wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Vignette Metodologi Keperawatan

Total questions: 80

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perawat di ruang IGD melihat pasien lansia dengan luka terbuka dan mengeluh nyeri hebat. Perawat segera mengingat prosedur pertolongan pertama dari pelatihan yang pernah ia ikuti dan langsung melaksanakan tindakan sesuai SOP. Tindakan ini menunjukkan penerapan berpikir kritis pada aspek...

a)

Inquiry

b)

Total Recall

c)

Knowing how you think

d)

Fair thinking

e)

Reflective thinking

2.

Perawat Andi menghadapi pasien dengan gangguan psikis yang menolak makan. Ia tidak langsung memaksa pasien, tetapi mengamati pola perilaku pasien, mengevaluasi informasi, dan menyusun pendekatan yang sesuai. Ini menunjukkan karakter berpikir kritis...

a)

Reasonable and rational

b)

Reflective

c)

Autonomous thinking

d)

Creative thinking

e)

Fair thinking

3.

Dalam menyusun asuhan keperawatan, perawat Lina membandingkan informasi baru dengan data lama dan memvalidasi temuan dengan koleganya. Aktivitas ini termasuk tahap THINK...

a)

Total Recall

b)

Habits

c)

Inquiry

d)

New ideas

e)

Knowing how you think

4.

Perawat Arif terbiasa memberikan injeksi dengan prosedur yang sama setiap hari. Saat ada perubahan kondisi pasien, ia tetap melakukannya tanpa penyesuaian. Hal ini menggambarkan...

a)

Berpikir reflektif

b)

Total recall

c)

Habit

d)

Inquiry

e)

Thinking creatively

5.

Siti adalah perawat baru yang dihadapkan dengan pasien tidak sadar diri. Ia mulai mengevaluasi kemungkinan penyebab berdasarkan pengalamannya, teori yang dipelajari, dan memilih tindakan sesuai kondisi. Ini menggambarkan...

a)

Creative thinking

b)

Knowing how you think

c)

Reasonable and rational

d)

Reflective thinking

e)

Inquiry

6.

Dalam suatu kasus, perawat tidak langsung percaya pada informasi dari keluarga pasien, tetapi mencari data objektif, membandingkan hasil, dan menarik kesimpulan logis. Ini menunjukkan karakteristik...

a)

Autonomous thinking

b)

Reflective

c)

Fair thinking

d)

Creative thinking

e)

Habits

7.

Saat menemukan pasien demensia yang terus menyanyi tanpa berhenti, perawat tidak hanya mengandalkan komunikasi verbal, melainkan mencoba teknik baru dengan mengajak bernyanyi bersama. Hal ini merupakan penerapan model...

a)

Habits

b)

New ideas and creativity

c)

Inquiry

d)

Knowing how you think

e)

Total Recall

8.

Dalam merawat pasien dengan luka infeksi, perawat mempertimbangkan keakuratan data, pengalaman sebelumnya, dan prinsip ilmiah untuk memutuskan apakah perlu segera melapor ke dokter. Tindakan ini sesuai dengan fungsi berpikir kritis...

a)

Mengelola informasi pasien

b)

Membuat hipotesis klinis

c)

Menguji asumsi

d)

Melaporkan data yang akurat

e)

Menilai keputusan dokter

9.

Perawat dalam praktiknya selalu mempertanyakan apakah ia berpikir secara objektif dan adil terhadap semua pasien, tanpa memihak pada kelompok tertentu. Ini menunjukkan penerapan...

a)

Thinking is creative

b)

Thinking is fair

c)

Autonomous thinking

d)

Total recall

e)

Reflective thinking

10.

Seorang mahasiswa keperawatan diminta merawat klien dengan masalah tidur. Ia mulai dengan mendefinisikan masalah, mengumpulkan data, dan menyusun alternatif solusi. Ini merupakan penerapan langkah berpikir kritis berupa...

a)

Evaluasi

b)

Penilaian kinerja

c)

Pemecahan masalah

d)

Identifikasi kebutuhan

e)

Penalaran logis

11.

Perawat Dira menangani pasien post-operasi yang mengeluh nyeri dan tampak gelisah. Ia mengumpulkan data subjektif dan objektif, mempertimbangkan tindakan intervensi yang mungkin dilakukan, serta memutuskan untuk melaporkan temuan ke dokter setelah membandingkan hasil observasi dengan target yang ditetapkan. Langkah ini mencerminkan penerapan...

a)

Metode ilmiah dalam keperawatan

b)

Proses keperawatan tahap evaluasi

c)

Clinical judgment

d)

Critical incident technique

e)

Evidence-based nursing

12.

Perawat Jenny menemui pasien dengan nyeri dada. Ia segera menanyakan lokasi nyeri, durasi, dan faktor pemicu, lalu menilai tanda vital dan riwayat penyakit. Ia mempertimbangkan hipotesis kemungkinan angina, kemudian mengimplementasikan intervensi sambil mengevaluasi respons pasien. Proses berpikir sistematis Jenny menggambarkan...

a)

Problem solving keperawatan

b)

Clinical reasoning

c)

Scientific inquiry

d)

Diagnosis aktual

e)

SOAP note

13.

Perawat Indah menghadapi pasien anak dengan kondisi demam tinggi. Meski dokter belum datang, Indah tetap melakukan observasi ketat, mencatat semua hasil pengkajian secara sistematis, dan tidak gegabah mengambil keputusan tanpa data lengkap. Ia juga meminta pendapat perawat senior untuk memvalidasi temuannya. Tindakan Indah mencerminkan perilaku berpikir kritis berupa...

a)

Percaya diri dan keberanian

b)

Disiplin dan tanggung jawab

c)

Rasa ingin tahu dan refleksi

d)

Keadilan dan empati

e)

Autonomy dan integritas

14.

Perawat Fikri menemukan bahwa hasil pengkajian tekanan darah pasien tidak sesuai dengan gejala yang dilaporkan pasien. Ia tidak langsung mempercayai hasil alat, melainkan mengulangi pengukuran, membandingkan dengan riwayat pasien, dan bertanya kepada tim medis. Tindakan Fikri menunjukkan perilaku berpikir kritis berupa...

a)

Rendah hati dan pasif

b)

Mau mengambil risiko dan mudah percaya

c)

Berpikir independen dan rasa ingin tahu

d)

Integritas dan kolaboratif

e)

Konsisten dan konservatif

15.

Seorang perawat melakukan wawancara terhadap Ny. N yang baru masuk ruang rawat inap. Perawat menggali riwayat kesehatan, pola makan, pola tidur, serta pengukuran tanda-tanda vital. Langkah ini merupakan bagian dari proses keperawatan tahap...

a)

Diagnosa keperawatan

b)

Perencanaan

c)

Pengkajian

d)

Implementasi

e)

Evaluasi

16.

Tn. R, 60 tahun, datang dengan keluhan sesak napas. Setelah dilakukan pengkajian lengkap, perawat menyusun pernyataan masalah "gangguan pertukaran gas berhubungan dengan akumulasi sekret jalan napas." Langkah ini merupakan tahap...

a)

Perencanaan

b)

Implementasi

c)

Evaluasi

d)

Diagnosa keperawatan

e)

Reassessment

17.

Seorang perawat menetapkan tujuan keperawatan jangka pendek "Pasien menunjukkan pola napas normal dalam waktu 4 jam." Ia juga menyusun intervensi sesuai prioritas. Tindakan ini dilakukan pada tahap...

a)

Evaluasi

b)

Perencanaan

c)

Diagnosa

d)

Pengkajian

e)

Identifikasi masalah

18.

Ny. T dirawat karena dehidrasi. Perawat memberikan asuhan dengan memantau intake-output cairan, menyiapkan cairan infus sesuai instruksi, serta melakukan edukasi minum cukup air. Ini merupakan tahapan proses keperawatan...

a)

Diagnosa

b)

Perencanaan

c)

Evaluasi

d)

Implementasi

e)

Pengumpulan data

19.

Setelah tiga hari terapi cairan, Ny. T menunjukkan peningkatan turgor kulit dan urinasi adekuat. Perawat membandingkan data hasil ini dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Ia lalu memutuskan untuk melanjutkan sebagian intervensi dan menghentikan yang lain. Ini adalah contoh dari tahap...

a)

Diagnosa keperawatan

b)

Implementasi

c)

Evaluasi

d)

Validasi data

e)

Reformulasi masalah

20.

Perawat menetapkan intervensi "Pantau tanda vital tiap 4 jam" dan "Berikan terapi oksigen sesuai indikasi." Intervensi ini dibuat berdasarkan diagnosa dan tujuan yang telah disusun. Hal ini menunjukkan keterkaitan antara...

a)

Standar prosedur operasional dan catatan medis

b)

Diagnosa medis dan tindakan keperawatan

c)

Tujuan intervensi dan evaluasi

d)

Proses keperawatan dan evidence-based practice

e)

Diagnosa keperawatan, intervensi, dan luaran

21.

Perawat Ari bertugas di ruang perawatan komunitas dan mengidentifikasi kebutuhan kesehatan masyarakat. Ia menyusun rencana intervensi dan mengevaluasi efektivitasnya secara periodik. Dalam proses ini, ia menerapkan pendekatan sistem terbuka yang mempertimbangkan input, proses, output, dan feedback. Pendekatan ini merujuk pada teori...

a)

Interaksi simbolik

b)

Proses keperawatan Orlando

c)

Sistem terbuka Neuman

d)

Adaptasi Roy

e)

Human caring Watson

22.

Menurut teori proses keperawatan Orlando, perawat perlu memahami gangguan perilaku pasien dan tidak memperburuk distress-nya. Perawat harus mengenali reaksi dan menyusun intervensi berdasarkan...

a)

Standar medis

b)

Perspektif pasien

c)

Instruksi dokter

d)

Algoritma penanganan klinis

e)

Model sistem Neuman

23.

Dalam proses perencanaan asuhan keperawatan, perawat membuat tujuan yang bersifat SMART. Salah satu contoh tujuan SMART adalah...

a)

Pasien sembuh dengan cepat

b)

Pasien menunjukkan peningkatan kesehatan

c)

Pasien lebih nyaman

d)

Pasien berjalan ke kamar mandi tanpa bantuan dalam 3 hari

e)

Pasien tidak mengeluh dalam waktu singkat

24.

Perawat ingin memastikan bahwa intervensi yang diberikan benar-benar berdampak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Ia menyusun dokumentasi hasil pengamatan, termasuk apakah intervensi akan dilanjutkan, dihentikan, atau dimodifikasi. Hal ini menunjukkan prinsip...

a)

Akuntabilitas etik

b)

Evaluasi hasil keperawatan

c)

Pelaporan tindak lanjut

d)

Diagnosis diferensial

e)

Supervisi perawatan

25.

Perawat menemukan Ny. A mengalami kesulitan bernapas, terdapat bunyi mengi, serta saturasi oksigen menurun. Ia menyatakan diagnosis keperawatan: "Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan akumulasi sekret ditandai dengan napas pendek dan SpO₂ < 90%." Diagnosis ini tergolong...

a)

Diagnosis promosi kesehatan

b)

Diagnosis risiko

c)

Diagnosis aktual

d)

Diagnosis kolaboratif

e)

Diagnosis medis

26.

Perawat menyusun pernyataan "Risiko infeksi berhubungan dengan prosedur invasif," tanpa adanya tanda atau gejala. Diagnosis ini termasuk dalam jenis...

a)

Diagnosis aktual

b)

Diagnosis medis

c)

Diagnosis promosi

d)

Diagnosis risiko

e)

Diagnosis kronis

27.

Seorang perawat menemui pasien yang mengatakan "Saya ingin lebih sehat dan punya energi untuk bermain dengan cucu saya." Perawat menilai pasien termotivasi meningkatkan kesehatannya. Diagnosis yang paling tepat adalah...

a)

Risiko jatuh

b)

Ketidakseimbangan nutrisi

c)

Gangguan mobilitas fisik

d)

Siap meningkatkan status kesehatan

e)

Keletihan kronis

28.

Risiko jatuh, Ketidakseimbangan nutrisi, Gangguan mobilitas fisik, Siap meningkatkan status kesehatan, Keletihan kronis

a)

Risiko jatuh

b)

Ketidakseimbangan nutrisi

c)

Gangguan mobilitas fisik

d)

Siap meningkatkan status kesehatan

e)

Keletihan kronis

29.

Dalam merumuskan diagnosis keperawatan, perawat menyusun: "Masalah keperawatan berhubungan dengan penyebab, dibuktikan dengan tanda dan gejala." Struktur ini merupakan format diagnosis keperawatan untuk jenis...

a)

Risiko

b)

Promosi kesehatan

c)

Aktual

d)

Kronis

e)

Gangguan persepsi

30.

Tn. Y adalah pasien dengan hipertensi yang mengalami stres dan sulit tidur. Setelah pengkajian, perawat menyatakan diagnosis: "Gangguan pola tidur berhubungan dengan stres, dibuktikan dengan sulit tidur selama 4 malam." Komponen "dibuktikan dengan" menunjukkan...

a)

Faktor risiko

b)

Intervensi

c)

Kriteria hasil

d)

Tanda dan gejala

e)

Tujuan khusus

31.

Perawat sedang menuliskan diagnosis "Risiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan imobilisasi." Pernyataan ini belum dilengkapi tanda dan gejala karena...

a)

Diagnosis tidak memerlukan data

b)

Diagnosis risiko memang tidak memuat tanda dan gejala

c)

Pasien tidak memiliki keluhan

d)

Perawat belum melakukan validasi data

e)

Diagnosa harus dikonsultasikan dahulu

32.

Sebelum menentukan diagnosis keperawatan, perawat menyusun hipotesis klinis berdasarkan data pengkajian dan mencari faktor penyebab. Ini merupakan tahap...

a)

Validasi intervensi

b)

Rumusan tujuan

c)

Pengumpulan data

d)

Penegakan diagnosis

e)

Evaluasi hasil

33.

Salah satu kriteria diagnosis keperawatan adalah bahwa diagnosis...

a)

Hanya dibuat oleh dokter

b)

Menyatakan penyakit klien

c)

Berbasis patofisiologi

d)

Mengarahkan asuhan keperawatan

e)

Menekankan pada pengobatan

34.

Perawat Ani sering membuat diagnosis "gangguan mobilitas fisik" untuk pasien pasca stroke tanpa melihat data pendukung lain. Rekan sejawat mengingatkan Ani bahwa diagnosis harus...

a)

Berdasarkan pengalaman pribadi

b)

Didasarkan pada kebiasaan

c)

Menyesuaikan dengan kondisi ruang

d)

Spesifik, akurat, dan berdasarkan data klien

e)

Mengacu pada intervensi umum

35.

Dalam Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), diagnosis terdiri dari label diagnosis, indikator diagnostik, dan deskriptor. Fungsi deskriptor adalah untuk...

a)

Menentukan skor hasil

b)

Menjelaskan bagaimana suatu fokus diagnosis terjadi

c)

Menetapkan prioritas intervensi

d)

Menyusun rencana asuhan

e)

Membuat data subjektif

36.

Perawat Mira sedang melakukan tindakan pemasangan infus pada pasien dengan dehidrasi. Ia telah memverifikasi identitas pasien, mempersiapkan peralatan, menjelaskan prosedur, dan memastikan lingkungan aman. Proses ini menunjukkan tahap...

a)

Evaluasi

b)

Terminasi

c)

Persiapan

d)

Pelaksanaan

e)

Perencanaan

37.

Perawat Danu telah menjelaskan tindakan injeksi IM kepada pasien. Pasien menyetujui dan menerima tindakan tanpa penolakan. Setelah itu, perawat mendokumentasikan prosedur dan respons pasien. Tahap yang dilakukan Danu termasuk...

a)

Terminasi

b)

Implementasi

c)

Edukasi kesehatan

d)

Reassessment

e)

Diagnosa keperawatan

38.

Setelah selesai melakukan kompres luka, perawat Rini membersihkan area kerja, mencatat waktu tindakan, hasil pengamatan, serta menandatangani lembar catatan keperawatan. Aktivitas ini merupakan bagian dari tahap...

a)

Evaluasi keperawatan

b)

Proses pengkajian

c)

Terminasi

d)

Validasi data

e)

Monitoring lanjutan

39.

Saat memberikan tindakan injeksi, perawat mempertimbangkan kemampuan pasien, potensi efek samping, dan kesiapan alat serta lingkungan. Ini mencerminkan prinsip...

a)

Asuhan berkelanjutan

b)

Keperawatan kolaboratif

c)

Tindakan berdasarkan kewenangan dokter

d)

Tindakan berdasarkan prinsip ilmiah dan etika

e)

Tindakan berbasis empati

40.

Perawat Irna hendak mengajarkan cara penggunaan nebulizer kepada pasien asma. Ia memilih waktu yang tepat, ruangan yang tenang, dan bahasa yang dimengerti pasien. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi keperawatan dalam kategori...

a)

Terapi alternatif

b)

Kompensasi

c)

Penyuluhan

d)

Kolaborasi

e)

Manajemen nyeri

41.

Salah satu standar tindakan keperawatan dari ANA menyebutkan bahwa perawat harus menolak ikut serta dalam promosi produk komersial. Pernyataan ini berkaitan dengan...

a)

Etika pemasaran

b)

Otonomi pasien

c)

Tanggung jawab hukum

d)

Tanggung jawab profesional

e)

Pelanggaran hak asasi manusia

42.

Saat melakukan tindakan keperawatan, perawat harus mempertimbangkan aspek hukum dan etik, seperti hak klien atas informasi. Surat edaran yang dijadikan acuan pelaksanaan ini berasal dari...

a)

Surat edaran PPNI tentang etik profesi

b)

Surat keputusan Menteri Kesehatan

c)

Surat edaran Dirjen Yanmed Depkes RI

d)

Permenkes tentang Pelayanan Dasar

e)

SKB Tiga Menteri

43.

Setelah memberikan tindakan keperawatan, perawat harus segera mencatat semua prosedur dalam catatan keperawatan. Tujuan pendokumentasian ini antara lain...

a)

Menilai kompetensi klinis perawat

b)

Memastikan promosi jabatan

c)

Menambah data riset keperawatan

d)

Menghindari kelalaian atau lupa

e)

Menyusun SOP terbaru

44.

Ketika terjadi kesalahan penulisan dalam dokumentasi keperawatan, perawat harus...

a)

Menghapus dengan tipp-ex

b)

Merobek lembar dokumentasi

c)

Mencoret dan menulis ulang di samping

d)

Menyobek dan mengganti formulir

e)

Tidak perlu mencatat karena sudah tindakan selesai

45.

Perawat memberikan edukasi kepada keluarga pasien terkait perawatan luka pasca-operasi di rumah. Ini termasuk bentuk implementasi keperawatan yang berorientasi pada...

a)

Pemeriksaan fisik lanjutan

b)

Kolaborasi antarprofesi

c)

Kompensasi terhadap kerusakan jaringan

d)

Persiapan pemulangan dan promosi kesehatan

e)

Terapi invasif lanjutan

46.

Di ruang IGD, perawat baru bernama Intan mengalami kebingungan saat harus melakukan pemasangan kateter urin. Kepala ruangan menyarankan agar Intan membaca SPO terlebih dahulu sebelum melaksanakan tindakan. Hal ini menunjukkan fungsi SPO sebagai...

a)

Pedoman etik keperawatan

b)

Standar administratif pelayanan

c)

Rencana evaluasi intervensi

d)

Panduan prosedur kerja standar

e)

Dokumen pelatihan medis

47.

Sebuah rumah sakit menyusun SPO untuk prosedur pengambilan darah kapiler. SPO tersebut disesuaikan dengan kompetensi perawat, sumber daya rumah sakit, dan pedoman keilmuan terkini. Pernyataan ini mencerminkan bahwa SPO disusun berdasarkan...

a)

Keputusan manajemen rumah sakit

b)

Standar profesi dan fasilitas pelayanan

c)

Instruksi dokter spesialis

d)

Pengalaman individu perawat

e)

Standar akreditasi nasional

48.

Perawat sedang menjalankan prosedur SPO yang tertulis untuk tindakan bed bathing. Ia melaksanakan langkah-langkah sesuai instruksi dari awal hingga akhir tanpa modifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa SPO bersifat...

a)

Situasional

b)

Disesuaikan dengan pasien

c)

Fleksibel

d)

Terstruktur dan baku

e)

Bersifat edukatif

49.

Dalam workshop peningkatan mutu layanan, kepala ruangan menjelaskan bahwa SPO harus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. Tujuan dari pembaruan SPO adalah...

a)

Menyesuaikan dengan selera pasien

b)

Mengikuti aturan lokal yang berubah

c)

Menstandarkan tindakan medis

d)

Menjamin layanan aman dan berkualitas

e)

Mengurangi beban kerja perawat

50.

Saat audit mutu rumah sakit, ditemukan bahwa beberapa tindakan keperawatan tidak sesuai dengan SPO. Komite mutu menyatakan bahwa hal ini bisa berdampak pada...

a)

Kecepatan pelayanan

b)

Kebutuhan pasien

c)

Kepercayaan publik dan hukum

d)

Dokumentasi elektronik

e)

Pelaporan harian

51.

SPO dipergunakan oleh semua tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan. Namun, dalam konteks keperawatan, SPO disusun khusus untuk...

a)

Menunjukkan alur birokrasi rumah sakit

b)

Menjamin pengendalian stok alat medis

c)

Menyederhanakan proses administratif

d)

Menstandarkan prosedur teknis profesi keperawatan

e)

Mengembangkan formulasi obat

52.

Dalam rapat unit rawat inap, tim keperawatan menambahkan bagian "komunikasi dengan pasien" dalam SPO tindakan invasif. Ini menandakan bahwa SPO dapat dimodifikasi untuk menambahkan aspek...

a)

Akademis

b)

Kolaboratif

c)

Humanistik dan komunikatif

d)

Operasional

e)

Keuangan

53.

Seorang mahasiswa praktik keperawatan diminta mengikuti SPO dalam tindakan oral hygiene. Mahasiswa tersebut bertanya apakah boleh melangkahi beberapa prosedur agar lebih cepat. Preseptor menjawab bahwa SPO harus dijalankan karena...

a)

Bersifat rekomendatif

b)

Wajib untuk perawat dan mahasiswa

c)

Hanya untuk dokumentasi

d)

Bebas diinterpretasi

e)

Tidak berlaku untuk peserta didik

54.

Salah satu jenis SPO yang banyak digunakan di fasilitas keperawatan adalah SPO profesi, yaitu...

a)

Instruksi kerja staf administrasi

b)

Pedoman teknis berbasis keilmuan keperawatan

c)

Catatan harian pasien

d)

Rencana penjadwalan kerja

e)

SOP sistem komputerisasi

55.

Perawat kepala ruangan meminta seluruh staf membaca dan menandatangani lembar sosialisasi SPO baru tentang manajemen nyeri. Tindakan ini bertujuan agar...

a)

SPO menjadi panduan hukum

b)

Perawat tidak melakukan tindakan medis

c)

SPO dapat menggantikan keputusan klinis

d)

Semua perawat memahami dan menerapkan SPO

e)

SPO hanya dimiliki oleh manajemen

56.

Seorang pasien pasca-operasi laparatomi mengeluh nyeri pada area luka. Perawat membuka SPO "Manajemen Nyeri" dan melakukan intervensi relaksasi napas dalam, mengatur posisi tidur pasien, dan mengevaluasi skala nyeri. Tindakan ini sesuai SPO dalam kategori...

a)

Tindakan kolaboratif

b)

Tindakan keperawatan mandiri

c)

Tindakan medik

d)

Tindakan promotif

e)

Tindakan administratif

57.

Pasien di ruang rawat inap mengalami kesulitan BAB selama 3 hari. Perawat mengikuti SPO "Pemberian Enema" yang terdiri dari langkah menyiapkan alat, menjelaskan prosedur kepada pasien, dan memposisikan pasien. Tindakan ini mencerminkan...

a)

Diagnosis keperawatan akut

b)

Intervensi yang tidak perlu SOP

c)

Prosedur baku yang harus sesuai SPO

d)

Prosedur darurat yang bersifat fleksibel

e)

Diagnosis medis yang wajib dilakukan dokter

58.

Perawat mengikuti SPO "Pemberian Obat Oral" yang mencakup langkah memverifikasi identitas pasien, memeriksa label obat, mencatat waktu pemberian, dan mencatat respon pasien. Penerapan prinsip 6 benar termasuk dalam tahap...

a)

Dokumentasi

b)

Penilaian hasil

c)

Pelaksanaan tindakan

d)

Pencatatan medis

e)

Perencanaan lanjutan

59.

Pasien post partum mengalami retensi urin. Perawat mengikuti SPO "Pemasangan Kateter Urin" dengan sterilitas tinggi dan mencatat jumlah urin yang keluar. Dalam SPO, tujuan tindakan ini adalah...

a)

Menurunkan tekanan darah

b)

Mengurangi kecemasan

c)

Memastikan eliminasi urin optimal

d)

Meningkatkan mobilisasi pasien

e)

Menghindari komplikasi luka

60.

Perawat di ruang isolasi menggunakan SPO "Perawatan Pasien Infeksius". Ia memakai APD lengkap, melakukan desinfeksi alat setelah digunakan, dan mendokumentasikan seluruh prosedur. Langkah ini bertujuan untuk...

a)

Menurunkan suhu tubuh pasien

b)

Menghindari kesalahan pendokumentasian

c)

Mencegah transmisi infeksi silang

d)

Meningkatkan kualitas tidur pasien

e)

Menjaga ketertiban ruangan

61.

Perawat mengikuti SPO "Penggantian Balutan Luka Dekubitus" dan melakukan pembersihan luka dengan NaCl 0,9%, menggunakan teknik steril, serta memantau tanda-tanda infeksi. Dalam SLKI, luaran dari tindakan ini diharapkan berupa...

a)

Penurunan nyeri subjektif

b)

Luka tampak bersih dan granulasi terbentuk

c)

Tekanan darah pasien stabil

d)

Nafsu makan meningkat

e)

Berat badan tidak turun

62.

Seorang perawat melaksanakan SPO "Pemberian Oksigen Nasal Kanul". Ia menyesuaikan flow meter, memeriksa selang, dan mengobservasi efek terapi. Tindakan ini dilakukan terutama untuk...

a)

Menstimulasi aktivitas fisik

b)

Menghindari aspirasi

c)

Memenuhi kebutuhan oksigen pasien

d)

Meningkatkan efek antibiotik

e)

Mencegah dehidrasi

63.

Perawat membuka SPO "Pencegahan Risiko Jatuh" pada lansia dan melakukan orientasi waktu, menurunkan posisi tempat tidur, serta memberi bel panggil dalam jangkauan. Langkah ini adalah bentuk...

a)

Tindakan persuasif

b)

Intervensi kolaboratif

c)

Upaya preventif sesuai SPO

d)

Pelayanan non-keperawatan

e)

Inisiasi dari dokter

64.

Saat pelaksanaan SPO "Pemasangan Infus", perawat harus memastikan informed consent sudah diperoleh. Aspek ini termasuk dalam prinsip...

a)

Dokumentasi lanjutan

b)

Tanggung jawab hukum dan etik

c)

Prosedur standar resusitasi

d)

Protokol internal rumah sakit

e)

Komunikasi interprofesi

65.

Dalam SPO "Pemantauan Hasil Terapi Antibiotik IV", perawat wajib mengobservasi respon pasien 30 menit pasca pemberian, serta mencatat efek samping bila ada. Dokumentasi tersebut bertujuan untuk...

a)

Evaluasi personalia keperawatan

b)

Penegakan diagnosis lanjutan

c)

Menilai efektivitas dan keamanan tindakan

d)

Menentukan rujukan spesialis

e)

Menghitung lama rawat inap

66.

Setelah 3 hari tindakan keperawatan diberikan, perawat Lina membandingkan kondisi pasien dengan tujuan awal: "Pasien dapat berjalan 10 meter tanpa bantuan dalam 3 hari." Saat ini, pasien baru mampu berjalan 5 meter dengan tongkat. Ini menunjukkan bahwa...

a)

Tujuan tidak relevan

b)

Tujuan telah tercapai

c)

Tujuan belum tercapai

d)

Tujuan tercapai sebagian

e)

Intervensi harus dihentikan

67.

Setelah memberikan intervensi "manajemen nyeri", perawat mencatat bahwa skala nyeri pasien menurun dari 6 menjadi 2 dalam waktu 1 jam. Proses yang dilakukan perawat ini merupakan bagian dari...

a)

Diagnosa ulang

b)

Validasi data

c)

Evaluasi sumatif

d)

Evaluasi formatif

e)

Re-assessment

68.

Perawat melakukan evaluasi dan mendokumentasikan: "Pasien menyatakan nyeri menurun, wajah tampak rileks, dan tidak ada keluhan." Ini merupakan bagian dari evaluasi dengan metode...

a)

Analisis kuantitatif

b)

SOAP

c)

Intervensi edukatif

d)

Diagnostik klinis

e)

Observasi teknis

69.

Setelah mengevaluasi, perawat menyimpulkan bahwa intervensi "dukungan istirahat tidur" gagal karena pasien masih terbangun 3-4 kali tiap malam. Ia lalu merevisi rencana keperawatan. Ini termasuk dalam proses evaluasi berupa...

a)

Dokumentasi formatif

b)

Menghentikan tindakan tanpa alasan

c)

Modifikasi rencana keperawatan

d)

Penilaian implementasi

e)

Validasi data lanjutan

70.

Evaluasi keperawatan bertujuan untuk menentukan apakah...

a)

Diagnosa masih relevan

b)

Respon pasien sesuai hasil yang diharapkan

c)

SOP telah dijalankan

d)

Observasi dilakukan rutin

e)

Data laboratorium tersedia

71.

Perawat meninjau ulang data vital dan subjektif pasien, mencocokkan dengan kriteria hasil SLKI untuk "Bersihan Jalan Napas Meningkat." Langkah ini menunjukkan hubungan antara evaluasi dan...

a)

Diagnosis lanjutan

b)

Perilaku pasien

c)

Standar dokumentasi

d)

Standar luaran keperawatan

e)

Asuhan medik

72.

Evaluasi keperawatan dilakukan secara berkala dan terus menerus selama pasien dirawat. Jenis evaluasi ini disebut...

a)

Evaluasi sumatif

b)

Evaluasi formatif

c)

Evaluasi prosedural

d)

Evaluasi administratif

e)

Evaluasi implementasi

73.

Setelah pasien dipulangkan, perawat mendokumentasikan seluruh pencapaian tujuan asuhan, menganalisis keberhasilan tindakan dan memberikan saran pemantauan di rumah. Ini contoh dari...

a)

Evaluasi formatif

b)

Evaluasi etik

c)

Evaluasi prosedur

d)

Evaluasi sumatif

e)

Evaluasi revisi

74.

Perawat mengevaluasi "Manajemen Risiko Jatuh" dengan indikator: tidak ada insiden jatuh selama 5 hari rawat inap. Evaluasi ini menilai...

a)

Outcome keperawatan berbasis SLKI

b)

Diagnosa medis

c)

Waktu lama rawat inap

d)

Kondisi keuangan pasien

e)

Kinerja administrasi rumah sakit

75.

Saat evaluasi keperawatan, perawat menggunakan format SOAPIER. Komponen "R" atau Reassessment bertujuan untuk...

a)

Memberi terapi baru

b)

Mencocokkan kode ICD

c)

Menentukan biaya perawatan

d)

Menyusun kembali diagnosis

e)

Menilai ulang status pasien setelah intervensi

76.

Pasien Tn. A dengan diagnosa "Gangguan Bersihan Jalan Napas" mendapat intervensi berupa terapi nebulizer dan fisioterapi dada. Setelah 2 hari, pasien menunjukkan batuk produktif, RR menurun dari 26 menjadi 20 kali/menit, dan tidak ada wheezing. Dalam SLKI, hasil ini termasuk kategori...

a)

Tidak berubah

b)

Menurun

c)

Membaik

d)

Menjadi kronis

e)

Tidak terukur

77.

Pasien Ny. S dengan diagnosis keperawatan “Risiko Ketidakseimbangan Cairan” diberikan terapi cairan IV. Namun setelah 24 jam, turgor kulit tetap jelek, tekanan darah menurun, dan urin masih pekat. Evaluasi berdasarkan SLKI menunjukkan status luaran...

a)

Stabil

b)

Tidak berubah

c)

Membaik

d)

Menurun

e)

Meningkat

78.

Pasien dengan gangguan pola tidur diberikan intervensi “Dukungan Tidur.” Setelah 3 hari, pasien tidur 6 jam tanpa terbangun, ekspresi wajah tampak rileks, dan tidak mengeluh lelah saat pagi. Berdasarkan SLKI, status luaran ini termasuk...

a)

Meningkat

b)

Menurun

c)

Stabil

d)

Belum terpantau

e)

Tidak sesuai

79.

Setelah diberikan intervensi edukasi tentang pola makan sehat, pasien diabetes menunjukkan peningkatan pemahaman dan mampu menyebutkan 4 dari 5 prinsip diet DM dengan benar. Dalam terminologi SLKI, hasil ini dikategorikan sebagai...

a)

Tidak sesuai tujuan

b)

Menurun

c)

Tidak berubah

d)

Membaik

e)

Tidak teratur

80.

Pasien Tn. R sebelumnya memiliki skor kecemasan 8 (skala 1–10). Setelah dilakukan terapi relaksasi dan konseling keperawatan selama 3 hari, skor kecemasan turun menjadi 3. Evaluasi SLKI menunjukkan...

a)

Menurun (Tingkat kesemasan)

b)

Meningkat (Status psikologis)

c)

Stabil

d)

Tidak berubah

e)

Tidak valid