WorksheetsSoal Vignette Metodologi Keperawatan
Total questions: 80
Worksheet time: 40mins
Seorang perawat di ruang IGD melihat pasien lansia dengan luka terbuka dan mengeluh nyeri hebat. Perawat segera mengingat prosedur pertolongan pertama dari pelatihan yang pernah ia ikuti dan langsung melaksanakan tindakan sesuai SOP. Tindakan ini menunjukkan penerapan berpikir kritis pada aspek...
Inquiry
Total Recall
Knowing how you think
Fair thinking
Reflective thinking
Perawat Andi menghadapi pasien dengan gangguan psikis yang menolak makan. Ia tidak langsung memaksa pasien, tetapi mengamati pola perilaku pasien, mengevaluasi informasi, dan menyusun pendekatan yang sesuai. Ini menunjukkan karakter berpikir kritis...
Reasonable and rational
Reflective
Autonomous thinking
Creative thinking
Fair thinking
Dalam menyusun asuhan keperawatan, perawat Lina membandingkan informasi baru dengan data lama dan memvalidasi temuan dengan koleganya. Aktivitas ini termasuk tahap THINK...
Total Recall
Habits
Inquiry
New ideas
Knowing how you think
Perawat Arif terbiasa memberikan injeksi dengan prosedur yang sama setiap hari. Saat ada perubahan kondisi pasien, ia tetap melakukannya tanpa penyesuaian. Hal ini menggambarkan...
Berpikir reflektif
Total recall
Habit
Inquiry
Thinking creatively
Siti adalah perawat baru yang dihadapkan dengan pasien tidak sadar diri. Ia mulai mengevaluasi kemungkinan penyebab berdasarkan pengalamannya, teori yang dipelajari, dan memilih tindakan sesuai kondisi. Ini menggambarkan...
Creative thinking
Knowing how you think
Reasonable and rational
Reflective thinking
Inquiry
Dalam suatu kasus, perawat tidak langsung percaya pada informasi dari keluarga pasien, tetapi mencari data objektif, membandingkan hasil, dan menarik kesimpulan logis. Ini menunjukkan karakteristik...
Autonomous thinking
Reflective
Fair thinking
Creative thinking
Habits
Saat menemukan pasien demensia yang terus menyanyi tanpa berhenti, perawat tidak hanya mengandalkan komunikasi verbal, melainkan mencoba teknik baru dengan mengajak bernyanyi bersama. Hal ini merupakan penerapan model...
Habits
New ideas and creativity
Inquiry
Knowing how you think
Total Recall
Dalam merawat pasien dengan luka infeksi, perawat mempertimbangkan keakuratan data, pengalaman sebelumnya, dan prinsip ilmiah untuk memutuskan apakah perlu segera melapor ke dokter. Tindakan ini sesuai dengan fungsi berpikir kritis...
Mengelola informasi pasien
Membuat hipotesis klinis
Menguji asumsi
Melaporkan data yang akurat
Menilai keputusan dokter
Perawat dalam praktiknya selalu mempertanyakan apakah ia berpikir secara objektif dan adil terhadap semua pasien, tanpa memihak pada kelompok tertentu. Ini menunjukkan penerapan...
Thinking is creative
Thinking is fair
Autonomous thinking
Total recall
Reflective thinking
Seorang mahasiswa keperawatan diminta merawat klien dengan masalah tidur. Ia mulai dengan mendefinisikan masalah, mengumpulkan data, dan menyusun alternatif solusi. Ini merupakan penerapan langkah berpikir kritis berupa...
Evaluasi
Penilaian kinerja
Pemecahan masalah
Identifikasi kebutuhan
Penalaran logis
Perawat Dira menangani pasien post-operasi yang mengeluh nyeri dan tampak gelisah. Ia mengumpulkan data subjektif dan objektif, mempertimbangkan tindakan intervensi yang mungkin dilakukan, serta memutuskan untuk melaporkan temuan ke dokter setelah membandingkan hasil observasi dengan target yang ditetapkan. Langkah ini mencerminkan penerapan...
Metode ilmiah dalam keperawatan
Proses keperawatan tahap evaluasi
Clinical judgment
Critical incident technique
Evidence-based nursing
Perawat Jenny menemui pasien dengan nyeri dada. Ia segera menanyakan lokasi nyeri, durasi, dan faktor pemicu, lalu menilai tanda vital dan riwayat penyakit. Ia mempertimbangkan hipotesis kemungkinan angina, kemudian mengimplementasikan intervensi sambil mengevaluasi respons pasien. Proses berpikir sistematis Jenny menggambarkan...
Problem solving keperawatan
Clinical reasoning
Scientific inquiry
Diagnosis aktual
SOAP note
Perawat Indah menghadapi pasien anak dengan kondisi demam tinggi. Meski dokter belum datang, Indah tetap melakukan observasi ketat, mencatat semua hasil pengkajian secara sistematis, dan tidak gegabah mengambil keputusan tanpa data lengkap. Ia juga meminta pendapat perawat senior untuk memvalidasi temuannya. Tindakan Indah mencerminkan perilaku berpikir kritis berupa...
Percaya diri dan keberanian
Disiplin dan tanggung jawab
Rasa ingin tahu dan refleksi
Keadilan dan empati
Autonomy dan integritas
Perawat Fikri menemukan bahwa hasil pengkajian tekanan darah pasien tidak sesuai dengan gejala yang dilaporkan pasien. Ia tidak langsung mempercayai hasil alat, melainkan mengulangi pengukuran, membandingkan dengan riwayat pasien, dan bertanya kepada tim medis. Tindakan Fikri menunjukkan perilaku berpikir kritis berupa...
Rendah hati dan pasif
Mau mengambil risiko dan mudah percaya
Berpikir independen dan rasa ingin tahu
Integritas dan kolaboratif
Konsisten dan konservatif
Seorang perawat melakukan wawancara terhadap Ny. N yang baru masuk ruang rawat inap. Perawat menggali riwayat kesehatan, pola makan, pola tidur, serta pengukuran tanda-tanda vital. Langkah ini merupakan bagian dari proses keperawatan tahap...
Diagnosa keperawatan
Perencanaan
Pengkajian
Implementasi
Evaluasi
Tn. R, 60 tahun, datang dengan keluhan sesak napas. Setelah dilakukan pengkajian lengkap, perawat menyusun pernyataan masalah "gangguan pertukaran gas berhubungan dengan akumulasi sekret jalan napas." Langkah ini merupakan tahap...
Perencanaan
Implementasi
Evaluasi
Diagnosa keperawatan
Reassessment
Seorang perawat menetapkan tujuan keperawatan jangka pendek "Pasien menunjukkan pola napas normal dalam waktu 4 jam." Ia juga menyusun intervensi sesuai prioritas. Tindakan ini dilakukan pada tahap...
Evaluasi
Perencanaan
Diagnosa
Pengkajian
Identifikasi masalah
Ny. T dirawat karena dehidrasi. Perawat memberikan asuhan dengan memantau intake-output cairan, menyiapkan cairan infus sesuai instruksi, serta melakukan edukasi minum cukup air. Ini merupakan tahapan proses keperawatan...
Diagnosa
Perencanaan
Evaluasi
Implementasi
Pengumpulan data
Setelah tiga hari terapi cairan, Ny. T menunjukkan peningkatan turgor kulit dan urinasi adekuat. Perawat membandingkan data hasil ini dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Ia lalu memutuskan untuk melanjutkan sebagian intervensi dan menghentikan yang lain. Ini adalah contoh dari tahap...
Diagnosa keperawatan
Implementasi
Evaluasi
Validasi data
Reformulasi masalah
Perawat menetapkan intervensi "Pantau tanda vital tiap 4 jam" dan "Berikan terapi oksigen sesuai indikasi." Intervensi ini dibuat berdasarkan diagnosa dan tujuan yang telah disusun. Hal ini menunjukkan keterkaitan antara...
Standar prosedur operasional dan catatan medis
Diagnosa medis dan tindakan keperawatan
Tujuan intervensi dan evaluasi
Proses keperawatan dan evidence-based practice
Diagnosa keperawatan, intervensi, dan luaran
Perawat Ari bertugas di ruang perawatan komunitas dan mengidentifikasi kebutuhan kesehatan masyarakat. Ia menyusun rencana intervensi dan mengevaluasi efektivitasnya secara periodik. Dalam proses ini, ia menerapkan pendekatan sistem terbuka yang mempertimbangkan input, proses, output, dan feedback. Pendekatan ini merujuk pada teori...
Interaksi simbolik
Proses keperawatan Orlando
Sistem terbuka Neuman
Adaptasi Roy
Human caring Watson
Menurut teori proses keperawatan Orlando, perawat perlu memahami gangguan perilaku pasien dan tidak memperburuk distress-nya. Perawat harus mengenali reaksi dan menyusun intervensi berdasarkan...
Standar medis
Perspektif pasien
Instruksi dokter
Algoritma penanganan klinis
Model sistem Neuman
Dalam proses perencanaan asuhan keperawatan, perawat membuat tujuan yang bersifat SMART. Salah satu contoh tujuan SMART adalah...
Pasien sembuh dengan cepat
Pasien menunjukkan peningkatan kesehatan
Pasien lebih nyaman
Pasien berjalan ke kamar mandi tanpa bantuan dalam 3 hari
Pasien tidak mengeluh dalam waktu singkat
Perawat ingin memastikan bahwa intervensi yang diberikan benar-benar berdampak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Ia menyusun dokumentasi hasil pengamatan, termasuk apakah intervensi akan dilanjutkan, dihentikan, atau dimodifikasi. Hal ini menunjukkan prinsip...
Akuntabilitas etik
Evaluasi hasil keperawatan
Pelaporan tindak lanjut
Diagnosis diferensial
Supervisi perawatan
Perawat menemukan Ny. A mengalami kesulitan bernapas, terdapat bunyi mengi, serta saturasi oksigen menurun. Ia menyatakan diagnosis keperawatan: "Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan akumulasi sekret ditandai dengan napas pendek dan SpO₂ < 90%." Diagnosis ini tergolong...
Diagnosis promosi kesehatan
Diagnosis risiko
Diagnosis aktual
Diagnosis kolaboratif
Diagnosis medis
Perawat menyusun pernyataan "Risiko infeksi berhubungan dengan prosedur invasif," tanpa adanya tanda atau gejala. Diagnosis ini termasuk dalam jenis...
Diagnosis aktual
Diagnosis medis
Diagnosis promosi
Diagnosis risiko
Diagnosis kronis
Seorang perawat menemui pasien yang mengatakan "Saya ingin lebih sehat dan punya energi untuk bermain dengan cucu saya." Perawat menilai pasien termotivasi meningkatkan kesehatannya. Diagnosis yang paling tepat adalah...
Risiko jatuh
Ketidakseimbangan nutrisi
Gangguan mobilitas fisik
Siap meningkatkan status kesehatan
Keletihan kronis
Risiko jatuh, Ketidakseimbangan nutrisi, Gangguan mobilitas fisik, Siap meningkatkan status kesehatan, Keletihan kronis
Risiko jatuh
Ketidakseimbangan nutrisi
Gangguan mobilitas fisik
Siap meningkatkan status kesehatan
Keletihan kronis
Dalam merumuskan diagnosis keperawatan, perawat menyusun: "Masalah keperawatan berhubungan dengan penyebab, dibuktikan dengan tanda dan gejala." Struktur ini merupakan format diagnosis keperawatan untuk jenis...
Risiko
Promosi kesehatan
Aktual
Kronis
Gangguan persepsi
Tn. Y adalah pasien dengan hipertensi yang mengalami stres dan sulit tidur. Setelah pengkajian, perawat menyatakan diagnosis: "Gangguan pola tidur berhubungan dengan stres, dibuktikan dengan sulit tidur selama 4 malam." Komponen "dibuktikan dengan" menunjukkan...
Faktor risiko
Intervensi
Kriteria hasil
Tanda dan gejala
Tujuan khusus
Perawat sedang menuliskan diagnosis "Risiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan imobilisasi." Pernyataan ini belum dilengkapi tanda dan gejala karena...
Diagnosis tidak memerlukan data
Diagnosis risiko memang tidak memuat tanda dan gejala
Pasien tidak memiliki keluhan
Perawat belum melakukan validasi data
Diagnosa harus dikonsultasikan dahulu
Sebelum menentukan diagnosis keperawatan, perawat menyusun hipotesis klinis berdasarkan data pengkajian dan mencari faktor penyebab. Ini merupakan tahap...
Validasi intervensi
Rumusan tujuan
Pengumpulan data
Penegakan diagnosis
Evaluasi hasil
Salah satu kriteria diagnosis keperawatan adalah bahwa diagnosis...
Hanya dibuat oleh dokter
Menyatakan penyakit klien
Berbasis patofisiologi
Mengarahkan asuhan keperawatan
Menekankan pada pengobatan
Perawat Ani sering membuat diagnosis "gangguan mobilitas fisik" untuk pasien pasca stroke tanpa melihat data pendukung lain. Rekan sejawat mengingatkan Ani bahwa diagnosis harus...
Berdasarkan pengalaman pribadi
Didasarkan pada kebiasaan
Menyesuaikan dengan kondisi ruang
Spesifik, akurat, dan berdasarkan data klien
Mengacu pada intervensi umum
Dalam Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), diagnosis terdiri dari label diagnosis, indikator diagnostik, dan deskriptor. Fungsi deskriptor adalah untuk...
Menentukan skor hasil
Menjelaskan bagaimana suatu fokus diagnosis terjadi
Menetapkan prioritas intervensi
Menyusun rencana asuhan
Membuat data subjektif
Perawat Mira sedang melakukan tindakan pemasangan infus pada pasien dengan dehidrasi. Ia telah memverifikasi identitas pasien, mempersiapkan peralatan, menjelaskan prosedur, dan memastikan lingkungan aman. Proses ini menunjukkan tahap...
Evaluasi
Terminasi
Persiapan
Pelaksanaan
Perencanaan
Perawat Danu telah menjelaskan tindakan injeksi IM kepada pasien. Pasien menyetujui dan menerima tindakan tanpa penolakan. Setelah itu, perawat mendokumentasikan prosedur dan respons pasien. Tahap yang dilakukan Danu termasuk...
Terminasi
Implementasi
Edukasi kesehatan
Reassessment
Diagnosa keperawatan
Setelah selesai melakukan kompres luka, perawat Rini membersihkan area kerja, mencatat waktu tindakan, hasil pengamatan, serta menandatangani lembar catatan keperawatan. Aktivitas ini merupakan bagian dari tahap...
Evaluasi keperawatan
Proses pengkajian
Terminasi
Validasi data
Monitoring lanjutan
Saat memberikan tindakan injeksi, perawat mempertimbangkan kemampuan pasien, potensi efek samping, dan kesiapan alat serta lingkungan. Ini mencerminkan prinsip...
Asuhan berkelanjutan
Keperawatan kolaboratif
Tindakan berdasarkan kewenangan dokter
Tindakan berdasarkan prinsip ilmiah dan etika
Tindakan berbasis empati
Perawat Irna hendak mengajarkan cara penggunaan nebulizer kepada pasien asma. Ia memilih waktu yang tepat, ruangan yang tenang, dan bahasa yang dimengerti pasien. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi keperawatan dalam kategori...
Terapi alternatif
Kompensasi
Penyuluhan
Kolaborasi
Manajemen nyeri
Salah satu standar tindakan keperawatan dari ANA menyebutkan bahwa perawat harus menolak ikut serta dalam promosi produk komersial. Pernyataan ini berkaitan dengan...
Etika pemasaran
Otonomi pasien
Tanggung jawab hukum
Tanggung jawab profesional
Pelanggaran hak asasi manusia
Saat melakukan tindakan keperawatan, perawat harus mempertimbangkan aspek hukum dan etik, seperti hak klien atas informasi. Surat edaran yang dijadikan acuan pelaksanaan ini berasal dari...
Surat edaran PPNI tentang etik profesi
Surat keputusan Menteri Kesehatan
Surat edaran Dirjen Yanmed Depkes RI
Permenkes tentang Pelayanan Dasar
SKB Tiga Menteri
Setelah memberikan tindakan keperawatan, perawat harus segera mencatat semua prosedur dalam catatan keperawatan. Tujuan pendokumentasian ini antara lain...
Menilai kompetensi klinis perawat
Memastikan promosi jabatan
Menambah data riset keperawatan
Menghindari kelalaian atau lupa
Menyusun SOP terbaru
Ketika terjadi kesalahan penulisan dalam dokumentasi keperawatan, perawat harus...
Menghapus dengan tipp-ex
Merobek lembar dokumentasi
Mencoret dan menulis ulang di samping
Menyobek dan mengganti formulir
Tidak perlu mencatat karena sudah tindakan selesai
Perawat memberikan edukasi kepada keluarga pasien terkait perawatan luka pasca-operasi di rumah. Ini termasuk bentuk implementasi keperawatan yang berorientasi pada...
Pemeriksaan fisik lanjutan
Kolaborasi antarprofesi
Kompensasi terhadap kerusakan jaringan
Persiapan pemulangan dan promosi kesehatan
Terapi invasif lanjutan
Di ruang IGD, perawat baru bernama Intan mengalami kebingungan saat harus melakukan pemasangan kateter urin. Kepala ruangan menyarankan agar Intan membaca SPO terlebih dahulu sebelum melaksanakan tindakan. Hal ini menunjukkan fungsi SPO sebagai...
Pedoman etik keperawatan
Standar administratif pelayanan
Rencana evaluasi intervensi
Panduan prosedur kerja standar
Dokumen pelatihan medis
Sebuah rumah sakit menyusun SPO untuk prosedur pengambilan darah kapiler. SPO tersebut disesuaikan dengan kompetensi perawat, sumber daya rumah sakit, dan pedoman keilmuan terkini. Pernyataan ini mencerminkan bahwa SPO disusun berdasarkan...
Keputusan manajemen rumah sakit
Standar profesi dan fasilitas pelayanan
Instruksi dokter spesialis
Pengalaman individu perawat
Standar akreditasi nasional
Perawat sedang menjalankan prosedur SPO yang tertulis untuk tindakan bed bathing. Ia melaksanakan langkah-langkah sesuai instruksi dari awal hingga akhir tanpa modifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa SPO bersifat...
Situasional
Disesuaikan dengan pasien
Fleksibel
Terstruktur dan baku
Bersifat edukatif
Dalam workshop peningkatan mutu layanan, kepala ruangan menjelaskan bahwa SPO harus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. Tujuan dari pembaruan SPO adalah...
Menyesuaikan dengan selera pasien
Mengikuti aturan lokal yang berubah
Menstandarkan tindakan medis
Menjamin layanan aman dan berkualitas
Mengurangi beban kerja perawat
Saat audit mutu rumah sakit, ditemukan bahwa beberapa tindakan keperawatan tidak sesuai dengan SPO. Komite mutu menyatakan bahwa hal ini bisa berdampak pada...
Kecepatan pelayanan
Kebutuhan pasien
Kepercayaan publik dan hukum
Dokumentasi elektronik
Pelaporan harian
SPO dipergunakan oleh semua tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan. Namun, dalam konteks keperawatan, SPO disusun khusus untuk...
Menunjukkan alur birokrasi rumah sakit
Menjamin pengendalian stok alat medis
Menyederhanakan proses administratif
Menstandarkan prosedur teknis profesi keperawatan
Mengembangkan formulasi obat
Dalam rapat unit rawat inap, tim keperawatan menambahkan bagian "komunikasi dengan pasien" dalam SPO tindakan invasif. Ini menandakan bahwa SPO dapat dimodifikasi untuk menambahkan aspek...
Akademis
Kolaboratif
Humanistik dan komunikatif
Operasional
Keuangan
Seorang mahasiswa praktik keperawatan diminta mengikuti SPO dalam tindakan oral hygiene. Mahasiswa tersebut bertanya apakah boleh melangkahi beberapa prosedur agar lebih cepat. Preseptor menjawab bahwa SPO harus dijalankan karena...
Bersifat rekomendatif
Wajib untuk perawat dan mahasiswa
Hanya untuk dokumentasi
Bebas diinterpretasi
Tidak berlaku untuk peserta didik
Salah satu jenis SPO yang banyak digunakan di fasilitas keperawatan adalah SPO profesi, yaitu...
Instruksi kerja staf administrasi
Pedoman teknis berbasis keilmuan keperawatan
Catatan harian pasien
Rencana penjadwalan kerja
SOP sistem komputerisasi
Perawat kepala ruangan meminta seluruh staf membaca dan menandatangani lembar sosialisasi SPO baru tentang manajemen nyeri. Tindakan ini bertujuan agar...
SPO menjadi panduan hukum
Perawat tidak melakukan tindakan medis
SPO dapat menggantikan keputusan klinis
Semua perawat memahami dan menerapkan SPO
SPO hanya dimiliki oleh manajemen
Seorang pasien pasca-operasi laparatomi mengeluh nyeri pada area luka. Perawat membuka SPO "Manajemen Nyeri" dan melakukan intervensi relaksasi napas dalam, mengatur posisi tidur pasien, dan mengevaluasi skala nyeri. Tindakan ini sesuai SPO dalam kategori...
Tindakan kolaboratif
Tindakan keperawatan mandiri
Tindakan medik
Tindakan promotif
Tindakan administratif
Pasien di ruang rawat inap mengalami kesulitan BAB selama 3 hari. Perawat mengikuti SPO "Pemberian Enema" yang terdiri dari langkah menyiapkan alat, menjelaskan prosedur kepada pasien, dan memposisikan pasien. Tindakan ini mencerminkan...
Diagnosis keperawatan akut
Intervensi yang tidak perlu SOP
Prosedur baku yang harus sesuai SPO
Prosedur darurat yang bersifat fleksibel
Diagnosis medis yang wajib dilakukan dokter
Perawat mengikuti SPO "Pemberian Obat Oral" yang mencakup langkah memverifikasi identitas pasien, memeriksa label obat, mencatat waktu pemberian, dan mencatat respon pasien. Penerapan prinsip 6 benar termasuk dalam tahap...
Dokumentasi
Penilaian hasil
Pelaksanaan tindakan
Pencatatan medis
Perencanaan lanjutan
Pasien post partum mengalami retensi urin. Perawat mengikuti SPO "Pemasangan Kateter Urin" dengan sterilitas tinggi dan mencatat jumlah urin yang keluar. Dalam SPO, tujuan tindakan ini adalah...
Menurunkan tekanan darah
Mengurangi kecemasan
Memastikan eliminasi urin optimal
Meningkatkan mobilisasi pasien
Menghindari komplikasi luka
Perawat di ruang isolasi menggunakan SPO "Perawatan Pasien Infeksius". Ia memakai APD lengkap, melakukan desinfeksi alat setelah digunakan, dan mendokumentasikan seluruh prosedur. Langkah ini bertujuan untuk...
Menurunkan suhu tubuh pasien
Menghindari kesalahan pendokumentasian
Mencegah transmisi infeksi silang
Meningkatkan kualitas tidur pasien
Menjaga ketertiban ruangan
Perawat mengikuti SPO "Penggantian Balutan Luka Dekubitus" dan melakukan pembersihan luka dengan NaCl 0,9%, menggunakan teknik steril, serta memantau tanda-tanda infeksi. Dalam SLKI, luaran dari tindakan ini diharapkan berupa...
Penurunan nyeri subjektif
Luka tampak bersih dan granulasi terbentuk
Tekanan darah pasien stabil
Nafsu makan meningkat
Berat badan tidak turun
Seorang perawat melaksanakan SPO "Pemberian Oksigen Nasal Kanul". Ia menyesuaikan flow meter, memeriksa selang, dan mengobservasi efek terapi. Tindakan ini dilakukan terutama untuk...
Menstimulasi aktivitas fisik
Menghindari aspirasi
Memenuhi kebutuhan oksigen pasien
Meningkatkan efek antibiotik
Mencegah dehidrasi
Perawat membuka SPO "Pencegahan Risiko Jatuh" pada lansia dan melakukan orientasi waktu, menurunkan posisi tempat tidur, serta memberi bel panggil dalam jangkauan. Langkah ini adalah bentuk...
Tindakan persuasif
Intervensi kolaboratif
Upaya preventif sesuai SPO
Pelayanan non-keperawatan
Inisiasi dari dokter
Saat pelaksanaan SPO "Pemasangan Infus", perawat harus memastikan informed consent sudah diperoleh. Aspek ini termasuk dalam prinsip...
Dokumentasi lanjutan
Tanggung jawab hukum dan etik
Prosedur standar resusitasi
Protokol internal rumah sakit
Komunikasi interprofesi
Dalam SPO "Pemantauan Hasil Terapi Antibiotik IV", perawat wajib mengobservasi respon pasien 30 menit pasca pemberian, serta mencatat efek samping bila ada. Dokumentasi tersebut bertujuan untuk...
Evaluasi personalia keperawatan
Penegakan diagnosis lanjutan
Menilai efektivitas dan keamanan tindakan
Menentukan rujukan spesialis
Menghitung lama rawat inap
Setelah 3 hari tindakan keperawatan diberikan, perawat Lina membandingkan kondisi pasien dengan tujuan awal: "Pasien dapat berjalan 10 meter tanpa bantuan dalam 3 hari." Saat ini, pasien baru mampu berjalan 5 meter dengan tongkat. Ini menunjukkan bahwa...
Tujuan tidak relevan
Tujuan telah tercapai
Tujuan belum tercapai
Tujuan tercapai sebagian
Intervensi harus dihentikan
Setelah memberikan intervensi "manajemen nyeri", perawat mencatat bahwa skala nyeri pasien menurun dari 6 menjadi 2 dalam waktu 1 jam. Proses yang dilakukan perawat ini merupakan bagian dari...
Diagnosa ulang
Validasi data
Evaluasi sumatif
Evaluasi formatif
Re-assessment
Perawat melakukan evaluasi dan mendokumentasikan: "Pasien menyatakan nyeri menurun, wajah tampak rileks, dan tidak ada keluhan." Ini merupakan bagian dari evaluasi dengan metode...
Analisis kuantitatif
SOAP
Intervensi edukatif
Diagnostik klinis
Observasi teknis
Setelah mengevaluasi, perawat menyimpulkan bahwa intervensi "dukungan istirahat tidur" gagal karena pasien masih terbangun 3-4 kali tiap malam. Ia lalu merevisi rencana keperawatan. Ini termasuk dalam proses evaluasi berupa...
Dokumentasi formatif
Menghentikan tindakan tanpa alasan
Modifikasi rencana keperawatan
Penilaian implementasi
Validasi data lanjutan
Evaluasi keperawatan bertujuan untuk menentukan apakah...
Diagnosa masih relevan
Respon pasien sesuai hasil yang diharapkan
SOP telah dijalankan
Observasi dilakukan rutin
Data laboratorium tersedia
Perawat meninjau ulang data vital dan subjektif pasien, mencocokkan dengan kriteria hasil SLKI untuk "Bersihan Jalan Napas Meningkat." Langkah ini menunjukkan hubungan antara evaluasi dan...
Diagnosis lanjutan
Perilaku pasien
Standar dokumentasi
Standar luaran keperawatan
Asuhan medik
Evaluasi keperawatan dilakukan secara berkala dan terus menerus selama pasien dirawat. Jenis evaluasi ini disebut...
Evaluasi sumatif
Evaluasi formatif
Evaluasi prosedural
Evaluasi administratif
Evaluasi implementasi
Setelah pasien dipulangkan, perawat mendokumentasikan seluruh pencapaian tujuan asuhan, menganalisis keberhasilan tindakan dan memberikan saran pemantauan di rumah. Ini contoh dari...
Evaluasi formatif
Evaluasi etik
Evaluasi prosedur
Evaluasi sumatif
Evaluasi revisi
Perawat mengevaluasi "Manajemen Risiko Jatuh" dengan indikator: tidak ada insiden jatuh selama 5 hari rawat inap. Evaluasi ini menilai...
Outcome keperawatan berbasis SLKI
Diagnosa medis
Waktu lama rawat inap
Kondisi keuangan pasien
Kinerja administrasi rumah sakit
Saat evaluasi keperawatan, perawat menggunakan format SOAPIER. Komponen "R" atau Reassessment bertujuan untuk...
Memberi terapi baru
Mencocokkan kode ICD
Menentukan biaya perawatan
Menyusun kembali diagnosis
Menilai ulang status pasien setelah intervensi
Pasien Tn. A dengan diagnosa "Gangguan Bersihan Jalan Napas" mendapat intervensi berupa terapi nebulizer dan fisioterapi dada. Setelah 2 hari, pasien menunjukkan batuk produktif, RR menurun dari 26 menjadi 20 kali/menit, dan tidak ada wheezing. Dalam SLKI, hasil ini termasuk kategori...
Tidak berubah
Menurun
Membaik
Menjadi kronis
Tidak terukur
Pasien Ny. S dengan diagnosis keperawatan “Risiko Ketidakseimbangan Cairan” diberikan terapi cairan IV. Namun setelah 24 jam, turgor kulit tetap jelek, tekanan darah menurun, dan urin masih pekat. Evaluasi berdasarkan SLKI menunjukkan status luaran...
Stabil
Tidak berubah
Membaik
Menurun
Meningkat
Pasien dengan gangguan pola tidur diberikan intervensi “Dukungan Tidur.” Setelah 3 hari, pasien tidur 6 jam tanpa terbangun, ekspresi wajah tampak rileks, dan tidak mengeluh lelah saat pagi. Berdasarkan SLKI, status luaran ini termasuk...
Meningkat
Menurun
Stabil
Belum terpantau
Tidak sesuai
Setelah diberikan intervensi edukasi tentang pola makan sehat, pasien diabetes menunjukkan peningkatan pemahaman dan mampu menyebutkan 4 dari 5 prinsip diet DM dengan benar. Dalam terminologi SLKI, hasil ini dikategorikan sebagai...
Tidak sesuai tujuan
Menurun
Tidak berubah
Membaik
Tidak teratur
Pasien Tn. R sebelumnya memiliki skor kecemasan 8 (skala 1–10). Setelah dilakukan terapi relaksasi dan konseling keperawatan selama 3 hari, skor kecemasan turun menjadi 3. Evaluasi SLKI menunjukkan...
Menurun (Tingkat kesemasan)
Meningkat (Status psikologis)
Stabil
Tidak berubah
Tidak valid
