wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS EKONOMI MONETER I

Total questions: 100

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan utama dari kebijakan moneter?

a)

Meningkatkan ekspor

b)

Menstabilkan harga dan nilai mata uang

c)

Mengurangi ketergantungan impor

d)

Menstimulasi konsumsi pemerintah

2.

Lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan moneter di Indonesia adalah:

a)

Kementerian Keuangan

b)

Otoritas Jasa Keuangan

c)

Bank Indonesia

d)

Bursa Efek Indonesia

3.

Salah satu instrumen kebijakan moneter adalah:

a)

Pajak

b)

Subsidi

c)

Operasi pasar terbuka

d)

Anggaran belanja negara

4.

Kebijakan moneter ekspansif dilakukan ketika:

a)

Terjadi inflasi tinggi

b)

Terjadi deflasi atau resesi

c)

Nilai tukar terlalu kuat

d)

Ekspor lebih tinggi dari impor

5.

Menaikkan suku bunga acuan oleh bank sentral akan menyebabkan:

a)

Meningkatnya jumlah uang beredar

b)

Turunnya inflasi

c)

Naiknya konsumsi masyarakat

d)

Menurunnya nilai mata uang

6.

Tujuan dari operasi pasar terbuka adalah:

a)

Mengatur suku bunga pinjaman

b)

Mengendalikan cadangan devisa

c)

Mengatur jumlah uang beredar

d)

Mengurangi defisit anggaran

7.

Jika bank sentral menjual surat berharga, maka dampaknya adalah:

a)

Uang beredar meningkat

b)

Nilai tukar melemah

c)

Uang beredar berkurang

d)

Konsumsi meningkat

8.

Instrumen kebijakan moneter yang bersifat langsung adalah:

a)

Operasi pasar terbuka

b)

Penetapan suku bunga

c)

Penetapan batas kredit

d)

Rasio cadangan wajib

9.

Rasio cadangan wajib (reserve requirement) adalah:

a)

Cadangan devisa yang dimiliki negara

b)

Jumlah dana yang wajib disimpan bank di bank sentral

c)

Jumlah kredit yang boleh disalurkan bank

d)

Suku bunga minimum yang ditetapkan bank

10.

Kebijakan moneter yang bertujuan mengurangi jumlah uang beredar disebut:

a)

Moneter ekspansif

b)

Moneter defisit

c)

Moneter kontraktif

d)

Moneter stabil

11.

Salah satu dampak dari kebijakan moneter yang longgar adalah:

a)

Penurunan konsumsi

b)

Meningkatnya pengangguran

c)

Naiknya inflasi

d)

Turunnya investasi

12.

Dalam situasi inflasi, kebijakan moneter yang tepat adalah:

a)

Meningkatkan jumlah uang beredar

b)

Menurunkan suku bunga

c)

Menaikkan suku bunga

d)

Meningkatkan subsidi

13.

Jika bank sentral menurunkan suku bunga, maka dampaknya adalah:

a)

Uang beredar berkurang

b)

Investasi menurun

c)

Konsumsi meningkat

d)

Inflasi langsung menurun

14.

Kebijakan moneter dapat memengaruhi semua hal berikut, kecuali:

a)

Tingkat inflasi

b)

Tingkat suku bunga

c)

Anggaran pendapatan dan belanja negara

d)

Jumlah uang beredar

15.

Bank sentral melakukan intervensi di pasar uang melalui:

a)

Obligasi negara

b)

Surat berharga bank sentral

c)

Pinjaman luar negeri

d)

Kredit usaha rakyat

16.

Dalam sebuah studi kasus, Bank Sentral negara X menurunkan suku bunga acuannya dari 5% menjadi 3%. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi kondisi ekonomi yang mengalami perlambatan. Apa tujuan utama dari kebijakan ini?

a)

Mengendalikan inflasi yang tinggi

b)

Meningkatkan nilai tukar mata uang

c)

Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi dan investasi

d)

Mengurangi cadangan devisa negara

17.

Negara Y mengalami inflasi yang tinggi selama beberapa bulan berturut-turut. Bank Sentral memutuskan untuk menjual Surat Berharga Negara (SBN) ke pasar. Apa dampak dari kebijakan ini?

a)

Meningkatkan jumlah uang beredar

b)

Menurunkan suku bunga acuan

c)

Menyerap likuiditas dari pasar untuk mengendalikan inflasi

d)

Meningkatkan daya beli masyarakat

18.

Dalam studi kasus, kebijakan moneter ekspansif diterapkan oleh negara Z. Kebijakan ini kemungkinan besar mencakup:

a)

Peningkatan suku bunga dan pengurangan jumlah uang beredar

b)

Penurunan cadangan wajib minimum bank

c)

Penjualan obligasi pemerintah

d)

Pengenaan pajak konsumsi baru

19.

Jika Bank Sentral melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar mata uang domestik, maka tindakan ini merupakan bagian dari:

a)

Kebijakan fiskal

b)

Kebijakan moneter kuantitatif

c)

Operasi pasar terbuka

d)

Kebijakan moneter eksternal

20.

Sebuah studi menunjukkan bahwa setelah diterapkannya kebijakan moneter kontraktif, laju inflasi menurun, namun tingkat pengangguran meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa:

a)

Kebijakan moneter selalu berhasil menurunkan inflasi tanpa dampak sampingan

b)

Ada trade-off antara inflasi dan pengangguran dalam kebijakan moneter

c)

Pengangguran tidak terpengaruh oleh kebijakan moneter

d)

Kebijakan moneter hanya berdampak pada sektor keuangan

21.

Krisis moneter terjadi ketika:

a)

Produksi barang dan jasa meningkat

b)

Nilai tukar mata uang menguat signifikan

c)

Terjadi ketidakseimbangan besar dalam sektor keuangan dan moneter

d)

Cadangan devisa meningkat pesat

22.

Krisis moneter 1997-1998 di Indonesia ditandai dengan:

a)

Nilai rupiah yang stabil terhadap dolar

b)

Inflasi yang sangat rendah

c)

Nilai tukar rupiah yang anjlok tajam

d)

Sektor perbankan yang menguat

23.

Salah satu penyebab utama krisis moneter adalah:

a)

Pengeluaran pemerintah yang tinggi

b)

Cadangan devisa berlebih

c)

Ketergantungan pada utang luar negeri jangka pendek

d)

Neraca perdagangan yang selalu surplus

24.

Krisis moneter seringkali berakibat pada:

a)

Menurunnya suku bunga bank

b)

Menguatnya mata uang lokal

c)

Meningkatnya tingkat pengangguran dan inflasi

d)

Meningkatnya pendapatan masyarakat

25.

Dana Moneter Internasional (IMF) sering dilibatkan saat krisis moneter untuk:

a)

Menaikkan pajak ekspor

b)

Menyediakan bantuan keuangan dan program stabilisasi

c)

Menentukan nilai tukar tetap

d)

Menurunkan cadangan devisa negara

26.

Contoh negara selain Indonesia yang mengalami krisis moneter tahun 1997 adalah:

a)

Jepang

b)

Australia

c)

Thailand

d)

Inggris

27.

Krisis moneter dapat memicu krisis ekonomi karena:

a)

Naiknya cadangan devisa

b)

Terjadinya kelangkaan barang mewah

c)

Terganggunya sistem perbankan dan investasi

d)

Harga-harga bahan pokok turun drastis

28.

Salah satu langkah awal untuk mengatasi krisis moneter adalah:

a)

Membekukan aktivitas ekspor

b)

Melemahkan nilai tukar

c)

Menaikkan suku bunga acuan

d)

Mengurangi cadangan devisa

29.

Kebijakan moneter saat krisis sering bersifat:

a)

Ekspansif

b)

Netral

c)

Kontraktif

d)

Proteksionis

30.

Salah satu ciri krisis moneter adalah:

a)

Fluktuasi harga saham yang stabil

b)

Perbankan yang tumbuh cepat

c)

Penarikan dana besar-besaran oleh masyarakat dari bank

d)

Menurunnya volume ekspor

31.

Krisis moneter 1998 menyebabkan sektor perbankan Indonesia mengalami:

a)

Pertumbuhan pesat

b)

Kenaikan laba

c)

Gelombang kebangkrutan dan nasionalisasi bank

d)

Penurunan suku bunga kredit

32.

Contoh dampak sosial dari krisis moneter adalah:

a)

Naiknya ekspor

b)

Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan

c)

Turunnya harga bahan pokok

d)

Stabilnya pendapatan riil

33.

Bank sentral dapat membantu memulihkan kepercayaan pasar selama krisis dengan:

a)

Mengabaikan inflasi

b)

Tidak melakukan intervensi apapun

c)

Menjamin stabilitas sistem keuangan

d)

Menurunkan cadangan wajib minimum

34.

Krisis moneter terjadi ketika mata uang domestik:

a)

Menguat terhadap dolar

b)

Mengalami depresiasi tajam

c)

Tetap pada posisi tetap

d)

Tidak berubah dalam jangka waktu lama

35.

Krisis utang luar negeri yang berlebihan dapat menyebabkan:

a)

Arus masuk modal

b)

Kestabilan ekonomi

c)

Ketergantungan dan kerentanan ekonomi

d)

Nilai tukar tetap

36.

Pada krisis moneter 1997-1998 di Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah drastis. Apa penyebab utama krisis tersebut?

a)

Penurunan produksi pertanian secara signifikan

b)

Utang luar negeri swasta yang tinggi dan pelarian modal asing secara besar-besaran

c)

Kenaikan ekspor yang terlalu cepat

d)

Penurunan konsumsi rumah tangga akibat kenaikan pajak

37.

Salah satu dampak dari krisis moneter terhadap sektor perbankan adalah:

a)

Kenaikan laba perbankan akibat kenaikan suku bunga

b)

Likuiditas yang melimpah di pasar uang

c)

Gagal bayar dan kebangkrutan sejumlah bank akibat utang luar negeri dan tekanan nilai tukar

d)

Meningkatnya investasi asing ke sektor keuangan

38.

Untuk mengatasi krisis moneter, pemerintah Indonesia saat itu meminta bantuan dari:

a)

Bank Dunia (World Bank)

b)

Asian Development Bank

c)

Dana Moneter Internasional (IMF)

d)

OPEC

39.

Salah satu langkah yang diambil oleh Bank Indonesia dalam menghadapi krisis moneter adalah:

a)

Menurunkan suku bunga acuan secara drastis

b)

Membiarkan rupiah terapresiasi secara alami

c)

Melakukan intervensi pasar dan menaikkan suku bunga untuk menahan pelarian modal

d)

Meningkatkan subsidi energi secara besar-besaran

40.

Salah satu pelajaran penting dari studi kasus krisis moneter adalah:

a)

Ketergantungan pada utang luar negeri jangka pendek dapat memicu krisis keuangan

b)

Nilai tukar tetap (fixed rate) lebih aman daripada nilai tukar mengambang

c)

Inflasi yang tinggi selalu menyebabkan krisis moneter

d)

Krisis moneter hanya berdampak pada sektor ekspor dan impor

41.

Krisis moneter di Indonesia dimulai pada tahun:

a)

1995

b)

1996

c)

1997

d)

1999

42.

Krisis moneter 1997 di Indonesia dipicu pertama kali oleh krisis mata uang di negara:

a)

Malaysia

b)

Thailand

c)

Filipina

d)

Korea Selatan

43.

Faktor utama penyebab krisis moneter di Indonesia adalah:

a)

Cadangan devisa berlebih

b)

Defisit perdagangan luar negeri

c)

Utang luar negeri jangka pendek sektor swasta

d)

Tingkat pendidikan rendah

44.

Selama krisis moneter, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS:

a)

Tetap stabil

b)

Menguat drastis

c)

Melemah tajam

d)

Tidak terpengaruh

45.

Lembaga internasional yang memberikan bantuan kepada Indonesia selama krisis moneter adalah:

a)

WTO

b)

World Bank

c)

IMF

d)

ASEAN

46.

Salah satu syarat IMF dalam pemberian bantuan ke Indonesia adalah:

a)

Meningkatkan subsidi BBM

b)

Menerapkan kebijakan proteksionisme

c)

Melakukan reformasi di sektor perbankan

d)

Menurunkan ekspor

47.

Dampak sosial utama dari krisis moneter di Indonesia adalah:

a)

Naiknya upah buruh

b)

Stabilnya daya beli

c)

Meningkatnya kemiskinan dan pengangguran

d)

Peningkatan konsumsi masyarakat

48.

Puncak krisis moneter di Indonesia terjadi pada tahun:

a)

1996

b)

1997

c)

1998

d)

1999

49.

Krisis moneter di Indonesia memicu krisis politik yang menyebabkan:

a)

Pemilu dipercepat

b)

Mundurnya Presiden Soeharto

c)

Dibubarkannya MPR

d)

Peningkatan kekuasaan militer

50.

Bank-bank bermasalah selama krisis moneter ditangani melalui:

a)

Restrukturisasi melalui BPPN

b)

Diberikan subsidi langsung

c)

Diprivatisasi ke asing

d)

Dibekukan operasionalnya tanpa pengawasan

51.

Krisis moneter menyebabkan harga barang kebutuhan pokok:

a)

Menurun drastis

b)

Stabil dalam jangka panjang

c)

Melonjak tajam

d)

Tidak terpengaruh

52.

Penyebab melemahnya nilai rupiah waktu itu adalah:

a)

Intervensi pasar oleh pemerintah

b)

Kelangkaan barang

c)

Kepanikan pasar dan aksi spekulatif

d)

Tingkat konsumsi yang rendah

53.

Peran Bank Indonesia dalam krisis 1997-1998 sangat penting dalam:

a)

Menyusun APBN

b)

Menaikkan gaji PNS

c)

Mengendalikan inflasi dan stabilitas moneter

d)

Membuka ekspor baru

54.

Salah satu akibat jangka panjang dari krisis moneter adalah:

a)

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi

b)

Deindustrialisasi dan meningkatnya PHK

c)

Nilai tukar tetap terhadap dolar

d)

Berkurangnya utang luar negeri

55.

Untuk mengatasi krisis, pemerintah Indonesia menerapkan program:

a)

BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia)

b)

BLT (Bantuan Langsung Tunai)

c)

BOS (Bantuan Operasional Sekolah)

d)

PKH (Program Keluarga Harapan)

56.

Krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997-1998 ditandai dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Apa faktor utama yang memicu krisis ini?

a)

Penurunan tajam harga minyak dunia

b)

Ketergantungan tinggi terhadap utang luar negeri jangka pendek dan lemahnya fundamental ekonomi

c)

Kenaikan ekspor yang tidak terkendali

d)

Kebijakan pemerintah menaikkan gaji pegawai negeri secara besar-besaran

57.

Dampak paling nyata dari krisis moneter 1998 di Indonesia terhadap sektor riil adalah:

a)

Kenaikan pendapatan masyarakat secara signifikan

b)

Penurunan suku bunga pinjaman bank

c)

Kebangkrutan perusahaan dan meningkatnya angka PHK massal

d)

Meningkatnya investasi asing secara drastis

58.

Bagaimana peran Dana Moneter Internasional (IMF) dalam penanganan krisis moneter di Indonesia tahun 1998?

a)

Menasionalisasi perusahaan-perusahaan swasta besar

b)

Menyediakan paket bantuan keuangan dan mendorong reformasi ekonomi

c)

Mencetak uang untuk mengganti cadangan devisa Indonesia

d)

Menghapus seluruh utang luar negeri Indonesia

59.

Salah satu kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia saat itu untuk mengendalikan inflasi dan menahan arus modal keluar adalah:

a)

Menurunkan suku bunga dan mendevaluasi rupiah

b)

Menaikkan suku bunga secara tajam dan memperketat likuiditas

c)

Memberikan subsidi impor dalam jumlah besar

d)

Membekukan seluruh simpanan nasabah bank

60.

Apa pelajaran penting dari krisis moneter Indonesia tahun 1998 bagi kebijakan ekonomi masa depan?

a)

Pemerintah harus menghapuskan sistem nilai tukar mengambang

b)

Bank sentral sebaiknya tidak memiliki peran dalam pengawasan bank

c)

Pentingnya stabilitas makroekonomi, transparansi perbankan, dan kehati-hatian dalam utang luar negeri

d)

Negara harus menolak semua bentuk bantuan internasional

61.

Inflasi adalah suatu kondisi di mana:

a)

Harga barang dan jasa turun secara umum dan terus-menerus

b)

Produksi barang melebihi konsumsi

c)

Harga barang dan jasa naik secara umum dan terus-menerus

d)

Uang kehilangan fungsinya sebagai alat tukar

62.

Penyebab utama inflasi dari sisi permintaan (demand-pull inflation) adalah:

a)

Kenaikan biaya produksi

b)

Penurunan nilai tukar

c)

Permintaan agregat melebihi penawaran agregat

d)

Kenaikan suku bunga

63.

Cost-push inflation terjadi karena:

a)

Kenaikan permintaan barang

b)

Penurunan pajak

c)

Kenaikan biaya produksi

d)

Penurunan belanja pemerintah

64.

Inflasi ringan berada pada kisaran:

a)

Di bawah 5% per tahun

b)

5-10% per tahun

c)

10-30% per tahun

d)

Di atas 100% per tahun

65.

Inflasi berdampak negatif terhadap:

a)

Kreditur tetap

b)

Peminjam (debitur)

c)

Pengusaha eksportir

d)

Pelaku investasi properti

66.

Salah satu dampak inflasi yang tinggi adalah:

a)

Daya beli masyarakat meningkat

b)

Pendapatan riil menurun

c)

Harga-harga menjadi stabil

d)

Nilai uang bertambah

67.

Instrumen kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi antara lain:

a)

Menurunkan tarif pajak

b)

Menambah belanja pemerintah

c)

Menaikkan suku bunga acuan

d)

Memberikan subsidi harga

68.

Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur inflasi adalah:

a)

GDP per kapita

b)

Indeks Harga Konsumen (IHK)

c)

Nilai tukar riil

d)

Neraca perdagangan

69.

Inflasi yang tidak terkontrol dan sangat tinggi disebut:

a)

Inflasi ringan

b)

Inflasi sedang

c)

Hiperinflasi

d)

Deflasi

70.

Hiperinflasi pernah terjadi di negara berikut ini, kecuali:

a)

Zimbabwe

b)

Jerman (1920-an)

c)

Venezuela

d)

Singapura

71.

Salah satu penyebab inflasi dari sisi ekspektasi adalah:

a)

Adanya ekspektasi bahwa harga akan naik di masa depan

b)

Pemerintah menurunkan subsidi

c)

Terjadi surplus perdagangan

d)

Cadangan devisa naik

72.

Inflasi inti (core inflation) tidak memperhitungkan:

a)

Suku bunga

b)

Harga barang-barang pokok yang stabil

c)

Harga makanan dan energi yang bergejolak

d)

Nilai tukar dolar

73.

Kebijakan fiskal untuk menurunkan inflasi bisa dilakukan dengan cara:

a)

Meningkatkan belanja negara

b)

Menurunkan suku bunga

c)

Menurunkan pengeluaran pemerintah dan menaikkan pajak

d)

Menaikkan subsidi

74.

Jika laju inflasi lebih tinggi daripada kenaikan pendapatan nominal, maka:

a)

Daya beli masyarakat meningkat

b)

Daya beli masyarakat menurun

c)

Konsumsi masyarakat stabil

d)

Tidak ada pengaruh apapun

75.

Inflasi yang terjadi karena adanya peningkatan jumlah uang beredar disebut:

a)

Demand-pull inflation

b)

Cost-push inflation

c)

Monetary inflation

d)

Structural inflation

76.

Dalam sebuah studi kasus, tingkat inflasi di suatu negara naik tajam karena kenaikan harga bahan bakar dan pangan. Jenis inflasi yang terjadi adalah:

a)

Inflasi permintaan (demand-pull inflation)

b)

Inflasi biaya (cost-push inflation)

c)

Inflasi struktural

d)

Inflasi moneter

77.

Negara X mengalami inflasi sebesar 9% dalam satu tahun. Pemerintah dan bank sentral mengambil kebijakan moneter kontraktif. Kebijakan ini kemungkinan besar melibatkan:

a)

Menurunkan pajak dan menaikkan belanja negara

b)

Menurunkan suku bunga dan meningkatkan pinjaman bank

c)

Menaikkan suku bunga dan mengurangi jumlah uang beredar

d)

Meningkatkan subsidi untuk sektor energi

78.

Dalam studi kasus, inflasi tinggi menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Apa dampak paling umum dari kondisi ini terhadap kelompok berpenghasilan tetap?

a)

Pendapatan riil meningkat

b)

Konsumsi rumah tangga bertambah

c)

Kemampuan membeli barang dan jasa menurun

d)

Tabungan meningkat secara signifikan

79.

Pemerintah negara Y menghadapi inflasi yang terus meningkat akibat terlalu banyak uang beredar di pasar. Apa kebijakan paling tepat untuk mengatasi kondisi ini?

a)

Menambah jumlah uang beredar

b)

Menurunkan tarif impor barang konsumsi

c)

Menarik uang dari masyarakat melalui penjualan obligasi negara

d)

Menurunkan suku bunga agar konsumsi meningkat

80.

Salah satu indikator utama yang digunakan dalam studi kasus inflasi adalah:

a)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

b)

Indeks Harga Konsumen (IHK)

c)

Produk Domestik Bruto (PDB)

d)

Neraca Perdagangan

81.

Yang dimaksud dengan sistem moneter internasional adalah:

a)

Sistem keuangan dalam negeri yang diatur oleh Bank Indonesia

b)

Sistem pertukaran barang antarnegara

c)

Sistem yang mengatur hubungan keuangan antarnegara, termasuk nilai tukar dan neraca pembayaran

d)

Sistem pinjaman luar negeri

82.

Sistem moneter internasional pertama yang diterapkan secara global adalah:

a)

Sistem Bretton Woods

b)

Sistem kurs mengambang

c)

Sistem standar emas

d)

Sistem euro

83.

Dalam sistem standar emas, nilai mata uang ditentukan oleh:

a)

Permintaan dan penawaran

b)

Cadangan emas yang dimiliki negara

c)

Suku bunga pasar

d)

Kurs tetap IMF

84.

Konferensi Bretton Woods dilaksanakan pada tahun:

a)

1914

b)

1929

c)

1944

d)

1971

85.

Tujuan utama sistem Bretton Woods adalah:

a)

Membatasi perdagangan internasional

b)

Mendorong proteksionisme

c)

Menstabilkan nilai tukar dan mendorong kerja sama ekonomi internasional

d)

Menghapus cadangan emas

86.

Salah satu hasil dari Konferensi Bretton Woods adalah dibentuknya:

a)

ASEAN

b)

WTO

c)

IMF dan World Bank

d)

APEC

87.

Sistem Bretton Woods runtuh pada tahun:

a)

1944

b)

1965

c)

1971

d)

1985

88.

Presiden Amerika Serikat yang mengakhiri konvertibilitas dolar ke emas adalah:

a)

John F. Kennedy

b)

Lyndon B. Johnson

c)

Richard Nixon

d)

Ronald Reagan

89.

Setelah runtuhnya sistem Bretton Woods, dunia beralih ke sistem:

a)

Kurs tetap

b)

Kurs mengambang bebas

c)

Standar emas kembali

d)

Kurs ganda

90.

Fungsi utama IMF adalah:

a)

Membangun infrastruktur negara berkembang

b)

Menetapkan tarif perdagangan

c)

Menyediakan bantuan keuangan dan menjaga stabilitas moneter global

d)

Mengatur perdagangan bebas

91.

Mata uang yang paling banyak digunakan sebagai cadangan devisa dunia adalah:

a)

Euro

b)

Yen Jepang

c)

Yuan Tiongkok

d)

Dolar Amerika Serikat

92.

Sistem kurs tetap mengharuskan pemerintah:

a)

Membiarkan nilai tukar berfluktuasi

b)

Menyesuaikan kurs berdasarkan permintaan pasar

c)

Menjaga nilai tukar pada tingkat tertentu terhadap mata uang lain

d)

Tidak ikut campur dalam pasar valuta asing

93.

Salah satu kelemahan dari sistem kurs tetap adalah:

a)

Inflasi yang tinggi

b)

Ketidakpastian nilai tukar

c)

Ketergantungan pada cadangan devisa

d)

Kelebihan ekspor

94.

Sistem kurs mengambang bebas artinya:

a)

Kurs ditetapkan oleh IMF

b)

Kurs ditentukan pemerintah pusat

c)

Kurs berfluktuasi sesuai mekanisme pasar

d)

Kurs disamakan dengan negara tetangga

95.

Hak penarikan khusus (SDR) dikeluarkan oleh:

a)

World Bank

b)

WTO

c)

IMF

d)

OPEC

96.

Sistem moneter internasional adalah suatu kerangka kerja yang mengatur:

a)

Hubungan perdagangan domestik antarprovinsi

b)

Penggunaan pajak dan subsidi dalam perekonomian

c)

Mekanisme nilai tukar, pembayaran internasional, dan aliran modal antarnegara

d)

Pengelolaan dana desa oleh pemerintah lokal

97.

Sistem Bretton Woods yang berlaku pasca-Perang Dunia II menetapkan:

a)

Nilai tukar mata uang yang fleksibel berdasarkan pasar bebas

b)

Emas sebagai satu-satunya alat tukar dalam perdagangan internasional

c)

Nilai tukar tetap (fixed exchange rate) dengan dolar AS sebagai acuan yang dikaitkan dengan emas

d)

Tidak adanya campur tangan pemerintah dalam nilai tukar mata uang

98.

Salah satu kelemahan utama sistem Bretton Woods yang menyebabkan runtuhnya sistem tersebut pada awal 1970-an adalah:

a)

Kekurangan emas di negara berkembang

b)

Ketergantungan sistem pada cadangan emas yang dimiliki oleh Amerika Serikat

c)

Meningkatnya konflik antarnegara berkembang

d)

Terlalu banyak negara yang menerapkan sistem nilai tukar mengambang

99.

Dalam sistem nilai tukar mengambang (floating exchange rate), nilai mata uang suatu negara ditentukan oleh:

a)

Pemerintah secara sepihak

b)

Nilai tukar tetap terhadap emas

c)

Mekanisme permintaan dan penawaran di pasar valuta asing

d)

Kesepakatan antara negara-negara G7

100.

Dana Moneter Internasional (IMF) dibentuk dalam sistem moneter internasional dengan tujuan utama:

a)

Memberi pinjaman jangka panjang untuk proyek pembangunan

b)

Mengatur tarif pajak internasional

c)

Menyediakan bantuan keuangan kepada negara yang mengalami krisis neraca pembayaran

d)

Menjamin stabilitas harga barang di seluruh dunia