NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsUAS Komunikasi kls A
Total questions: 30
Worksheet time: 30mins
Name
Class
Date
1.
Berikut ini adalah ciri-ciri komunikasi terapeutik, kecuali :
a)
Terjadi antara perawat dan pasien
b)
Mempunyai hubungan yang akrab
c)
Perawat aktif mendengarkan
d)
Berfokus pada perawat
e)
Mempunyai tujuan
2.
Selamat pagi. Perkenalkan nama saya suster Tia. Saya bertugas dari pukul 07.00 sampai pukul 14.00. Apakah benar dengan Bapak Adam ? Apa yang bapak rasakan hari ini ?.
Jenis komunikasi di atas merupakan komunikasi yang terjadi pada tahap :
a)
Prainteraksi
b)
Perkenalan
c)
Orientasi
d)
Kerja
e)
Terminasi
3.
Pada tahapan ini perawat perlu membuat rencana interaksi dengan pasien yaitu melakukan evaluasi diri, menetapkan tahapan hubungan/interaksi dan merencanakan interaksi.
Jenis komunikasi di atas merupakan komunikasi yang terjadi pada tahap :
a)
Prainteraksi
b)
Perkenalan
c)
Orientasi
d)
Kerja
e)
Terminasi
4.
Selamat pagi Pak Arman. Bagaimana nyerinya hari ini ? Apakah sudah berkurang. Oh ya pak sesuai janji kita kemarin bahwa hari ini saya akan mengajarkan bapak tentang tehnik tehnik cara mengurangi rasa nyeri.
Jenis komunikasi di atas merupakan komunikasi yang terjadi pada tahap :
a)
Prainteraksi
b)
Perkenalan
c)
Orientasi
d)
Kerja
e)
Terminasi
5.
“Bagaimanakah perasaan ibu sekarang?” “Berdasarkan data hasil wawancara dapat kita identifikasi bersama bahwa ibu mengalami nyeri pada lambung dan mual-muntah jika makan”. “Baiklah, Bu. Saya akan berkonsultasi dengan dokter dan 10 menit lagi saya akan kembali untuk melakukan tindakan keperawatan sesuai hasil kesepakatan dengan dokter”.
Jenis komunikasi di atas merupakan komunikasi yang terjadi pada tahap :
a)
Prainteraksi
b)
Perkenalan
c)
Orientasi
d)
Kerja
e)
Terminasi
6.
Selamat siang ibu. Sesuai janji saya tadi bahwa saya akan melakukan pengukuran tanda-tanda vital. Prosedurnya akan saya mulai ya bu.
Jenis komunikasi di atas merupakan komunikasi yang terjadi pada tahap :
a)
Prainteraksi
b)
Perkenalan
c)
Orientasi
d)
Kerja
e)
Terminasi
7.
Komunikasi terapeutik dapat mengalami hambatan diantaranya karena hal-hal dibawah kecuali :
a)
Pemahaman yang sama
b)
Komunikasi yang terjadi satu arah.
c)
Kepentingan berbeda.
d)
Pemberian jaminan yang tidak mungkin.
e)
Bicara hal-hal yang pribadi.
8.
Berdasarkan masalah keperawatan yang telah kita tetapkan bersama, selanjutnya saya akan kolaborasikan dengan dokter terkait dengan masalah tersebut, saya sampaikan bahwa salah satu tindakan yang akan dilakukan pada ibu adalah pemasangan infus. Tujuan pemasangan infus ini adalah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu. Untuk saat ini, lambung ibu harus diistirahatkan dulu untuk pemeriksaan selanjutnya. Pemasangan infus ini sifatnya sementara; jika ibu tidak mual atau muntah lagi, maka akan kami lepaskan.”
Jenis komunikasi tersebut dilakukan pada tahap :
a)
Pengkajian
b)
Diagnosa keperawatan
c)
Intervensi/perencanaan
d)
Implementasi/pelaksanaan
e)
Evaluasi
9.
“Berdasarkan data yang saya peroleh melalui pemeriksaan fisik dan informasi dari ibu terkait dengan keluhan yang menyebabkan ibu masuk rumah sakit, saya menyimpulkan bahwa ibu mengalami gangguan nutrisi karena ada masalah pada proses digesti. Lambung ibu bermasalah, terkait dengan masalah pada lambung ibu, saya akan berkolaborasi dengan dokter untuk pengobatan dan tindakan selanjutnya.
Jenis komunikasi tersebut dilakukan pada tahap :
a)
Pengkajian
b)
Diagnosa keperawatan
c)
Intervensi/perencanaan
d)
Implementasi/pelaksanaan
e)
Evaluasi
10.
Sambil melakukan palpasi perut klien, perawat berkata, “Apakah di daerah sini yang terasa nyeri yang menyebabkan ibu sering merasa mual dan muntah?” “Saya lihat, ibu tampak sangat khawatir dan tertekan dengan kondisi ibu sekarang”
Jenis komunikasi tersebut dilakukan pada fase :
a)
Pengkajian
b)
Diagnosa keperawatan
c)
Intervensi/perencanaan
d)
Implementasi/pelaksanaan
e)
Evaluasi
11.
“Tadi sudah saya sampaikan bahwa salah satu tindakan yang akan saya lakukan adalah memasang infus. Tujuan pemasangan infus adalah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu. Saat pemasangan, ibu akan merasa sakit sedikit waktu jarum infus dimasukkan ke pembuluh darah. Apakah ibu sudah siap?
Jenis komunikasi tersebut dilakukan pada fase :
a)
Pengkajian
b)
Diagnosa keperawatan
c)
Intervensi/perencanaan
d)
Implementasi/pelaksanaan
e)
Evaluasi
12.
Wawancara, pemeriksaan fisik, observasi dilakukan pada fase :
a)
Pengkajian
b)
Diagnosa keperawatan
c)
Intervensi/perencanaan
d)
Implementasi/pelaksanaan
e)
Evaluasi
13.
Suatu kondisi dimana fungsi pendengaran seseorang terganggu disebut :
a)
Tuna grahita
b)
Tuna daksa
c)
Tuna rungu
d)
Tuna wicara
e)
Autism
14.
Seseorang yang mengalami gangguan pada sistem sarafnya dan mempengaruhi perilakunya sehari-hari atau yang disebut juga dengan neurobehaviour disebut :
a)
Tuna grahita
b)
Tuna daksa
c)
Tuna rungu
d)
Tuna wicara
e)
Autism
15.
Ciri-ciri anak yang lebih suka bermain sendiri, berinteraksi dengan orang lain hanya untuk mencapai tujuannya, kontrol emosi yang buruk hingga menghindari kontak fisik dari sosialnya, susah berkomunikasi, memiliki rutinitas tertentu yang dibuat olehnya, menyukai hingga terobsesi dengan suatu benda, tindakan impulsive, tindakan agresi, self-harm, memiliki rasa takut atau tidak takut yang berbeda dengan orang normal lainnya.
Anak dengan ciri-ciri tersebut mengalami :
a)
Saat berkomunikasi dengan orang tunarungu, memosisikan pandangan lebih tinggi dengan pandangannya
b)
Posisi harus agak lebih dekat daripada jarak bicara normal
c)
Jika berada di dalam ruangan, pastikan pencahayaannya cukup terang agar dia dapat melihat dengan jelas.
d)
Jika berada di luar ruangan, membelakangi arah cahaya matahari
e)
Boleh sambal mengunyah permen supaya lebih santai.
16.
Prinsip cara berkomunikasi dengan gerak bibir pada tuna rungu yaitu :
a)
Saat berkomunikasi dengan orang tunarungu, memosisikan pandangan lebih tinggi dengan pandangannya
b)
Posisi harus agak lebih dekat daripada jarak bicara normal
c)
Jika berada di dalam ruangan, pastikan pencahayaannya cukup terang agar dia dapat melihat dengan jelas.
d)
Jika berada di luar ruangan, membelakangi arah cahaya matahari
e)
Boleh sambal mengunyah permen supaya lebih santai.
17.
Cara berkomunikasi dengan anak autism yaitu :
a)
Meniru orang tua
b)
Menggunakan Bahasa audio
c)
Menggunakan gestur tubuh
d)
Menggunakan bahasa bibir
e)
Menggunakan Bahasa isyarat
18.
Ketidakmampuan anak yang ditandai dengan keterbatasan signifikan dalam fungsi intelektual dan perilaku adaptif disebut :
a)
Tuna daksa
b)
Autism
c)
Tuna grahita
d)
Tuna wicara
e)
Tuna rungu
19.
Anak-anak dengan ciri-ciri : terlambat belajar berguling, duduk, merangkak, atau berjalan, kemampuan berbicara lambat atau mengalami masalah dengan berbicara, lambat untuk menguasai hal-hal seperti latihan toilet, berpakaian, dan makan sendiri, kesulitan mengingat sesuatu, tidak mampu menghubungkan tindakan dengan konsekuensi, memiliki masalah perilaku seperti tantrum yang meledak-ledak, sulit memecahkan masalah atau tidak memiliki pemikiran logis mengalami masalah :
a)
Tuna daksa
b)
Autism
c)
Tuna grahita
d)
Tuna wicara
e)
Tuna rungu
20.
Tuna rungu bawan disebabkan karena :
a)
Kecelakaan
b)
Terjatuh
c)
Faktor usia
d)
Genetik
e)
Infeksi
21.
Jarak pandang yang paling baik dalam berkomunikasi dengan orang dengan tuna rungu :
a)
0-1 meter
b)
1-2 meter
c)
2-3 meter
d)
3-4 meter
e)
4-5 meter
22.
Etika yang kurang baik pada saat berkomunikasi dengan orang dengan tuna rungu :
a)
Pandangan sejajar
b)
Pencahayaan cukup terang
c)
Menghadap matahari
d)
Mengunyah permen agar lebih santai
e)
Posisi agak lebih jauh
23.
Yang termasuk hambatan fisik dalam berkomunikasi yaitu :
a)
Mengabaikan informasi, ketika sesuatu yang dibicarakan tidak sesuai dengan ide, gagasan dan pandangan kita maka informasi yang diberikan tentu akan terabaikan.
b)
Pengaruh emosi, saat berada dalam keadaan marah, remaja akan kesulitan untuk menerima informasi. Apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
c)
Gangguan noise/bising yang terjadi saat proses komunikasi berlangsung dapat dipengaruhi oleh jarak komunikator dengan komunikan
d)
Timbulnya persepsi yang berbeda antara komunikan dengan komunikator
e)
Kata yang diucapkan memiliki arti lain bagi orang yang berbed
24.
Yang termasuk hambatan semantic dalam berkomunikasi yaitu :
a)
Mengabaikan informasi, ketika sesuatu yang dibicarakan tidak sesuai dengan ide, gagasan dan pandangan kita maka informasi yang diberikan tentu akan terabaikan.
b)
Pengaruh emosi, saat berada dalam keadaan marah, remaja akan kesulitan untuk menerima informasi. Apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
c)
Gangguan noise/bising yang terjadi saat proses komunikasi berlangsung dapat dipengaruhi oleh jarak komunikator dengan komunikan
d)
Timbulnya persepsi yang berbeda antara komunikan dengan komunikator
e)
Kata yang diucapkan memiliki arti lain bagi orang yang berbed
25.
Yang termasuk hambatan psikologis dalam berkomunikasi yaitu :
a)
Mengabaikan informasi, ketika sesuatu yang dibicarakan tidak sesuai dengan ide, gagasan dan pandangan kita maka informasi yang diberikan tentu akan terabaikan.
b)
Pengaruh emosi, saat berada dalam keadaan marah, remaja akan kesulitan untuk menerima informasi. Apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
c)
Gangguan noise/bising yang terjadi saat proses komunikasi berlangsung dapat dipengaruhi oleh jarak komunikator dengan komunikan
d)
Timbulnya persepsi yang berbeda antara komunikan dengan komunikator
e)
Kata yang diucapkan memiliki arti lain bagi orang yang berbed
26.
Suatu teknik komunikasi yang merupakan suatu bentuk sikap menerima, memahami lawan bicara dengan berupaya menunjukkan kepedulian, sabar ketika mendengarkan keluhan dan memperhatikan saat lawan bicara sedang berinteraksi dengan kita yaitu :
a)
Fokus
b)
Suport
c)
Responsif
d)
Asertif
e)
Klarifikasi
27.
Pendekatan yang dapat dilakukan dengan upaya memberikan ketenangan batin individu lansia melalui peningkatan kualitas hubungan lansia dengan Tuhan atau agama yang dianut, terutama lansia yang sedang dalam keadaan sakit atau mendekati kematian yaitu pendekatan :
a)
Fisik
b)
Psikologis
c)
Spiritual
d)
Sosial
e)
Budaya
28.
Pendekatan yang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan atau perawat adalah dengan melakukan proses diskusi, saling tukar pikiran dan pendapat, serta bercerita yaitu pendekatan :
a)
Fisik
b)
Psikologis
c)
Spiritual
d)
Sosial
e)
Budaya
29.
Suatu pendekatan yang dilakukan untuk mengubah tingkah laku dan pandangan lansia terhadap kesehatan, bisa dilakukan secara perlahan dan bertahap, perawat harus dapat mendukung mental mereka kearah pemuasan pribadi sehingga seluruh pengalaman yang dilaluinya tidak menambah beban, agar lansia dapat merasa puas dan Bahagia dalam menjalani kehidupan di masa tua nya yaitu pendekatan :
a)
Fisik
b)
Psikologis
c)
Spiritual
d)
Sosial
e)
Budaya
30.
Lansia dengan kondisi yang pasif atau tidak dapat bangun, keadaan fisiknya mengalami kelumpuhan atau sakit, sebagai seorang petugas kesehatan atau perawat harus mengetahui dasar perawatan lansia terutama tentang hal-hal yang berhubungan dengan keberhasilan individu lansia untuk mempertahankan kesehatannya. Hal ini merupakan pendekatan secara :
a)
Fisik
b)
Psikologis
c)
Spiritual
d)
Sosial
e)
Budaya
Reset
