucing Terbaik Rekomendasi Makanan Kucing, Supaya Anabul Makin Gembul Rekomendasi Cemilan untuk Bayi 12 Bulan ke Atas Rekomendasi Resep Makanan Bayi 6 Bulan Rekomendasi Vitamin untuk Balita 2 Tahun ke Atas Janda tersebut memiliki satu anak yang diberi nama Bawang Merah. "Mulai sekarang kau akan memiliki ibu dan kakak tiri untukmu, namanya Bawang Merah," ucap sang Ayah. Bawang Putih pun bahagia karena memiliki keluarga baru. Ibu tiri dan Bawang Merah bersikap sangat manis padanya. Namun ternyata kebaikan itu hanya sesaat. Mereka bersikap baik pada Bawang Putih hanya ketika ayahnya ada bersamanya. Akan tetapi, ketika ayahnya pergi berdagang, mereka menyuruh Bawang Putih mengerjakan segala pekerjaan rumah seperti seorang pembantu. Kemalangan Bawang Putih belum berhenti sampai disitu. Selang beberapa waktu, ayah Bawang Putih juga jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Sang ibu tiri dan Bawang Merah pun bersikap semakin jahat pada Bawang Putih. "Sekarang semua pekerjaan rumah kamu kerjakan setiap hari," kata ibu tirinya setelah sang ayah dimakamkan. Bahkan waktu beristirahat Bawang Putih juga semakin terbatas. Tiap hari dia harus melayani semua kebutuhan Bawang Merah dan ibu tirinya. Sampai pada suatu pagi ketika Bawang Putih mencuci di sungai, tanpa disadari salah satu selendang kesayangan Bawang Merah hanyut. "Kakak, maaf selendangmu hanyut di sungai," tutur Bawang Putih. Bawang Merah pun memarahi Bawang Putih. Dia menyuruh Bawang Putih mencari selendang itu dan tidak boleh pulang sebelum menemukanya. Akhirnya, Bawang Putih menyusuri sungai untuk mencari selendang itu. Hingga larut malam, selendang itu belum juga dia temukan. Ketika tengah menyusuri sungai, Bawang Putih melihat sebuah gubuk.Ternyata gubuk itu dihuni oleh seorang nenek sebatang kara. Bawang Putih akhirnya meminta izin untuk menginap semalam. Nenek itu cukup baik hati, dia mempersilahkan Bawang Putih untuk menginap. Nenek itu juga menanyakan perihal tentang Bawang Putih, dan bagaimana dia sampai di tempat itu. Bawang Putih pun menceritakan nasib yang dialaminya hingga nenek yang mendengar itu merasa iba. Ternyata selendang yang dicari Bawang Putih ditemukan oleh si nenek. Tapi, nenek itu hanya mau menyerahkan selendang itu dengan syarat Bawang Putih harus menemaninya selama seminggu. Bawang Putih menerima tawaran itu dengan senang hati. Waktu seminggu pun berlalu dan kini waktunya Bawang Putih untuk pulang. Rupanya selama tinggal bersama nenek, Bawang Putih sangat rajin. Lalu, nenek itu memberikan selendang yang dulu dia temukan dan memberi hadiah pada Bawang Putih. Dia disuruh memilih diantara dua buah labu untuk dia bawa. Awalnya Bawang Putih ingin menolak. Namun karena ingin menghormati pemberian, Bawang Putih akhirnya memilih labu yang kecil dengan alasan takut tak kuat membawanya. Nenek itu hanya tersenyum mendengar alasan itu. Setelah itu, Bawang Putih pun segera pulang dan menyerahkan selendang itu pada Bawang Merah. Selanjutnya, dia segera ke dapur untuk membelah labu dan memasaknya. Namun, betapa terkejutnya dia, karena ketika labu itu dibelah, ternyata labu itu berisi emas permata yang sangat banyak. Secara tak sengaja, ibu tiri Bawang Putih melihatnya dan langsung merampas semua emas itu. Bukan hanya itu, dia juga memaksa Bawang Putih untuk menceritakan dari mana dia mendapat labu ajaib itu. Mendengar cerita Bawang Putih, muncul niat jahat di benak ibu tiri yang serakah itu. Esok paginya, dia menyuruh Bawang Merah untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Bawang Putih. Dia berharap akan bisa membawa pulang labu yang lebih besar. Singkat cerita, Bawang Merah yang malas itu tiba di gubuk nenek, dan dia pun tinggal di sana selama seminggu. Namun karena sifatnya yang pemalas, dia hanya bermalas-malasan saja dan tidak mau membantu pekerjaan si nenek. Ketika sudah waktunya pulang, Bawang Merah pun disuruh memilih labu sebagai hadiah. Tanpa pikir panjang, dia langsung mengambil labu yang besar dan segera berlari pulang tanpa mengucapkan terima kasih. Setelah tiba dirumah, ibunya sangat senang melihat anaknya membawa labu yang sangat besar. Dia berpikir pasti emas di dalamnya cukup banyak. Karena tak ingin diketahui oleh Bawang Putih dan takut jika Bawang Putih minta bagian, mereka menyuruh Bawang Putih mencuci di sungai. Setelah itu mereka masuk kamar dan menguncinya dengan rapat. Dengan tak sabar, mereka segera membelah labu itu. Namun diluar dugaan, bukan emas yang ada didalamnya. Melainkan labu itu dipenuhi ular, kalajengking, kelabang, dan berbagai hewan berbisa. Hewan-hewan itu lalu keluar dari labu dan menggigit Bawang Merah dan ibunya yang serakah tersebut. Bawang Merah dan Ibu tiri akhirnya menyadari apa yang mereka lakukan selama ini salah, dan meminta Bawang Putih untuk memaafkan mereka. Pesan apa yang di samapaikan dari cerita di atas......
a)
orang yang berbuat jahat akan mendapatkan balasan yang setimpal
b)
orang jahat akan selalu menang
c)
kebaikan bawang merah
d)
kebaikan bawah putih dan ibu tiri
39.
dimana latar cerita bawang merah bawang putih....
a)
hutan rumah
b)
sawah sungai
c)
sungai
d)
rumah hutan sungai
40.
berpa tokoh cerita yang ada di halaman......
a)
5
b)
6
c)
4
d)
7
41.
Alur apa yanng digunakan dalam cerita bawang merah bawang putih........
a)
maju
b)
maju mundur
c)
mundur
d)
mundur maju
42.
watak dari bawang merah adalah.....
a)
jahat pemarah
b)
suka membantu
c)
baik lembut
d)
suka menolong
43.
Bentuk sastra yang menggunakan bahasa indah dan kiasan untuk menyampaikan perasaan, pikiran, atau pengalaman. Pernyataan tersebut menggambarkan definisi dari ....
a)
Cerpen
b)
Novel
c)
Drama
d)
Puisi
44.
Alamku ini, Awan bergerak, seiring waktuku yang kerontang, angin berdiri menepi, sejenak beri kesejukan, kuda berlari terkikik, tinggal jejak kaki, di antara rumputan misteri, alamku ini memang begini, dapat dipastikan perubahan yang terhenti. Apakah makna kias dari “kering kerontang” yang terdapat bait puisi di atas?
a)
penyesalan
b)
kesunyian
c)
keputusasaan
d)
penderitaan
45.
Alamku ini, Awan bergerak, seiring waktuku yang kerontang, angin berdiri menepi, sejenak beri kesejukan, kuda berlari terkikik, tinggal jejak kaki, di antara rumputan misteri, alamku ini memang begini, dapat dipastikan perubahan yang terhenti. Apakah maksud dari puisi di atas?
a)
seseorang yang tidak mau lagi memedulikan hidupnya sendiri
b)
ketidakpedulian terhadap kehidupan orang lain
c)
kekecewaan yang dirasakan atas nasib yang menimpa orang lain
d)
Keputusan menghadapi masalah
46.
Alamku ini, Awan bergerak, seiring waktuku yang kerontang, angin berdiri menepi, sejenak beri kesejukan, kuda berlari terkikik, tinggal jejak kaki, di antara rumputan misteri, alamku ini memang begini, dapat dipastikan perubahan yang terhenti. Apakah maksud dari puisi di atas? Suasana apakah yang tergambar dalam puisi di atas?
a)
Galau
b)
Resah
c)
Kedukaan/ sedih
d)
Intimasi
47.
Dirimu… Aku sangat mencintai dirimu Walau kini aku terpisah dengan dirimu Tapi aku akan selalu ada untuk dirimu Sampai kapan pun cintaku hanyak untuk dirimu Majas apa digunakan dalam penggalan puisi di atas?
a)
Personifikasi
b)
Hiperbola
c)
Repetisi
d)
Epifora
48.
Dengan ini sambutan yang bisa kami sampaikan. Mohon maaf jika ada kesalahan baik yang telah kami sengaja maupun tidak sengaja. Kami sampaikan selamat jalan kepada Bapak Doni. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan. Aamiin. Kutipan teks di atas merupakan bagian dari…
a)
Isi
b)
Penutup
c)
Pendahuluan
d)
Salam pembuka
49.
Aktivitas untuk berbicara di depan orang banyak demi menyampaikan ide gagasan atau pendapat secara lisan adalah pengertian dari teks…
a)
Pidato persuasive
b)
Cerpen
c)
Tanggapan
d)
Eksplanasi
50.
Seseorang berpidato dengan cara menulis pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan dalam pidato. Setelah itu, dia menyampaikan permasalahan dengan menggunakan bahasanya sendiri. Orang tersebut berpidato menggunakan teknik…
a)
Impromptu
b)
Naskah
c)
Menghafal
d)
Ekstemporan