wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Akhir Semester Probabilitas

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Manakah pernyataan berikut yang BENAR tentang distribusi uniform kontinu?

a)

Memiliki puncak distribusi di mean

b)

Probabilitas untuk setiap nilai dalam interval tidak sama

c)

Digunakan hanya untuk data diskrit

d)

Probabilitas setiap nilai dalam interval [a, b] adalah konstan

e)

Variansnya selalu nol

2.

Jika sebuah variabel acak X memiliki distribusi uniform dengan batas bawah a = 2 dan batas atas b = 6, berapakah nilai rata-rata (mean) dari X?

a)

2

b)

4

c)

6

d)

8

e)

3

3.

Dalam distribusi uniform, nilai varians dapat dihitung dengan rumus:

a)

(a + b)/2

b)

√(b - a)

c)

(b - a)^2 / 12

d)

(b + a)^2 / 2

e)

(b - a)^2 / 2

4.

Distribusi eksponensial digunakan untuk memodelkan:

a)

Waktu antar kedatangan dalam proses Poisson

b)

Sebaran tinggi badan siswa

c)

Hasil ujian matematika

d)

Peluang hasil pelemparan dadu

e)

Nilai dari pengukuran tetap

5.

Salah satu ciri khas dari distribusi eksponensial adalah sifat:

a)

Probabilitas yang menurun seiring waktu

b)

Simetri terhadap rata-rata

c)

Mempunyai dua puncak distribusi

d)

Sifat "memoryless"

e)

Dapat berubah menjadi diskrit

6.

Parameter utama dari distribusi eksponensial adalah:

a)

Median dan modus

b)

Lambda (λ) yang menunjukkan tingkat kedatangan kejadian

c)

Mean dan standar deviasi saja

d)

Probabilitas tetap

e)

Rentang antara dua nilai

7.

Distribusi normal memiliki ciri-ciri berikut, KECUALI:

a)

Kurva berbentuk lonceng

b)

Simetris terhadap rata-rata

c)

Mean, median, dan modus berada di tempat yang sama

d)

Memiliki probabilitas konstan untuk setiap nilai

e)

Banyak digunakan dalam uji hipotesis

8.

Jika data mengikuti distribusi normal dengan rata-rata μ dan standar deviasi σ, maka sekitar 95% data akan berada dalam rentang:

a)

μ ± σ

b)

μ ± 1,5σ

c)

μ ± 2σ

d)

μ ± 2,5σ

e)

μ ± 3σ

9.

Jika distribusi populasi tidak normal, tetapi ukuran sampel cukup besar (n ≥ 30), maka distribusi rata-rata sampel akan mendekati distribusi normal. Pernyataan ini merupakan implikasi dari:

a)

Hukum Bilangan Besar

b)

Teorema Bayes

c)

Teorema Limit Pusat

d)

Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov

e)

Estimasi Maksimum Likelihood

10.

Diketahui populasi memiliki μ = 70 dan σ = 12. Jika diambil sampel acak berukuran n = 36, berapakah standar deviasi dari distribusi rata-rata sampel?

a)

12

b)

6

c)

2

d)

3

e)

4

11.

Manakah dari pernyataan berikut tentang distribusi t-Student yang TIDAK benar?

a)

Distribusi t memiliki ekor lebih tebal dibanding distribusi normal

b)

Semakin besar derajat kebebasan, distribusi t mendekati distribusi normal

c)

Distribusi t digunakan ketika varians populasi diketahui

d)

Distribusi t digunakan ketika ukuran sampel kecil (n < 30)

e)

Nilai rata-rata distribusi t adalah nol

12.

Ketika melakukan uji hipotesis terhadap rata-rata populasi dengan ukuran sampel kecil dan varians populasi tidak diketahui, distribusi yang tepat untuk digunakan adalah:

a)

Normal Standar

b)

Chi-Square

c)

Binomial

d)

t-Student

e)

Poisson

13.

Dalam konteks distribusi sampling, nilai standar error akan:

a)

Bertambah jika ukuran sampel meningkat

b)

Selalu sama dengan standar deviasi populasi

c)

Tidak tergantung pada ukuran sampel

d)

Menurun jika ukuran sampel meningkat

e)

Tidak relevan dalam perhitungan rata-rata sampel

14.

Manakah kondisi berikut yang menyebabkan Teorema Limit Pusat TIDAK berlaku dengan baik?

a)

Sampel acak dari populasi dengan varians terbatas dan n ≥ 30

b)

Populasi tidak normal tapi n sangat besar

c)

Populasi dengan varians tak hingga

d)

Sampel independen dan acak

e)

Populasi berdistribusi eksponensial dan ukur

15.

Seorang peneliti ingin menguji rata-rata berat mahasiswa menggunakan uji t. Jika n = 25, rata-rata sampel = 68 kg, dan simpangan baku sampel = 5 kg, berapakah nilai t statistik terhadap hipotesis H₀: μ = 70 kg?

a)

-1,2

b)

-2,0

c)

-2,5

d)

-2,4

e)

-1,6

16.

Dalam penaksiran selang kepercayaan untuk rata-rata dengan varians populasi tidak diketahui dan n kecil (n < 30), distribusi yang digunakan adalah:

a)

Distribusi normal standar

b)

Distribusi binomial

c)

Distribusi t-Student

d)

Distribusi chi-kuadrat

e)

Distribusi poisson

17.

Jika rata-rata sampel xˉ=45, simpangan baku sampel s=5, dan n=25, maka margin of error pada tingkat kepercayaan 95% (gunakan t0.025,24≈2.064) adalah:

a)

0.4

b)

1.03

c)

2.06

d)

2.5

e)

3.2

18.

Manakah pernyataan berikut yang TIDAK benar mengenai selang kepercayaan?

a)

Semakin besar tingkat kepercayaan, semakin lebar selang kepercayaan

b)

Selang kepercayaan digunakan untuk memperkirakan parameter populasi

c)

Selang kepercayaan 95% berarti ada 95% kemungkinan parameter populasi berada dalam selang

d)

Lebar selang kepercayaan dipengaruhi oleh ukuran sampel dan variabilitas data

e)

Selang kepercayaan untuk proporsi menggunakan distribusi z

19.

Penaksir titik untuk proporsi populasi p biasanya diperoleh dengan rumus:

a)

xˉ\bar{x}xˉ

b)

s2s^2s2

c)

xn\frac{x}{n}nx​

d)

sn\frac{s}{\sqrt{n}}n​s​

e)

μ\muμ

20.

Dalam menghitung selang kepercayaan untuk variansi populasi, distribusi yang digunakan adalah:

a)

Distribusi normal

b)

Distribusi t

c)

Distribusi z

d)

Distribusi chi-kuadrat

e)

Distribusi F

21.

Diketahui simpangan baku sampel adalah 3 dan ukuran sampel 10. Jika ingin membentuk selang kepercayaan 95% untuk variansi, maka derajat kebebasan (df) yang digunakan dalam distribusi chi-kuadrat adalah:

a)

10

b)

9

c)

8

d)

11

e)

12

22.

Yang manakah dari berikut ini yang TIDAK termasuk faktor yang memengaruhi lebar selang kepercayaan?

a)

Ukuran sampel

b)

Tingkat kepercayaan

c)

Variabilitas data

d)

Nilai parameter populasi

e)

Distribusi yang digunakan (z atau t)

23.

Dalam pengujian hipotesis dua arah dengan tingkat signifikansi 5%, maka daerah kritis terletak pada:

a)

Hanya sebelah kanan distribusi, sebesar 5%

b)

Hanya sebelah kiri distribusi, sebesar 2,5%

c)

Sebelah kiri dan kanan distribusi, masing-masing sebesar 2,5%

d)

Sebelah kiri dan kanan distribusi, masing-masing sebesar 5%

e)

Di tengah distribusi sebesar 95%

24.

Nilai p-value dalam pengujian hipotesis menunjukkan:

a)

Selisih antara rata-rata sampel dan populasi

b)

Probabilitas H₀ benar

c)

Luas di bawah kurva distribusi normal

d)

Probabilitas memperoleh hasil seperti sampel, jika H₀ benar

e)

Nilai kritis statistik uji

25.

Dalam pengujian hipotesis satu arah, rumusan hipotesis alternatif (H₁) biasanya berbentuk:

a)

H₁: μ = μ₀

b)

H₁: μ ≠ μ₀

c)

H₁: μ < μ₀ atau μ > μ₀

d)

H₁: μ < μ₀ atau μ > μ₀ tergantung konteks

e)

H₁: μ lebih besar atau lebih kecil dari μ₀, tetapi bukan keduanya sekaligus

26.

Seorang peneliti menguji apakah waktu reaksi peserta < 0,5 detik. Hipotesis yang tepat adalah:

a)

H₀: μ = 0,5 dan H₁: μ ≠ 0,5

b)

H₀: μ ≥ 0,5 dan H₁: μ < 0,5

c)

H₀: μ ≤ 0,5 dan H₁: μ > 0,5

d)

H₀: μ > 0,5 dan H₁: μ ≤ 0,5

e)

H₀: μ ≠ 0,5 dan H₁: μ = 0,5

27.

Dalam pengujian hipotesis dua arah, jika nilai statistik uji adalah -2,7 dan nilai kritis adalah ±1,96, maka:

a)

H₀ diterima karena -2,7 di luar nilai kritis

b)

H₀ ditolak karena -2,7 < -1,96

c)

H₀ diterima karena |−2,7| < 1,96

d)

H₀ ditolak hanya jika α = 0,10

e)

Keputusan tidak dapat ditentukan tanpa p-value

28.

Tujuan utama pengujian hipotesis dalam penelitian adalah untuk:

a)

Membuktikan bahwa hipotesis alternatif selalu benar

b)

Mengonfirmasi hasil penelitian sebelumnya

c)

Menentukan apakah data mendukung hipotesis nol

d)

Menghitung rata-rata dari data sampel

e)

Menilai distribusi populasi

29.

Dalam uji hipotesis satu arah menggunakan uji-t, jika df = 19 dan t-hitung = 2,1, dan t-tabel (α = 0,05) = 1,729, maka keputusan yang tepat adalah:

a)

Tolak H₀ karena t-hitung > t-tabel

b)

Terima H₀ karena t-hitung < t-tabel

c)

Tolak H₀ karena t-hitung < 0

d)

Tidak cukup data untuk membuat keputusan

e)

Terima H₁ karena nilai p lebih besar dari α

30.

Dalam uji hipotesis terhadap perbedaan dua rata-rata populasi, penggunaan uji-Z tepat jika:

a)

Ukuran sampel kecil dan variansi tidak diketahui

b)

Ukuran sampel besar dan variansi populasi diketahui

c)

Data berdistribusi normal dan proporsi digunakan

d)

Variansi tidak homogen

e)

Nilai p lebih besar dari α

31.

Rumus statistik uji untuk membandingkan dua variansi populasi menggunakan:

a)

Distribusi normal standar

b)

Uji Z dua arah

c)

Distribusi t-Student

d)

Distribusi F

e)

Distribusi binomial

32.

Dalam uji proporsi dua populasi, asumsi utama yang harus dipenuhi agar uji-Z dapat digunakan adalah:

a)

Ukuran sampel kecil dan proporsi mendekati nol

b)

Data berskala ordinal

c)

n·p dan n·(1−p) ≥ 5 pada masing-masing sampel

d)

Sampel berpasangan

e)

Variansi antar populasi harus homogen

33.

Diketahui variansi sampel A = 25, variansi sampel B = 10, dan masing-masing n = 15. Berapakah nilai statistik uji F untuk pengujian variansi dua populasi?

a)

2.5

b)

0.4

c)

1.5

d)

5.0

e)

3.0

34.

Jika hipotesis nol menyatakan tidak ada perbedaan antara dua proporsi populasi, maka hipotesis alternatif dalam uji dua arah adalah:

a)

p₁ = p₂

b)

p₁ > p₂

c)

p₁ < p₂

d)

p₁ ≠ p₂

e)

p₁ = 0

35.

Uji hipotesis dua rata-rata independen dengan varian tidak diketahui tetapi diasumsikan sama dilakukan menggunakan:

a)

Uji t dengan varian gabungan (pooled variance)

b)

Uji z karena asumsi varian tidak diketahui

c)

Uji chi-square

d)

Uji proporsi dua arah

e)

Uji korelasi dua sampel

36.

Dalam uji hipotesis dua populasi, kesalahan tipe I (α) berarti:

a)

Menolak H₀ padahal H₀ benar

b)

Menerima H₁ padahal H₁ benar

c)

Menerima H₀ padahal H₀ salah

d)

Tidak membuat keputusan apa pun

e)

Selalu memilih nilai p terkecil

37.

Dalam regresi linier sederhana, interpretasi dari koefisien regresi bbb adalah:

a)

Nilai Y saat X = 0

b)

Selisih antara nilai observasi dan nilai prediksi

c)

Jumlah variasi total dalam Y

d)

Perubahan rata-rata Y untuk setiap satu unit perubahan X

e)

Probabilitas hubungan signifikan antara Y dan X

38.

Jika koefisien determinasi (R²) sebesar 0,85, maka interpretasi yang tepat adalah:

a)

Hubungan antara X dan Y lemah

b)

Sebanyak 85% variasi Y dapat dijelaskan oleh X

c)

Koefisien korelasi antara X dan Y adalah 0,92

d)

Hanya 15% hubungan antara X dan Y yang signifikan

e)

Model regresi tidak valid

39.

Asumsi homoskedastisitas dalam regresi linier menyatakan bahwa:

a)

Data harus bebas dari outlier

b)

Hubungan antara variabel bebas dan terikat adalah logaritmik

c)

Varians residual harus konstan untuk semua nilai X

d)

Residual harus saling berkorelasi

e)

Semua variabel harus berdist

40.

Dalam regresi linier sederhana, jika nilai p untuk koefisien regresi adalah 0,03 dan α = 0,05, maka kesimpulannya:

a)

A. Koefisien regresi tidak signifikan secara statistik

b)

B. Terjadi kesalahan tipe II

c)

C. Hipotesis nol diterima

d)

D. Koefisien regresi signifikan secara statistik

e)

E. Tidak cukup informasi untuk mengambil keputusan

41.

Manakah pernyataan berikut yang TIDAK benar tentang koefisien korelasi Pearson (r)?

a)

A. Nilainya berada antara -1 sampai 1

b)

B. r = 0 menunjukkan tidak ada hubungan linier

c)

C. r positif menunjukkan hubungan searah

d)

D. r negatif menunjukkan hubungan kuat

e)

E. r = 1 menunjukkan hubungan linier sempurna

42.

Jika suatu analisis korelasi menghasilkan nilai r = 0,65, maka hubungan antara dua variabel dapat dikatakan:

a)

A. Lemah dan negatif

b)

B. Lemah dan positif

c)

C. Sedang dan positif

d)

D. Kuat dan positif

e)

E. Tidak ada hubungan

43.

Dalam uji keberartian koefisien regresi dengan statistik uji t, hipotesis nol (H₀) menyatakan:

a)

A. Koefisien regresi = 1

b)

B. Residual tidak berdistribusi normal

c)

C. Tidak ada hubungan antara X dan Y

d)

D. Nilai p lebih kecil dari α

e)

E. Koefisien regresi ≠ 0

44.

Dalam metode penaksiran parameter, pendekatan Maximum Likelihood Estimation (MLE) bertujuan untuk:

a)

A. Meminimalkan selisih absolut antar nilai prediksi

b)

B. Menyamakan momen sampel dengan populasi

c)

C. Mengurangi bias pada data residual

d)

D. Memaksimalkan peluang observasi data yang ada

e)

E. Memperbesar varians untuk hasil lebih robust

45.

Penaksir parameter dikatakan efisien jika:

a)

A. Nilainya selalu lebih besar dari nilai parameter populasi

b)

B. Variansnya lebih besar dari penaksir lain

c)

C. Nilai harapannya sama dengan parameter populasi

d)

D. Memiliki varians terkecil di antara penaksir tak bias lainnya

e)

E. Diperoleh melalui metode OLS

46.

Suatu peneliti menggunakan uji t dua sampel independen. Asumsi penting yang harus dipenuhi untuk validitas uji tersebut adalah:

a)

A. Variabel terikat berskala nominal

b)

B. Sampel harus berasal dari populasi yang berbeda ukuran

c)

C. Data memiliki distribusi eksponensial

d)

D. Variansi antar kelompok harus homogen

e)

E. Ukuran sampel harus selalu lebih besar dari 100

47.

Jika p-value < α dalam pengujian hipotesis, maka keputusan yang tepat adalah:

a)

A. Tolak hipotesis alternatif

b)

B. Tolak hipotesis nol

c)

C. Terima hipotesis nol

d)

D. Tidak cukup bukti untuk mengambil keputusan

e)

E. Ulangi pengujian dengan α yang lebih kecil

48.

Uji F dalam analisis regresi digunakan untuk:

a)

A. Mengukur kekuatan hubungan antar variabel

b)

B. Menguji apakah setidaknya satu koefisien regresi signifikan

c)

C. Memprediksi nilai variabel terikat

d)

D. Menguji kesamaan rata-rata dua populasi

e)

E. Menghitung kesalahan standar regresi

49.

Dalam validasi model regresi, jika data menunjukkan pola yang jelas pada residual plot, maka kemungkinan besar asumsi yang dilanggar adalah:

a)

A. Linearitas

b)

B. Normalitas

c)

C. Homoskedastisitas

d)

D. Independensi

e)

E. Tidak ada multikolinearitas

50.

Jika suatu regresi menghasilkan R2=0.82, maka dapat disimpulkan bahwa:

a)

A. Model salah dan tidak bisa digunakan

b)

B. 18% variasi data tidak dijelaskan oleh model

c)

C. Semua variabel bebas memiliki hubungan negatif

d)

D. Model tidak signifikan secara statistik

e)

E. Terdapat multikolinearitas tinggi