NEW
Font size
WorksheetsUAS Digital Forensik '25
Total questions: 62
Worksheet time: 31mins
Dalam forensik media sosial, proses yang digunakan untuk mengumpulkan bukti tanpa mengubah data asli dikenal sebagai:
Data Tampering
Data Acquisition
Data Overwriting
Data Fabrication
Saat menganalisis header email, parameter 'Received' dapat mengungkapkan:
Isi pesan terenkripsi
Jejak jalur server yang dilewati oleh email
Password pengguna
Versi antivirus penerima
Metadata pada gambar yang diunggah ke media sosial sering kali berisi:
Konten pesan teks
Geotag atau informasi lokasi
Kata sandi akun
Daftar teman pengguna
Teknik 'data carving' dalam konteks forensik media sosial digunakan untuk:
Memulihkan pesan terenkripsi
Menghapus jejak data
Mengambil potongan data yang telah dihapus dari media penyimpanan
Menyisipkan payload berbahaya
Untuk memverifikasi keaslian screenshot dari halaman media sosial, peneliti forensik dapat memeriksa:
Jumlah like dan komentar
Artefak pixel-level untuk mendeteksi modifikasi
Panjang teks postingan
Waktu publikasi postingan saja
Dalam forensik email, metode yang digunakan untuk mencegah spoofing adalah:
SPF (Sender Policy Framework)
FTP (File Transfer Protocol)
SSH (Secure Shell)
SSL/TLS
Saat menginvestigasi email phishing, indikator yang paling penting adalah:
Ukuran lampiran kecil
Domain URL dalam link yang berbeda dari domain resmi
Waktu pengiriman
Warna font teks
Teknik 'live acquisition' pada akun media sosial berarti:
Mengumpulkan data setelah akun ditutup
Memonitor dan merekam aktivitas akun secara real-time
Menggunakan cloud backup
Menghapus data setelah diakuisisi
Untuk memulihkan email yang telah dihapus, peneliti bisa menggunakan:
Data Hiding
Log Wiping
Data Carving
Data Encryption
Ketika melakukan analisis header email, bidang 'Return-Path' menunjukan:
IP address penerima
Server terakhir yang memproses email
Alamat email pengirim yang sah
Jumlah lampiran invasi
SQL Injection dapat terdeteksi dengan mencari pola berikut di log web server:
'GET /index.html'
' OR '1'='1'
'Content-Type: text/html'
'HTTP/1.1 200 OK'
Dalam forensik serangan XSS, payload biasanya disisipkan melalui:
Parameter query URL atau form input
Protokol FTP
Header DNS
Paket ICMP
Untuk mendeteksi serangan CSRF, peneliti forensik bisa memeriksa:
Parameter 'Referer' yang hilang atau mencurigakan pada request
Ukuran gambar di halaman web
Versi browser klien
Waktu server dijalankan
Teknik 'session reconstruction' di forensik web digunakan untuk:
Mengambil alih sesi pengguna
Merekonstruksi urutan aktivitas pengguna berdasarkan cookie atau ID sesi
Menghapus sesi pengguna
Memblokir sesi server
Saat menyelidiki brute-force login attack, indikator yang dicari adalah:
Banyaknya permintaan POST ke endpoint login dalam waktu singkat
Penggunaan browser lawas
Pola kompresi file
Transfer file besar
Dalam investigasi file upload malicious, yang perlu diperiksa meliputi:
Ekstensi file dan timestamp pembuatan
Kode warna halaman web
Ukuran RAM server
Jumlah koneksi TCP
Untuk mendeteksi serangan LFI (Local File Inclusion), peneliti memeriksa log untuk pola:
'../etc/passwd'
'HTTP/2.0'
Kode JavaScript
Versi HTML5
Indikator forensik serangan RCE (Remote Code Execution) di log aplikasi web dapat berupa:
Request yang mengandung kode seperti 'system(' atau 'exec('
Penggunaan cookie biasa
Kunjungan ke halaman statis
Permintaan DNS berulang
Jejak forensik serangan DoS terhadap aplikasi web biasa ditemukan pada:
Lonjakan permintaan GET/POST yang tidak wajar dalam log akses
Ukuran file CSS
Metadata gambar
Log keamanan Windows
Mengukur integritas file situs web selama investigasi dilakukan dengan:
Membandingkan hash MD5/SHA asli dengan hash saat ini
Melihat jumlah pixel gambar
Jumlah baris kode JavaScript
Versi BIOS server
Salah satu tantangan utama dalam cloud forensik adalah:
Akses fisik ke media penyimpanan terbatas
Data lokal selalu terenkripsi
Semua data tersimpan di satu server lokal
Metadata tidak pernah tersedia
Untuk mengumpulkan bukti pada AWS, peneliti dapat menggunakan:
Snapshot EBS (Elastic Block Store)
Menggunakan kabel USB
Imaging hard drive lokal
Dump registry Windows
AWS CloudTrail berfungsi untuk menyimpan:
Log operasi API dan aktivitas pengguna di AWS
Backup database lokal
Rekaman video
Metadata BIOS
Dalam Google Cloud Platform, peneliti forensik sering mengambil bukti dengan:
Snapshot persistent disk VM
Mencari file di recycle bin lokal
Melihat versi firmware router
Dump memory server fisik
Data yang paling sulit dipertahankan dalam chain of custody cloud adalah:
Metadata backup otomatis
Data yang dihapus otomatis oleh tenant
Log firewall
File snapshot
Istilah 'live forensics' pada cloud forensik berarti:
Analisis data saat sistem masih berjalan
Menggunakan backup tradisional
Mematikan instance sebelum analisis
Menghapus snapshot VM
Azure Diagnostic Logs berguna untuk mengumpulkan:
Log performa dan aktivitas VM di Azure
Metadata file PC
Data offline server
Log BIOS laptop
Teknik memulihkan file yang telah dihapus di cloud storage dapat dilakukan dengan:
Menggunakan fitur versioning bucket
Dump registry Windows
Mengakses partisi swap
Menggunakan kabel serial
Bukti forensik di cloud yang dapat diakses dari S3 bucket meliputi:
Objek log transaksi
Data RAM server fisik
Metadata printer
File BIOS
Dalam cloud forensik, chain of custody mencakup:
Dokumentasi perpindahan data dari tenant ke tim forensik
Menghapus data setelah analisis
Hanya mengambil screenshot konsol
Backup lokal
Pada malware forensik, 'static analysis' adalah proses:
Menganalisis malware tanpa menjalankannya
Menjalankan malware pada lingkungan nyata
Menghapus malware dari sistem
Memindai port terbuka
'Static analysis' adalah proses:
Menganalisis malware tanpa menjalankannya
Menjalankan malware pada lingkungan nyata
Menghapus malware dari sistem
Memindai port terbuka
'Dynamic analysis' malware biasanya dilakukan di:
Lingkungan produksi
Mesin virtual atau sandbox terisolasi
Perangkat mobile pengguna
Log server jaringan
YARA rules digunakan untuk:
Mencari pola untuk mendeteksi dan mengidentifikasi malware
Menganalisis memory dump
Mengembalikan file terhapus
Menjalankan spyware
Teknik yang digunakan untuk memonitor API calls malware saat runtime disebut:
Registry Analysis
API Hooking
Packet Sniffing
File Carving
Untuk memeriksa perubahan registry Windows akibat malware, peneliti membandingkan:
Snapshot registry sebelum dan setelah infeksi
Versi BIOS server
Update kernel
Ukuran file DLL
Alat 'PEiD' digunakan dalam malware forensik untuk:
Mendeteksi packer atau crypter yang digunakan malware
Dump memory RAM
Capturing network packets
Analisis disk imaging
Teknik 'strings' dalam analisis malware berguna untuk:
Mengekstrak teks yang dapat dibaca dari file malware
Membandingkan hash file
Memblokir koneksi jaringan
Menghapus entri registry
File memory dump (RAM) dapat mengungkap:
Data log printer
Proses berjalan dan kunci enkripsi sementara
Metadata BIOS
Angka versi aplikasi biasa
Alat 'Volatility' sering digunakan untuk:
Analisis memory dump
Mengelola log cloud
Scanning port terbuka
Disk imaging
Untuk mendeteksi malware yang menyamar sebagai proses sistem, peneliti dapat:
Memeriksa checksum file executable
Mengecek lisensi aplikasi
Menghapus entri registry
Mengakses screen saver
Tantangan utama forensik IoT adalah:
Heterogenitas perangkat dan sistem operasi
Ketersediaan RAM besar
Semua perangkat selalu offline
Data tidak pernah terenkripsi
Metode pengumpulan bukti yang paling aman pada perangkat IoT seringkali adalah:
Logical acquisition melalui API vendor
Dump BIOS
Menghapus cache
Mengakses registry Windows
Teknik 'chip-off' pada perangkat IoT digunakan untuk:
Menghapus data
Modifikasi firmware
Mengakses flash memory secara low-level
Memblokir sinyal Wi-Fi
Data yang dapat diekstraksi dari smart thermostat meliputi:
Log suhu dan jadwal pemakaian
Konten email pengguna
Foto media sosial pengguna
Data CCTV
Pada forensik kamera IP, bukti utama yang diperiksa adalah:
Rekaman video dan metadata timestamp
Ukuran housing kamera
Versi firmware router
Jumlah pixel sensor
Tantangan utama memulihkan data dari perangkat wearable seperti smartwatch adalah:
Kapasitas penyimpanan terbatas dan enkripsi data
Tidak ada koneksi USB
Tidak ada sensor detak jantung
Data hanya disimpan di cloud
Data kesehatan pada wearable biasanya disimpan di:
Cloud vendor pihak ketiga
Registry Windows
BIOS perangkat
File log smartphone terhubung
Dalam forensik IoT, JTAG sering digunakan untuk:
Debug GPIO
Mengakses flash memory secara low-level
Menghapus registry
Memblokir port USB
Dalam forensik IoT, JTAG sering digunakan untuk:
Debug GPIO
Mengakses flash memory secara low-level
Menghapus registry
Memblokir port USB
Langkah pertama saat memulai analisis perangkat IoT yang sudah dimatikan adalah:
Membuat image bit-per-bit dari media penyimpanan
Menghidupkan kembali perangkat
Mengakses jaringan Wi-Fi terdekat
Membersihkan cache
Istilah 'anti-forensics' pada IoT mengacu pada:
Teknik untuk menghancurkan atau mengaburkan bukti digital
Proses enkripsi data end-to-end
Method backup otomatis
Menambahkan log aktivitas
Langkah awal forensik mobile adalah:
Memasang aplikasi forensik langsung ke perangkat
Mengunci perangkat dengan kata sandi
Menyita dan membuat gambar bit-per-bit (imaging) perangkat
Menghapus cache aplikasi
Pada perangkat Android, 'adb pull' digunakan untuk:
Mengirim SMS
Mengambil file atau direktori dari perangkat
Mengupdate firmware
Menghapus aplikasi
Untuk forensik iOS, teknik yang umum digunakan untuk mengakses data adalah:
Jailbreaking dan UFED extraction
Rooting Android
Menggunakan Wireshark
Dump BIOS
File SQLite pada perangkat mobile umumnya berisi:
Sistem operasi device
Data aplikasi seperti pesan, kontak, dan log panggilan
Firmware bootloader
Data BIOS
Teknik 'chip-off' juga bisa digunakan pada smartphone untuk:
Memodifikasi sistem UI
Mengakses data pada chip memori NAND secara langsung
Mengunci layar
Menghapus data jaringan
App data pada Android yang dienkripsi oleh aplikasi hanya dapat diakses jika:
Perangkat dalam mode pesawat
Kunci enkripsi diketahui atau perangkat telah di-root
Aplikasi dihapus
Cache di-flush
Untuk memulihkan pesan yang dihapus di WhatsApp, peneliti biasanya menganalisis:
Log server WhatsApp secara langsung
File msgstore.db pada direktori aplikasi
Metadata Wi-Fi
Foto profil pengguna
Dalam analisis forensik mobile, file 'analytics.log' pada iOS sering berisi:
Riwayat browsing email
Aktivitas penggunaan aplikasi dan kejadian sistem
Foto pengguna
Data cloud server
Pada smartphone, 'rooting' atau 'jailbreaking' dapat memungkinkan peneliti forensik untuk:
Menghapus semua bukti
Mengakses sistem file root yang dilindungi
Meningkatkan versi OS secara otomatis
Mengunci perangkat dari jarak jauh
Metode untuk memverifikasi integritas backup aplikasi mobile adalah dengan:
Mengecek ukuran file backup
Membandingkan hash backup dengan hash sumber awal
Membuka file dengan aplikasi teks
Mengubah nama file backup
