wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Imunologi

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Apa akibat dari tidak adanya ekspresi AIRE di thymus selama perkembangan sel T?

a)

Meningkatkan aktivasi sel T CD8+

b)

Menghambat ekspresi antigen asing

c)

Gagal membentuk toleransi sentral terhadap self-antigen

d)

Meningkatkan respons antibodi terhadap vaksin

e)

Menurunkan proliferasi sel T regulator

2.

Mutasi pada gen Foxp3 kemungkinan besar akan menyebabkan:

a)

Imunodefisiensi primer

b)

Hilangnya ekspresi MHC kelas II

c)

Aktivasi limfosit B menjadi autoantibodi

d)

Ketidakfungsian sel T regulator

e)

Gangguan fagositosis oleh neutrofil

3.

Mekanisme molekuler mimicry menyebabkan autoimunitas karena:

a)

Antigen pathogen memblokade reseptor TCR

b)

Infeksi bakteri menstimulasi makrofag secara langsung

c)

Antigen pathogen menyerupai self-antigen

d)

Sel B tidak dapat mengenali antigen

e)

Antibodi hanya dihasilkan terhadap antigen asing

4.

Pasien dengan defisiensi AIRE sangat rentan terhadap penyakit autoimun karena:

a)

Gangguan fagositosis

b)

Ekspresi sitokin antiinflamasi berkurang

c)

Penurunan ekspresi antigen spesifik jaringan di thymus

d)

Penurunan respon antibodi terhadap vaksin

e)

Peningkatan kadar sel memori

5.

Mengapa autoimunitas lebih banyak terjadi pada wanita?

a)

Wanita memiliki lebih sedikit sel T regulator

b)

Wanita memiliki lebih banyak gen MHC

c)

Estrogen memodulasi fungsi sistem imun secara berbeda

d)

Sistem imun wanita tidak memiliki toleransi perifer

e)

Wanita memproduksi lebih banyak sitokin pro-inflamasi

6.

Seorang bayi menderita infeksi berulang sejak usia dini. Pemeriksaan menunjukkan tidak ada sel T dan B fungsional. Diagnosis kemungkinan adalah:

a)

Bruton agammaglobulinemia

b)

DiGeorge syndrome

c)

HIV

d)

SCID

e)

Leukemia limfositik akut

7.

Mengapa pasien DiGeorge syndrome masih bisa merespon antigen T-independent?

a)

Fungsi T cell masih cukup

b)

Sel dendritik menggantikan peran sel T

c)

Respon sel B terhadap antigen non-protein tetap utuh

d)

Terdapat aktivasi makrofag kompensatif

e)

Sel T helper tidak dibutuhkan dalam semua kasus

8.

Apa efek utama dari terapi kemoterapi terhadap sistem imun?

a)

Stimulasi produksi antibodi

b)

Peningkatan aktivitas makrofag

c)

Imunosupresi karena penekanan proliferasi sel imun

d)

Peningkatan ekspresi sel T regulator

e)

Aktivasi respon alergi

9.

HIV menyebabkan AIDS dengan cara:

a)

Menurunkan aktivitas makrofag

b)

Menginfeksi dan menghancurkan sel T helper (CD4+)

c)

Meningkatkan aktivitas komplemen

d)

Mengaktifkan antibodi IgE

e)

Menghambat aktivasi sel B

10.

Defisiensi protein komplemen meningkatkan risiko autoimunitas karena:

a)

Meningkatkan aktivitas sel T memori

b)

Menurunkan kapasitas fagositosis

c)

Menghambat pelepasan sitokin

d)

Mengganggu clearance kompleks imun

e)

Menurunkan ekspresi MHCI

11.

Mengapa kanker disebut sebagai penyakit genetik, walau tidak selalu diwariskan?

a)

Karena semua kanker bersifat keturunan

b)

Karena mutasi terjadi di sel somatik selama hidup

c)

Karena selalu melibatkan kromosom X

d)

Karena kanker disebabkan oleh virus

e)

Karena kanker hanya menyerang sel darah

12.

Gen berikut ini merupakan proto-onkogen yang umum berubah menjadi onkogen, kecuali:

a)

Ras

b)

Myc

c)

HER2

d)

p53

e)

Bcr-Abl

13.

Gen berikut ini merupakan proto-onkogen yang umum berubah menjadi onkogen, kecuali:

a)

Ras

b)

Myc

c)

HER2

d)

p53

e)

Bcr-Abl

14.

Apa perbedaan utama antara tumor jinak dan ganas?

a)

Jumlah sel T dalam tumor

b)

Aktivitas metabolik sel

c)

Kemampuan untuk bermetastasis

d)

Jumlah protein permukaan

e)

Bentuk mikroskopik sel

15.

Bagaimana gen p53 mencegah terjadinya kanker?

a)

Menginduksi angiogenesis

b)

Menurunkan ekspresi MHC

c)

Mengaktifkan jalur apoptosis saat terjadi kerusakan DNA

d)

Menstimulasi proliferasi sel

e)

Memblokir ekspresi antigen tumor

16.

Mengapa risiko kanker meningkat pada usia tua?

a)

Aktivitas makrofag meningkat

b)

Jumlah sel T regulator meningkat

c)

Penurunan efisiensi perbaikan DNA

d)

Antibodi meningkat secara tidak terkendali

e)

Sel punca berhenti membelah

17.

Tumor specific antigens (TSA) biasanya ditemukan:

a)

Hanya pada sel tumor dan tidak pada sel normal

b)

Pada sel tumor dan semua sel darah

c)

Pada sel tumor dan jaringan epitel normal

d)

Pada makrofag tumor

e)

Pada MHC kelas II

18.

Apa fungsi utama IL-10 dan TGF-β yang dilepas oleh sel T regulator dalam mikroenvironment tumor?

a)

Meningkatkan respon inflamasi

b)

Menginduksi mutasi genetik

c)

Menekan aktivasi sel imun efektor

d)

Menurunkan angiogenesis

e)

Meningkatkan produksi ROS

19.

Dalam pengawasan imun terhadap kanker, sel dendritik berperan penting dengan cara:

a)

Menghancurkan sel tumor secara langsung

b)

Menghambat sel T sitotoksik

c)

Menyajikan antigen tumor ke sel T

d)

Menetralkan antibodi

e)

Menurunkan ekspresi MHC

20.

CEA dan AFP digunakan sebagai:

a)

Sitokin antiinflamasi

b)

Biomarker untuk kanker spesifik

c)

Faktor pertumbuhan tumor

d)

Penanda fagositosis

e)

Penghambat jalur imun

21.

Bagaimana sel tumor bisa menghindari deteksi oleh sistem imun?

a)

Menurunkan ekspresi MHC kelas I

b)

Meningkatkan produksi IL-2

c)

Memperkuat presentasi antigen

d)

Menurunkan jumlah CD8

e)

Mengaktifkan fagosit

22.

Pasien RA dengan produksi IL-17 tinggi dan kerusakan sendi yang cepat, terapi paling tepat adalah:

a)

Anti-IL-6

b)

Anti-CD20

c)

Anti-TNF

d)

Anti-IL-17

e)

Kortikosteroid ringan

23.

Pasien mengalami infeksi jamur berulang, fungsi sel B normal. Apa yang kemungkinan terganggu?

a)

Fungsi IgA

b)

Fungsi fagosit

c)

Fungsi sel T helper

d)

Fungsi sel plasma

e)

Fungsi komplemen

24.

Setelah operasi pengangkatan kanker kolon, kadar CEA pasien kembali meningkat. Apa kemungkinan penyebabnya?

a)

Efek kemoterapi

b)

Respon autoimun

c)

Kekambuhan tumor

d)

Infeksi sistemik

e)

Stres oksidatif

25.

Mutasi pada gen p53 dalam sel epitel menyebabkan:

a)

Penurunan apoptosis

b)

Peningkatan produksi IL-2

c)

Fagositosis meningkat

d)

Ekspresi antigen viral

e)

Penurunan proliferasi

26.

Terapi imun potensial untuk pasien dengan defisiensi fagosit adalah:

a)

Interferon gamma

b)

Vaksinasi

c)

Plasmapheresis

d)

Antibodi anti-IgE

e)

IL-4

27.

Respon imun terhadap tumor terjadi jika:

a)

Antigen tumor dikenali dan disajikan oleh sel dendritik

b)

Terdapat mutasi pada sel T

c)

Sitokin proinflamasi dihambat

d)

Komplemen menurun

e)

Antibodi autoimun terbentuk

28.

Pasien bayi dengan kadar IgG dan IgA sangat rendah. Diagnosa paling mungkin adalah:

a)

SCID

b)

AIDS

c)

Bruton Agammaglobulinemia

d)

Wiskott-Aldrich

e)

CLL

29.

Mutasi gen IL-2R menyebabkan:

a)

Imunosupresi ringan

b)

Gangguan proliferasi sel T

c)

Peningkatan antibodi

d)

Overaktivasi sel B

e)

Hipersensitivitas

30.

Ekspresi antigen virus pada sel tumor memungkinkan strategi terapi berupa:

a)

Vaksinasi terapeutik

b)

Hemodialisis

c)

Pemberian IL-6

d)

Kortikosteroid

e)

Antibiotik

31.

Kegagalan sistem imun mendeteksi sel tumor yang tetap mengekspresikan MHCI kemungkinan disebabkan oleh:

a)

Anergik sel T sitotoksik

b)

Aktivasi T regulator

c)

Aktivasi sel B memori

d)

Hambatan MHC II

e)

Mutasi p53

32.

Pada pasien dengan SLE, autoantibodi terhadap DNA dapat membentuk kompleks imun yang berperan dalam patogenesis dengan cara:

a)

Menghambat aktivasi komplemen klasik

b)

Menstimulasi fagositosis oleh neutrofil

c)

Menyebabkan deposisi kompleks imun di jaringan dan memicu inflamasi

d)

Menginduksi toleransi perifer

e)

Mengaktifkan sel B regulator

33.

Rheumatoid arthritis ditandai oleh peningkatan produksi sitokin inflamasi. Molekul manakah yang secara langsung menginduksi aktivasi osteoklas dan kerusakan tulang?

a)

IL-6

b)

IL-17

c)

RANKL

d)

IL-10

e)

TGF-β

34.

Pada diabetes tipe 1, sel imun menyerang sel beta pankreas. Mekanisme molekuler utama yang berperan adalah:

a)

Aktivasi sel B untuk menyerang insulin

b)

Produksi antibodi terhadap sel alfa

c)

Aktivasi sel T CD8+ terhadap autoantigen spesifik sel beta

d)

Produksi IgE terhadap insulin

e)

Diferensiasi Th2 yang berlebihan

35.

Peningkatan ekspresi HLA-DR4 dikaitkan dengan peningkatan risiko autoimunitas, terutama pada penyakit:

a)

Psoriasis

b)

Multiple sclerosis

c)

Rheumatoid arthritis

d)

SLE

e)

Hashimoto thyroiditis

36.

Penderita psoriasis menunjukkan ekspresi IL-23 dan IL-17 yang tinggi. Apa dampak molekuler dari aktivasi jalur ini?

a)

Menurunkan proliferasi keratinosit

b)

Meningkatkan apoptosis sel kulit

c)

Menstimulasi proliferasi keratinosit dan inflamasi kulit

d)

Menurunkan migrasi neutrofil

e)

Menghambat sel T efektor

37.

Salah satu ciri molekuler utama dari SLE adalah aktivasi berlebihan TLR pada pDC oleh kompleks imun. Apa hasil akhirnya?

a)

Produksi masif IL-2

b)

Aktivasi jalur inflamasi IFN-α

c)

Aktivasi komplemen alternatif

d)

Aktivasi jalur Th2

e)

Produksi IL-10 berlebihan

38.

Peran FoxP3 dalam konteks autoimunitas adalah:

a)

Menstimulasi proliferasi limfosit B

b)

Menurunkan toleransi sentral

c)

Menentukan fungsi sel T regulator dalam menekan respon autoimun

d)

Meningkatkan ekspresi antigen viral

e)

Memicu presentasi antigen oleh sel dendritik

39.

Pada pasien diabetes tipe 1, sel T CD8+ mengenali antigen sel beta melalui MHC kelas:

a)

Kelas I

b)

Kelas II

c)

CD40

d)

Fas ligand

e)

CD86

40.

Dalam proses metastasis, sel kanker harus terlebih dahulu melakukan:

a)

Apoptosis

b)

Imobilisasi di jaringan asa

c)

Invasi ke jaringan sekitarnya dan masuk ke pembuluh darah

d)

Diferensiasi menjadi sel epitel

e)

Aktivasi sel B