Font size
WorksheetsSOAL TRY Out Teknik Mesin 2025
Total questions: 95
Worksheet time: 1hrs 11mins
Dalam konteks Filosofi Pendidikan Indonesia, Profil Pelajar Pancasila dirancang untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter. Salah satu elemen kunci dalam Profil Pelajar Pancasila adalah "Bergotong-royong." Bagaimana implementasi nilai gotong-royong dalam pembelajaran dapat mendukung terciptanya masyarakat demokratis?
Melalui kerja kelompok yang mengharuskan siswa saling membantu tanpa melihat latar belakang.
Dengan memberikan tugas individu agar siswa mandiri.
Mengajarkan kompetisi ketat untuk memacu prestasi akademik.
Menghindari interaksi sosial agar fokus pada pencapaian pribadi.
Membentuk kelompok homogen berdasarkan kemampuan akademik.
Konsep "Mandiri" dalam Profil Pelajar Pancasila tidak hanya berarti mampu menyelesaikan tugas sendiri, tetapi juga memiliki dimensi filosofis yang lebih dalam. Berikut ini yang BUKAN merupakan prinsip kemandirian dalam perspektif filosofi pendidikan progresivisme adalah...
Siswa belajar melalui pengalaman langsung.
Guru sebagai fasilitator yang mendorong eksplorasi siswa.
Pembelajaran terpusat pada guru (teacher-centered).
Siswa mengkonstruksi pengetahuan secara aktif.
Pendidikan bertujuan membentuk kemampuan problem-solving.
Elemen "Bernalar Kritis" dalam Profil Pelajar Pancasila menekankan kemampuan berpikir sistematis dan evaluatif. Dalam perspektif filsafat pendidikan, pendekatan mana yang paling sesuai untuk mengembangkan keterampilan ini?
Behaviorisme – Pembelajaran melalui penguatan (reward-punishment).
Konstruktivisme – Siswa aktif membangun pengetahuan melalui pengalaman dan refleksi.
Perennialisme – Fokus pada penguasaan materi klasik yang abadi.
Essentialisme – Penekanan pada disiplin ilmu inti yang terstruktur.
Positivisme – Pembelajaran hanya berdasarkan fakta empiris.
Jika sekolah hanya mengejar nilai akademik tinggi tanpa memperhatikan elemen "Gotong-royong", dampak yang mungkin terjadi adalah:
Siswa menjadi lebih kompetitif dan individualistik.
Kolaborasi antarsiswa meningkat.
Sekolah memenangi banyak lomba akademik.
Munculnya kesadaran kolektif untuk membantu sesama.
Pembelajaran berbasis proyek terlaksana optimal.
Ki Hajar Dewantara menganalogikan pendidikan seperti "menanam padi". Konsep ini paling relevan dengan aliran filsafat pendidikan:
Naturalisme – Pendidikan harus sesuai dengan kodrat alam dan perkembangan anak.
Behaviorisme – Hasil belajar ditentukan oleh stimulus-respon eksternal.
Idealisme – Pendidikan bertujuan mencapai kebenaran absolut.
Rekonstruksionisme – Sekolah harus menjadi agen perubahan sosial.
Pragmatisme – Kebenaran diukur dari manfaat praktis.
Implementasi konsep "Ing Madya Mangun Karsa" dalam pembelajaran modern yang paling tepat adalah...
Guru mendominasi diskusi kelas untuk memastikan materi tersampaikan.
Guru memfasilitasi siswa untuk aktif berpendapat dan berkolaborasi.
Siswa belajar secara mandiri tanpa bimbingan guru sama sekali.
Sekolah menghapuskan semua bentuk kerja kelompok.
Pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah satu arah.
Ki Hajar Dewantara menolak sistem pendidikan kolonial yang otoriter. Dalam konteks ini, prinsip "Tut Wuri Handayani" dapat diwujudkan melalui...
Pemberian hukuman fisik untuk mendisiplinkan siswa.
Pemberian umpan balik konstruktif untuk memandu siswa tanpa memaksakan kehendak.
Pembelajaran kaku dengan kurikulum seragam tanpa penyesuaian.
Guru menentukan semua keputusan tanpa melibatkan siswa.
Penilaian berbasis ranking untuk memacu kompetisi.
Konsep "Tri Pusat Pendidikan" (keluarga, sekolah, masyarakat) menurut Ki Hajar Dewantara relevan dengan masalah pendidikan modern karena...
Mengatasi learning loss dengan kolaborasi tiga lingkungan pendidikan.
Menghapuskan peran sekolah formal.
Membebankan tanggung jawab pendidikan hanya pada keluarga.
Memisahkan secara ketat peran sekolah dan masyarakat.
Menolak penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
Jika sebuah sekolah menerapkan sistem among (metode among), dampak yang paling mungkin terjadi adalah...
Siswa menjadi sangat tergantung pada instruksi guru.
Siswa berkembang sesuai kodratnya dalam lingkungan yang demokratis.
Guru menggunakan metode drill untuk mempercepat pencapaian akademik.
Sekolah menekankan kompetisi individu secara ketat.
Pembelajaran hanya berorientasi pada ujian nasional.
Pak Tono mengintegrasikan prinsip belajar dari pengalaman langsung dan pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan keterampilan abad 21.
Pertanyaan:
Prinsip ini mengacu pada pandangan filsuf pendidikan....
Immanuel Kant
Paulo Freire
John Dewey
Socrates
Auguste Comte
Kisah:
Di sekolah inklusif “Harapan Bangsa”, Bu Sinta menggunakan platform digital interaktif untuk pembelajaran daring. Ia percaya bahwa teknologi bisa menjadi jembatan pemerataan pendidikan. Namun, ia juga mulai khawatir karena siswa cenderung menjadi pasif, hanya mengikuti perintah aplikasi tanpa berpikir kritis atau berdialog dengan teman.
Pertanyaan:
Dari perspektif filsafat pendidikan kontemporer, pendekatan Bu Sinta perlu dilengkapi dengan prinsip....
Behaviorisme agar siswa patuh mengikuti petunjuk system
Konstruktivisme agar siswa aktif membangun pengetahuan dan nilai secara mandiri
Positivisme agar pembelajaran berbasis data dan statistic
Esensialisme agar siswa fokus pada inti kurikulum yang sudah ditentukan
Transmisi budaya agar siswa menghargai warisan leluhur
Bu Tania tidak lagi menjadi pusat informasi di kelas. Ia lebih sering mengajukan pertanyaan terbuka dan membiarkan siswa mencari jawaban melalui diskusi kelompok, riset mini, dan eksplorasi sumber digital.
Pertanyaan:
Peran Bu Tania mencerminkan pergeseran paradigma dari guru sebagai “instruktur” menjadi....
Evaluator utama
Fasilitator belajar yang memampukan siswa menjadi pembelajar mandiri
Pengendali kelas yang efektif
Pencipta standar nilai
Penilai hasil belajar akhir
Sebuah sekolah menerapkan kurikulum karakter berbasis nilai-nilai budaya lokal seperti kearifan adat dan falsafah hidup masyarakat.
Pertanyaan:
Strategi ini menunjukkan bahwa sekolah tersebut menganut pendekatan....
Globalisme pragmatis
Humanisme sekuler
Pendidikan kontekstual berbasis budaya
Pendidikan liberal
Otoritarianisme pendidikan
Kisah:
Pak Gunawan aktif menyuarakan pentingnya literasi digital dan etika bermedia sosial di komunitasnya. Ia mengembangkan pelatihan untuk guru-guru lain tentang pendidikan kritis di era disinformasi.
Pertanyaan:
Peran Pak Gunawan mencerminkan fungsi guru sebagai....
Penyampai konten kurikulum
Alat birokrasi pendidikan
Penguat nilai-nilai status quo
Agen perubahan sosial dan transformasi nilai
Perancang evaluasi kognitif
Kisah:
Sebuah sekolah menerapkan AI sebagai asisten pengajaran. Namun, beberapa guru menyuarakan kekhawatiran bahwa AI bisa menggantikan peran relasi antarmanusia dalam pembelajaran.
Pertanyaan:
Isu ini menyentuh dimensi filsafat pendidikan dalam hal....
Fungsionalitas kurikulum
Pengawasan administrative
Relasi etik dan dimensi kemanusiaan dalam Pendidikan
Optimalisasi waktu belajar
Kepatuhan terhadap teknologi
Seorang guru membuat rancangan pembelajaran dengan integrasi teknologi digital. Ia menggunakan platform simulasi interaktif dan asesmen berbasis kuis online. Untuk mengevaluasi efektivitas rancangan ini, pendekatan terbaik yang sesuai dengan prinsip inovasi pembelajaran berbasis teknologi adalah…
Mengandalkan hasil ujian akhir saja
Menanyakan pendapat guru lain tanpa melihat data
Menganalisis log aktivitas siswa di LMS dan wawancara
Mengganti semua aktivitas dengan kerja kelompok
Meningkatkan jam pelajaran agar materi selesai
Seorang guru ingin menggunakan Augmented Reality (AR) untuk membantu siswa memahami siklus hidup kupu-kupu. Manakah aktivitas berikut yang paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut?
Menonton video tentang siklus hidup kupu-kupu di YouTube.
Membaca buku teks yang dilengkapi gambar.
Mewarnai gambar siklus hidup kupu-kupu.
Menggunakan aplikasi AR yang memungkinkan siswa melihat tahapan metamorfosis secara 3D dan interaktif.
Mendengarkan cerita dari guru tentang metamorfosis.
Flipped Classroom adalah model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dengan cara...
Siswa hanya belajar melalui video tanpa interaksi
Materi dipelajari di rumah melalui video, sedangkan diskusi dilakukan di kelas
Guru memberikan ceramah secara eksklusif melalui webinar
Pembelajaran dilakukan sepenuhnya secara daring tanpa pertemuan
Menggunakan robot sebagai pengganti guru
Seorang guru akan memilih metode untuk meningkatkan literasi digital siswa SMK sekaligus melatih berpikir kritis. Pendekatan paling tepat adalah...
Membiarkan siswa bermain game edukasi tanpa refleksi
Menggunakan flipped classroom dengan video instruksional dan diskusi terpandu di kelas
Mengharuskan siswa menonton video tanpa tugas tindak lanjut
Memberikan kuis pilihan ganda tanpa analisis
Hanya mengandalkan buku teks digital
Dalam pembelajaran tematik berbantuan augmented reality (AR) tentang siklus air, beberapa siswa kesulitan memahami konsep abstrak. Solusi terbaik adalah...
Menghentikan penggunaan AR dan kembali ke metode ceramah
Memberikan bacaan teks panjang tentang siklus air
Menyuruh siswa menghafal gambar dari buku
Hanya menggunakan video YouTube tanpa interaktivitas
Menambahkan simulasi interaktif AR yang memvisualisasikan proses evaporasi dan kondensasi
Seorang guru ingin menerapkan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dengan memanfaatkan teknologi digital untuk siswa SMK. Langkah paling efektif untuk memastikan keberhasilan adalah...
Meminta siswa bekerja individu tanpa kolaborasi
Menyediakan template proyek digital yang rigid dan tidak fleksibel
Mengintegrasikan alat kolaborasi seperti Google Workspace dengan tahapan proyek yang terstruktur
Hanya menggunakan PowerPoint untuk presentasi akhir
Menghindari penggunaan teknologi sama sekali
Untuk mengajarkan keterampilan kolaborasi dalam proyek sains berbasis teknologi, alat paling efektif adalah...
Kertas dan pensil
Kalkulator ilmiah
Video one-way tanpa diskusi
Google Docs dengan fitur komentar dan edit bersama
Buku teks digital yang hanya bisa dibaca
Sebuah sekolah ingin menerapkan sistem manajemen informasi berbasis cloud untuk tugas-tugas siswa. Pertimbangan utama yang harus dianalisis adalah...
Warna antarmuka platform yang digunakan
Keamanan data siswa dan kemudahan akses bagi guru/orang tua
Popularitas platform di media sosial
Jumlah fitur game yang tersedia
Ketersediaan stiker animasi
Seorang guru ingin memanfaatkan Learning Management System (LMS). Berikut ini, manakah platform yang termasuk dalam Learning Management System (LMS)?
Google Docs
Zoom
Moodle
TikTok
Learning Management System (LMS) seperti Moodle dan Google Classroom berfungsi untuk...
Menggantikan pertemuan tatap muka sepenuhnya
Memantau kehadiran siswa secara otomatis
Mengelola materi pembelajaran, tugas, dan evaluasi secara terintegrasi
Menyediakan konten hiburan untuk siswa
Membuat animasi pembelajaran
Seorang guru ingin mengembangkan video animasi untuk menjelaskan siklus air kepada siswa SMK. Prinsip utama yang harus diperhatikan adalah...
Menggunakan istilah ilmiah yang kompleks
Durasi video maksimal 10 menit dengan visualisasi dominan dan narasi sederhana
Memuat semua teori tanpa penyederhanaan
Menghindari penggunaan warna cerah
Hanya menampilkan teks tanpa gambar
Dalam mengembangkan LKPD digital interaktif tentang pecahan, komponen terpenting yang harus disertakan adalah...
Latar belakang beranimasi rumit
Fitur drag-and-drop untuk manipulasi visual pecahan
Soal essay panjang
Referensi buku tingkat SMA
Musik latar yang terus menerus
Ketika mengembangkan quiz digital, aspek yang paling penting untuk motivasi siswa SMK adalah...
Timer berdurasi sangat singkat
Soal dengan tingkat kesulitan tinggi
Umpan balik langsung dengan animasi reward
Tampilan monokrom
Tidak ada skor akhir
Media paling tepat untuk melatih keterampilan menulis kreatif siswa SMK adalah...
Aplikasi blog dengan fitur kolaborasi teks dan gambar sederhana
Software programming Python
Spreadsheet dengan formula kompleks
Video one-way tanpa interaksi
Buku teks digital tanpa fitur penulisan
Generasi Alpha merupakan kelompok peserta didik yang tumbuh dalam era digital, terbiasa dengan interaksi melalui layar, berpikir cepat, dan cenderung menyukai stimulasi visual serta pengalaman belajar yang personal dan interaktif. Mereka juga menunjukkan kecenderungan kolaboratif serta ketertarikan tinggi terhadap teknologi. Dari lima model pembelajaran berikut, manakah yang paling sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran bagi peserta didik generasi Alpha?
Model pembelajaran langsung, karena dapat menyampaikan materi secara cepat dan sistematis, sehingga siswa memperoleh informasi inti tanpa banyak distraksi.
Model Pembelajaran Kontekstual, karena memungkinkan guru mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, meskipun aktivitas TIK tidak selalu diperlukan.
Model Pembelajaran Discovery Learning, karena siswa dapat mengeksplorasi pengetahuan sendiri tanpa tergantung pada perangkat teknologi atau media digital.
Model Problem Based Learning (PBL), karena mendorong siswa bekerja sama dalam memecahkan masalah nyata menggunakan teknologi, komunikasi kritis, dan pemikiran kreatif.
Model Pembelajaran Ekspositori, karena menyajikan informasi secara lengkap melalui penjelasan guru sehingga siswa tidak perlu mencari sendiri dan tidak bingung.
Di sekolah, peserta didik diajarkan untuk dapat mengendalikan emosi mereka sendiri dan mengelolanya dengan baik. Misalnya, ketika merasa emosi peserta didik diajarkan untuk menarik napas dalam – dalam dan menenangkan diri. Pendekatan ini merupakan bagian dari pengajaran keterampilan apa?
Kesadaran diri.
Manajemen diri.
Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Kesadaran sosial.
Keterampilan sosial.
Selama pembelajaran sosial emosional, Pak Arifin mengajak peserta didik untuk berdiskusi mengenai pentingnya mengambil keputusan yang etis dan berdampak positif tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga orang lain. Diskusi ini bertujuan untuk melatih peserta didik dalam aspek keterampilan apa?
Kesadaran diri.
Manajemen diri.
Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Kesadaran sosial
Keterampilan sosial.
Dalam sebuah diskusi kelompok, peserta didik diminta untuk saling berbagi pendapat dan mendengarkan satu sama lain. Guru memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan kesempatan untuk berbicara dan saling menghormati. Teknik ini mengajarkan peserta didik keterampilan apa?
Kesadaran diri.
Manajemen diri.
Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Kesadaran sosial.
Keterampilan sosial.
Pak Nur mengimplementasikan kerangka CASEL dalam pembelajaran di kelasnya. Beliau memulai pembelajaran dengan mengajarkan perserta didik bagaimana mengenali dan memahami emosi mereka sendiri sebelum melanjutkan ke topik materi. Langkah ini merupakan bagian dari kerangka CASEL yang mana?
Kesadaran diri.
Manajemen diri.
Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Kesadaran sosial.
Keterampilan sosial.
Berikut ini yang bukan alasan guru memerlukan pembelajaran sosial emosional sebagai pendidik dan agen perubahan yaitu ….
Kepeduliah (caring relationship) sebagai dasar pembelajaran.
Emosi mempengaruhi suasana belajar dan bagaimana pembelajaran dapat diterima oleh peserta didik.
Sebagai bekal utama guru dalam menyampaikan materi pembelajaran secara teoritis.
Tujuan yang mau dicapai dan pemecahan masalah mengarah pada individu (guru atau peserta didik).
Memberikan motivasi atau energi untuk melakukan pembelajaran.
Berikut ini yang merupakan kegiatan pembelajaran untuk memunculkan kompetensi empathy pada EMC2 yaitu ….
Menggunakan teknik – teknik relaksasi seperti visualisasi atau gerakan tubuh ringan untuk membantu peserta didik mengelola stress.
Menerapkan pembelajaran kolaboratif, dimana peserta didik akan berbagi pengalaman atau pandangan mereka masing – masing.
Dalam proses pembelajaran jika ada peserta didik yang belum paham, mereka diarahkan kepada teman sebaya untuk mendapatkan penjelasan terlebih dahulu.
Mendorong peserta didik untuk mengajukan pertanyaan yang mendalam terkait topik yang dipelajari dan mencari jawaban dengan cara sistematis
Peserta didik berdiskusi secara mendalam dalam pembelajaran berbasis proyek tentang proyek yang akan mereka kerjakan secara berkelompok.
Berikut ini yang merupakan kegiatan pembelajaran untuk memunculkan kompetensi compassion pada EMC2 yaitu ….
Menggunakan teknik – teknik relaksasi seperti visualisasi atau gerakan tubuh ringan untuk membantu peserta didik mengelola stress.
Menerapkan pembelajaran kolaboratif, dimana peserta didik akan berbagi pengalaman atau pandangan mereka masing – masing.
Dalam proses pembelajaran jika ada peserta didik yang belum paham, mereka diarahkan kepada teman sebaya untuk mendapatkan penjelasan terlebih dahulu.
Mendorong peserta didik untuk mengajukan pertanyaan yang mendalam terkait topik yang dipelajari dan mencari jawaban dengan cara sistematis.
Peserta didik berdiskusi secara mendalam dalam pembelajaran berbasis proyek tentang proyek yang akan mereka kerjakan secara berkelompok.
Berikut ini yang merupakan kegiatan pembelajaran untuk memunculkan kompetensi mindfulness pada EMC2 yaitu ….
Menggunakan teknik – teknik relaksasi seperti visualisasi atau gerakan tubuh ringan untuk membantu peserta didik mengelola stress.
Menerapkan pembelajaran kolaboratif, dimana peserta didik akan berbagi pengalaman atau pandangan mereka masing – masing.
Dalam proses pembelajaran jika ada peserta didik yang belum paham, mereka diarahkan kepada teman sebaya untuk mendapatkan penjelasan terlebih dahulu.
Mendorong peserta didik untuk mengajukan pertanyaan yang mendalam terkait topik yang dipelajari dan mencari jawaban dengan cara sistematis.
Peserta didik berdiskusi secara mendalam dalam pembelajaran berbasis proyek tentang proyek yang akan mereka kerjakan secara berkelompok.
Anda membeli makan siang di kantin, namun melihat antrean pajang di kasir. Ketika kasir melihat anda ingin membayar, ia mempersilakan anda untuk langsung ke depan karena anda seorang guru. Anda sebenarnya ingin mengantre sebagaimana yang biasanya anda ajarkan, namun anda sedang terburu – buru mempersiapkan materi pelajaran berikutnya. Apa tindakan anda jika menghadapi kasus ini?
Merasa tidak nyaman ketika harus mendahului antrean tersebut.
Mengantre untuk menjadi contoh bagi guru dan peserta didik.
Segera membayar dan berterima kasih kepada kasir karena memberi ijin.
Tetap mengantre sambil meminta untuk mempercepat pelayanan.
Tidak akan mendahului antrean bila tidak dalam kondisi mendesak.
Sekolah anda melaksanakan program untuk mengasah empati peserta didik, dikarenakan tingginya kasus perundungan yang ada di sekolah. Setelah dilaksanakan program tersebut selama satu semester, anda merasa tidak ada perubahan yang signifikan. Hal yang sama juga dirasakan oleh guru lain. Di sisi lain, anda tidak menjadi panitia dari program tersebut. Sebagai salah satu guru di sekolah tersebut, apa tindakan yang anda lakukan?
Merasa bukan menjadi tanggung jawab saya.
Meminta panitia untuk melakukan evaluasi program.
Memfasilitasi diskusi antara guru yang menjadi panitia dan nonpanitia.
Berupaya untuk menggali informasi dari peserta didik.
Berdiskusi dengan pihak panitia terkait target program yang diinginkan.
Berikut ini yang bukan bagian dari proposisi dari pembelajaran berbasis pengalaman yaitu ….
Pada dasarnya proses belajar merupakan proses “re-learning” atau belajar kembali. Dengan berproses, guru dapat mengetahui pemahaman peserta didik, ide ataupun pemikiran mereka.
Belajar merupakan proses adaptasi dan juga proses menyelesaikan konflik yang ada. Adanya perbedaan dan konflik mendorong peserta didik untuk mempelajari hal baru. Peserta didik dapat belajar dari pengalaman yang ada, dapat berefleksi atas keadaan yang dialami.
Belajar adalah proses menyeluruh dan proses adaptasi lingkungan. Belajar tidak hanya melibatkan fungsi kognisi, tetapi juga totalitas berpikir, beremosi, persepsi, dan berperilaku.
Belajar adalah transaksi sinergis antara individu dengan lingkungan. Belajar juga melibatkan proses asimilasi pembelajaran baru dengan pembelajaran sebelumnya.
Belajar merupakan kegiatan guru untuk mengarahkan sepenuhnya dalam proses pembelajaran agar tetap sesuai tujuan pembelajaran.
Dalam proses pembelajaran Pak Yono membuka dengan refleksi kepada peserta didik terkait penggunaan mesin bor tangan. Dia menanyakan apakah ada yang pernah melakukan pekerjaan mengebor, dan diketahui bahwa beberapa peserta didik pernah melakukan pekerjaan tersebut. Dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman, langkah manakah yang dilakukan oleh pak Yono?
Concrete experience.
Reflective observation.
Collaborative observation
Active experimentation
Abstract conceptualization.
Dalam proses pembelajaran, setelah pak Yono melakukan refleksi terkait penggunaan mesin bor tangan, beliau memberikan sebuah kasus perbedaan mata bor besi dan mata bor beton. Peserta didik melakukan eksplorasi untuk mencari teori-teori untuk menjawab kasus tersebut. Dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman, langkah manakah yang dilakukan oleh pak Yono?
Concrete experience.
Reflective observation
Collaborative observation
Active experimentation.
Abstract conceptualization.
Peserta didik menciptakan konsep – konsep mengintegrasikan hasil observasinya menjadi teori yang sehat. Dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman, langkah manakah yang dilakukan oleh peserta didik tersebut?
Concrete experience.
Reflective observation.
Collaborative observation
Active experimentation.
Abstract conceptualization.
Bronfenbrenner mengungkapkan bahwa perkembangan manusia dipengaruhi oleh konteks lingkungan. Hubungan timbal balik antara individu dengan lingkungan yang akan membentuk tingkah laku individu tersebut. Berikut ini yang merupakan contoh lingkungan pada lapisan mickrosistem menurut Bronfenbrenner yaitu ….
Hubungan dengan keluarga, guru, teman sebaya, dan suasana kelas di sekolah.
Hubungan dengan rumah/keluarga, sekolah, dan teman sebaya.
Hubungan dengan tempat kerja orang tua, kebijakan sekolah, media massa, dan dinas pendidikan.
Hubungan dengan budaya gotong royong, nilai pendidikan nasional, dan sistem pendidikan nasional.
Hubungan dengan Pandemi COVID-19, revolusi teknologi, perubahan kurikulum nasional.
Anda adalah guru kewirausahaan yang bermaksud meningkatkan ide-ide kreatif dan inovatif pada peserta didik di sekolah Anda. Ide kreatif dan inovasi ini akan membantu peserta didik menuangkan gagasan ke dalam proyeknya yang efektif dan efisien. Namun demikian, kemampuan membangun ide kreatif peserta didik di sekolah Anda sangat heterogen. Beberapa di antara mereka cukup cepat mencari ide, namun banyak juga yang mengalami kesulitan. Apa yang Anda lakukan jika berada pada situasi ini?
Mulai menugaskan proyek berdasarkan kemampuan masing-masing.
Menyadari adanya perbedaan kemampuan awal dalam pengembangan ide kreatif peserta didik
Tetap menggunakan metode pengajaran standar yang biasa dilakukan.
Meningkatkan kompleksitas aktivitas hanya untuk peserta didik yang sudah memiliki keterampilan berpikir kreatif.
Membuat panduan dan tugas yang berbeda sesuai dengan tingkat keterampilan berpikir kreatif peserta didik
Di awal semester, seorang guru produktif di SMK jurusan Teknik Mesin melakukan pemetaan kemampuan awal peserta didik kelas X. Ia menggunakan pre-test berbasis proyek sederhana, wawancara singkat, dan angket minat belajar. Dari hasil pemetaan, ditemukan bahwa sebagian besar siswa memiliki minat tinggi terhadap teknik mesin, tetapi hanya 30% siswa yang memiliki pengetahuan dasar tentang mesin. Selain itu, ada beberapa siswa yang mengalami hambatan dalam memahami istilah teknis karena latar belakang SMP mereka tidak mendukung pembelajaran berbasis praktik.
Berdasarkan kasus di atas, langkah paling tepat yang dapat diambil oleh guru untuk mengoptimalkan proses pembelajaran adalah...
Memberikan tugas proyek kompleks agar siswa belajar sambil bekerja dan mengejar ketertinggalan secara mandiri.
Menyesuaikan strategi pembelajaran dengan dominasi siswa berminat tinggi dan mengabaikan siswa yang belum memahami dasar mesin.
Mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuan dan memberikan pendekatan pembelajaran yang berbeda sesuai kebutuhan kelompok.
Melakukan pembelajaran berbasis ceramah untuk menyamakan pemahaman seluruh siswa sebelum praktik.
Mengulangi seluruh materi dasar mesin kendaraan secara menyeluruh tanpa mempertimbangkan hasil pemetaan.
Di awal tahun ajaran, guru mata pelajaran kewirausahaan di SMK melakukan wawancara dengan peserta didik untuk mengetahui latar belakang ekonomi keluarga, minat berwirausaha, dan pengalaman usaha. Ia menemukan bahwa sebagian siswa telah membantu orang tua berjualan, sementara lainnya belum pernah terlibat dalam kegiatan wirausaha. Langkah terbaik yang dapat diambil guru untuk mengakomodasi perbedaan karakteristik peserta didik tersebut adalah...
Memberi tugas yang sama kepada semua siswa untuk menciptakan rencana bisnis kompleks.
Membagi kelas menjadi dua: yang sudah berpengalaman dan yang belum, lalu memberikan materi berbeda.
Menyusun pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan semua siswa belajar dari pengalaman nyata.
Fokus pada siswa yang belum berpengalaman karena mereka membutuhkan lebih banyak bantuan.
Menjadikan siswa berpengalaman sebagai narasumber dan membiarkan mereka mengajar temannya tanpa pendampingan.
Guru mata pelajaran teknik pemesinan di SMK mengadakan survei dan praktik awal untuk memetakan kemampuan awal peserta didik. Dari hasil tersebut, diketahui bahwa banyak siswa belum terbiasa menggunakan alat ukur teknik secara akurat meskipun sudah mengenal jenis-jenis alat tersebut. Tindakan guru yang paling tepat untuk mengatasi temuan tersebut adalah...
Melanjutkan ke materi praktik lanjutan agar siswa belajar sambil praktik.
Memberikan video pembelajaran mandiri tentang penggunaan alat ukur.
Mengulang materi teori alat ukur secara rinci tanpa praktik.
Merancang kegiatan praktikum berulang dengan fokus pada ketepatan dan pengamatan.
Memberikan ujian langsung untuk mengetahui kesalahan penggunaan alat.
Seorang guru produktif di SMK jurusan Teknik mesin menerapkan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL). Dalam proyek pembuatan rangkaian sensor suhu otomatis, guru membagi siswa ke dalam kelompok dan memberikan instruksi umum serta tenggat waktu proyek. Namun, setelah dua minggu, hanya sebagian kelompok yang menunjukkan progres, sementara yang lain kebingungan dan hasil proyeknya tidak sesuai ekspektasi. Guru menyadari bahwa sebagian siswa tidak memahami langkah-langkah teknis, dan pembagian peran dalam kelompok tidak berjalan efektif. Berdasarkan studi kasus tersebut, langkah analitis paling tepat yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan model pembelajaran PjBL adalah...
Mengganti model pembelajaran menjadi ceramah agar semua siswa mendapat penjelasan yang sama secara langsung
Memberi penilaian individu saja agar siswa terdorong untuk bekerja sendiri dan tidak bergantung pada kelompok.
Mengulang proyek dengan kelompok yang sama dan memberi kebebasan penuh agar siswa belajar dari kesalahan.
Merefleksikan proses pembelajaran, memperjelas alur kerja proyek, dan membimbing pembagian peran secara lebih terstruktur.
Mengurangi jumlah kelompok dan menyederhanakan proyek agar dapat diselesaikan lebih cepat.
Guru SMK memilih untuk menggunakan model Problem-Based Learning (PBL) dalam pembelajaran desain produk. Ia memberikan masalah nyata yang berkaitan dengan desain kemasan ramah lingkungan. Setelah beberapa pertemuan, siswa tampak antusias namun hasil kerja mereka tidak mencerminkan pemahaman mendalam terhadap konsep desain dan solusi yang ditawarkan kurang inovatif. Apa langkah yang paling tepat dilakukan guru untuk mengelola pembelajaran PBL agar hasil yang diperoleh siswa lebih optimal?
Menggantikan pembelajaran dengan kuis dan tugas individu untuk mengukur pengetahuan desain.
Memberikan contoh desain jadi agar siswa bisa meniru dan tidak perlu mencari solusi sendiri.
Menambahkan sesi pembimbingan untuk mendalami analisis masalah dan memberikan scaffolding dalam proses desain.
Mengurangi kompleksitas masalah agar lebih mudah diselesaikan oleh siswa.
Mengganti model pembelajaran karena siswa belum siap dengan pendekatan PBL.
Sebuah SMK menerapkan model pembelajaran Teaching Factory dengan membuka layanan kontruksi berbasis pesanan masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya, siswa mengalami kesulitan karena belum terbiasa dengan alur kerja industri dan waktu penyelesaian yang ketat. Guru mencatat bahwa siswa lebih sering menunggu instruksi daripada bekerja mandiri, dan hasil produk tidak konsisten kualitasnya. Apa langkah yang paling tepat dilakukan guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Teaching Factory berdasarkan kasus tersebut?
Mengganti Teaching Factory dengan pembelajaran berbasis teori agar siswa lebih siap.
Memberi hukuman kepada siswa yang tidak mengikuti alur kerja industri.
Menyusun SOP kerja sederhana dan membimbing siswa dalam simulasi kerja berulang sebelum menerima pesanan nyata.
Mengurangi standar kualitas produk agar siswa tidak terbebani.
Menunda kerja sama dengan masyarakat sampai semua siswa mahir secara teknis.
Di SMK jurusan Teknik Pemesinan, guru menerapkan Teaching Factory dalam produksi komponen sederhana untuk industri lokal. Guru mengamati bahwa meskipun alat dan bahan tersedia, produktivitas siswa rendah karena kurangnya motivasi dan pemahaman tentang pentingnya kualitas produksi. Beberapa siswa merasa bahwa kegiatan tersebut hanya formalitas dan tidak memahami keterkaitannya dengan dunia kerja. Langkah strategis yang sebaiknya dilakukan guru untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap pembelajaran Teaching Factory adalah...
Menyediakan bonus nilai bagi siswa yang paling produktif tanpa memperhatikan kualitas.
Menyampaikan urgensi standar industri dan mengaitkan tugas dengan tantangan nyata di dunia kerja.
Memberikan seluruh kontrol produksi kepada siswa agar mereka merasa diberi kepercayaan penuh.
Menurunkan standar pekerjaan agar siswa merasa mampu menyelesaikannya.
Menghindari kritik terhadap hasil kerja siswa agar mereka tetap semangat
Seorang guru SMK jurusan Teknik Kendaraan Ringan menyusun perangkat asesmen berupa lembar observasi praktik tune-up mesin. Namun, setelah pelaksanaan asesmen, guru menyadari bahwa hasil penilaian tidak mencerminkan perbedaan kemampuan siswa secara akurat. Beberapa siswa yang memiliki hasil kerja berbeda mendapatkan skor yang hampir sama, dan siswa mengeluhkan bahwa kriteria penilaian tidak jelas. Langkah analitis yang paling tepat dilakukan guru untuk memperbaiki perangkat asesmen tersebut adalah...
Mengganti asesmen praktik menjadi tes tertulis agar lebih mudah diukur secara objektif
Menambahkan lebih banyak indikator penilaian agar lembar observasi terlihat lebih lengkap.
Membuat rubrik penilaian yang rinci dengan kriteria dan deskriptor yang membedakan tingkat pencapaian siswa.
Menyeragamkan nilai siswa agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
Mengurangi jumlah aspek penilaian agar asesmen lebih sederhana dan cepat dilakukan.
Guru SMK jurusan Teknik Pemesinan menyusun perangkat asesmen untuk mata pelajaran Praktik Bubut Dasar. Ia menggunakan lembar penilaian yang hanya mencantumkan nilai akhir dari produk yang dibuat siswa, tanpa penilaian terhadap proses pengerjaan seperti pemilihan alat, pengaturan parameter mesin, dan keselamatan kerja. Setelah asesmen, guru mendapati bahwa siswa yang melakukan kesalahan prosedur tetapi hasil akhirnya cukup baik tetap mendapat nilai tinggi, sedangkan siswa yang mengikuti prosedur namun hasil kurang presisi justru mendapat nilai rendah. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan dari siswa dan pertanyaan dari pihak industri yang menjadi mitra. Apa langkah analitis paling tepat yang dapat dilakukan guru untuk menyempurnakan perangkat asesmen praktik tersebut?
Menilai hanya pada hasil akhir karena itulah yang dinilai oleh dunia industri.
Menambahkan penilaian lisan kepada siswa untuk menjelaskan proses yang mereka lakukan.
Menyusun rubrik asesmen yang mencakup aspek proses kerja, keselamatan, dan hasil akhir secara proporsional.
Membiarkan penilaian seperti sekarang agar siswa lebih fokus pada kualitas produk jadi.
Menggunakan video rekaman praktik siswa untuk mengevaluasi ulang tanpa perlu mengubah perangkat asesmen.
Seorang guru SMK jurusan Teknik Mesin menyusun Rencana dan Modul Pembelajaran untuk mata pelajaran Pemrograman Mesin CNC. Dalam modul tersebut, guru hanya mencantumkan teori dasar tentang kode G dan M serta langkah pengoperasian mesin berdasarkan buku teks. Namun, saat pembelajaran berlangsung, siswa terlihat kesulitan memahami keterkaitan antara teori dan praktik, dan hasil latihan mereka menunjukkan banyak kesalahan pemrograman. Guru juga tidak menyertakan simulasi atau tugas proyek yang melatih siswa menyusun program CNC secara bertahap. Berdasarkan studi kasus tersebut, langkah analitis paling tepat yang harus dilakukan guru untuk menyempurnakan penyusunan rencana dan modul pembelajaran adalah...
Memberi lebih banyak soal latihan tertulis agar siswa memahami teori kode G dan M.
Menambahkan sesi presentasi dari siswa tentang pemrograman CNC yang mereka pelajari.
Menyusun modul berbasis proyek yang mencakup simulasi dan latihan bertahap sesuai alur pembelajaran.
Mengurangi teori dalam modul agar siswa lebih cepat masuk ke praktik mesin CNC.
Membagi modul menjadi dua bagian: teori dan praktik, dan memberikan keduanya secara terpisah.
Guru Gambar Teknik di SMK Teknik Mesin menyusun modul pembelajaran untuk topik membaca dan membuat gambar proyeksi ortogonal. Dalam modul tersebut, guru fokus menjelaskan teori dan aturan gambar teknik sesuai standar ISO. Namun, ia tidak menyertakan contoh-contoh gambar kerja nyata dari industri maupun latihan yang bertahap dari sederhana ke kompleks. Selama proses pembelajaran, banyak siswa kesulitan menerapkan teori ke gambar kerja, dan hanya menghafal konsep tanpa memahami aplikasinya. Apa langkah analitis yang paling tepat dapat dilakukan guru untuk memperbaiki rencana dan modul pembelajaran berdasarkan kasus di atas?
Mengganti isi modul dengan materi hafalan agar siswa lebih mudah memahami standar ISO.
Menambahkan contoh gambar teknik industri dan menyusun latihan bertahap yang mengarah ke pembuatan gambar kerja yang utuh.
Menyederhanakan materi standar ISO agar siswa tidak bingung dengan istilah teknis.
Meminta siswa mencari gambar dari internet sebagai bahan latihan secara mandiri.
Menambah waktu pembelajaran tanpa mengubah isi modul agar materi dapat diulang-ulang.
Seorang guru SMK Teknik Mesin sedang menyusun laporan hasil belajar peserta didik untuk semester genap. Ia menggunakan format penilaian yang hanya mencantumkan nilai angka akhir dari praktik bubut, tanpa disertai deskripsi kemampuan siswa. Setelah laporan dibagikan, beberapa orang tua dan siswa mempertanyakan maksud dari angka tersebut, terutama karena dua siswa dengan kemampuan kerja yang berbeda mendapat nilai yang sama. Pihak industri mitra juga kesulitan memahami kualitas lulusan karena laporan tidak mencerminkan kompetensi yang dimiliki secara jelas. Apa langkah analitis paling tepat yang seharusnya dilakukan guru dalam menyusun laporan hasil belajar peserta didik berdasarkan studi kasus tersebut?
Menambahkan catatan kehadiran dan sikap siswa untuk melengkapi laporan.
Membuat deskripsi naratif yang menggambarkan pencapaian kompetensi dan keterampilan siswa.
Mengonversi nilai angka menjadi nilai huruf agar lebih mudah dipahami.
Mengurangi detail laporan agar orang tua tidak bingung.
Menyeragamkan deskripsi agar semua siswa terlihat setara dalam laporan.
Guru Teknik Mesin di sebuah SMK sedang menyusun laporan hasil belajar untuk mata pelajaran Perakitan Komponen Mekanik. Ia menyadari bahwa beberapa siswa menunjukkan kemajuan signifikan dalam keterampilan kerja sama tim dan pemecahan masalah, meskipun nilai praktik mereka belum maksimal. Guru ingin laporan tersebut mencerminkan perkembangan kompetensi tersebut, tetapi masih menggunakan format lama yang hanya menampilkan nilai numerik dan tidak memuat informasi keterampilan non-teknis. Apa tindakan analitis yang paling tepat dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas laporan hasil belajar dalam konteks tersebut?
Menambahkan nilai tambahan untuk siswa yang aktif bekerja sama, meskipun tidak sesuai dengan rubrik.
Menggunakan portofolio dan catatan anekdot untuk menyusun deskripsi pencapaian kompetensi siswa secara holistik.
Fokus pada nilai praktik teknis saja karena keterampilan non-teknis tidak wajib dalam laporan.
Mengurangi beban praktik agar siswa bisa lebih fokus pada keterampilan sosial.
Mengalihkan penilaian non-teknis kepada guru BK agar tidak tumpang tindih
Seorang guru SMK Teknik Mesin mengajar topik Pengukuran Presisi Menggunakan Mikrometer. Setelah pembelajaran selesai, guru langsung menutup sesi tanpa mengajak siswa mengevaluasi proses atau kesulitan yang mereka alami. Beberapa hari kemudian, saat praktik, banyak siswa salah membaca skala mikrometer dan mengaku tidak paham cara penggunaannya, meskipun mereka sudah mengikuti sesi teori. Guru menyadari bahwa proses pembelajaran sebelumnya tidak memberikan ruang bagi siswa untuk mengungkapkan pemahaman atau kebingungannya. Langkah analitis yang paling tepat dilakukan guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui kegiatan refleksi adalah...
Menyediakan waktu bagi siswa untuk menuliskan kendala dan pemahamannya setelah pembelajaran, lalu membahasnya bersama pada pertemuan berikutnya.
Mengulang kembali materi teori mikrometer di pertemuan berikutnya secara lebih cepat.
Memberikan kuis tambahan setiap akhir pembelajaran agar siswa lebih fokus saat belajar.
Mengganti metode ceramah dengan video tutorial tanpa perubahan lainnya.
Membagikan jawaban soal latihan agar siswa bisa belajar mandiri di rumah.
Studi Kasus untuk Soal Nomor 1-3
Pak Danu, mahasiswa PPG Prajabatan yang sedang praktik di SMK Karya, melihat bahwa pembelajaran mata pelajaran produktif masih berjalan secara terpisah dan kurang terintegrasi. Padahal, siswa kerap kesulitan memahami keterkaitan antara mata pelajaran produktif seperti pengelasan, Teknik pengukuran, dan gambar Teknik dalam topik-topik kewirausahaan. Untuk mengatasi hal ini, Pak Danu mengajak beberapa guru untuk menyusun proyek tematik kolaboratif bertema “Inovasi Karya Siswa SMK”. Ia menawarkan pembagian peran: guru pengelasan membahas praktik pengelasan produk, guru Teknik pengukuran membahas Teknik penggunaan alat ukur, guru gambar Teknik memberikan gambar projek inivasi karya, dan guru kewirausahan mengajarkan cara menghitung biaya produksi dan harga jualnya. Pak Danu merancang penilaian berbasis proyek yang mencakup aspek dari ketiga mata pelajaran. Beberapa guru awalnya ragu karena belum terbiasa dengan pendekatan lintas disiplin, namun Pak Danu memfasilitasi diskusi dan pembagian tugas secara sistematis agar proyek berjalan lancar.
Tindakan Pak Danu mengidentifikasi potensi integrasi materi dari berbagai mata pelajaran menunjukkan kemampuan kepemimpinan dalam hal:
Evaluasi pembelajaran individu
Keteladanan dan integritas
Supervisi pengajaran rekan guru
Penjadwalan jam pelajaran secara mandiri
Pemecahan masalah berbasis kolaborasi
Studi Kasus untuk Soal Nomor 1-3
Pak Danu, mahasiswa PPG Prajabatan yang sedang praktik di SMK Karya, melihat bahwa pembelajaran mata pelajaran produktif masih berjalan secara terpisah dan kurang terintegrasi. Padahal, siswa kerap kesulitan memahami keterkaitan antara mata pelajaran produktif seperti pengelasan, Teknik pengukuran, dan gambar Teknik dalam topik-topik kewirausahaan. Untuk mengatasi hal ini, Pak Danu mengajak beberapa guru untuk menyusun proyek tematik kolaboratif bertema “Inovasi Karya Siswa SMK”. Ia menawarkan pembagian peran: guru pengelasan membahas praktik pengelasan produk, guru Teknik pengukuran membahas Teknik penggunaan alat ukur, guru gambar Teknik memberikan gambar projek inivasi karya, dan guru kewirausahan mengajarkan cara menghitung biaya produksi dan harga jualnya. Pak Danu merancang penilaian berbasis proyek yang mencakup aspek dari ketiga mata pelajaran. Beberapa guru awalnya ragu karena belum terbiasa dengan pendekatan lintas disiplin, namun Pak Danu memfasilitasi diskusi dan pembagian tugas secara sistematis agar proyek berjalan lancar.
Apa kelebihan dari strategi Pak Danu membagi tugas secara tematik dalam proyek bersama rekan sejawat?
Mempermudah guru menghindari tanggung jawab yang kompleks
Mengurangi jam pelajaran yang harus direncanakan
Meningkatkan keterpaduan materi dan memperkuat makna pembelajaran bagi siswa
Meningkatkan sumber daya antar guru dalam satu sekolah
Mempermudah dalam membagi materi pembelajaran
Studi Kasus untuk Soal Nomor 1-3
Pak Danu, mahasiswa PPG Prajabatan yang sedang praktik di SMK Karya, melihat bahwa pembelajaran mata pelajaran produktif masih berjalan secara terpisah dan kurang terintegrasi. Padahal, siswa kerap kesulitan memahami keterkaitan antara mata pelajaran produktif seperti pengelasan, Teknik pengukuran, dan gambar Teknik dalam topik-topik kewirausahaan. Untuk mengatasi hal ini, Pak Danu mengajak beberapa guru untuk menyusun proyek tematik kolaboratif bertema “Inovasi Karya Siswa SMK”. Ia menawarkan pembagian peran: guru pengelasan membahas praktik pengelasan produk, guru Teknik pengukuran membahas Teknik penggunaan alat ukur, guru gambar Teknik memberikan gambar projek inivasi karya, dan guru kewirausahan mengajarkan cara menghitung biaya produksi dan harga jualnya. Pak Danu merancang penilaian berbasis proyek yang mencakup aspek dari ketiga mata pelajaran. Beberapa guru awalnya ragu karena belum terbiasa dengan pendekatan lintas disiplin, namun Pak Danu memfasilitasi diskusi dan pembagian tugas secara sistematis agar proyek berjalan lancar.
Jika beberapa guru menunjukkan keraguan terhadap pendekatan kolaboratif ini, tindakan kepemimpinan yang paling tepat dilakukan oleh Pak Danu adalah:
Menugaskan guru-guru tersebut secara langsung untuk mengikuti skema proyek
Memberikan sanksi kepada guru yang tidak mau terlibat
Menyediakan forum diskusi terbuka dan contoh praktik baik dari sekolah lain
Meminta kepala sekolah untuk mengkoordinasikan idenya kepada semua guru
Memfasilitasi peran antar guru yang jelas dalam kolaborasi
Sebagai seorang calon guru profesional perlu mengetahui tantangan pendidikan di masa depan. Tantangan-tantangan pendidikan di masa depan diantaranya adalah:
Gaya belajar peserta didik yang berbeda-beda, kurikulum yang berubah-rubah, kualitas guru dll
Ketimpangan akses pendidikan, Gaya belajar peserta didik yang berbeda, pengetahuan yang mudah didapatkan, dll
Kurikulum yang berubah-rubah, kompetensi pedagogik, kualitas guru, dll
Pengetahuan yang mudah didapatkan, Ketimpangan akses Pendidikan, kurikulum yang berubah-rubah, dll
Kualitas guru, Ketimpangan akses, pengetahuan yang mudah didapatkan, dan Kurikulum yang berubah-rubah
Kepemimpinan guru professional yang memiliki karakter unggul yang mampu menumbuhkan karakter baik pada peserta didik dapat dilakukan dengan cara:
Memberikan keteladanan, membuat aturan yang konsisten, memberikan tugas yang banyak kepada peserta didik dll
Membuat aturan yang konsisten, menyediakan banyak kesempatan kepada peserta didik, memberikan tugas yang banyak kepada peserta didik dll
Memberikan keteladanan, menyediakan banyak kesempatan kepada peserta didik, membuat aturan yang konsisten dll
Membuat aturan yang konsisten, Memberikan keteladanan, memberikan tugas yang banyak kepada peserta didik dll
Dalam melaksanakan observasi lingkungan dapat menggunakan metode dengan 5 D (Define, Discover, Dream, Design, Deliver). Implementasi metode 5 D adalah sebagai berikut:
Merumuskan pertanyaan, mengambil hal-hal positif dari apa yang sudah terjadi, menyusun narasi gambaran kondisi ideal, mendaftar semua rencana tindakan-tindakan konkret, dan memutuskan serta menjalankan langkah-langkah eksekusi.
Merumuskan pertanyaan, menyusun strategi, menyusun narasi gambaran kondisi ideal, mendaftar semua rencana tindakan-tindakan konkret, dan memutuskan serta menjalankan langkah-langkah eksekusi.
Merumuskan pertanyaan, mengambil hal-hal positif dari apa yang sudah terjadi, menjalankan strategi, mendaftar semua rencana tindakan-tindakan konkret, dan memutuskan serta menjalankan langkah-langkah eksekusi.
Merumuskan pertanyaan, mengambil hal-hal positif dari apa yang sudah terjadi, menyusun narasi gambaran kondisi ideal, mendaftar semua rencana tindakan-tindakan konkret, dan memutuskan langkah-langkah eksekusi.
Merumuskan pertanyaan, mengambil hal-hal positif dari apa yang sudah terjadi, menyusun narasi gambaran kondisi ideal, mendaftar semua rencana tindakan-tindakan konkret, dan menyusun kesimpulan.
Membuat rencana Projek kepemimpinan dengan 4 tahapan proses inquiry phase/ fase inkuiri dilakukan dengan: tuning in (menyetel), finding out (mencari tahu), sorting out (memilah), dan going further (melangkah lebih jauh). Urutan 4 langkah proses inquiry phase/ fase inkuiri sebagai berikut:
Melakukan pencarian awal untuk mendapatkan informasi dasar tentang topik projek yang akan dilakukan; Lakukan wawancara dengan masyarakat sekitar atau mengundang narasumber yang sudah direncanakan sebelumnya; Pilah data dan informasi yang sudah dilakukan; Memformulasikan tujuan Projek Kepemimpinan
Melakukan pencarian awal untuk mendapatkan informasi dasar tentang topik projek yang akan dilakukan; Pilah data dan informasi yang sudah dilakukan; Lakukan wawancara dengan masyarakat sekitar atau mengundang narasumber yang sudah direncanakan sebelumnya; Memformulasikan tujuan Projek Kepemimpinan
Melakukan pencarian awal untuk mendapatkan informasi dasar tentang topik projek yang akan dilakukan; Memformulasikan tujuan Projek Kepemimpinan; Lakukan wawancara dengan masyarakat sekitar atau mengundang narasumber yang sudah direncanakan sebelumnya; Pilah data dan informasi yang sudah dilakukan
Memformulasikan tujuan Projek Kepemimpinan; Melakukan pencarian awal untuk mendapatkan informasi dasar tentang topik projek yang akan dilakukan; Lakukan wawancara dengan masyarakat sekitar atau mengundang narasumber yang sudah direncanakan sebelumnya; Pilah data dan informasi yang sudah dilakukan;
Melakukan pencarian awal untuk mendapatkan informasi dasar tentang topik projek yang akan dilakukan; Lakukan wawancara dengan masyarakat sekitar atau mengundang narasumber yang sudah direncanakan sebelumnya; Memformulasikan tujuan Projek Kepemimpinan; Pilah data dan informasi yang sudah dilakukan;
Selama praktik di SMK Karya, Pak Danu, mahasiswa PPG Prajabatan program studi Teknik Mesin, memperhatikan bahwa siswa kelas X terlihat pasif dalam kegiatan diskusi kelompok. Ia mengamati bahwa metode pembelajaran yang digunakan terlalu satu arah dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Berangkat dari kondisi tersebut, Pak Danu mengusulkan kepada wali kelas dan guru-guru sejawat untuk mengadakan program mingguan bertajuk “Gerakan Kelas Inspiratif dan Inovatif”, di mana setiap minggu satu kelas membuat sudut belajar tematik hasil kreasi siswa (misalnya, sudut karya inovasi, profil orang sukse, dll.). Ia menyusun panduan sederhana, melibatkan siswa dalam perencanaan, serta mengajak guru lain untuk memberi umpan balik antar kelas. Sebulan setelah program dijalankan, guru mulai melaporkan peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran, dan siswa menjadi lebih berani bertanya serta menyampaikan ide.
Dalam konteks kepemimpinan pembelajaran di SD, pelibatan guru dan siswa oleh Ibu Rintan dalam program tersebut merupakan bentuk:
Pengambilan alih peran guru utama
Tindakan individual tanpa dukungan sekolah
Kepemimpinan partisipatif berbasis visi Bersama
Kepemimpinan administratif berdasarkan struktur formal
Kepemimpinan yang memfasilitasi pengembangan guru dan kebutuhan siswa
Pak Andi diminta memimpin kegiatan “Sekolah Berbudaya Kerja”. Ia membentuk panitia dengan berbagai divisi seperti dokumentasi, konsumsi, dan keamanan. Langkah Pak Andi mencerminkan prinsip?
Demokrasi dalam pendidikan
Delegasi tugas dalam kepemimpinan
Evaluasi dalam manajemen
Supervisi kolaboratif
Observasi formatif
Pak Budi menginisiasi program peer teaching antar guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Beberapa guru pada awalnya menolak, tapi Ia konsisten menjelaskan manfaat dan memberi contoh serta memotivasi. Pak Budi menerapkan gaya kepemimpinan?
Laissez-faire
Autokratis
Transaksional
transformasional
Birokratik
Laissez-faire
Jika Anda menjadi koordinator kegiatan ujian sekolah, bagaimana cara paling efektif untuk mengorganisir kerja tim?
Menyusun jadwal dan tugas masing-masing dengan jelas
Menyerahkan semua pekerjaan ke panitia inti
Membiarkan semua anggota memilih tugas sendiri
Menghindari pembagian kerja
Menyusun tugas setelah kegiatan dimulai
Setelah melaksanakan kegiatan peningkatan literasi, tim guru melakukan evaluasi dan refleksi. Hasilnya digunakan untuk?
Dokumentasi semata
Laporan ke dinas pendidikan
Perbaikan kegiatan selanjutnya
Kepentingan kenaikan pangkat
Penambahan beban kerja
Soal Untuk Nomor 73-75
Ibu Rini adalah mahasiswa PPG Prajabatan yang sedang praktik mengajar di SMK Karya. Ia mengamati bahwa sebagian siswa sering terlambat mengumpulkan tugas dan tidak aktif dalam diskusi kelas. Setelah berdialog dengan wali kelas dan guru mata pelajaran lain, Ibu Rini mengetahui bahwa banyak siswa merasa materi terlalu sulit dan tidak memahami tujuan pembelajaran. Melihat hal ini, Ibu Rini berinisiatif membuat papan informasi kelas yang menampilkan tujuan pembelajaran, jadwal tugas, dan ruang diskusi melalui grup WhatsApp kelas yang juga diakses oleh orang tua dan guru. Ia juga mengajak guru lain untuk berbagi praktik baik dalam rapat guru mingguan. Dalam waktu sebulan, keterlibatan siswa dan ketepatan waktu pengumpulan tugas meningkat.
13. Berdasarkan kasus di atas, bentuk komunikasi efektif yang dilakukan Ibu Rini adalah:
Memberikan informasi hanya kepada siswa yang bermasalah
Menyampaikan keluhan kepada kepala sekolah secara pribadi
Membuka poling kepada semua guru dan orang tua untuk berpartisipasi
Menyampaikan semua materi melalui papan tulis di kelas
Membuka saluran komunikasi dua arah dengan siswa, guru, dan orang tua
Soal Untuk Nomor 73-75
Ibu Rini adalah mahasiswa PPG Prajabatan yang sedang praktik mengajar di SMK Karya. Ia mengamati bahwa sebagian siswa sering terlambat mengumpulkan tugas dan tidak aktif dalam diskusi kelas. Setelah berdialog dengan wali kelas dan guru mata pelajaran lain, Ibu Rini mengetahui bahwa banyak siswa merasa materi terlalu sulit dan tidak memahami tujuan pembelajaran. Melihat hal ini, Ibu Rini berinisiatif membuat papan informasi kelas yang menampilkan tujuan pembelajaran, jadwal tugas, dan ruang diskusi melalui grup WhatsApp kelas yang juga diakses oleh orang tua dan guru. Ia juga mengajak guru lain untuk berbagi praktik baik dalam rapat guru mingguan. Dalam waktu sebulan, keterlibatan siswa dan ketepatan waktu pengumpulan tugas meningkat.
Inisiatif membuat papan informasi dan grup WhatsApp menunjukkan bahwa Ibu Rini memahami pentingnya komunikasi dalam hal:
Menjaga ketertiban sekolah
Meningkatkan kedisiplinan guru
Mendukung transparansi dan keterlibatan dalam pembelajaran
Menghindari konflik dengan wali murid
Membuka ruang diskusi seluasnya dengan berbagai pihak
Ketika Ibu Rini mengajak guru lain berbagi praktik baik, ia menunjukkan sikap kepemimpinan dalam hal:
Dominasi terhadap rekan sejawat
Kolaborasi dan pembelajaran profesional
Pelaporan terhadap kinerja guru
Supervisi akademik secara formal
Kepemimpinan pelayanan
Menjadi seorang guru tidak hanya sekedar mempersiapkan suasa kelas dan kegiatan belajar di kelas, melainkan juga perlu untuk mengenal para perserta didik terlebih dahulu agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan harapan. Dari pernyataan ini manakah yang paling tepat dengan cerminan seorang guru?
Guru bertanggung jawab memastikan kebutuhan, kesesuaian, dan kesiapan peserta didik dalam pembelajaran di kelas.
Guru bertanggung jawab dalam pendekatan personal dan pemahaman karakteristik peserta didik sebagai bagian dari proses pembelajaran di kelas.
Guru bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk mendukung pembelajaran efektif di kelas.
Guru bertanggung jawab menyelenggarakan pembelajaran tanpa perlu mengenal karakteristik peserta didik di kelas.
Guru bertanggung jawab terhadap interaksi dengan peserta didik dalam keberhasilan proses pembelajaran di kelas.
Pak Arifin adalah seorang guru produktif di SMK jurusan Teknik Pemesinan. Dalam mengajar materi tentang prosedur perawatan mesin, Pak Arifin menggunakan pendekatan drill (latihan berulang) dan memberikan reward setiap kali peserta didik berhasil mengikuti prosedur dengan benar. Sebaliknya, jika peserta didik melakukan kesalahan, Pak Arifin memberikan teguran ringan dan meminta peserta didik tersebut mengulang kembali langkah yang salah hingga benar. Setelah beberapa pertemuan, sebagian besar peserta didik menjadi terbiasa dan semakin cepat dalam menyelesaikan prosedur tanpa banyak arahan. Berdasarkan studi kasus tersebut, teori belajar manakah yang digunakan oleh Pak Arifin?
Behavioristik.
Sosial – Kognitif.
Konstruktivisme.
Humanistik.
Sosial – Emosional.
Pak Arifin adalah seorang guru produktif di SMK jurusan Teknik Pemesinan. Dalam mengajar materi tentang prosedur perawatan mesin, Pak Arifin menggunakan pendekatan drill (latihan berulang) dan memberikan reward setiap kali peserta didik berhasil mengikuti prosedur dengan benar. Sebaliknya, jika peserta didik melakukan kesalahan, Pak Arifin memberikan teguran ringan dan meminta peserta didik tersebut mengulang kembali langkah yang salah hingga benar. Setelah beberapa pertemuan, sebagian besar peserta didik menjadi terbiasa dan semakin cepat dalam menyelesaikan prosedur tanpa banyak arahan. Berdasarkan studi ini, manakah analisis yang paling tepat terhadap strategi pembelajaran yang dilakukan oleh Pak Arifin?
Pak Arifin mendorong peserta didik untuk memahami konsep perawatan mesin secara mandiri melalui pengalaman pribadi dan refleksi pribadi.
Strategi yang digunakan Pak Arifin bertujuan membentuk perilaku otomatis peserta didik melalui latihan dan penguatan berulang.
Pembelajaran yang diterapkan Pak Arifin menekankan pada diskusi kelompok dan penemuan konsep bersama.
Strategi Pak Arifin menekankan pada orientasi pemahaman teoritis.
Pak Arifin melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui pemberian studi kasus dan pemecahan masalah terbuka.
Di kelas SMK Teknik Pemesinan, guru memberikan tugas proyek pembuatan komponen mesin secara berkelompok. Beberapa peserta didik mengalami kesulitan untuk memahami fungsi alat mesin dan mengaplikasikan teori ke praktik. Guru mengajak peserta didik berdiskusi, saling bertukar pengalaman, dan merefleksikan proses pembelajaran. Berdasarkan studi kasus tersebut, teori belajar manakah yang digunakan oleh guru tersebut?
Behavioristik.
Sosial – Kognitif.
Konstruktivisme.
Humanistik.
Sosial – Emosional.
Di kelas SMK Teknik Pemesinan, guru memberikan tugas proyek pembuatan komponen mesin secara berkelompok. Beberapa peserta didik mengalami kesulitan untuk memahami fungsi alat mesin dan mengaplikasikan teori ke praktik. Guru mengajak peserta didik berdiskusi, saling bertukar pengalaman, dan merefleksikan proses pembelajaran. Berdasarkan studi kasus ni, yang menjadi tantangan utama dalam penerapan teori belajar tersebut yaitu ….
Guru tidak menyediakan materi teori
Peserta didik terlalu banyak kepada guru
Semua peserta didik sudah sangat paham teori tanpa praktik
Tidak ada proyek atau tugas yang diberikan
Peserta didik kurang aktif dalam diskusi dan kolaborasi
Sesuai Ajaran Ki Hadjar Dewantara, seorang guru harus dapat memberikan kemerdekaan pada setiap peserta didik untuk memilih dan mengenali potensi pada dirinya sendiri. Hal ini sejalan dengan teori belajar ….
Behavioristik.
Sosial – Kognitif.
Konstruktivisme.
Humanistik.
Sosial – Emosional.
Manakah dari pernyataan di bawah ini yang kurang tepat?
Suatu proses pembelajaran akan dapat berlangsung secara efektif atau tidak, sangat ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat pemahaman guru tentang karakteristik peserta didiknya.
Pemahaman karakteristik peserta didik sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai, aktivitas yang perlu dilakukan.
Penciptaan suasana kelas yang kondusif menjadi perhatian bagi setiap guru dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.
Karakteristik peserta didik harus menjadi perhatian dan pijakan guru dalam melakukan seluruh proses pembelajaran.
Agar pembelajaran menjadi efektif, maka penting bagi guru untuk mengetahui dengan jelas bagaimana gambaran peserta didik yang ada di dalam kelas.
Ketika anda mengajar di kelas yang heterogen, termasuk beberapa peserta didik yang bahasa ibunya bukan merupakan Bahasa Indonesia. Salah satu peserta didik yang berbahasa ibu lain, tampak kesulitan memahami instruksi dan materi pelajaran yang telah disampaikan dalam Bahasa Indonesia. Langkah yang tepat untuk mengatasi situasi ini untuk memastikan bahwa peserta didik tersebut bisa mengikuti pelajaran dengan baik yaitu ….
Anda terus mengajar seperti biasa, berharap peserta tersebut akan menyesuaikan diri seiring dengan waktu.
Anda menggunakan alat bantuan visual yang lebih banyak dan beragam, serta menggabungkan beberapa instruksi dalam bahasa ibu peserta didik tersebut.
Anda meminta peserta didik lain yang fasih dalam kedua bahasa untuk membantu menerjemahkan instruksi dan materi pelajaran untuk peserta didik tersebut.
Anda mengadakan sesi tambahan khusus untuk peserta didik tersebut untuk membantu memahami materi dalam Bahasa Indonesia.
Anda menurunkan tingkat kesulitan materi pelajaran untuk peserta didik tersebut agar lebih mudah dipahami.
Pak Kholis merupakan seorang guru di satu kelas SMK dengan kemampuan peserta didik membaca gambar teknik dan mengoperasikan mesin CNC sangat bervariasi. Ada peserta didik masih bingung membaca gambar 2D, sementara yang lain sudah mampu membuat simulasi pemograman dasar CNC. Untuk mengatasi hal tersebut, Pak Kholis penerapkan pembelajaran yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok pertama bagi peserta didik yang masih kesulitan membaca gambar teknik dasar diberi modul visualisasi sederhana, kelompok kedua bagi peserta didik yang sudah bisa membaca gambar tetapi belu bisa pemrograman CNC diberi latihan menerjemahkan gambar ke kode G-code sederhadan, dan kelompok ketiga bagi peserta didik yang sudah mampu membuat program CNC secara mandiri diberi proyek nyata. Strategi pembelajaran yang dilakukan oleh Pak Kholis yaitu ….
Developmentally Appropriate Practice
Culturally Responsice Teaching
Normal Standard Learning
Teaching at The Right Level
Portfolio Assessment Learning
Pak Kholis merupakan seorang guru di satu kelas SMK dengan kemampuan peserta didik membaca gambar teknik dan mengoperasikan mesin CNC sangat bervariasi. Ada peserta didik masih bingung membaca gambar 2D, sementara yang lain sudah mampu membuat simulasi pemograman dasar CNC. Untuk mengatasi hal tersebut, Pak Kholis penerapkan pembelajaran yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok pertama bagi peserta didik yang masih kesulitan membaca gambar teknik dasar diberi modul visualisasi sederhana, kelompok kedua bagi peserta didik yang sudah bisa membaca gambar tetapi belu bisa pemrograman CNC diberi latihan menerjemahkan gambar ke kode G-code sederhadan, dan kelompok ketiga bagi peserta didik yang sudah mampu membuat program CNC secara mandiri diberi proyek nyata. Berikut ini manakah yang bukan kelemahan dari penerapan strategi tersebut?
Guru harus melakukan asesmen awal, menyusun modul berbeda berdasarkan kelompok peserta didik, dan memantau kemajuan tiap kelompok secara intensif.
Tidak semua SMK memiliki alat praktik, software, atau ruang belajar yang cukup untuk mendukung diferensiasi level.
Mengelola kelas dengan berbagai kelompok dan aktivitas berbeda secara bersamaan menuntut keterampilan manajemen kelas yang tinggi.
Penilaian harus menyesuaikan setiap kelompok, tidak bisa disamaratakan.
Guru menjadi fasilitator yang mendampingi perkembangan peserta didik secara personal.
Seorang guru di SMK meminta seluruh peserta didik membuat laporan teknis tentang alat tradisional dari budaya Jawa, tanpa mempertimbangkan keberagaman budaya yang ada di kelas. Secara prinsip, kegiatan ini mengkaitkan budaya lokal dalam proses pembelajaran. Analisislah pernyataan berikut yang kurang tepat dengan penerapan pembelajaran pendekatan Culturally Responsice Teaching ….
Aktivitas tersebut sudah mengaitkan antara konten teknik dan budaya lokal, sehingga sepenuhnya sesuai prinsip pembelajaran tanggap budaya.
Kegiatan tersebut membantu peserta didik mengenali budaya Jawa dan itu sudah cukup mewakili prinsip CRT secara umum.
Meskipun guru mengaitkan budaya dengan materi, namun tidak melibatkan keberagaman budaya peserta didik secara adil.
Semua peserta didik harus mengenal budaya dominan di wilayah sekolah, agar pembelajaran teknik bisa kontekstual.
Aktivitas tersebut menjadi pembelajaran kontekstual dan sangat tepat karena budaya Jawa adalah warisan nasional.
Dalam rangka menyelenggarakan Penilaian Tengah Semester (PTS), Pak Yono melakukan langkah sebagai berikut:
Menyusun soal PTS untuk peserta didik.
Peserta didik mengerjakan soal PTS.
Memperoleh informasi dari jawaban peserta didik.
Memberikan nilai dalam bentuk angka terhadap jawaban peserta didik.
Menilai keberhasilan dari seorang individu peserta didik
Menilai efektivitas dari proses pembelajaran yang telah dilakukan.
Istilah – istilah yang digunakan dalam langkah Pak Yono tersebut yaitu ….
Tes – Asesmen – Pengukuran – Penilaian – Evaluasi
Tes – Asesmen – Pengukuran – Evaluasi – Penilaian
Tes – Asesmen – Penilaian – Pengukuran – Evaluasi
Tes – Pengukuran – Asesmen – Penilaian – Evaluasi
Tes – Pengukuran – Asesmen – Evaluasi – Penilaian
Bentuk penilaian yang menghendaki peserta didik menampilkan sikap menggunakan pengetahuan yang diperoleh dalam pembelajaran dan melaksanakan tugas disebut penilaian ….
Pre Test
Post Test
Autentik
Non Autentik
Formatif
Penilaian yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya terdapat lebih dari satu pokok bahasan, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah dapat berpindah dari satu unit ke unit berikutnya disebut dengan penilaian….
Formatif
Sumatif
Diagnostic
Autentik
Kognitif
Model pembelajaran yang memiliki keunggulan antara lain berpikir dan bertindak kreatif, memecahkan masalah yang dihadapi secara realitis, merangsang perkembangan kemajuan berpikir peserta didik untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat yaitu ….
Role Playing
Inquiry
Problem Solving
Cooperative Learning
Flipped Learning
Dalam penyusunan kegiatan pembelajaran di dalam Modul Ajar, Pak Nur ingin menerapkan Project-Based Learning (PjBL) yang terdiri dari kegiatan sebagai berikut.
Guru menyampaikan masalah riil yang menantang dan relevan dengan dunia kerja.
Menentukan waktu pelaksanaan dan target tiap fase.
Guru membimbing, mengecek perkembangan, memberi umpan balik.
Peserta didik dan guru merancang langkah kerja, pembagian tugas, alat, dan bahan.
Peserta didik merefleksi pengalaman belajar, kesulitan, dan pembelajaran yang diperoleh.
Peserta didik mempresentasikan dan menguji hasil produk.
Berdasarkan kegiatan tersebut, urutkanlah sintak pembelajaran yang harus dilalui oleh Pak Nur di dalam kegiatan pembelajaran PjBL
1 – 4 – 3 – 2 – 6 – 5
1 – 4 – 2 – 3 – 6 – 5
1 – 4 – 2 – 3 – 5 – 6
1 – 2 – 3 – 6 – 5 – 4
1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 4
Peserta didik langsung mengoperasikan mesin bubut untuk memotong benda kerja yang disertai guru memberikan instruksi teknis. Dalam strategi pembelajaran ini guru tersebut menerapkan gaya belajar ….
Visual
Auditif
Kinestetik
Reading
Writing
Diketahui dalam pembelajaran terjadi kegiatan sebagai berikut.
Guru mendemonstrasikan cara setting dan pengoperasian mesin frais.
Peserta didik meniru langkah yang didemonstrasikan guru, lalu mencoba praktik sendiri.
Guru memberikan pujian, koreksi langsung, dan masukan terhadap proses kerja peserta didik.
Peserta didik melalukan refleksi apa yang sudah dapat dilakukan sendiri dan mana yang belum.
Peserta didik mencontoh temannya yang dianggap paling terampil.
Teori yang menjadi landasan dari kegiatan tersebut adalah ….
Teori sosiologi dari Auguste Comte
Teori konstruktivisme dari Jean Piaget
Teori behavioristik dari Ivan Pavlov
Teori sosial kognitif dari Akbert Bandura
Teori humanistik dari Abrahan Maslow
Bronfenbrenner mengungkapkan bahwa perkembangan manusia dipengaruhi oleh konteks lingkungan. Hubungan timbal balik antara individu dengan lingkungan yang akan membentuk tingkah laku individu tersebut. Berikut ini yang merupakan contoh lingkungan pada lapisan mesosistem menurut Bronfenbrenner yaitu ….
Hubungan dengan Keluarga, guru, teman sebaya, dan suasana kelas di sekolah.
Hubungan dengan antara rumah/keluarga, sekolah, dan teman sebaya.
Hubungan dengan tempat kerja orang tua, kebijakan sekolah, media massa, dan dinas pendidikan.
Hubungan dengan budaya gotong royong, nilai pendidikan nasional, dan sistem pendidikan nasional.
Hubungan dengan Pandemi COVID-19, revolusi teknologi, perubahan kurikulum nasional.
Pada saat pandemi Covid-19, anak mengalami transisi yang tidak terduga. Pada tahap perkembangan mereka yang seharusnya aktif secara fisik, mereka harus melakukan aktivitas di rumah, termasuk berinteraksi secara daring. Peristiwa pandemi ini membuat anak mengalami banyak hal, kebosanan, stres, konflik dengan orang tua dan kesulitan belajar. Di satu sisi, bisa saja mereka belajar beradaptasi, menjadi lebih memiliki pengetahuan mengenai penggunaan teknologi, bahkan bisa menimbulkan strategi belajar baru. Dalam kasus ini menurut Bronfenbrenner merupakan hubungan timbal balik individu dengan lingkungan pada lapisan ….
Mikrosistem
Mesosistem
Eksosistem
Makrosistem
Chronosistem
